Tag Archives: larangan

Jangan Asal Buang Air Panas ke Saluran Air, Begini Cara yang Benar


Jakarta

Pernahkah kamu membuang air panas hasil merebus makanan langsung ke wastafel? Eits, sebaiknya jangan diulangi lagi ya. Air panas sebenarnya tak boleh langsung dibuang ke wastafel, sehingga mengalir ke saluran air.

Mungkin kamu ingin cepat dan praktis membuang air panas, namun hal ini justru bisa merugikan, lho. Lantas, memang apa akibatnya kalau buang air panas ke saluran air?

Yuk, simak penjelasannya berikut ini yang dikutip dari WP Plumbing, Kamis (29/8/2024).


Dampak Buang Air Panas ke Saluran Air

Air panas bisa merusak pipa saluran pembuangan pada wastafel. Ada beberapa bahan pipa yang tidak tahan panas, seperti PVC, Pex, dan CPVC.

Berdasarkan data, bahan-bahan ini memang bisa menahan panas hingga di atas 60℃. Namun, jika terkena air panas secara terus-menerus, pipa juga pada akhirnya bisa melunak dan meleleh sehingga memicu terjadinya kebocoran.

Selain itu, air panas yang dibuang ke wastafel juga bisa membuat sisa minyak dan lemak di dalamnya meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak tersebut lalu semakin sulit dijangkau dan bisa menyumbat pipa saluran pada wastafel.

Cara Buang Air Panas yang Benar

Nah, agar air panas yang kita buang tidak merusak wastafel, ada trik yang bisa diterapkan. Caranya adalah dengan mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya.

Dengan mencampurnya dengan air biasa, suhu air panas akan menurun sehingga tidak akan melunakkan dan melelehkan pipa saluran pembuangan pada wastafel. Selain itu, kamu juga bisa menghidupkan keran saat membuang air panas ke dalam wastafel. Cara ini juga bisa menurunkan suhu panas pada air yang dibuang.

Itulah penjelasan soal larangan membuang air panas ke saluran air. Semoga bermanfaat!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jangan Parkir Kendaraan di Depan Rumah, Pokoknya Jangan!



Jakarta

Setiap rumah lebih baik memiliki lahan yang cukup untuk memarkirkan kendaraannya. Sebab, parkir kendaraan di jalan depan rumah dapat mengganggu lalu lintas terutama jika jalan tersebut tidak begitu lebar.

Namun, hingga saat ini masih banyak ditemui, kendaraan diletakkan di pinggir jalan atau bahkan di lahan kosong milik tetangga. Padahal hal ini termasuk melanggar aturan lho!

Setiap orang yang memarkirkan kendaraan di depan rumah adalah perbuatan yang dilarang hukum. Tertuang dalam Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004.


Selain itu, ada pula aturan yang menyebutkan setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan akan dikenakan sanksi. Hal disebut dalam pasal 63 ayat 1 pada aturan yang sama.

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 ayat 1, dipidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000.”

Lalu, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan bahwa memarkir mobil di depan rumah yang bisa mengganggu pengguna jalan hukumnya dilarang. Jalan di sini, bukan hanya jalan depan rumah, melainkan di jalan umum juga. Pada Pasal 38 juga kembali disebutkan larangan seputar kegiatan yang mengganggu ruang manfaat jalan.

“Setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.”

Sementara itu, jika menilik dari pernyataan Kementerian Agama, parkir di jalan depan rumah hukumnya haram. Dari situs resmi Kementerian Agama, Syekh Zakariya al Anshori dalam kitab Manhaj Thullab, menjelaskan, jalanan umum tidak boleh dimanfaatkan untuk sesuatu yang bisa mengganggu pengguna jalan raya, termasuk parkir.

Hal ini dinilai dapat mempersulit pengguna jalan raya lain yang hendak mengakses sebagai mestinya. Sebagai solusinya, jika seseorang memang tidak memiliki lahan untuk parkir atau hal mendesak, perlu izin terlebih dahulu dengan yang punya lahan ketika ingin memarkirkan mobil di bahu jalan atau halaman rumah tetangga.

