Tag Archives: malaria

9 Cara Ampuh Usir Nyamuk dari Rumah Pakai Bahan Alami


Jakarta

Nyamuk adalah serangga yang sangat mudah dijumpai di Indonesia, hal ini karena nyamuk sangat senang berada di tempat yang hangat. Salah satu faktornya adalah karena Indonesia terletak di garis khatulistiwa, yang tidak lain membuat negara kita beriklim tropis.

Kamu harus membasmi nyamuk sampai ke akarnya kalau ingin efek jangka panjang, seperti membasmi sumbernya yaitu genangan air. Mau musim panas atau musim hujan, kalau lingkungan di sekitarmu mendukung perkembangbiakan nyamuk, maka sama saja.

Keberadaan nyamuk sangat mengganggu kegiatan penghuni rumah siang dan malam. Selain menimbulkan bentol dan gatal, suara bising nyamuk terbang pasti mengganggu tidurmu, ‘kan? Di samping itu, gigitan nyamuk juga dapat menjadi media penyebaran penyakit berbahaya, di antaranya adalah demam berdarah, demam kuning, dan malaria.


Obat nyamuk bakar dan semprotan nyamuk adalah pilihan banyak orang untuk membasmi nyamuk. Namun, kamu tahu nggak kalau ada cara alami mengusir nyamuk tanpa obat-obatan? Begini ulasannya.

1. Kamper

Kamper atau yang biasa disebut kapur barus pasti tidak asing di telingamu. Kamper sudah lama terkenal sebagai obat tradisional pengusir nyamuk di rumah. Aromanya yang tajam sangat ampuh menangkal nyamuk. Beli kamper tablet lalu taruh di mangkuk berisi air. Pastikan posisinya sulit untuk dijangkau anak-anak dan hewan karena sangat berbahaya jika terkonsumsi. Ganti kamper setiap beberapa hari sekali.

2. Bubuk Kopi

Dilansir dari Livspace, Sabtu (16/3/2024) selain menghasilkan nitrogen untuk tanaman di sekitarnya, bubuk kopi juga bisa mengusir nyamuk. Trik yang satu ini sangat mudah untuk dilakukan. Kalau masalah di rumahmu adalah genangan air, solusinya adalah bubuk kopi.

Seperti yang kita tahu, nyamuk menyukai genangan air, jadi kamu cukup menaburkan bubuk kopi ke genangannya. Telur nyamuk akan muncul ke permukaan dan mati karena kekurangan oksigen. Tidak hanya nyamuk, bubuk kopi juga bisa mengusir serangga lainnya.

3. Taruh Irisan Lemon dan Cengkeh di Sekitar Rumah

Aroma yang dihasilkan oleh lemon dan cengkeh sudah terbukti dapat mengusir nyamuk di rumah. Belah lemon jadi dua dan isikan cengkeh pada masing-masing bagian. Taruh di beberapa piring dan letakkan perpaduan ini di sekitar rumahmu yang banyak nyamuknya.

4. Aplikasikan Semprotan Bawang Putih

Bawang putih mengandung belerang yang tidak disukai nyamuk. Cukup hancurkan beberapa siung bawang putih dan rebus dalam air untuk membuat campuran. Lalu, pakai botol semprot untuk menyemprotkan larutan tadi di sekitar garasi, kamar, dan tempat lainnya.

Larutan bawang putih dapat langsung mematikan nyamuk. Kamu tidak perlu khawatir dengan baunya, karena tidak akan bertahan lama. Kamu juga bisa mengkonsumsi bawang kalau merasa keberatan melakukan cara yang satu ini.

5. Minyak Esensial

Bahan selanjutnya yang ampuh mengusir nyamuk adalah minyak esensial, seperti minyak lavender. Semprotkan minyak lavender ke seluruh ruangan di rumahmu, kamu juga bisa semprotkan di pakaianmu untuk mengusir nyamuk.

Bahkan, kamu juga bisa oleskan di tubuhmu untuk mencegah gigitan nyamuk. Beberapa tetes minyak lavender juga bisa meredakan gigitan nyamuk.

6. Burung

Salah satu pengendali perkembangbiakan nyamuk adalah burung, karena memang burung suka memakan nyamuk. Kamu hanya perlu menaruh satu atau dua tempat makan burung di balkon atau teras. Hal ini akan mengundang burung datang ke rumahmu, yang mana mereka akan memakan nyamuk yang ada di rumahmu.

7. Tanaman Pengusir Nyamuk

Kemangi memiliki daun beracun bagi serangga, jentik nyamuk yang memakannya akan mati. Kamu bisa tanam satu atau dua kemangi di pintu masuk rumahmu. Kamu juga bisa membuat semprotan pengusir nyamuk dengan beberapa helai daun kemangi.

