Tag: ledakan

  • Jadi Pemicu 3 Rumah Terbakar di Cengkareng, Begini Cara Cegah Korsleting Listrik


    Jakarta

    Tiga rumah di Cengkareng, Jakarta Barat terbakar diduga karena korsleting listrik pada Minggu (28/7/2024). Api bersumber dari salah satu rumah yang sedang kosong karena penghuninya sedang berlibur. Api dengan cepat merambat ke rumah sebelahnya.

    Melansir dari detikNews, petugas pemadam kebakaran (damkar) menerima laporan kebakaran pada pukul 14.07 WIB. Lokasi kejadian berada di sebuah perumahan di Jalan Crisant II B RT 03 RW 12 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakbar.

    “Pelapor posisi rumahnya berdekatan dengan rumah TKP kebakaran, mendengar suara teriakan dari orang rumah terjadi kebakaran yang apinya sudah membesar, kemudian langsung menghubungi pemadam kebakaran,” kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakbar, Syarifudin pada Minggu (28/7/2024).


    Api dapat dipadamkan dua jam kemudian yakni pada 16.27 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi 13 jiwa dari 3 KK terdampak dan kehilangan hunian. Kerugian ditaksir mencapai Rp 864 juta untuk 3 rumah terdampak dengan luas area terbakar sekitar 288 meter persegi.

    “Jumlah Kerugian kurang lebih Rp 864 juta,” sebutnya.

    Korsleting listrik kerap menjadi penyebab kebakaran. Arus pendek atau short circuit yang mengalir tidak sesuai dengan nilai hambatan (tahanan) menimbulkan lonjakan arus listrik yang besar. Akibatnya terjadi percikan api hingga ledakan yang apabila mengenai benda mudah terbakar dapat menyebar ke area lain.

    Berkaca dari kejadian 3 rumah terbakar di Cengkareng akibat korsleting listrik, bagaimana cara kita mencegah korsleting listrik?

    Dilansir dari situs Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik asal mulanya karena kelalaian manusia. Salah satu contohnya adalah pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah. Kabel listrik yang sudah terkelupas atau rusak karena tertekuk dapat mengakibatkan aliran listrik terganggu yang biasa memicu korsleting.

    Untuk mencegah hal tersebut, berikut 7 cara mencegah korsleting listrik di rumah agar terhindar dari kebakaran.

    Cara Cegah Korsleting Listrik di Rumah

    1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

    Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

    2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

    Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

    3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

    Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

    Salah satu penyebab korsleting listrik lainnya adalah kebiasaan menumpuk steker atau colokan listrik secara berlebihan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan panas yang berlebih dan berakibat pada kebakaran.

    5. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

    Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

    6. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

    Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

    7. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

    Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

    Itulah cara mencegah korsleting listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Pentingnya Punya Asuransi Kebakaran dan Ketentuannya



    Jakarta

    Asuransi memiliki banyak jenis, bukan hanya asuransi kesehatan. Fungsi dari asuransi ini adalah sebagai bentuk pengelolaan pembiayaan tak terduga atas suatu risiko. Salah satu risiko yang harus dipersiapkan adalah asuransi kebakaran. Tentu, tidak ada yang mau propertinya hangus karena membelinya saja membutuhkan dana yang besar. Maka dari itu, untuk mengatasi pengeluaran yang besar, kamu bisa mengajukan asuransi kebakaran untuk dana pengganti properti yang rusak.

    Pentingnya Memiliki Asuransi Kebakaran

    Menurut pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, memiliki asuransi kebakaran penting untuk menjaga aset propertinya. Sebab, asuransi kebakaran tidak hanya mengelola risiko karena korsleting listrik, melainkan karena sambaran petir (Lightning), ledakan (Explosion), dan kejatuhan pesawat terbang (Aircraft Impact), dan asap (Smoke) atau yang biasa disebut FLEXAS.