الطَّرِيقُ النَّافِذُ لَا يُتَصَرَّفُ فِيهِ بِبِنَاءٍ أَوْ غَرْسٍ وَلَا بِمَا يَضُرُّ مَارًّا فَلَا يُخْرِجُ فِيهِ مُسْلِمٌ

“Jalanan umum tidak boleh dimanfaatkan untuk dibangun sebuah gedung, atau tanaman. Demikian pula dilarang menggunakannya (dengan model apapun), ketika bisa mengganggu para pengguna jalan”. (Syekh Zakariyya Al-Anshary, Manhaj al-Thullab, Juz 3 Halaman 359).

Aturan-aturan tersebut, tidak hanya berlaku bagi kendaraan yang parkir di depan rumah orang lain atau jalan depan rumah, melainkan di badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

3 Masalah yang Akan Terjadi Jika Buang Tisu ke Lubang WC


Jakarta

Tisu biasa disediakan di kamar mandi, terutama pada kamar mandi umum. Fungsinya bisa untuk membersihkan WC yang mungkin basah setelah dipakai orang lain atau untuk keperluan lainnya. Kamu pasti sering melihat keterangan larangan membuang tisu dan sampah lainnya ke dalam lubang WC, kira-kira alasannya kenapa ya?

Jika melihat aturan di luar negeri, tisu adalah benda yang tidak dilarang untuk dibuang ke dalam lubang WC, tetapi di Indonesia aturannya berbeda. Hal ini dikarenakan bahan yang dipakai WC di luar negeri didesain khusus agar mudah terurai saat terkena air dan ramah lingkungan.

Sementara itu, tisu di Indonesia memiliki susunan serat yang rapat dan tidak mudah terurai kecuali diberi tekanan yang kuat. Maka, jika kamu membuang tisu ke dalam lubang WC, dapat membuat saluran air mampet. Bayangkan, jika sehari kamar mandi tersebut digunakan 10 kali dan tisu dibuang ke dalam lubang WC setiap kali orang selesai dari kamar mandi. Tisu yang basah tersebut akan terkumpul di satu tempat dan menyumbat jalannya air. Seiring waktu kamu akan kesulitan untuk menyiram kotoran di WC karena aliran air tidak akan mengalir.


Selain menyebabkan saluran mampet, dikutip dari Scott English Plumbing, Kamis (12/9/2024), berikut beberapa alasan tisu tidak dibuang ke lubang WC.

1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

Pipa saluran air di rumah, seperti yang dipakai pada WC akan terhubung ke saluran pembuangan akhir yang menghubungkan dengan septic tank. Tisu bisa saja sampai ke area saluran pembuangan. Biasanya tisu ini ukurannya cukup untuk terbawa arus.

Ternyata tisu yang terbawa sampai ke saluran pembuangan atau parahnya hingga ke sistem septic tank sama-sama dapat menimbulkan kerusakan. Bahkan kerusakannya bisa menyebabkan saluran area lain tersumbat.

2. Tidak Gampang Terurai

Seperti yang disebutkan sebelumnya di Indonesia masih memakai jenis tisu yang memiliki serat rapat dan tidak mudah hancur. Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan.

3. Mempersingkat Umur Pipa

Pipa yang penuh dengan sampah tidak terurai dapat mengakibatkan potensi kerusakan pada pipa. Semakin banyak kerusakan terjadi, maka kinerjanya semakin menurun. Mau tidak mau harus diganti.

Kemudian, apabila sampah tisu ini terbawa sampai ke pembuangan akhir, banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi. Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon. Sampah padat seperti tisu basa bisa menyangkut di akar-akar tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Cara gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan lewat dengan di link ini (Tanya Properti)

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Ada Larangan Buang Tisu ke Toilet, Ternyata Damage-nya Nggak Main-main!


Jakarta

Pernahkah kamu melihat ada tanda larangan membuang tisu ke dalam lubang toilet? Tanda larangan ini memang sering ditemukan terpajang di pintu toilet.

Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi ternyata ada efek buruknya, lho. Bahkan, membuat tisu seperti ini bisa berpotensi mengeluarkan biaya yang lumayan karena terjadi kerusakan.

Lantas, kenapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet? Yuk, simak alasannya berikut ini, dikutip dari Scott English Plumbing, Jumat (4/10/2024).


Alasan Dilarang Buang Tisu ke Lubang Toilet

1. Tisu Susah Terurai

Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

2. Mengurangi Umur Pipa

Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

3. Menimbulkan Efek Fatberg

Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

4. Menyebabkan Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ada Larangan Buang Tisu ke Toilet, Ternyata Damage-nya Nggak Main-main!


