Tag: lumut

  • Sering Gatal Usai Mandi? Bisa Jadi Gara-Gara Toren Air Berlumut


    Jakarta

    Toren atau disebut juga tandon air merupakan alat yang berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Toren air dapat ditemukan dengan mudah di banyak rumah penduduk.

    Penggunaan toren air dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh air bersih. Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut sehingga yang keluar justru air kotor dan berwarna hijau.

    Kualitas air tersebut tentu tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Jika air tetap digunakan maka bisa memicu penyakit seperti kulit gatal-gatal dan gangguan saluran pencernaan. Mau tak mau kamu harus membersihkan toren air dari sisa-sisa lumut yang menempel.


    Sebagai pemilik rumah, penting juga untuk mengetahui sejumlah penyebab toren air menjadi berlumut. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Penyebab Toren Air Berlumut

    Adanya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut sejumlah penyebab toren air berlumut:

    1. Sinar Matahari

    Toren air yang terpapar sinar matahari secara langsung bisa memicu lumut. Pada umumnya, banyak warga yang menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung, sehingga tak heran kalau ditumbuhi lumut seiring waktu.

    Solusi dari masalah ini adalah memasang pelindung toren agar tidak terpapar sinar matahari. Kamu juga bisa memilih tandon air berwarna gelap agar dapat menghalangi cahaya masuk ke dalam toren.

    2. Air Baku yang Kotor

    Jika air yang digunakan untuk mengisi toren punya kualitas buruk, maka lumut dapat tumbuh di dalamnya. Hal ini karena air mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

    Bahkan, air bersih pun juga bisa menyebabkan tandon jadi berlumut karena ada beberapa partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Solusinya adalah dengan rutin menguras toren minimal 3-4 bulan sekali.

    3. Udara Lembap

    Udara lembap juga menjadi pemicu tumbuhnya lumut di dalam toren. Ditambah lagi jika posisi toren berada di bawah sinar matahari langsung, maka lumut dapat tumbuh dengan cepat.

    Demi mencegah tandon air berlumut di kemudian hari, sebaiknya dilakukan pengecekan secara berkala. Selain itu, pastikan toren air sudah ditutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang bisa masuk ke dalam.

    Demikian tiga penyebab toren air di rumah jadi berlumut. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Lengkap Membersihkan Toren Air Rumah, Jangan Sampai Salah!


    Jakarta

    Toren air memiliki fungsi penting sebagai persediaan air bersih di rumah. Agar penghuni bisa mendapatkan air yang bersih dan segar, maka toren wajib dibersihkan secara rutin.

    Perlu diingat, toren air yang tidak dibersihkan hingga berbulan-bulan dapat memicu tumbuhnya lumut. Hal tersebut membuat air jadi kotor sehingga tidak layak digunakan untuk mandi atau mencuci. Jika dipaksakan maka bisa memicu kulit gatal-gatal dan gangguan pencernaan.

    Maka dari itu, penting untuk merawat dan menjaga kebersihan toren air di rumah. Namun, kamu juga tidak bisa membersihkan toren secara sembarangan. Simak panduan membersihkan toren yang benar dalam artikel ini.


    Panduan Membersihkan Toren Air dengan Tepat

    Toren atau disebut juga tandon air perlu dibersihkan dan dikuras isinya agar tidak ditumbuhi lumut. Disarankan untuk menguras toren air minimal 3-4 bulan sekali agar terlepas dari masalah lumut.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut langkah-langkah membersihkan toren air dengan benar:

    Alat dan Bahan

    • Sikat
    • Spons
    • Scrubber atau saringan lumut
    • Kaporit
    • 3 sdm garam dengan 2 liter air yang sudah didihkan (opsional)
    • Cuka putih (opsional).

