Tag: loteng

  • Kenapa Kamitetep Masih Sering Muncul di Rumah? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Ada beberapa serangga yang kerap muncul di rumah, salah satunya adalah kamitetep. Sebagai informasi, kamitetep atau Phereoeca uterella merupakan serangga sejenis ngengat yang memiliki bentuk seperti biji labu.

    Bentuknya yang unik membuat sejumlah orang mengira kamitetep adalah butiran pasir yang menggumpal di sudut rumah. Padahal kalau diperhatikan lebih detail, pada salah satu bagian ujungnya ada berwarna cokelat.

    Munculnya kamitetep membuat rumah jadi terkesan kotor. Selain itu, serangga kecil ini bisa menyebabkan gatal-gatal atau iritasi jika dipegang secara langsung.


    Kamitetep biasanya menempel pada tembok, sudut ruangan, atau kolong furnitur. Serangga ini bergerak secara perlahan sehingga kerap tidak disadari oleh penghuni rumah.

    Membasmi kamitetep bisa menggunakan sabun cuci piring yang dicampur dengan air. Selain itu, kamu juga bisa meletakkan kamper di lemari jika ditemukan ada kamitetep di pakaian.

    Jika kamitetep kembali muncul di rumah, berarti ada celah atau kebiasaan buruk yang membuat serangga tersebut datang lagi. Ketahui sejumlah penyebabnya dalam artikel ini.

    Penyebab Kamitetep Muncul Lagi di Rumah

    Dilansir situs Bugwiz, berikut sejumlah penyebab kamitetep muncul lagi di rumah:

    1. Jarang Membersihkan Rumah

    Alasan utama kamitetep bisa muncul lagi karena rumah jarang dibersihkan bahkan sampai berbulan-bulan. Ruangan atau area yang kotor di rumah dapat dipenuhi oleh kepompong kamitetep.

    Serangga kecil ini umumnya ditemukan di kamar mandi, kamar tidur, garasi, dan dapur. Kamitetep dapat menempel di dinding, loteng, kayu, batu-bata, dan plesteran.

    2. Lingkungan yang Memadai

    Kamitetep mencari tempat untuk hidup dan berkembang biak yang lembap, panas, tertutup, dan minim gangguan. Apabila terdapat ruangan di rumah yang punya kondisi seperti itu, maka tak heran kamitetep akan muncul kembali meski sebelumnya sudah dibasmi.

    3. Terdapat Sumber Makanan

    Agar bisa bertahan hidup tentu kamitetep membutuhkan makanan. Para ahli entomologi mengatakan kamitetep kebanyakan dapat hidup berdampingan dengan manusia.

    Temuan lainnya mengungkapkan kamitetep senang hidup di dekat laba-laba. Soalnya, mereka akan memakan sisa yang dibuang laba-laba dan sutra dari jaringnya. Selain itu, kamitetep juga dapat memakan serangga mati.

    Rumah yang jarang dibersihkan dapat memunculkan laba-laba dan juga serangga lainnya, sehingga jadi tempat yang nyaman untuk kamitetep berkembang biak karena menemukan sumber makanan yang banyak.

    4. Ada Celah Masuk Rumah

    Kamitetep sebenarnya berasal dari luar rumah, tapi kamitetep betina dewasa yang sudah kawin akan masuk rumah untuk bertelur. Mereka bisa masuk karena menemukan celah kecil di rumah.

    Selain itu, kamitetep juga bisa masuk ke rumah karena ikut terbawa. Mungkin penghuni rumah tidak sadar jika pakaian atau benda yang dibawa ternyata ada kamitetep. Alhasil, serangga kecil itu bisa tinggal dan berkembang biak di rumah.

    Cara Membasmi Kamitetep

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kamu bisa membasmi kamitetep cukup dengan menggunakan sabun cuci piring. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan wadah besar dan isi sekitar 3-4 liter air
    • Campur 2 sendok makan sabun cici piring ke dalam wadah
    • Aduk secara perlahan agar cairan tersebut tidak mengandung banyak busa
    • Tusuk kepompong kamitetep agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil
    • Lalu semprotkan atau tuang cairan sabun cuci piring tersebut ke kamitetep.

    Demikian penjelasan mengapa kamitetep bisa muncul lagi di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ada Kelelawar di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Mengusirnya


    Jakarta

    Kelelawar merupakan salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah. Hewan nokturnal ini bisa terbang ke sana kemari terlebih saat kondisi gelap gulita.

