Tag: listrik

  • Alat Token Listrik Bunyi? Begini Penyebab dan Cara Matikannya Menurut Orang PLN



    Jakarta

    Token listrik adalah istilah masyarakat buat menyebut layanan listrik prabayar. Saat menggunakan layanan ini, alat KWH meter sewaktu-waktu bisa mengeluarkan bunyi.

    Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat Nurmalitasari mengatakan KWH meter berfungsi untuk mengukur penggunaan listrik di rumah. Alat ini mengeluarkan bunyi untuk memberikan peringatan bagi pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) prabayar.

    “Sebenarnya token bunyi itu sebagai warning saja ke pelanggan,” ujar Nurmalita kepada detikProperti belum lama ini.


    Lantas, apa saja yang menyebabkan token listrik bunyi? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Alat Token Listrik Bunyi

    Inilah beberapa kondisi yang membuat alat token listrik bunyi.

    1. Pulsa Listrik Mau Habis

    Biasanya alat token listrik berbunyi untuk menandakan pulsa listrik tinggal sedikit. KWH meter akan mengeluarkan bunyi ketika mencapai batas minimal KWH.

    “Berbunyi itu untuk warning-warning, salah satunya adalah terkait pulsa listrik yang mau habis,” ucapnya.

    Sistem peringatan tersebut sebenarnya untuk kenyamanan pelanggan. Dengan adanya peringatan, pelanggan tahu kapan harus mengisi pulsa sebelum listrik padam.

    Cara mematikan bunyi adalah dengan mengisi token listrik. Pelanggan juga dapat mematikan bunyi sementara untuk beberapa menit dengan memasukkan kode ‘812’.

    Selain itu, pelanggan bisa mengatur ulang kapan KWH meter bunyi dengan memasukkan kode ‘456’ beserta nominal batas KWH yang diinginkan. Misalnya kode ‘45610’ untuk mengatur alat berbunyi saat sisa pulsa 10 KWH.

    2. Masalah Listrik

    Selain pulsa mau habis, bunyi alat token listrik dapat menandakan masalah pada rangkaian listrik di rumah. Tak hanya berbunyi, ada tulisan ‘periksa’ yang tertera pada KWH meter.

    “Kalau ada bunyi tapi tulisannya ‘periksa’, itu segera laporkan aja ke PLN Mobile,” tuturnya.

    Pelanggan perlu melaporkan kalau KWH meter bunyi di PLN Mobile. Nanti petugas PLN akan segera datang dan memeriksa perangkat listrik di rumah.

    Masalah listrik bisa berupa pemasangan kabel yang tidak tepat, kebocoran listrik, bahkan KWH meter yang diotak-atik. Bunyi alat akan mati setelah ada penanganan dari petugas PLN.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Cegah Kebakaran Rumah Akibat Korsleting Listrik


    Jakarta

    Kebakaran rumah sering kali terjadi akibat korsleting listrik. Hal ini merupakan ancaman yang serius, terutama di kawasan Jakarta.

    Wakil Gubernur DK Jakarta Rano Karno belum lama ini menyatakan 90 persen kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik. Umumnya, korsleting listrik berawal dari kelalaian manusia dan instalasi listrik.

    Hal ini menunjukkan pentingnya mencegah kebakaran akibat korsleting listrik. Berikut adalah lima langkah penting yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah.


    Cara Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah korsleting listrik, dikutip dari keterangan Schneider Electric.

    1. Cabut Aliran Listrik Perangkat Saat Tidak Digunakan

    Penghuni rumah bisa membiasakan diri untuk mematikan dan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan. Cara sederhana ini sangat efektif untuk mencegah korsleting listrik.

    Perangkat seperti dispenser, setrika, kipas angin, dan rice cooker sebaiknya dicabut dari stopkontak setelah digunakan. Tak hanya mengurangi risiko kebakaran, langkah ini juga membantu menghemat konsumsi listrik harian.