    Langkah-langkah Membersihkan Toren Air

    Setelah menyiapkan alat dan bahan di atas, kini ikuti caranya di bawah ini:

    1. Matikan Pompa Air

    Langkah yang pertama adalah dengan mematikan pompa air agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren. Hal ini juga membantu mempercepat proses menguras dan memastikan pembersihan tandon dilakukan secara optimal.

    2. Buang Sisa Air di Dalam Toren

    Sebelum dimulai proses pembersihan, pastikan kamu sudah mengabarkan kepada penghuni rumah bahwa toren air akan dibersihkan sehingga tidak dapat digunakan sementara waktu. Kemudian buang sisa air di dalam toren agar air yang terkontaminasi dengan kuman dan jamur bisa terbuang dan tidak digunakan.

    3. Buang Kotoran yang Mengumpul

    Langkah berikutnya adalah membuang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, tanah, dan pasir yang menumpuk di dalam toren. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar kotoran bisa terangkat sepenuhnya.

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu mengecek komponen toren yang terhubung, seperti valve atau keran, pipa, pompa, serta fitting inlet dan outlet. Periksa seluruh komponen agar saat dibersihkan tidak memicu kerusakan, putus, atau menimbulkan celah yang menyebabkan kebocoran.

    Jika ditemukan ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya diganti terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Kalau komponen sudah diganti, kini saatnya melakukan proses pembersihan pada permukaan toren. Jika ukuran tandon cukup besar dan kamu memiliki bobot kurang dari 60 Kg, kamu dapat masuk ke dalam toren untuk mempermudah pembersihan. Namun kalau sulit dijangkau kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar Toren

    Setelah membersihkan bagian dalam, jangan lupa untuk menyikat area luar toren sampai bersih. Bersihkan juga bagian tutup toren agar tidak ada lagi sisa lumut dan kotoran yang menempel.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren hingga seluruh lumut dan kotoran terangkat, pastikan kamu membilasnya dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan sabun larut secara menyeluruh.

    7. Isi Ulang Toren

    Langkah terakhir, isi ulang toren dengan air bersih sesuai kapasitasnya. Pastikan kualitas airnya bersih, jernih, tidak berwarna, dan tidak bau. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan air di dalam toren hingga jangka waktu lama sampai nantinya tandon dikuras kembali.

    Demikian panduan membersihkan toren air yang berlumut dengan tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Ampuh Cegah Toren Air Berlumut biar Selalu Bersih


    Jakarta

    Toren air adalah tempat penyimpanan cadangan air bersih untuk rumah. Tangki ini bisa ditumbuhi lumut yang mengganggu kebersihan air.

    Pertumbuhan lumut biasanya dipicu oleh kondisi tangki yang lembap, mengingat ada kandungan air di dalamnya. Lalu, paparan sinar matahari ke toren air juga memicu lumut untuk tumbuh.

    Jika ingin menjaga air tetap bersih, pemilik perlu mencegah lumut di toren air. Simak caranya berikut ini.


    Tips Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah beberapa cara mencegah lumut tumbuh di toren air, dikutip dari arsip berita detikProperti.

    1. Rutin Kuras Toren Air

    Penghuni bisa menghambat pertumbuhan lumut dengan menguras toren air secara rutin. Sebaiknya kuras tangki air minimal 6 bulan sekali. Kalau lumut cepat tumbuh, pemilik bisa lebih sering menguras air, misalnya 3-4 bulan sekali.

    2. Tutup Tangki dengan Rapat

    Pastikan tangki air tertutup dengar rapat agar sinar matahari tidak masuk. Lumut dapat tumbuh saat air terkena sinar matahari.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Sinar matahari dapat menembus dinding tangki yang berwarna cerah. Untuk mencegah hal ini, pemilik bisa mengecat toren air berbahan plastik menggunakan warna gelap. Pastikan pengecatan dilakukan secara merata dan tebal.

    4. Pasang Atap di Atas Toren Air

    Selain itu, pemilik bisa memasang atap di atas toren air. Atap tersebut akan melindungi toren dari cahaya matahari, sehingga tidak menembus masuk dan memicu pertumbuhan lumut.

