Tag: lapisan

  • 8 Pilihan Pengganti Lantai Keramik, Ada Batu Granit hingga Vinyl


    Jakarta

    Lantai merupakan elemen penting dalam sebuah hunian. Tak hanya berfungsi sebagai penopang aktivitas sehari-hari, lantai juga menjadi elemen estetika yang bisa mempercantik tampilan ruangan.

    Biasanya, lantai rumah terdiri dari keramik yang telah lama menjadi pilihan utama. Seiring berjalannya inovasi material dan kebutuhan desain, banyak orang yang mencari alternatif pengganti keramik. Berikut beberapa pilihannya:

    8 Pilihan Pengganti Lantai Keramik

    Beberapa pilihan pengganti lantai keramik yaitu lantai batu granit, lantai teraso, lantai marmer, lantai terakota, hingga semen ekspos. Berikut perbedaannya:


    1. Lantai Batu Granit

    Lantai batu granit menjadi pilihan populer untuk ruang hunian dan komersial sebab keindahan dan perawatannya yang mudah. Mengutip laman Structural Guide, granit adalah salah satu batu alam yang paling keras dan padat, sehingga tahan terhadap keausan.

    Selain itu, granit tersedia dalam berbagai macam warna dan pola. Hal ini membuatnya menjadi pilihan lantai serbaguna yang bisa melengkapi berbagai desain. Meski harganya mungkin lebih mahal dari jenis lantai lainnya, lantai batu granit merupakan investasi jangka panjang.

    2. Lantai Teraso

    Pada dasarnya teraso adalah lapisan mortar semen yang memiliki agregat kasar di dalamnya. Menurut laman Becosan, biasanya, agregat kasar yang paling disukai untuk lantai teraso adalah batu marmer yang dihancurkan dan dapat dipadukan dengan batuan lain. Ubin ini cocok digunakan di dalam dan luar ruangan.

    3. Lantai Terakota

    Lantai terakota merupakan jenis tanah liat alami yang digunakan untuk menciptakan tampilan yang indah dan tahan lama. Jenis lantai ini cocok untuk orang-orang yang menginginkan tampilan dan nuansa tanah liat alami yang autentik.

    4. Lantai Kayu

    Lantai kayu menjadi salah satu pilihan paling populer karena harganya yang terjangkau dan tahan lama. Ada lantai kayu yang bergaya klasik hingga modern. Namun, umumnya, dua jenis lantai kayu yang umum, yaitu lantai kayu solid dan rekayasa.

    5. Lantai Bambu

    Lantai bambu akan jauh lebih tahan lama daripada lantai kayu. Menurut laman Spruce, proses pembuatannya menjadikan material lantai bambu lebih tahan kelembapan dan kerusakan akibat air.

    Anyaman untai merupakan lantai bambu yang paling tahan lama. Materialnya terbuat dari bambu yang dihaluskan, kemudian ditekan, hingga dibentuk menjadi papan.

    6. Lantai Parket

    Menurut laman Luxury Flooring, lantai parket merupakan gaya lantai tradisional yang dibuat dengan meletakkan papan dalam berbagai pola. Susunannya menghasilkan desain geometris yang memberi daya tarik visual.

    7. Lantai Vinyl

    Ada banyak kelebihan dari lantai vinyl, yaitu penggunaan yang tahan lama, serbaguna, dan mudah dipasang. Lantai vinyl bisa dipasang pada proyek konstruksi atau renovasi di hampir semua permukaan, mulai dari beton, kayu, dan ubin.

    8. Lantai Semen Ekspos

    Lantai semen ekspos umumnya berada di gudang atau pabrik. Namun, kini, jenis lantai ini juga sering digunakan di kafe bergaya industrialis dan rumah. Menurut laman Binus University, semen ekspos adalah teknik finishing yang menggunakan semen saja tanpa cat berwarna dan acian. Meski begitu, menurut CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat, dalam wawancara detikProperti sebelumnya, ada baiknya lantai semen ekspos diaci agar lebih bagus lagi. Lantai ini juga bisa diberi warna tambahan dengan campuran metallic oxide pigmen atau lime-proof colors.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Ambruk! Baja Ringan di Kanopi Tetap Bisa Berkarat, Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Baja ringan sering kali digunakan sebagai bahan pengganti kayu saat membangun rumah. Bahan ini biasa digunakan sebagai rangka atap, partisi dinding, hingga penyangga kanopi.

