Tag: lembap

  • 5 Tanaman Ini Bisa Bikin Dapur Bebas Lembap dan Jadi Sejuk


    Jakarta

    Tanaman umumnya diletakkan di halaman dan teras rumah. Hal ini karena tanaman di luar ruangan bisa mendapatkan cahaya matahari dan sumber air yang dibutuhkan.

    Tanaman tidak hanya tumbuh subur di luar ruangan, tapi di dalam rumah juga bisa. Bahkan ada satu ruangan yang butuh sekali tanaman, yakni dapur. Area yang digunakan untuk memasak ini bisa menjadi tempat yang lebih sehat apabila diletakkan tanaman.

    Beberapa jenis tanaman ada yang bisa menyerap kelembapan dan menyaring udara menjadi lebih bersih. Alhasil dapur tidak akan mudah lembap dan tidak muncul banyak noda jamur yang bisa berbahaya bagi pernapasan manusia.


    Selain itu, tanaman merupakan penghasil oksigen sehingga baik bagi penghuni rumah. Jika dapur sering terasa panas, tanaman bisa menjaga ruangan tersebut tetap sejuk.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa tanaman yang cocok diletakkan di dapur.

    1. Pothos

    Ilustrasi pothosIlustrasi pothos Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

    Pilihan tanaman yang pas untuk dapur yang kecil dan tidak bisa ada banyak barang dipajang di area memasak adalah pothos. Tanaman hias satu ini tidak memiliki bunga, hanya daun-daun hijau yang mungil. Tanaman ini terlihat indah karena batangnya yang bisa memanjang karena termasuk tanaman rambat.

    Untuk memajang tanaman ini bisa dengan digantung atau diletakkan di dinding. Jadi tidak akan menghabiskan banyak tempat di dapur. Pothos atau Epipremnum aureum juga salah satu tanaman hias yang paling mudah dirawat karena tidak butuh banyak cahaya dan dapat tetap tumbuh meski jarang disiram.

    Dalam feng shui, tanaman ini dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan. Secara ilmiah, manfaatnya dapat menyaring racun di udara dan menyerap kelembapan.

    2. Spider Plant

    cat playing in spider plantIlustrasi spider plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant (Chlorophytum comosum) merupakan tanaman hias yang paling mudah dirawat. Tanaman ini juga bisa digantung, bisa berbunga, dan di ruangan yang tidak ada sinar matahari karena tanaman ini tidak bisa terkena sinar matahari langsung.

    Tanaman dengan bentuk daun memanjang dan ramping ini disebut dapat menyaring polutan di udara dan menyerap kelembapan.

    3. Lidah Mertua

    Ilustrasi lidah mertuaIlustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Tanaman lidah mertua pasti sudah tidak asing lagi di Indonesia karena tanaman ini memang mudah tumbuh di dalam dan luar ruangan. Tanaman ini juga mudah dirawat tanpa perlu sering disiram.

    Jika diletakkan di dapur, tanaman ini dapat menyerap bau, polutan hingga memperindah tampilan dapur. Untuk meletakkan tanaman ini di dalam rumah, umumnya memakai pot dan diletakkan di tempat yang datar.

    4. ZZ Plant

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Tanaman ZZ Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Mungkin sebagian orang merasa nama tanaman ini agak sedikit aneh. Namun, tanaman yang memiliki nama ilmiah Zamioculcas zamiifolia ini punya segudang manfaat mulai dari membersihkan udara dari polutan dan racun hingga mengurangi kelembapan pada ruangan. Sebagai catatan, tanaman ini jangan sampai digapai oleh hewan peliharaan karena bisa menjadi racun bagi mereka.

    Sama seperti lidah mertua, ZZ Plant kebanyakan juga ditempatkan di pot dan diletakkan di area yang terlihat.

    5. Sukulen

    House indoor plants collection. Succulent and cactus in different pots on white backgroundSukulen. Foto: Getty Images/Zakharova_Natalia

    Jika penghuni rumah mencari tanaman yang kecil dengan bentuk menarik, coba pilih sukulen. Tanaman ini ukurannya seperti kaktus kecil dan memiliki daun yang keras dan kaku. Selain itu, ada berbagai macam sukulen yang bisa dipilih.

