Tag: listrik

  • Cara Menghemat Konsumsi Listrik Selama Ramadhan



    Jakarta

    Bulan ramadhan jadi momen yang dinanti umat islam. Banyak yang memanfaatkannya dengan memaksimalkan ibadah untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.

    Selama ramadhan, umumnya banyak kegiatan di rumah yang dilakukan lebih awal, seperti memasak hingga aktivitas lainnya yang tak jarang membuat konsumsi listrik meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya.

    Bagaimana ya cara mengatur konsumsi listrik agar tagihan listrik tidak membengkak?


    Melansir situs resmi BFI Finance, berikut adalah 7 tips ampuh untuk memangkas tagihan listrik bulanan di rumahmu.

    1. Matikan Peralatan Elektronik Setelah Selesai

    Cara termudah untuk memangkas tagihan listrik adalah dengan mematikan peralatan elektronik ketika selesai digunakan. Pastikan untuk mematikan lampu, televisi, dan peralatan elektronik lainnya saat tidak digunakan. Ingat, perangkat yang tetap terhubung ke listrik meskipun tidak digunakan akan terus mengonsumsi daya. Cara ini bisa menghemat daya listrik hingga 30%, lho!

    2. Gunakan Peralatan Hemat Energi

    Jika kamu memiliki anggaran lebih, pertimbangkan untuk mengganti peralatan elektronik dengan yang lebih hemat energi. Meskipun peralatan hemat energi mungkin lebih mahal, ini merupakan investasi jangka panjang yang akan efektif memangkas tagihan listrik. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan lampu LED yang lebih hemat listrik 60% hingga 70% daripada lampu pijar biasa.

    3. Bersihkan Alat Elektronik Secara Rutin

    Bersihkan peralatan elektronikmu secara rutin, terutama kulkas dan AC. Filter yang kotor pada AC bisa menyebabkan beban kerja yang lebih berat sehingga boros energi. Dengan membersihkan filter AC dan kulkas secara rutin, kamu bisa menghemat energi.

    4. Gunakan Listrik Prabayar

    Pilihan lain adalah menggunakan listrik prabayar. Dengan sistem prabayar, Anda dapat mengendalikan konsumsi listrik per bulan. Anda akan lebih sadar tentang seberapa banyak listrik yang Anda gunakan dan dapat mengatur penggunaan listrik rumah tangga Anda lebih bijak.

    5. Gunakan AC dengan Bijak

    Saat menggunakan AC, pastikan untuk menggunakannya dengan bijak. AC rata-rata menggunakan daya listrik hingga 300 watt, lho! Matikan AC ketika kamu keluar rumah atau gunakan hanya saat tidur. Alternatifnya, pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin atau menciptakan ventilasi alami dengan menyesuaikan lubang udara di rumahmu.

    6. Atur Lubang Udara untuk Sirkulasi Udara yang Baik

    Ventilasi yang baik akan meningkatkan sirkulasi udara di rumahmu sehingga tidak perlu menyalakan kipas angin atau AC. Selain itu, lubang udara juga bisa menjadi sumber cahaya alami sehingga tidak perlu menyalakan lampu. Dengan begitu, kamu bisa menghemat penggunaan listrik, terutama pada siang hari.

    7. Gunakan Kulkas dengan Bijak

    Tak jauh beda dengan AC, kulkas juga mengonsumsi banyak energi listrik. Agar menghemat listrik, atur suhu kulkas sesuai kebutuhan dan pastikan untuk mencabut kabelnya jika kamu meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama.

    Dengan mengikuti tips-tipa ini, kamu bisa menghemat energi dan mengurangi tagihan listrik bulanan di rumah. Ingatlah bahwa langkah kecil bisa membuat perbedaan besar dalam jangka panjang. Semoga cara-cara ini membantumu memangkas tagihan listrik di rumahmu.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu vie email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jakarta Diterjang Banjir, Ini 5 Tips Agar Rumah dan Listrik Aman


    Jakarta

    Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Jumat (22/3/2024) sejak pukul 04.00 WIB telah menyebabkan banjir di 14 rukun tetangga (RT) dan 15 ruas jalan menurut pantauan Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

    “BPBD mencatat genangan saat ini terdiri dari 14 RT atau 0,045 persen dari 30.772 RT dan 15 ruas jalan tergenang yang ada di wilayah DKI Jakarta,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan seperti yang dikutip dari detikNews pada Jumat (22/3/2024).