    Banyak orang menyukai material ini karena bobotnya yang ringan dan harganya yang lebih ekonomis. Tak hanya itu, baja ringan juga anti rayap, anti korosi atau karatan, serta mudah dibentuk.

    Meski banyak keunggulan, penggunaan baja ringan yang kurang tepat justru bisa merugikan pemilik rumah, lho. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan ketika membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru menyebabkan korosi yang bisa fatal bila dibiarkan.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringanya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” ujar Albert kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Apabila baja ringan dibiarkan berkarat, lama-lama bisa menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan runtuh dalam kasus ekstrem.

    “Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” katanya.

    Selanjutnya, Albert menjelaskan penyebab korosi akibat cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang bisa merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ) yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dari korosi.

    Adapun, sebenarnya baja ringan sebagai bahan yang sederhana menurut Albert, selama digunakan sesuai fungsinya maka akan tahan lama. Catatan yang perlu diingat adalah tidak mencampur baja ringan dengan cairan semen, maka akan aman dari korosi.

    “Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” tutur Albert.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Berbagai Jenis Atap Rumah Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Atap menjadi elemen penting dalam sebuah rumah. Atap rumah berfungsi sebagai pelindung dari hujan, panas, hingga berbagai kondisi cuaca lainnya.

    Maka dari itu, pemilihan jenis atap perlu diperhatikan. Pelajari apa saja berbagai jenis atap rumah beserta kelebihan dan kekurangannya untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran detikers.

    Jenis-jenis Atap

    Pemilihan jenis atap rumah tidak yang tepat tidak hanya untuk estetika bangunan, tapi juga mengenai daya tahan, kenyamanan, serta biaya perawatan. Berikut adalah beberapa jenis atap yang paling umum digunakan:


    1. Genteng Beton

    Dilansir laman Colorbond, material atap ini biasanya digunakan untuk rumah berkonsep minimalis. Pasalnya punya tampilan yang serbaguna dan bersih.

    Kelebihan

    • Lebih tahan terhadap pembusukan.
    • Tahan kebakaran.
    • Tahan terhadap serangga.
    • Punya masa pakai yang lebih lama.

    Kekurangan

    • Cenderung lebih berat.
    • Biaya relatif mahal.
    • Waktu pemasangannya relatif lebih lama dibandingkan jenis genteng lain.

    2. Atap Genteng Tanah Liat

    Atap genteng tanah liat merupakan atap yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.

    Atap genteng tanah liat dan beton sering dipakai bersama, karena keduanya memiliki bahan atap pasangan bata dengan persyaratan pemasangan yang sama.

    Baik tanah liat atau beton digunakan sebagai bahan cetakan. Di mana, hasil akhirnya yaitu genteng yang dirancang untuk saling tumpang tindih dan/atau saling mengunci dengan genteng di sebelahnya.

    Kelebihan

    • Punya kemampuan untuk menahan panas dan suara dari luar (terutama saat hujan).
    • Dianggap material yang ramah lingkungan.

    Kekurangan

    • Relatif mudah retak.
    • Relatif mudah lumutan.

    3. Atap Asbes

    Atap asbes merupakan jenis atap yang terbuat dari bahan asbes yang dikenal dengan daya tahannya terhadap cuaca.

    Kelebihan

    • Mudah dipasang.
    • Sifatnya ringan.

    Kekurangan

    • Tampilan cenderung kurang menarik.
    • Bisa sangat rapuh

    4. Atap Logam

    Atap logam adalah jenis penutup bangunan t dari bahan logam seperti aluminium, baja, atau tembaga. Jenis atap ini tidak cocok untuk daerah beriklim tropis.

    Kelebihan

    • Biayanya cenderung rendah.
    • Bobotnya ringan.
    • Pemasangannya tidak terlalu sulit.

    Kekurangan

    • Cenderung tidak memberikan insulasi yang baik.
    • Bising saat hujan deras.
    • Mudah terangkat oleh angin kencang.