Serai juga sering dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk secara alami. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa citronella yang bisa menyembunyikan bau asam laktat dan karbon dioksida yang dipakai nyamuk untuk mencari mangsanya.

8. Cuka Apel

Cuka apel yang dicampurkan dengan witch hazel adalah kombinasi pengusir nyamuk yang ampuh. Campurkan cuka apel dan witch hazel dengan takaran yang sama ke dalam mangkuk kecil. Lalu, agar tidak terlalu menyengat bisa ditambah beberapa tetes minyak esensial. Kalau bisa pilihlah yang bersifat anti-nyamuk, seperti serai atau kayu putih. Isi botol semprot dengan campuran tadi sampai setengahnya. Kocok dahulu sebelum disemprotkan.

9. Hilangkan Genangan Air

Hal utama untuk mengusir nyamuk adalah dengan membasmi tempat berkembangbiaknya yang tidak lain adalah genangan air. Air yang tenang adalah tempat kesukaan nyamuk untuk bertelur,jadi kamu bisa memutus siklusnya dari sini. Bersihkan genangan air yang ada di sekitar rumahmu, seperti pot tua di balkon tanpa drainase memadai biasanya menampung air hujan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Itulah 9 cara yang ampuh untuk mengusir nyamuk dari rumah. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

4 Warna Cat Dinding yang Bikin Nyamuk Tak Mau Datang


Jakarta

Kehadiran nyamuk terkadang membuat siapa pun tidak nyaman karena hewan satu ini bisa menimbulkan gatal di kulit dan suara bising di dekat telinga. Selain itu, beberapa spesies nyamuk juga dapat menularkan penyakit berbahaya seperti malaria dan demam berdarah. Kamu tidak perlu khawatir, sebenarnya ada cara sederhana agar nyamuk tidak datang ke rumah yakni memakai warna yang dibenci nyamuk.

Menurut Hyperallergic, sebuah studi baru melaporkan bahwa nyamuk menggigit manusia ada hubungannya dengan warna yang ada di sekitar. Ada beberapa warna yang menarik perhatian mereka dan ada pula warna yang tidak bisa mereka lihat sehingga tidak terlihat menarik.

Lalu, dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penciuman nyamuk sangat peka terhadap warna jika ada karbondioksida di dekatnya. Tanpa karbondioksida di dekatnya, nyamuk tidak akan mengenali preferensi warna di sekitarnya.


Meskipun begitu, tetap tidak ada salahnya jika kita memakai warna-warna yang tidak disukai nyamuk agar dia tidak mendekat. Berikut ini beberapa warna yang tidak disukai nyamuk yang bisa kamu pakai pada dinding rumah.

1. Putih

Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk tidak mendekati benda berwarna putih, bahkan saat CO2 yang disemprotkan. Alasannya karena nyamuk menjauhi warna terang yang memantulkan panas. Maka, kamu bisa menggunakan cat dinding berwarna putih di rumah agar nyamuk tidak sering datang. Warna putih juga dapat membuat rumah lebih cerah, bersih, dan elegan. menjadikan putih sebagai pencegah nyamuk yang ideal.

2. Hijau

Penelitian menunjukkan nyamuk menghindari warna hijau. Hal ini terbukti saat seorang peneliti meletakkan tangan kosong mereka di luar ruang uji, tempat nyamuk tertarik. Namun, ketika peneliti yang sama memasukkan tangan mereka ke dalam ruang uji dengan mengenakan sarung tangan hijau, nyamuk mengabaikannya, dan terbang melewatinya. Bahkan saat disemprot dengan CO2 untuk menarik mereka lebih banyak, nyamuk tetap tidak tertarik dengan warna hijau.

Hal ini akan berbeda jika nyamuk melihat warna hijau pada tanaman, terutama yang berada di luar rumah dan tanahnya lembap atau terdapat genangan air.

3. Biru

Sama seperti reaksi pada warna putih, warna biru tua, warna biru yang lebih terang yang memantulkan lebih banyak panas dan cahaya, tidak disukai nyamuk. Kamu bisa menggunakan biru pada dinding untuk mengurangi nyamuk bersarang di rumah.

4. Ungu

Meskipun ungu lebih gelap warnanya daripada biru, hijau, atau putih, warna ini tidak menarik perhatian nyamuk. Alasannya, warna ungu memiliki panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya yang tampak.