    Selain itu manfaatnya nggak main-main, mulai dari bisa melepas banyak oksigen di malam hari, membuat ruangan tidak lembap, dan membersihkan racun dari udara.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa diletakkan di dapur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Cara Aman Bikin Ruangan Lembap biar Nggak Berjamur


    Jakarta

    Ruangan yang terlalu lembap bisa membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman. Kondisi ruangan seperti ini akan mempengaruhi suasana ruangan hingga kesehatan penghuni rumah.

    Apalagi ruangan dengan kelembapan tinggi menjadi tempat favorit untuk pertumbuhan jamur. Alhasil, spora jamur banyak beredar di udara, sehingga akan terhirup dan menjadi alergen atau iritan pada tubuh manusia.

    Hal ini cukup membahayakan karena berisiko mengiritasi paru-paru, hidung dan tenggorokan. Oleh karena itu, sebaiknya segera mengatasi udara yang terlalu lembap pada ruangan.


    Melansir dari Courtina, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi udara lembap. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

    1. Menambah Ventilasi

    Ventilasi tambahan akan membuat udara dapat bersirkulasi dengan baik. Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang tepat dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, jangan memasang terlalu banyak ventilasi karena tidak baik untuk kondisi ruangan.

    2. Meletakkan Silica Gel di Sudut Ruangan

    Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Kamu bisa meletakkan silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang paling lembap. Cara ini menjadi alternatif yang bagus karena harga silica gel yang ekonomis.

    3. Gunakan Cat Dinding Anti Lembap

    Ada cat dinding di pasaran dengan inovasi yang mampu mencegah kelembapan. Tak hanya mempercantik rumah, cat ini membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada area dinding.

    4. Meletakkan Tanaman Penyerap Kelembapan

    Beberapa jenis tanaman bisa membantu menyerap kelembapan kalau diletakan di dalam ruangan. Beberapa tanaman yang terbukti ampuh untuk mengurangi kelembapan antara lain ivy, chamomile dan sepatu filum. Pori-pori, akar, dan daun dari tanaman tersebut akan menyerap polutan dan juga mengendalikan kelembapan pada ruangan tersebut.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Kamu juga bisa menggunakan dehumidifier, yakni sebuah alat yang mengurangi kelembapan pada ruangan. Alat elektronik ini menghilangkan kelembapan dengan menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan udara lebih sehat bagi penghuni rumah.

    Demikian cara mengatasi kelembapan udara untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Hal yang Bikin Dinding Lembap dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Dinding lembap adalah masalah yang sangat umum dihadapi oleh para pemilik rumah, terutama selama musim hujan. Masalah dinding lembap ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika tidak dicegah, rembesan air akan merusak tembok dan menyebabkan banyak masalah, seperti kebocoran, cat terkelupas, retak, bahkan jamur dan lumut. Maka dari itu, kelembapan di dinding harus dicegah dan segera diatasi.

    Tapi, ternyata tidak semua masalah kelembapan di dinding itu sama. Ada beberapa jenis masalah kelembapan pada dinding rumah, lembab akibat rembesan air, lembab akibat air tanah, dan juga lembab akibat kondensasi. Semua masalah ini disebabkan oleh hal yang berbeda, jadi penanganannya juga berbeda.

    Melansir dari laman Ultra Techcement, berikut adalah jenis-jenis kelembaban dinding dan cara mengatasinya dengan tepat.


    Jenis-jenis kelembapan di dinding

    1. Kelembapan Rembesan Air

    Air yang merembes melalui dinding adalah maslaah kelembapan yang paling umum terjadi. Biasanya ini terjadi pada tembok kamar mandi.