    5. Atap Gelombang uPVC

    Jenis atap bahan unplasticized polyvinyl chloride (uPVC) adalah jenis material olahan turunan dari PVC. Dikutip dari buku Seri Rumah Ide – 30 Material Inovatif oleh Imelda Akmal Architecture, uPVC materialnya lebih kaku dan tidak elastis PVC, dan sekilas uPVC tampak serupa dengan atap fiber atau polikarbonat.

    Lembaran atap ini bergelombang, dan tersedia dalam dua pilihan yakni solid dan transparan.

    Kelebihan

    • Memiliki lapisan berongga yang berfungsi sebagai insulator panas dan suara.
    • Daya tahan cukup lama.

    Kekurangan

    • Harga cenderung mahal.
    • Warnanya agak terbatas.

    6. Atap Keramik

    Atap keramik umumnya dari tanah liat yang diolah dengan lapisan glasir tambahan. Atap ini dikenal bisa memberikan tampilan estetis klasik dan daya tahan tinggi.

    Kelebihan

    • Lebih estetik.
    • Punya kekuatan yang bagus.
    • Tahan api.
    • Tidak mudah terkena lumpur.

    Kekurangan

    • Relatif mahal.
    • Pemasangannya bisa sangat rumit.

    7. Atap Galvalum

    Atap jenis ini terbuat dari campuran seng, aluminium, serta silikon. Atap ini biasanya digunakan untuk bangunan modern karena pemasangannya mudah.

    Kelebihan

    • Daya tahan tinggi terhadap kondisi cuaca.
    • Tahan karat.
    • Pemasangannya mudah.

    Kekurangan

    • Menyerap panas.
    • Bisa menimbulkan suara bising saat hujan.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu, Begini Cara Cegah Cat Dinding Menggelembung


    Jakarta

    Masalah pada cat dinding yang sering ditemui adalah permukaannya menggelembung atau disebut pula dengan dinding melepuh. Hal ini membuat dinding bertekstur dan berkerut sehingga tidak bagus dipandang dan mudah terkelupas.

    Secara teknis, penyebab cat dinding menggelembung adalah kurangnya daya rekat antara cat dengan dinding. Oleh sebab itu, air dan udara mudah masuk ke dalam cat dan menimbulkan gelembung dan tekstur pada dinding. Selain karena udara dan air, dinding menggelembung juga bisa disebabkan karena dinding terlalu lembap, panas, dan adanya kotoran yang tidak dibersihkan sebelum melakukan pengecatan.

    Beberapa gelembung ada yang dapat mengecil lagi dan ada pula yang mengeras. Cara membedakannya adalah dengan menyentuh permukaan cat tersebut.


    Untuk menghindari cat dinding rusak dan berubah menggelembung, dilansir House Beautiful berikut cara mencegahnya.

    Cara Mencegah Cat Dinding Menggelembung

    1. Cari Retakan

    Celah air, udara, dan kelembapan masuk ke dalam dinding salah satunya berasal dari retakan. Retakan paling berisiko adalah yang berada di sekitar jendela dan kusen pintu.

    2. Perhatikan Cuaca

    Cuaca dan suhu ruangan mempengaruhi hasil dari cat dinding yang kamu pasang. Udara yang terlalu panas atau terlalu lembap membuat cat dinding kering tidak merata. Suhu yang tepat untuk mengecat dinding adalah 10-23 derajat Celcius.

    Kemudian, jika kamu mengecat kamar mandi yang memiliki suhu ruangan lembap, selesaikan pengecatan hingga seluruhnya mengering. Jangan menggunakan kamar mandi saat cat belum sepenuhnya kering karena dapat membuat ruangan bertambah lembap.

    2. Periksa Kelembapan

    Saat kamu merasa suhu ruangan terlalu lembap dan sulit untuk cat dinding mengering dengan cepat. Kamu bisa menggunakan dehumidifier untuk menyerap kelembapan di dalam rumah dan pastikan ventilasi ruangan maksimal agar cat dapat cepat mengering.

    3. Bersihkan Dinding

    Dinding yang kotor dapat menyebabkan cat menggelembung. Untuk memastikan pengecatan aman, bersihkan kotoran, debu dan minyak dari dinding dengan lap dan air sabun. Pastikan dinding dalam keadaan kering sebelum mengaplikasikan cat dasar atau primer sebelum melapisi cat berikutnya.

