Tag: luapan

  • Teras Sering Kotor gegara Cipratan Air Hujan? Cegah Pakai 3 Cara Ini



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, halaman depan akan sering tergenang air. Otomatis bagian teras juga ikut kotor terkena cipratan air bercampur tanah. Belum lagi lantai teras jadi licin karena cipratan air tersebut.

    Salah satu cara agar teras tidak semakin kotor adalah dengan tidak memakai sepatu atau sandal yang baru saja menginjak tanah ke teras rumah, nanti bercak coklat tercetak di teras. Masalah lainnya adalah jika pipa air pembuangan dari atas berada di dekat teras, cipratan air pasti langsung masuk ke area teras.

    Sebenarnya cipratan air bercampur tanah ini mudah dibersihkan cukup dipel atau dilap. Namun, harus langsung dibersihkan. Apabila sudah kering kamu perlu membasahi lantainya lagi dan menggosok noda tersebut.


    Ada cara lain yang lebih efektif sehingga kamu tidak susah membersihkan yakni dengan mencegah cipratan air tersebut masuk ke area teras. Melansir dari Good to be Home Magazine, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa cara agar rumah tetap bersih dari cipratan air.

    1. Buat Taman Hujan

    Taman hujan adalah area hijau yang ditumbuhi dengan tanaman yang dapat menyerap air dengan baik. Salah satu tanaman yang cocok adalah tanaman rumput zebra yang memiliki daun panjang dan ramping.

    Rumput ini berfungsi sebagai penyaring alami dan menyerap air sehingga dapat mencegah luapan. Tanaman berakar dalam seperti tanaman keras merendam dan menyimpan air untuk bertahan hidup selama musim kemarau. Dengan adanya tanaman ini terutama ditanam di pinggiran teras bisa mencegah cipratan air masuk.

    2. Buat Saluran Pembuangan Air

    Kamu tidak bisa hanya mengandalkan air hujan menyerap, alternatif lainnya adalah membuat sebuah selokan kecil atau saluran air yang mengarah ke tempat pembuangan terdekat.

    3. Letakkan Kerikil di Bawah Pipa Air

    Beberapa pipa ada yang dipasang di atas sehingga air yang jatuh di atap akan terbuang seperti air terjun. Kamu bisa menambahkan rantai talang air di tengah mulut air keluar agar aliran airnya mengikuti rantai itu. Kemudian, agar cipratan air tidak langsung menyentuh tanah dan membuat kotor, kamu bisa menambahkan kerikil di bawahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sederet Bagian Rumah yang Rawan Kebocoran



    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, tentunya harus memiliki perhatian ekstra terhadap rumah. Rumah yang kurang mendapatkan perawatan sangat beresiko terjadinya kebocoran, hal ini akan sangat mengganggu dan berbahaya.

    Ada beberapa bagian yang harus diperhatikan karena memiliki resiko tinggi terhadap kebocoran sehingga menimbulkan kerusakan. Kebocoran di rumah juga bisa menimbulkan kelembapan yang berlebih.

    Melansir Homes & Gardens, berikut beberapa bagian area rumah yang rawan kebocoran saat musim hujan tiba.


    Talang Air

    Pemeriksaan rutin atap dan talang air sangat penting untuk dilakukan. Talang air yang tersumbat akan menyebabkan luapan air dan kebocoran, sehingga akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

    Jendela Atap atau Skylight

    Skylight merupakan cara yang bagus untuk menambah cahaya alami di dapur dan rumah, Skylight juga merupakan salah satu area utama di rumah yang rawan bocor di musim hujan, sehingga hal ini bisa menjadi penyebab utama kebocoran di rumah.

    Masalah yang umum terjadi adalah kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu atau karena terhantam badai. Memperbaikinya bukanlah masalah besar, biasanya hanya melibatkan pemasangan segel baru atau pendempulan.

    Namun, jika ada retakan pada kaca, disarankan untuk secepatnya mengganti seluruh kaca. Jangan hanya menambalnya, karena akan menambah kerusakan yang lebih parah.

    Jendela dan Pintu

    Jendela dan pintu bisa menjadi penyebab kebocoran di rumah. Selama musim hujan, pastikan jendela dan pintu tertutup rapat. Periksa juga keretakan dan celah yang bisa menyebabkan air masuk ke rumah.

    Dek Rumah

    Dek rumah saat musim hujan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Area dek dapat dengan cepat menjadi area bermasalah dan menyebabkan kondisi dek licin yang berbahaya serta beresiko jatuh

    Sambungan dek merupakan sumber umum kebocoran, seperti baut atau sekrup yang menahan dek ke rumah terlihat berkarat atau kendur, sehingga memungkinkan air merembes ke are di bawah dek.

