Tag: liat

  • Keramik vs PVC, Mana yang Lebih Cocok buat Lantai Kamar Tidur?



    Jakarta

    Pemilihan material lantai di kamar tidur sama pentingnya seperti memilih perabotan. Sebab, material lantai bisa mempengaruhi tampilan dan suasana kamar.
    Jenis material lantai yang digunakan untuk kamar tidur cukup banyak, tetapi saat ini terdapat 2 jenis yang paling banyak dipakai yakni keramik dan PVC.

    Sebagai informasi, berdasarkan catatan detikcom, keramik adalah pelapis lantai yang bagian permukaannya dilapisi glasir yang tahan aus untuk menanggung tekanan dan gesekan. Keramik terbuat dari tanah liat (kaolin) yang dibakar dalam suhu 600℃ hingga lebih dari 1.300℃.

    Sementara, PVC adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride. PVC juga bisa menjadi bahan untuk membuat pelapis lantai yang sering disebut dengan vinyl. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan.


    Material satu ini menyerupai dari segi tekstur dan tampilan. Namun, tentu ketahanannya jauh berbeda dengan kayu sungguhan. PVC banyak dipilih karena tampilannya, harganya yang jauh lebih murah daripada kayu sungguhan, serta pemasangannya yang lebih mudah dari kayu.

    Di antara kedua material ini, mana yang lebih cocok untuk kamar tidur?

    Menurut arsitek Denny Setiawan, cocok atau tidaknya suatu material tergantung pada kebutuhan masing-masing. Sebab, keramik dan PVC memberikan dua kesan yang berbeda.

    Penggunaan PVC pada lantai dapat memberikan kesan hangat pada kamar tidur. Namun, pada kenyataannya PVC tidak benar-benar membuat lantai hangat karena bukan kayu sungguhan.

    “Memang elemen kayu akan memberikan rasa lebih hangat terhadap ruangan, tapi sebenernya paling ideal kalau mau, pake kayu yang beneran, bukan yang tiruan kayu,” katanya saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Sementara itu, jika memakai keramik, lantai kamar akan terasa dingin dan tidak akan panas karena material ini sebagai isolator termal atau penghalang panas.

    “Tapi keramik atau marmer itu memberikan kesan dingin justru. Nah beda orang, beda kebutuhan. Untuk mereka yang ingin rumahnya rasanya lebih dingin karena Jakarta kan udah panas banget, mereka akan menggunakan marmer atau keramik,” jelasnya.

    Denny juga menyampaikan, apabila ingin menggunakan PVC pada lantai, material satu ini rentan sekali muncul goresan apabila terkena benda tajam. Sementara material seperti keramik dan batu-batuan alam seperti marmer lebih tahan terhadap goresan sehingga permukaannya tidak mudah rusak.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Bata Merah Terbaru 2025 Sesuai Ukuran


    Jakarta

    Bata merah merupakan salah satu material bangunan yang banyak dipilih masyarakat. Sebab, bata merah punya harga yang lebih murah dibandingkan material sejenisnya, seperti bata ringan dan batako.

    Sebagai informasi, bata merah terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama. Setelah itu, bata merah dibakar pada suhu tinggi.

    Jika ingin menggunakan bata merah untuk dinding rumah, sebaiknya ketahui dulu harganya di pasaran. Sebab, harga bata merah bisa berbeda-beda tergantung dari kualitas dan lokasi penjualan.


    Kisaran Harga Bata Merah Terbaru 2025

    Sebelum membelinya di toko bangunan, detikers perlu mengetahui bata merah yang punya kualitas baik. Biasanya, bata merah berkualitas punya ukuran yang konsisten, tidak ada lubang, tidak mudah pecah atau retak, serta warnanya merata.

    Selain dibedakan dari segi kualitas, harga bata merah juga berbeda tergantung ukuran. Bata merah umumnya dibeli dalam hitungan satuan, tapi ada juga per paket yang isinya mulai dari 100-1.000 buah batu bata.

    Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Selasa (24/6/2025), berikut harga bata merah yang ditemukan pada sejumlah toko bangunan online:

    Bata Merah Eceran

    • Bata merah press 16,5 x 7,5 x 5 cm: Rp 500/buah
    • Bata merah jumbo super 20 x 10 x 5 cm: Rp 1.150/buah
    • Bata merah Eka Sakti 20 x 10 x 5 cm: Rp 1.000/buah.

