Tag: listrik

  • Belajar dari Kebakaran Mal di Jakbar, Ini Cara Cegah Korsleting Listrik


    Jakarta

    Kebakaran hebat terjadi pada sebuah mal di Grogol, Jakarta Barat pada Jumat (4/10) pukul 00.58 WIB. Kebakaran dilaporkan berasal dari lantai 5 gedung tersebut.

    Sekitar pukul 01.00 WIB, pihak pemadam kebakaran (damkar) mulai proses pemadaman api dan selesai pukul 03.05 WIB. Diduga, kebakaran tersebut dipicu dari korsleting listrik.

    “Menurut informasi yang diterima, api berasal dari salah satu cafe yang berada di lantai 5 bangunan tersebut. Diduga terjadi arus pendek/korsleting listrik pada salah satu restoran (food court) dan kondisi tertutup,” tulis damkar DKI Jakarta dalam keterangannya.


    Kebakaran akibat korsleting listrik memang kerap terjadi, baik itu di rumah, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan. Dilansir dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik asal mulanya karena kelalaian manusia. Salah satu contohnya adalah pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah. Kabel listrik yang sudah terkelupas atau rusak karena tertekuk dapat mengakibatkan aliran listrik terganggu yang biasa memicu korsleting.

    Nah, berikut ini beberapa cara mencegah korsleting listrik agar terhindar dari kebakaran.

    1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

    Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

    2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

    Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

    3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

    Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

    4. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

    Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

    5. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

    Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

    6. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

    Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

    7. Lakukan Perawatan Rutin

    Dilansir dari Sinar Mas Land, jadwalkan pemeriksaan rutin instalasi listrik oleh teknisi listrik profesional. Mereka akan memeriksa kabel, sambungan, dan komponen lainnya untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik.

    8. Hindari Beban Berlebih

    Jangan mencolokkan terlalu banyak perangkat ke satu stopkontak atau sirkuit. Gunakan kabel ekstensi dengan hati-hati dan pastikan kabel tersebut memiliki kapasitas yang cukup.

    9. Lindungi Kabel dan Perangkat Listrik dari Air

    Jauhkan kabel dan perangkat listrik dari sumber air atau kelembapan. Pastikan stopkontak dan saklar di area basah (seperti kamar mandi atau dapur) memiliki penutup pelindung.

    10. Pasang Alat Pelindung

    Pertimbangkan untuk memasang alat pelindung seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) dan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker). MCB melindungi dari kelebihan beban, sedangkan ELCB melindungi dari kebocoran arus yang bisa menyebabkan sengatan listrik.

    11. Sedia APAR

    Dilansir dari situs Pemerintah Kota Depok, sebaiknya di setiap rumah atau tempat usaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan pertama jika terjadi kebakaran. Tabung Apar 5 kg untuk skala rumah tangga dan tempat usaha 6 kg.

    Itulah beberapa cara mencegah terjadinya korsleting listrik. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kebakaran Mal di Jakbar, Ini Cara Cegah Korsleting Listrik


    Jakarta

    Kebakaran hebat terjadi pada sebuah mal di Grogol, Jakarta Barat pada Jumat (4/10) pukul 00.58 WIB. Kebakaran dilaporkan berasal dari lantai 5 gedung tersebut.

    Sekitar pukul 01.00 WIB, pihak pemadam kebakaran (damkar) mulai proses pemadaman api dan selesai pukul 03.05 WIB. Diduga, kebakaran tersebut dipicu dari korsleting listrik.

    “Menurut informasi yang diterima, api berasal dari salah satu cafe yang berada di lantai 5 bangunan tersebut. Diduga terjadi arus pendek/korsleting listrik pada salah satu restoran (food court) dan kondisi tertutup,” tulis damkar DKI Jakarta dalam keterangannya.


    Kebakaran akibat korsleting listrik memang kerap terjadi, baik itu di rumah, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan. Dilansir dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik asal mulanya karena kelalaian manusia. Salah satu contohnya adalah pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah. Kabel listrik yang sudah terkelupas atau rusak karena tertekuk dapat mengakibatkan aliran listrik terganggu yang biasa memicu korsleting.

