Tag: mampet

  • Begini Cara Membersihkan Saluran Air Kamar Mandi Agar Tak Mampet


    Jakarta

    Saluran air kamar mandi yang mampet merupakan masalah yang sering ditemukan. Hal itu tentunya sangat menjengkelkan karena bisa membuat air bekas mandi tergenang dan membutuhkan waktu untuk surut.

    Tak hanya itu, saluran air yang mampet juga bisa menimbulkan bau tak sedap. Jika terjadi dalam waktu lama, kamar mandi bisa saja menjadi lebih lembap dan memungkinkan tumbuhnya jamur.

    Tentunya kamu nggak mau kan hal itu terjadi? Nah, ada beberapa cara untuk mengatasi saluran air kamar mandi yang mampet.


    sebelum mengetahui cara mengatasi saluran air kamar mandi, ketahui dulu seberapa sering saluran air kamar mandi dibersihkan. Berikut ini informasinya.

    Seberapa Sering Membersihkan Saluran Air Kamar Mandi?

    Melansir Real Simple, membersihkan saluran air kamar mandi sebaiknya dilakukan setiap bulan untuk menghilangkan rambut yang terjebak dan sisa sabun. Jika ada beberapa penghuni rumah memiliki rambut panjang, membersihkan saluran air lebih baik dilakukan setiap dua minggu sekali.

    Langkah-Langkah Membersihkan Saluran Air Kamar Mandi

    Ketahui Penyebabnya

    Sebelum kita mulai membersihkan, penting untuk mengetahui penyebab saluran air kamar mandi mampet dan berbau tidak sedap. Apakah disebabkan oleh sisa sabun, rambut panjang, atau mungkin jamur? Dengan mengidentifikasi penyebabnya, kamu akan mudah dalam memilih metode pembersihan yang paling efektif.

    Bersihkan dengan Penyedot Toilet

    Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah menggunakan penyedot toilet. Isi bak mandi atau kamar mandi dengan air hingga menggenang untuk menutupi bagian karet embung. Tempatkan embung di atas saluran dan tekan-tekan untuk menciptakan tekanan air yang bisa menghilangkan sumbatan. Jika langkah ini tidak berhasil, gunakan drain snake untuk menjangkau dan menghilangkan sumbatan yang lebih sulit.

    Bersihkan dengan Soda Kue dan Cuka

    Soda kue dan cuka bisa menjadi penyelamat dalam membersihkan saluran air kamar mandi akibat sisa sabun yang mengeras. Rebus air, lalu tuangkan ke dalam saluran air kamar mandi. Setelah itu, campur 1 cangkir soda kue dan 1 cangkir cuka putih. Tuangkan campuran ini ke dalam saluran dan biarkan bekerja selama minimal 10 menit sebelum dibilas dengan air panas.

    Bersihkan dengan Produk Serbuk Anti Mampet

    Jika sumbatan terlalu sulit, kamu bisa coba membersihkannya dengan serbuk anti mampet untuk saluran air yang dijual di pasaran. Pembersih saluran berbasis kimia ini bisa membantu melarutkan sumbatan yang lebih kuat. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dengan cermat dan menggunakan perlindungan mata serta sarung tangan.

    Langkah Pencegahan Agar Saluran Air Kamar Mandi Tetap Lancar

    Agar masalah saluran air tidak kembali, terapkan langkah-langkah pencegahan berikut:

    • Gunakan penyaring rambut untuk mencegah rambut masuk ke dalam saluran.
    • Rutin membersihkan saluran menggunakan soda kue dan cuka untuk mencegah penumpukan sisa sabun.
    • Evaluasi produk kebersihan yang kamu pakai yang mungkin menjadi penyebab saluran air mampet.

    Jangan lupa untuk membersihkan penutup saluran air kamar mandi dari rambut maupun sisa sabun supaya bersih.

    Demikian cara efektif membersihkan saluran air kamar mandi agar tidak mampet dan terhindar dari bau tak sedap. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa kembali menggunakan kamar mandi yang bersih, lancar, dan bebas dari bau tak sedap. Semoga informasinya bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata… 5 Benda Ini Penyebab Saluran Air Mampet!


    Jakarta

    Saluran air yang mampet merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi masyarakat. Ada beberapa benda yang menyebabkan saluran air menjadi mampet, misalnya kotoran yang menumpuk.