    4. Gunakan cat primer

    Saat mengecat dinding, ada beberapa lapisan cat yang harus digunakan. Salah satunya adalah cat primer. Cat satu ini berfungsi sebagai segel untuk mengunci cat yang menempel bekerja dengan baik dan membuat permukaan halus untuk kamu aplikasikan.

    5. Beri Jeda Setiap Lapisan

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, sebelum mengaplikasikan cat baru, pastikan lapisan cat sebelumnya sudah mengering. Hal ini berpengaruh pada daya kunci kerekatan cat di dinding. Daya rekat yang kuat tidak akan memberikan celah terhadap air, angin, kelembapan, atau kotoran merusak cat dinding dalam jangka waktu lama.

    Itulah cara mencegah dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadapi Kutu Busuk yang Besarang di Kasur dengan 5 Jurus Ini!



    Jakarta

    Kutu busuk merupakan salah satu masalah yang biasa muncul di kasur. Serangga ini suka bersembunyi di pinggiran dan dalam kasur, terutama yang jarang terkena sinar matahari.

    Sebenarnya gigitan kutu busuk tidak begitu berbahaya, namun bisa menimbulkan gatal di kulit dan meninggalkan bekas. Target kutu busuk adalah makhluk berdarah panas seperti manusia.

    Meskipun tidak menimbulkan penyakit lain, tetapi adanya kutu busuk dapat menyebabkan kasur berbau tidak sedap dan cepat kotor.


    Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan agar kutu busuk tidak bersarang di kasur, sofa, dan perabotan di rumah.

    Melansir dari Apartment Therapy, berikut beberapa cara ampuh untuk mencegah kutu busuk bersarang di kasur dan perabotan lainnya di rumah.

    1. Gunakan Sarung Bantal dan Guling

    Sarung bantal dan guling memang tidak dapat mengatasi kutu busuk, tetapi setidaknya dengan cara ini dapat mencegah hewan kecil ini masuk ke dalam kasur atau peralatan tidur lainnya.

    2. Semprotan Alkohol

    Alkohol dapat membuat kutu busuk mengalami dehidrasi. Dengan begitu, kutu busuk tidak akan hidup pada perabotan rumah dan tidak berani dekat-dekat. Jika kamu ingin memakai cara ini, periksa dulu jenis alkohol yang akan digunakan, pastikan khusus untuk membasmi kutu busuk.

    3. Penutup Bagasi

    Kutu busuk juga sering di dapati di koper setelah bepergian dari luar daerah. Agar kutu busuk tidak menyebar ke tempat lain, pasang lapisan di bagasi agar barang bawaan tidak dihinggapi kutu busuk.

    4. Minyak Atsiri

    Solusi alami untuk memusnahkan kutu busuk adalah menggunakan minyak esensial seperti minyak atsiri. Caranya dengan melarutkan minyak dengan air dan memasukkannya ke dalam botol berukuran 100 mililiter. Kemudian, semprotkan ke barang bawaan dan tempat tidur secara berkala.

    5. Bersihkan Barang Setelah Dibeli

    Jika kamu membeli barang bekas, terutama sofa, kursi, atau kasur periksalah secara menyeluruh, bisa juga menggunakan kaca pembesar. Kemudian, cuci barang bekas tersebut dan keringkan. Jangan lupa ketika mencuci, gunakan air yang panas di atas 45 derajat dan rendam minimal 60 menit.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Baja Ringan Anti-Karat dapat Berkarat Juga? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Baja ringan menjadi salah satu bahan bangunan yang banyak dipilih sebagai pengganti kayu. Punya lapisan Alumunium Zinc (AZ) atau lapisan yang dapat mencegah karat, tapi mengapa baja ringan masih bisa berkarat seiring waktu?

    Saat ini, baja ringan kerap digunakan sebagai rangka atap dan partisi dinding pada rumah. Banyak orang yang memilih baja ringan karena punya sejumlah keunggulan, salah satunya yaitu memiliki bobot yang ringan dan kuat.