Warna yang Dapat Menarik Banyak Nyamuk

Untuk warna-warna yang dapat menarik kehadiran nyamuk di antaranya merah, oranye, hitam, dan cyan atau warna yang mirip dengan kulit telur asin. Hal ini dikarenakan warna-warna tersebut menimbulkan gambaran visual dan gelombang yang panjang. Mereka terbang lebih cepat dan tinggal lebih lama di sekitar warna tersebut.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Nggak Pakai Ribet! 7 Cara Usir Nyamuk Pakai Bahan di Rumah


Jakarta

Memasuki musim hujan, nyamuk mulai banyak bermunculan. Adanya nyamuk di rumah tentu bisa mengganggu bahkan menyebabkan penyakit seperti demam berdarah hingga malaria.

Untuk membasmi nyamuk umumnya menggunakan insektisida. Namun, hal itu tidak terlalu bagus untuk kesehatan manusia dalam jangka panjang.

Jangan khawatir! Kamu bisa mengusir nyamuk menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Apa saja itu? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


Air Bawang Putih

Melansir The Kitchen, bawang putih sering dikenal sebagai pengusir nyamuk. Caranya, buatlah semprotan sendiri dengan menambahkan beberapa siung bawang putih yang segar dan cincang. Lalu tambahkan satu sendok minyak mineral, kemudian diamkan seharian hingga meresap sempurna.

Saring bawang putih, lalu tambahkan ke botol semprot yang telah diisi air, setelah itu semprotkan cairan tersebut pada semua sumber cahaya luar ruangan guna membuat penghalang yang tidak akan dilintasi nyamuk.

Ampas Kopi

Ampas kopi diketahui mampu mengusir nyamuk karena baunya yang tak disukai serangga tersebut. Dengan menaburkannya di seluruh bagian taman dan teras, atau bisa juga membakarnya dalam cangkir dijamin nyamuk enggan untuk balik lagi.

Minuman berkafein yang banyak khasiat ini sebenarnya bisa menjadi alat pengusir berbagai jenis serangga, menjadikannya pilihan yang tepat untuk aktivitas luar ruangan dengan skala berapa pun.

Minyak Atsiri

Jika kamu memiliki minyak esensial, itu tandanya kamu sudah memiliki metode yang ampuh untuk mengusir nyamuk, tambahkan beberapa tetes minyak yang berbau tajam seperti lavender atau peppermint.

Masukkan ke dalam botol semprot yang telah diisi air, kemudian semprotkan secara menyeluruh di dapur dan area luar yang terdapat banyak nyamuk.

Pakai kamper

Dilansir Architectural Digest India, kamper atau camphor mampu menghilangkan bau yang menyengat, hal ini bisa mengusir nyamuk secara efektif. Taruh kamper di mangkok yang berisi air dan ganti airnya setiap 2-3 hari.

Taruh Tanaman Pengusir Nyamuk

Menaruh beberapa tanaman pengusir nyamuk juga bisa menjadi alternatif lain. Beberapa di antaranya yaitu marigold, lavender, peppermint, serai, rosemary, bahkan bawang putih.

Gunakan Cuka Apel

Semprotan berisi cuka apel juga bisa mengusir nyamuk. Campurkan cuka apel dengan beberapa tetes minyak serai dan semprotkan ke sekeliling rumah.

Pakai Lemon dan Cengkeh

Potong lemon menjadi dua lalu tusukkan cengkeh di atasnya. Taruh lemon dan cengkeh tersebut di beberapa area dalam rumah.

Itulah beberapa cara mengusir nyamuk dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

10 Bahan Alami Ampuh Basmi Gigitan Nyamuk di Rumah dan Cara Menggunakannya


Jakarta

Nyamuk termasuk serangga yang sering ditemukan di rumah, terutama selama musim hujan. Serangga ini suka menggigit dan mengisap darah manusia guna keperluan reproduksi mereka.

Setelah mengisap darah, kulit yang digigit biasanya terasa gatal dan mengalami bentol. Gigitan nyamuk juga berisiko menyebarkan penyakit serius antara lain demam berdarah dan malaria.

Karena itu, penting mengetahui cara mencegah gigitan nyamuk agar tidak terinfeksi penyakit. Simak bahan alami yang digunakan untuk memberantas nyamuk di bawah ini.


Bahan Alami untuk Basmi Nyamuk

Mengutip The Spruce, Livspace, Homes & Gardens, dan Healthline, berikut sejumlah bahan bisa yang bertindak sebagai obat nyamuk alami:

1. Gula dan Ragi

Ragi, gula, dan air dapat dimanfaatkan sebagai perangkap nyamuk. Ragi yang dicampur gula dan air akan berfermentasi dan melepaskan karbon dioksida yang disukai serangga itu. Nantinya nyamuk akan terpikat dan terperangkap dalam larutan tersebut.