    Lembah Atap

    Lembah atap merupakan titik-titik tempat dua bagian atap bertemu membentuk palung. Tempat ini berperan penting dalam mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

    Air yang terperangkap dapat mengembang dan mengacaukan flashing, sehingga membuka pintu kebocoran.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata… 5 Benda Ini Penyebab Saluran Air Mampet!


    Jakarta

    Saluran air yang mampet merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi masyarakat. Ada beberapa benda yang menyebabkan saluran air menjadi mampet, misalnya kotoran yang menumpuk.

    Saluran air yang mampet itu bisa menimbulkan masalah baru, seperti luapan air sehingga menimbulkan bau tak sedap. Nah, sebelum kejadian sebaiknya kamu mengetahui benda apa saja yang bisa bikin saluran air mampet. Berikut ini benda-benda yang bikin saluran air mampet serta cara mengatasinya, dikutip dari Dengarden.

    Benda yang Bikin Saluran Air Mampet

    1. Rambut

    Rambut yang rontok setiap hari bisa menjadi penyebab saluran air mampet. Nggak cuma itu, rambut hewan peliharaan dan bahan berserat lainnya juga bisa menyumbat saluran air. Rambut juga dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.


    Cara mengatasinya: Kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan cairan pembersih saluran air untuk menghancurkan minyak dan rambut yang menyumbat, namun perlu diingat jika penggunaan jangka panjang dapat merusak pipa. Untuk alternatifnya, kamu bisa menggunakan baking soda dan cuka.

    2. Sabun

    Sisa-sisa sabun yang berbentuk buih dapat terakumulasi seiring berjalannya waktu, terutama di saluran cucian, pancuran, dan kamar mandi, sehingga mengurangi diameter pipa dan menyebabkan saluran air menjadi lambat. Sabun jika tercampur dengan bahan lain seperti rambut dan kotoran bisa menimbulkan penyumbatan.

    Cara mengatasinya: Pembersihan dengan air bertekanan tinggi adalah cara terbaik untuk menghilangkan penumpukan sabun dari pipa.

    3. Minyak dan Lemak

    Minyak dan lemak sisa makanan bisa mengendap dan membeku ketika suhu dingin dan terkena air sehingga menyumbat saluran air.Dengan menyiram air panas ke dalam saluran air ternyata dinilai kurang ampuh.

    Cara mengatasinya: Kamu bisa campurkan sedikit detergen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

    4. Sisa Makanan

    Penyebab utama kenapa wastafel sering tersumbat adalah sisa makanan yang jatuh ke dalam saluran air kemudian menyumbatnya. Terutama untuk teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air.

    Cara mengatasinya: Bersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

    5. Endapan Mineral

    Air sadah punya konsentrasi pH mineral tinggi, Maka jika air di tempat tinggal kamu adalah air sadah maka saluran air kamu bisa tersumbat oleh endapan mineral dengan seiring berjalannya waktu. Hal ini akan mengurangi arus aliran kemudian dapat menyumbat saluran air.

    Cara mengatasinya: Kamu bisa panggil tukang ledeng profesional. Pipa-pipa tersebut perlu dibersihkan keraknya untuk menghilangkan penumpukan mineral.

    Itulah 5 benda yang bisa menyebabkan saluran air mampet dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! 4 Titik Ini Rawan Alami Kebocoran di Rumah


    Jakarta

    Rumah bocor adalah salah satu masalah yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan tiba. Pemilik rumah harus lebih memperhatikan dan merawat rumah untuk mencegah kebocoran.

    Sebab, rumah yang mengalami kebocoran berisiko menimbulkan kerusakan yang berkelanjutan pada bangunan rumah. Air yang menerobos ke dalam rumah membuat bangunan rumah menjadi lembap.

    Oleh karena itu, kamu perlu tahu titik-titik rawan bocor di rumah. Berikut ini tempat berpotensi mengalami kebocoran saat hujan, dikutip dari Homes & Gardens.


    Titik Rawan Bocor di Rumah

    Inilah beberapa lokasi di rumah yang kerap kali terjadi bocor ketika hujan.

    1. Talang Air

    Talang air yang tersumbat bisa menyebabkan luapan air dan kebocoran. Jika dibiarkan, luapan air bisa menimbulkan kerusakan pada rumah.

    Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan rutin pada atap dan talang air untuk mencegah kebocoran ketika turun hujan.

    2. Jendela Atap atau Skylight

    Mempunyai skylight atau jendela pada atap adalah cara yang bagus untuk menambah pencahayaan alami rumah. Namun, Skylight juga merupakan salah satu area yang rawan bocor.

