Tag: linoleum

  • Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl


    Jakarta

    Lantai linoleum dan lantai vinyl seringkali disebut sama. Pasalnya, kedua jenis lantai ini memang memiliki bentuk yang terlihat sama. Tidak hanya itu, kedua lantai ini juga memiliki variasi warna yang sangat bervariatif. Oleh karena itu, tidak heran bila masyarakat awam masih sering menyamakan kedua jenis lantai ini.

    Namun nyatanya, kedua lantai ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan loh. Bila kamu masih belum tahu apa beda dari lantai linoleum dan lantai vinyl, kamu bisa baca penjelasannya di bawah ini.

    Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl

    1. Sejarah

    Linoleum

    Lantai linoleum adalah lantai elastis yang pertama ada di dunia. Lantai ini pertama kali dipatenkan pada 160 tahun yang lalu.


    Awalnya, ide lantai linoleum pertama kali ditemukan ketika minyak linseed (minyak rami) digunakan sebagai thinner cat pada saat itu. Thinner cat minyak rami ini menghasilkan sebuah lapisan film yang padat, kuat, dan fleksibel yang mengapung di atas cat.

    Tidak lama kemudian, keluarlah hasil eksperimen untuk membentuk lembaran linoleum yang memiliki daya tahan tinggi dan adaptif. Lembaran ini terbuat dari campuran minyak biji rami dengan serbuk gabus, debu/tepung kayu, dan resin pinus yang kemudian di press menjadi lembaran.

    pada tahun 1800 hingga tahun 1950, linoleum sangat digemari dan sering digunakan sebagai lantai di rumah, terutama di area dapur.

    Vinyl

    Vinyl pertama kali ditemukan pada tahun 1920. Berbeda dengan linoleum, lantai vinyl terbuat dari bahan sintetis seperti Polyvinyl Chloride (PVC).

    Pada tahun 1960, lantai Vinyl mulai populer karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan lantai linoleum. Namun, lantai vinyl juga memiliki kekurangan, yaitu bahannya yang sangat berbahaya.

    Pada saat itu, lantai vinyl dibuat menggunakan bahan kimia beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya itu, disamping penggunaan PVC, dalam proses pembuatan vinyl juga memerlukan phthalate plasticizers dan carcinogens.

    Ditambah lagi, dalam proses pembuatan lantai vinyl memerlukan banyak energi dan minyak bumi. Maka dari itu, lantai vinyl sangat tidak ramah lingkungan.

    2. Ketahanan Air dan Api

    Linoleum

    Linoleum memiliki daya tahan air yang baik. Namun, lantai linoleum kurang baik untuk menahan cairan, sehingga lantai linoleum memerlukan lapisan finishing tambahan untuk mencegah air meresap ke dalam lantai.

    Lantai linoleum juga memiliki daya tahan api atau panas yang tinggi. Lantai linoleum cenderung lebih memiliki ketahanan panas atau api yang lebih tinggi dari lantai vinyl, tidak hanya itu, lantai linoleum juga tidak akan mengeluarkan gas beracun ketika terbakar.

    Vinyl

    Lantai vinyl memiliki daya tahan air yang lebih tinggi dari lantai linoleum, karena pada lantai vinyl yang baru sudah menggunakan lapisan fiberglass sehingga air tidak bisa menyerap ke dalam.

    Sayangnya, lantai vinyl memiliki daya tahan api yang lebih rendah dibandingkan lantai linoleum. Tidak hanya itu, lantai vinyl juga akan menimbulkan gas beracun ketika terbakar.

    3. Perawatan

    Linoleum

    Lantai linoleum cenderung lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan lantai vinyl. Namun, lantai linoleum memerlukan perawatan rutin untuk menjaganya tetap tahan dari air.

    Vinyl

    Lantai vinyl memiliki daya tahan lebih rendah dibandingkan dengan linoleum. Tetapi, lantai vinyl modern sudah dilapisi oleh lembaran protektif, sehingga kamu tidak perlu repot memolesnya lagi.