    Dia menyebut penyebab FLEXAS ini adalah jaminan dasar, sementara penyebab kebakaran lain masuk dalam jaminan perluasan misalnya rumah rusak karena huru-hara, gempa, dan banjir. Huru-hara di sini maksudnya adalah kerusakan rumah karena adanya kerusuhan seperti kerusuhan Mei 1998.


    “Kalau ingin perluasan atau jaminan yang lebih luas biasanya terhadap huru hara, gempa bumi, banjir, harus menambah premi,” kata Irvan Rahardjo saat dihubungi detikProperti, Selasa (30/7/2024).

    Dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia, Andy Samuel juga mengatakan memiliki asuransi kebakaran ini bukan hanya untuk rumah-rumah hunian, melainkan properti yang digunakan sebagai tempat bisnis juga.

    “Pada intinya, asuransi ini penting, mempertimbangkan risiko kebakaran itu sumbernya bisa dari mana aja. Bisa dari faktor internal dan eksternal, mau itu sifatnya teknis maupun faktor human error. Terutama untuk pelaku bisnis, tentunya ketika terjadi risiko kebakaran atau gempa bumi akan mengganggu operasional bisnis mereka. Karena seperti produk asuransi kebakaran bukan hanya dapat menjamin risiko terbakarnya sebuah properti, tetapi dapat melindungi juga dari risiko seperti petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap,” ujar Andy dalam keterangannya, Selasa (30/4/2024) lalu.

    “Sedangkan untuk asuransi gempa bumi (yang bisa menjadi perluasan jaminan dari asuransi kebakaran), dapat menjamin kejadian gempa bumi itu sendiri, serta letusan gunung berapi, kebakaran dan Ledakan yang mengikuti terjadinya Gempa Bumi dan atau Letusan Gunung Berapi,” tambahnya.

    Ketentuan Pengajuan Asuransi Kebakaran

    Irvan mengatakan untuk pengajuan asuransi kebakaran bisa langsung mengunjungi perusahaan asuransi terdekat. Kamu juga bisa memeriksa secara online melalui website atau menelpon call center.

    “Tinggal pilih dari daftar perusahaan asuransi dari daftar asosiasi asuransi umum. Nanti kita hubungi mereka lewat website, call center, mengisi proposal form, dan seterusnya. Nanti pihak asuransi akan mengadakan survei, kalau survei sudah disetujui, mereka akan membuat police dan tagihan premi. Terus kita membayar premi,” jelasnya.

    Dia menegaskan asuransi kebakaran ini bisa mengatasi risiko 100% sesuai dengan nilai pertanggungannya atau nilai rumah yang diasuransikan. Nilai dana yang harus dibayar atau preminya menurut Irvan sekitar 0,25% yang dibayarkan per tahun. Sejak asuransi disetujui, dana bisa cair dalam waktu 30 hari.

    “Seratus persen, sesuai dengan nilai pertanggungannya. Nilai pertanggungan itu sesuai dengan nilai kondisi baru. Jadi rumah itu dalam kondisi baru,” imbuhnya.

    Kemudian, asuransi kebakaran ini dapat cair untuk semua properti yang terbakar, tetapi dilihat kembali tingkat risikonya. Sebab, dana yang harus dibayarkan akan berbeda bila rumah tersebut berada di wilayah yang rawan terjadi kebakaran seperti dekat pabrik dan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi).

    “Umumnya bisa (semua mendapat asuransi), tinggal mereka akan menilai tingkat risikonya seperti apa. Kalau berdekatan dengan objek-objek yang mudah terbakar, misalnya pabrik, itu preminya akan lebih mahal,” pungkasnya.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tabung Gas Bocor Picu Rumah Meledak, Cegah Pakai Cara Ini!


    Jakarta

    Sebuah rumah di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) mengalami ledakan tabung gas berukuran 12 kg belum lama ini. Diduga kejadian itu terjadi karena tabung gas bocor, sehingga mengakibatkan dua rumah hancur atau rusak berat serta 10 rumah terdampak.