    Nah, berikut ini beberapa cara mencegah korsleting listrik agar terhindar dari kebakaran.

    1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

    Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

    2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

    Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

    3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

    Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

    4. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

    Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

    5. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

    Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

    6. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

    Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

    7. Lakukan Perawatan Rutin

    Dilansir dari Sinar Mas Land, jadwalkan pemeriksaan rutin instalasi listrik oleh teknisi listrik profesional. Mereka akan memeriksa kabel, sambungan, dan komponen lainnya untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik.

    8. Hindari Beban Berlebih

    Jangan mencolokkan terlalu banyak perangkat ke satu stopkontak atau sirkuit. Gunakan kabel ekstensi dengan hati-hati dan pastikan kabel tersebut memiliki kapasitas yang cukup.

    9. Lindungi Kabel dan Perangkat Listrik dari Air

    Jauhkan kabel dan perangkat listrik dari sumber air atau kelembapan. Pastikan stopkontak dan saklar di area basah (seperti kamar mandi atau dapur) memiliki penutup pelindung.

    10. Pasang Alat Pelindung

    Pertimbangkan untuk memasang alat pelindung seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) dan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker). MCB melindungi dari kelebihan beban, sedangkan ELCB melindungi dari kebocoran arus yang bisa menyebabkan sengatan listrik.

    11. Sedia APAR

    Dilansir dari situs Pemerintah Kota Depok, sebaiknya di setiap rumah atau tempat usaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan pertama jika terjadi kebakaran. Tabung Apar 5 kg untuk skala rumah tangga dan tempat usaha 6 kg.

    Itulah beberapa cara mencegah terjadinya korsleting listrik. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Lampu Kamar Mandi yang Tepat


    Jakarta

    Kamar mandi cenderung memiliki pencahayaan yang redup. Pencahayaan kamar mandi biasanya cukup untuk kebutuhan mandi, tetapi menambahkan lampu dapat mencerahkan dan membuat kamu dapat melihat dengan jelas.

    Keselamatan, kebersihan, dan desain juga merupakan manfaat dari pencahayaan kamar mandi. Kamar mandi yang terang memberikan keamanan dengan meningkatkan visibilitas saat masuk dan keluar dari ruangan, hal ini mencegah agar tidak terpeleset.

    Saat memasang lampu di dalam kamar mandi, kamu perlu memilih lampu tahan air yang paling cocok untuk kamar mandi kamu. Melansir The Spruce, Jumat (4/10/2024), berikut ini kualitas pencahayaan yang baik dan hal yang dipertimbangkan saat memilik lampu.


    Hal-hal yang Dipertimbangkan saat Memilih Lampu Kamar Mandi

    Ukuran

    Ukuran lampu kamar mandi kamu akan bergantung pada ukuran kamar mandi. Terlalu besar atau terlalu kecil akan terlihat tidak seimbang, Ukuran lampu tersembunyi yang paling umum adalah 4 hingga 7 inci.

    Watt

    Untuk kamar mandi secara umum menggunakan bohlam pijar 60 watt atau LED 7 hingga 9 watt yang memberikan kecerahan paling tinggi namun tetap bagus.

    Watt menunjukkan berapa banyak energi yang akan kamu gunakan untuk menyalakan lampu, bukan tingkat cahaya sebenarnya. Tetapi banyak orang sering menganggap kecerahan dalam hal jumlah watt pijar.

    Warna Lampu

    Warna lampu yang ‘dingin’ dan terang cocok untuk kamar mandi, terutama untuk keperluan seperti merias wajah dan bercukur, tetapi cahaya kuning yang hangat dapat lebih menenangkan untuk mandi dan tidak terlalu menyilaukan untuk kamar mandi.

    Tahan Air

    Perlengkapan lampu kamar mandi harus kedap air demi keamanan. Pastikan perlengkapan tersebut tahan lembap yang dapat bertahan di lingkungan lembap atau tahan basah yang dapat langsung terkena air.

