Tag: lilin

  • Dampak Lilin Aromaterapi buat Udara di Rumah yang Perlu Kamu Tahu



    Jakarta

    Lilin aromaterapi merupakan salah satu elemen penyempurna suasana di rumah. Aroma yang dikeluarkan oleh pembakaran lilin ini bisa menciptakan momen yang santai dan menyenangkan di dalam rumah.

    Meski begitu, pembakaran lilin aromaterapi ternyata bisa berdampak pada kualitas udara di rumah, lho!

    Profesor ekonomi dan kebijakan publik di Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh yang juga merupakan ahli polusi udara dan kualitas udara, Karen Clay mengatakan, pembakaran lilin akan berdampak secara signifikan jika digunakan dalam jumlah yang besar atau di ruang yang kurang terventilasi.


    “Efek kualitas udara mungkin lebih signifikan jika menggunakan jumlah lilin yang lebih besar atau di ruang yang kurang terventilasi,” terang Karen Clay sebagaimana dikutip dari Real Simple, Rabu (24/1/2024).

    Setiap pembakaran, baik kayu, makanan, atau lilin, akan menghasilkan emisi berbagai polutan. Clay mengatakan, emisi yang dihasilkan oleh pembakaran lilin bisa berupa zat padat terbang dan senyawa organik volatil.

    Emisi inilah yang kemudian akan membawa dampak bagi kualitas udara di rumah kita. Lebih jauh, jenis emisi akan tergantung pada sifat sumbu, jenis lilin, dan apakah lilin tersebut beraroma atau tidak.

    Lilin Beraroma vs. Tanpa Aroma

    Perbedaan antara lilin beraroma dan tanpa aroma juga menjadi poin penting. Lilin beraroma cenderung mengandung lebih banyak senyawa organik volatil yang bisa mempengaruhi kualitas udara. Meskipun efek keseluruhan dari kedua jenis lilin dianggap kecil dalam kondisi normal, individu dengan sensitivitas tertentu terhadap bau dan polutan mungkin lebih terpengaruh.

    Lilin Berbahan Dasar Lilin Parafin vs. Lilin Alami

    Selain itu, jenis lilin yang digunakan juga berperan dalam dampak kualitas udara. Lilin berbahan dasar lilin parafin umumnya diketahui menghasilkan lebih banyak polutan dibandingkan dengan lilin berbahan dasar lilin alami. Oleh karena itu, pemilihan lilin berkualitas tinggi, seperti lilin berbahan dasar kedelai, lilin lebah, atau lilin kelapa dengan sumbu kapas, bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

    Keselamatan dan Tips Membakar Lilin

    Penting untuk membakar lilin dengan bijak dan aman. Jessica Wicks, seorang ahli HVAC, menekankan pentingnya memperhatikan sumbu lilin dan bahan lilin. Ia menyarankan untuk menghindari lilin dengan sumbu logam atau timah serta lilin berbahan dasar lilin parafin.

    “Lilin berkualitas tinggi memang lebih mahal, tetapi biasanya lebih tahan lama,” tambah Wicks.

    Wicks juga memberikan tips keselamatan, termasuk tidak membakar lilin di sekitar perabot atau anak kecil, dan memadamkan lilin dengan menutupnya saat lilin menjadi cair sepenuhnya. Perusahaan HVAC yang ia pimpin pernah menangani banyak kasus mengenai pemakaian lilin secara rutin yang menyebabkan jelaga karbon pada filter sistem pemanas atau penangan udara.

    Demikianlah penjelasan mengenai dampak yang ditimbulkan dari pembakaran lilin aromaterapi bagi kualitas udara di rumah. Dengan pemahaman yang tepat, penggunaan lilin aromaterapi di rumah bisa tetap menjadi pengalaman yang memanjakan tanpa mengorbankan kualitas udara. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Menyimpan Lilin Biar Nggak Kebakaran



    Jakarta

    Lilin masih digunakan sebagai pengganti penerangan saat mati lampu. Selain karena harganya yang murah, jangkauan pencahayaannya pun cukup untuk menerangi satu ruangan.

    Namun, perlu diingat lilin merupakan benda yang mudah terbakar. Sumbu yang sudah dibakar saja masih bisa menghidupkan api. Sehingga lilin perlu diletakkan dalam kondisi tidak lagi panas dan berada tempat yang aman.

    Mengutip dari jenkinsrestorations.com, berikut tips untuk menyimpan lilin agar tidak menyebabkan kebakaran.


    1. Pastikan Sumbu Lilin Sudah Padam

    Sebelum disimpan, pastikan sumbu lilin sudah tidak ada nyala api, tidak ada sisa lilin yang meleleh, dan tidak berasap. Jika memakai lilin batang, rasakan apakah lilin masih panas atau tidak. Apabila menggunakan lilin jar, pegang sisi samping kaca. Simpan saat sudah tidak panas.