    4. Umur

    Linoleum

    Linoleum memiliki umur yang jauh lebih panjang. Bila kamu merawatnya dengan baik, lantai linoleum bisa bertahan hingga 40 tahun lebih.

    Vinyl

    Lantai vinyl biasanya hanya bertahan sampai 10 hingga 20 tahun saja.

    Itu dia sedikit ringkasan mengenai perbedaan dari lantai linoleum dan lantai vinyl. Semoga kamu tidak salah lagi ya ketika membedakan antara kedua lantai ini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Dapur Ini Bisa Gantikan Cairan Pembersih buat Pel Lantai


    Jakarta

    Salah satu ciri rumah bersih adalah lantai yang bebas dari berbagai kotoran. Selain menyapu, kamu harus mengepel lantai agar semakin bersih bahkan harum.

    Untuk mengepel lantai, kamu akan membutuhkan campuran air dengan cairan pembersih. Namun, ternyata ada beberapa bahan di dapur yang bisa dijadikan alternatif campuran dalam air pel, lho!

    Bahan-bahan ini bisa membuat lantai bersih dan harum secara alami. Dengan begitu, kamu tidak perlu membeli cairan pembersih khusus lantai.


    Berikut ini daftar bahan pembersih lantai yang bisa kamu temukan di dapur seperti yang dikutip dari Real Simple dan Cleanipedia, Senin (9/9/2024).

    5 Bahan Dapur untuk Mengepel Lantai

    1. Baking Soda

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Baking soda bisa jadi andalan untuk membersihkan noda membandel dan noda minyak pada lantai rumah. Caranya, taburkan beberapa sendok baking soda ke noda pada lantai, lalu teteskan sedikit air untuk menimbulkan reaksi pada baking soda.

    Setelah itu, gosok dengan pel hingga noda hilang dan lantai keramik tak kusam lagi. Kamu juga bisa menambahkan minyak kayu putih pada campuran baking soda dan air untuk membantu membunuh kuman dan bakteri.

    2. Minyak Serai

    Minyak serai merupakan bahan dapur lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan lantai. Selain membantu membunuh kuman, serai juga punya aroma segar yang dijamin mencegah bau tak sedap dari rumah Anda. Sebagai nilai tambah, serai juga punya manfaat mengusir serangga, lho.

    3. Cuka Putih

    White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner.White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner. Foto: Thinkstock

    Cuka putih bukan hanya untuk memasak, tetapi juga merupakan pahlawan pemusnah bakteri untuk lantai keras, seperti ubin dan laminat. Dengan tingkat keasaman pH dua hingga tiga, cuka putih bisa menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan lantai. Penggunaan cuka putih cocok untuk lantai tile, vinyl, linoleum, dan laminat. Kamu cukup mencampurkan ½ cangkir cuka per 3 liter air. Kelebihannya, kamu tidak perlu membilas lantai setelah dipel.

    4. Boraks

    Jika kamu menghadapi noda dan kotoran yang sulit, boraks adalah solusi pembersih yang kuat. Mirip dengan baking soda, Boraks memiliki sifat sedikit abrasif dan mampu menghilangkan noda serta bau tak sedap. Penggunaan boraks cocok untuk lantai ubin, beton, batu yang tersegel, vinyl, dan linoleum. Campurkan ⅛ cangkir boraks per 3 liter air. Setelah dipel, pastikan lantai dibilas dengan air biasa untuk menghindari residu.

    5. Minyak Lavender

    Sejak lama, lavender dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan. Minyak lavender mengandung khasiat sebagai antibiotik, antiseptik, antivirus, dan antibakteri. Karena itulah, minyak lavender juga bisa digunakan untuk membersihkan lantai. Kamu cukup mencampurkan air dan cuka, lalu menambahkan sedikit minyak lavender untuk membersihkan lantai.

    Campur saja lima sampai enam tetes minyak lavender dengan 1 ember air hangat dan secangkir cuka putih. Lantai rumah pun akan jadi bersih dan harum.

    Hal yang Perlu Diingat

    Meskipun bahan-bahan tersebut aman digunakan secara terpisah, penting untuk memperhatikan keamanan saat mencampurkannya dengan cairan pembersih lantai.