    Adanya kelelawar di rumah bisa membuat penghuni resah. Hal itu karena kelelawar merupakan salah satu vektor atau hewan pembawa penyakit, seperti SARS, ebola, dan virus nipah.

    Ada beberapa penyebab adanya kelelawar di rumah. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Penyebab Ada Kelelawar di Rumah

    Sumber Makanan dan Air

    Sama seperti hewan lainnya, penyebab utama kelelawar ada di rumah yaitu adanya sumber makanan dan air. Sumber makanan kelelawar yaitu serangga dan juga buah-buahan.

    Sementara untuk sumber air bisa didapatkan dari air mancur, kolam renang, dan lainnya.

    Sumber Panas

    Kelelawar menyukai tempat yang hangat sebagai tempat tinggal dan bersalin. Cara mereka menemukan tempat yang hangat dengan melihat petunjuk rasa hangat yang keluar dari celah rumah. Apabila fasad atau atap rumah terdapat celah, mereka bisa memanfaatkan spot tersebut.

    Cara Mengusir Kelelawar

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir dan mencegah kelelawar masuk ke rumah. Dilansir dari The Spruce dan Homes & Gardens, berikut ini informasinya.

    Cari Jalur Masuk Kelelawar

    Cara pertama adalah mencari jalur masuk kelelawar ke dalam rumah. Coba cari celah-celah kecil di sekitar atap dan loteng. Agar lebih mudah, penghuni dapat mengamati jalur masuk kelelawar ke dalam rumah saat malam hari.

    “Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari titik masuk. Kelelawar bisa masuk melalui celah dan retakan kecil, sekecil setengah inci,” kata AH David pemilik Pest Control Weekly, dikutip dari Homes & Gardens.

    Selanjutnya, tutup jalur-jalur masuk kelelawar dengan caulk atau sealant.

    Pasang Lampu Terang

    Kelelawar merupakan hewan nokturnal atau yang aktif pada malam hari dan menyukai kondisi cahaya redup. Maka tak heran hewan satu ini sering bersembunyi di tempat gelap.

    Peter Gros selaku pakar satwa liar menyarankan agar memasang lampu terang di loteng dan halaman rumah. Langkah ini dinilai efektif untuk membantu mengusir kelelawar dan mencegah mereka bersarang di dalam rumah.

    Jauhkan Sumber Makanan Kelelawar

    Beberapa sumber makanan kelelawar adalah buah-buahan dan serangga. Jika penghuni tidak ingin kelalawar datang ke rumah apalagi tinggal di sana, perlu tahu alasan kedatangan mereka. Apabila karena buah-buahan, penghuni bisa membungkus buah di pohon agar tidak dimakan kelelawar.

    Cara ini juga bisa membuat serangga tidak berdatangan. Lalu jaga kebersihan bagian depan rumah atau di dekat celah-celah rumah agar serangga tidak muncul di sekitar rumah.

    Taruh Bahan Alami yang Dibenci Kelelawar

    Apabila akses masuk kelelawar sudah ditutup tetapi mereka masih bisa masuk, bisa juga gunakan wewangian dari bahan alami untuk membuatnya enggan mendekat. Wewangian tersebut seperti peppermint, kayu manis, dan minyak kayu putih.

    Jika ingin menggunakan peppermint atau kayu putih, bisa pakai minyak esensial tersebut yang dicampurkan dengan satu cup air hangat dan setengah cup gula. Semprotkan campuran ini ke sarang kelelawar atau tempat yang sering ditemukan kelelawar untuk mencegahnya menetap di sana.

    Panggil Jasa Profesional

    Ini merupakan langkah yang harus diambil apabila kelelawar sudah tidak bisa diusir dan mulai mengotori rumah. Penggunaan jasa profesional bisa menghindari penghuni rumah dari penularan penyakit dan masalah akan lebih cepat selesai.

    Itulah penyebab dan cara mengusir kelelawar dari rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! 4 Cara Mudah Usir Laba-laba dari Rumah



    Jakarta

    Sarang laba-laba sering muncul di sudut rumah, baik di dinding, plafon, maupun sela-sela jendela. Walaupun tidak berbahaya, keberadaannya bikin rumah terlihat kotor dan tidak terurus.

