Tag Archives: lapisan

Jangan Tertukar antara Bed Cover dan Seprai, Ini Perbedaannya



Jakarta

Tempat tidur biasanya dilapisi dengan kain seperti selimut, bed cover, dan seprai. Perlengkapan tersebut untuk menambah estetika maupun kenyamanan bagi penggunanya.

Beberapa istilah perlengkapan itu terkadang tertukar misalnya bed cover dan seprai. Nah, kedua benda itu punya fungsi dan bentuk yang berbeda.

Lantas, apa perbedaan antara bed cover dan seprai? Simak penjelasannya berikut ini.


Perbedaan Bed Cover dan Seprai

Inilah beberapa perbedaan bed cover dan seprai, dikutip dari Comfort Beddings.

1. Bentuk

Bed cover adalah kain persegi yang berbentuk lebar dan tebal. Kain ini juga tebal, sehingga bisa memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi penghuni.

Sementara itu, seprai berupa kain tipis dan lebar. Bentuknya menyesuaikan dengan dimensi kasur. Pinggiran seprai terdapat karet untuk menyangkutkan ke matras.

2. Fungsi

Bed cover mempunyai berfungsi untuk menutup permukaan kasur. Selain itu, bed cover bisa menjadi selimut buat memberi kehangatan.

Di sisi lain, seprai adalah kain untuk menutup permukaan matras agar tidak langsung menyentuh kulit. Lapisan ini melindungi kulit dari alergi dan iritasi akibat debu dan bakteri pada kasur.

3. Estetika

Bed cover dan seprai sama-sama bisa menambah estetika tempat tidur. Akan tetapi, bed cover tersedia dalam berbagai motif dan warna unik, sehingga lebih cocok untuk dekorasi. Sementara itu, seprai biasanya berwarna polos dan motif tidak terlalu mencolok.

4. Ukuran

Meski bed cover dan seprai sama-sama melapisi permukaan tempat tidur, kedua benda ini berbeda dari segi ukuran. Bed cover biasanya hanya tersedia dalam satu ukuran sana, sedangkan seprai beberapa ukuran untuk menyesuaikan banyak ukuran kasur.

Itulah perbedaan bed cover dan seprai. Jangan sampai tertukar ya!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cara Bersihkan Noda Semen di Lantai Tanpa Bikin Keramik Rusak



Jakarta

Saat proses pembangunan atau renovasi rumah, tak jarang sisa semen menempel di lantai keramik. Jika dibiarkan terlalu lama, noda semen akan mengeras dan semakin sulit dibersihkan. Bahkan, jika dikeruk sembarangan bisa membuat permukaan keramik jadi tergores.

Meski terdengar merepotkan, ternyata ada cara aman untuk membersihkan bekas semen tanpa merusak lantai. Kuncinya adalah menggunakan bahan-bahan yang tepat dan teknik yang sesuai.

Cara Membersihkan Noda Semen di Keramik

Dilansir dari situs HG, berikut beberapa bahan sederhana yang bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan noda semen membandel di rumah:


1. Gunakan Cuka Dapur

Cuka bisa jadi solusi alami untuk melunakkan noda semen yang menempel. Caranya, campurkan cuka dengan air hangat secukupnya, lalu tuangkan ke area yang terkena noda. Diamkan hingga cairan menyerap dan mulai mengering, baru kemudian gosok dengan kain kasar atau sikat.

Cara ini hanya direkomendasikan untuk lantai keramik biasa. Jangan gunakan cuka untuk lantai berbahan granit, marmer, atau batu alam karena bisa merusak permukaannya.

Untuk alternatif lebih aman pada lantai batu alam, gunakan perasan lemon dan gosok perlahan hanya di area yang terkena noda.

2. Amplas Khusus Keramik

Untuk noda semen yang tidak terlalu besar, kamu bisa langsung mengikisnya dengan amplas halus. Pastikan memilih amplas yang cocok untuk keramik, bukan untuk kayu.

Gunakan gerakan perlahan dan hati-hati agar tidak menggores lantai.

Cara Menghilangkan Noda Semen di Nat Lantai

Tak hanya di permukaan keramik, sisa semen sering kali menempel di sela-sela nat keramik yang berwarna putih. Membersihkannya juga perlu teknik khusus agar tidak merusak struktur nat.