    Kualitas Pencahayaan Kamar Mandi yang Baik

    Ditempatkan dengan Tepat

    Jenis lampu pancuran terbaik terletak di dalam bilik pancuran itu sendiri. Lampu ruangan umum merupakan pelengkap yang baik, tetapi tidak dapat menyinari semua area bilik pancuran.

    Langit-langit juga lebih mudah dialiri listrik daripada sekeliling pancuran. Tempatkan lampu di tengah langit-langit di atas pancuran, tetapi kamu mungkin memerlukan dua hingga tiga lampu di pancuran yang lebih besar.

    Kecerahan

    Lampu kamar mandi harus menciptakan ruangan yang terang, sehingga kamu dapat mandi dan bergerak dengan aman dan melihat semua perlengkapan kamar mandi. Hal ini juga dapat menjaga ruangan tetap bersih tanpa terlalu menyilaukan.

    Desain

    Meskipun pemasangan tersembunyi dan pemasangan permukaan merupakan jenis perlengkapan yang paling praktis untuk lampu pancuran, lampu dinding, dan lampu sorot dapat disertakan dalam rencana desain lampu kamar mandi.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih lampu kamar mandi.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ya Jenis Colokan Listrik di Setiap Negara Berbeda? Simak Ulasannya


    Jakarta

    Di dunia ini, terdapat berbagai jenis colokan listrik yang digunakan di berbagai negara. Perbedaan tersebut sering membuat orang bingung, terutama saat bepergian ke luar negeri. Apa saja jenis-jenis colokan listrik yang umum dan mengapa lubangnya bisa berbeda-beda?

    Simak pembahasan berikut yang akan mengulas secara detail mengenai jenis-jenis colokan listrik yang paling sering digunakan serta alasan perbedaan desainnya.

    Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

    Tipe A (Amerika Utara, Jepang)

    Colokan tipe A adalah salah satu yang paling umum di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, colokan ini memiliki dua pin paralel tanpa ground, dan digunakan dalam sistem listrik dengan tegangan 100-127 volt. Karena tidak memiliki ground, colokan ini kurang cocok untuk perangkat yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap lonjakan arus listrik.


    Tipe B (Amerika Utara, Jepang)

    Tipe B mirip dengan tipe A tetapi memiliki pin ketiga sebagai ground, melansir sciencefocus.com, colokan besar yang kita gunakan sekarang berasal dari periode setelah Perang Dunia Kedua. Saat itu, banyak rumah yang perlu dibangun kembali setelah perang.

    Pin ini berfungsi untuk menambah keamanan, terutama pada perangkat yang membutuhkan arus besar seperti komputer atau peralatan rumah tangga. Standar ini juga digunakan di Amerika Utara dan Jepang.

    Tipe C (Eropa, Asia, Amerika Selatan)

    Tipe C dikenal sebagai colokan dua pin bulat dan merupakan salah satu jenis yang paling umum di Eropa, Asia, dan beberapa negara Amerika Selatan, colokan ini kompatibel dengan sistem tegangan 220-240 volt dan tidak memiliki ground. Meskipun umum, tipe C biasanya hanya digunakan pada perangkat berdaya rendah.

    Tipe D (India)

    Colokan listrik tipe D digunakan di India dan beberapa negara lain. Bentuknya terdiri dari tiga pin besar, salah satunya adalah ground, ini dirancang untuk perangkat yang membutuhkan lebih banyak daya dan tegangan tinggi, dengan standar 220-240 volt.

    Tipe E dan F (Eropa Kontinental)

    Colokan tipe E dan F adalah dua pin bulat dengan sistem ground yang berbeda. Tipe E digunakan di Prancis dan Belgia, sementara tipe F banyak digunakan di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, kedua tipe ini bekerja dengan tegangan 220-240 volt dan memiliki fitur grounding yang baik untuk keamanan.