    Membersihkan sarang laba-laba sebenarnya mudah. Namun, agar rumah benar-benar terbebas, sumbernya juga harus diusir supaya sarang tidak kembali lagi. Mengutip Mirror, berikut beberapa cara efektif untuk membasmi laba-laba dari rumah:

    1. Tutup Semua Celah

    Laba-laba sering masuk lewat celah kecil di dinding, pintu, atau jendela. Karena itu, penting untuk menutup semua celah yang berpotensi jadi jalan masuk.
    Menurut pakar pengendalian hama Jordan Foster dari Fantastic Service, pemilik rumah perlu memberi perhatian khusus pada dapur, loteng, dan kamar mandi karena area lembap jadi tempat favorit laba-laba. Ventilasi sebaiknya diberi jaring, dan perapian ditutup saat tidak digunakan.


    2. Gunakan Minyak Esensial Peppermint

    Selain menenangkan, minyak esensial peppermint ternyata juga ampuh mengusir laba-laba. Aroma menyengatnya tidak disukai laba-laba karena penciuman mereka bekerja lewat kaki.

    Caranya mudah: campurkan 20 tetes minyak peppermint dengan air ke dalam botol semprot, lalu semprotkan ke sudut-sudut rumah dan celah tempat laba-laba bersembunyi. Namun, hati-hati jika punya hewan peliharaan, karena peppermint bisa beracun bagi mereka.

    3. Nyalakan Lilin Aromaterapi Serai

    Lilin beraroma serai, lemon, atau kayu manis juga bisa membantu. Selain aromanya tidak disukai laba-laba, asap dari lilin bisa membuatnya enggan mendekat. Letakkan lilin aromaterapi di dekat jendela atau sudut ruangan yang sering muncul sarang laba-laba.

    4. Semprotkan Cuka Putih

    Cuka putih di dapur juga bisa jadi solusi. Campurkan air dan cuka dengan perbandingan 1:1, lalu semprotkan di area yang sering jadi tempat masuk laba-laba. Kandungan asam asetat pada cuka membuat laba-laba enggan mendekat. Cara ini aman digunakan meski di sekitar hewan peliharaan.

    Dengan trik sederhana ini, rumah bisa lebih bersih dan bebas dari sarang laba-laba yang mengganggu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini Tempat Tawon Sering Bersembunyi di Dalam Rumah


    Jakarta

    Tawon merupakan salah satu serangga yang cukup berbahaya karena mengeluarkan sengatan. Jika ada tawon masuk ke dalam rumah, maka kamu perlu hati-hati saat mengusirnya.

    Apabila tawon tidak segera diusir maka bisa saja bersembunyi di sejumlah tempat. Bahkan, tawon bisa membuat sarang di tempat tersebut untuk berkembang biak.

    Sebagai pemilik rumah, kamu harus mengetahui tempat-tempat yang sering menjadi tempat persembunyian tawon. Di mana saja tempat tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tempat Tawon Bersembunyi di Dalam Rumah

    Ahli entomologi Tracy Ellis mengatakan ada sejumlah tempat di dalam rumah yang sering menjadi tempat persembunyian tawon, salah satunya berada di dekat lampu.

    “Tawon secara alami bergerak menuju ke sumber cahaya, jadi periksa jendela, skylight, dan kap lampu terlebih dahulu,” kata Ellis dilansir situs The Spruce.

    Selain di dekat lampu, tawon juga dapat bersembunyi di sudut ruangan, di balik tirai jendela, atau di atas perabotan yang menempel di langit-langit. Area ini jadi tempat yang nyaman bagi tawon untuk bersembunyi.

    Wakil presiden senior National Pest Management Association (NPMA) Jim Fredericks menyarankan untuk mengecek tempat-tempat yang hangat, seperti di dekat atau di belakang perabotan, belakang tirai, atau di balik hiasan dinding. Ukurannya yang kecil membuat penghuni rumah sering tidak menyadari kehadiran tawon.

    “Saat memasuki musim yang dingin, beberapa spesies seperti tawon kertas mungkin bahkan dapat hibernasi di dalam ruangan. Jadi, periksa juga area seperti rongga dinding, loteng, dan ruang tertutup lainnya di dalam rumah,” paparnya.

    Tanda-tanda Ada Sarang Tawon di Rumah

    Jika tawon bersembunyi di dalam rumah dalam waktu cukup lama, kamu perlu hati-hati karena ia bisa membuat sarang. Dilansir Fast Action Pest Control, berikut tanda-tanda ada sarang tawon di rumah:

    1. Ada Kayu yang Rusak

    Sejumlah spesies tawon dapat mengunyah kayu untuk membuat bubur kertas guna membangun sarang. Proses tersebut menyebabkan ada lubang pada permukaan luar kayu.