Caranya, campurkan ΒΌ sdt ragi dengan 50 g gula dan segelas air lalu aduk rata. Taruh larutan di piring dangkal atau masukkan ke dalam botol. Letakkan perangkap di lokasi nyamuk berkeliaran.

2. Cuka Apel dan Soda Kue

Soda kue yang ditambahkan cuka apel juga akan mengeluarkan gas karbon dioksida yang disenangi nyamuk. Bahan-bahan ini dapat pula dibuat menjadi umpan nyamuk.

Caranya juga sama. Campurkan 4 sdm soda kue dengan segelas cuka apel lalu aduk rata. Lanjut taruh larutan di piring dangkal atau masukkan ke dalam botol. Letakkan umpan di area rumah yang banyak nyamuk.

3. Soda Kue dan Gula

Umpan nyamuk lainnya menggunakan soda kue, gula, dan air. Larutan ketiga bahan ini juga bisa menghasilkan karbon dioksida dan membuat nyamuk terperangkap.

Cara buatnya, campur soda kue dan gula dengan takaran yang sama. Tambahkan secukupnya air dan aduk rata. Taruh larutan di piring dangkal atau masukkan ke dalam botol. Letakkan perangkap di lokasi yang banyak nyamuk.

4. Lemon dan Bawang Putih

Lemon dan bawang putih akan menghasilkan kombinasi aroma yang tidak disukai nyamuk. Untuk mendapatkan khasiatnya, peras lemon dan ambil air sarinya. Bersihkan bawang putih, geprek atau potong-potong lalu rebus dalam air.

Biarkan air rebusan bawang putih menjadi dingin lalu tambahkan perasan lemon. Masukkan larutan tersebut ke dalam botol semprot. Semprotkan ke setiap sudut rumah.

5. Cengkeh dan Lemon

Lemon dan cengkehIlustrasi lemon dan cengkeh untuk mengusir nyamuk Foto: Getty Images/imv

Nyamuk membenci aroma cengkeh dan lemon, hal ini tentunya dapat dimanfaatkan dengan baik. Potong beberapa buah lemon menjadi masing-masing beberapa bagian. Selipkan beberapa cengkeh ke potongan lemon tersebut.

Letakkan potongan lemon cengkeh di atas piring dan tempatkan di seluruh area rumah. Serangga kecil yang terbang itu akan hempas dari hunian.

6. Minyak Lemon Eucalyptus

Aroma minyak lemon eucalyptus mampu mengusir nyamuk. Minyak esensial ini dapat digunakan untuk membuat semprotan pengusir nyamuk.

Caranya dengan melarutkan beberapa tetes minyak lemon eucalyptus dengan air lalu masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan larutan ini ke seluruh ruangan. Bisa juga gunakan minyak esensial ini dalam diffuser.

Meski tidak disukai nyamuk, aroma minyak lemon eucalyptus aman bagi manusia. Justru aromanya bisa memberikan keharuman di area rumah.

7. Minyak Citronella

Citronella merupakan tanaman sejenis geranium yang sudah dikenal sebagai “tanaman pengusir nyamuk”. Minyak atsiri yang diekstrak dari tanaman ini memiliki aroma khas yang tidak disenangi nyamuk dan serangga lain.

Minyak citronella dapat dijadikan semprotan pengusir nyamuk. Caranya dengan menambahkan beberapa tetes minyak ke dalam air. Larutannya dapat disemprotkan ke seluruh ruangan hunian.

8. Minyak Lavender

Lavender flowers, apothecary bottle, bowl of bath salt and towelsIlustrasi minyak lavender Foto: Thinkstock

Minyak yang diekstrak dari bunga lavender ini juga mengeluarkan aroma yang dapat menghempaskan nyamuk. Sama seperti poin sebelumnya, minyak lavender dapat dicampurkan dengan air untuk dijadikan semprotan pengusir nyamuk.

Minyak lavender sendiri dapat diteteskan pada kain dan digosokkan ke area tubuh yang sensitif terhadap gigitan nyamuk agar mencegah serangga itu menghampiri dan menggigit.

9. Minyak Kayu Manis

Minyak ekstrak kayu manis bisa pula dimanfaatkan untuk menghempaskan nyamuk dari rumah. Larutan minyak kayu manis dan air dapat disemprotkan ke seluruh ruangan maupun dioleskan ke kulit agar tidak digigit nyamuk.

10. Tanaman Pengusir Nyamuk

Selain bahan-bahan yang telah disebutkan, ada banyak tanaman yang berfungsi sebagai pengusir nyamuk alami. Tanaman ini dapat ditanam di halaman untuk mengurangi kehadiran serangga kecil itu dan mencegahnya berkeliaran di area rumah.