    Tipe G (Inggris, Malaysia)

    Colokan tipe G memiliki tiga pin berbentuk persegi dan merupakan standar di Inggris, Irlandia, Malaysia, dan beberapa negara lain. Sistem ini memiliki ground dan dirancang untuk tegangan tinggi (220-240 volt), membuatnya sangat aman untuk perangkat besar.

    Tipe I (Australia, Selandia Baru, Argentina)

    Tipe I memiliki dua atau tiga pin, dan digunakan di Australia, Selandia Baru, dan Argentina. Colokan ini didesain untuk perangkat yang beroperasi pada 220-240 volt, dan menawarkan opsi dengan atau tanpa ground.

    Tipe L (Italia)

    Colokan tipe L terdiri dari tiga pin bulat, yang biasa digunakan di Italia. Desain ini mendukung tegangan 220-240 volt dan menawarkan proteksi ground yang baik.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Warna Kabel Beda-beda? Ternyata Ini Alasannya



    Jakarta

    Dalam dunia kelistrikan, penggunaan kabel sangat penting untuk menghantarkan arus listrik ke berbagai perangkat dan instalasi. Namun, satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah mengapa warna kabel yang digunakan berbeda-beda?

    Berikut adalah pembahasan alasan di balik perbedaan warna kabel serta fungsinya, sehingga kamu dapat lebih memahami sistem kelistrikan di sekitar kamu.


    Identifikasi Fungsional Kabel

    Salah satu alasan utama mengapa kabel memiliki warna yang berbeda adalah untuk membantu identifikasi fungsinya, melansir cables.com, vendor kabel jaringan sering menggunakan warna untuk mempermudah identifikasi jenis dan fungsi koneksi, atau untuk membedakan kabel dan koneksi mereka dari vendor lain.

    Setiap warna kabel menunjukkan fungsi tertentu, yang memudahkan teknisi dalam melakukan instalasi maupun perbaikan, seperti berikut ;

    • Hitam atau Merah: Kabel fase yang menghantarkan arus listrik.
    • Biru: Kabel netral, berfungsi untuk mengembalikan arus listrik ke sumbernya.
    • Hijau atau Kuning-Hijau: Kabel grounding, yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik ke tanah sebagai langkah keselamatan.

    Pentingnya Keamanan

    Menggunakan kabel dengan warna yang berbeda sangat penting untuk keselamatan. Dengan kode warna yang jelas, kemungkinan terjadinya kesalahan saat pemasangan atau perbaikan kabel dapat diminimalkan, kesalahan dalam menghubungkan kabel fasa dan netral, misalnya, dapat berakibat fatal, termasuk risiko kebakaran atau kerusakan pada peralatan listrik.

    Standarisasi Kabel

    Banyak negara memiliki standar warna kabel yang diatur dalam kode listrik, standar ini memastikan bahwa semua instalasi listrik mengikuti pedoman yang sama, sehingga meningkatkan keselamatan dan konsistensi. Di Indonesia, misalnya, Kode Warna Kabel Listrik sudah diatur dalam SNI (Standar Nasional Indonesia)

    Kemudahan Perbaikan dan Pemeliharaan

    Warna kabel yang berbeda juga mempermudah teknisi dalam melakukan perbaikan dan pemeliharaan. Ketika ada masalah dalam sistem kelistrikan, teknisi dapat dengan cepat mengidentifikasi kabel yang perlu diperiksa berdasarkan warna yang terlihat, hal ini sangat menghemat waktu dan usaha dalam proses pemeliharaan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah Pilih! Ini Perbandingan Kompor Induksi dan Kompor Gas


    Jakarta

    Kompor induksi dan kompor gas merupakan jenis kompor yang banyak dipakai oleh orang-orang. Meskipun menggunakan sumber bahan bakar yang beda, namun keduanya memiliki fitur yang sama.

    Kompor induksi harganya lebih mahal daripada kompor gas, tetapi banyak pemilik rumah menganggapnya menarik karena hemat energi. Kompor gas mengeluarkan lebih banyak polutan dalam ruangan daripada kompor induksi.