1. Cuka untuk Nat

Campuran cuka dan air hangat juga bisa digunakan untuk membersihkan noda di sela nat. Tuangkan cairan ke bagian yang kotor, diamkan, lalu gosok perlahan. Jangan terlalu keras agar lapisan nat tidak ikut terkikis.

2. Baking Soda

Jika noda di nat terlalu membandel, kamu bisa coba baking soda. Campurkan baking soda dan air dengan perbandingan 1:1, lalu tuangkan ke nat yang kotor. Diamkan sejenak hingga menyerap, lalu gosok hingga bersih.

Bekas semen yang menempel di lantai atau nat keramik memang menyebalkan, tapi bukan berarti tak bisa dibersihkan. Dengan bahan alami seperti cuka atau baking soda, serta sedikit kesabaran, lantai rumah bisa kembali bersih tanpa perlu memanggil jasa khusus.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Dinding Rumah Bau Apek karena Kelembapan? Ini Cara Mengatasinya



Jakarta

Pernah mencium bau apek dari dinding rumah saat baru pulang dari liburan panjang atau rumah lama tak ditinggali? Waspada, bau tersebut bisa jadi tanda adanya kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur.

Bau apek memang umum terjadi di rumah yang lama tidak dihuni. Hal ini disebabkan oleh sirkulasi udara yang buruk, membuat ruangan menjadi lembap dan pengap. Kondisi seperti ini sangat disukai jamur, dan saat mereka berkembang biak, spora yang dilepaskan menimbulkan aroma khas yang tidak sedap.

Menurut situs The Spruce, jamur biasanya tumbuh di area seperti pojok ruangan, plafon, kamar mandi, perabotan, hingga dinding rumah. Tak hanya mengganggu kenyamanan, spora jamur juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Gejalanya bisa berupa mata gatal, bersin, ruam kulit, atau hidung tersumbat jika terpapar terlalu lama.


Selain jamur, tumpukan debu yang tidak dibersihkan juga bisa memicu bau apek. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh saat rumah mulai tercium bau tak sedap.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi bau apek karena kelembapan, terutama di dinding rumah:

1. Buka Semua Ventilasi

Langkah pertama, buka semua jendela, pintu, dan ventilasi rumah agar udara segar masuk dan mendorong udara lembap keluar. Hindari menyalakan AC karena hal ini akan menutup sirkulasi udara. Jika ada, gunakan kipas angin atau dehumidifier untuk membantu menurunkan tingkat kelembapan.

2. Bersihkan Debu secara Menyeluruh

Debu yang menumpuk juga bisa memicu bau tak sedap. Gunakan vacuum cleaner untuk menjangkau sudut-sudut yang sulit dibersihkan. Lakukan pembersihan dalam kondisi rumah tetap terbuka agar debu dan udara kotor bisa langsung keluar.

3. Basmi Jamur dari Dinding

Jamur yang menempel di dinding bisa dibersihkan dengan campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin. Jika ingin alternatif alami, cuka juga cukup ampuh. Oleskan cuka ke permukaan yang berjamur, diamkan sejenak, lalu bilas dengan air hangat. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak lapisan dinding atau perabotan.

“Jika kamu menemukan jamur di rumah, pastikan bahan seperti wallpaper atau furnitur bisa dicuci. Coba dulu di satu titik kecil sebelum membersihkan seluruh permukaan. Gunakan cuka secara perlahan, jangan menggosok terlalu kuat,” ujar James Mellan-Matulewicz, Creative Director Bobbi Beck, dikutip dari Homes & Gardens.

Dengan langkah-langkah tersebut, bau apek di dinding rumah akibat kelembapan bisa diatasi. Jangan tunda membersihkannya, karena semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko jamur menyebar dan mengganggu kesehatan penghuni rumah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

3 Trik Bersihkan Kaca Biar Makin Bening Menurut Ahli


Jakarta

Memiliki kaca yang bening dan bersih tentu diinginkan bagi pemilik rumah. Untuk mendapatkan kaca yang bening ternyata ada trik membersihkannya tersendiri lho.

Bisa saja selama ini penghuni rumah menggunakan teknik yang salah saat membersihkan kaca. Hal ini bisa membuat kaca terlihat tetap kotor meski sudah dibersihkan.

Lalu bagaimana cara membersihkan kaca agar tampak bening? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


Gunakan Jumlah Pembersih Kaca dengan Tepat

Kesalahpahaman yang paling umum terjadi yaitu menyemprotkan banyak pembersih kaca akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, hal itu tidak benar.