    Kalau menemukan ada kayu yang rusak di rumah, bisa jadi itu disebabkan oleh tawon. Besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh tawon bisa tergantung dari ukuran sarang.

    2. Muncul Suara Berdengung

    Saat membangun sarang, tawon akan mengeluarkan suara ketukan atau dengungan. Jika mendengar ada suara dengung yang semakin keras di dalam rumah, kemungkinan besar ada banyak tawon yang bersarang.

    3. Sering Melihat Tawon

    Jika sering melihat tawon beterbangan di sekitar rumah, kamu perlu waspada karena bisa jadi pertanda ada sarangnya di rumah. Sebab, tawon dapat meninggalkan sarangnya beberapa kali sehari untuk mengumpulkan makanan.

    Cobalah ikuti jalur terbang tawon untuk mencari kemungkinan lokasi sarangnya. Tetap hati-hati dalam mencari sarangnya karena tawon bisa menyerang dan mengeluarkan sengatan jika merasa terancam.

    Itu dia sejumlah tempat di dalam rumah yang bisa menjadi lokasi tawon bersembunyi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ketahui 5 Tanda Ular Bersarang di Rumah


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang berbahaya karena dapat menggigit dan mengeluarkan bisa. Bahkan, sudah banyak korban yang meninggal dunia akibat diserang reptil tersebut.

    Meski hidup di alam liar, tapi terkadang ular juga bisa masuk ke rumah penduduk. Sudah banyak kejadian seekor ular ditemukan bersembunyi di plafon, kamar mandi, hingga atap rumah.

    Maka dari itu, bukan tidak mungkin rumah kamu menjadi tempat yang nyaman bagi ular untuk bersarang dan berkembang biak. Jika dibiarkan, hal itu sangat berbahaya karena berisiko menyerang penghuni rumah.


    Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda ada sarang ular di rumah. Seperti apa ciri-cirinya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah

    Dilansir situs Revoke Snake Repellent dan Accurate Pest Control, berikut tanda-tanda ada sarang ular di rumah:

    1. Ada Jejak Ular

    Ular merupakan reptil yang bergerak menggunakan kontraksi otot tubuh. Walau tidak memiliki kaki, tapi ular dapat meninggalkan jejak di tanah atau lantai yang berdebu.

    Jejak ular umumnya berbentuk pola ‘S’ tapi juga bisa berbeda tergantung dari gerakan ular. Ada juga pola jejak ular yang berbentuk seperti coretan menyamping.

    Jika kamu curiga ada aktivitas ular di dalam rumah, coba taburkan tepung ke area yang diyakini bakal dilalui ular. Kalau muncul jejak ular, segera panggil petugas pemadam kebakaran (Damkar) agar hewan tersebut dapat ditangkap.

    2. Muncul Suara Desis

    Ular dapat mengeluarkan suara desis yang khas. Apabila suara desis terdengar dari dalam ruangan yang gelap atau sempit, maka bisa menandakan ada sarang ular di rumah.

    Sebagai informasi, ular adalah hewan yang senang tinggal di tempat kecil, gelap, dan lembap. Kondisi tersebut sangat cocok bagi ular untuk membuat sarang dan berkembang biak.

    Dalam banyak kasus, sarang ular bisa berada di ruang bawah tanah, loteng, atau bahkan kamar mandi. Jika terdengar suara desis ular, segera hubungi petugas Damkar untuk menangkap reptil tersebut.

    3. Ada Sisa Kulit Ular yang Mengelupas

    Ular termasuk hewan yang dapat berganti kulit lewat proses yang disebut ecdysis. Jika kamu melihat ada sisa kulit ular di sekitar rumah atau halaman, maka jadi pertanda nyata kalau ada sarang ular di kediaman kamu.

    4. Ada Kotoran Ular

    Tanda-tanda berikutnya adalah muncul kotoran ular yang tersebar di beberapa sudut rumah. Kotoran ular umumnya punya wujud seperti kotoran burung, yaitu cairan berwarna kuning dan putih serta mengandung urea.

    Sebagai pengingat, jangan menyentuh kotoran ular dengan tangan kosong. Untuk membersihkannya, gunakan sarung tangan tebal sebagai bentuk pencegahan agar tidak tertular penyakit.