    Selain itu, pastikan stopkontak yang digunakan memiliki kualitas baik dan memenuhi standar keamanan. Stopkontak berbahan plastik tidak tahan panas atau tidak dirancang untuk arus tinggi sehingga berisiko meleleh, terbakar, dan memicu kebakaran.

    2. Periksa dan Rawat Sistem Kelistrikan Secara Teratur

    Kemudian, pemilik juga perlu memeriksa instalasi listrik di rumah secara rutin. Hal ini dapat membantu melindungi rumah dari risiko korsleting listrik.

    Pastikan kabel listrik di area yang sering digunakan seperti dapur, kamar tidur, dan ruang keluarga dalam kondisi baik. Jangan ada stop kontak yang longgar atau kelebihan beban. Lalu, segera ganti perangkat listrik yang sudah usang atau rusak.

    3. Siapkan Alat Pemadam Api Ringan

    Pemilik dapat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah buat mengantisipasi kebakaran, terutama yang dipicu korsleting listrik. Tempatkan APAR di titik-titik strategis seperti dapur atau dekat panel listrik. Lalu, pastikan seluruh penghuni tahu cara penggunaan APAR.

    4. Pastikan Instalasi Listrik Sesuai Standar Keselamatan

    Pemilik dapat memastikan instalasi listrik di rumah ditangani oleh instalatur yang memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK). Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sebagai bukti bahwa teknisi telah memenuhi standar keselamatan kelistrikan nasional dan memiliki kemampuan memasang perangkat listrik dengan benar.

    Selain itu, instalasi listrik juga perlu mengikuti standar teknis yang ditetapkan dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). PUIL mewajibkan penggunaan peralatan listrik yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memastikan sistem kelistrikan di rumah aman dan andal. Salah satu contohnya adalah penggunaan kabel dengan ukuran yang sesuai kapasitas arus listrik guna mencegah panas berlebih atau korsleting.

    Hal ni tak hanya mematuhi regulasi, tapi juga menjaga keselamatan keluarga dan mencegah risiko kebakaran di rumah. Untuk mendukung pemerintah dalam mencegah potensi kebakaran, Schneider Electric menjalankan kampanye nasional ‘Gerakan Listrik Aman’. Kampanye ini bermaksud meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi instalatur listrik di lapangan.

    Lebih dari 7.800 instalatur dari 15 asosiasi dan komunitas di 10 kota besar di Indonesia telah menerima pelatihan instalasi listrik hunian dari Schneider Electric. Pelatihan ini tidak menggantikan sertifikasi resmi dari pemerintah, melainkan menjadi pendukung untuk memastikan para instalatur benar-benar siap memasang sistem kelistrikan yang andal dan sesuai regulasi.

    5. Tambahan Proteksi MCB

    Miniature circuit breaker (MCB) atau yang dikenal sebagai anti korsleting adalah perangkat pengaman listrik. Alat ini secara otomatis memutus aliran listrik saat terjadi korsleting atau beban berlebih.

    Pemilik perlu memastikan MCB yang digunakan memiliki kualitas baik dan sesuai standar keamanan. Penggunaan MCB yang murah tanpa jaminan mutu berisiko gagal atau terlambat memutus arus, terutama jika bahan pembuatnya tidak tahan panas.

    Meskipun MCB penting untuk mencegah korsleting dan beban berlebih, perlindungan instalasi listrik tidak cukup dengan satu perangkat saja. Pemilik rumah perlu gawai proteksi arus sisa (GPAS) atau residual current circuit breaker (RCCB). Alat ini berfungsi memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan arus sekecil 30 mA.

    Penggunaan MCB dan RCCB secara bersamaan menjadi standar wajib dalam instalasi listrik rumah tangga untuk memastikan perlindungan maksimal sesuai regulasi yang berlaku. GPAS atau RCCB Domae dari Schneider Electric memberikan proteksi kelistrikan yang ideal untuk sektor hunian seperti rumah dan apartemen.

    Domae tersedia dalam dua varian sensitivitas. Varian pertama dengan sensitivitas 30 mA membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik. Lalu, varian kedua dengan sensitivitas 300 mA dirancang untuk membantu mencegah potensi bahaya kebakaran akibat arus sisa.

