Tag: larutan klorin

  • Cara Cepat Membersihkan Kolam Renang di Rumah Tanpa Bantuan Ahli


    Jakarta

    Memiliki kolam renang di rumah, kamu harus sering membersihkan karena mudah berlumut. Membersihkan kolam renang yang berlumut memang susah-susah gampang. Sebab, lumut membuat permukaan licin sehingga kamu harus berhati-hati. Namun, ada cara cepat dan aman untuk membersihkan kolam renang.

    Pertama, kamu harus mengetahui penyebab kolam renang mudah berlumut. Melansir dari kolam Bali, Jumat (2/8/2024) keberadaan kaporit ternyata berperan besar terhadap pertumbuhan lumut di kolam renang. Sedikitnya kaporit di dalam kolam renang membuat lumut mudah tumbuh di sela-sela kolam.

    Meskipun sudah ditambahkan kaporit, kamu juga harus sering membersihkan kolam renang karena biasanya ada kotoran yang masuk ke air. Mengingat kolam renang juga biasanya di luar ruangan.


    Cara Membersihkan Kolam Renang yang Berlumut

    1. Rutin Cek Kadar Kaporit dan pH Air

    Seperti yang dikatakan sebelumnya, kaporit dan tingkat keasaman atau pH air kolam renang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lumut di dinding dan dasar kolam renang. Maka dari itu, untuk mengatasi kolam renang yang ditumbuhi lumut, kamu harus memeriksa kadar klorin dan pH air kolam renang.

    Apabila dinding dan dasar kolam telah ditumbuhi lumut, kamu bisa membersihkannya menggunakan sikat kolam renang atau pool brush. Hal ini bertujuan untuk mengangkat lumut-lumut yang tumbuh pada dinding dan dasar keramik sehingga tidak licin.

    2. Bersihkan dengan Sikat Khusus

    Alat yang harus disiapkan saat membersihkan kolam renang adalah sikat. Mulai membersihkan dari sudut-sudut atau nat keramik karena sudut seringkali menjadi area yang paling sulit dibersihkan.

    3. Tambahkan Obat Anti Lumut

    Untuk berjaga-jaga kamu bisa menambahkan obat bahan kimia tertentu untuk mencegah pertumbuhan lumut di dalam kolam renang. Bahan kimia yang dimaksud adalah kaporit dan trussi yang berfungsi juga sebagai penjernih air.

    Cara Menggunakan Klorin

    Cara menggunakan klorin harus dilarutkan di dalam wadah terlebih dahulu dan didiamkan beberapa menit. Jumlah yang dibutuhkan sekitar 1,5 kg, tetapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Setelah nampak ada endapan dalam ember, maka kamu bisa menuangkan larutan klorin pada kolam renang. Namun demikian, untuk endapan dalam ember jangan sampai ikut dimasukkan.

    Langkah selanjutnya, ulangi cara sebelumnya sampai 3 kali. Jika sudah, kamu bisa membuang endapan bubuk agar tidak mengotori kolam renang.

    Cara Menggunakan Kaporit dan Trussi

    Kamu bisa menaburkan kaporit secara langsung pada permukaan kolam renang. Banyaknya kaporit yang dibutuhkan sekitar 1 kg. Untuk cara ini, Setelah 15 menit, tambahkan soda ash atau natrium karbonat untuk meningkatkan pH air dengan cara dituangkan langsung ke dalam kolam.

    Kamu juga bisa menambahkan obat penjernih air kolam renang seperti trussi yang berbentuk bubuk berwarna biru. Masukkan trussi ke dalam ember berisi air dan aduk hingga larut. Setelah benar-benar larut, baru dituangkan ke dalam kolam renang. Penggunaan trussi ini berfungsi untuk membunuh alga dan lumut.