    Bata Merah Paket

    • Bata merah press Garut 20 x 10 x 15 cm: Rp 850.000/1.000 buah
    • Bata merah press Garut 20 x 10 x 15 cm: Rp 5.250.000/7.000 buah
    • Bata merah jumbo 27,5 x 13,5 x 7,5 cm: RP 4.075.000/2.000 buah
    • Bata merah jumbo 27,5 x 13,5 x 7,5 cm: RP 2.112.000/1.000 buah
    • Bata merah jumbo 27,5 x 13,5 x 7,5 cm: RP 365.000/150 buah
    • Bata merah jumbo 27,5 x 13,5 x 7,5 cm: RP 245.000/100 buah
    • Bata merah press super kering 19 x 9,5 x 4 cm: Rp 4.620.000/10.000 buah.

    Kelebihan dan Kekurangan Bata Merah

    Harganya yang murah jadi salah satu keunggulan dari bata merah. Meski begitu, material ini juga punya sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan sebelum membelinya.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut sejumlah kelebihan dan kekurangan dari bata merah:

    Kelebihan

    • Tahan lama
    • Dapat menahan panas
    • Estetik untuk desain tradisional dan modern
    • Ramah lingkungan.

    Kekurangan

    • Bobotnya cukup berat
    • Mudah menyerap air
    • Membutuhkan banyak waktu untuk pemasangannya
    • Fluktuasi suhu udara bisa sebabkan terjadinya keretakan.

    Demikian kisaran harga bata merah terbaru 2025 sesuai ukuran serta kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan Taruh Barang di Atas Kloset Duduk, Segini Batasannya



    Jakarta

    Kloset duduk merupakan alat sanitasi yang didesain memiliki tangki air dan area untuk duduk. Selain itu, pada bagian lubangnya juga bisa ditutup sehingga ketika menyiram, tidak ada air yang terciprat dan bau bisa ditutup sementara.

    Salah satu kebiasaan yang mungkin sebagian orang lakukan adalah meletakkan benda-benda di atas tangki air dan penutup kloset duduk. Baik itu sifatnya sementara, maupun memang menjadi kloset sebagai tempat penyimpanan tambahan di kamar mandi. Kira-kira kebiasaan seperti ini sebenarnya boleh nggak sih atau sebenarnya dapat berdampak pada kloset?

    Menurut Sales Merchandiser PT Trilliun Prima Sukses Ugih tidak masalah meletakkan beberapa benda di atas tangki air dan tutup lubang kloset. Selama benda tersebut ringan, seperti pakaian, botol sabun, botol sampo, dan benda lainnya yang ringan.


    Sebab, kloset duduk saat ini terbuat dari keramik tanah liat. Untuk badan klosetnya sendiri bisa menahan beban hingga 100 kg. Namun, untuk bagian penutup itu terbuat dari plastik berbahan Polyvinyl Chloride (PVC). Bagian ini tentu tidak sekuat badan dari kloset tersebut sehingga tidak bisa menahan beban hingga 100 kg.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Sales Consultant PT Surya Pertiwi Tbk (TOTO) Muhammad Dhika yang mengungkapkan tidak masalah jika di atas kloset diletakkan beberapa benda seperti botol sabun dan sampo.

    “Kalau untuk body, dia maksimal di 80-100 kg, kalau ini (tangki) 20 kg, maksimal ya,” ujar Dhika saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Setiap produsen memakai jenis bahan dan bentuk toilet yang berbeda. Namun, saat ini rata-rata material yang digunakan untuk kloset duduk masih sama, yakni body terbuat dari keramik tanah liat dan penutup dari PVC.

    “(Body-nya dari keramik bukan sih?) Iya, keramik tanah liat. PVC tapi di atasnya lagi,” katanya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Jenis Ubin buat Lantai Rumah, Mana yang Paling Kuat?



    Jakarta

    Lantai adalah permukaan yang terekspos di dasar bangunan bangunan. Bagian ini biasanya dilapisi dengan ubin agar permukaan lebih kuat, estetik, dan bersih.

    Kontraktor sekaligus CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat mengatakan penghuni rumah tentu menginginkan lantainya rata dan keras. Nah, ada berbagai jenis material ubin buat melapisi lantai yang bisa dipilih sesuai dengan konsep arsitektur rumah.