    Itulah cara untuk menghindari pertumbuhan lumut di toren air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mudah Hilangkan Lumut di Kamar Mandi, Bisa Pakai Cuka!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang sering terdapat lumut. Selain mengganggu penampilan, adanya lumut di kamar mandi juga membuat lantai licin sehingga membahayakan penghuni rumah.

    Dikutip dari Bathroom City, lumut bisa muncul di kamar mandi karena suhu lembap yang sangat tinggi. Penyebab lainnya karena ventilasi udara yang buruk sehingga jadi tempat yang sempurna bagi lumut dan jamur untuk tumbuh.

    Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata tidak sulit. Ada sejumlah bahan yang diklaim ampuh membasmi lumut. Apa saja bahan tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Lumut di Kamar Mandi

    Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata bisa menggunakan bahan sederhana dan mudah didapat. Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut cara-caranya:

    1. Cuka Putih

    Selain digunakan untuk memasak, cuka putih ternyata bisa digunakan untuk membersihkan lumut di kamar mandi, lho. Cuka putih dapat dipakai untuk membersihkan lumut yang menempel di lantai, pancuran air (shower), saluran pembuangan, atau kloset.

    Cara pakainya juga mudah, cukup menuangkan cuka ke area yang terdapat lumut di kamar mandi, lalu diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, bersihkan lumut dengan spons atau kain lap.

    Jika lumut sulit dihilangkan, kamu dapat menggosoknya dengan sikat berbulu. Jika sudah, bilas dengan air bersih agar sisa lumut bisa terbuang ke saluran air.

    2. Cairan Pemutih

    Tak hanya untuk mencuci pakaian, cairan pemutih bisa dimanfaatkan untuk membersihkan lumut. Cara pakainya cukup dengan mencampur larutan pemutih dan air bersih dengan perbandingan 50:50. Kemudian, siram ke area di kamar mandi yang terdapat lumut.

    Tunggu sekitar 5-10 menit, kemudian bersihkan lumut menggunakan sikat berbulu secara perlahan. Jika lumut sudah hilang, bilas seluruh kamar mandi dengan air.

    Penggunaan cairan pemutih dan air disebut sangat efektif untuk membersihkan lumut yang menempel di lantai dan dinding kamar mandi, wastafel, dan pancuran air. Perlu diingat, pastikan pintu dan jendela kamar mandi dalam posisi terbuka saat membersihkannya agar udara dapat mengalir lancar.

    3. Boraks

    Jika dua cara di atas masih belum efektif membasmi lumut di kamar mandi, kamu dapat menggunakan boraks. Bahan yang satu ini disebut ampuh membersihkan lumut.

    Untuk cara penggunaannya, campur satu cangkir boraks ke dalam wadah berisi tiga liter air hangat, setelah itu aduk sampai merata. Lalu, larutan yang sudah tercampur bisa dituang ke dalam botol semprot.

    Kemudian, semprot cairan boraks pada permukaan yang ingin dibersihkan atau terdapat lumut di kamar mandi. Gunakan sikat kawat, spons, atau kain lap untuk membersihkan lumut yang sulit hilang. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan saat membersihkan lumut dengan cairan boraks bagi kulit yang sensitif.

    Demikian tiga cara ampuh membersihkan lumut di kamar mandi dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Air Suka Ditumbuhi Lumut, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Setiap rumah harus punya cadangan air bersih, caranya dengan menampungnya di toren air. Namun, kondisi tangki yang lembap karena berisi air rawan ditumbuhi lumut.

    Selain lembap, paparan sinar matahari mendukung pertumbuhan lumut. Meski tidak berbahaya, lumut tersebut dapat mempengaruhi kebersihan air.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu menjaga kondisi toren air agar senantiasa bersih dan tidak ditumbuhi lumut. Simak caranya dalam artikel ini.