Tanaman pengusir nyamuk ini meliputi lavender, serai, citronella, mint, dan rosemary. Sejumlah tanaman ini juga bisa diletakkan dekat jendela atau pintu agar menghalangi nyamuk masuk ke dalam rumah.

Sebagai catatan, obat nyamuk alami tidak lantas mematikan atau membasmi nyamuk. Bahan-bahan alami mencegah gigitan tanpa mengakibatkan nyamuk mati. Sehingga, obat nyamuk alami lebih aman bagi manusia dan tidak mengganggu keseimbangan lingkungan.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

10 Tanaman yang Bikin Nyamuk Pergi Jauh dari Rumah


Jakarta

Nyamuk termasuk hama yang kerap mendatangi rumah, khususnya selama musim hujan. Serangga ini akan mengisap darah manusia guna keperluan reproduksi mereka. Akibatnya, kulit yang digigit akan gatal dan mengalami bentol.

Gigitan nyamuk juga berisiko menularkan penyakit meliputi malaria dan demam berdarah. Maka dari itu, penting melakukan tindakan pencegahan agar hama ini tidak membahayakan kesehatan.

Ada sejumlah tanaman yang bantu menangkal nyamuk datang dan mengisap darah. Apa saja?


Tanaman Penolak Nyamuk

Dilansir The Spruce dan WebMD, berikut sederet tanaman penangkal nyamuk di rumah:

1. Serai

Serai mengandung sitral dan geranial, bahan aktif yang dikenal mampu mengusir nyamuk. Tanaman berumput ini juga mengeluarkan aroma menyegarkan yang tidak berbahaya bagi manusia tapi tidak disenangi nyamuk.

Agar efektif menangkal nyamuk, beberapa helai atau cincangan kasar serai dapat disebarkan di dekatmu.

2. Geranium

Bunga geranium.Ilustrasi tanaman geranium Foto: iStock/ph2212

Tanaman berbunga warna-warni ini mengandung zat kimia pencegah gigitan nyamuk seperti geraniol dan citronellol. Ekstrak geranium yang dioleskan pada kulit dapat melindungi dari nyamuk hingga delapan jam.

3. Citronella

Citronella menjadi pengusir nyamuk alami yang telah digunakan sejak lama. Tanaman ini memiliki aroma kuat dan kaya akan zat penangkal nyamuk seperti sitronelol, sitronelal, geraniol..

Memiliki bau lemon yang kuat, citronella adalah pengusir nyamuk alami. Mengandung bahan kimia yang mengusir nyamuk, seperti sitronelol.

4. Eucalyptus

Eucalyptus dapat tumbuh besar tapi bisa berukuran kecil jika ditanam dalam pot. Aroma eucalyptus yang khas dapat menangkal gigitan nyamuk.

5. Mint

Tanaman mintIlustrasi tanaman mint Foto: Getty Images/stock_colors

Berbagai varietas mint dapat dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk. Tanaman ini mudah dirawat dan tumbuh menjalar dengan cepat. Karena itu, berhati-hatilah jika menanamnya di halaman rumah dan sebaiknya ditanam dalam pot.

6. Rosemary

Aroma rosemary dapat mengusir nyamuk dan hama lain seperti ngengat. tanaman herba ini menyukai iklim hangat dan kering.

7. Lavender

Minyak ekstrak lavender bisa menghambat indra penciuman nyamuk. Pada akhirnya, serangga terbang itu menjauh. Meskipun minyak esensialnya lebih efektif, tanaman lavender yang ditanam di halaman bantu menangkal nyamuk.

8. Marigold

Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Ilustrasi tanaman marigold Foto: Getty Images/schnuddel

Tanaman berbunga cerah ini dapat mencegah nyamuk mendekat. Piretrum adalah zat dalam marigold yang bermanfaat mengusir serangga tersebut. Selain nyamuk, tanaman ini dapat mengusir kutu daun, thrips, dan hama lainnya.

9. Catnip

Catnip dalam famili mint, tetapi tampilan dan aroma yang dikeluarkan cukup berbeda dari varietas mint pada umumnya. Meski begitu, tanaman ini dapat mencegah gigitan nyamuk berkat kandungan nepetalactone-nya.

Tanaman ini mudah mudah tumbuh dan cenderung menyebar ke seluruh pekarang. Jadi, sebaiknya ditanam dalam pot.

10. Bawang Putih

Bawang putih termasuk bahan alami untuk mengusir nyamuk berkat allicin yang terkandung di dalamnya. Senyawa yang memberikan bau tajam itu akan dilepaskan saat bawang putih dihancurkan atau dicincang.