    Penyebab

    Air memasuki dinding karena berbagai alasan, termasuk yang berikut :

    • Saluran air di atap rusak atau tersumbat.
    • Batu bata sudah dalam kondisi buruk sehingga tidak bisa menahan air
    • Dinding luar retak
    • Celah di kusen jendela dan pintu
    • Genteng rusak atau bocor

    Cara Mengatasinya

    Kamu harus mengidentifikasi penyebab kelembaban dan mengatasi masing-masing penyebabnya secara terpisah untuk mengatasinya:

    • Memperbaiki dan membersihkan selokan yang rusak
    • Ganti dan perbaiki genteng yang bocor atau rusak
    • Menambal dinding, kusen pintu, dan jendela
    • Perbaiki pipa yang rusak
    • Ganti batu bata dengan bahan anti air, atau cat di atasnya.

    2. Kelembapan Air tanah

    Air dari tanah bisa naik ke dalam rumah dan menyebabkan kelembaban meningkat. Ini adalah masalah struktural pada bangunan, terutama terkait dengan lapisan atau membran tahan lembab. Kursus damp-proof adalah lapisan tahan air yang dipasang pada dinding bangunan di dekat tanah untuk menghentikan naiknya kelembaban. Biasanya, ini adalah strip horizontal yang dibangun di dinding setidaknya 15 cm di atas permukaan tanah, dan terbuat dari plastik atau aspal.

    Untuk melindungi rumah dari naiknya air tanah, lembaran tahan air yang disebut membran tahan lembab dipasang di bawah lantai beton. Kelembaban yang meningkat terjadi ketika lapisan dan membran anti lembab tidak berfungsi dengan baik atau rumah tersebut tidak memasang lapisan ini.

    Cara Mengatasinya

    Untuk memperbaiki masalah kelembapan yang satu ini, kamu butuh seorang profesional. Pertama, pastikan rumah kamu memiliki lapisan atau membran anti lembab. Jika ingin tahu, konsultasikan dengan ahli. Permukaan tanah yang tinggi juga bisa menjadi masalah karena air bisa meresap ke dinding.

    Lapisan anti lembab harus berada 15 cm di atas permukaan tanah; jika tanah terlalu tinggi, gali tanah di sekitar dinding sampai di bawah lapisan tersebut. Untuk melindungi dinding dari kelembaban, kamu juga bisa melapisinya dengan aspal.

    3. Kembapan Kondensasi

    Kelembaban yang diakibatkan oleh udara yang mengembun di dinding, mengakibatkan kelembaban kondensasi. Ketika udara hangat dan lembab bersentuhan dengan permukaan yang dingin, seperti dinding, udara tidak bisa menahan kelembaban, yang mengakibatkan tetesan air muncul dan menyebabkan lembap berlebih. Hal ini juga bisa disebabkan karena ventilasi yang buruk juga di rumah.

    Cara mengatasinya

    • Menggunakan kaca ganda (agak mahal)
    • Menggunakan dehumidifier.
    • Membuka jendela dan menambahkan ventilasi udara dan kipas angin
    • Menyeka jendela dan area yang berenbun dengan kain untuk membersihkannya

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Langkah Mudah Keringkan Karpet Basah dan Lembap Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Mengeringkan karpet bisa sedikit merepotkan, apalagi kalau sedang musim hujan atau kurang pancaran sinar matahari. Namun, tahukah kamu kalau soda kue bisa dipakai untuk mengeringkan karpet?

    Ya, kamu dapat menggunakan soda kue sebagai salah satu langkah mengeringkan karpet. Daripada membiarkan karpet basah atau lembap terlalu lama, percepat prosesnya dengan soda kue saja!

    Sebab, karpet yang basah atau lembap merupakan tempat yang ideal untuk tumbuh kuman dan kotoran menempel. Bahkan, karpet yang tidak kering dengan sempurna bisa mengeluarkan bau yang tidak sedap.


    Lalu, bagaimana cara mengeringkan karpet menggunakan soda kue? Yuk, simak trik berikut seperti yang dikutip dari Hunker, Senin (8/7/2024).

    Cara Mengeringkan Karpet

    1. Jalankan Alat Penyedot Debu

    Langkah pertama untuk mengeringkan karpet, kamu dapat menyalakan penyedot debu atau vacuum cleaner. Lalu, jalankan di atas area karpet yang basah atau lembap.

    Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan air sebanyak mungkin. Lakukan sampai air terbuang sebanyak mungkin hingga kelebihan air tidak muncul saat kamu menekan karpet.

    2. Taburkan Soda Kue

    Ini kuncinya, kamu perlu menaburkan soda kue pada permukaan karpet yang basah dan lembap sebanyak mungkin. Jumlah soda kue tergantung pada ukuran karpet, kamu bisa memerlukan lebih dari satu kaleng soda kue.

    Setelah itu, diamkan soda kue selama beberapa jam hingga 24 jam agar cukup waktu untuk menyerap sisa kelembapan serta bau dari karpet. Jika dirasa sudah kering dan baunya berkurang, langkah selanjutnya adalah menyedot soda kue yang tersisa dari karpet menggunakan penyedot debu.

    3. Pakai Kipas Angin

    Terakhir, gunakan kipas angin besar atau pemanas ruangan untuk membantu mengeringkan karpet lebih cepat. Pastikan karpet mengering dengan sempurna agar tidak meninggalkan bau yang tak sedap setelah kering.

    Demikian langkah-langkah mengeringkan karpet basah dan lembap pakai soda kue. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia Alasan Kaki Seribu Masuk Rumah dan Cara Membasminya Secara Alami


    Jakarta

    Keberadaan kaki seribu di dalam rumah terkadang cukup meresahkan. Selain merupakan hama, hewan ini juga cukup ditakuti beberapa orang.

    Bagi kamu yang tidak suka kaki seribu, perlu tahu alasan hewan ini masuk rumah. Lalu, lakukan langkah-langkah pencegahan biar kaki seribu enggan masuk rumah.

    Lantas, kenapa kaki seribu masuk ke dalam rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    1. Rumah Lembap

    Melansir dari Forbes Home, Senin (5/8/2024), kaki seribu menyukai dan membutuhkan tempat yang lembab untuk hidup. Oleh karena itu, kamu bisa ‘mengeringkan’ atau menjaga kelembaban bagian-bagian rumah, termasuk kamar mandi untuk mencegah masuknya kaki seribu.

    Kamu bisa menyalakan dehumidifier untuk menghilangkan kelembaban dalam rumah, sehingga membuat kaki seribu enggan memasukinya.

    2. Ada Tanaman Membusuk

    Selain itu, kaki seribu adalah hewan pemakan bahan organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit). Jadi, kalian sebaiknya menghilangkan rerumputan yang sudah membusuk atau lapisan kompos.

    3. Ada Celah di Rumah

    Di sisi lain, kalian juga harus mengecek retakan atau celah pada fondasi bangunan maupun jarak bawah pintu yang memungkinkan kaki seribu masuk ke dalam rumah. Perbaiki saluran air di rumah yang memungkinkan kaki seribu masuk, serta jangan terlalu banyak menyiram tanaman di taman.

    Supaya kaki seribu tidak masuk rumah, pastikan untuk menutup segala celah. Perhatikan fondasi di sekitar rumah, termasuk engsel pintu dan jendela apakah ada celah atau tidak. Kalian dapat menggunakan sealant untuk menyegelnya.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Untuk membasmi kaki seribu, semprotkan cuka putih, minyak tea tree, atau minyak peppermint. Campuran sedikit tea tree oil atau peppermint oil dengan air dan semprotkan ke sekitar retakan atau celah atau tempat ditemukannya kaki seribu. Semprotan tersebut aman digunakan oleh manusia, namun beracun bagi kaki seribu.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Lembap Bisa Bikin Rumah Rusak, Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Dinding rumah sewaktu-waktu bisa lembap, terutama saat musim hujan. Meski terkesan sepele, ternyata dinding lembap bisa bikin rumah kamu rusak, lho.

    Dampaknya mulai dari cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin gegara dinding lembap. Sangat merepotkan bukan?

    Biar dinding rumah kamu nggak lembap, kenali lebih lanjut dampak, penyebab, dan cara cegahnya berikut ini, dikutip dari Livspace, Jumat (9/8/2024).


    Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

    1. Rusaknya Struktur Rumah

    Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

    2. Kayu Membusuk

    Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

    3. Cat Dinding Terkelupas

    Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

    Penyebab Dinding Bisa Lembap

    Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.

    • Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding
    • Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan atap yang miring dapat menampung air yang meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan
    • Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap
    • Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi
    • Pipa talang air yang bocor
    • Terdapat kebocoran atap

    Cara Mencegah Dinding Lembap

    1. Periksa Retakan pada Dinding

    Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

    Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

    2. Buat Dinding dan Atap Rumah jadi Tahan Air

    Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

    Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

    Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

    Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Dapur di Rumah Lembap dan Panas? Bisa Jadi Ini 4 Penyebabnya


    Jakarta

    Dapur adalah salah satu tempat yang paling lembap di rumah karena saat memasak pasti menimbulkan panas dan ada air yang menguap. Selain itu, di dapur juga terdapat wastafel listrik, pasti ada cipratan air yang mengenai benda sekelilingnya. Rata-rata ukuran dapur di Indonesia juga tidak begitu besar. Faktor ini yang membuat dapur mudah panas dan lembap.

    Jika kamu berpikir, kebersihan dapur adalah faktor penting untuk mengatasi kondisi ini, benar tetapi tidak cukup. Dapur memang harus higienis dan nyaman saat digunakan. Namun, apa jika masalahnya adalah lembap dan panas bisa dirasakan bahkan saat tidak digunakan. Sebab, panas disebabkan karena udara panas terperangkap di dalam ruangan. Sementara kelembapan disebabkan oleh suhu, tekanan udara, pergerakan angin, kuantitas dan kualitas penyinaran yang tidak seimbang pada sebuah ruangan.

    Apabila dibiarkan, kondisi dapur yang panas dan lembap dapat berbahaya bagi kesehatan. Kamu juga jadi tidak nyaman saat masak karena terasa sesak dan panas. Dilansir dari Europe Enchanting, Minggu, (11/8/2024), berikut beberapa penyebab dapur panas dan lembap dan cara mengatasinya.


    1. Ventilasi Udara

    Selain menjaga kebersihan, dapur juga perlu dilengkapi dengan ventilasi udara. Tanpa ada ventilasi udara di dapur, dampaknya adalah jamur akan tumbuh dengan subur karena udara yang terperangkap di dalam dapur. Selain itu, dapur yang sudah ditumbuhi banyak jamur di dinding atau plafon dapat memicu alergi seperti reaksi gatal-gatal pada kulit, dan napas jadi sesak.

    Untuk mengatasinya kamu bisa gunakan kipas angin dan AC untuk memperlancar sirkulasi udara. AC akan menghisap udara di dalam ruangan dan membuangnya keluar lewat mesin belakang. Bisa pula menggunakan ventilasi alami contohnya seperti jendela yang bisa dibuka tutup atau celah lubang di mana udara dari luar bisa lewat.

    2. Curah Hujan

    Faktor luar yang menjadi penyebab dapur panas dan lembap adalah hujan. Suhu di luar akan menurun dan lebih dingin serta kandungan air di udara jadi lebih tinggi. Apabila bagian dapur terdapat pintu area belakang, ini dapat menyebabkan udara dingin tersebut mudah masuk ke area dapur.

    Untuk menjaga dapur tetap kering, Kamu bisa pilih untuk menggunakan cat tahan air pada dinding rumah bagian luar. Pastikan cat tersebut tahan terhadap jamur, lumut, dan bisa mencegah air hujan meresap ke dalam dinding.

    Kamu juga perlu melakukan waterproofing pada atap rumah, supaya air hujan tidak merembes masuk melalui atap. Dengan mengantisipasi dampak dari musim hujan, Kamu bisa mengurangi dan bahkan menghindari kemungkinan terciptanya dapur yang lembap karena air hujan.

