Tag: malam hari

  • Kenapa Pintu dan Jendela Harus Ditutup Saat Malam Hari? Ini Alasannya



    Jakarta

    Pintu dan jendela rumah biasanya sudah mulai ditutup ketika malam tiba. Hal ini dilakukan untuk mencegah nyamuk dan konon agar setan tidak bisa masuk ke dalam rumah.

    Dalam ajaran agama Islam, dianjurkan saat menjelang Maghrib bagian pintu dan jendela rumah lebih baik ditutup serta mengajak anak-anak dan hewan ternak untuk tidak berkeliaran di luar. Hal ini diungkapkan di dalam Hadits dari Jabir bin Abdillah RA, yang mengatakan Nabi Muhammad SAW bersabda jika masuk waktu sore saat matahari tenggelam sampai Maghrib adalah waktu di mana setan berkeliaran di luar. Dengan menutup pintu dan jendela membuat setan tidak dapat masuk ke dalam rumah.

    “Jika masuk awal malam – atau beliau mengatakan: jika kalian memasuki waktu sore – maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup.” (HR Bukhari dan Muslim).


    Mengutip dari detikHikmah, menurut tafsir dari Muhammad Fuad Abdul Baqi dalam Al-Lu’lu’ wal Marjan 3, kalimat kegelapan datang dalam hadits tersebut merujuk pada waktu malam atau awal munculnya kegelapan. Demikian juga kalimat kalian berada pada petang hari artinya saat memasuki waktu sore.

    Setan yang berkeliaran saat Maghrib sebenarnya tengah mencari tempat perlindungan dari setan yang lebih kuat. Saking ketakutannya mereka, kecepatan bergerak setan akan melebihi kecepatan manusia.

    Imam Ibnu Abdilbarra dalam Al Istidzkar juga menambahkan alasan adanya perintah untuk menutup pintu-pintu rumah pada malam hari adalah upaya penjagaan diri dari gangguan setan dan jin. Hadits tersebut juga mengabarkan tentang nikmat Allah SWT atas hamba-hambanya dari manusia.

    “Jika setan tidak diberi kekuatan untuk membuka pintu atau wadah, maka ia tidak akan mampu melakukannya. Walaupun ia diberi kekuatan yang lebih besar dari itu, yaitu menembus dan masuk dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh manusia,” sebut keterangan Imam Ibnu Abdilbarra yang diterjemahkan oleh Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih dalam buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari.

    Namun, apabila pada saat Maghrib ada yang bertamu atau kamu perlu keluar rumah karena ada hal yang membahayakan di dalam rumah, kamu boleh membuka pintu atau jendela rumah.

    Sebagai tambahan, jika kondisi mendesak yang mengharuskan kamu membuka pintu rumah saat Maghrib, kamu bisa membaca doa meminta perlindungan Allah SWT.

    “A’uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim.”

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    Menurut Hadist riwayat Ahmad, saat malam tiba lampu-lampu rumah sebaiknya dimatikan dan penutup makanan di meja makan juga sebaiknya ditutup.

    “Tutuplah pintu-pintu ketika malam, dan matikanlah lampu-lampu. Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walau hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya.” (HR Ahmad).

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mitos Angkat Jemuran di Malam Hari Cegah Baju Ditempeli Setan, Benarkah?


    Jakarta

    Agar pakaian yang dicuci cepat kering, biasanya akan dijemur saat pagi atau menjelang siang hari. Di waktu tersebut, sinar matahari sedang terik sehingga dapat membantu mengeringkan pakaian lebih cepat sekaligus membunuh kuman dan bakteri.

    Namun, masih ada beberapa orang yang menjemur pakaian di malam hari. Sebenarnya, cara ini tidak dianjurkan karena udara malam dapat memperlambat proses pengeringan pakaian.

    Selain itu, apabila udara malam yang dingin bertemu dengan kain atau pakaian yang masih basah, maka akan mengakibatkan jamur lebih cepat tumbuh. Alhasil, pakaian kesayangan detikers cepat rusak sekaligus tak baik untuk kesehatan.