    Melansir The Spruce, Jumat (4/10/2024), berikut perbandingan kompor induksi dan kompor gas yang harus kamu tahu.


    Cara Kerja Kompor

    Kompor induksi menggunakan listrik rumah tangga untuk menciptakan medan magnet di area kumparan kompor. Dilindungi oleh kaca keramik di bagian atas, arus elektromagnetik dalam kumparan ini bereaksi dengan peralatan masak logam yang diletakkan.

    Kompor gas menggunakan gas alam atau propana yang dipasok oleh pemerintah sebagai sumber bahan bakar. Gas memasok ke kompor dan dinyalakan oleh percikan api.

    Jenis Peralatan Masak

    Kompor induksi hanya dapat menggunakan peralatan masak yang terbuat dari besi cor atau beberapa jenis baja tahan karat. Jika baja tahan karat berupa paduan atau jika mengandung terlalu banyak nikel, mungkin tidak cocok untuk kompor induksi.

    Kompor gas dapat menggunakan semua jenis peralatan memasak. Seperti panci kompatibel dengan kompor induksi, ditambah kaca, tembaga, alumunium, dan baja tahan karat, serta campuran logam lainnya.

    Pembersihan dan Perawatan

    Kompor induksi bagian atasnya menggunakan keramik yang memiliki fungsi melindungi bagian dalam kompor dari tumpahan dan kotoran. Untuk membersihkan kompor induksi, gunakan spons dan larutan cuka serta soda kue.

    Kompor gas lebih sulit dibersihkan, terutama setelah terjadi tumpahan dan kekacauan besar. Untuk membersihkan kompor gas, lepaskan dan rendam dalam larutan air sabun hangat sebelum menggosoknya dengan sikat nilon. Bagian atas perlu dibersihkan dengan spons.

    Daya Tahan

    Kompor induksi bertahan sekitar 13 sampai 15 tahun. Bagian atas kaca yang retak atau bau terbakar yang menyengat adalah dua alasan utama untuk memanggil teknisi servis.

    Kompor gas cenderung bertahan selama 10 hingga 18 tahun. Penting untuk menjaga kebersihan kisi-kisi dan tutup pembakar, karena keduanya dapat menyebabkan kerusakan pada kompor.

    Efisiensi

    Kompor induksi hemat energi hingga 85 persen. Hal ini berarti sebagian besar listrik yang dihasilkan untuk memasak digunakan untuk memasak makanan, 15 persen listrik terbuang sia-sia.

    Kompor gas hemat energi sekitar 32 persen. Sebagian besar energi gas potensial terbuang sia-sia hampir 70%.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kabel Jangan Dibiarkan Terbuka, Berikut Beragam Jenis Penutup Biar Rapi



    Jakarta

    Kabel listrik yang dibiarkan terbuka dapat menyebabkan berbagai risiko, mulai dari kebakaran hingga sengatan listrik. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan penutup kabel yang tepat untuk menjaga keamanan dan keteraturan.

    Apa saja jenis-jenis penutup kabel listrik yang dapat melindungi kamu dan meningkatkan keselamatan di rumah atau di tempat kerja, berikut pembahasannya.

    Pipa Conduit

    Pipa conduit adalah salah satu solusi terbaik untuk melindungi kabel listrik. Terbuat dari berbagai bahan, seperti PVC dan logam, pipa ini melindungi kabel dari kerusakan fisik dan cuaca, pipa conduit sering digunakan di lingkungan industri dan komersial, di mana keamanan kabel sangat penting.


    Pelindung Kawat (Cable Sleeve)

    Melansir kingfisherdirect.com, apakah kamu ingin menjaga kantor tetap rapi atau mengurangi risiko tersandung, manajemen kabel yang baik dapat membantu menciptakan ruang yang teratur dan aman. Pelindung kawat, atau cable sleeve, berfungsi untuk melindungi kabel dari gesekan dan kerusakan.

    Terbuat dari bahan seperti nilon atau poliester, pelindung ini sangat berguna di area yang sering mengalami pergerakan, seperti di belakang perangkat elektronik atau di area kerja.