Penting diketahui, zat penangkal nyamuk dalam sejumlah tanaman di atas tidak akan berhasil jika tidak dipergunakan dengan baik. Dalam artian, detikers dapat memanfaatkan tanaman dengan memangkasnya, menghancurkan daun, atau menggosokkan daunnya yang telah dihancurkan ke kulit agar terhindar dari gigitan nyamuk.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

Jangan Abaikan Drainase! Ini Peran Pentingnya untuk Perumahan



Jakarta

Sistem drainase merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah wilayah perumahan. Fungsinya sebagai aliran air. Jika sistem drainasenya buruk atau bahkan tidak ada maka wilayah tersebut akan dapat lumpuh ketika hujan lebat dan banjir tiba.

Nah buat yang belum tahu apa itu sistem drainase dan apa saja kegunaannya, sima penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Sistem Drainase?

Melansir dari Klopmart, sistem drainase prasarana untuk membuang air secara massal melalui permukaan maupun bawah tanah. Perencanaan sistem drainase yang matang dapat membuat baik masyarakat dan lingkungan menjadi lebih aman dari serangan banjir saat hujan lebat tiba.


Sistem drainase memiliki peran yang berbeda untuk daerah perkotaan atau industri yang lebih padat penduduk. Tidak jarang drainase digunakan untuk membuang air limbah rumah tangga atau pabrik langsung menuju tempat pengolahan.

Pentingnya Sistem Drainase di Perumahan

Mengutip dari situs yang sama, berikut ini adalah beberapa manfaat dari sistem drainase, yaitu:

1. Perumahan Lebih Tertata

Perumahan identik dengan bangunannya yang tertata rapi, jalanan beraspal, namun tidak membuat selokan sebagai salah bagian dari sistem drainase.

Malah terkadang selokan itu ditutup dengan beton. Padahal sudah jelas hal itu bukanlah langkah yang tepat. Apalagi ketika tidak dibuatnya lubang di sisi pinggir jalan untuk mengalirkan air.

2. Mencegah Kerusakan Jalan dan Banjir

Sistem drainase yang baik dapat mencegah berbagai macam masalah yang dapat muncul akibat banjir seperti mengendalikan permukaan air tanah, erosi, hingga kerusakan jalan dan bangunan. Itulah mengapa menutup selokan di depan rumah menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan.

3. Mengalirkan Air

Sistem drainase yang baik memang harus berhubungan secara sistematik. Hal ini bertujuan untuk mengalirkan air hingga mencapai kali, sungai, danau, laut, atau daerah resapan lainnya.

Untuk itulah mengapa penting sekali membuat sistem drainase tepat di perumahan. Jika tidak, maka hanya menunggu saja masalah-masalah yang telah disebutkan muncul dengan sendirinya.

4. Mencegah Penyakit Menular

Sistem drainase yang buruk dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit menular seperti malaria, demam berdarah, dan sebagainya. Oleh karena itu, untuk dapat mencegah terjadinya penyakit di atas diperlukan sanitasi yang baik, salah satunya dengan menyediakan sistem drainase yang baik pula.

5. Melestarikan Lingkungan

Manfaat dari adanya drainase yang terakhir adalah dapat melindungi alam dan lingkungan menjadi lebih baik. Seperti menjaga kualitas tanah dan kualitas air pada suatu wilayah.

Jenis-jenis sistem Drainase

Setelah tahu apa itu sistem drainase dan seberapa penting dengan keberadaanya, berikut jenis-jenis sistem drainase yang perlu kamu tahu.

1. Drainase Alami

Jenis drainase ini ada karena ada proses alami. Misal, sebuah daerah tergerus oleh air dalam waktu yang lama yang kemudian membuat sebuah sistem atau aliran air yang alami. Contoh paling sederhana adalah sungai.

2. Drainase Buatan

Drainase buatan adalah jenis drainase yang dibuat dan direncanakan oleh manusia. Jenis drainase ini digunakan di area perkotaan atau area padat aktivitas lainnya dimana curah hujan yang tinggi dapat kelebihan air dan berujung banjir.

Saluran air buatan yang paling sering ditemui adalah gorong-gorong dan parit atau selokan yang terbuat dari pipa ataupun beton.

3. Drainase Permukaan Tanah

sistem drainase ini memang sengaja dibuat di atas permukaan tanah. Fungsinya adalah untuk mencegah genangan dan agar air permukaan dapat langsung disalurkan dari sebuah kawasan ke kawasan lain.

4. Drainase Bawah Tanah

Berbeda dengan drainase permukaan tanah, drainase bawah tanah umumnya letaknya tersembunyi. Karena drainase ini diletakkan di bawah tanah karena beberapa alasan, salah satu yang paling umum adalah ketersediaan lahan untuk membangun sistem drainase. Sistem ini yang sering digunakan sebagai drainase perkotaan.