    Sebanyak 13 RT yang tergenang banjir berada di wilayah Jakarta Barat, dengan ketinggian air berkisar 30-55 cm. Sementara itu, satu RT lainnya berada di wilayah Rawa Terate, Jakarta Timur.


    Ketinggian air 30-55 cm ini setara dengan tinggi betis dari orang dewasa. Kondisi ini tentu menyulitkan penghuni rumah untuk bergerak dan akan berbahaya jika air semakin tinggi.

    Sebelum meninggalkan rumah untuk mengungsi sebaiknya pastikan rumah dan listrik dalam keadaan aman dengan cara berikut. Berikut ini tipsnya.

    1. Matikan Listrik di Rumah

    Saat air sudah masuk ke dalam rumah, langsung matikan listrik melalui Meter Circuit Breaker (MCB) karena ditakutkan ada stopkontak terjadi korsleting listrik.

    Mengutip dari situs Perusahaan Listrik Negara (PLN), peralatan listrik yang masih tersambung dengan stopkontak dan alat elektronik sebaiknya dinaikkan ke tempat yang lebih aman. Selain itu, cabut barang elektronik yang masih tersambung ke listrik.

    Apabila terjadi banjir dan belum sempat mematikan listrik, kamu bisa melaporkan melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat.

    2. Pakai Lampu Darurat

    Selama listrik mati, otomatis rumah dalam keadaan gelap atau kurang pencahayaan, kamu bisa menerangi rumah dengan cahaya dari senter, ponsel, atau lampu darurat yang tersedia di rumah. Hindari menggunakan lilin karena permukaan rumah yang tidak stabil akibat pergerakan air.

    Jika perlu keluar saat banjir atau berjalan di dalam rumah bisa gunakan alat untuk memandu jalan seperti kayu panjang, tiang payung, sapu, dan atau barang panjang lainnya agar tidak tersandung atau terperosok di lubang.

    3. Taruh Perabotan di Tempat Tinggi

    Pindahkan perabotan yang ringan dan kecil ke atas dan kering agar tidak terendam banjir terutama yang berbahan kain atau besi yang mudah berkarat dan timbul jamur. Untuk barang-barang berharga, simpan ke tempat yang kering dan aman sehingga saat meninggalkan rumah tidak ada barang yang hilang dan rusak.

    4. Jangan Tutup Saluran Air

    Biarkan saluran air tetap terbuka untuk mempercepat air surut. Namun, tetap gunakan semacam penyaring agar hewan seperti ular tidak keluar dari lubang di dalam rumah.

    5. Kunci Rumah

    Saat listrik dimatikan tidak ada barang elektronik yang berfungsi termasuk alat keamanan di rumah seperti smart door atau CCTV. Dengan demikian kamu perlu menggunakan sistem keamanan manual. Sebelum meninggalkan rumah untuk mengungsi pastikan sudah mengunci pintu, jendela, pagar, menutup gorden, dan akses lainnya agar tetap aman.

    Itulah tips supaya rumah dan listrik aman saat terjadi banjir. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Pakai Token Listrik dan Meteran, Lebih Baik Mana?


    Jakarta

    Listrik sudah menjadi kebutuhan utama manusia supaya berbagai aktivitas sehari-hari bisa dijalankan dengan lebih mudah. Khususnya di Indonesia, listrik dipasok oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan menyediakan dua jenis layanan listrik, yaitu prabayar dan pascabayar.

    Melansir dari CNN Indonesia dikutip Senin (25/3/2024), PLN sebelumnya hanya menerapkan layanan listrik pascabayar atau meteran listrik yang mengharuskan pelanggan membayar penggunaan listrik setiap bulannya. Kemudian, PLN menghadirkan layanan prabayar atau token listrik yang dinilai dapat lebih mengontrol penggunaan listrik.