    5. Muncul Bau yang Menyengat

    Jika kamu mencium bau tidak sedap dan menyengat hidung, bisa jadi itu merupakan kotoran ular. Jika kamu mencium bau tersebut dari tempat gelap, lembap, dan sempit, maka sebaiknya segera diperiksa untuk memastikan apakah ada sarang ular atau tidak.

    Pastikan kamu hati-hati saat mengecek area yang gelap dan lembap. Gunakan senter yang terang untuk melihat area di sekitar dan pakai masker untuk menghalau bau tidak sedap.

    Demikian lima tanda-tanda jika ada sarang ular di dalam rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca Panas Bikin Rumah Seperti Oven? Ini Cara Bikin Adem Tanpa AC!



    Jakarta

    Jika cuaca sedang panas-panasnya terkadang menyalakan AC saja tidak cukup. Butuh siasat untuk mengakali suhu ruangan jika itu sudah terjadi.

    Suhu tinggi jelas membuat rumah terasa gerah dan tidak nyaman, apalagi bagi yang tidak memiliki pendingin ruangan seperti AC. Tapi tenang, masih ada cara sederhana yang bisa kamu lakukan agar rumah tetap sejuk di tengah gelombang panas.

    Berikut beberapa tipsnya, dikutip dari BBC.


    1. Buka Jendela di Pagi dan Malam Hari

    Manfaatkan waktu ketika udara luar lebih sejuk, biasanya pagi dan malam hari.
    Buka jendela yang searah arah angin agar sirkulasi udara berjalan lancar dan udara panas di dalam rumah keluar.

    Kalau tidak ada jendela yang searah angin, kamu bisa bantu dengan kipas angin untuk mendorong udara segar masuk.

    Udara panas juga cenderung naik ke atas, jadi kalau kamu punya loteng atau rumah dua lantai, buka jendela di lantai atas agar hawa panas bisa keluar.

    2. Tutup Jendela Siang Hari

    Saat siang, udara luar jauh lebih panas daripada di dalam rumah. Jadi, tutup jendela, pintu, dan ventilasi agar panas tak masuk.

    Gunakan gorden tebal atau anti-sinar matahari, karena sinar matahari yang langsung masuk bisa meningkatkan suhu ruangan secara signifikan.

    3. Gunakan Kipas untuk Hembusan Sejuk

    Kipas angin bisa jadi penyelamat murah dan efisien. Letakkan di dekat jendela atau pintu yang terbuka untuk membantu udara sejuk masuk.

    Kalau mau lebih dingin, taruh semangkuk es atau air dingin di depan kipas, hembusannya akan terasa seperti pendingin alami.

    Pakar fisiologi manusia, Prof. Mike Tipton, mengingatkan bahwa mengipasi seluruh tubuh lebih efektif daripada hanya wajah. Tapi, hindari mengipasi tubuh jika suhu udara di atas 35°C, karena justru bisa membuat panas makin terperangkap.

    4. Kurangi Aktivitas yang Hasilkan Panas

    Matikan atau tunda dulu penggunaan alat rumah tangga seperti oven, penanak nasi, atau mesin cuci, karena semua menghasilkan panas tambahan di dalam rumah.

    Kelembapan tinggi juga bisa membuat suhu terasa makin menyiksa. Pastikan ruangan kering dan pindahkan sementara tanaman indoor ke luar rumah untuk menurunkan kelembapan.

    5. Dinginkan Tubuh

    Mandi air dingin bisa membantu, tapi jangan terlalu lama. Menurut Mike Tipton, triknya adalah mendinginkan kulit tanpa menghambat aliran darah.

    Kalau tubuh terlalu dingin, pembuluh darah justru menyempit dan panas jadi sulit keluar. Kamu juga bisa tempelkan es batu ke tubuh untuk efek sejuk instan, lalu kenakan pakaian berbahan katun agar tetap nyaman.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sarang Laba-laba Bisa Bikin Rumah Terlihat Kumuh, Ini Solusi Mudahnya!


    Jakarta

    Penghuni rumah mungkin sudah rajin sapu dan pel lantai, lalu mengelap perabotan di rumah. Namun, sudahkan membersihkan sarang laba-laba di sudut-sudut rumah?

    Biasanya kumpulan sarang laba-laba terlihat di plafon dan pojokan rumah yang jarang terjamah penghuninya. Tak hanya kotor, sarang laba-laba dapat merusak pemandangan.

    Bayangkan, rumah sudah rapi tetapi tampak ada kumpulan sarang laba-laba beserta debu bergelantungan dari langit-langit. Tentu sarang itu akan membuat rumah terlihat kurang estetik.