    Biasanya kebocoran terjadi karena ada kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu. Untuk memperbaikinya, kamu cukup memasang segel baru atau pendempulan.

    Selain itu, retakan pada kaca juga bisa jadi penyebab kebocoran. Sebaiknya kamu segera mengganti seluruh kaca kalau menemukan retakan.

    3. Jendela dan Pintu

    Kebocoran juga bisa terjadi pada area jendela dan pintu rumah. Air hujan masuk melalui retakan dan celah pada dua tempat itu.

    Pastikan jendela dan pintu tertutup rapat selama hujan dan perbaiki retakan dan celah pada jendela dan pintu.

    4. Lembah Atap

    Lembah atap adalah titik pertemuan dua bagian atap yang membentuk palung. Tempat ini mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

    Air yang terperangkap bisa menyebar dan mengganggu flashing atap, sehingga menimbulkan peluang kebocoran.

    Itulah beberapa titik yang rawan bocor di rumah saat terjadi hujan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Diperhatikan, Ini Pentingnya Bersihkan Talang Air Secara Rutin


    Jakarta

    Talang air punya fungsi penting dalam sebuah hunian. Air hujan yang turun di atap dapat dialirkan ke bawah melalui talang air. Setelah itu, air akan diarahkan ke saluran atau got untuk dibuang, sehingga tidak memenuhi perkarangan rumah yang bisa menyebabkan genangan.

    Sayangnya, tak semua pemilik rumah mau mengecek kondisi talang air. Padahal bisa saja talang air dipenuhi oleh sampah, ranting, atau daun.

    Apabila talang air jarang dibersihkan maka bisa menyebabkan air mampet. Alhasil, air hujan yang turun di atap tidak bisa mengalir ke bawah dan memicu genangan. Kalau kondisi ini dibiarkan terus menerus maka bisa berdampak pada atap hingga fondasi rumah.


    Maka dari itu penting untuk mengecek dan membersihkan talang air. Lantas, seberapa rutin talang air harus dibersihkan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Pentingnya Membersihkan Talang Air Secara Rutin

    Talang air yang tersumbat karena sampah dan kotoran membuat air mengalir ke samping dan masuk ke bawah atap, merembes ke loteng, atau bocor lewat celah-celah fondasi. Alhasil, gara-gara talang air mampet membuat atap dan fondasi rumah ikut rusak.

    Dilansir laman Better Homes & Gardens, Kamis (12/6/2025), secara umum membersihkan talang air dilakukan setiap 1-2 kali dalam setahun. Artinya, kamu bisa mengecek kondisi talang air setiap enam bulan sekali.

    Namun, hal ini tergantung dari kondisi lingkungan di rumah. Apabila terdapat pohon tinggi yang tumbuh di halaman, maka detikers harus lebih sering membersihkan talang air minimal 4-5 kali dalam setahun atau setiap dua bulan sekali.

    Selain dibersihkan, sebaiknya periksa juga kondisi talang air apakah ditemukan ada kerusakan seperti bengkok, bolong, atau melengkung. Jika ditemukan kerusakan, segera perbaiki talang air.

    Waktu terbaik untuk membersihkan talang air adalah saat musim kemarau karena jarang terjadi turun hujan. Di musim itu biasanya banyak daun atau ranting yang berguguran sehingga dapat dibersihkan segera. Langkah ini dilakukan agar talang air dapat berfungsi optimal ketika turun hujan.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Karena terletak di atap, terkadang pemilik rumah malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal kalau sudah mampet atau rusak, hal itu justru bisa merusak material hunian yang lain.

    Ada tanda-tanda ketika talang air sudah harus dibersihkan. Seperti apa? Cek di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Itulah alasan penting mengapa talang air perlu dibersihkan secara berkala. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Talang Air Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, sebaiknya detikers segera mengecek atap rumah guna memastikan tidak ada genting yang bocor. Selain itu, kamu juga perlu membersihkan talang air.

    Talang air berfungsi untuk menampung air hujan yang turun di atap rumah. Air hujan akan diarahkan menuju pipa yang nantinya mengalir ke saluran pembuangan atau got untuk dibuang.

    Akan tetapi, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar jika talang air dalam kondisi sangat kotor dan dipenuhi sampah daun. Oleh karena itu, talang air perlu dibersihkan secara berkala.


    Kapan waktu yang tepat untuk membersihkan talang air di rumah? Simak penjelasannya dari para ahli dalam artikel ini.

    Ini Waktu yang Tepat Membersihkan Talang Air

    Dilansir The Spruce, banyak pemilik rumah yang membersihkan talang air setidaknya dua kali dalam setahun. Namun, ada juga yang membersihkannya dalam hitungan enam bulan sekali.