    Kedua layanan tersebut sebenarnya sama dalam hal pemakaian maupun tarif listrik. Namun, perbedaan utamanya ada pada metode pembayarannya saja. Pengguna layanan pascabayar bisa mengubah layanannya menjadi prabayar melalui prosedur-prosedur yang ditentukan.


    Token Listrik

    Token listrik atau layanan listrik prabayar dianggap dapat membantu masyarakat untuk menghemat pengeluaran. Layanan ini menggunakan sistem pulsa, sehingga pelanggan bisa membeli pulsa sesuai kemampuan untuk kemudian digunakan.

    Adapun asal kata token listrik dari nomor token yang dimasukan ke alat meteran listrik untuk menambah pulsa listrik. Dengan begitu, pelanggan dapat lebih mengendalikan pemakaian listrik untuk berhemat. Namun, apabila pelanggan tidak rajin mengecek sisa pulsa, listrik bisa tiba-tiba padam karena kehabisan pulsa.

    Kelebihan Token Listrik

    • Pelanggan bisa mengendalikan penggunaan listrik
    • Penggunaan listrik bisa disesuaikan sesuai budget
    • Tidak ada biaya keterlambatan
    • Tidak ada biaya beban bulanan

    Kekurangan Token Listrik

    • Alat meteran mudah rusak karena sering disentuh ketika mengisi token
    • Listrik bisa tiba-tiba padam karena kehabisan pulsa
    • Harus sering memeriksa sisa pulsa untuk memastikan ketersediaan pulsa

    Meteran Listrik

    Layanan listrik pascabayar atau meteran listrik membebaskan pelanggan menggunakan listrik sepuasnya selama satu bulan. Kemudian, pelanggan harus membayar tagihan listrik yang dihitung berdasarkan total penggunaan listrik selama sebulan.

    Meski pelanggan lebih bebas menggunakan listrik tanpa khawatir listrik padam, sistem ini terkadang bisa membuat penggunaan listrik tidak terkontrol. Akibatnya, pelanggan bisa membayar tagihan listrik di akhir bulan dengan nominal yang cukup mahal.

    Kelebihan Meteran Listrik

    • Penggunaan listrik sepuasnya tanpa takut pulsa habis
    • Tidak perlu isi ulang pulsa listrik
    • Listrik tidak akan padam kecuali ada gangguan

    Kekurangan Meteran Listrik

    • Penggunaan listrik bisa lebih boros
    • Tagihan bisa mahal karena penggunaan yang tidak terkendali
    • Ada denda keterlambatan pembayaran
    • Ada beban biaya admin dan pajak bulanan

    Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan token listrik dan meteran listrik sebagai pertimbangan yang mana layanan lebih cocok untuk penggunanya. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Pastikan Listrik di Rumah Aman dari Korsleting Selama Mudik


    Jakarta

    Bertepatan dengan mudik Lebaran, pasti banyak rumah yang akan dibiarkan kosong selama berhari-hari. Dengan begitu listrik di rumah tidak akan digunakan untuk sementara waktu.

    Meskipun begitu, kamu perlu mengamankan listrik di rumah agar tidak menyebabkan masalah seperti kebakaran. Musibah ini biasa terjadi karena arus pendek listrik atau korsleting listrik.

    Menurut Badan Standardisasi Nasional (BSN), Selasa (2/4/2024), penyebab korsleting listrik bisa terjadi karena sambungan kabel di rumah yang tidak sempurna, terkena paparan suhu yang tinggi, stopkontak basah, atau kualitas kabel yang digunakan tidak begitu bagus.


    Untuk mencegah korsleting di rumah kamu perlu mengecek kondisi kabel listrik terutama sebelum pergi mudik. Mengutip dari PLN, selain mengecek kondisi kabel, begini tips listrik aman saat rumah ditinggal mudik.

    1. Mematikan MCB

    Menurut Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto WS saat hendak mudik, kamu perlu mengamankan listrik di rumah mulai dari mengecek isi token dan kondisi kabel yang terpasang. Kemudian, matikan MCB (Miniature Circuit Breaker) sebelum meninggalkan rumah.

    MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah alat yang berfungsi mengaktifkan atau mematikan arus listrik di rumah. Dengan mematikan MCB, maka rumahmu tidak dialiri listrik. Kamu tidak bisa menyalakan listrik, CCTV, dan lainnya.

    “Tips pertama instalasi harus keadaan baik. Kedua, alat listrik dimatikan bila bisa langsung dari MCB,” katanya seperti yang dikutip dari detikFinance pada Selasa (2/4/2024).

    2. Mencabut Colokan di Rumah

    Cara kedua mengamankan listrik di rumah adalah mencabut colokan dari stopkontak. Meskipun nantinya MCB akan dimatikan, kamu tetap harus mencabut colokan apa pun di rumah. Hal ini sesuai dengan pesan dari Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo.

    “Pastikan seluruh alat elektronik sudah dicabut dari stopkontak-nya dan aliran-aliran listrik yang tidak digunakan sudah dimatikan,” tuturnya seperti yang dilansir dari detikFinance.

    3. Membayar Tagihan Listrik

    Darmawan Prasodjo juga mengingatkan setiap penghuni rumah perlu membayarkan tagihan listrik terlebih dahulu. Hal ini berlaku bagi pengguna layanan pasca bayar atau isi token listrik untuk pengguna pra bayar.

    Dengan begitu saat kamu kembali ke rumah, PLN tidak memutus jaringan listrikmya. Pasti kamu tidak mau masuk ke rumah dengan keadaan gelap dan panas karena tidak bisa menyalakan alat elektronik satu pun.

    “Bagi pelanggan pascabayar, bayarlah listrik di awal bulan atau sebelum tanggal 10 agar lebih nyaman dan terhindar dari pemutusan. Bagi pelanggan prabayar, isilah token listrik secukupnya dan siapkan cadangan bila diperlukan agar listrik tetap menyala, khususnya untuk penerangan,” tulis PLN melalui situs resminya.

    4. Lapor RT dan RW

    PLN mengingatkan sebelum meninggalkan rumah, kamu perlu mengabari Ketua RT atau RW jika rumah akan kosong selama Lebaran dan minta untuk dihubungi segera jika ada sesuatu yang terjadi di rumah.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Banjir Berisiko Bikin Korslet, Ini Cara Amankan Listrik di Rumah


    Jakarta

    Banjir masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia, contohnya seperti di Bali dan Jakarta. Banjir setinggi betis melanda daerah Badung, Bali pada Kamis (4/4) sementara di Cilandak, Jakarta Selatan sempat terjadi banjir setinggi 1,7 meter pada Rabu (3/4).

    Saat terjadi banjir, tentunya perlu menjaga beberapa hal di rumah, salah satunya listrik. Apabila terjadi banjir dan merendam beberapa peralatan elektronik yang masih menyambung ke stopkontak dikhawatirkan terjadi korsleting.

    Menurut Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan penghuni rumah ketika terjadi banjir agar listrik tetap aman dan dapat terhindar dari potensi bahaya listrik. Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghindari potensi bahaya listrik saat terjadi banjir di rumah.


    1. Matikan Listrik

    Apabila air banjir mulai masuk ke dalam rumah atau adanya kebocoran air di dekat aliran listrik yaitu segera mematikan listrik melalui Miniatur Circuit Breaker (MCB) kWh Meter.

    2. Cabut Alat Elektronik

    Langkah selanjutnya adalah mencabut semua alat elektronik dari stopkontak dan segera pindahkan ke tempat yang aman serta tidak terjangkau air. Pastikan tangan dan tubuh dalam kondisi kering saat melakukan hal tersebut.

    3. Gunakan Alat Pengaman Diri

    Masyarakat diimbau untuk menggunakan alat pengaman diri, seperti sepatu anti-air apabila kondisi hujan deras atau banjir saat sedang beraktivitas di dalam maupun luar rumah.