    Setelah bahan kimia tercampur di kolam renang, hidupkan sistem sirkulasi selama 12 jam agar seluruh air melewati penyaringan. Setelah lumut dan kotoran mengendap di kolam renang, kamu bisa melakukan vacum kolam renang secara keseluruhan. Backwash sistem filterisasi, sehingga bisa kembali bekerja secara optimal.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Air Sumur Bau, Terbukti Efektif


    Jakarta

    Air sumur masih digunakan sebagian besar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air harian, mulai dari minum, mandi, hingga masak. Namun tak jarang air sumur di rumah berbau tak sedap, bahkan tidak jernih atau berwarna.

    Padahal ciri-ciri air layak konsumsi antara lain tidak beraroma bau, tak memiliki rasa maupun warna. Air yang tidak memenuhi kriteria di atas kemungkinan sudah tercemar dan tidak patut dikonsumsi karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

    Lantas, apa penyebab air sumur bau dan bagaimana cara mengatasinya?


    Penyebab Air Sumur Bau

    Dilansir MN Department of Health, sejumlah penyebab air sumur di rumah bau, yaitu:

    1. Gas Hidrogen Sulfida

    Gas hidrogen sulfida (H2S) mampu membuat air berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat muncul di sumur mana saja karena terjadi secara alamiah dari hasil pembusukan dan reaksi kimia dengan tanah dan bebatuan.

    Polusi yang terjadi juga bisa membuat air sumur tercemar dan mengeluarkan bau. Gas H2S dapat berbahaya jika kadarnya tinggi. Sehingga penting untuk mensterilkan air dari gas.

    2. Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Meski tergolong tak berbahaya, bakteri sulfur bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

    Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

    Apabila air sumur berbau tak sedap juga ditemukan lendir berwarna putih, abu-abu, atau kehitaman serta noda hitam dan korosi pada sistem perpipaan dan komponen logam mesin air, bisa jadi air sumur telah terkontaminasi gas hidrogen sulfida dan bakteri sulfur.

    Jika demikian, sejumlah cara berikut dapat dilakukan untuk mengatasi air sumur yang bau:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit biasa digunakan sebagai zat disinfektan air. Senyawa kimia ini ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air.

    Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Mesti tunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bau yang muncul mungkin diakibatkan oleh bakteri yang menempel di dinding sumur. Untuk menghilangkannya, cairan klorin yang dapat dipakai.

    3. Gali Sumur Lebih Dalam

    Air sumur yang bau dan keruh bisa disebabkan oleh sumur yang kurang dalam. Karena ini, sumur dapat digali lebih dalam lagi supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga bisa dilapisi dengan tembok beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengkontaminasi air di dalamnya.

    4. Disinfeksi Sumur

    Jika air sumur masih bau, larutan klorin tingkat kuat bisa digunakan untuk disinfeksi sumur lebih lanjut. Disarankan memanggil jasa profesional apabila tidak mampu melakukan disinfeksi sumur mandiri untuk pengerjaan yang lebih efisien.

    5. Bor Sumur Baru

    Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan. Bisa juga pertimbangkan untuk berlangganan air ke perusahaan pengolahan dan penyediaan air bersih.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya Air Sumur Berbau! Ini Penyebab dan Solusinya



    Jakarta

    Sebagian masyarakat Indonesia masih menggunakan air sumur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, terkadang muncul bau tak sedap dari air sumur di rumah.

    Sementara air yang layak dikonsumsi salah satu kriterianya adalah tidak berbau. Jika berbau, kemungkinan air sumur itu sudah tercemar dan tidak patut dikonsumsi karena dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah kesehatan.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi air sumur bau? Simak ulasannya berikut ini.


    Penyebab Air Sumur Bau

    Sebelum mengatasi masalah, kamu perlu mengetahui penyebab air muncul bau. Inilah alasan air sumur bau, dilansir dari MN Department of Health.

    1. Gas Hidrogen Sulfida

    Gas hidrogen sulfida (H2S) mampu membuat air berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat muncul di sumur mana saja karena terjadi secara alamiah dari hasil pembusukan dan reaksi kimia dengan tanah dan bebatuan.