    2. Simpan Lilin di Tempat yang Tahan Panas

    Lilin aman jika diletakkan di tempat yang kering, tahan panas, dan kedap udara seperti wadah kaca. Penggunaan wadah kaca membuat nyala api tidak menjalar ke benda lain.

    3. Beri Jarak pada Tutup Lilin 10 cm

    Apabila menggunakan lilin berbentuk jar kaca, atur jarak antara sumbu dan penutupnya 10 cm untuk menghindari tersulut api.

    4. Jauhkan dari Jangkauan Anak-Anak

    Selain diletakkan di tempat yang aman, wadah lilin harus jauh dari jangkauan anak-anak. Ditakutkan mereka tidak mengerti fungsi benda tersebut dan tidak sengaja menggunakannya saat bermain.

    5. Rutin Lakukan Sortir

    Jika rumah jarang mengalami pemadaman lampu, lilin tetap harus diperiksa kondisinya. Apabila sudah tidak layak digunakan sebaiknya disingkirkan.

    Cara membuang lilin yaitu memasukkan ke tabung logam yang tertutup rapat, bukan dibuang begitu saja ke tempat sampah.

    Untuk lilin baru, sebelum digunakan sebaiknya sumbunya dipotong dan sisakan 1/4 inci. Hal ini memastikan nyala api tidak membakar banyak sumbu di dalamnya sehingga lilin dapat digunakan lebih lama. Sumbu yang terlalu panjang juga berpotensi mudah tersulut api.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Lilin Ampuh Usir Lalat di Sekitar Makanan? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah. Serangga satu ini kehadirannya tidak diinginkan karena tubuhnya kotor sehingga harus dijauhkan jangkauan makanan.

    Kita tidak pernah tahu lalat sudah hinggap di mana saja. Namun, beberapa penelitian mendapati pada kaki lalat terdapat banyak sekali bakteri dan kuman yang berbahaya apabila menempel di makanan. Kotoran yang disebar oleh lalat ke makanan, apabila tak sengaja dikonsumsi dapat menyebabkan diare, kolera, salmonella, hingga tuberkulosis.

    Jika kamu pernah lihat, di pasar banyak pedagang yang memasang lilin di jualan mereka, terutama yang menjual makanan dengan bau yang menyengat. Lilin tersebut bukan untuk menerangi dagangan atau sebagai ‘penglaris’, fungsi lilin di sini adalah untuk mengusir lalat. Lho emang ampuh?


    Dilansir Express, menurut Jordan Foster, seorang ahli pengendalian hama dari Fantastic Pest Control, mengatakan meletakkan lilin di tengah piring berisi air dapat mengusir lalat. Trik jebakan ini kerjanya mirip dengan cara menangkap laron.

    Kedua serangga tersebut mudah tertarik pada cahaya. Saat mereka mengira air adalah sumber cahaya, lalat akan terperangkap di air dan sulit keluar.

    Namun, pada saat meletakkan lilin dan air, usahakan ruangan tersebut gelap dan tidak ada sumber cahaya lain yang dapat mengalihkan perhatian lalat. Apabila memakai lilin di luar ruangan, kurang efektif.

    Ahli juga menyarankan untuk mengganti air dengan cuka. Seperti yang kita ketahui, lalat memiliki indra penciuman yang tajam. Cuka memiliki bau yang kuat sehingga mengganggu lalat untuk menemukan sumber bau makanannya.

    Ada pun cara untuk membuat jebakan ini adalah dengan menyiapkan dua sendok makan cuka sari apel, satu sendok makan gula, setengah cangkir air hangat, dan beberapa tetes sabun cuci piring.

    “Aduk hingga merata. Setelah cairan siap, tuang campuran ke dalam mangkuk. Letakkan di dekat area yang sering dihinggapi lalat,” ujarnya seperti yang dikutip detikcom, Selasa (15/4/2025).

    Meskipun cuka baunya tidak disukai lalat, tetapi karena sudah dilarutkan bersama gula, efeknya akan berbeda, yakni menarik mereka datang. Setelah lalat masuk ke dalam larutan mereka dapat mati seketika.

    Jordan juga mengingatkan selain memasang perangkap, pemilik rumah juga harus menjaga kebersihan rumah agar lalat tidak lagi tertarik masuk ke rumah. Selain itu, hindari menyimpan makanan dan minuman busuk atau kadaluarsa di dalam rumah. Lebih baik langsung buang ke luar untuk menghindari lalat buah atau lalat besar datang.

    Lalu, saluran pembuangan juga harus sering dicek dan dibersihkan agar tidak menarik lalat datang.

    “Sebaiknya Anda membeli saringan halus untuk menyaring remah-remah dan sisa makanan agar tidak masuk ke dalam pipa yang jauh lebih sulit dibersihkan,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com