    Box Terminal

    Box terminal adalah komponen penting dalam sistem kelistrikan, box ini digunakan untuk menyambungkan beberapa kabel listrik dan melindungi sambungan dari kelembapan dan debu. Dengan menggunakan box terminal, kamudapat memastikan sambungan listrik yang aman dan teratur.

    Pengaman Kabel (Cable Protector)

    Pengaman kabel dirancang khusus untuk melindungi kabel yang tergeletak di lantai atau area yang sering dilalui. Terbuat dari bahan yang tahan lama, pengaman ini mencegah kerusakan fisik pada kabel dan mengurangi risiko orang tersandung.

    Penutup Listrik (Cable Cover)

    Penutup listrik digunakan untuk menutupi kabel yang terlihat di dinding atau lantai. Terbuat dari plastik, penutup ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tetapi juga membantu menjaga estetika ruangan dengan menyembunyikan kabel yang berantakan.

    Pengikat Kabel (Cable Tie)

    Meskipun bukan penutup, pengikat kabel sangat penting dalam mengorganisir kabel. Dengan menggunakan pengikat kabel, kamu dapat menghindari kabel yang berantakan, yang dapat menyebabkan kerusakan dan kebingungan saat mencari kabel tertentu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis, Cara Kerja hingga Pemasangan



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, potensi rumah terkena sambaran petir semakin besar. Nah, kalau kamu mau mencegah dampak buruk sambaran petir, tentu solusi utamanya adalah memasang penangkal petir.

    Meski jarang terjadi, rumah yang tersambar petir bisa mengalami kerusakan baik pada bangunan maupun isinya. Beberapa dampaknya seperti korsleting listrik, kerusakan alat elektronik, bahkan dapat memicu kebakaran.

    Oleh karena itu, setiap hunian sebaiknya memiliki penangkal petir. Bagi kamu yang mau pasang penangkal petir, sebaiknya kenali dulu cara kerja, jenis, dan cara pasangnya di sini.


    Cara Kerja Penangkal Petir

    Penangkal petir yang kita maksud di sini sebetulnya lebih tepat disebut penangkap petir atau penyalur petir yang digunakan di rumah-rumah. Berikut ini cara kerja penangkal petir dikutip dari buku IPA Fisika SMP dan MTs untuk Kelas IX oleh Mikrajuddin Abdullah.

    Ketika di sekitar penangkal petir terdapat awan mendung yang bermuatan, misalnya bermuatan negatif, batang logam pada penangkal petir akan mengalami induksi menjadi bermuatan positif.

    Jika awan tersebut menimbulkan petir yang mengarah ke batang logam itu, maka muatan-muatan negatif awan akan berpindah ke batang logam. Kemudian, muatan tersebut disalurkan melalui melalui kabel logam menuju tanah. Ketika proses tersebut berlangsung, muatan-muatan positif pada batang logam juga akan terlepas dan bergerak ke awan.

    Menurut Dosen Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Machmud Effendy dalam Pemkot Malang, penangkap petir dan penangkal petir adalah dua alat berbeda.

    Penangkap petir bekerja dengan menyalurkan petir ke tanah dengan tegangan serendah-rendahnya. Sedangkan penangkal petir biasa dipakai pabrik dengan menggunakan listrik tegangan yang sangat tinggi untuk menangkal petir yang mengarah ke bangunan.

    Jenis Penangkal Petir

    Dalam situs eskripsi Universitas Semarang (USM), ada 3 jenis penangkal petir, yaitu:

    1. Penangkal Petir Konvensional

    Penangkal petir konvensional atau sederhana memiliki prinsip membentuk semacam perisai berupa konduktor yang akan mengambil alih aliran petir menuju tanah. Penangkal petir ini sifatnya pasif, yaitu hanya bekerja ketika petir menyambar. Alat ini mengandalkan posisinya yang lebih tinggi dari objek sekitar, serta ujungnya yang runcing.