Jakarta

Pernahkah kamu melihat ada tanda larangan membuang tisu ke dalam lubang toilet? Tanda larangan ini memang sering ditemukan terpajang di pintu toilet.

Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi ternyata ada efek buruknya, lho. Bahkan, membuat tisu seperti ini bisa berpotensi mengeluarkan biaya yang lumayan karena terjadi kerusakan.

Lantas, kenapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet? Yuk, simak alasannya berikut ini, dikutip dari Scott English Plumbing, Jumat (4/10/2024).


Alasan Dilarang Buang Tisu ke Lubang Toilet

1. Tisu Susah Terurai

Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

2. Mengurangi Umur Pipa

Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

3. Menimbulkan Efek Fatberg

Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

4. Menyebabkan Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

3 Benda yang Kalau Disimpan di Rumah Bisa Bikin Dosa


Jakarta

Seorang Muslim tentu ingin tinggal di rumah yang penuh keberkahan. Namun, siapa sangka ada yang disimpan di rumah ternyata bisa bikin dosa lho.

Selain jadi tempat beristirahat, rumah juga tempat menyimpan harta benda. Nah, dari sekian banyak harta-benda yang kamu miliki di rumah, mungkin kamu perlu cek kalau ada benda yang dilarang dalam Islam.

Lalu, apa saja benda-benda di rumah yang bisa bikin dosa? Yuk, simak daftarnya berikut ini.


3 Benda di Rumah yang Bikin Dosa

Inilah sejumlah barang yang tidak boleh disimpan di rumah karena bisa menimbulkan dosa.

1. Lukisan dan Gambar

Karya seni berupa lukisan manusia dan hewan yang terlalu detail dan menyerupai ciptaan Allah SWT ternyata dilarang dalam Islam. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan dalam Hadits Bukhari dan Muslim berikut.

“Barangsiapa yang di dunia pernah menggambar gambar (bernyawa), ia akan dituntut untuk meniupkan ruh pada gambar tersebut di hari kiamat, dan ia tidak akan bisa melakukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun untuk lukisan, terdapat beberapa keringanan dan pengecualian. Anggota Dewan Syariah Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Mohamad Suharsono menjelaskan jika ingin melukis manusia atau hewan sebaiknya beberapa potongan saja dan tidak secara detail. Sementara lukisan berisi pemandangan alam, pohon, dan tanaman masih diperbolehkan dalam Islam.

“Kalau melukis hanya beberapa potong saja tidak seluruhnya boleh saja, tanpa kepalanya. Yang tidak boleh itu melukis yang utuh dari ujung kepala hingga kaki,” jelas Suharsono saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

2. Patung

Patung terkadang menjadi hiasan yang melengkapi interior rumah. Akan tetapi, patung di rumah menurut ajaran Islam justru tidak dianjurkan. Walau sekadar menjadi pajangan pun tetap tidak diperkenankan karena dikhawatirkan akan mengurangi keberkahan dalam rumah.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzi.

“Sesungguhnya malaikat tidak memasuki suatu rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar timbul (relief).” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban)

3. Perabotan Emas dan Perak

Menurut, Pembina Pesantren Quran Subulunajjah Depok, Ustaz Farid Nu’man Hasan, para ulama berbeda pendapat soal larangan memiliki perabotan dari emas dan perak. Sebagian ada yang memperketat penggunaan emas, sehingga mereka mengharamkan penggunaannya untuk seluruh perabot rumah tangga.

Hal itu dengan qiyas atau sumber hukum mengatakan menggunakan emas dan perak pada berbagai macam wadah diharamkan.

Dari Ummu Salamah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

مَنْ شَرِبَ فِي إِنَاءٍ مِنْ ذَهَبٍ أَوْ فِضَّةٍ فَإِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارًا مِنْ جَهَنَّمَ

“Barang siapa minum dengan bejana emas atau perak, maka sebenarnya dia sedang menggodok api neraka di dalam perutnya.” (HR. Muslim no. 2065).

Sementara itu, ada beberapa ulama ada yang berpendapat sebaliknya. Mereka setuju tidak menggunakan wadah dari emas dan perak. Namun, memperbolehkan memajang hiasan, pajangan, atau senjata dengan emas selama bukan untuk dibangga-banggakan.