    Dilansir dari Best Life, laba-laba membuat sarang di sudut bangunan, seperti bangunan tersebut kotor, tidak terurus, dan dekat dengan sumber makanan mereka yakni serangga. Penghuni bisa mengecek beberapa titik yang sering jadi sarang laba-laba berikut ini.

    Tempat Favorit Laba-laba buat Bersarang

    Inilah beberapa tempat favorit laba-laba bersarang menurut situs Angi.

    • Langit-langit dan sudut-sudut dinding
    • Di belakang dan di Bawah Perabotan
    • Di sekitar jendela
    • Loteng dan ruang bawah tanah
    • Bagian rumah yang tidak atau jarang digunakan

    Cara Bersihkan Sarang Laba-laba

    Sarang laba-laba sebenarnya sangat mudah dibersihkan. Cukup dengan sedikit tarikan saja, sarang akan terlepas tanpa meninggalkan noda. Namun ada cara lain yang lebih higienis yang bisa diikuti.

    Pakai Sapu atau Kuas Halus

    Gunakan sapu, kuas halus, atau benda panjang dan keras untuk menghilangkan sarang laba-laba. Benda tersebut berfungsi sebagai pengganti tangan buat mengambil sarang tersebut.

    Setelah diraih, sarang laba-laba akan menempel pada sapu. Lalu, penghuni tinggal membersihkan sarang itu pakai tisu atau plastik.

    Gunakan Vacuum Cleaner

    Vacuum cleaner bisa menyedot berbagai kotoran, termasuk sarang laba-laba. Akan tetapi, mesin penyedot debu ini kurang cocok buat meraih sarang laba-laba di plafon karena ukurannya kurang panjang. Alat ini lebih cocok untuk membersihkan sarang di bawah kursi, belakang pintu, dan sudut jendela.

    Nah, setelah rumah bebas dari sarang, penghuni rumah sebaiknya mencegah laba-laba masuk rumah. Pastikan untuk menutup celah dan retakan di bangunan rumah biar nggak jadi akses laba-laba. Selain itu, tutup makanan dan tempat sampah agar tidak didatangi laba-laba.

    Itulah tips seputar sarang laba-laba. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Ada Kecoak di Kamar Mandi? Bisa Jadi Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Adanya kecoak di dalam kamar mandi tentu bisa membuat penghuni rumah tidak nyaman dan jijik. Tak heran banyak orang mencari cara untuk mencegah atau membasmi kecoak.

    Di sisi lain, adanya kecoak menimbulkan bau tak sedap serta berpotensi membawa penyakit. Hal ini menambah daftar alasan harus mengusir kecoak dari rumah.

    Sebelum mengetahui cara mencegah dan membasmi kecoak, simak dulu penyebab adanya hewan tersebut di kamar mandi.


    Penyebab Ada Kecoak di Kamar Mandi

    Dilansir dari The Spruce, kecoak suka dengan area lembap. Adanya air yang tertampung di bak, keran bocor hingga saluran pembuangan menjadikan kamar mandi tempat yang selalu lembap dan disukai kecoak.

    Area kamar mandi yang sering kali gelap juga jadi lokasi favorit kecoak untuk berkembang biak. Belum lagi terdapat retakan lantai di kamar mandi yang jadi tempat persembunyian sempurna bagi kecoak untuk bersarang.

    Cara Cegah dan Basmi Kecoak di Kamar Mandi

    Dilansir dari Homes & Gardens dan The Spruce, berikut ini informasinya.

    Rutin Bersihkan Area Rumah

    Kecoak menyukai area yang lembap dan tersedia sumber makanan. Mereka sering kali ditemui di dapur, kamar mandi, hingga loteng. Hewan ini juga kerap bersembunyi di area sempit dan sulit dijangkau, misal kolong kulkas.

    Area yang berpotensi menjadi sarang kecoa jangan sampai lupa dibersihkan setiap hari. Oleh karena itu, penghuni wajib memastikan seluruh area rumah dibersihkan tanpa kecuali hingga di pojok yang paling tersembunyi.

    Buang Sampah ke Luar Rumah

    Cara terbaik memberantas kecoak adalah tidak membiarkan sampah menumpuk di dalam rumah. Penghuni rumah bisa rutin membuangnya ke tempat sampah di luar rumah, terutama sisa-sisa makanan.