    “Dua bangunan rumah hancur dan sekitar 10 rumah terdampak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi dikutip dari detikNews, Minggu (4/8/2024).

    Ade Ary menjelaskan, dari 10 rumah yang terdampak, enam rusak. Ledakan tersebut menimbulkan kerugian materiil. Rumah tersebut mengalami kerusakan mulai dari kaca, lantai, plafon, pintu, jendela, hingga tembok.


    Ade Ary menjelaskan ledakan ini terjadi pada pukul 05.00 WIB pada Kamis (1/8). Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Metro Jaya pun ikut diturunkan dalam mengidentifikasi sumber ledakan. Dia menyebut, dari temuan Tim Jibom, diduga ada kebocoran pada tabung gas sehingga menimbulkan ledakan.

    “Hasil penyelidikan dari pihak Jibom Polda Metro Jaya, diduga ledakan tersebut akibat kebocoran dari tabung gas 12 kg,” ungkap Ade.

    Dia juga mengimbau masyarakat agar memeriksa mengecek keamanan dan kelayakan tabung gas yang digunakan secara berkala. Hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan pada saat penggunaan tabung gas.

    “Pemeriksaan secara berkala terhadap kelayakan tabung gas merupakan hal yang sangat penting demi keamanan semua pihak,” ujar Ade Ary.

    Kebocoran tabung gas bocor memang perlu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan malapetaka bila tidak ditangani atau dicegah dengan baik. Simak penjelasannya berikut ini berdasarkan catatan detikcom.

    Penyebab Tabung Gas Bocor

    Kebocoran gas bisa saja terjadi salah satunya setelah memasang tabung gas baru karena regulator tidak terpasang dengan benar. Jadi setiap memasang tabung gas baru, selalu pastikan regulator rapat dan tidak bocor.

    Selain itu, tabung gas bocor juga dapat diakibatkan keadaan tabung yang tidak layak, sehingga perlu melakukan beberapa langkah mengatasi tabung gas bocor. Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan kalau tabung gas bocor.

    Cara Atasi Tabung Gas Bocor

    1. Kenali Tanda Kebocoran Tabung Gas

    Tanda awal kebocoran tabung gas biasanya diketahui dari bau yang tercium di dalam rumah, terutama area dapur di mana tabung disimpan.

    Apabila mencium aroma gas, tidak diperkenankan untuk melakukan kontak listrik seperti menyalakan ataupun mematikan kontak listrik, biarkan saja sebagaimana keadaannya saat itu. Selain itu, jangan coba-coba rendam tabung gas ke dalam air.

    2. Cabut Regulator Tabung Gas

    Jika yakin tabung gas bocor karena kerusakan pada tabung, maka penanganannya dengan segera mencabut regulator pada tabung ketika menemukan tanda kebocoran. Selain untuk menghentikan aliran gas ke kompor, juga untuk memungkinkan memindahkan tabung.

    3. Buat Sirkulasi Udara

    Selanjutnya, pastikan ada sirkulasi udara dengan membuka pintu dan ventilasi agar gas di dalam ruangan bisa keluar. Kemudian, pindahkan tabung ke tempat terbuka dan diamkan hingga gas habis dengan sendirinya.

    Gas yang keluar dari tabung akan bercampur dengan udara sekitar, sehingga menjadikannya netral dan aman. Lalu, amankan juga lingkungan sekitar agar tidak ada yang menyalakan api.

    4. Tabung Gas Terbakar

    Kalau sudah muncul api pada tabung gas, berarti tabung tidak akan meledak. Maka cara penanganannya adalah dengan menutup titik api menggunakan karung, seprai, handuk, atau kain yang dalam keadaan lembap. Kemudian, lepaskan regulator dan pindahkan tabung ke luar.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Persiapan Agar Rumah Terhindar dari Sambaran Petir


    Jakarta

    Saat memasuki musim hujan, biasanya rumah mulai mengalami beberapa masalah, salah satunya adalah potensi tersambar petir. Memang, saat kamu berada di dalam rumah, kamu akan lebih aman dari bahaya petir, tetapi fenomena alam ini juga bisa menyebabkan kebakaran lho.