Seorang quality lead cleaner di FreshSpace Cleaning, Rhonda Wilson, menyarankan untuk pembersih kaca secara ringan atau tidak terlalu banyak dan gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan noda. Sebelum menggunakan pembersih kaca, sebaiknya lap permukaan terlebih dahulu dengan kain lembap untuk menghilangkan lapisan awal kotoran.

Bersihkan Saat Cuaca Mendung

Wilson menyarankan untuk membersihkan kaca saat cuaca mendung atau saat tidak terkena sinar matahari langsung, misalnya saat pagi-pagi sekali atau sore hari. Alasannya, sinar matahari langsung bisa membuat cairan pembersih lebih cepat kering.

“Bahannya menguap begitu saja sebelum Anda sempat membersihkannya dengan benar,” katanya, dikutip dari The Spruce, Selasa (5/8/2025).

Lap dengan Gerakan ‘S’ atau Zigzag

Trik selanjutnya adalah mengelap kaca dengan gerakan zigzag atau membentuk huruf S. Wilson mengatakan, kalau membersihkan dengan gerakan melingkar bisa meninggalkan bercak kotor.

“Anda tidak akan menyapu dapur dengan gerakan melingkar kecil, kan? Anda cukup mendorong debu ke satu arah agar tidak mengganggu. Idenya sama dengan membersihkan kaca,” kata Wilson.

Itulah trik membersihkan kaca menurut ahli.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Bikin Kamar Tidur Hangat saat Cuaca Dingin


Jakarta

Udara terasa dingin ketika cuaca hujan atau mendung. Cuaca seperti ini dapat membuat penghuni merasa kedinginan di rumah, termasuk kamar tidur.

Meski sudah pakai selimut dan tidak menyalakan AC, udara dingin masih bisa menusuk badan. Kalau sudah seperti itu, penghuni rumah perlu usaha lebih buat bikin kamar terasa lebih hangat.

Bagaimana cara membuat kamar tidur hangat saat cuaca dingin? Simak caranya berikut ini.


Cara Bikin Kamar Tidur Hangat Saat Cuaca Dingin

Inilah beberapa tips menghangatkan kamar tidur ketika udara terasa dingin, dikutip dari The Spruce.

1. Tambahkan Selimut

Solusi paling mudah untuk menghadapi cuaca dingin adalah menambah lapisan tempat tidur. Penghuni bisa mengganti seprai kasur dengan bahan yang lebih tebal atau hangat. Lalu, ganti atau tambah selimut buat menambah kehangatan di tempat tidur.

2. Tutup Jendela

Suhu luar ruangan dapat menembus rumah melalui kaca jendela. Penghuni bisa sedikit menghangatkan kamar tidur dengan menutup jendela.

Kemudian, tutup jendela menggunakan tirai atau gorden yang berbahan tebal. Selain itu, pastikan celah atau retak pada pintu atau jendela tertutup agar tidak menjadi akses masuknya udara dingin.

3. Jauhkan Tempat Tidur dari Jendela

Jika posisi tempat tidur berada dekat jendela, sebaiknya geser ke sisi lain kamar. Kaca dapat mendingin secara signifikan sehingga mendinginkan udara di dalam ruangan. Hal ini juga berlaku untuk dinding eksterior dengan tidak dapat menahan suhu udara.

4. Gelar Karpet

Lantai kamar terkadang menjadi dingin ketika cuaca dingin. Penghuni dapat menggelar karpet atau alas pada lantai agar lebih nyaman buat dipijak penghuni kamar.

5. Hangatkan Tempat Tidur

Kalau selimut tidak cukup membuat penghuni hangat di tempat tidur, coba hangatkan tempat tidur. Caranya dengan menyelipkan botol air panas di bawah selimut saat waktunya tidur.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan biar nggak kedinginan di kamar tidur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Toren Air Suka Ditumbuhi Lumut, Begini Cara Cegahnya


Jakarta

Setiap rumah harus punya cadangan air bersih, caranya dengan menampungnya di toren air. Namun, kondisi tangki yang lembap karena berisi air rawan ditumbuhi lumut.

Selain lembap, paparan sinar matahari mendukung pertumbuhan lumut. Meski tidak berbahaya, lumut tersebut dapat mempengaruhi kebersihan air.

Oleh karena itu, penghuni rumah perlu menjaga kondisi toren air agar senantiasa bersih dan tidak ditumbuhi lumut. Simak caranya dalam artikel ini.


Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

Inilah beberapa langkah untuk merawat toren air agar tidak ditumbuhi lumut, dikutip dari arsip berita detikProperti.

1. Rutin Kuras Air Toren

Penghuni rumah bisa mencegah pertumbuhan lumut dengan menguras airnya secara rutin. Sebaiknya kuras air tangki minimal 6 bulan sekali. Jika lumut cepat tumbuh, penghuni perlu lebih sering menguras air sekitar 3-4 bulan sekali.

2. Cat Tangki dengan Warna Gelap

Paparan sinar matahari yang menembus lapisan toren air memicu pertumbuhan lumut. Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam.

Penghuni dapat menghalangi paparan cahaya tersebut dengan mengecat tangki berbahan plastik dengan warna gelap. Pastikan lapisan cat tebal dan merata agar tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

3. Pastikan Tangki Tertutup Rapat

Selain itu, sinar matahari bisa menembus tutup tangki yang tidak tertutup rapat. Tutup tangki dengan benar agar tidak ada cahaya yang masuk.

4. Pasang Pelindung di Atas Toren Air

Terakhir, penghuni rumah bisa memberi perlindungan tambahan pada toren air dengan memasang atap. Pasang pelindung di atas tangki untuk menghindari paparan matahari.

Itulah beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut di toren air. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Air Tanah di Bekas Sawah dan Rawa Sering Jelek, Begini Cara Mengatasinya



Jakarta

Air menjadi kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Karena itu, sebelum membangun rumah, kualitas air tanah di lokasi lahan perlu diperhatikan dengan baik.

Namun, jika rumah dibangun di atas tanah bekas sawah atau rawa, banyak orang khawatir kualitas airnya jelek. Hal ini karena tanah sawah biasanya memiliki tekstur halus dan lengket, sementara tanah rawa cenderung lembek dan berlumpur.

Kontraktor Taufiq Hidayat mengungkapkan bahwa kualitas air memang sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah. “Kalau kualitas air itu urusannya dengan kekuatan daya dukung tanah. Air hubungannya dengan sumber air yang bisa kita dapatkan dari lapisan tanah tersebut,” jelasnya kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.


Menurut Taufiq, air tanah di bekas sawah atau rawa biasanya terkontaminasi lumpur sehingga kualitasnya kurang baik. Meski begitu, masyarakat tetap bisa mendapatkan air bersih dengan menggali lebih dalam.

“Kalau masih di lapisan dangkal biasanya jelek karena terkontaminasi bekas rawa atau sawah. Tapi kalau digali lebih dalam, kualitasnya bisa lebih bagus,” ujarnya.

Namun, ia menekankan bahwa hasilnya tetap bergantung pada kondisi geologi tanah. “Kadang sudah dibor dalam pun belum tentu ketemu air bersih,” tambahnya.

Cari Sumber Air dengan Metode Geolistrik

Selain pengeboran, ada cara lain yang bisa membantu menemukan sumber air tanah, yakni metode geolistrik. Teknik ini bisa menganalisis kondisi bawah tanah dan memetakan lapisan akuifer yang mengandung air.

Beberapa manfaat metode geolistrik antara lain:

  • Mengukur Kedalaman Air – Mengetahui seberapa dalam posisi air tanah dari permukaan.
  • Mengidentifikasi Akuifer – Mencari lapisan batuan yang menyimpan air.
  • Mengetahui Kualitas Air – Mendeteksi apakah air mengandung garam, polutan, atau zat lain.
  • Menentukan Zona Produktif – Menemukan area terbaik untuk sumur bor agar pasokan air tetap mencukupi.

Dengan cara tersebut, warga yang membangun rumah di lahan bekas sawah atau rawa tetap punya peluang mendapatkan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket dengan Tepat


Jakarta

Dapur merupakan salah satu area di rumah yang sangat mudah kotor. Sebab, bisa saja ada tumpahan air, minyak, atau sisa makanan yang jatuh ke lantai.

Terkadang, lantai dapur akan terasa sangat lengket dan kotor usai memasak. Selain bikin tidak nyaman, lantai dapur yang tidak dibersihkan dapat mengundang berbagai hewan, seperti lalat, semut, tikus, hingga kecoak.