    Semprotkan Air Sabun

    Sabun cuci piring di rumah berguna untuk memberantas kecoak dengan menghambat pernapasannya. Penghuni rumah dapat mencampurkan 4 sendok makan sabun dan 1 liter air lalu kocok dan semprotkan ke tempat yang terlihat ada kecoak.

    Gula dan Boraks

    Campurkan boraks dan gula dengan perbandingan 3:1. Lalu sebarkan di tempat-tempat yang ada kecoaknya. Boraks efektif karena dapat mengeringkan bagian eksoskeleton kecoak, mempengaruhi sistem pencernaan, dan membunuhnya.

    Semprotkan Air Lemon

    Lemon memiliki sifat antipatogen alami untuk mengusir kecoak dan mencegahnya kembali. Untuk membuatnya, penghuni rumah bisa mencampurkan perasan lemon dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan larutan tersebut ke area yang sering didatangi kecoak.

    Perlu diketahui, efek cara membasmi kecoa tanpa semprotan serangga ini bisa saja tidak bertahan lama. Penghuni rumah harus mengulanginya agar kecoak benar-benar tidak datang lagi ke rumah. Contohnya, memastikan rumah selalu bersih dan rapi setiap hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Dapur Sederhana yang Bikin Tikus Ogah Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Salah satu hewan yang sering kali muncul di dalam rumah adalah tikus. Hama ini kerap muncul di kamar mandi, dapur, dan loteng rumah.

    Tikus bisa menggerogoti sisa-sisa makanan yang ada di dapur dan meja makan. Tak hanya itu, hewan pengerat ini juga bisa membuang kotoran sembarangan yang bisa memicu bau tak sedap.

    Untuk mencegah tikus datang ke rumah ternyata bisa menggunakan bahan dapur sederhana. Ingin tahu apa saja bahan dapur tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Bahan Dapur yang Ampuh Cegah Tikus Masuk Rumah

    Ada sejumlah bahan dapur yang bisa mencegah tikus masuk ke dalam rumah. Dikutip dari situs The Spruce, berikut daftar bahan dapurnya:

    1. Bawang Putih

    Bawang putihBawang putih Foto: ji jiali/Unsplash

    Bawang putih umumnya digunakan sebagai salah satu bumbu masak. Selain menciptakan rasa sedap pada makanan, ternyata bawang putih juga ampuh mencegah tikus masuk ke rumah.

    Sebab, bawang putih memiliki bau yang menyengat bagi tikus. Agar efektif mengusir hama tersebut, letakkan beberapa siung bawang putih di dekat pintu masuk. Bisa juga menaburkan bubuk bawang putih di sekitar jalur tikus yang sering dilalui.

    2. Kayu Manis

    Hindari Efek Samping Konsumsi Kayu Manis, Ikuti Saran Ahlikayu manis. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Kayu manis memiliki aroma yang harum dan menciptakan rasa lezat pada makanan. Meski begitu, aroma dari kayu manis ternyata tidak disukai oleh kawanan tikus karena baunya dianggap sangat tajam.

    Untuk cara pakainya, taburkan bubuk kayu manis di sekitar pintu masuk atau celah. Bisa juga menaburkan kayu manis di area yang sering dilalui hama tersebut.

    3. Cuka Putih

    white vinegar on wood table topcuka putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cuka putih merupakan salah satu bahan dapur yang disebut efektif untuk mencegah tikus masuk rumah. Aromanya yang tajam dan memiliki sifat asam membuat tikus memilih untuk menghindarinya.

    Cukup masukkan bola-bola kapas ke dalam wadah berisi cuka putih, lalu letakkan di area yang sering dilalui tikus. Jangan lupa untuk mengganti bola kapas setiap 4-5 hari sekali agar aroma cuka putih tetap keluar.

    4. Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Bubuk kopi bisa menjadi pilihan alternatif untuk mencegah tikus datang lagi. Caranya juga gampang, cukup tuang bubuk kopi ke dalam beberapa wadah, lalu letakkan di sudut-sudut rumah.

    Disarankan untuk menggunakan bubuk kopi hitam, bukan kopi dengan campuran gula atau krimer. Sebab, bubuk kopi tersebut justru bisa mengundang semut untuk datang.

    5. Merica Bubuk

    Coarse ground black pepper on a wooden spoon and spilled on an old, weathered wood surface.Merica bubuk. Foto: iStock

    Satu lagi bahan dapur yang dapat digunakan, yakni merica bubuk. Aroma pedas dari merica ternyata dapat mengusir tikus karena tidak tahan dengan baunya.