5. Drainase Single-Purpose

Dari segi fungsi, drainase single-purpose alias cuma punya satu tujuan yaitu untuk membuang aliran air hujan atau air limbah rumah tangga.

Pemisahan saluran air seperti ini dapat membantu proses pengolahan kelebihan air dari suatu kawasan menjadi lebih mudah. Tetapi, dengan pemisahan fungsi, berarti sama dengan harus membangun sistem drainase 2 kali lebih banyak.

6. Drainase Multi-Purpose

Berbeda dengan single-purpose, sistem drainase multi-purpose tidak membedakan antara sistem drainase untuk air hujan atau air limbah. Walaupun akan lebih hemat, proses pengolahan kelebihan air akan semakin lebih rumit karena ada dua jenis air yang bercampur menjadi satu.

7. Drainase Tertutup

Sistem drainase ini dapat menahan dan menampung air-air buangan yang sifatnya mengandung racun atau berbahaya, seperti air limbah dari industri.

8. Drainase Terbuka

Berbeda dengan sistem tertutup, sistem terbuka berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air hujan pada daerah-daerah lain yang membutuhkan. Sistem ini juga dapat membantu kelestarian lingkungan.

Demikian artikel pengertian dan pentingnya sistem drainase beserta jenis-jenis yang ada di perumahan tentang pentingnya sistem drainase. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Area di Rumah yang Bisa Jadi Sarang Nyamuk, Cek Sekarang!



Jakarta

Nyamuk merupakan salah satu serangga pengganggu yang sering muncul di rumah. Biasanya nyamuk muncul pada malam hari untuk mengganggu penghuni rumah. Mereka menghisap darah manusia melalui kulit lalu meninggalkan rasa gatal disertai bentol pada kulit.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management (APJIPMI), Boyke Arie Pahlevi, nyamuk yang paling sering muncul di rumah adalah Aedes Aegypti (penyebab demam berdarah), Culex (nyamuk malam yang sering terdengar berdengung), dan Anopheles (penyebab malaria yang umumnya di daerah tertentu). Selain itu, menurutnya, nyamuk juga lebih banyak muncul pada musim hujan.

“Nyamuk lebih banyak muncul di musim hujan karena banyak genangan air yang jadi tempat ideal buat mereka bertelur dan berkembang biak,” kata Boyke saat dihubungi detikcom, pada Jumat (18/04/2025).


Boyke juga mengatakan bahwa terdapat area di rumah yang berpotensi menjadi tempat atau sarang pertumbuhan jentik nyamuk. Di antaranya adalah ember atau wadah yang menampung air, pot tanaman terutama yang ada tatakan air, tempurung kelapa serta botol atau barang bekas yang bisa menampung air hujan, saluran air yang tersumbat, hingga kolam ikan yang tidak terawat.

Jika terdapat salah satu dari area tersebut di rumah, sebaiknya cepat dibasmi agar tidak menambah pertumbuhan jentik nyamuk yang lebih banyak.

“Caranya terapkan prinsip 3M yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang bekas. Gunakan larvasida pada tempat air yang tidak bisa dikuras. Rutin bersihkan dan buang air di wadah minimal seminggu sekali. Serta pastikan tidak ada air yang menggenang lebih dari 7 hari,” ujar Boyke.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain membasmi area sarang nyamuk di rumah, kamu juga bisa melakukan pencegahan agar mengurangi genangan air yang menjadi penyebab timbulnya sarang nyamuk. Boyke menyarankan 4 langkah pencegahan sebagai berikut.

Rutin bersihkan tempat-tempat yang bisa jadi tempat air menggenang.

  • Pasang kasa nyamuk di jendela dan ventilasi.
  • Gunakan obat nyamuk (semprot, elektrik, atau oles).
  • Tanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, serai wangi, atau daun mint.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Waspada Malaria! Ini 4 Cara Ampuh Cegah Nyamuk Masuk ke Rumah



Jakarta

Nyamuk merupakan salah satu hewan pengganggu yang sering ada di rumah. Bahkan ada salah satu jenis nyamuk yaitu anopheles menjadi penyebab penyakit malaria yang berbahaya dan bisa muncul di rumah. Oleh karena itu, diperlukan pencegahan agar nyamuk tidak lagi masuk ke rumah.

Mengutip dari situs NSW Health Pathology, upaya pencegahan nyamuk bisa dilakukan dari luar rumah. Sebelum masuk ke rumah, halaman atau area luar rumah menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Untuk itu, terdapat 4 tips berikut membasmi nyamuk di area luar rumah.