    2. Penangkal Petir Elektrostatis

    Penangkal petir elektrostatis adalah pengembangan dari jenis konvensional. Prinsipnya mirip,yakni menjadi perisai yang mengambil alih sambaran petir. Perbedaanya, penangkal petir elektrostatis ini memanfaatkan ion-ion yang dihasilkan oleh dua elektroda pada ujung penangkal petir.

    Berada di bawah pengaruh medan listrik antara awan dan bumi, maka kedua elektroda akan memiliki beda potensial. Tegangan antara kedua elektroda tersebut bisa menyebabkan percikan listrik yang menyebabkan molekul-molekul udara di sekitar kedua elektroda mengalami ionisasi, sehingga upward streamer dari penangkal petir lebih cepat terbentuk.

    Ketika upward streamer lebih cepat terbentuk, maka upward streamer yang terbentuk menjadi lebih tinggi daripada penangkal petir konvensional. Jadi penangkal petir elektrostatis ini seakan-akan memiliki efektivitas perlindungan yang lebih tinggi.

    3. Dissipation Array System (Lightning Preventor)

    Dissipation Array System atau lightning preventor inilah yang secara teknis tepat disebut penangkal petir. Penangkal petir ini dirancang agar memiliki kemampuan melepaskan muatan besar dari bangunan yang ingin dilindungi. Beda potensial antara petir dan bangunan semakin rendah, maka kemampuan awan dalam melepas muatan juga berkurang.

    Cara Pasang Penangkal Petir

    Dilansir dari modul Instalasi Penangkal Petir oleh Fajar Danur Isnantyo dalam situs Spada Universitas Sebelas Maret (UNS), berikut ini cara pasang penangkal petir sederhana.

    1. Pembuatan Grounding

    Grounding adalah titik akhir pelepasan listrik ke media yang netral, salah satunya tanah. Tanah terbaik adalah yang memiliki kandungan garam tinggi, atau kandungan air tinggi, atau tingkat keasaman tinggi.

    2. Pembuatan Penghantar Petir

    Sebelum mencapai tanah, petir harus dialirkan dari atas melalui konduktor. Konduktor yang digunakan biasanya berbahan tembaga, aluminium atau galvanis. Nilai tahanan yang diizinkan untuk hal ini yaitu maksimal 5 ohm.

    Kedalaman grounding di setiap wilayah bisa berbeda. Kedalaman 6 meter dirasa sudah baik, tetapi ada juga yang sampai melakukan pengeboran hingga 20 meter.

    3. Pemasangan Kabel

    Panjang bentang penghantar berpengaruh terhadap tahanan bahan. Semakin pendek bentang penghantar, maka tahanan bahan akan semakin kecil pula.

    Dalam memasang kabel, jangan sampai membentuk sudut 90 derajat karena menimbulkan aliran petir yang liar atau keluar jalur. Buat belokan dengan sudut lingkar atau melengkung.

    Kabel yang digunakan minimal 50 mm. Semakin tebal semakin baik. Bentuk kabel penghantar bisa bermacam-macam, seperti kawat terpilin, batang konduktor, atau lain sebagainya.

    4. Pemasangan Ujung Finial

    Teknis penyambungan ke ujung finial terkadang sedikit berbeda tergantung pabrik pembuatnya. Yang pasti, kabel penghantar harus terhubung dengan kuat dan elektris dengan ujung finial.

    Itulah sejumlah hal yang perlu kamu ketahui kalau mau pasang penangkal petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Antisipasi Sambaran Petir Biar Seisi Rumah Aman


    Jakarta

    Hujan lebat kerap kali disertai petir, sehingga berpotensi menyambar rumah. Meski kamu merasa aman berlindung di dalam rumah, fenomena ini bisa menyebabkan sejumlah kerusakan.

    Sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan atap, korsleting listrik, bahkan kebakaran. Tentu kamu nggak akan mau mengalami hal seperti ini kan?

    Oleh karena itu, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi sambaran petir. Yuk, simak apa tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Family Handy.