    Lalu, ada juga mitos di masyarakat yang menyebut bahwa menjemur pakaian di malam hari akan mengundang setan atau pakaian kita akan “ditempeli” makhluk halus. Sebagian ada yang tidak percaya, tapi beberapa orang meyakini hal itu.

    Lantas, benarkah mitos yang beredar tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Mitos Menjemur Pakaian di Malam Hari Akan Ditempeli Setan

    Ustaz Farid Nu’man Hasan menanggapi mitos tentang menjemur pakaian di malam hari dapat mengundang setan. Menurutnya, dalam ajaran Islam tidak ada aturan atau larangan mengenai menjemur baju saat malam hari.

    Lalu, Ustaz Farid menegaskan bahwa pendapat tentang menjemur baju di malam hari akan membuat baju ditempeli setan hanyalah tahayul, sehingga tidak benar adanya.

    “Tidak ada larangan hal itu dalam Islam, baik Al Quran, As Sunnah, Ijma’, atau keterangan ulama empat mazhab. Apa yang tersebar di medsos bahwa itu menjadi tempatnya syetan adalah khurafat dan tahayul, tidak ada dasar sama sekali,” ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Mengutip catatan detikProperti, Syaikh Shalih al Munajjid mengomentari keyakinan tersebut dengan perkataan sebagai berikut:

    وإنما هي دعوى باطلة ، وخرافة كالتي تنتشر بين الناس

    Artinya: Itu adalah klaim batil dan khurafat yang tersebar di antara manusia. (Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 212916)

    Jadi, tidak ada kaitannya apabila menjemur baju di malam hari maka pakaian akan ditempeli atau diganggu oleh setan. Semua mitos tersebut tidak benar dan tidak berdasar menurut Islam.

    Di sisi lain, Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menjaga kebersihan diri, terutama pakaian yang dikenakan. Dianjurkan agar mencuci pakaian hingga bersih dan wangi, sehingga nyaman saat dikenakan dan tidak mengeluarkan bau tak sedap.

    Mengenai pakaian bersih dan wangi, Ustad Farid menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggantung pakaian di dinding rumah. Sebab, dinding merupakan tempat yang kotor, sehingga berisiko menyebabkan pakaian yang bersih menjadi kotor lagi sekaligus membahayakan kesehatan.

    “Namun jika alasannya adalah kebersihan dan kesehatan memang sebaiknya tidak menggantungkan pakaian di dinding rumah. Jika kotor maka taruh di tempat khusus pakaian kotor, jika bersih letakkan di lemari pakaian,” tutur Ustadz Farid.

    Demikian penjelasan soal mitos menjemur pakaian di malam hari dapat ditempeli oleh setan. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mau Tidur Beserta Ajaran Sunnahnya dari Rasulullah SAW


    Jakarta

    Saat tidur di malam hari, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar detikers senantiasa dilindungi oleh Allah SWT hingga bangun di esok hari.

    Ternyata, ada sejumlah bacaan doa yang dapat dibaca sebelum tidur agar tidak diganggu oleh setan yang terkutuk. Selain itu, ada juga beberapa sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebelum istirahat di malam hari.

    Ingin tahu bacaan doa mau tidur lengkap dengan latin dan artinya? Simak pembahasannya secara lengkap di bawah ini.


    Bacaan Doa Mau Tidur

    Ada dua versi doa sebelum tidur, yakni doa pendek dan panjang. Mengutip buku 100 Doa Harian Untuk Anak karya Kak Nurul Ihsan, doa mau tidur yang umum dibaca adalah sebagai berikut:

    بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

    Bacaan latin: “Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.”

    Artinya: “Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (Sahih Bukhari, At-Tauhid: 6845).

    Selain itu, detikers juga bisa membaca doa mau tidur dalam versi panjang. Simak doanya di bawah ini:

    للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

    Bacaan latin: Allahuma aslamtuilaika wawajjahtuwajhii ilaika, wafawwadhtuamrii ilaika waalja’tudzahrii ilaika raghbatan waraghbatan ilaika laa maljaawalaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta

    Artinya : “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepadaMu lantaran mengharap dan takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancamanMu kecuali hanya kepadaMu. Aku beriman kepada kitabMu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabiMu yang Kau utus.” (HR, Muslim, Bukhari dan Abu Dawud).