    “Lantai rumah itu nanti akan terpengaruh sama tingkat kekuatan, tingkat kerataan, ke-level-an. Kan penginnya rata itu ya kalau pakai ubin, pakai keramik, pakai marmer itu maunya rata dan tingkat kekuatan keras,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Senin (7/7/2025).


    Apa saja jenis-jenis ubin lantai untuk rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Ubin Lantai

    Inilah beberapa jenis ubin yang dapat digunakan buat lantai rumah.

    1. Kayu

    Salah satu jenis material untuk melapisi lantai adalah kayu. Ubin kayu dapat memiliki beragam motif alami dan bisa disesuaikan bentuknya.

    Kelebihan

    • Warnanya alami
    • Tekstur lembut
    • Mudah dibentuk
    • Meredam panas

    Kekurangan

    • Tidak tahan cuaca
    • Tidak tahan rayap

    2. Keramik

    Ubin keramik sering digunakan di rumah. Ubin ini terbuat dari tanah liat yang melewati proses pembakaran.

    Kelebihan

    • Keras
    • Kuat terhadap benturan
    • Relatif murah

    Kekurangan

    • Memantulkan panas
    • Bentuk sesuai pabrik tidak dapat diubah

    3. Marmer

    Ubin marmer terbuat dari bongkahan batu alam dengan motif serat alami. Ubin ini sering digunakan di rumah-rumah mewah.

    Kelebihan

    • Adem
    • Tampilan estetik
    • Menyerap kelembapan

    Kekurangan

    • Sangat mahal
    • Pengerjaan sulit

    4. Granit

    Ubin granit mirip seperti marmer yang terbuat dari batu dan disertai motif. Namun, ubin ini terbuat dari batu granit.

    Kelebihan

    Kekurangan

    • Pemasangan sangat presisi
    • Harganya mahal

    Itulah informasi seputar jenis ubin lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Harga Satuan Genteng Keramik Terbaru 2025


    Jakarta

    Genteng merupakan salah satu material yang dipasang pada atap rumah. Saat ini ada berbagai macam jenis genteng, salah satunya adalah genteng keramik.

    Genteng keramik terbuat dari tanah liat dan kaolin yang dicampur dengan pasir kuarsa. Setelah proses pencampuran dan pencetakan selesai, kemudian dibakar dengan menggunakan suhu yang tinggi agar mengeras.

    Genteng keramik banyak dipilih orang karena punya kualitas baik. Genteng ini juga tidak menyerap panas, tahan terhadap api dan karat sehingga dapat digunakan untuk jangka waktu lama.


    Memasang genteng keramik juga membuat tampilan rumah jadi terlihat bagus dan estetis. Cocok untuk kamu yang mengusung model rumah minimalis atau modern.

    Sebelum membeli genteng keramik, sebaiknya ketahui dulu harga terbarunya di 2025. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kisaran Harga Genteng Keramik Terbaru 2025

    Sebagai informasi, harga genteng keramik bisa berbeda-beda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari merek dan kualitas genteng yang dipilih.

    Pada umumnya, genteng keramik dijual dalam hitungan per pieces (pcs). Untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan genteng untuk atap rumah, kamu dapat berdiskusi dengan kontraktor karena kebutuhan genteng per meter persegi dapat berbeda.

    Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Selasa (8/7/2025), berikut kisaran harga genteng keramik per pcs terbaru 2025:

    • Genteng keramik Kanmuri Espancia natural: Rp 10.150/pcs
    • Genteng keramik Kanmuri Milenio natural: Rp 10.800/pcs
    • Genteng keramik Kanmuri Milenio Medi grey: Rp 12.400/pcs
    • Genteng keramik Kanmuri full flat Onyx Black: Rp 15.500/pcs
    • Genteng keramik M Class natural: Rp 9.000/pcs
    • Genteng keramik M Class Mahogany: Rp 9.500/pcs
    • Genteng keramik KIA Topaz natural: Rp 10.000/pcs
    • Genteng keramik KIA Choco Brown: Rp 9.300/pcs
    • Genteng keramik KIA Opal Black: Rp 10.200/pcs

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

    Kelebihan dan Kekurangan Genteng Keramik

    Genteng keramik memang memiliki sejumlah keunggulan, seperti tidak menyerap panas. Meski begitu, ada beberapa kekurangan dari genteng keramik yang perlu diperhatikan.