    Melansir situs resmi Institut Teknologi Bandung, petir merupakan fenomena alam yang terjadi karena adanya lompatan elektron-elektron dari awan yang bermuatan negatif ke bumi yang bermuatan positif. Saat petir ini sampai ke bumi, ini bisa menyambar ke beberapa objek, seperti pohon, kendaraan, tiang listrik, hingga bangunan terutama bangunan tinggi.

    Petir biasanya terjadi pada musim hujan. Ada pun, Indonesia termasuk negara dengan jumlah petir yang banyak karena terletak di daerah khatulistiwa. Maka dari itu, bahaya dari petir ini mungkin saja terjadi. Namun, kamu tidak perlu khawatir berlebihan karena masalah ini bisa dicari solusianya.


    Tips Mencegah Sambaran Petir Mengenai Rumah

    Melansir situs Family Handyman, Selasa (5/11/2024), berikut tips mencegah sambaran petir, khususnya untuk rumah bertingkat.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap. Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi.

    Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Seperti yang disebut sebelumnya, petir membawa muatan listrik yang besar. Apabila rumah tersambar petir, ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah. Ini bukan pertanda baik, lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Air di Rumah Bau? Bisa Jadi ini Penyebabnya



    Jakarta

    Saat kamu ingin mencuci piring ataupun mandi lalu mencium bau yang tidak sedap, hal ini tentu akan sangat menjengkelkan. Mengingat saat di rumah air sering digunakan juga untuk memasak, membersihkan, minum, dan mandi.

    Bergantung pada sumber baunya, mengkonsumsi air bisa jadi tidak berbahaya atau membahayakan. Jika masalah terjadi di setiap keran seluruh rumah, kemungkinan besar sumbernya adalah pasokan air utama.

    Mengidentifikasi bau dapat membantu menentukan apa yang mungkin menyebabkan masalah. Melansir Better Homes & Gardens, berikut beberapa penyebab air di rumah berbau tidak sedap.


    Konsentrasi Klorin Tinggi

    Klorin seringkali terdapat dalam persediaan air umum pada tingkat sekitar 0,2 hingga 2,0 parts per million (ppm), tetapi dalam beberapa kasus tingkat klorin dapat mencapai 5 ppm yang dapat menyebabkan bau klorin ringan.

    Senyawa klorin memiliki sifat oksidasi yang kuat, sehingga efektif dalam membunuh bakteri.Biasanya, bau tersebut hilang secara alami dalam beberapa menit setelah air terkena udara.

    Interaksi antara Klorin dan Bahan Organik di Pipa

    Klorin yang ada di dalam air dapat bereaksi dengan bahan organik yang menumpuk di dalam pipa sistem perpipaan. Hal ini dapat menimbulkan bau klorin, meskipun baunya akan hilang setelah air dialirkan selama beberapa menit.

    Pertumbuhan Bakteri dalam Sistem Perpipaan

    Bau belerang atau telur busuk biasa ditemukan dalam sistem perpipaan. Bau ini biasanya muncul saat bakteri tumbuh pesat di saluran pembuangan, pemanas air, atau sumur.

    Seiring waktu, bahan organik dapat terkumpul di saluran pembuangan, menjadi tempat yang tepat untuk pertumbuhan bakteri. Mendisinfeksi dan membilas saluran pembuangan dapat menghilangkan bau.

    Kontaminasi sumur merupakan masalah serius yang dapat disebabkan oleh sistem septik bocor, atau pertumbuhan bakteri yang merajalela di area tersebut. Jika menggunakan pasokan air umum, segera hubungi otoritas pasokan air.

    Bakteri Pengoksidasi Besi Menciptakan Campuran Besi dan Oksigen

    Bau apek atau tanah pada air biasanya disebabkan oleh tingginya konsentrasi zat besi pada saluran pipa atau pasokan air. Ketika zat besi dan oksigen bercampur, hal itu dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri zat besi untuk berkembang biak.