    Saluran air yang mampet itu bisa menimbulkan masalah baru, seperti luapan air sehingga menimbulkan bau tak sedap. Nah, sebelum kejadian sebaiknya kamu mengetahui benda apa saja yang bisa bikin saluran air mampet. Berikut ini benda-benda yang bikin saluran air mampet serta cara mengatasinya, dikutip dari Dengarden.

    Benda yang Bikin Saluran Air Mampet

    1. Rambut

    Rambut yang rontok setiap hari bisa menjadi penyebab saluran air mampet. Nggak cuma itu, rambut hewan peliharaan dan bahan berserat lainnya juga bisa menyumbat saluran air. Rambut juga dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.


    Cara mengatasinya: Kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan cairan pembersih saluran air untuk menghancurkan minyak dan rambut yang menyumbat, namun perlu diingat jika penggunaan jangka panjang dapat merusak pipa. Untuk alternatifnya, kamu bisa menggunakan baking soda dan cuka.

    2. Sabun

    Sisa-sisa sabun yang berbentuk buih dapat terakumulasi seiring berjalannya waktu, terutama di saluran cucian, pancuran, dan kamar mandi, sehingga mengurangi diameter pipa dan menyebabkan saluran air menjadi lambat. Sabun jika tercampur dengan bahan lain seperti rambut dan kotoran bisa menimbulkan penyumbatan.

    Cara mengatasinya: Pembersihan dengan air bertekanan tinggi adalah cara terbaik untuk menghilangkan penumpukan sabun dari pipa.

    3. Minyak dan Lemak

    Minyak dan lemak sisa makanan bisa mengendap dan membeku ketika suhu dingin dan terkena air sehingga menyumbat saluran air.Dengan menyiram air panas ke dalam saluran air ternyata dinilai kurang ampuh.

    Cara mengatasinya: Kamu bisa campurkan sedikit detergen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

    4. Sisa Makanan

    Penyebab utama kenapa wastafel sering tersumbat adalah sisa makanan yang jatuh ke dalam saluran air kemudian menyumbatnya. Terutama untuk teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air.

    Cara mengatasinya: Bersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

    5. Endapan Mineral

    Air sadah punya konsentrasi pH mineral tinggi, Maka jika air di tempat tinggal kamu adalah air sadah maka saluran air kamu bisa tersumbat oleh endapan mineral dengan seiring berjalannya waktu. Hal ini akan mengurangi arus aliran kemudian dapat menyumbat saluran air.

    Cara mengatasinya: Kamu bisa panggil tukang ledeng profesional. Pipa-pipa tersebut perlu dibersihkan keraknya untuk menghilangkan penumpukan mineral.

    Itulah 5 benda yang bisa menyebabkan saluran air mampet dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Saluran Air Kamar Mandi Mampet Bikin Jengkel, Begini Cara Cegahnya



    Jakarta

    Salah satu permasalahan yang sering muncul di kamar mandi adalah saluran air yang mampet. Kondisi ini cukup menjengkelkan karena bisa menimbulkan genangan air di kamar mandi hingga muncul bau tak sedap.

    Saluran air mampet sebenarnya bisa dicegah dengan rajin membersihkan saluran airnya. Sebenarnya caranya tidak kok. Berikut ini cara membersihkan kamar mandi agar terhindar dari saluran air mampet.

    Seberapa Sering Membersihkan Saluran Air Kamar Mandi?

    Melansir Real Simple, sebaiknya membersihkan saluran air kamar mandi dilakukan setiap bulan. Targetnya adalah menghilangkan rambut yang terjebak dan sisa sabun di saringan saluran air.


    Jika ada beberapa penghuni rumah memiliki rambut panjang, membersihkan saluran air lebih baik dilakukan setiap dua minggu sekali.

    Langkah-Langkah Membersihkan Saluran Air Kamar Mandi

    Berikut ini cara efektif membersihkan saluran air kamar mandi agar tidak mampet dan terhindar dari bau tak sedap.

    1. Ketahui Penyebabnya

    Sebelum kita mulai membersihkan, penting untuk mengetahui penyebab saluran air kamar mandi mampet dan berbau tidak sedap. Apakah disebabkan oleh sisa sabun, rambut panjang, atau mungkin jamur?

    Dengan mengidentifikasi penyebabnya, kamu akan mudah dalam memilih metode pembersihan yang paling efektif.

    2. Bersihkan dengan Penyedot Toilet

    Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah menggunakan penyedot toilet. Isi bak mandi atau kamar dengan air hingga menggenang untuk menutupi bagian karet embung.