    “Schneider Electric berkomitmen untuk membantu masyarakat mengenali risiko kelistrikan sejak dini dan mendorong penggunaan perangkat proteksi seperti MCB dan RCCB secara tepat. Melalui kampanye Gerakan Listrik Aman, kami secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah nyata untuk mencegah potensi kebakaran di rumah akibat korsleting atau kebocoran arus listrik,” ujar President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/7/2025).

    “Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran dan akses terhadap sistem kelistrikan yang aman dan sesuai standar, kita dapat melindungi lebih banyak keluarga dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih terlindungi,” sambungnya.

    Peralatan dan alat proteksi listrik adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keamanan rumah. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu menggunakan perangkat yang berkualitas dan andal serta tidak tergoda harga murah.

    Dengan menerapkan lima langkah perlindungan kelistrikan di rumah, pemilik meningkatkan keamanan bagi keluarga. Pemilik juga mencegah risiko korsleting dan kebakaran yang dapat merugikan dari segi materi maupun nyawa.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kode Rahasia dari Orang PLN buat Matikan Bunyi Alat Token Listrik



    Jakarta

    Pengguna layanan listrik prabayar atau lebih dikenal istilah token listrik pasti tidak asing dengan bunyi dari KWH meter. Biasanya alat ini mengeluarkan bunyi untuk menandakan pulsa listrik mau habis.

    Ketika mendengar suara itu, penghuni rumah perlu segera membeli token dan mengisi pulsa pada KWH meter. Jika tidak, alat akan terus berbunyi dan mengganggu ketenangan orang sekitar.

    Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat Nurmalitasari mengatakan alat tersebut akan berbunyi ketika sisa pulsa sudah mencapai batas minimal KWH. Batasan tersebut dapat diatur oleh pelanggan.


    Sistem ini bermaksud untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan. Bunyi alat menjadi peringatan agar listrik tidak tiba-tiba mati.

    “Sebenarnya itu adalah fasilitas untuk kenyamanan pelanggan ya. Jangan sampai nanti (pulsa) habis di tengah malam, pelanggan nggak tahu,” ucap Nurmalita kepada detikProperti belum lama ini.

    Selain mengisi pulsa, pelanggan PLN bisa mematikan bunyi KWH meter dengan memasukkan kode tertentu. Berikut ini kode yang bisa digunakan.

    Cara Matikan Alat Token Listrik Pakai Kode

    Inilah kode yang bisa digunakan untuk mematikan bunyi token listrik.

    1. Kode 812 untuk Matikan Bunyi untuk Sementara

    Pelanggan dapat mematikan bunyi token listrik dengan memasukkan kode ‘812’ lalu tekan enter. KWH meter akan berhenti mengeluarkan suara untuk beberapa menit, cukup untuk mengulur waktu buat mengisi pulsa sebelum alat kembali berbunyi.

    “Kita bisa pake 812 untuk sementara ya. Cuma kan nanti pasti akan berbunyi lagi karena sudah di bawah batas limitnya,” katanya.

    2. Kode 456XX untuk Mengatur Alarm

    Selain itu, pelanggan juga bisa mematikan bunyi alat dengan mengubah pengaturan batas minimal KWH. Gunakan kode 456 untuk menunda bunyi hingga batas KWH yang ditentukan.

    “Kalau mau diubah itu pakai kode 456 diikuti angka minimal KWH yang diinginkan,” tuturnya.

    Misalnya pelanggan ingin alat berbunyi ketika tersisa 10 KWH, maka kode yang dimasukkan adalah ‘45610’. Jika mau batas pulsa menjadi 5 KWH, masukkan kode ‘45605’.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Daftar Kode Penting pada Meteran Listrik


    Jakarta

    Pengguna layanan listrik prabayar biasanya memasukkan token ke kWh meter untuk mengisi pulsa. Terdapat tombol angka pada alat ini untuk memasukkan nominal token ataupun kode lainnya.

    Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat Nurmalitasari menjelaskan ada dua jenis layanan listrik di Perusahaan Listrik Nasional (PLN), yakni pascabayar dan prabayar. Keduanya sama-sama menggunakan kWh meter tetapi berbeda bentuk.

    “Kalau yang pascabayar biasanya nggak ada angkanya, satu-dua yang biasa kita pencet itu nggak ada. Kalau yang prabayar itu kan ada angkanya,” kata Nurmalita kepada detikProperti belum lama ini.


    Ada pun, layanan prabayar lebih dikenal dengan istilah token listrik. Tak hanya isi pulsa, pelanggan ternyata bisa memasukkan kode lain ke meteran listrik, lho.

    Daftar Kode pada Meteran Listrik

    Inilah deretan kode yang bisa pelanggan masukkan ke kWh meter.

    1. Kode 456XX untuk Mengatur Alarm

    kWh meter mengeluarkan bunyi alarm ketika sisa pulsa mencapai batas minimal. Pelanggan bisa mengubah pengaturan alarm dengan memasukkan kode 456 diikuti dengan angka minimal kWh yang diinginkan.

    Sebagai contoh, kalau ingin alat berbunyi ketika tersisa 10 kWh, kode yang dimasukkan adalah ‘45610’. Jika mau batas pulsa menjadi 5 kWh, masukkan kode ‘45605’.

    2. Kode 812 untuk Matikan Bunyi untuk Sementara

    Kemudian, pelanggan dapat mematikan bunyi alarm untuk sementara dengan memasukkan kode ‘812’. kWh meter akan berhenti mengeluarkan suara untuk beberapa menit, cukup untuk mengulur waktu buat mengisi pulsa sebelum alat kembali berbunyi.

    3. Kode 37 untuk Cek Sisa Pulsa

    Pelanggan bisa mengecek sisa pulsa menggunakan kode ’37’. Meski sisa pulsa tertera pada alat, tampilannya belum tentu dan terkadang berganti-ganti.

    4. Kode 41 untuk Cek Tegangan Listrik

    Jika ingin memeriksa tegangan listrik, pelanggan dapat memasukkan kode ’41’. Kode ini bermanfaat kalau pelanggan ingin memastikan tegangan listrik sudah sesuai batasan.

    “Contohnya kalau lampunya redup-redup, coba cek tegangannya. Tegangannya kok bagus? Berarti bukan dari PLN, bisa jadi lampunya yang sudah habis,” ucap Nurmalita.

    5. Kode 44 untuk Cek Arus Listrik

    Lalu, pelanggan juga bisa mengecek arus listrik dengan kode ’44’. Hal ini penting untuk memastikan arus listrik berada dalam batas wajar. Kalau arus listrik terlalu tinggi, pelanggan perlu menambah daya untuk menyesuaikan kebutuhan listrik di rumah.

    Itulah beberapa kode yang bisa digunakan pengguna token listrik. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Bagikan 5 Tips Aman Pakai Stopkontak Extension di Rumah


    Jakarta

    Setiap rumah yang dialiri listrik tentu memiliki stopkontak. Namun, jumlah stopkontak pada setiap rumah tidak terlalu banyak sehingga membutuhkan stopkontak extension.

    Alat yang satu ini dapat mengubah satu colokan menjadi beberapa, mulai dari 2-6 lubang colokan. Dengan begitu, seluruh barang elektronik bisa menyala tanpa perlu bergantian mencolok ke stopkontak.

    Namun, kamu juga perlu hati-hati saat menggunakan stopkontak extension. Menurut pakar, salah menempatkan atau menggunakannya bisa memicu kerusakan pada barang elektronik. Bahkan bisa memicu korsleting listrik dan terjadi kebakaran.


    Penasaran, bagaimana tips aman menggunakan stopkontak extension untuk kebutuhan sehari-hari di rumah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tips Menggunakan Stopkontak Extension di Rumah

    Adanya stopkontak extension dapat membantu penghuni rumah agar bisa menyalakan barang elektronik. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat ini.