    Diriwayatkan dari Hadist Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan doa mau tidur sebagai berikut:

    بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا ، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

    Bahasa latin: “arsaltaha fahfadzha bimaa tahfadzu bihi ibaadakas shaalihin.”

    Artinya: Ya Allah, dengan nama-Mu aku meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu aku bangun darinya. Jika Engkau menahan ruhku, berilah rahmat kepadanya. Dan jika Engkau melepasnya, maka peliharalah sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang saleh. (HR. Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714).

    Sunnah yang Diajarkan Rasulullah Sebelum Tidur

    Selain membaca doa, ada sejumlah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Cara ini dilakukan agar umat muslim mendapat perlindungan dan pahala ketika beristirahat.

    Mengutip dari berbagai sumber, simak beberapa ajaran sunnah sebelum tidur yang disampaikan Rasulullah SAW berikut ini.

    1. Berwudhu

    Dalam buku yang bertajuk Sunnah Rasulullah Sehari-hari oleh Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan untuk berwudhu sebelum tidur. Hal ini telah diriwayatkan dalam sebuah hadist berikut ini:

    إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

    Artinya: “Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu,” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

    2. Mengibas Kasur

    Setelah berwudhu dan masuk ke dalam kamar, sebelum berbaring di kasur Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengibas kasur dengan bagian dalamnya sebanyak tiga kali. Dalam hadits Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Jika salah seorang di antara kamu hendak mendatangi tempat tidurnya, hendaknya ia mengibas kasurnya dengan bagian dalam sarungnya, karena ia tidak mengetahui apa yang ada padanya, kemudian mengucapkan:

    بِاسْمِكَ رَبِّى وَضَعْتُ جَنْبِى

    Bacaan latin: Bismika rabbi wadha’tu janbii

    Artinya: “Dengan nama-Mu Wahai Tuhanku, aku baringkan punggungku,” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

    Selain menggunakan sarung, detikers juga bisa memakai sapu lidi berukuran kecil untuk mengibas-ngibas tempat tidur.

    3. Membaca Doa Sebelum Tidur

    Ketika tidur di malam hari, Rasulullah SAW selalu membaca doa. Tak hanya itu, ketika bangun tidur Nabi Muhammad SAW juga membaca doa. Hal ini tercantum dalam sebuah hadist sebagai berikut:

    “Apabila kamu ingin tidur maka berwudhulah lebih dulu sebagaimana wudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah ke kanan dan bacalah doa doa sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda: ‘Jadikanlah doa itu sebagai akhir dari semua perkataanmu,” (HR Bukhari Muslim).

    4. Membaca Ayat Kursi

    Setelah membersihkan kasur, Rasulullah SAW melanjutkannya dengan membaca ayat kursi. Hal ini dilakukan untuk terhindar dari gangguan setan saat tidur hingga esok pagi.

    Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW membenarkan hal tersebut dengan berkata:

    فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

    Artinya: “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al-Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari).

    5. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

    Seusai membaca Ayat Kursi, Nabi Muhammad SAW melanjutkannya dengan membaca tiga surat pendek, yaitu Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Dari Aisyah RA berkata:

    كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

    Artinya: “Rasulullah SAW apabila hendak beranjak ketempat tidurnya setiap malam, Beliau menyatukan kedua telapak tangannya lalu meniupkan keduanya dan membacakan keduanya surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas. Kemudian beliau mengusap dengan keduanya bagian mana saja semampunya. Beliau memulainya dari atas kepala dan wajahnya serta bagian belakang dari badannya. Beliau melakukan perkara itu tiga kali.” (HR. Muslim).

    6. Segera Tidur Setelah Sholat Isya

    Amalan terakhir yang diajarkan Rasulullah SAW adalah menyegerakan tidur setelah melaksanakan sholat Isya. Dalam hal ini, waktu tidur yang disunnahkan, tidak terlalu malam atau pun tidak terlalu cepat.
    Dalam sebuah riwayat dari Abi Barzah, ia berkata:

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

    Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari).

    Itu dia pembahasan mengenai bacaan doa mau tidur serta amalan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan tentang islam.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com