Sebenarnya, membersihkan lantai dapur yang kotor bisa dilakukan dengan mudah. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket

Kamu dapat membersihkan lantai dapur yang lengket dan kotor dengan mudah. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

1. Sapu Kotoran yang Ada di Lantai

Langkah pertama adalah dengan menyapu lantai dapur secara rutin, terutama setelah memasak. Biasanya, sisa-sisa makanan atau bumbu sering jatuh ke lantai sehingga bikin kotor.

Selain itu, debu dan kotoran juga bisa muncul di dapur sehingga terasa tidak nyaman saat menginjak lantai. Kalau jarang disapu, debu bisa membuat permukaan keramik jadi kusam dan muncul goresan.

2. Pel Lantai dengan Cairan Pembersih

Tak hanya disapu, lantai dapur juga perlu dipel agar tidak terasa lengket. Dianjurkan menggunakan cairan pembersih khusus lantai agar efektif mengangkat kotoran dan menciptakan aroma wangi ke seluruh dapur.

Jika ditemukan ada bekas noda minyak di lantai, sebaiknya jangan langsung dipel dengan kain pel. Bersihkan noda minyak tersebut dengan tisu atau kain lap kering.

Setelah mengepel lantai dapur, sebaiknya kain pel dicuci dan dijemur sampai kering. Langkah ini dilakukan agar kain pel tidak mengeluarkan bau tak sedap saat digunakan lagi.

3. Cek Noda di Ubin Dapur

Usai mengepel lantai, sebaiknya cek kembali seluruh permukaan ubin dapur. Pastikan tidak ada sisa noda seperti minyak, air, ataupun bahan dapur lainnya.

Soalnya, sisa noda yang tidak dibersihkan lama-lama akan menjadi lengket dan menempel ke keramik. Selain jadi sulit dibersihkan, hal itu membuat keramik terlihat kusam.

4. Hati-hati Muncul Kerak Sabun

Apabila lantai dapur terlihat buram setelah dibersihkan, kemungkinan ada kerak sabun yang menempel ke ubin. Untuk mengatasinya, kamu bisa membersihkan lapisan keramik dengan pembersih serbaguna non-abrasif.

Selain itu, kamu juga bisa membuat pembersih buatan alami dengan menggunakan perasan jeruk lemon segar yang dicampur air. Lalu, bersihkan sisa-sisa kerak sabun yang menempel di lantai dapur.

5. Keringkan Lantai Dapur

Setelah dipel sampai bersih, kamu perlu mengeringkan lantai dapur dengan membuka ventilasi udara atau menggunakan kipas angin. Sebab, sisa-sisa air yang menempel di lantai bisa membentuk bercak. Seiring waktu, bercak air akan menempel dan membentuk kerak sehingga menyebabkan lantai dapur terlihat kotor.

Kamu juga bisa mengeringkan lantai dapur menggunakan kain kering. Pastikan keramik dilap secara optimal hingga ke sudut-sudut dapur agar tidak ada sisa air.

Itu dia cara mudah membersihkan lantai dapur yang lengket dengan tepat. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Benarkah Mengecat Dinding di Musim Hujan Bikin Hasilnya Jelek?


Jakarta

Salah satu kunci agar hasil cat dinding bagus adalah menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering. Menimpa lapisan cat yang belum benar-benar kering justru merusak lapisan barunya karena cat akan sulit menempel.

Salah satu faktor cat dapat mengering adalah formula dari cat tersebut, panas, dan sirkulasi udara di sekitarnya. Lantas, apabila mengecat di musim hujan yang lembap, apakah akan lebih sulit dan berpengaruh ke kualitas hasilnya?

Menurut manajer konstruksi di ASAP Restoration LLC, Brandon Walker, udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan pengeringan jauh lebih lama. Hal ini dapat memengaruhi kualitas cat, seperti cat yang diaplikasikan lebih tebal dapat menyebar atau ‘mengalir’ ke area lain karena tidak menempel.


“Kelembapan tinggi juga dapat menyebabkan hasil akhir yang tidak merata. Jika beberapa bagian dikerjakan pada waktu yang berbeda dalam satu hari, dapat memengaruhi kualitas hasil akhir,” katanya seperti yang dikutip pada Selasa (9/9/2025).

Ia mengatakan hasil akhir yang kurang memuaskan seperti itu bisa diperbaiki, tetapi setelah lapisan pertama benar-benar kering.

Mengecat asal-asalan di saat musim hujan yang benar-benar lembap juga memberikan celah pertumbuhan jamur. Bentuk jamur yang sering ditemui pada dinding seperti noda berwarna yang bentuknya abstrak. Apabila disentuh, biasanya tidak memiliki tekstur, masih sama seperti dinding pada umumnya. Lama kelamaan juga akan muncul jalur air pada dinding.