    4. Antisipasi Kerusakan dan Kebocoran Instalasi Listrik

    Kamu juga perlu antisipasi kerusakan dan kebocoran instalasi dengan melakukan peremajaan atau pembaruan instalasi di bangunan atau rumah. Hal ini dapat mengurangi potensi bahaya listrik saat hujan dari sisi instalasi pelanggan.

    “Langkah ini agar masyarakat terhindar dari potensi bahaya listrik karena air merupakan konduktor yang kuat. Mari kita tingkatkan kewaspadaan kita khususnya saat terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir,” tutup Gregorius dalam keterangannya, dikutip dari situs resmi PLN, Kamis (4/4/2024).

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini Cara Agar Listrik di Rumah Aman saat Ditinggal Mudik Lebaran


    Jakarta

    Mudik menjadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Saat mudik, tentunya rumah harus ditinggalkan dalam kondisi aman.

    Apabila rumah tidak ditinggalkan dalam kondisi aman, bisa saja terjadi bencana yang tidak diinginkan, contohnya seperti korsleting listrik hingga kebakaran. Tentunya detikers tidak ingin hal tersebut terjadi dong, maka dari itu perlu dilakukan pencegahan.

    Listrik menjadi hal vital yang harus diperhatikan ketika ingin meninggalkan rumah saat mudik. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar listrik di rumah aman sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi pemilik rumah.


    Dilansir dari situs PLN yang diunggah pada 2023, berikut ini tips agar listrik di rumah aman saat ditinggal mudik Lebaran.

    1. Cek Sambungan Listrik

    Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengecek sambungan listrik di rumah. Jika ada peralatan elektronik yang tidak dibutuhkan, segera cabut dari stopkontak.

    2. Bayar Listrik di Awal Bulan

    Bagi pengguna pascabayar, disarankan untuk membayar listrik di awal bulan atau sebelum tanggal 20 agar lebih nyaman dan terhindar dari pemutusan. Sementara bagi pengguna prabayar, isi token listrik secukupnya dan siapkan cadangan jika diperlukan. Hal ini dilakukan agar listrik tetap menyala, khususnya untuk penerangan.

    3. Cek Instalasi Listrik

    Selanjutnya yaitu cek instalasi listrik sebelum mudik, apalagi jika sering terjadi korsleting. Periksalah dengan bantuan instalatir resmi yang terdaftar.

    4. Lapor ke RT atau RW Setempat

    Selanjutnya yaitu melapor ke RT maupun RW setempat jika ingin mudik. Lalu, titipkan rumah ke tetangga terdekat yang tidak mudik supaya rumah kamu tetap aman.

    Itulah beberapa tips agar listrik di rumah tetap aman. Semoga bermanfaat!

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik, klik tautan ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Tanda Sakelar Lampu di Rumah Rusak


    Jakarta

    Untuk menyalakan dan mematikan lampu di rumah, kamu perlu menekan sakelar di dinding. Alat mekanis ini keberadaannya sama pentingnya seperti stopkontak di rumah yakni mengaliri listrik.

    Perbedaan antara sakelar dan stopkontak hanya pada bentuknya. Sakelar memiliki beberapa tombol tanpa lubang, ketika ditekan lampu akan memberi respon. Sementara itu, stopkontak memiliki lubang tempat kabel dari alat elektronik disambungkan.

    Meskipun cara menggunakannya hanya perlu ditekan saja, tuas sakelar tidak bisa ditekan berulang kali dalam satu waktu. Jika terlalu sering begitu, tuas sakelar cepat aus dan rusak.


    Jika sudah aus, biasanya lampu akan lambat merespon ketika tombol ditekan. Lama-lama sakelar justru tidak berfungsi entah karena aliran listrik terputus atau tuasnya patah. Untuk menghindari hal ini, mengutip dari The Spruce berikut beberapa tanda sakelar listrik kamu rusak.

    1. Sakelar Lampu Mengeluarkan Suara Berbeda

    Sakelar lampu yang rusak dapat menimbulkan efek suara elektrik seperti mendesis dan berdengung saat ditekan. Pemicunya adalah sambungan kabel yang longgar. Namun suara tersebut juga bisa berasal dari lampu. Kerusakan pada sakelar lampu juga akan berpengaruh pada struktur filamen bola lampu yang ikut bergetar. Maka dari itu, hindari menekan sakelar terlalu kuat.