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah tips menggunakan stopkontak extension:

    1. Perhatikan Watt Perangkat Elektronik

    Pemilik dan kepala teknisi listrik Ryan Gregor mengatakan tidak semua benda elektronik bisa dicolok ke stopkontak extension. Untuk perangkat yang memiliki watt besar dianjurkan tidak dicolok ke stopkontak extension, seperti AC, microwave, atau kulkas.

    “Jangan pernah mencolokkan peralatan rumah tangga berdaya tinggi seperti pemanas ruangan, AC, microwave, pemanggang roti, kulkas, atau perkakas listrik ke stopkontak extension,” kata Gregor.

    Ia menyarankan agar barang elektronik tersebut langsung dicolok ke stopkontak utama daripada ke stopkontak extension. Sebab, benda tersebut memiliki arus listrik yang besar. Jika dicolok ke stopkontak extension bisa menyebabkan kelebihan beban.

    Sedangkan untuk perangkat elektronik seperti charger HP, lampu, TV, kipas angin, komputer, dan konsol game dinilai aman jika dicolok ke stopkontak extension.

    2. Pilih Stopkontak yang Berkualitas

    Ada banyak stopkontak extension yang dijual di pasaran dari berbagai merek dengan harga berbeda. Gregor menyarankan agar membeli stopkontak extension yang berkualitas. Memang agak mahal dari segi harga, tapi keamanannya sudah terjamin.

    “Belilah stopkontak extension berkualitas karena yang murah itu berbahaya. Stopkontak extension yang sudah berlisensi resmi dapat memberikan proteksi lonjakan arus sehingga lebih aman,” ujarnya.

    3. Jangan Terlalu Banyak Mencolok Kabel

    Meski dapat mencolok banyak kabel, tetapi jangan seluruh lubang pada stopkontak extension terus digunakan. Soalnya, mencolok banyak perangkat ke stopkontak extension bisa berisiko mengalami panas berlebih dan memicu kebakaran.

    “Stopkontak extension bukanlah perangkat ajaib, ia hanya mendistribusikan daya dari satu sumber. Jika Anda mencolokkan terlalu banyak perangkat berdaya tinggi, hal ini berisiko mengalami panas berlebih, melelehkan stopkontak, atau bahkan memicu kebakaran,” jelas Gregor.

    4. Simpan di Tempat Terbuka

    Meletakkan stopkontak extension juga tidak bisa sembarangan. Benda ini bisa menghasilkan panas jika seluruh lubang colokan digunakan secara terus-menerus.

    Untuk itu, jangan meletakkan stopkontak extension di area tertutup, di belakang furnitur, atau di belakang benda elektronik. Hindari juga meletakkan stopkontak extension di dekat sumber air karena berisiko terkena cipratan dan menyebabkan korsleting listrik.

    5. Cek Kondisi Stopkontak Extension

    Seiring penggunaan, stopkontak extension bisa mengalami kerusakan. Entah itu kabelnya sudah mulai terkelupas, muncul retakan, atau salah satu lubang colokan sudah tidak berfungsi.

    Apabila stopkontak extension di rumah sudah tua dan mulai rusak, sebaiknya segera beli yang baru agar lebih aman. Cara ini guna melindungi perangkat elektronik yang terhubung ke stopkontak sekaligus mencegah terjadinya arus pendek listrik.

    Oh ya, pastikan juga kamu mengecek perangkat elektronik yang akan dicolok ke stopkontak. Jika kabelnya sudah rusak maka sebaiknya jangan dicolok karena berisiko menyebabkan kebakaran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Cabut 5 Barang Ini dari Stopkontak Kalau Nggak Dipakai


    Jakarta

    Rumah dilengkapi dengan berbagai barang elektronik untuk mendukung aktivitas penghuninya, misalnya lemari es, mesin cuci, dan TV. Benda ini mendapat aliran listrik dengan dari stopkontak.

    Sering kali perangkat elektronik dibiarkan tersambung ke stopkontak meski sudah tidak digunakan. Padahal, aliran listrik masih bisa terserap selama perangkat masih tersambung ke stopkontak, lho.