    Tips Antisipasi Sambaran Petir Kena Rumah

    Inilah cara mengantisipasi rumah tersambar petir agar rumah beserta isinya tidak rusak.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap.

    Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Petir membawa muatan listrik yang besar, sehingga ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah kalau tersambar petir. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Token Listrik Berbunyi Nyaring? Coba Matikan dengan Kode Ini!


    Jakarta

    Saat ini penggunaan listrik pra-bayar atau token listrik semakin banyak dipakai, terutama pada kontrakan, kos-kosan, hingga rumah milik sendiri. Penggunaan listrik pra-bayar ini memudahkan penghuni rumah yang ingin menggunakan listrik sesuai yang mereka bayarkan.

    Ketika listrik yang dibayarkan telah habis atau mendekati batas terendah pemakaian, meteran listrik atau kWh meter akan terdengar suara nyaring berkali-kali. Bunyi ini muncul secara otomatis sebagai pengingat agar penghuni rumah segera mengisi token listrik.

    Sayangnya, beberapa penghuni rumah terkadang tidak menyadari kapan token listrik mereka habis. Beberapa kejadian, token tersebut habis saat penghuni rumah sedang tidak ada di rumah sehingga suara nyaring terdengar hingga berjam-jam lamanya. Suara nyaring ini mengganggu tetangga, apalagi yang tinggal di kos-kosan atau kontrakan yang pintunya saling berdekatan.


    Bagi kamu yang pernah menjadi korban kebisingan suara token listrik habis, tidak perlu khawatir karena ada cara untuk mematikan suara nyaring tersebut. Memang cara paling ampuh adalah meminta pemilik rumah mengisi token listrik segera. Namun, apabila kamu tidak bisa mengenal pemilik rumah, kamu bisa memasukkan sebuah kode di kWh meter rumah tersebut.

    Cara Mematikan Bunyi Token Listrik yang Habis

    Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu coba untuk mematikan alarm token listrik yang bunyi.

    1. Tekan Tombol 812 untuk Mematikan Bunyi Token Listrik

    Kode 812 dapat menyelamatkan kamu dari suara bising, tetapi sifatnya sementara. Penghuni rumah tersebut tetap harus mengisi token listrik agar bunyi peringatan tidak berbunyi lagi. Cara menggunakan kode ini sebagai berikut.

    • Dekati kWh meter pra-bayar yang berbunyi
    • Tekan 812
    • Lalu, tekan ‘enter’

    2. Pakai Kode 456

    Kode kedua yang bisa kamu pakai untuk mematikan bunyi alarm token listrik yang habis adalah dengan menekan angka 456. Kode ini kamu bisa pakai untuk bunyi peringatan token pra-bayar yang sebentar lagi habis. Biasanya alarm ini akan berbunyi saat listrik di rumah tersebut tersisa 20 kwh, batas listrik paling rendah.

    Sama seperti kode sebelumnya, kode ini juga sifatnya sementara. Setelah memasukkan kode tadi, kamu bisa Cara ini tidak mematikan token secara langsung namun akan mengatur kapan token akan berbuny lagi. Cara memasukkan kode tersebut sebagai berikut.

    • Tekan tombol secara acak
    • Masukkan angka 456 dan nomor batas minimal daya yang kamu inginkan. Contohnya 45605 kemudian enter, artinya ketika daya listrik tersisa 5 kWH maka token akan berbunyi.

    3. Segera Isi Ulang Saldo Token Listrik

    Setelah berhasil mematikan suara alarm, kamu perlu memberitahu pemilik rumah untuk segera mengisi ulang saldo token listrik.

    4. Isi Saldo Token Listrik Lebih Banyak dari Jumlah rata-Rata Pemakaian

    Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kamu bisa meminta pemilik token tersebut mengisi saldo lebih untuk listriknya. Hal ini berlaku pula untuk kamu yang sering lupa kapan harus membayar token listrik. Dengan begitu, kamu tidak akan mengganggu tetangga dan tidak was-was kapan listrik di rumah mati.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com