Itulah beberapa benda di rumah yang bisa menimbulkan dosa. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Area Lesehan di Rumah Dianjurkan dalam Islam, Begini Alasannya



Jakarta

Detikers pasti sering melihat acara-acara keagamaan kebanyakan digelar tanpa bangku. Baik pemuka agama dan jamaah duduk lesehan di lantai yang dilapisi dengan karpet. Ternyata ini ada anjurannya lho dalam Islam, bahkan sebaiknya di rumah juga memiliki area untuk lesehan seperti itu.

Hal seperti ini juga sudah diterapkan dalam tradisi di Arab. Sebenarnya kegiatannya mirip dengan yang ditemui di Indonesia yakni duduk, makan, ngobrol, hingga tidur di lantai.

Lantas, bagaimana asal mula area lesehan seperti ini dianjurkan dalam Islam?


Dilansir lamar Home Synchronize, anjuran ini bermula dari gaya hidup Nabi Muhammad SAW yang duduk, makan, hingga tidur lesehan di lantai. Dari sana, kebiasaan tersebut kemudian diikuti dan diterapkan ke kegiatan sehari-hari. Namun, hukum untuk mengikuti hal ini atau menyediakan area lesehan sifatnya sunnah, bukan wajib.

Dalam Hadis riwayat Al-Bukhari No. 5415 dari Sayyidina Anas Anas Radhiyallahu anhu, mengatakan Nabi Muhammad SAW tidak pernah makan di atas meja makan dan tidak pula di atas sukurrujah.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga duduk dengan tawadhu’, yakni duduk di atas kedua lututnya atau di atas punggung kedua kaki atau berposisi dengan kaki kanan ditegakkan dan duduk di atas kaki kiri.

“Aku tidak pernah makan sambil bersandar, aku hanyalah seorang hamba, aku makan sebagaimana layaknya seorang hamba dan aku pun duduk sebagaimana layaknya seorang hamba.” [HR. Al-Bukhari no. 5399].

Namun, Hadis ini tidak berarti melarang umat Muslim untuk memiliki meja dan kursi di rumah. Hal tersebut diperbolehkan. Duduk di atas kursi juga tidak dilarang, tetapi jika kamu ingin makan di lantai lesehan, berarti kamu melakukan salah satu kebiasaan Nabi Muhammad SAW.

Lebih lanjut, kebiasaan lesehan terinspirasi dari cara tidur Nabi SAW yang kerap terlihat tertidur di berbagai tempat, termasuk di lantai.

‘Abbad bin Tamim dari pamannya meriwayatkan ia pernah melihat Rasulullah SAW tidur terlentang di masjid dalam keadaan meletakkan satu kaki di atas lainnya berdasarkan HR. Bukhari No. 475 dan Muslim No. 2100.

Sekali lagi, tata cara ini bukan berarti ada larangan menggunakan kasur. Sebab, Nabi Muhammad SAW juga tidur di tempat tidur, matras, tikar, lantai, bahkan terkadang di atas pasir atau jubah hitam. Adapun matras Nabi Muhammad SAW terbuat dari kulit yang diisi dengan sabut ataupun beralaskan wol kasar yang dilipat dua.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Punya Area Lesehan di Rumah Dianjurkan dalam Islam, Ini Alasannya



Jakarta

Kamu pasti sering melihat acara-acara keagamaan kebanyakan digelar tanpa bangku. Baik pemuka agama dan jamaah duduk lesehan di lantai yang dilapisi dengan karpet. Ternyata ini ada anjurannya lho dalam Islam, bahkan sebaiknya di rumah juga memiliki area untuk lesehan seperti itu.

Hal seperti ini juga sudah diterapkan dalam tradisi di Arab. Sebenarnya kegiatannya mirip dengan yang ditemui di Indonesia yakni duduk, makan, ngobrol, hingga tidur di lantai.

Lantas, bagaimana asal mula area lesehan seperti ini dianjurkan dalam Islam?


Dilansir lamar Home Synchronize, anjuran ini bermula dari gaya hidup Nabi Muhammad SAW yang duduk, makan, hingga tidur lesehan di lantai. Dari sana, kebiasaan tersebut kemudian diikuti dan diterapkan ke kegiatan sehari-hari. Namun, hukum untuk mengikuti hal ini atau menyediakan area lesehan sifatnya sunnah, bukan wajib.

Dalam Hadis riwayat Al-Bukhari No. 5415 dari Sayyidina Anas Anas Radhiyallahu anhu, mengatakan Nabi Muhammad SAW tidak pernah makan di atas meja makan dan tidak pula di atas sukurrujah.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga duduk dengan tawadhu’, yakni duduk di atas kedua lututnya atau di atas punggung kedua kaki atau berposisi dengan kaki kanan ditegakkan dan duduk di atas kaki kiri.