    2. Tuas Sakelar Lampu Tidak Kuat

    Tanda kedua sakelar lampu mulai aus adalah bunyi saat menekan sakelar lampu tidak terdengar. Saat ditekan juga terasa keras dan susah. Solusinya kamu perlu mengganti sakelar lampu untuk menghindari lampu semakin lama merespon.

    3. Sakelar Hangat Saat Disentuh

    Apakah kamu pernah merasakan permukaan sakelar lampu di rumah hangat? Itu adalah proses pembuangan panas dari aliran listrik. Hal ini wajar terjadi pada sakelar lampu. Namun, jika sakelar lampu terasa sangat panas, kamu perlu mengeceknya dan segera ganti dengan yang baru.

    4. Lampu Lama Merespon

    Saat menekan sakelar listrik tetapi lampu berkedip dahulu atau lebih lama merespon, bisa jadi ada yang rusak pada logam sakelar. Bisa juga dikarenakan tuas sakelar kendor atau kerusakan pada kabel sehingga lampu telat merespon.

    5. Muncul Percikan Api

    Tanda paling jelas sakelar lampu kamu rusak muncul percikan api saat kamu menekan tuas atau terjadi tiba-tiba. Percikan api bisa membahayakan orang yang berada di dekat sakelar listrik dan biasanya percikan api diikuti dengan korsleting listrik atau padamnya lampu.

    Percikan api ini juga bisa menyebabkan asap dan bau hangus pada sakelar. Jika sudah begini kamu perlu mengganti sakelar listrik secepatnya agar tidak menyebabkan kebakaran.

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sakelar Lampu Sering Panas, Wajar Atau Tidak? Ini Jawabannya!


    Jakarta

    Setiap instalasi listrik di rumah biasanya bagian luarnya ditutup dengan bahan yang tidak menghantarkan listrik dan panas sehingga aman saat dipegang. Salah satu instalasi listrik tersebut adalah sakelar lampu.

    Bahan yang digunakan untuk sakelar lampu biasanya dari plastik karena tahan terhadap aliran listrik, tahan rayap, dan tidak korosi. Plastik juga tahan lama dan mudah dibentuk untuk menyesuaikan desain interior di rumah.

    Selain itu, bahan plastik juga tahan terhadap panas, maka dari itu cocok digunakan sebagai bahan sakelar listrik. Meskipun begitu, sering ditemui sakelar lampu terasa hangat saat dipegang. Padahal fungsinya hanya untuk menyalakan dan menghidupkan lampu.


    Menurut The Spruce, Senin (15/4/2024) sakelar lampu yang terasa hangat adalah fenomena yang wajar karena aliran listrik tersebut perlu membuang panas.

    Sakelar lampu yang tidak bisa membuang panas dalam jangka waktu lama secara bertahap dapat merusak insulasi atau pengamankabel, menimbulkan retakan, dan terjadi kebocoran pada aliran listrik. Hal ini dapat menyebabkan korsleting, gangguan busur listrik, hingga kebakaran. Maka dari itu sakelar lampu terasa panas adalah hal yang wajar.

    Namun, jika sakelar terasa sangat panas menyengat kamu perlu hati-hati dan cepat memeriksa instalasi listrik di rumah. Biasanya panas yang berlebih ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut.

    1. Ukuran Aliran Listrik Tidak Sesuai

    Sakelar listrik memiliki ukuran yang disesuaikan dengan besar daya yang digunakan. Sakelar listrik berkekuatan 15 ampere yang dipasang pada sirkuit 20 ampere dapat menimbulkan panas lebih cepat karena tidak sesuai. Seharusnya sakelar listrik harus sama dengan muatan listriknya.

    2. Sambungan Kabel Longgar

    Sakelar lampu terasa hangat juga dapat disebabkan oleh sambungan kabel yang longgar. Jika sudah seperti ini kamu perlu meminta bantuan ahli untuk memperbaiki sambungan kabel di dalamnya.