    Polusi yang terjadi juga bisa membuat air sumur tercemar dan mengeluarkan bau. Gas H2S dapat berbahaya jika kadarnya tinggi. Sehingga penting untuk mensterilkan air dari gas.

    2. Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Meski tergolong tak berbahaya, bakteri sulfur bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

    Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

    Apabila air sumur berbau tak sedap juga ditemukan lendir berwarna putih, abu-abu, atau kehitaman serta noda hitam dan korosi pada sistem perpipaan dan komponen logam mesin air, bisa jadi air sumur telah terkontaminasi gas hidrogen sulfida dan bakteri sulfur.

    Jika demikian, sejumlah cara berikut dapat dilakukan untuk mengatasi air sumur yang bau.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit biasa digunakan sebagai zat disinfektan air. Senyawa kimia ini ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air.

    Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Mesti tunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bau yang muncul mungkin diakibatkan oleh bakteri yang menempel di dinding sumur. Untuk menghilangkannya, cairan klorin yang dapat dipakai.

    3. Gali Sumur Lebih Dalam

    Air sumur yang bau dan keruh bisa disebabkan oleh sumur yang kurang dalam. Karena ini, sumur dapat digali lebih dalam lagi supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga bisa dilapisi dengan tembok beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengkontaminasi air di dalamnya.

    4. Disinfeksi Sumur

    Jika air sumur masih bau, larutan klorin tingkat kuat bisa digunakan untuk disinfeksi sumur lebih lanjut. Disarankan memanggil jasa profesional apabila tidak mampu melakukan disinfeksi sumur mandiri untuk pengerjaan yang lebih efisien.

    5. Bor Sumur Baru

    Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan. Bisa juga pertimbangkan untuk berlangganan air ke perusahaan pengolahan dan penyediaan air bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Air Sumur Berwarna Kuning dan Berbau



    Jakarta

    Air sumur masih menjadi sumber utama kebutuhan air bersih bagi sebagian besar masyarakat, mulai dari untuk mandi, mencuci, hingga memasak. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang mengeluhkan air sumur berwarna kuning dan mengeluarkan bau tak sedap. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup sehari-hari.

    Air bersih yang layak konsumsi seharusnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jika air sumur di rumahmu tidak memenuhi kriteria ini, bisa jadi sumber air sudah terkontaminasi oleh bakteri atau zat kimia dari dalam tanah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah dan mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Cegah Air Sumur dan PAM Menguning Serta Berbau



    Jakarta

    Salah satu kebutuhan rumah tangga yang utama adalah ketersediaan air bersih. Air bersih bisa dipakai untuk mencuci, memasak, minum juga mandi.

    Oleh sebab itu, air yang digunakan harus bersih dan tidak mengandung senyawa-senyawa berbahaya. Saat ini, sumber air yang paling umum adalah berasal dari sumur atau perusahaan air minum (PAM).

    Apa jadinya bila air menguning atau berbau? Bolehkah tetap dipakai? Apa yang harus dilakukan?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Air Sumur Bau dan Cara Atasinya Tanpa Pakai Filter


    Jakarta

    Air sumur merupakan sumber air bersih yang masih banyak digunakan di Indonesia. Untuk memakai air sumur biasanya orang akan menurunkan ember yang sudah diikat tali yang kuat kemudian ditarik ke atas setelah ember terisi penuh.

    Kualitas air sumur dengan air yang didapat dengan pompa modern tidak ada bedanya, karena sama-sama dari dalam tanah. Meskipun begitu, sebelum menggunakan air sumur sebaiknya periksa dahulu kondisinya. Sebab, tak jarang air sumur di rumah berbau tak sedap dan berwarna kekuningan.

    Air yang layak untuk digunakan adalah yang tidak berbau, tidak berwarna, dan bersih. Apabila berbau tak sedap sebaiknya jangan langsung digunakan karena dapat menyebabkan masalah kesehatan.


    Penyebab Air Sumur Bau

    Menurut MN Department of Health, penyebab air sumur berbau dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut.