    3. Lantai Tidak Tahan Air

    Selain dari bagian atas rumah, lantai juga bisa menjadi penyebab dapur lembap. Kalau lapisan adukan pada lantai tidak kedap air, air tanah bisa naik dan merembes ke lantai. Solusinya dengan membongkar lantai sampai ke dasar fondasinya. Hal ini dilakukan hanya jika kondisi lantai sudah sangat buruk. Kamu bisa menuangkan pasir tebal ke dasar fondasi dan lapisi dengan plastik.

    4. Kamar Mandi

    Jika dapur berada dekat dengan kamar mandi, kamu perlu curiga panas dan lembap di dapur bisa disebabkan karena hal ini. Sebab, kondisi kamar mandi yang sering terpapar air dan kamar mandi jarang kering serta minim ventilasi udara, mempengaruhi kelembapan sekitar.

    Cara praktis untuk mengatasinya salah satunya seperti memasang exhaust fan. Exhaust fan adalah kipas angin yang dirancang untuk mengeluarkan udara dari dalam ruangan ke luar rumah. Kamu juga bisa menaruh kapur barus atau kamper untuk mengurangi kelembapan pada kamar mandi.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Penyebab Banyak Lintah Bermunculan di Rumah?


    Jakarta

    Kamu bisa jadi sering melihat lintah ada di sekitar rumah atau bahkan ada sampai masuk rumah kalian ketika musim hujan tiba.

    Hewan penghisap darah satu ini menyukai tempat yang lembap untuk bertahan hidup, seperti kamar mandi.

    Tentu kemunculan lintah rumah membuat penghuni rumah khawatir dihisap darahnya. Meskipun ada beberapa pengobatan alami menggunakan lintah. Namun, biasanya yang digunakan bukanlah lintah liar.


    Lalu, bagaimana cara mengusir dan mencegah lintah dari rumah? Mari simak ulasan lengkap berikut.

    Penyebab Banyaknya Lintah

    Sebelum menjelaskan tentang cara mengusir lintah, maka sebelumnya kamu harus tahu tentang penyebab munculnya lintah itu sendiri. Karena usaha akan sia-sia jika sudah berhasil mengusir atau membasmi nya namun lintah masih kembali lagi ke rumah.

    Melansir dari Kicaumania, berikut beberapa penyebab mengapa lintah muncul dalam jumlah banyak apalagi saat musim hujan.

    Rumah Berlokasi Dekat dengan Tempat Lembap

    Rumah yang dekat dengan tempat lembap seperti got atau saluran pembuangan lembap yang tentunya akan banyak lintah hidup disekitarnya.

    Rumah yang memiliki peluang banyaknya lintah di dalamnya salah satunya rumah yang dekat dengan sungai, rawa, selokan, lingkungan rumah banyak pohon sehingga lokasi rumah menjadi lembap.

    Pasca Hujan Lebat dan Banjir

    Saat hujan lebat tiba kemudian disusul banjir otomatis lintah akan terbawa arus banjir. Lalu, lintah akan menempel pada rumah yang diakibatkan oleh terbawa arus ketika banjir dan tinggal di rumah.

    Kamar Mandi Sangat Lembap

    Kamar mandi menjadikan tempat favorit bagi lintah untuk tinggal sebab memiliki udara yang lembap. Lintah biasanya masuk ke dalam kamar mandi melewati saluran air atau sela-sela kamar mandi.

    Cara Mengusir Lintah dari Rumah

    Mengutip dari situs How to Repel, kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut untuk mengusir lintah dari rumah. Berikut beberapa diantaranya.

    Membasmi Tempat yang Berpotensi Jadi Sarang Lintah

    Lintah menyukai lingkungan yang lembap seperti dekat genangan air, selokan atau kolam dekat rumah. Pastikan kamu membersihkan halaman secara teratur dan buang tumpukan daun atau ranting kering. Karena lintah suka tinggal pada tumpukan daun yang berserakan. Selanjutnya, lintah suka tinggal pada rumput yang tinggi. Jadi, pastikan kamu memangkas rumput secara rutin. Barang bekas yang dibiarkan berserakan seperti kaleng cat, ban bekas, dan furnitur lainnya.