    3. Pemasangan Instalasi Listrik yang Tidak Sesuai

    Pemasangan kabel yang tidak sesuai dapat menghambat arus listrik. Aliran listrik yang tidak benar membuat panas yang dihasilkan mengarah ke sakelar lampu. Untuk memperbaikinya kamu perlu meminta bantuan ahli dan listrik di rumah perlu dimatikan sementara.

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tarif Listrik Rumah 3.500 VA ke Atas Mau Naik, Begini 6 Cara Hemat Listrik


    Jakarta

    Pemerintah berencana menaikkan tarif listrik bagi pelanggan non subsidi golongan rumah tangga 3.500 VA ke atas dan golongan pemerintah. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan tidak ada masalah dalam implementasi penyesuaian tarif listrik tersebut. Meskipun begitu, masyarakat tetap perlu menghemat pemakaian listrik agar pengeluaran tidak membengkak. Lantas, bagaimana caranya?

    Menghemat listrik adalah sebuah keputusan untuk menggunakan energi seperlunya dan sedikit-dikitnya. Kali ini yang terdampak memang berasal dari masyarakat ekonomi kelas atas dan golongan pemerintah, tetapi penerapan hemat listrik seharusnya dilakukan oleh semua kalangan. Berikut beberapa cara menghemat listrik yang bisa diterapkan.

    1. Cabut Alat Elektronik Setelah Digunakan

    Seperti yang kita tahu, saat ini segala kegiatan tidak jauh-jauh dari sumber listrik. Untuk menghemat pemakaiannya, usahakan setelah digunakan, colokan listrik langsung dicabut.


    2. Hindari Penggunaan Listrik Bersamaan

    Penggunaan listrik bersamaan dapat menyebabkan penggunaan daya meningkat drastis. Solusinya adalah selain menggunakan listrik seperlunya, kamu juga perlu mengurangi penggunaan listrik secara bersamaan.

    3. Gunakan Pendingin Ruangan Saat Dibutuhkan

    Tidak bisa dipungkiri, saat ini AC adalah alat elektronik yang paling sering ditemui di setiap rumah. Sebab, suhu panas di Indonesia terkadang sangat menyengat hingga ke dalam rumah. Tidak heran jika peminatnya bertambah dari tahun ke tahun. Di satu sisi, sebenarnya daya listrik yang terpakai cukup tinggi, kamu perlu menggunakan AC di waktu-waktu tertentu saja, sebisa mungkin hindari penggunaan AC selama 24 jam. Sebagai gantinya coba maksimalkan ventilasi di dalam rumah.

    4. Tampung Air dan Pakai Seperlunya

    Mesin air di rumah juga memakai daya listrik yang cukup besar. Agar tidak terlalu sering menyalakan mesin air, maka persediaan di dalam tandon air harus pas sesuai kebutuhan. Pastikan selama mengisi air, tandon langsung penuh atau bisa dengan cara menampung air di beberapa wadah saat mesin air menyala.

    5. Menyambung Daya Listrik PLN Sesuai Kebutuhan

    Jika kamu berhasil menerapkan pemakaian listrik secukupnya. Kamu bisa menurunkan jumlah konsumsi listrik di rumah. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan ESDM, untuk rumah tangga sedang cukup menyambung 900 – 1300 VA.

    6. Memakai Barang Elektronik Hemat Energi

    Selain memakai barang elektronik seperlunya. Kamu juga bisa mengganti barang elektronik dengan yang lebih hemat energi. Saat ini sudah banyak inovasinya, salah satunya adalah setrika dengan pengatur panas otomatis dan gunakan lampu LED sebagai penerangan sebab lebih terang sehingga mampu menghemat hingga 90% listrik di rumah.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bangun Rumah Hemat Listrik Menurut Ahli


    Jakarta

    Tagihan listrik menjadi pengeluaran rutin setiap bulan karena listrik menjadi kebutuhan dalam kehidupan seseorang. Pastinya tagihan listrik yang murah tentu didambakan banyak orang, maka membangun rumah hemat listrik sebaiknya menjadi suatu pertimbangan.