Pertimbangan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat mengecat rumah di musim hujan.

1. Kelembapan

Pertama-tama adalah mengukur kelembapan udara apakah memungkinkan untuk mengecat. Sebab, udara lembap dapat membuat cat kering lebih lama dibandingkan saat cuaca cerah. Pemilik rumah dan tukang juga harus sabar menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering.

2. Kondisi Permukaan

Hampir semua masalah pada dinding disebabkan oleh garam alkali. Kemunculannya biasanya dikarenakan kondisi dinding yang lembap. Cara mengatasinya bukan dengan mengecat ulang, melainkan memperbaiki hingga ke bagian acian.

Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Cara mengatasinya adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

3. Suhu

Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Kanopi Baja Ringan Bisa Berkarat, Begini Biar Tetap Kokoh Menurut Kontraktor



Jakarta

Baja ringan sering dipilih sebagai material penyangga atau kerangka kanopi rumah. Selain strukturnya yang kokoh, material ini juga ringan, mudah dibentuk, dan tahan lama.

Hanya satu kekurangannya yang harus diwaspadai, yakni baja ringan bisa berkarat. Area paling rentan berkarat biasanya bagian simpul pertemuan antar baja dan bagian bawah dan yang sering terkena air. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena ketika karat kondisinya sudah parah, bisa merusak permukaannya hingga muncul lubang yang membuat strukturnya rapuh.

Kontraktor Albert Lim mengungkapkan salah satu penyebab munculnya karat pada baja ringan adalah cairan semen yang mengenai baja ringan. Hal ini dikarenakan semen tersebut telah dicampur dengan air yang menimbulkan reaksi kimia yang merusak lapisan Aluminum Zinc (AZ). Lapisan ini sangat penting bagi baja ringan, yakni untuk melindungi korosi. Sementara penggunaan semen juga penting untuk merekatkan baja ringan tersebut dengan bagian yang solid.


“Penggunaan baja ringan kebanyakan salah pakainya ketanam sama beton aja. Itu kalau ketanam sama beton sudah tinggal tunggu umur aja sebenarnya. Mungkin akan bertahan beberapa waktu tapi lama-lama korosi, makin habis (baja ringannya),” kata Albert saat berbincang dengan detikProperti, Minggu (7/4/2024) lalu.

Menurut Albert, baja ringan seharusnya diperlakukan sama dengan besi, yakni dijauhkan dari bahan yang bisa memicu karat karena keduanya memiliki kondisi yang sama.

“Waktu dibikin kanopi, orang-orang itu lupa kalau baja ringannya dianggap seperti penggantinya besi atau penggantinya semen, sehingga waktu ditanam (ke dalam beton) selalu bagian bawah itu mengalami korosi,” jelasnya.

Oleh karena itu, temuan karat pada baja ringan pasti terjadi karena dari pemilihan bahan-bahannya yang tidak pas.

Cara Mengatasi Karat pada Baja Ringan

Albert mengatakan baja ringan yang sudah keropos bisa diperbaiki dengan ditambal. Namun, tampilan kanopi akan berbeda. Apabila ingin mempertahankan bentuknya, tiang kanopi yang berkarat harus diganti dengan yang baru.

Untuk pencegahan karat sedari awal, perlu adanya kolom beton yang tinggi sebelum menanam kanopi baja ringan. Kolom beton yang sudah kering tidak akan bereaksi pada permukaan baja ringan.

“Jadi baja ringannya nggak dicampur sama semennya. Kering dulu semennya baru di-baja ringan-in. Itu baru benar atau ya pakai material lain,” ungkapnya.

Albert mengingatkan jangan sekali-sekali menyepelekan baja ringan yang berkarat. Apabila terus didiamkan, akan sangat berisiko ambruk dan menimpa barang atau membahayakan penghuni rumah yang berada di bawahnya.

“Kalau orangnya lupa ganti (pilar kanopi), kebiasaan kan kita take it for granted, bikin penggunaan sudah, ditinggal-tinggalin terus lupa di-maintain. Nah, baja ringan kayak gini itu kalau sudah berkarat dibiarin terus-terusan ya bahaya buat yang ninggalin,” terang Albert.

Itulah penyebab dan cara mengatasi karat pada kanopi baja ringan. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com