    Berikut kelebihan dan kekurangan dari genteng keramik yang perlu diketahui:

    Kelebihan Genteng Keramik

    • Lebih ringan jika dibandingkan dengan genteng tanah liat
    • Memiliki refleksivitas tinggi sehingga hemat energi

    Kekurangan Genteng Keramik

    • Instalasi rumit
    • Harus sering dilakukan perawatan

    Demikian kisaran harga genteng keramik per pcs terbaru 2025. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jenis Rayap dan Cara Cegahnya Agar Tidak Masuk Rumah


    Jakarta

    Keberadaan rayap sering mengganggu rumah. Rayap biasanya menggerogoti bahan-bahan kayu seperti furniture kayu, kitchen set, bahkan struktur rumah seperti rangka dan fondasi berbahan kayu.

    Tak jarang rayap juga kerap membuat ‘istana’ bila kehadirannya tak segera dibasmi atau dicegah. Alhasil, perabotan kayu hingga struktur rumah bisa rusak karena serangga kecil ini.

    Ada beberapa jenis rayap yang kerap hidup dan ditemui di lingkungan rumah.
    Mengutip dari bhg.com, ada beberapa jenis rayap. Jenis rayap yang paling umum ada di perumahan adalah rayap bawah tanah, kayu kering, dan kayu lembab.


    Jenis-jenis rayap

    1. Rayap Tanah

    Rayap tanah adalah tipe rayap yang sangat invasif. Tipe ini tersebar luas di bawah tanah, dan memiliki daya kerusakan pada kayu paling tinggi dibandingkan rayap kayu kering dan rayap kayu lembab. Hal ini dikarenakan rayap bawah tanah memiliki rahang bergigi gergaji.

    Rayap ini biasanya berwarna kuning muda atau cokelat dengan sayap transparan. Rayap jenis ini biasa hidup di tanah, tumpukan kompos, dan kayu pondasi rumah. Biasanya mereka membuat jalur dari tanah liat sebagai akses jalan mereka dari tanah ke kayu tujuan mereka.

    2. Rayap kayu Kering

    Rayap ini selalu bergantung pada jalur tanah liat yang mereka buat untuk bergerak. tidak seperti rayap tanah yang bisa membuat jalur di bawah tanah.

    Rayap ini memiliki sayap yang besar dan biasanya mereka berwarna kuning tua hingga cokelat muda. Rayap kayu biasa bersarang di bangunan kayu dan umumnya ditemukan di daerah yang hangat, seperti di pesisir.

    3. Rayap Kayu Lembap

    Tipe Rayap ini lebih sering menyebabkan kerusakan pada struktur kayu di luar ruangan dibandingkan dengan di dalam ruangan, karena mereka lebih menyukai kayu lembap

    Rayap ini biasanya berwarna coklat muda sampai coklat tua atau bahkan coklat kemerahan. Rayap ini biasa bersarang pada kayu lembab, seperti di tumpukan kayu bakar, tiang pagar, tiang listrik, dan kayu yang rusak karena air.

    Nah, setelah kamu tahu tipe-tipenya, kamu bisa ikuti cara berikut ini untuk mencegahnya masuk ke dalam rumahmu.

    Cara Cegah Rayap Masuk ke Rumah

    1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

    Area lembap di rumah bisa membuat rayap tertarik untuk bersarang disitu. Selain itu, tempat yang lembap bisa membuat kayu mudah untuk disukai oleh rayap.

    Cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan area lembab di sekitar rumah adalah dengan memperbaiki kebocoran pipa, meratakan halaman sehingga tidak ada genangan air, dan memberikan saluran pada air AC yang menetes.

    2. Ganti Tanah Dengan Pasir

    Cara ini dilakukan untuk mencegah sebanyak mungkin kontak kayu dengan tanah. Rayap tidak dapat membuat jalur lumpur melalui pasir.

    3. Bersihkan Drainase/Selokan

    Membersihkan selokan penting dilakukan untuk memastikan sistem drainase yang baik. Jika selokan tersumbat,air yang berlebih dapat mengalir ke tepian dan menumpuk di dasar rumah, membuat tanah menjadi basah dan kayu menjadi lunak, sehingga menarik rayap untuk memangsanya.