    Tempatkan embung di atas saluran dan tekan-tekan untuk menciptakan tekanan air yang bisa menghilangkan sumbatan. Jika langkah ini tidak berhasil, gunakan drain snake untuk menjangkau dan menghilangkan sumbatan yang lebih sulit.

    3. Bersihkan dengan Soda Kue dan Cuka

    Soda kue dan cuka bisa menjadi penyelamat dalam membersihkan saluran air kamar mandi akibat sisa sabun yang mengeras. Rebus air, lalu tuangkan ke dalam saluran air kamar mandi.

    Setelah itu, campur 1 cangkir soda kue dan 1 cangkir cuka putih. Tuangkan campuran ini ke dalam saluran dan biarkan bekerja selama minimal 10 menit sebelum dibilas dengan air panas.

    4. Bersihkan dengan Produk Serbuk Anti Mampet

    Jika sumbatan terlalu sulit, kamu bisa coba membersihkannya dengan serbuk anti mampet untuk saluran air yang dijual di pasaran. Pembersih saluran berbasis kimia ini bisa membantu melarutkan sumbatan yang lebih kuat.

    Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dengan cermat dan menggunakan perlindungan mata serta sarung tangan.

    Langkah Pencegahan Agar Saluran Air Kamar Mandi Tetap Lancar

    Agar masalah saluran air tidak kembali, terapkan langkah-langkah pencegahan berikut:

    • Gunakan penyaring rambut untuk mencegah rambut masuk ke dalam saluran.
    • Rutin membersihkan saluran menggunakan soda kue dan cuka untuk mencegah penumpukan sisa sabun.
    • Evaluasi produk kebersihan yang kamu pakai yang mungkin menjadi penyebab saluran air mampet.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Sekarang, Ini Pemicu Air Pancuran Shower Mengecil



    Jakarta

    Saat memakai shower, kamu bisa mengatur debit air yang keluar seperti mengatur keran air. Semakin besar debit air yang keluar, pancuran akan semakin lebar dan deras. Sebaliknya, jika kamu butuh sedikit, air yang keluar pun tidak deras, hanya seperti tetesan air.

    Namun, ada beberapa kejadian saat air yang keluar dari shower tidak bisa deras seperti pada awal pemakaian. Alhasil, jika semula mandi dengan shower kamu bisa selesai lebih cepat, sekarang harus bersabar karena debit air yang keluar sedikit.

    Lantas, apa penyebab air shower mengecil?


    Menurut Nasional Retail Manager PT Global Pasifik Prima, Nicolass penyebab air shower mengecil adalah terjadi penyumbatan pada saluran atau pipa shower. Pemicunya banyak, tetapi untuk di Indonesia sendiri yang sering ditemukan karena kualitas air yang mengandung kapur. Air seperti ini biasanya berada di daerah pegunungan.

    “Di daerah-daerah seperti mungkin kalau kita sebut di Bali, sumber air yang masuk ke sistem pumping pipa-pipa air, dia harus pake filter dulu. Karena air di Bali itu mengandung zat kapur yang tinggi sekali,” kata Nicolass kepada detikProperti saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Cara mudah mengetahui air di rumah mengandung kapur dengan melihat kerak-kerak yang menempel di kamar mandi. Kerak tersebut bentuknya noda-noda putih yang bentuknya abstrak. Kerak ini biasanya tidak hilang dengan disiram air, melainkan harus digosok atau disikat. Biasanya kerak ini ditemukan di keran air, dinding, shower, kaca, hingga ke kloset.

    Nicolass mengatakan untuk mencegah debit air mampet, shower perlu dilengkapi dengan filter air pada pipa keran.

    Jika pipa sudah dipasang filter, tetapi debit air yang keluar masih kecil atau mampet, ia menyarankan untuk mengecek bagian cartridge shower. Bagian ini merupakan jantung keran yang tidak boleh tersumbat.

    “Jadi kalo pemasangan baru, ada baiknya saluran airnya tuh di-flush (disiram) dulu karena cartridge shower ini kan terbuat dari keramik. Fungsinya itu jalur air. Dihidupkan dulu biar kotoran-kotoran keluar dulu. Lalu unitnya dipasang. Kalau unitnya langsung dipasang sebelum di-flush, kotoran-kotorannya akan masuk ke cartridge ini,” tuturnya.