    Keunggulan lain dari baja ringan adalah anti rayap, anti karat, dan mudah dibentuk. Meski diklaim anti karat, akan tetapi baja ringan juga bisa berkarat seiring waktu.


    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan baja ringan menjadi korosi. Pada umumnya, hal ini terjadi karena cara menggunakannya yang salah.

    Lantas, apa yang menyebabkan baja ringan anti-karat jadi bisa berkarat? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Kenapa Baja Ringan Anti-karat bisa Berkarat?

    Mengutip catatan detikProperti, kontraktor sekaligus CEO Lyvprojects, Albert Lim mengungkapkan ada kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan baja ringan saat membangun kanopi. Pemasangan baja ringan yang salah ternyata justru memicu korosi. Apabila dibiarkan maka bisa fatal akibatnya.

    “Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti pengganti besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” kata Albert kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Jika baja ringan dibiarkan berkarat, maka seiring waktu dapat menggerogoti dan menghilangkan ketebalan. Alhasil, baja ringan akan mudah tertekuk, bahkan bisa saja runtuh dalam kasus yang ekstrem.

    “Kebanyakan penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (bajanya),” jelasnya.

    Lebih lanjut, Albert menjelaskan penyebab korosi karena cairan semen yang mengenai baja ringan. Terdapat reaksi kimia pada campuran air dan semen yang dapat merusak lapisan AZ yang berfungsi untuk melindungi baja ringan dan korosi.

    Albert menuturkan, baja ringan adalah bahan sederhana yang selama digunakan sesuai fungsinya maka akan awet. Hanya saja, baja ringan tidak dapat dicampur dengan cairan semen yang dapat menyebabkan korosi.

    “Seharusnya ada kolom beton dulu yang naik. Terus (kalau) kolom betonnya sudah jadi, sudah kering baru ditambahin sama baja ringan. Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. itu baru benar atau pakai material lain,” pungkas Albert.

    Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan

    Mengutip buku Rumah Rangka Baja Ringan Gaya Hunian Inspiratif dan Inovatif oleh Doni Swadarma, berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan dari baja ringan sebagai bahan bangunan.

    1. Kelebihan Baja Ringan

    • Sifatnya yang tidak mudah hancur (daktilitas)
    • Bobotnya ringan tapi tetap kuat
    • Proses pemasangannya lebih mudah
    • Anti karat
    • Kuat terhadap api dan rayap.

    2. Kekurangan Baja Ringan

    • Harga cenderung mahal
    • Tampilannya kurang estetis
    • Jika tidak dipasang dengan benar, akan mudah goyang terbawa angin
    • Bisa mengalami korosi jika digunakan secara tidak benar.

    Demikian penjelasan mengenai alasan baja ringan anti-karat bisa berkarat seiring waktu. Semoga artikel ini bermanfaat.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum Perbedaan Seprai dan Bed Cover? Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Tempat tidur biasanya disertai dengan dengan berbagai perlengkapan seperti bantal, guling, sarung, seprai, bed cover, dan selimut. Benda tersebut menambah kenyamanan dan estetika tempat tidur.

    Seprai dan bed cover adalah kain berukuran besar yang biasa melapisi permukaan tempat tidur. Nggak heran, istilah kedua barang ini terkadang suka tertukar.

    Padahal, seprai dan bed cover sebenarnya punya fitur yang berbeda, lho. Supaya nggak bingung, simak perbedaan keduanya berikut ini.


    Perbedaan Seprai dan Bed Cover

    Inilah perbedaan antara seprai dan bed cover dikutip dari Comfort Beddings.

    Fungsi

    Seprai merupakan kain yang berfungsi untuk menutup permukaan matras supaya tidak langsung bersentuhan dengan kulit. Lapisan ini membantu melindungi kulit dari iritasi dan alergi karena debu dan bakteri pada matras. Bed cover juga berfungsi untuk melapisi kasur, namun sekaligus menjadi selimut yang memberi kehangatan.

    Bentuk

    Seprai kasur berupa kain tipis lebar dengan bentuk persegi yang sesuai dengan dimensi kasur. Lalu, terdapat lapisan karet di sekitar kain untuk menyangkutkan seprai dengan pas pada matras.

    Sementara itu, bed cover yang juga lebar dan berbentuk persegi memiliki bahan yang lebih tebal dan empuk. Hal ini membuat bed cover dapat memberi kenyamanan dan kehangatan.