    4. Gunakan Kayu Anti Rayap

    Ketika kamu membangun rumah, sebaiknya kamu pastikan bahwa kayu yang kamu gunakan itu tahan terhadap serangan rayap.

    5. Tutup Jalur Drainase dengan Jaring Besi

    Jalur drainase yang terbuka bisa menjadi tempat rayap masuk ke dalam rumah

    6. Simpan Kayu Jauh dari Rumah

    Bila kamu suka menyimpan kayu bakar, alangkah baiknya bila kamu menyimpannya jauh dari rumahmu

    7. Lakukan Pengecekan Rutin
    Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

    Itulah beberapa pengenalan dari tipe-tipe rayap dan cara mencegahnya masuk ke rumah. Semoga rumah kamu bebas dari rayap!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Genteng Tanah Liat Ada Kadaluarsanya, Ini Usia Pemakaiannya


    Jakarta

    Genteng menjadi pilihan jenis atap yang paling banyak dipakai karena dapat meredam panas dan membuat hunian jadi lebih adem.

    Keunggulan lain dari genteng adalah sifatnya yang kokoh, tidak mudah terbawa angin, dan tahan lama. Jenis genteng cukup banyak, salah satunya adalah genteng tanah liat.

    Jenis atap satu ini meskipun tahan lama memiliki usia pemakaian yang disarankan atau ada waktu kadaluarsanya, yakni 40-50 tahun. Usia pemakaian genteng tanah liat termasuk yang paling lama di antara jenis genteng yang lain. Genteng tanah liat bisa bertahan lebih lama apabila memiliki material yang berkualitas dan cara pemasangan yang tepat.


    Cara mengetahui kondisi atap rumah masih kokoh adalah jarang terlihat rembesan air hujan di rumah. Kebocoran hanya ditemukan pada saat hujan deras disertai angin.

    Usia pemakaian genteng bisa jadi lebih singkat apabila ditemukan banyak retakan dan pecahan pada permukaannya. Celah kecil tersebut bisa menjadi celah bagi air untuk menerobos ke dalam rumah. Apabila didiamkan biaya perbaikannya akan lebih mahal.

    Menurut kontraktor Wildan saat terjadi kebocoran area atap yang berisiko rusak dan perlu diganti bukan hanya genteng, melainkan plafon dan kerangka bajanya apabila memang memakai kerangka dari baja. Air membuat kerangka baja berkarat dan memicu pertumbuhan jamur pada plafon.

    Jadi untuk mencegah kerusakan fatal, pemilik rumah harus mengetahui tanda-tanda genteng tanah liat harus diganti. Dilansir Kin.com, berikut beberapa cirinya.

    1. Air, Cahaya Matahari, dan Hewan Masuk ke Dalam Rumah

    Hal paling mudah untuk mengetahui genteng tanah liat harus diganti adalah saat terjadi kebocoran. Air yang menetes dan merusak area plafon bisa merusak tampilan rumah dan memicu pertumbuhan jamur hitam atau black mold yang berbahaya bagi kesehatan.

    Saat area kebocoran semakin besar, cahaya matahari dapat menerobos ke dalam. Begitu pula dengan hewan-hewan seperti kelelawar, tikus, hingga musang. Jika hewan sudah hidup di atap rumah akan lebih sulit memperbaikinya. Selain itu, hewan-hewan tersebut juga bisa membuat suara yang mengganggu saat aktif.

    2. Atap Berlumut dan Berkarat

    Seperti yang disebut sebelumnya area atap yang sering terkena air hujan akan memicu pertumbuhan lumut karena permukaannya pasti lembap terkena hujan ke panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Capek Liat Rumah Berantakan Terus? Coba Trik Beberes Ala KonMari


    Jakarta

    Merapikan rumah adalah bentuk perhatian penghuni agar rumah lebih nyaman dan sehat untuk ditempati. Hal ini sebenarnya tidak sulit, tetapi banyak orang mengaku kesulitan merapikan rumahnya karena berbagai alasan.

    Jika detikers juga mengalami hal yang sama, ada tips yang dapat membantu ketika merapikan rumah, yakni dengan mengikuti metode KonMari yang dipopulerkan oleh Marie Kondo.

    Marie Kondo sendiri merupakan pakar decluttering yang terkenal berkat video-video tips dan bukunya yang membahas teknik merapikan rumah yang unik.