    Menggunakan Bahan Alami untuk Mengusir Lintah

    Ada beberapa bahan alami yang terbukti ampuh untuk mengusir lintah dari rumah. Berikut beberapa diantaranya.

    Bawang putih dan Cengkeh

    Kamu bisa gunakan beberapa siung bawang putih, lalu hancurkan bersama cengkeh. Lalu, sebarkan di area yang lembap dimana lintah sering terlihat.

    Jus lemon

    Kamu dapat membelah lemon, setelah itu peras dan campurkan dengan air. Semprotkan campuran bahan tersebut pada tanaman dan dinding.

    Minyak Atsiri

    Campurkan minyak atsiri dengan air secukupnya lalu semprotkan di sekitar rumah dan kebun.

    Garam

    Untuk garam sangat mudah, kamu cukup taburkan di sekeliling rumah yang sering dijumpai lintah.

    Demikian cara ampuh untuk mengusir lintah dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia Tempat Persembunyian, Akses, dan Penarik Cicak Masuk Rumah


    Jakarta

    Cicak adalah sejenis reptil kecil yang sering ditemukan berkeliaran di dalam rumah. Meski tidak berbahaya, hewan ini cukup mengganggu penghuni rumah.

    Sebagian orang mungkin merasa risih dengan cicak di rumah karena kerap buang kotoran sembarangan. Lalu, cicak terkadang mencuri atau ‘mencicipi’ makanan yang dibiarkan terbuka di rumah. Selain itu, ada juga orang yang geli dan takut bila melihat cicak.

    Nah, kalau mau rumah bebas cicak, kamu harus tahu tempat persembunyian, akses, dan penarik cicak masuk rumah. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari PestClinic, Senin (19/8/2024).


    Akses Masuk Cicak ke Rumah

    Cicak masuk ke dalam rumah melalui bukaan di rumah, baik pintu maupun jendela. Bahkan, celah dan lubang kecil bisa menjadi akses bagi cicak untuk masuk rumah. Mereka suka menyelinap ke celah-celah kecil di ambang jendela, dinding, pintu, dan bukaan lainnya.

    Penarik Cicak Masuk Rumah

    1. Lokasi Lembap

    Rumah di negara dengan iklim hangat dan lembap rentan dimasuki cicak. Hewan ini juga menyukai genangan air, termasuk kolam taman, pipa bocor, dan sumber kelembapan lainnya.

    2. Buah-buahan

    Membiarkan buah-buahan atau makanan yang terbuka di dapur akan menarik perhatian serangga yang merupakan salah satu sumber makanan utama cicak.

    3. Kotoran dan Barang Berserakan

    Remah makanan yang bercecer di mana-mana dan barang berserakan yang dapat dimakannya dapat menjadi tempat persembunyian yang juga dapat menarik bagi cicak.

    4. Serangga

    Serangga merupakan sumber makanan utama cicak. Jika banyak serangga lain, seperti semut dan nyamuk. Kalau kamu menemukan banyak serangga di rumah, maka tidak heran kalau ada banyak cicak.

    Tempat Persembunyian Cicak di Rumah

    Kalau mau basmi cicak di rumah, kamu harus tahu di mana saja tempat persembunyian cicak di rumah. Berikut ini tempat cicak biasa berkeliaran di dalam rumah.

    • Di bawah tumpukan kertas, majalah, koran, dan barang rongsokan lainnya.
    • Di bagian belakang bingkai atau barang lain yang digantung atau dipasang di dinding.
    • Lemari, laci, lemari, dan kabinet yang jarang dibuka.
    • Di belakang perabot biasa menjadi tempat cicak bertelur dan melindungi diri dari predator.
    • Di bawah wastafel merupakan tempat yang cocok untuk berkembang biak karena lembap.
    • Ruang bawah tanah yang lembap dan berantakan juga tempat yang bagus untuk berkembang biak.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui soal cicak sebelum mengusirnya. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Agar Ruangan di Dalam Rumah Tidak Lembap


    Jakarta

    Beberapa ruangan di dalam rumah rentan mengalami lembap. Perlu diketahui, kelembapan udara yang tinggi pada ruangan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti alergi hingga kesulitan bernapas.