    Ukuran

    Meski seprai dan bed cover sama-sama berfungsi sebagai ‘pakaian’ bagi kasur, ketersediaan ukuran kedua barang tersebut ternyata berbeda. Seprai kasur dijual dalam ragam ukuran untuk menyesuaikan banyaknya ukuran kasur di pasaran. Namun, bed cover umumnya hanya tersedia dalam satu ukuran saja.

    Estetika

    Kedua benda ini sebenarnya dapat menambah nilai estetika pada kasur. Namun, bed cover lebih dikenal sebagai dekorasi tempat tidur, sebab tersedia dalam banyak warna dan motif unik. Berbeda halnya dengan seprai, umumnya digunakan dengan warna polos dan motif yang tidak terlalu mencolok.

    Pada intinya, bed cover dan seprai merupakan dua benda dengan bentuk dan fungsi berbeda, tetapi bisa digunakan secara bersamaan untuk membuat tempat tidur nyaman digunakan untuk beristirahat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Harus Pakai Cat Dasar Sebelum Ngecat Dinding? Ini Alasannya



    Jakarta

    Saat mengecat dinding, kalian harus mengaplikasikan cat beberapa kali hingga dinding tertutup sempurna dan rata. Untuk memastikan lapisan paling atas menempel dengan erat, dibutuhkan lapisan paling bawah yang kuat atau sering disebut cat dasar atau cat primer.

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki berbagai warna.

    Selain untuk mengeratkan lapisan di atasnya, keberadaan cat dasar punya banyak manfaat. Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.


    Ada pun pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Penyebabnya biasanya dikarenakan indikasi masuknya kelembapan dan buruknya kualitas udara dalam ruangan tersebut. Hal ini dapat membuat cat mudah rusak.

    Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati menambahkan bahwa cat dasar dibutuhkan karena dapat melindungi dinding dari air dan kelembapan yang merupakan musuh terbesar dinding.

    “Musuh terbesar daripada tembok adalah air dan kelembapan. Apalagi di Indonesia, air itu sangat tinggi. Oleh karena itu, cat dasar itu sangat dibutuhkan,” ungkap Niluh saat ditemui dalam acara Press Conference Dulux Professional: 2-in-1 Evolution, Jakarta, Rabu (23/4/2025).

    Niluh membenarkan jika saat ini cat primer dengan cat pelapis atas adalah dua produk yang berbeda. Konsumen perlu membeli dua produk berbeda untuk mengecat dinding. Namun, saat ini sudah ada inovasi produk yang telah menyatukan dua jenis cat tersebut dalam satu produk yakni Dulux Professional Interior Express 2-in-1 A700 yang dapat dipakai di dalam ruangan.

    Produk ini diharapkan dapat membantu konsumen untuk mendapatkan produk yang lebih murah, pemakaiannya cepat, dan lebih ramah lingkungan. Sebab, ada satu step yang akan dilewatkan yakni pengecatan primer karena dalam produk tersebut sudah mencakup cat primer dan cat lapisan atas.

    “Tapi karena cat dasar itu membutuhkan dua bahan yang berbeda dengan top coat, jadi menyatukan menjadi satu. Jadi dia udah pelindung alkalinya, warnanya. Jadi dua menjadi satu,” jelas Niluh.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Jangan Langsung Pakai Kamar Mandi Usai Direnovasi



    Jakarta

    Merenovasi pada kamar mandi menjadi hal yang kadang membuat jengkel. Apalagi, jika renovasi tersebut dilakukan pada lantai atau ubin kamar mandi. Hal ini dapat membuat penghuninya harus sabar menunggu hingga ubin kering dan renovasinya selesai untuk bisa menggunakannya.

    Setelah renovasi selesai, sebaiknya kamar mandi tidak langsung dipakai. Biarkan terlebih dahulu, apalagi jika ada perbaikan pada bagian lantai kamar mandi.

    Melansir dari situs Home Building, pengeringan nat pada ubin tergantung pada area yang dikerjakan. Nat atau semen pada ubin umumnya membutuhkan waktu 48-72 jam atau sekitar 2-3 hari untuk mengering. Namun, perlu diperhatikan juga proses pencampuran nat. Jika terlalu banyak air yang ditambahkan, tentu akan butuh waktu lebih lama dan tidak dapat berfungsi dengan baik.