    Metode KonMari sudah banyak yang mencoba dan beberapa di antaranya cocok dan merasa terbantu. Dilansir Business Insider, berikut beberapa poin yang bisa dicontoh dari metode KonMari.

    1. Terapkan Decluttering

    Sebutan decluttering merujuk pada kegiatan merapikan, memilah, dan mengurangi barang-barang yang tak perlu serta menyimpan yang masih digunakan. Dengan begitu, rumah tidak akan terlihat penuh dan cepat berantakan.

    Marie Kondo menyebutkan urutan barang yang harus dipilah adalah pakaian, buku, berbagai produk kertas, barang-barang lain atau Komono (perhiasan, mainan, makeup), dan terakhir barang-barang bernilai sentimental atau memiliki kenangan.

    2. Jangan Menyimpan Benda Sejenis

    Marie Kondo mengatakan akar masalah rumah sering terlihat banyak barang dan berantakan karena orang sering menyimpan jenis barang yang sama di beberapa tempat. Sebagai contoh meletakkan gelas, buku, kabel, tisu, tempat sampah di semua ruangan. Biasanya ini dilakukan untuk mempermudah penghuninya berkegiatan tanpa perlu bolak-balik ke ruangan lain. Namun, cara ini justru membuat rumah terlihat lebih berantakan.

    Ia menyarankan untuk menyortir berdasarkan kategori, bukan berdasarkan lokasi. Menyimpan terlalu banyak barang sejenis hanya untuk meletakkan di tempat berbeda termasuk pemborosan karena belum tentu semuanya akan digunakan. Lebih baik pakai satu-satu.

    3. Simpan Barang yang Membuat Bahagia

    Tips lainnya agar mempermudah pemilihan barang tersebut adalah prioritaskan manfaat dan apakah barang tersebut membuat pemakainya gembira atau mempermudah kegiatan. Singkirkan barang yang tidak membawa manfaat, menyusahkan, atau hanya mengundang rasa sedih.

    Saat sedang menimbang apakah barang tersebut harus dibuang atau tidak, tanyakan kepada diri sendiri ‘apakah barang tersebut bisa membuat bahagia dan nyaman ke depannya?’

    Bahagia di sini bukan hanya berarti gembira ketika menggunakannya, melainkan apakah ada perasaan tenang, percaya diri, dipermudah setiap memakainya, aman, hingga merasa sehat.

    4. Berkomitmen untuk Rajin Merapikan

    Pekerjaan yang dilakukan secara rutin harus diikuti dengan komitmen agar disiplin. Apabila metode KonMari hanya digunakan sekali, tentu tidak akan membantu banyak, hanya sementara waktu. Namun, apabila diniatkan untuk jangka panjang, penghuni baru terasa manfaatnya.

    Itulah beberapa tips merapikan rumah, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Genteng Aman dari Angin Kencang, Ini Rahasia Pemasangannya Menurut Ahli



    Jakarta

    Angin kencang tak hanya bikin pohon tumbang, tapi juga bisa merusak bagian rumah-terutama atap. Tak jarang genteng bergeser bahkan terbang tertiup angin, meninggalkan lubang yang akhirnya membuat rumah bocor saat hujan turun.

    Agar hal itu tak terjadi, pemilik rumah perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, membagikan tips agar genteng tetap aman meski diterjang angin kencang.

    1. Gunakan Rangka Atap Baja Ringan

    Menurut Panggah, rangka baja ringan jauh lebih tahan lama dibanding kayu atau bambu.


    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, pemasangannya harus mengikuti standar pabrik dan instruksi teknis dari fabrikator. Jarak antar batang baja ringan juga perlu diperhatikan agar kuat menahan beban genteng.

    “Pemasangan moor dan baut juga penting, harus kencang dan tepat,” tambahnya.

    2. Pilih Genteng yang Berat dan Tahan Cuaca

    Bobot genteng juga menentukan kekuatannya menghadapi cuaca ekstrem. “Ada genteng beton, keramik, dan metal. Biasanya genteng metal lebih ringan, jadi mudah terbang kalau kena angin kencang,” jelasnya.

    Ia merekomendasikan genteng tanah liat keramik, karena punya bobot dan kualitas terbaik. Bila ingin alternatif yang lebih murah, genteng beton juga bisa digunakan meski tampilannya kalah estetis.