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah beberapa langkah untuk merawat toren air agar tidak ditumbuhi lumut, dikutip dari arsip berita detikProperti.

    1. Rutin Kuras Air Toren

    Penghuni rumah bisa mencegah pertumbuhan lumut dengan menguras airnya secara rutin. Sebaiknya kuras air tangki minimal 6 bulan sekali. Jika lumut cepat tumbuh, penghuni perlu lebih sering menguras air sekitar 3-4 bulan sekali.

    2. Cat Tangki dengan Warna Gelap

    Paparan sinar matahari yang menembus lapisan toren air memicu pertumbuhan lumut. Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam.

    Penghuni dapat menghalangi paparan cahaya tersebut dengan mengecat tangki berbahan plastik dengan warna gelap. Pastikan lapisan cat tebal dan merata agar tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    3. Pastikan Tangki Tertutup Rapat

    Selain itu, sinar matahari bisa menembus tutup tangki yang tidak tertutup rapat. Tutup tangki dengan benar agar tidak ada cahaya yang masuk.

    4. Pasang Pelindung di Atas Toren Air

    Terakhir, penghuni rumah bisa memberi perlindungan tambahan pada toren air dengan memasang atap. Pasang pelindung di atas tangki untuk menghindari paparan matahari.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut di toren air. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lumut Bisa Jadi Penyebab Kamar Mandi Bau, Begini Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Tanda kamar mandi kotor salah satunya adalah muncul lumut berbentuk noda coklat kehitaman. Biasanya lumut ini muncul pertama kali di area yang lembap seperti pojokan kamar mandi atau di siku-siku lantai.

    Keberadaan lumut dapat menyebabkan kamar mandi berbau karena di sana tempat berkembang biak bakteri. Selain itu, lumut dapat membuat lantai menjadi lebih licin dan bisa berbahaya bagi penggunanya. Lalu, dari segi tampilan juga tidak begitu bagus dipandang karena terkesan kotor dan jorok.

    Penyebab kamar mandi berlumut cukup beragam, bisa karena jarang dibersihkan, sirkulasi udara di dalam kamar mandi yang buruk, dan kondisi kamar mandi yang lembap.


    Cara untuk mengatasi pertumbuhan lumut adalah dengan membersihkan kamar mandi secara teratur, bukan hanya saat lumut tersebut muncul. Apabila sudah ditemukan aktivitas lumut, dilansir Bathroom City, berikut cara membersihkannya.

    Cara Bersihkan Lumut di Kamar Mandi

    Membersihkan lumut di kamar mandi ternyata bisa menggunakan bahan sederhana dan mudah didapat. Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut cara-caranya:

    1. Cairan Pemutih

    Cairan pemutih biasanya digunakan untuk membersihkan noda pada pakaian. Ternyata ada manfaat lain dari cairan ini, yakni bisa untuk membersihkan lumut. Cara menggunakannya dengan mencampurkan larutan pemutih dan air bersih dengan perbandingan 50:50. Setelah itu, siram ke area di kamar mandi yang terdapat lumut.

    Tunggu sekitar 5-10 menit, kemudian bersihkan lumut menggunakan sikat berbulu secara perlahan. Pastikan ketika menyiram dan menyikat selalu pakai pelindung tangan seperti sarung tangan agar tangan tidak kasar dan berkerut. Gosok hingga setiap sudut kamar mandi bebas dari lumut. Terakhir, bilas seluruh kamar mandi dengan air.

    Cairan pemutih juga bisa digunakan untuk membersihkan lumut di wastafel, gayung, dan pancuran air. Perlu diingat, pastikan pintu dan jendela kamar mandi dalam posisi terbuka saat membersihkannya karena bau pemutih yang cukup kuat. Khawatir jika tidak ada pertukaran udara di dalam kamar dapat menyebabkan pusing dan mual.