    Waktu pengeringan nat ubin bervariasi sebab tergantung dengan lingkungan seperti suhu dan kelembapan ruangan. Kamar mandi biasanya memiliki tingkat kelembapan yang lebih tinggi daripada ruangan lain di rumah. Artinya, perlu waktu yang lebih lama untuk nat ubin mengering.

    Jadi, untuk bisa mandi setelah pemasangan ubin pada kamar mandi, biasanya minimal 72 jam atau sekitar 3 hari. Selama itu, bisa dipastikan bahwa nat ubin sudah mengeras dengan baik dan tidak rusak saat terkena air. Jangan lupa aplikasikan pelapis jika nat sudah kering dan biarkan selama 24 jam lagi.

    Salah satu metode sederhana untuk mengetahui nat ubin sudah kering adalah melihat warnanya. Jika nat basah, warnanya akan cenderung lebih gelap. Lapisan pertama nat akan lebih cepat kering daripada lapisan terakhir. Maka, lapisan pertama akan lebih cepat terang daripada lapisan terakhir.

    Pastikan nat benar-benar kering. Sebab, jika nat terkena air, maka akan hancur dan bahkan bisa rontok. Ubin juga akan melemah dan terlepas satu sama lain jika nat tidak berfungsi dengan baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Sederet Kesalahan Ini saat Membersihkan Noda pada Pakaian



    Jakarta

    Saat membersihkan noda pada pakaian harus dilakukan dengan benar. Sebab, jika dilakukan asal-asalan justru bisa membuat noda tidak hilang.

    Misalnya, membersihkan noda dengan air panas dianggap efektif. Padahal, tidak semua noda bisa dihilangkan dengan air panas. Justru bisa saja noda malah semakin membandel dan sulit dihilangkan jika dibersihkan dengan air panas. Bahkan membersihkan noda pakai air panas juga berisiko membuat pakaian kisut.

    Selain itu, masih ada kesalahan-kesalahan lainnya yang sebaiknya dihindari saat membersihkan noda pada pakaian. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Menambahkan Terlalu Banyak Pembersih Pakaian

    Menambahkan banyak detergen atau pembersih pakaian bisa saja dianggap bisa mengangkat noda. Hal itu tidak sepenuhnya benar, justru bisa berbahaya bagi pakaian dan mesin cuci. Terlalu banyak menggunakan detergen bisa mengurangi gesekan yang membantu menghilangkan kotoran dan noda dari pakaian.

    “Selain itu, saat Anda menggunakan terlalu banyak detergen, detergen akan menumpuk dan meninggalkan lapisan yang tidak terlihat, yang menjebak kotoran dan mineral air sadah, sehingga pakaian tampak pudar,” kata associate brand manager Swash, Zack Kuthcma dikutip dari The Spruce.

    Tak hanya itu, banyaknya detergen yang digunakan juga bisa menyebabkan penumpukan dalam mesin cuci yang bisa memengaruhi kinerjanya.

    Membiarkan Noda Begitu Saja

    Banyak orang yang tak langsung membersihkan noda pakaian melainkan membiarkannya begitu saja. Semakin cepat dibersihkan, semakin mudah menghilangkan noda.

    Sebab, jika noda sudah kering dan meresap ke serat kain maka akan lebih sulit untuk membersihkannya.

    Tidak Membersihkan Noda Sebelum Mencuci Pakaian

    Sebelum pakaian dicuci, sebaiknya noda dibersihkan terlebih dahulu. Dengan begitu, noda membandel bisa hilang.

    Masalah lain yang bisa terjadi jika noda tidak segera ditangani dan langsung memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci dengan pakaian lainnya yaitu noda bisa berpindah ke pakaian lain.

    Nah ketika membersihkan noda, sebaiknya lakukan dengan lembut. Jangan menggosok noda terlalu keras karena bisa memengaruhi tekstur pakaian serta menyebabkan noda menyebar semakin dalam.

    Itulah beberapa kesalahan saat membersihkan noda pada pakaian. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com