    Hal ini bisa membuat tagihan listrik menjadi boros, apalagi kalau alat elektroniknya punya watt cukup besar. Oleh karena itu, sebaiknya cabut perangkat yang tidak digunakan.


    Benda yang Sebaiknya Dicabut dari Stopkontak

    Inilah deretan benda yang sebaiknya dicabut dari stopkontak kalau sudah selesai digunakan, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. TV

    Terkadang TV suka dibiarkan menyala meski tidak ditonton. Lalu, penghuni juga tidak mencabut aliran listrik TV dari stopkontak saat tidak digunakan. Kedua hal ini membuat tagihan listrik menjadi lebih mahal.

    2. Peralatan Dapur

    Peralatan dapur seperti kulkas memang terus tersambung ke stopkontak. Namun, peralatan dapur secara umum sebaiknya dicabut dari stopkontak kalau udah selesai, di antaranya rice cooker, microwave, dan coffee maker.

    3. Pengisi Daya atau Charger

    Banyak orang masih suka meninggalkan pengisi daya atau charger laptop dan ponsel tersambung ke stopkontak mesti tak dipakai. Meski sepele, kebiasaan ini dapat menguras daya listrik dan membuat charger cepat rusak.

    4. Komputer

    Kemudian, komputer yang menganggur sebaiknya tidak dibiarkan tersambung ke stop kontak. Walaupun dalam mode ‘sleep’ atau ‘hibernate’, komputer sebenarnya tidak benar-benar mati dan menyerap listrik.

    5. Perangkat Multimedia dan Hiburan

    Kalau ada peralatan multimedia seperti home speaker atau soundbar, pastikan untuk mencabut aliran listrik saat tidak digunakan. Peralatan hiburan seperti konsol game pun perlu dicabut dari stopkontak usai dipakai.

    Itulah beberapa barang elektronik yang perlu dicabut kalau nggak dipakai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Cabut Charger Ponsel Nganggur dari Stopkontak? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Pengisi daya atau charger sudah menjadi perangkat sehari-hari karena orang-orang sering menggunakan ponsel. Namun, masih banyak orang punya kebiasaan tidak mencabut charger dari stopkontak setelah selesai digunakan.

    Lantas, apa boleh membiarkan charger ponsel tercolok terus menerus ke stopkontak? Begini kata ahlinya.

    Risiko Charger Terus Tercolok ke Stopkontak

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, tidak mencabut charger sekali atau dua kali mungkin tidak akan menunjukkan dampak yang signifikan. Akan tetapi, kebiasaan tersebut bisa merugikan rumah, perangkat, charger, bahkan dompet pemiliknya.


    Boros Listrik

    Teknisi listrik berlisensi dan pendiri Grounded Electric, Barret Abramow, menyarankan untuk mencabut charger saat tidak digunakan. Meski charger tidak terhubung ke ponsel atau perangkat, ada sedikit daya yang tersedot selama terhubung ke stopkontak.

    “Mungkin tidak terlalu banyak, tetapi jika dikalikan dengan semua pengisi daya dan perangkat elektronik di rumah Anda, daya yang disedot akan terus bertambah seiring waktu,” ujar Abramow, dikutip dari Better Homes and Gardens, Rabu (20/8/2025).

    Mencabut charger nganggur dari stopkontak membantu menghemat tagihan listrik. Dengan begitu, pemilik tidak perlu bayar tagihan listrik berlebih.

    Perangkat Rusak

    Selain itu, membiarkan charger terus tercolok ke stopkontak berisiko menimbulkan kerusakan perangkat, korsleting listrik, dan kebakaran. Hal ini terutama kalau kabel berkualitas buruk atau rusak seiring waktu.

    “Saya pernah melihat stopkontak hangus atau korsleting akibat pengisi daya murah dari pihak ketiga yang terlalu panas. Bahkan pengisi daya berkualitas tinggi pun dapat terlalu panas dalam kondisi tertentu, jadi mencabutnya saat tidak digunakan adalah tindakan yang bijaksana,” katanya.