    2. Cuka Putih

    Bahan kedua yang bisa digunakan adalah cuka putih. Cara pakainya juga mudah, cukup menuangkan cuka ke area yang terdapat lumut di kamar mandi, lalu diamkan selama 10-15 menit. Setelah itu, bersihkan lumut dengan spons atau kain lap.

    Jika lumut sulit dihilangkan, kamu dapat menggosok lebih keras dengan sikat berbulu. Apabila sudah selesai, bisa langsung dibilas dengan air bersih agar sisa lumut bisa terbuang ke saluran air.

    3. Boraks

    Boraks atau natrium tetraborat adalah mineral putih berbentuk bubuk yang telah digunakan sebagai produk pembersih selama beberapa dekade. Kegunaannya di antaranya membersihkan noda, jamur, dan lumut, membunuh serangga seperti semut, ditemukan dalam detergen dan pembersih rumah tangga untuk membantu memutihkan dan menghilangkan kotoran, hingga dapat menetralkan bau dan melunakkan air sadah.

    Untuk cara penggunaannya dengan mencampurkan satu cangkir boraks ke dalam wadah berisi tiga liter air hangat. Setelah itu aduk sampai merata. Tuang larutan tersebut ke dalam botol dan semprot ke area berlumut di kamar mandi. Gunakan sikat kawat, spons, atau kain lap untuk membersihkan lumut yang sulit hilang. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan saat membersihkan lumut dengan cairan boraks bagi kulit yang sensitif.

    Demikian tiga cara ampuh membersihkan lumut di kamar mandi dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Air Harus Sering Dibersihkan Agar Tak Berlumut, Ini Waktu Idealnya



    Jakarta

    Lumut merupakan ancaman bagi toren air atau tangki air yang jarang dibersihkan. Lumut bukan hanya berpengaruh pada kebersihan air, melainkan dapat menyumbat saluran sehingga air yang keluar dari keran sering kali sedikit dan tidak deras.

    Selain jarang dibersihkan, lumut pada toren disebabkan karena kualitas dinding toren air yang terlalu tipis sehingga cahaya mudah sekali menembus. Selama dinding toren air tebal, tidak ada celah untuk cahaya masuk pagi dan malam, air bisa tetap bersih dan pertumbuhan lumut dapat dicegah.

    Penyebab lainnya toren air sering kotor adalah kondisi airnya tidak jernih, warnanya kekuningan, dan mengandung kapur. Kondisi air seperti ini bisa memicu gatal-gatal hingga alergi kulit. Oleh karena itu, ketahui waktu yang tepat untuk membersihkan toren air.


    Waktu Ideal Bersihkan Toren Air

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.

    Jangka waktu tersebut dapat membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Cara Agar Toren Air Tidak Berlumut

    Supaya air selalu dalam keadaan bersih, berikut cara agar toren air tidak berlumut.

    • Rutin dibersihkan
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki

    Itulah waktu yang tepat untuk membersihkan toren air, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cuka Putih Ampuh Bersihkan Kotoran hingga Basmi Noda?


    Jakarta

    Cuka putih merupakan salah satu bahan dapur yang memberikan efek asam pada makanan. Cuka putih sering digunakan sebagai pengganti jeruk nipis.

    Tidak hanya digunakan untuk masakan, cuka putih juga sering dipakai sebagai cairan pembersih alami. Soalnya, cuka putih dinilai efektif untuk membersihkan noda dan kotoran yang membandel.

    Meski ada banyak produk pembersih yang dijual di pasaran, tapi para ahli di bidang kebersihan menyarankan penggunaan cuka putih untuk membersihkan beberapa area di rumah, seperti kamar mandi yang penuh noda kuning dan lumut.


    Apa yang membuat cuka putih begitu populer untuk membersihkan noda dan kotoran?

    Dilansir BBC, salah satu faktor yang membuat cuka putih banyak digunakan untuk cairan pembersih karena mengandung asam asetat. Meski mengandung asam, tapi terbilang masih ringan sehingga tidak langsung merusak kain dan furniture, tapi cukup ampuh untuk mengatasi noda dan kotoran yang membandel.