    Selain disebabkan air kapur, penyebab air shower mengecil adalah adanya karat pada pipa air. Karat biasanya disebabkan karena bahan yang digunakan rawan korosi dan mengalami oksidasi sehingga mudah bereaksi saat terkena air. Nicolass menyarankan untuk menggunakan bahan kuningan untuk shower bagian luar dan dalam.

    “Harus kuningan. Kalau Stainless Steel 304, dari namanya saja stainless ya kan? Tidak mudah terkena noda, tetapi tetap teroksidasi. Tapi kalo kuningan dia tidak teroksidasi,” tambahnya.

    Ia menambahkan bahan kuningan juga perawatannya mudah yakni cukup dibersihkan dengan lap atau kain mikro fiber apabila terlihat bercak putih setiap setelah digunakan. Dengan begitu, tampilan luarnya tetap aman dan tidak mengelupas.

    Bagian coating adalah bagian yang perlu dijaga agar tidak mengelupas. Apabila lapisan ini rusak atau terkelupas bahan shower akan lebih mudah teroksidasi dan membuat daya tahannya menurun.

    “Perawatannya itu paling simpel habis mandi dilap pakai lap kering yang halus. Air di Indonesia itu mau air ledeng, air pump, air PDAM pasti meninggalkan jejak white spot yang kelamaan susah dibersihkan. Kita mulai menggunakan opsi menggunakan chemical. Ketika kita menggunakan opsi chemical, dia punya lapisan luar safety coating,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ditawari Rumah Bebas Banjir? Cek Dulu, Jangan Tertipu Trik Pengembang


    Jakarta

    Saat membeli rumah, calon pembeli perlu berhati-hati. Jangan sampai calon pembeli menyesal telah membeli rumah.

    Ada saja oknum pengembang yang ‘berbohong’ agar rumah yang dijualnya laku. Sebagai contoh, oknum pengembang menyebut lokasi perumahan yang dikembangkan pihaknya bebas banjir namun ketika hujan justru kebanjiran.

    Nah, agar calon pembeli tidak menyesal nantinya, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini.


    Survei Lokasi

    Konsultan Properti Anton Sitorus mengatakan, calon pembeli rumah harus aktif mengecek lokasi hunian yang akan dibeli. Sebab, biasanya pengembang kerap menggunakan gimmick untuk menjual properti yang dipasarkan.

    “Sementara, kalau pun dia (oknum pengembang) ‘berbohong’ kalau (perumahan) itu nggak banjir ya kan tetap nggak ada jaminan si pembeli untuk nuntut (kalau rumah tiba-tiba kebanjiran), kecuali di dalam perjanjian ada klausul. Cuma nggak pernah ada di klausul kalau pembeli sudah bayar rumah bisa menuntut pengembang ini itu terkait banjir, nggak pernah ada itu,” tuturnya ketika dihubungi detikProperti, Senin (10/3/2025).

    Anton menuturkan, apabila rumah yang sudah dibeli mengalami kebanjiran, sudah tanggung jawab pembeli. Maka dari itu ia menekankan untuk para calon pembeli melakukan survei lokasi terlebih dahulu.

    Terkait banjir, Anton menambahkan bahwa hal tersebut merupakan hal yang tidak bisa diprediksi. Sebab, bisa saja saat membeli rumah di sebuah lokasi yang bebas banjir tetap 10 tahun kemudian mengalami kebanjiran.

    “Misalnya perumahan deket kali, pada waktu dibangun daerah itu nggak pernah banjir, aman-aman aja. Tapi nggak tahu kalau 5-10 tahun kemudian, aliran kali itu, beberapa kilometer dari rumah itu mengalami masalah seperti mampet lalu terjadi banjir. Kalau seperti itu, siapa yang bisa bertanggung jawab? Nggak ada, nggak ada yang punya kendali,” paparnya.

    Cek Tata Ruang Lokasi Rumah

    Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengecek tata ruang daerah rumah yang ingin dibelinya. Terlebih lagi, saat ini sudah sangat mudah untuk mencari informasi mengenai tata ruang suatu daerah.

    “Untungnya saat ini sudah cepat cari informasi seperti itu. Kayak perencanaan kota, itu bisa dicek di dinas tata kota atau PU (pekerjaan umum) atau Bappeda misalnya, ya memang tiap kota beda-beda,” terang Anton.