“Aku tidak pernah makan sambil bersandar, aku hanyalah seorang hamba, aku makan sebagaimana layaknya seorang hamba dan aku pun duduk sebagaimana layaknya seorang hamba.” [HR. Al-Bukhari no. 5399].

Namun, Hadis ini tidak berarti melarang umat Muslim untuk memiliki meja dan kursi di rumah. Hal tersebut diperbolehkan. Duduk di atas kursi juga tidak dilarang, tetapi jika kamu ingin makan di lantai lesehan, berarti kamu melakukan salah satu kebiasaan Nabi Muhammad SAW.

Lebih lanjut, kebiasaan lesehan terinspirasi dari cara tidur Nabi SAW yang kerap terlihat tertidur di berbagai tempat, termasuk di lantai.

‘Abbad bin Tamim dari pamannya meriwayatkan ia pernah melihat Rasulullah SAW tidur terlentang di masjid dalam keadaan meletakkan satu kaki di atas lainnya berdasarkan HR. Bukhari No. 475 dan Muslim No. 2100.

Sekali lagi, tata cara ini bukan berarti ada larangan menggunakan kasur. Sebab, Nabi Muhammad SAW juga tidur di tempat tidur, matras, tikar, lantai, bahkan terkadang di atas pasir atau jubah hitam. Adapun matras Nabi Muhammad SAW terbuat dari kulit yang diisi dengan sabut ataupun beralaskan wol kasar yang dilipat dua.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

3 Kondisi Rumah yang Bisa Menghambat Rezeki dalam Islam


Jakarta

Siapa sangka ternyata kondisi rumah bisa mempengaruhi rezeki penghuninya. Kondisi rumah yang bersih dan jauh dari larangan Allah SWT tentunya lebih berkah.

Namun, terkadang kita tidak sadar kalau rumah kita justru menghambat datangnya rezeki. Pasalnya, malaikat saja merasa enggan untuk memasuki rumah.

Lantas, kondisi rumah seperti apa yang bisa menghambat rezeki? Yuk, cek ulasannya di sini supaya rezeki kamu lancar.


Kondisi Rumah yang Hambat Rezeki

Inilah beberapa kondisi rumah yang bisa menjadi penghambat rezeki.

1. Rumah Kotor

Melansir dari detikHot, Ustaz Syam Elmarusy mengatakan rumah yang kotor bisa menghalangi rezeki. Ia mengisahkan malaikat Jibril yang enggan masuk ke rumah Nabi SAW karena ada anjing di dalam rumahnya.

“Bukan karena anjingnya, bukan karena seekor anjing tadi malaikat tak mau masuk. Tapi karena sifat kotor yang dibawa anjing tersebut maka malaikat Jibril tidak mau masuk ke dalam rumah orang yang ada kotor di dalam rumahnya,” ujar Ustaz Syam dikutip dari detikHot.

Ia menyebut segala kotoran yang membuat rumah ini tidak bersih itu membuat malaikat rahmat tidak mau masuk ke dalam rumah seseorang. Dengan begitu, rumah penghuninya pun terhambat mendapat rezeki.

“Tapi ternyata sarang laba-laba di mana-mana tak pernah dibersihkan, subhanallah itu juga membuat malaikat tak mau masuk ke rumah,” katanya.

2. Rumah Bau

Dikutip dari detikHikmah, malaikat juga merasa terganggu dengan bau busuk di rumah. Oleh karena itu, apabila rumah berbau tidak sedap, maka malaikat tidak akan masuk. Jadi pastikan rumah kamu bersih dan tidak menimbulkan bau tidak sedap.

“Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah, dan makanan tidak sedap lainnya, maka jangan sekali-kali ia mendekati (memasuki) masjid kami, oleh karena sesungguhnya para malaikat terganggu dari apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR Bukhari dan Muslim).

3. Rumah yang Dipasangi Gambar dan Patung

Lalu, memajang gambar atau patung makhluk bernyawa dapat menghalangi masuknya malaikat ke dalam rumah. Hal ini pun menandakan malaikat rahmat akan terhambat memberikan rezeki ke penghuni rumah.