    Cara pakainya cukup dengan menaburkan merica bubuk ke area yang sering dilalui tikus. Agar tidak mengotori rumah, sebaiknya tuang merica bubuk ke dalam wadah kecil.

    Itulah lima bahan dapur sederhana yang dapat mencegah tikus masuk ke rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Dinding Lembap dan Bau Aneh Bisa Jadi Tanda Rumah Diserbu Lebah



    Jakarta

    Saat musim kemarau atau cuaca sedang panas, rumah sering menjadi tempat yang menarik bagi lebah untuk bersarang. Celah di dinding, atap, dan ventilasi bisa menjadi lokasi ideal bagi mereka untuk membangun sarang.

    Jika dibiarkan, keberadaan sarang lebah di rumah bukan hanya mengganggu kenyamanan penghuni. Dalam jangka panjang, aktivitas lebah yang terus berlangsung dapat merusak struktur bangunan.

    Dilansir dari ABC Wildlife, Jumat (31/10/2025) lebah cenderung mencari tempat berlindung yang tertutup dan aman dari gangguan luar. Di alam liar, mereka biasanya memilih rongga pohon atau batu. Namun, pada area permukiman, tempat yang mereka jadikan untuk membangun sarang biasanya pada dinding rumah, atap, hingga celah di antara lantai.


    Beberapa Tanda Rumah Menjadi Tempat Favorit Lebah

    Aktivitas Lebah Meningkat di Area Tertentu

    Jika lebah mulai terlihat masuk dan keluar melalui celah-celah kecil di dinding, plafon, atau lubang ventilasi, itu bisa menjadi tanda bahwa koloni lebah sedang membangun sarang di dalam rumah. ABC Wildlife menjelaskan bahwa perilaku ini disebut airport activity, dimana lebah tampak mondar-mandir di satu titik.

    Terdengar Dengungan Terus-menerus

    Suara dengungan samar yang terus terdengar, terutama di malam hari, bisa menjadi tanda adanya koloni lebah yang aktif. Bunyi tersebut biasanya berasal dari balik dinding, atap, atau plafon, tempat lebah membangun sarangnya secara tersembunyi.

    Terlihat Tetesan Madu

    Saat sarang lebah semakin besar, madu lebah bisa merembes ke permukaan dinding atau juga menetes di sekitarnya. Selain merusak cat, cairan manis ini juga bisa mengundang semut dan serangga lain.

    Muncul Kelembapan di Area Tertentu

    Lebah biasanya menjaga suhu dan kelembapan di dalam sarangnya agar tetap stabil. Jika mulai tercium bau aneh dan melihat dinding yang terasa lembap, bisa jadi itu pertanda ada sarang lebah tersembunyi di baliknya.

    Tips agar Rumah Tidak Menjadi Sarang Lebah

    Tutup Celah dan Retakan di Dinding atau Atap

    Gunakan sealant atau busa khusus bangunan untuk menutup lubang-lubang kecil di dinding, atap, atau celah ventilasi. Langkah sederhana ini bisa mencegah lebah masuk dan membuat sarang di area tersembunyi di rumah.

    Periksa Area Lembap dan Jarang Tersentuh

    Bersihkan gudang, loteng, dan area bawah atap secara rutin agar tidak menjadi tempat ideal bagi lebah bersarang. Area yang gelap, hangat, dan jarang tersentuh biasanya menjadi lokasi favorit lebah untuk membangun koloni.

    Gunakan Aroma Pengusir Alami

    Beberapa aroma alami seperti kayu manis, cengkeh, atau serai terbukti tidak disukai oleh lebah. Aroma-aroma tersebut efektif untuk mencegah lebah bersarang di area tertentu di sekitar rumah.

    Hubungi Ahli yang Profesional

    Jika koloni lebah sudah tumbuh besar dan sarangnya melekat kuat pada struktur rumah, hindari mencoba mengusirnya sendiri. Kondisi seperti ini sebaiknya ditangani oleh petugas atau ahli pengendalian hama agar proses pemindahan lebah berlangsung aman dan tidak merusak bangunan. Melalui artikel ABC Wildlife juga menekankan pentingnya memanggil spesialis pengangkut lebah agar koloni bisa dipindahkan dengan aman tanpa membahayakan penghuni rumah maupun lebah itu sendiri.

    Itulah tanda-tanda rumah menjadi tempat lebah membangun sarang dan tips mencegah serta mengatasinya. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com