    Pada dasarnya, seberapa sering talang air dibersihkan tergantung dari jumlah dan jenis pohon yang ada di halaman rumah. Semakin banyak pohon yang tumbuh maka talang air harus rutin dibersihkan karena daun dari pohon bisa berguguran dan menumpuk di talang air.

    Pakar renovasi rumah dari Leaf Home Chris Counahan mengatakan talang air harus dibersihkan secara rutin minimal sebulan sekali jika lokasi tempat tinggal sering turun hujan. Langkah ini dilakukan agar aliran air tidak tersumbat oleh sampah daun yang menumpuk.

    “Pemilik rumah seharusnya membersihkan talang air mereka dengan tujuan mencegah penumpukan, bukan mengatasi penumpukan setelah terjadi,” kata Counahan.

    Talang air yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut akibat sampah daun dan ranting yang menumpuk. Jika dibiarkan, kelembapan bisa sangat tinggi sehingga turut merusak struktur talang air.

    Tak hanya itu, jamur dan lumut yang muncul di talang air juga dapat menyebar melalui pipa pembuangan hingga ke dinding rumah. Kondisi tersebut bisa menimbulkan kerusakan cukup parah serta mengganggu estetika hunian.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Letaknya yang berada di atap membuat pemilik rumah terkadang merasa malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal, talang air yang sudah kotor bisa saja merusak material rumah yang lain.

    Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda talang air sudah harus dibersihkan. Simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Demikian penjelasan soal waktu yang tepat untuk membersihkan talang air. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Hujan Deras Bisa Bikin Tikus Masuk Rumah, Ini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Ketika hujan turun deras, rumah bisa kebanjiran. Luapan air itu dapat membuat tikus mencari tempat persembunyian yang aman, salah satu opsinya adalah rumah.

    Nah, penghuni perlu waspada dengan tikus masuk rumah. Mereka bisa bersembunyi di garasi, dapur, hingga loteng.

    Kehadiran tikus akan sangat mengganggu. Selain menggelikan, hewan kotor ini suka mencuri makanan dan membawa penyakit.


    Dikutip dari Viking Pest Control, ciri-ciri rumah diserang tikus adalah ada kotoran berwarna hitam dan air kencing tikus berwarna kuning berceceran di sekitar rumah. Kemudian, terdapat bekas gigitan tikus pada furnitur atau pakaian.

    Lalu, bagaimana mengatasi tikus masuk rumah usai hujan dan banjir ya? Berikut ini tipsnya.

    Cara Atasi Tikus Masuk Rumah

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membasmi tikus setelah hujan disertai banjir, dilansir dari Better Pest Control.

    1. Bersihkan Rumah

    Penghuni perlu rajin membersihkan rumah agar tidak jadi sarang tikus. Apalagi usai banjir, pastikan rumah bersih secara menyeluruh ya. Sebab, tikus tertarik pada sampah, sisa makanan, dan piring kotor.

    2. Perbaiki Kerusakan Bangunan

    Setelah banjir surut, pemilik sebaiknya memeriksa kondisi rumah. Kalau ada kerusakan atau bukaan di sekitar bangunan, segera perbaiki. Jangan biarkan ada lubang atau retakan yang bisa jadi celah tikus masuk rumah.

    3. Usir Tikus Pakai Bahan di Rumah

    Penghuni rumah bisa mengusir sekaligus mencegah tikus masuk rumah pakai bahan-bahan yang ada di rumah. Ada beberapa bahan yang mengeluarkan bau yang tak disukai tikus. Gunakan bahan-bahan berikut ini biar tikus enggak betah di rumah.

    • Minyak Pepermin: Basahi kapas dengan minyak pepermin, lalu letakkan di titik masuk rumah, lemari, ventilasi udara, dan jendela.
    • Kamper: Letakkan kamper di lemari, laci, dan dekat furnitur untuk mengusir tikus.
    • Cabai Rawit, cengkeh, dan daun mint: Masukkan cabai rawit, cengkeh, dan daun minta ke dalam kantong kain kasa. Lalu, taruh kantong tersebut di tempat yang sering dilalui tikus.

    4. Rapikan Pekarangan

    Terakhir, pemilik dapat merapikan pekarangan rumah dengan memotong rumput. Pangkas juga cabang pohon yang bisa jadi jalan tikus masuk ke halaman rumah. Jangan lupa untuk menutup bukaan yang dapat dilalui tikus.

    Tikus biasanya bersembunyi di rerumputan, gulma, dan pohon. Selain itu, hewan pengerat tersebut dapat bersembunyi di tempat yang jarang dipakai seperti gudang, ruang penyimpanan, dan area luar rumah lainnya.

    Itulah cara mengatasi tikus masuk rumah sehabis banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com