Buang Genangan Air

Nyamuk membutuhkan air untuk melengkapi siklus hidupnya. Air yang ada di sekitar halaman rumah bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Misalnya air di talang atap yang tersumbat atau saluran air menjadi tempat paling mungkin bagi nyamuk untuk berkembangbiak.


Selain itu, hal yang jarang disadari juga bisa menjadi tempat bersemayam nyamuk. Seperti botol plastik bekas minuman yang masih ada airnya, tempat minum di kandang burung peliharaan, dan kolam taman yang jarang dibersihkan. Untuk itu, buang semua genangan air yang ada agar tidak dihinggapi nyamuk.

Pasang Jaring

Untuk menghindari nyamuk masuk ke rumah, bisa juga memasang jaring pada bagian rumah yang memiliki celah atau lubang, misalnya jendela, pintu, dan tangki air hujan.

Pilih Tanaman

Hati-hati jika kamu suka menanam tanaman di halaman rumah. Hal ini dikarenakan nyamuk dapat tertarik dengan tanaman tertentu yang justru mengundang mereka untuk masuk ke rumah. Tanaman yang harus dihindari di sekitar rumah adalah tanaman yang membantu nyamuk berkembang biak karena sifatnya memerangkap air, seperti bromelia.

Pelihara Hewan Pemakan Nyamuk

Tanpa disadari, hewan pemakan nyamuk menjadi pengendalian biologis yang baik. Kamu bisa memelihara burung, kadal, hingga capung karena mereka pemakan serangga. Jika kamu punya kolam, maka bisa pelihara katak. Namun, kamu juga jangan terlalu berharap karena mereka tidak akan makan nyamuk sebanyak yang dipikirkan hingga berhasil mengusir seluruh nyamuk.

Nah itu lah 4 al yang bisa dilakukan untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah. Hal yang paling penting adalah menjaga lingkungan sekitar rumah agar bebas nyamuk dan terhindar dari penyakit malaria. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Punya Biopori di Halaman Rumah Bikin Tanah Makin Subur, Ini Manfaatnya


Jakarta

Biopori adalah lubang resapan yang diisi dengan sampah organik. Membuat lubang ini di halaman menguntungkan bagi penghuni rumah, lho.

Penghuni dapat dengan mudah membuat biopori di halaman rumah. Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN Sony Teguh Trilaksono menjelaskan lubang biopori dibuat sedalam 1,2 meter dengan diameter 10 cm menggunakan bor khusus.

Selanjutnya, pasang casing untuk menahan agar lubang tidak tertutup tanah lagi. Tutup lubang tersebut menggunakan penutup berlubang untuk mencegah tikus masuk.


Namun, apa saja manfaat mempunyai biopori di pekarangan rumah? Simak penjelasannya berikut.

Manfaat Bikin Biopori di Halaman Rumah

Inilah beberapa keuntungan memiliki biopori di halaman rumah.

1. Menyuburkan Tanah

Sampah organik yang dimasukkan ke dalam biopori akan berubah menjadi kompos. Kompos tersebut mempunyai kandungan yang dapat menyuburkan tanah.

“Kita bisa menyuburkan tanaman di sekitarnya yang kita tanam di dekat letak, letaknya lubang biopori,” ujar Sony kepada detikcom di Rumah SOPAN, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi beberapa waktu lalu.

2. Menyerap Air

Biopori dapat mempercepat penyerapan air ke dalam tanah. Adanya lubang memudahkan akses air untuk menyerap ke tanah. Alhasil, tanah menjadi lembap dan kandungan air terjaga sehingga tak perlu khawatir kekeringan.

“Jadi tanah kita kalau bisa dia meresap hujan sebanyak-banyaknya, itu disebutlah kita memanen air hujan. Air hujan nggak bisa dipanen kenapa? Karena nggak ada yang bisa diserap,” jelasnya.

3. Mencegah Genangan Air

Jika penyerapan air lancar, air hujan tidak akan menggenangi pekarangan. Hal ini baik karena mencegah genangan, yakni tempat nyamuk berkembang biak.

“Kalau ada genangan yang lengkung gitu, tidak terserap dengan tanah karena tanahnya keras kan? Nah ini (tempat) malaria (penyebab) demam berdarah itu tidur di situ. Karena (nyamuk) demam berdarah itu kan cuma satu hari bisa berkembang biak,” imbuhnya.

4. Mengurangi Sampah Organik

Biopori berfungsi untuk mengurai sampah organik seperti sisa makanan dari dapur. Sony mengatakan lubang tersebut mampu mengurai sampah secara alami dalam kurun waktu beberapa hari saja.

Itulah beberapa manfaat membuat biopori di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com