    1. Gas Hidrogen Sulfida

    Gas hidrogen sulfida (H2S) merupakan senyawa gas yang memang biasa muncul di sumur. Penyebab munculnya gas hidrogen sulfida adalah terjadi pembusukan dan reaksi kimia antara tanah dan bebatuan. Bau yang muncul dari gas ini mirip dengan bau telur busuk. Air yang tercemar gas H2S dengan kadar tinggi sudah masuk kategori racun sehingga tidak disarankan untuk terlalu lama dicium aromanya.

    2. Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Makhluk satu ini memang tidak berbahaya, tetapi bisa bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

    Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

    Apabila air sumur yang sudah tercemar tentu akan lebih sulit untuk dibersihkan. Namun, tetap ada cara untuk mengatasi air sumur yang berbau, bahkan tanpa perlu memasang alat filter, berikut caranya.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit biasa digunakan pada air di kolam renang. Senyawa kimia ini sebenarnya zat disinfektan air yang ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air. Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Penggunanya harus menunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

    2. Gali Sumur Lebih Dalam

    Sumur yang masih dangkal bisa menjadi salah satu faktor airnya berbau tak sedap. Salah satu cara untuk menghindari air sumur tidak berbau adalah dengan digali lebih dalam supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga sebaiknya dilapisi dengan beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengontaminasi air di dalamnya.

    3. Disinfeksi Sumur

    Jamur bisa tumbuh di mana saja terutama di area sumur. Tanda adanya jamur bukan hanya dari noda, melainkan bau. Untuk mengatasinya, coba gunakan larutan klorin tingkat kuat untuk membunuh jamur. Cara membersihkannya sebaiknya memanggil jasa profesional agar takarannya pas dan tepat.

    4. Bor Sumur Baru

    Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan.

    Itu penyebab dan cara mengatasi air sumur yang berbau, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Sumur Berbau dan Berwarna? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Rumah harus punya aliran air bersih buat menunjang aktivitas penghuninya. Namun, terkadang ada sejumlah rumah yang air sumurnya berbau dan berwarna.

    Kondisi seperti itu bisa bikin penghuni rumah ragu-ragu untuk menggunakan airnya. Sebab, dikhawatirkan air tidak bersih dan mengandung senyawa berbahaya buat dikonsumsi.

    Lantas, kenapa air bisa berbau dan berwarna ya? Lalu, bagaimana cara mengatasi air seperti itu?


    Penyebab Air Berbau dan Berwarna

    Inilah dua penyebab air berbau dan berwarna menurut Minnesota Department of Health.

    Gas Hidrogen Sulfida (H2S)

    Jika mencium aroma seperti telur busuk pada air, kemungkinan itu disebabkan oleh gas hidrogen sulfida (H2S). Gas tersebut muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Air akan berbahan untuk digunakan kalau mengandung gas ini dalam kadar yang tinggi.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Alhasil, sistem perpipaan dapat tersumbat lendir dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Jika air di rumah bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit berfungsi sebagai disinfektan yang dapat menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Setelah menambahkan kaporit ke sumur, penghuni perlu menunggu beberapa hari sampai baunya hilang untuk menggunakan airnya.

    2. Disinfeksi secara Menyeluruh

    Kalau air masih berbau, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Sebaiknya gunakan jasa ahli sterilisasi air sumur untuk mendapat hasil maksimal dan aman.

    3. Bersihkan Dinding Sumur

    Selain itu, pemilik dapat menggunakan cairan klorin untuk membersihkan dinding sumur secara menyeluruh. Sebab, bakteri penyebab bau kerap menempel pada dinding sumur.

    4. Perdalam Galian Sumur

    Sumur yang terlalu dangkal bisa jadi penyebab air keruh dan kuning. Pemilik dapat menggali sumur lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar air tidak mudah tercemar air permukaan.

    5. Buat Sumur Baru

    Terakhir, pemilik bisa mempertimbangkan untuk membuat sumur baru kalau segala upaya tidak berhasil. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com