    Lantas, bagaimana cara membangun rumah hemat listrik? Simak penjelasan dari ahli berikut ini.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan tarif listrik bisa naik kapanpun. Salah satu solusinya adalah dengan membuat rumah yang konsumsi energinya tidak terlalu besar.


    Tips Bangun Rumah Hemat Listrik

    1. Maksimalkan Ventilasi

    Inspirasi VentilasiRumah Hemat Listrik Foto: Mustika Land

    “Maksimalkan ventilasi alami sebagai pengganti pengudaraan buatan. Kalau bisa rencanakan bangunan yang di dalamnya bisa mendapatkan cross ventilation (atau) ventilasi silang supaya (udara) panasnya tertiup ke luar, kita mendapat angin yang sejuk,” ujar Denny kepada detikcom, Kamis (31/5/2024).

    Pemilik rumah dapat memaksimalkan ventilasi dengan menggunakan jalusi bagian atas, pintu geser, dan jendela swing agar angin masih bisa masuk rumah. Lalu, pastikan setiap ruangan memiliki ventilasi.

    Menurutnya, banyak ventilasi di rumah bisa membuat penghuni rumah merasa nyaman di dalam rumah, meski udara tidak sampai terasa dingin. Hal ini membantu meminimalisir penggunaan mesin AC, sehingga dapat menghemat listrik.

    Ia menambahkan bagi yang khawatir akan masalah polusi ataupun nyamuk masuk ke dalam rumah, bisa melakukan langkah antisipasi. Misalkan menumbuhkan tanaman anti nyamuk seperti lavender atau memasang air purifier.

    2. Hindari Bukaan Besar ke Arah Barat

    “Sebisa mungkin menghindari membuka bukaan terlalu besar di arah barat karena pada siang atau sore hari, daerah di wilayah barat itu cenderung panas karena matahari terbenam di barat,” imbuhnya.

    Jika rumah menghadap barat, Denny menyarankan membuat kisi-kisi atau sun shading yang menghalau panas matahari dari arah barat. Hal ini merupakan ranah arsitek untuk merancang rumah dengan estetika yang tepat menggunakan kisi-kisi.

    Ia mengatakan rumah dengan banyak bukaan seperti jendela dan pintu baik untuk ventilasi udara. Namun, tetap batasi bukaan pada sisi rumah yang menghadap ke arah barat.

    3. Manfaatkan Tumbuhan

    Jenis-Jenis jendela/via iStockRumah Hemat Listrik /via iStock Foto: via iStock

    “Maksimalkan potensi penghawaan alami lewat pohon supaya nggak terlalu panas, karena untuk isu tentang penghematan listrik nggak bisa nggak kita bicara tentang bagaimana menghemat penggunaan AC karena 70% dari energi listrik yang digunakan sebuah rumah asalnya dari AC,” katanya.

    4. Maksimalkan Pencahayaan Alami

    Ilustrasi jendelaRumah Hemat Listrik Foto: Getty Images/iStockphoto/deepblue4you

    Kemudian, maksimalkan pencahayaan matahari dengan jendela. Pastikan setiap ruangan mempunyai jendela supaya kamar tidak membutuhkan penerangan tambahan dari lampu di siang hari.

    Sedangkan, pada malam hari bisa menggunakan lampu secukupnya dengan penerangan yang tepat. Misalkan untuk ruang belajar atau steril dapat menggunakan lampu berwarna 4000 Kelvin agar tidak mengantuk. Lalu, kamar tidur bisa dengan lampu 3000 Kelvin yang tidak terlalu terang tetapi tetap nyaman.

    5. Memasang Panel Surya

    Panel-panel surya terpasang pada atap rumah Yohanes Bambang Sumaryo di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.Rumah Hemat Listrik Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA

    “Pemilik rumah juga boleh mempertimbangkan teknologi solar panel, karena pada prinsipnya siang hari sinar matahari bisa dipanen sebagai sumber energi listrik menggantikan listrik konvensional di siang hari. Dan juga kalau kita pakai baterai, malam hari bisa punya cadangan listrik. Rasanya ini teknologi yang semakin lazim,” pungkas Denny.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com