    Cuka putih yang dijual di pasaran umumnya memiliki pH sekitar 2-3. Kandungan pH tersebut sudah cukup untuk mengatasi noda, terutama yang disebabkan oleh endapan mineral. Sifat asam pada cuka putih dapat meleburkan kotoran sehingga mudah larut dalam air.

    Selain itu, cuka putih memiliki sifat antimikroba yang dinilai efektif untuk membasmi bakteri. Asam pada cuka putih membuat kuman sulit bertahan hidup sehingga perlahan akan mati. Bahkan, sejumlah penelitian mengungkapkan cuka putih dapat membunuh berbagai patogen, termasuk E. coli.

    Perpaduan Cuka dan Soda Kue yang Lebih Ampuh

    Kombinasi cuka putih dan soda kue juga banyak dipakai untuk mengangkat kotoran dan membersihkan noda. Misalnya, penggunaan soda kue dan cuka putih untuk mengatasi saluran air wastafel yang tersumbat.

    Ketika dicampur dengan cuka putih, soda kue akan bereaksi dan menghasilkan gelembung dan karbon dioksida. Sifat soda kue yang basa akan bereaksi dengan asam pada cuka putih, sehingga mampu mengangkat kotoran dan noda membandel.

    Tidak Semua Benda Bisa Dibersihkan Pakai Cuka

    Meski dinilai efektif untuk mengangkat kotoran dan noda, tetapi tidak semua benda bisa dibersihkan pakai cuka putih. Menuangkan cuka ke barang elektronik justru bisa memicu kerusakan, terutama pada komponen di dalamnya. Hal itu terjadi karena cairan asam pada cuka yang bersifat korosi.

    Selain itu, cuka putih dapat merusak permukaan lantai batu kapur sehingga menimbulkan lubang-lubang kecil. Kondisi ini membuat lantai jadi terlihat jelek dan terasa kasar saat diinjak.

    Meski begitu, bagian luar laptop dan perangkat komputer yang sudah dimatikan masih bisa dibersihkan pakai cuka putih. Caranya dengan memmbuat semprotan cuka yang telah dicampur air, lalu semprot ke bagian luar laptop dan gosok secara perlahan menggunakan kain microfiber.

    Namun, pastikan cairan cuka tidak masuk ke dalam perangkat elektronik. Hal itu yang membuat terjadi kerusakan pada perangkat karena terpapar zat asam dari cuka.

    Itulah alasan mengapa cuka putih banyak digunakan untuk membersihkan kotoran dan noda. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Toren Berlumut Bukan Karena Warnanya Cerah, Begini Faktanya



    Jakarta

    Jika diperhatikan warna toren yang paling banyak dipakai di rumah-rumah antara oranye dan biru tua. Namun saat ini lebih banyak orang memakai warna biru tua atau gelap karena beranggapan warna cerah dapat memicu pertumbuhan lumut di dalam.

    Warna cerah dinilai lebih mudah ditembus matahari. Cahaya yang tembus ke dalam toren dapat memicu pertumbuhan fotosintetik lumut. Lantas, apakah anggapan itu benar nggak ya?

    Menurut Marketing Communication Supervisor PT Penguin Indonesia Mega anggapan tersebut tidak benar. Penyebab toren cepat berlumut bukan karena warna yang dipakai, melainkan ketebalan dindingnya. Dinding yang tipis dan transparan membuat cahaya tembus ke dalam. Apabila material dinding yang dipakai tebal dan tidak tembus cahaya, warna cerah atau gelap akan aman dari lumut.


    “Warnanya kedap cahaya, itu dijamin nggak akan lumutan. Yang penting pokoknya nggak ada sinar matahari yang masuk ke dalam tangki. Jadi yang penting itu dindingnya kedap cahaya,” kata Mega saat ditemui di Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Ia menjelaskan produk toren saat ini, terutama milik Pinguin sudah dilengkapi dengan 4 lapisan sehingga cahaya matahari tidak akan masuk ke dalam toren.