    Manfaat Cabut Charger Nganggur dari Stopkontak

    Sebenarnya, membiarkan charger tetap terpasang ke stopkontak hanya memiliki satu manfaat, yaitu penghuni rumah tidak perlu mencolokkannya lagi saat perlu menggunakannya. Namun, ada beberapa manfaat mencabut charger, lho.

    Dengan mencabut charger yang nganggur, penghuni telah menghemat energi, menghemat biaya, mencegah kebakaran, dan bahkan meningkatkan umur perangkat.

    “Anda memang menghemat energi-meskipun hanya sedikit per perangkat, itu kumulatif. Selain itu, mencabut kabel membantu memperpanjang umur pengisi daya Anda,” ucap Abramow.

    Ia menjelaskan bahwa paparan daya yang konstan, terutama di rumah dengan fluktuasi tegangan dapat merusak komponen internal charger secara perlahan. Kebiasaan sederhana seperti mencabut charger dari stopkontak membantu perangkat elektronik menjadi lebih awet.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang! Begini Cara Menentukan Posisi Stopkontak di Rumah


    Jakarta

    Penghuni rumah menggunakan berbagai perangkat elektronik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tak heran setiap ruangan biasa dilengkapi dengan stopkontak buat mengalirkan listrik ke perangkat tersebut.

    Bila membangun rumah atau kamar, pemilik perlu mempertimbangkan posisi stopkontak di setiap ruangan. Stopkontak sebaiknya ditempatkan di lokasi yang memudahkan penghuni nantinya.

    Bagaimana cara menentukan posisi stopkontak buat setiap ruangan? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penempatan Stopkontak Sesuai Ruangan

    Inilah beberapa posisi stopkontak yang memudahkan penghuni rumah, dikutip dari Horizon Services.

    1. Kamar Tidur

    Pemilik rumah sebaiknya memasang stopkontak di sisi tempat tidur. Posisi ini memudahkan penghuni untuk mencolokkan charger atau pengisi daya ponsel, lampu, dan perangkat lainnya.

    2. Ruang Keluarga

    Ruang keluarga biasanya memerlukan banyak stopkontak. Sebab, ruangan ini dapat digunakan untuk memasang TV, video game, hingga layanan internet. Sebaiknya pasang stopkontak di bagian tengah setiap dinding dan sudut ruangan.

    3. Kamar Mandi

    Untuk kamar mandi, letakkan stopkontak di dekat meja kamar mandi agar kabel perangkat tidak tersandung kaki. Lalu, pilih lokasi yang jauh dari jangkauan shower atau bak mandi supaya tidak terkena cipratan air.

    4. Ruang Kerja

    Penempatan stopkontak sangat penting buat ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk memasang stopkontak di setiap dinding agar bisa fleksibel menempatkan furniture.

    5. Dapur

    Kemudian, pemilik sebaiknya menyiapkan sejumlah stopkontak sepanjang meja dapur dengan jarak sekitar 60 cm. Penempatan stopkontak bisa di atas lemari, bawah lemari, atau dinding tempat pasang peralatan elektronik.

    Itulah tips menempatkan stopkontak di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Charger Harus Dicabut dari Stopkontak Usai Dipakai, Jika Tidak Ini Akibatnya


    Jakarta

    Masih ada orang yang punya kebiasaan meninggalkan charger atau pengisi daya ponsel tercolok ke stopkontak padahal sudah selesai dipakai. Tanpa disadari, sebenarnya kebiasaan buruk ini merugikan penghuni rumah.

    Jika sering dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, perangkat akan menimbulkan panas secara berlebih. Alhasil, berbagai masalah pun dapat muncul sampai membahayakan penghuni.

    Apa saja risiko meninggalkan charger ponsel nganggur menempel ke stopkontak? Simak penjelasannya berikut ini.


    Risiko Biarkan Charger Terus Tercolok ke Stopkontak

    Inilah beberapa masalah yang bisa muncul kalau membiarkan charger ponsel tercolok ke stopkontak meski tak digunakan, dikutip dari Voice7 News.