    “Pilih genteng yang agak berat dan kedap panas, biar nggak gampang terbang,” katanya.

    3. Pastikan Susunan Genteng Rapi

    Terakhir, cara penyusunan genteng juga tak kalah penting. Genteng harus dipasang saling menimpa satu sama lain dengan kemiringan yang tepat.

    “Genteng tanah liat sebenarnya cukup berat, tapi yang penting cara pasangnya harus rapi dan benar. Susunannya berpengaruh pada daya tahan genteng menghadapi angin,” tuturnya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jenis Bahan Genteng buat Bangun Atap, Ini Plus Minusnya Menurut Kontraktor


    Jakarta

    Atap adalah bagian atas rumah yang melindungi seisi bangunan dari terpaan hujan dan panas matahari. Bagian rumah ini biasanya terbuat dari genteng yang disusun sedemikian rupa.

    Terdapat beragam jenis genteng berdasarkan bahannya. Pemilik bisa memilih genteng sesuai dengan konsep rumah dan kebutuhan.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizky pernah menyebutkan beberapa tipe material genteng, seperti beton, keramik, tanah liat, dan metal. Setiap jenis genteng punya karakteristik tersendiri.


    Jika pemilik berencana membuat atap tapi bingung mau pakai bahan genteng apa, coba pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Material Genteng

    Inilah jenis-jenis bahan genteng beserta kelebihan dan kekurangannya menurut kontraktor.

    1. Genteng Tanah Liat Berkeramik

    Genteng KeramikGenteng Keramik Foto: Getty Images/iStockphoto/ewg3D

    Menurut Panggah, material terbaik untuk membangun atap rumah adalah genteng tanah liat berkeramik. Berbeda dari material tanah liat biasa, genteng ini mempunyai permukaan yang mengkilap. Genteng tersebut biasanya dipakai untuk rumah-rumah mewah karena bahannya tergolong premium.

    “Populer di Indonesia itu cocoknya adalah genteng tanah liat yang keramik. Tanah liat dan keramik ini mempunyai karakteristik pembuatan dari tanah liat dibentuk dan di-oven, jadi kadar airnya nol,” kata Panggah kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Kelebihan:

    • Bobot paling berat yang tidak mudah terbang tertiup angin
    • Berbahan solid yang mencegah retak dan bocor
    • Tampilan glossy yang estetik

    Kekurangan:

    • Boros penggunaan rangka atap karena berat
    • Harganya paling mahal

    Sementara itu, genteng tanah liat tradisional yang sering digunakan masyarakat Indonesia lebih ringan sehingga lebih mudah tertiup angin. Genteng tersebut terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar, tetapi tanpa melalui proses oven. Tampilannya genteng tanah liat doff, berbeda dari versi keramik yang mengkilap.

    2. Genteng Beton

    Genteng BetonGenteng Beton Foto: Getty Images/iStockphoto/geargodz

    Lalu, genteng beton juga sering digunakan masyarakat Indonesia. Genteng ini termasuk segmentasi menengah dan bisa menjadi pilihan terbaik buat harga yang masih terjangkau.

    Kelebihan:

    • Tampilan estetik
    • Bobot cukup berat
    • Harga lebih terjangkau daripada genteng tanah liat berkeramik

    Kekurangan:

    • Boros rangka baja ringan karena harus ditopang dengan rangka yang rapat
    • Permukaan genteng mudah retak sehingga rawan bocor setelah pemakaian lama

    3. Genteng Metal

    Male Asian Construction worker installing roof tiles at construction siteGenteng Spandek Foto: Getty Images/Vithun Khamsong

    Kemudian, genteng metal bisa menjadi opsi bahan yang ekonomis. Jenis genteng ini hadir dalam beragam macam, seperti spandek metal, metal berpasir, metal seperti beton.

    Kelebihan:

    • Hemat baja ringan karena tidak perlu rangka yang rapat
    • Pemasangan genteng mudah dan cepat
    • Harga genteng paling terjangkau

    Kekurangan:

    • Penampilan genteng kurang estetik karena terlihat ringkih
    • Bobotnya ringan sehingga mudah terbang tertiup angin
    • Mudah robek kalau terkena angin kencang

    Itulah jenis-jenis material genteng yang bisa pemilik rumah pertimbangkan plus minusnya buat bikin atap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com