    Cara untuk mengetahui dinding toren tebal adalah dengan meletakkan ponsel ke dalam toren yang kering dengan fitur video aktif. Setelah itu, tutup rapat. Ambil ponsel tersebut semenit kemudian untuk melihat hasil rekaman ada kebocoran cahaya atau tidak. Apabila hasil rekamannya gelap tidak ada cahaya yang masuk setelah toren ditutup, berarti toren tersebut tidak mudah ditumbuhi lumut.

    “Sekarang kan kayak gini, misalnya warnanya cerah-cerah. Tapi nggak akan masuk cahaya karena sebenarnya itu cerah bagian depannya doang. Jadi memang kita udah rancang supaya cahaya nggak tembus. Terus supaya dia kuat selama bertahun-tahun, berpuluh puluh tahun,” jelasnya.

    Selain karena ketebalan toren, faktor lain yang membuat toren air cepat berlumut adalah kondisi air di rumah tersebut. Jadi bukan hanya karena cahaya matahari yang menembus ke dalam toren air, melainkan kualitas air rumah tersebut.

    Mega mengungkapkan saat ini warna toren air pun sudah beragam, tidak terbatas pada oranye cerah dan biru tua. Untuk mengikuti pasar, warna yang hadir justru warna-warna pastel dan earth tone. Konsumen juga tidak perlu khawatir karena warna tersebut tidak akan memicu pertumbuhan lumut.

    Mengenai banyaknya pemakaian toren warna oranye dan biru tua daripada warna-warna lainnya, Mega mengatakan dua warna tersebut merupakan warna yang paling banyak diambil oleh supplier seperti toko bahan bangunan. Selain itu, warna oranye dan biru tua merupakan warna-warna awal yang telah ada sejak produk toren air rilis.

    “Karena memang kalau di distributor toko, kan kita ada distribusi ke toko-toko. Biasanya mereka ambil warnanya yang oranye sama biru tua. Biasanya mereka nyetok torenya yang 2 warna ini,” ungkapnya.

    Itulah penjelasan mengenai penyebab toren banyak lumut yang ternyata bukan karena warnanya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bersihkan Lumut dan Rumput yang Tumbuh di Sela Paving Block


    Jakarta

    Paving block adalah solusi populer untuk menciptakan jalan setapak ataupun area parkir di halaman rumah. Banyak orang berekspektasi ketika halaman rumah dipasangi paving akan terlihat bersih dan rapi. Namun, pemasangan paving berpotensi ditumbuhi lumut dan rumput liar yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan.

    Lumut dan rumput liar kerap tumbuh di sela-sela paving. Tumbuhan ini dapat membuat permukaan paving menjadi tampak kusam dan tidak rapi.

    Lantas, apa sebenarnya penyebab lumut dan rumput liar muncul di paving? Dilansir dari situs NY Pavers, berikut beberapa penyebab lumut bisa muncul di sela-sela paving dan langkah-langkah praktis membuat paving tetap rapi dan bebas gangguan.


    Penyebab Lumut dan Rumput Liar Tumbuh di Celah Paving

    1. Biji Gulma

    Rumput liar tidak muncul di bawah paving, melainkan bijinya dibawa oleh angin, burung, ataupun hal-hal lainnya. Biji gulma tersebut kemudian mendarat di sambungan pasir di antara batu paving. Jika ada kelembapan dan sinar matahari yang cukup, biji ini akan tumbuh menjadi rumput.

    2. Lembap

    Sementara itu, lumut lebih menyukai kondisi gelap dan lembap. Area paving yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau memiliki drainase yang buruk, sangat rentan menjadi tempat tumbuhnya lumut.

    Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Lumut dan Rumput Liar

    NY Pavers menyarankan beberapa langkah pencegahan dan perawatan praktis agar celah paving tetap bersih dan tidak mudah ditumbuhi lumut atau rumput. Berikut beberapa caranya.

    1. Gunakan Pasir Polimer untuk Mengisi Celah

    Pasir polimer adalah campuran pasir halus yang mengandung bahan pengikat. Setelah disemprot air, pasir ini akan mengeras dan menciptakan sambungan yang kokoh. Hal ini membuat biji gulma sulit menancapkan akar di sela batu paving.

    Cara menggunakannya adalah dengan menyapukan pasir polimer ke celah paving, padatkan permukaan, lalu semprot dengan sedikit air untuk mengaktifkan bahan pengikat. Biarkan pasir mengering selama 24-48 jam. Setelah mengering, struktur paving akan lebih tahan dari erosi, lebih sulit dimasuki biji gulma, dan membantu mengurangi pertumbuhan lumut.

    2. Rutin Menyapu dan Membersihkan Paving

    Debu, daun, kotoran burung, dan serpihan organik lainnya dapat menumpuk di permukaan, dan celah paving. Hal ini berpotensi menyediakan tempat bagi biji gulma atau spora lumut untuk tumbuh.

    Paving block harus sering disapu setidaknya tiga hari sekali. Gunakan sapu lidi ataupun sapu ijuk yang keras agar celah-celah paving juga terjaga bersih. Sesekali juga bersihkan dengan air, siram menggunakan selang untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

    3. Perbaiki Drainase dan Buka Akses Sinar Matahari

    Karena lumut tumbuh subur di tempat lembap dan teduh, memperbaiki kondisi fisik lingkungan dapat mengurangi risiko pertumbuhan. Pangkas tanaman atau ranting di sekitar paving agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan sirkulasi udara lebih lega. Jika ada genangan air setelah hujan, pertimbangkan untuk memperbaiki kemiringan paving agar air bisa mengalir dengan lebih baik.

    4. Lapisi Paving dengan Lapisan Pelindung

    Tambahkan lapisan pelindung paving atau sealer paving agar dapat mencegah air meresap lebih banyak ke dalam celah karena lumut kurang bisa tumbuh di area yang kering. Lapisan ini juga mampu melemahkan kemampuan biji gulma untuk menancap di sambungan. Sebaiknya, pilih lapisan pelindung yang sesuai dengan jenis paving, misalnya matte, wet-look, atau natural finish, dan ulangi aplikasi setiap 2-3 tahun agar tetap efektif.

    5. Gunakan Penghambat Alami untuk Lumut dan Rumput Liar

    Jika pertumbuhan lumut ataupun rumput liar masih ringan, penghambat alami dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mencegahnya berkembang. Cara ini membantu menjaga area paving tetap bersih tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang lebih kuat.

    6. Cuka Putih

    Campurkan cuka dengan air hingga merata. Setelah itu, semprotkan langsung pada gulma atau lumut saat cuaca kering dan cerah agar hasilnya lebih efektif

    7. Baking Soda

    Taburkan baking soda secara merata pada area yang ditumbuhi lumut. Biarkan selama beberapa hari hingga lumut mengering, lalu bersihkan dengan cara menyikat atau menyapu.

    8. Jadwalkan Pemeliharaan Awal dan Akhir Musim Hujan

    Sapu paving secara teratur untuk mencegah kotoran menumpuk dan menjadi media tumbuh lumut atau rumput liar. Periksa juga apakah ada celah yang longgar dan perlu diisi ulang, lalu pertimbangkan melakukan pelapisan ulang agar sambungan tetap rapat.

    Saat musim kemarau segera bersihkan daun, tanah, atau kotoran organik yang menumpuk. Pastikan saluran drainase tidak tersumbat, dan pangkas tanaman di sekitar paving agar area tetap mendapat cukup cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lumut dan rumput liar yang tumbuh di celah paving. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com