Tag: lembab

  • 6 Cara Mengatasi Udara Pengap di dalam Kamar, Buka Pintu dan Jendela


    Jakarta

    Ruangan yang pengap tentu tidak akan nyaman, bahkan bisa menimbulkan masalah seperti jamur di dalam ruangan. Saat ruangan terasa pengap, artinya udara tidak bersirkulasi dengan baik.

    Menurut laman Real Simpel, saat udara terperangkap, dari waktu ke waktu, area di sekitarnya akan menjadi lembab. Kondisi ini membuat orang yang masuk ke ruangan terasa sesak, panas dan tidak nyaman. Lama kelamaan, kelembaban tersebut juga mengundang jamur dan terciumlah bau tidak sedap seperti apek. Untuk mengatasinya, lakukan langkah-langkah berikut:

    Cara Mengatasi Udara Pengap di Kamar

    Beberapa cara mengatasi udara pengap di kamar di antaranya dengan membuka jendela dan pintu, menggunakan dehumidifier, hingga membersihkan ruangan dengan penyedot debu. Mengutip laman Focus on Energy, Sealed, dan Real Simple, berikut penjelasannya.


    1. Buka Jendela dan Pintu

    Rasa pengap di dalam kamar biasanya disebabkan karena tidak adanya sirkulasi udara. Untuk itu, buka jendela dan pintu atau nyalakan exhaust jika ada.

    Meski demikian, hal ini juga tergantung pada cuaca atau kualitas udara di luar rumah. Jika tidak bisa membuka jendela sepenuhnya, usahakan buka sedikit saja.

    2. Gunakan Dehumidifier

    Dehumidifier dapat digunakan untuk membersihkan udara. Alat ini cocok untuk memperbaiki ruangan yang tidak sehat dan lembab, sera menyaring debu, alergen, dan partikel lainnya.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Kipas angin bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa pengap di ruangan tanpa jendela atau AC. Dengan kipas angin, udara akan tetap bergerak di dalam kamar.

    4. Cek Pendingin Ruangan

    Sistem yang berkinerja buruk bisa berdampak besar pada kualitas udara dalam ruangan. AC yang semakin melemah dari hari ke hari, dan semakin tidak mampu mendinginkan rumah biasanya merupakan tanda bahwa alat ini sudah usang dan perlu diganti.

    5. Nyalakan AC

    Menyalakan AC merupakan cara yang andal untuk meningkatkan aliran udara di rumah. Pastikan rutin mengganti filter AC untuk mencegah masuknya debu ke dalam ruangan.

    Jika filter kotor, udara tidak bisa melewatinya. Sehingga, AC tidak mendapat aliran udara yang dibutuhkan untuk mendinginkan ruangan secara efektif.

    6. Bersihkan dengan Penyedot Debu

    Bersihkan debu-debu di kamar dengan penyedot debu setiap minggu juga bisa membantu mengurangi bau dan pengap di kamar. Selain itu, ganti seprai dan bersihkan karpet di kamar jika ada.

    Perlu diketahui, udara yang pengap tak hanya sekedar tentang kenyamanan. Udara yang tidak bersirkulasi dengan baik, lembab, dan polutan yang menumpuk di udara bisa memperburuk masalah kesehatan. Bagi orang-orang yang memiliki masalah pernapasan atau alergi yang parah, tinggal di lingkungan dengan udara yang tidak sehat sangat berbahaya.

    Selain itu, menumpuk pakaian yang basah atau terkena keringat terlalu lama bisa menimbulkan bau apek dalam ruangan. Jadi, periksa kamar dan cek apakah ada barang yang menyebabkan bau apek. Jika menemukannya segera ambil dan bersihkan untuk menjaga kenyamanan kamar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com