    Jenis bakteri ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dapat menghasilkan lendir berwarna merah atau coklat yang menempel di bagian pipa. Bau apek disebabkan oleh bakteri zat besi dalam air yang mati dan mengeluarkan bau apek.

    Kontaminasi Alga

    Kontaminasi alga dapat terjadi saat danau atau waduk mengalami ledakan populasi alga selama berbulan-bulan hangat dalam setahun. Kontaminasi ini menyebabkan air berbau apek, tetapi juga dapat menimbulkan bau amis.

    Jika menggunakan sistem sumur, lakukan desinfeksi pada sumur. Tetapi jika kamu terhubung dengan pasokan air publik, hubungi otoritas air setempat untuk melaporkan masalah.

    Itulah penyebab air di rumah menjadi bau.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Antisipasi Sambaran Petir Biar Seisi Rumah Aman


    Jakarta

    Hujan lebat kerap kali disertai petir, sehingga berpotensi menyambar rumah. Meski kamu merasa aman berlindung di dalam rumah, fenomena ini bisa menyebabkan sejumlah kerusakan.

    Sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan atap, korsleting listrik, bahkan kebakaran. Tentu kamu nggak akan mau mengalami hal seperti ini kan?

    Oleh karena itu, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi sambaran petir. Yuk, simak apa tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Family Handy.


    Tips Antisipasi Sambaran Petir Kena Rumah

    Inilah cara mengantisipasi rumah tersambar petir agar rumah beserta isinya tidak rusak.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap.

    Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Petir membawa muatan listrik yang besar, sehingga ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah kalau tersambar petir. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum Pemicu Septic Tank Meledak? Ini Biang Keroknya!



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar kejadian septic tank meledak di rumah? Hal seperti itu biasanya terjadi saat sedang menyedot septic tank.

    Septic tank sendiri merupakan tempat penampungan air limbah. Di dalamnya terjadi proses penguraian, sehingga tak heran kalau ada unsur-unsur yang dapat menyebabkan ledakan.

    Lantas, apa pemicu ledakan pada septic tank? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Pemicu Septic Tank Meledak

    Inilah penyebab septic tank bisa meledak di rumah.

    1. Gas Metana

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho menjelaskan ada unsur gas metana yang terakumulasi di dalam tangki karena tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Septic tank tanpa pipa hawa seperti itu tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Adapun gas metana bersifat mudah terbakar.

    “Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Selain itu, ledakan juga bisa terjadi di kamar mandi. Endro menjelaskan hal tersebut kemungkinan besar karena septic tank tidak mempunyai pipa hawa, sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi. Kemudian, ledakan akhirnya terjadi saat unsur pemicu lengkap dengan ada api yang menyala di kamar mandi.

    2. Api

    Ia mengungkapkan ledakan pada septic tank yang pernah terjadi sebelumnya disebabkan oleh petugas yang memasukkan benda terbakar ke dalam tangki untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai.

    “Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ucapnya.

    Menurutnya, cara mengecek isi tanki bisa dengan menyalakan senter ke lubang kontrol. Lalu, bisa juga menggunakan tongkat panjang dimasukkan ke dalam manhole.

    Kemudian dalam proses penyedotan, SOP atau prosedur operasi standar tidak memperkenankan ada yang merokok di dekat lokasi sebagai bentuk kehati-hatian. Dengan begitu sebaiknya tidak menyulutkan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Lindungi Rumah dari Sambaran Petir Saat Hujan Lebat



    Jakarta

    Belakangan ini hujan terjadi cukup lebat di beberapa wilayah di Indonesia. Hujan lebat yang turun juga kadang disertai petir yang bisa membahayakan rumah jika tersambar.

    Meski kamu merasa aman berlindung di dalam rumah, petir yang menyambar bisa menyebabkan sejumlah kerusakan alat di rumah.

    Sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan atap, korsleting listrik, bahkan kebakaran. Tentu kamu nggak akan mau mengalami hal seperti ini kan?


    Oleh karena itu, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi sambaran petir. Yuk, simak apa tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Family Handy.

    Antisipasi Sambaran Petir

    Inilah cara mengantisipasi rumah tersambar petir agar rumah beserta isinya tidak rusak.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap.

    Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Petir membawa muatan listrik yang besar, sehingga ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah kalau tersambar petir. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Rumah Bisa Cepat Rusak Jika Lama Kosong dan Tak Dihuni


    Jakarta

    Rumah yang sudah lama kosong dan dibiarkan terbengkalai bisa cepat rusak. Meskipun tidak ada gempa bumi, banjir, ledakan, atau tertabrak benda berat, rumah bisa rusak dengan sendirinya.

    Pasti kamu sering melihat rumah yang lama kosong terlihat tidak terawat, kotor, dan suram. Penampilan seperti ini sebenarnya pertanda bahwa kualitas bangunan menurun lho.

    Meskipun rumah itu benda mati, bangunan ini juga perlu dirawat dan diperhatikan agar dapat bertahan lama. Namun, yang lebih penting adalah rumah tersebut harus diisi oleh manusia karena penghuni adalah ‘nyawa’ dari rumah tersebut.


    Alasan Rumah Tak Berpenghuni Cepat Rusak

    1. Sirkulasi Udara Buruk

    Dilansir detikFinance, rumah yang selalu tertutup memblokir sirkulasi udara. Akibatnya rumah jadi mudah lembap dan suhu antara luar dan dalam rumah berbeda. Ruangan yang terlalu lembap memicu pertumbuhan jamur dengan cepat. Material seperti kayu menjadi media pertumbuhan jamur yang cepat. Bayangkan jika kerangka utama rumah tersebut dari kayu, lalu banyak jamur yang tumbuh di permukaannya. Seiring waktu kayu akan lapuk dan patah.

    Jamur tidak hanya tumbuh di kayu, bisa juga di beton. Lalu, kelembapan juga bisa memicu karatan pada besi.

    2. Rumah Jarang Dirawat

    Rumah yang kosong atau tidak ditempati pasti tidak pernah dibersihkan. Debu yang menempel pada benda atau dinding memicu pertumbuhan banyak hama dan jamur. Debu juga dapat menimbulkan bau tidak sedap di rumah karena aktivitas jamur tersebut.

    3. Hewan Bersarang

    Seperti yang disebut sebelumnya, rumah kosong menjadi tempat yang cocok buat hewan bersarang dan berkembang biak. Sebagai contoh laba-laba dan tikus dapat hidup di tempat yang kotor.

    Alangkah baiknya, jika memiliki rumah yang tidak dapat ditempati, sebaiknya sering ditengok untuk dibersihkan minimal satu minggu sekali. Jika tidak bisa menengoknya, kamu bisa menjualnya agar rumah tidak rusak dengan percuma.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Lupa Matikan Kompor Bisa Jadi Pemicu Kebakaran, Ini Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Pemilik rumah harus berhati-hati akan kemungkinan terjadi kebakaran di rumah. Kebakaran bisa dipicu oleh kelalaian manusia maupun masalah teknis. Untuk itu, kita penting sekali waspada akan potensi tersebut.

    Seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di Desa Kalirejo RT 02, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro. Dilansir dari detikJatim, sebuah rumah milik warga bernama Winarno (40) yang digunakan sebagai tempat usaha air isi ulang dan warung hangus dilalap api.

    Lebih dari itu, material rumah yang terbuat dari kayu tanah, sehingga api cepat menyebar. Dua unit mobil pemadam dengan tujuh personel pun dikerahkan buat menjinakan api. Namun, api tetap membakar hampir 100 persen bangunan berukuran 10×20 meter itu.