    Beberapa kombinasi tertentu bisa menghasilkan senyawa beracun sehingga pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dan hindari mencampur bahan-bahan yang tidak cocok.

    Itulah beberapa bahan dapur yang bisa digunakan untuk bersihkan lantai. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Cairan Pembersih, Kamu Bisa Pel Lantai Pakai Bahan Dapur Ini


    Jakarta

    Lantai adalah salah satu bagian rumah yang harus sering dibersihkan karena cepat kotor. Selain menyapu, kamu perlu mengepel lantai untuk menghilangkan kotoran dan kuman di lantai dengan pembersih.

    Namun, kamu nggak harus pakai cairan pembersih khusus, lho. Ada bahan-bahan di dapur yang bisa menjadi alternatif pembersih lantai.

    Lalu, bahan dapur apa saja yang dapat digunakan buat pel lantai? Yuk, simak daftarnya berikut ini seperti yang dikutip dari Real Simple dan Cleanipedia.


    5 Bahan Dapur untuk Mengepel Lantai

    1. Baking Soda

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Baking soda bisa jadi andalan untuk membersihkan noda membandel dan noda minyak pada lantai rumah. Caranya, taburkan beberapa sendok baking soda ke noda pada lantai, lalu teteskan sedikit air untuk menimbulkan reaksi pada baking soda.

    Setelah itu, gosok dengan pel hingga noda hilang dan lantai keramik tak kusam lagi. Kamu juga bisa menambahkan minyak kayu putih pada campuran baking soda dan air untuk membantu membunuh kuman dan bakteri.

    2. Minyak Serai

    Minyak serai merupakan bahan dapur lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan lantai. Selain membantu membunuh kuman, serai juga punya aroma segar yang dijamin mencegah bau tak sedap dari rumah Anda. Sebagai nilai tambah, serai juga punya manfaat mengusir serangga, lho.

    3. Cuka Putih

    White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner.White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner. Foto: Thinkstock

    Cuka putih bukan hanya untuk memasak, tetapi juga merupakan pahlawan pemusnah bakteri untuk lantai keras, seperti ubin dan laminat. Dengan tingkat keasaman pH dua hingga tiga, cuka putih bisa menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan lantai. Penggunaan cuka putih cocok untuk lantai tile, vinyl, linoleum, dan laminat. Kamu cukup mencampurkan ½ cangkir cuka per 3 liter air. Kelebihannya, kamu tidak perlu membilas lantai setelah dipel.

    4. Boraks

    Jika kamu menghadapi noda dan kotoran yang sulit, boraks adalah solusi pembersih yang kuat. Mirip dengan baking soda, Boraks memiliki sifat sedikit abrasif dan mampu menghilangkan noda serta bau tak sedap. Penggunaan boraks cocok untuk lantai ubin, beton, batu yang tersegel, vinyl, dan linoleum. Campurkan ⅛ cangkir boraks per 3 liter air. Setelah dipel, pastikan lantai dibilas dengan air biasa untuk menghindari residu.

    5. Minyak Lavender

    Sejak lama, lavender dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan. Minyak lavender mengandung khasiat sebagai antibiotik, antiseptik, antivirus, dan antibakteri. Karena itulah, minyak lavender juga bisa digunakan untuk membersihkan lantai. Kamu cukup mencampurkan air dan cuka, lalu menambahkan sedikit minyak lavender untuk membersihkan lantai.

    Campur saja lima sampai enam tetes minyak lavender dengan 1 ember air hangat dan secangkir cuka putih. Lantai rumah pun akan jadi bersih dan harum.

    Hal yang Perlu Diingat

    Meskipun bahan-bahan tersebut aman digunakan secara terpisah, penting untuk memperhatikan keamanan saat mencampurkannya dengan cairan pembersih lantai.

    Beberapa kombinasi tertentu bisa menghasilkan senyawa beracun sehingga pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dan hindari mencampur bahan-bahan yang tidak cocok.

    Itulah beberapa bahan dapur yang bisa digunakan untuk bersihkan lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com