    1. Ledakan dan Kebakaran

    Membiarkan charger tercolok ke stopkontak untuk jangka waktu yang lama bisa menimbulkan panas berlebih. Hal ini dapat memicu percikan api sehingga berpotensi terjadi kebakaran atau ledakan di rumah.

    2. Tagihan Listrik Meningkat

    Meski tidak tersambung ke ponsel, charger yang masih menempel ke stopkontak masih menyerap listrik. Kondisi seperti itu bakal menambah tagihan listrik dan membuang-buang energi.

    3. Kerusakan Perangkat

    Pengisian daya yang terlalu lama menyebabkan adaptor menjadi terlalu panas. Panas berlebih dapat merusak charger dan baterai ponsel seiring waktu sehingga mengurangi masa pakai dan kinerjanya.

    Tips Aman Isi Daya Ponsel di Rumah

    Penghuni rumah harus bijak dalam menggunakan perangkat listrik untuk menghindari kejadian tak diinginkan. Berikut ini cara aman mengisi daya ponsel di rumah.

    • Segera cabut charger ponsel dari stopkontak saat daya terisi penuh.
    • Hindari mengisi daya ponsel semalaman untuk mencegah perangkat panas.
    • Gunakan charger berlisensi yang cocok dengan spesifikasi ponsel.
    • Isi daya ponsel di tempat berventilasi baik untuk mengurangi risiko panas berlebih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Don’t Try This At Home! Kebiasaan Pakai AC yang Bikin Tagihan Listrik Bengkak


    Jakarta

    Saat cuaca panas, paling enak menyalakan AC di rumah. Tak perlu tunggu gerah pun, banyak penghuni rumah menyalakan AC di kamar setiap malam.

    Embusan udara segar dari AC memang melegakan, tetapi pemilik rumah dapat terbayang-bayang tagihan listrik yang semakin mahal. Pasalnya, AC mengonsumsi listrik yang cukup signifikan.

    Meski demikian, bukan berarti penghuni tidak boleh pakai AC sama sekali kok. Namun, sebaiknya hindari beberapa kebiasaan yang bikin tagihan listrik membengkak.


    Apa saja yang membuat AC boros listrik? Simak penjelasannya berikut ini.

    Kebiasaan Pakai Listrik yang Boros

    Inilah beberapa kebiasaan yang perlu dihindari agar tagihan listrik tidak mahal, dikutip dari Times of India.

    1. Menyalakan AC Terlalu Lama

    Tagihan listrik tentu akan semakin mahal kalau sering menggunakan AC, apalagi dalam jangka durasi yang lama. Penghuni dapat menghemat biaya dengan mematikan AC ketika tidak digunakan.

    2. Pasang Suhu AC Terlalu Rendah

    Banyak yang mengira memasang AC dengan suhu yang rendah dapat mendinginkan ruangan dengan cepat. Padahal, cara itu justru bikin AC bekerja lebih keras serta mengonsumsi lebih banyak energi.

    Menurut Biro Efisiensi Energi India, suhu AC yang ideal dan efisien adalah 24 derajat celsius. Suhu tersebut membuat AC menggunakan usaha lebih sedikit untuk mendinginkan ruangan dibandingkan dengan pengaturan suhu terendah.

    3. Tidak Rutin Servis AC

    Penghuni perlu melakukan perawatan atau servis AC secara rutin. Sebab, AC dapat menimbun kotoran dan debu sehingga menghalangi aliran udara serta mengurangi efisiensi. Hal ini menyebabkan beban AC lebih tinggi dan meningkatkan konsumsi listrik.

    Salah satu aspek penting untuk mendinginkan ruangan secara efektif adalah memastikan udara dingin terperangkap di dalam ruangan. Dengan begitu, AC bisa mendinginkan ruangan dengan lebih cepat. Oleh karena itu, sebaiknya ruangan dalam keadaan tertutup selama menyalakan AC.

    Itulah beberapa hal yang membuat tagihan listrik mahal saat pakai AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com