    “Kebakaran diperkirakan terjadi pukul 08.30 WIB, namun pihak damkar menerima informasi sekitar pukul 09.00 WIB. Langsung berangkat melakukan pemadaman,” jelas petugas Damkar Siswoyo, Sabtu (22/2/2025)

    Di sisi lain, Polsek Ngraho masih mencari tahu penyebab kebakaran. Dari informasi banyak pihak, api diduga berasal dari kompor di dapur yang lupa dimatikan usai memasak.

    “Total kerugian sekitar Rp150 juta, meliputi rumah kayu berukuran 10×20 meter beserta aset peralatan pengisian air isi ulang galon. Beruntung rumah induk ukuran 10×20 meter terselamatkan. Dugaan sementara karena kompor tidak dimatikan, namun masih dalam penyelidikan,” ucap Kapolsek Ngraho.

    Berkaca dari kejadian tersebut, perlu kita perlu mengambil langkah pencegahan agar tidak terjadi kebakaran. Berikut ini cara mencegah kebakaran rumah seperti, dilansir dari detikSumut.

    Cara Cegah Kebakaran di Rumah

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadi kebakaran rumah.

    1. Bijak Pakai Alat Elektronik

    Di dalam rumah tentunya banyak alat-alat elektronik yang digunakan, seperti lampu, televisi, mesin cuci, dan lain sebagainya. Kita harus bijak dalam menggunakan alat-alat tersebut. Usahakan untuk menggunakan sewajarnya dan tidak melebihi beban kapasitas meter listrik di rumah.

    Jangan lupa juga untuk mencabut dan mematikan alat-alat elektronik di rumah ketika hendak bepergian jauh. Matikan juga lampu dan alat elektronik lainnya ketika tidak digunakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu, kita juga bisa menghemat listrik dengan bijak dalam menggunakan alat elektronik.

    2. Awasi Penggunaan Kompor

    Kebakaran yang diakibatkan oleh ledakan gas cukup banyak terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu melepaskan selang gas apabila berencana berpergian dalam waktu lama. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan kebakaran karena gas adalah salah satu bahan yang bisa memicu api. Selain itu, pastikan tidak ada kebocoran pada gas saat menggunakan kompor gas.

    3. Matikan Kompor Saat Tidak Digunakan

    Jangan lupa untuk selalu mematikan segala peralatan memasak yang ada di dapur seperti kompor, oven, microwave, dan lainnya ketika sudah tidak digunakan atau hendak tidur.

    4. Jauhkan Benda yang Mudah Terbakar dari Sumber Api

    Beberapa benda di rumah merupakan benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah bahan bahan yang terbuat dari kain seperti seprai, pakaian, karpet, dan juga benda-benda dari kertas.

    Sebagai langkah pencegahan kebakaran, kamu harus menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar tersebut dari sumber api. Jarak amannya setidaknya adalah 1 meter.

    5. Rutin Cek Kondisi Kabel Listrik

    Salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi adalah diakibatkan oleh korsleting listrik.

    Maka dari itu, kamu harus secara rutin mengecek kondisi kabel listrik di rumah. Jika ada yang rusak kamu harus segera memperbaikinya ataupun menggantinya.

    6. Jangan Bakar Sampah di Pekarangan

    Ketika kamu membakar sampah di pekarangan atau halaman rumah, hal tersebut berpotensi untuk mengakibatkan kebakaran. Hal ini dikarenakan saat membakar sampah, api bisa merambat ke bagian-bagian yang lain melalui udara.

    Untuk itu, ada baiknya sampah-sampah seperti daun bisa dijadikan kompos saja. Sementara sampah yang lain dapat dibuang.

    7. Sediakan Alat Pemadam Kebakaran

    Pastinya langkah mencegah kebakaran adalah menyiapkan alat pemadam kebakaran di rumah. Membeli alat pemadam api di rumah adalah salah satu langkah cerdas untuk menghindari api menyebar lebih luas. Kamu bisa menaruhnya di tempat-tempat yang dekat dengan sumber api, seperti dapur.

    Itulah tips mencegah kebakaran di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com