“Sesungguhnya malaikat tidak memasuki suatu rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar timbul (relief) (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban). Imam Nawawi pun menjelaskan tentang hal ini lebih lanjut, “Ulama berkata, ‘Faktor penyebab terhalangnya mereka (para malaikat) untuk masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat gambar adalah karena membuat dan menyimpan gambar merupakan perbuatan maksiat, perbuatan keji, dan menandingi ciptaan Allah serta di antara gambar itu ada yang diibadahi selain ibadah kepada Allah.”

Adapun gambar yang berupa stempel atau lukisan pada kain, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani Ra menguatkan pendapat yang menyatakan apabila gambar tersebut utuh dan jelas bentuknya maka haram. Namun, jika gambar tersebut dipotong kepalanya, atau terpisah-pisah bagian tubuhnya, maka diperbolehkan.

Itulah beberapa ciri-ciri rumah yang bisa menghambat rezeki penghuni rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Bahan Pembersih yang Ampuh Hilangkan Noda Jamur pada Pakaian


Jakarta

Jamur bukan hanya muncul pada makanan, perabotan, atau material bangunan saja, melainkan pada pakaian juga. Penyebabnya adalah bahan pakaian tersebut lembap atau basah tetapi tidak langsung dibersihkan atau dijemur. Alhasil bagian yang lembap pada pakaian tersebut menjadi tempat yang baik untuk jamur berkembang.

Tanda pakaian kamu berjamur adalah munculnya bercak-bercak berwarna pada permukaan pakaian. Warnanya beragam, ada yang hitam, putih, abu-abu, dan lainnya. Bercak ini tidak bisa langsung hilang hanya dengan membilasnya dengan air biasa. Apalagi jika kamu asal memasukkan ke dalam mesin cuci.

Kamu membutuhkan bahan pembersih tambahan untuk menghilangkan jamur pada pakaian. Dilansir Persil, berikut bahan-bahan yang aman untuk membersihkan jamur pada pakaian.


1. Cuka putih

Cuka merupakan bahan yang ampuh untuk menghilangkan noda membandel dan jamur. Bahan satu ini juga cukup mudah ditemukan di warung atau pusat perbelanjaan. Sebelum memakai cuka untuk membersihkan jamur, kamu perlu melihat keterangan cara membersihkan kain yang tertera pada bagian dalam baju. Apakah penggunaan cuka dapat merusak bahan atau tidak.

Jika tidak ditemukan larangan seperti itu, kamu bisa langsung menyiapkannya. Caranya dengan campurkan satu cangkir cuka ke dalam air bersih yang sudah dituangkan ke dalam ember yang cukup untuk pakaian yang akan dibersihkan. Jika kamu ingin membersihkan menggunakan mesin cuci, tuangkan 1-2 cangkir cuka untuk dapat membunuh jamur dan mencerahkan pakaian putih.

2. Pemutih Pakaian

Jika tidak menemukan cuka, kamu bisa menggunakan pemutih pakaian. Meskipun namanya pemutih, bahan ini efektif membunuh jamur. Namun, hati-hati bahan ini juga bisa memudarkan warna pada pakaian.

Sebelum memakai pemutih, kamu harus mengecek label cara membersihkan pakaian di dalam baju. 0astikan kamu memakai sarung tangan karet dan sirkulasi di ruangan tersebut baik karena bau pemutih pakaian cukup menyengat. Lalu, jauhkan dari jangkauan anak-anak di ruangan tersebut. Simpan pemutih di lemari yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.

3. Sabun mandi

Alternatif lainnya adalah menggunakan sabun mandi baik yang batangan atau cair. Lebih baik juga sebelumnya kamu sudah merendam pakaian di air hangat. Setelah dioleskan sabun, gosok hingga noda jamur menghilang atau pudar. Kemudian jemur hingga kering.

4. Boraks

Boraks memang bahaya jika dicampurkan dalam makanan. Namun, keberadaan boraks bisa menghilangkan noda jamur pakaian lho. Kamu bisa membeli boraknya yang bentuknya bubuk. Takarannya adalah setengah cangkir boraks yang dimasukkan ke dalam air panas. Larutan ini juga bisa ditambahkan ke dalam mesin cuci, dan cuci seperti biasa.

Namun, perlu diingat kamu harus membaca tata cara membersihkan pakaian yang tertera pada bagian dalam baju. Kemudian saat mencuci pakaian tersebut tangan kamu harus memakai sarung tangan lateks agar aman. Apabila setelah direndam nodanya tidak hilang, jangan lupa untuk disikat.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com