    Selain itu, ruangan yang terlalu lembap juga bisa menyebabkan kerusakan pada tembok, mulai dari cat yang terkelupas hingga muncul jamur. Terkadang, jamur yang tumbuh di tembok juga beracun, lho.

    Oleh sebab itu, jika terdapat ruangan di dalam rumah yang kelembapannya tinggi maka perlu diatasi secepatnya. Lantas, bagaimana cara agar ruangan tidak lembap? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Cara Agar Ruangan Tidak Lembap

    Ruangan di dalam rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuninya. Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara agar ruangan tidak lembap.

    Mengutip laman Courtina, berikut beberapa cara agar ruangan di dalam rumah tidak terlalu lembap:

    1. Menambah Ventilasi

    Cara yang pertama adalah dengan menambah ventilasi. Hal ini menyebabkan udara dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga mencegah ruangan terlalu lembap.

    Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang sesuai dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak memasang ventilasi karena juga tidak baik untuk kondisi ruangan.

    2. Membuka Jendela dan Pintu Rumah

    Agar ruangan tidak terlalu lembap, detikers juga perlu membuka jendela atau pintu rumah secara rutin di pagi hari. Langkah ini dilakukan agar matahari dapat masuk ke dalam rumah, sehingga udara yang masuk akan bergantian.

    Perlu diketahui, udara yang tidak mengalir bisa menyebabkan kondensasi, sehingga memicu kelembapan tinggi di dalam ruangan. Hal tersebut juga bisa menimbulkan jamur dan lumut di tembok.

    3. Meletakkan Silica Gel

    Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Agar ruangan di dalam rumah tidak lembap, kamu bisa meletakkan beberapa silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang dirasa paling lembap.

    Harga silica gel yang relatif murah bisa menjadi solusi alternatif bagi detikers yang ingin menghilangkan kelembapan.

    4. Pakai Cat Dinding Anti Lembap

    Langkah berikutnya adalah dengan menggunakan cat dinding anti lembap. Cat ini banyak dijual di toko-toko bangunan maupun toko online.

    Selain mempercantik rumah dengan warna cat yang bagus, penggunaan cat dinding anti lembap juga membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada bagian dinding.

    5. Meletakkan Tanaman yang Menyerap Lembap

    Untuk menghilangkan kelembapan tinggi di dalam ruangan, kamu bisa meletakkan tanaman yang berfungsi menyerap lembap. Beberapa tanaman yang ampuh untuk mengurangi kelembapan di antaranya tanaman ivy, chamomile, dan sepatu filum.

    Akar, daun, hingga pori-pori dari ketiga tanaman tersebut dapat menyerap polutan serta mengendalikan tingkat kelembapan di dalam ruangan.

    6. Menggunakan Dehumidifier

    Ada sebuah alat yang bisa mengurangi kelembapan pada ruangan, yaitu dehumidifier. Alat elektronik ini bisa menghilangkan kelembapan dengan cara menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan ruangan lebih sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan.

    7. Memasang Hygrometer

    Cara selanjutnya adalah dengan memasang hygrometer di ruangan yang lembap. Alat ini dapat mengetahui tingkat kelembapan pada suatu ruangan, sehingga lebih mudah untuk mengontrol dan menjaga agar tingkat kelembapan berada di batas normal, yakni sekitar 40-60%.

    Dengan memasang hygrometer, detikers juga lebih hemat biaya karena bisa mengontrol penggunaan dehumidifier, AC, atau alat pemanas sesuai kebutuhan.

    8. Menyalakan Kipas Angin di Area Lembap

    Jika kamu tidak memiliki dehumidifier di rumah, solusi alternatifnya adalah dengan memanfaatkan kipas angin. Alat ini bisa digunakan untuk mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

    Caranya cukup mudah, yakni dengan mengarahkan kipas angin ke arah luar rumah untuk membuang udara lembap yang terperangkap di dalam ruangan.

    Itu tadi delapan cara agar ruangan tidak lembap. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com