    Sebagai contoh, saat ini masyarakat bisa mengecek Rencana Desain Tata Ruang (RDTR) setiap provinsi yang ada di Indonesia melalui Geographic Information System Tata Ruang (Gistaru) yang dikembangkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui gistaru.atrbpn.go.id.

    Cek Kredibilitas Pengembang

    Langkah lainnya adalah mengecek kredibilitas pengembang. Hal ini untuk meminimalisir adanya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

    “Semakin jelas kredibilitas pengembangnya kan risikonya semakin kecil. Bukannya nggak ada risiko, tapi risikonya lebih kecil,” tutupnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Banyak yang Tahu, Ini Alasan Letak Toilet Lantai Atas dan Bawah Harus Sama



    Jakarta

    Saat kita membangun atau merenovasi rumah dua lantai, ada hal penting yang harus diperhatikan soal tata letak ruangan khususnya kamar mandi. Posisi kamar mandi tidak bisa sembarangan bila kita punya rumah bertingkat.

    Sebenarnya, alasan utama letak kamar mandi harus berada di posisi yang sama adalah karena terkait kenyamanan dan efisiensi. Selain itu, kamar mandi di posisi yang sama juga bisa mengurangi risiko-risiko seperti rembesan air dan kebocoran.

    Bisa dibayangkan bila posisi kamar mandi di lantai atas berada di tengah-tengah rumah yang lantai bawahnya ruang keluarga, dapur atau bahkan kamar. Pasti tidak nyaman dan akan ada risiko kebocoran.


    Lalu, apa alasan sebenarnya dari letak kamar mandi atas dan bawah yang harus sama? Yuk! Simak penjelasan lengkap berikut.

    Memudahkan Sistem Perencanaan Pipa (Plumbing)

    Seperti yang kita tahu, kamar mandi perlu memiliki sistem pembuangan limbah dan kotoran. Maka dari sangat penting untuk memiliki sistem perencanaan pipa yang baik. Selain pipa pembuangan untuk air kotor juga terdapat pipa untuk air bersih dan air panas.

    Jika rumah memiliki 2 lantai atau lebih, sebaiknya sistem pipa air atau plumbing kamar mandi dibuat segaris pada jalur vertikal. Jadi, kamar mandi atas dan bawah dibuat di satu zona vertikal yang sama.

    Jika sistem pipanya dibuat terlalu berliuk-liuk dan punya banyak percabangan, maka seiring waktu pipa bisa mampet karena air tidak dapat mengalir dengan lancar.

    Meminimalisir Masalah Rembesan Air dari Kamar Mandi Lantai Atas

    Salah satu masalah yang sering terjadi pada kamar mandi lantai atas adalah rembesan air jatuh ke lantai bawah. Mengutip dari Ambpi, masalah rembesan air ini terjadi karena adanya insiden kebocoran pada lantai kamar mandi atas.

    Nah, alasan mengapa kamar mandi lantai atas dan bawah perlu pada lokasi yang sama adalah selain memudahkan sistem perencanaan pipa juga dapat meminimalisir rembesan air jatuh ke ruangan lain.

    Jika letak kamar mandi atas sama dengan lantai bawah, maka otomatis rembesan hanya akan jatuh ke kamar lantai bawah. Jadi, kamu tak perlu khawatir jika ruangan lain jadi kotor dan bau akibat rembesan air.

    Mempermudah Perbaikan Pipa yang Mampet dan Bocor

    Seperti yang sudah disinggung tadi, jika jalur pipa vertikal diperlukan untuk kamar mandi atas dan bawah sehingga letak perlu sama.

    Nah, selain agar saluran air tidak mampet, letak kamar mandi lantai atas dan bawah yang sama juga dapat membuat kamu terhindar dari permasalahan sistem plumbing berikut.

    • Kesalahan dalam menentukan ukuran pipa yang tepat
    • Kesalahan dalam perencanaan jalur pipa
    • Kurangnya akses ke area pipa
    • Kesalahan instalasi pipa secara menyeluruh

    Dengan demikian, hal ini juga mempermudah tukang untuk memperbaiki saluran pipa jika terjadi masalah mampet atau bocor.

    Demikian alasan mengapa letak kamar mandi lantai atas dan bawah harus sama. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Jitu Bersihkan Wastafel Mampet dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap terjadi pada wastafel adalah aliran pembuangan air yang lambat alias wastafel mampet. Hal ini membuat air menggenang pada wastafel.

    Masalah seperti ini biasanya disebabkan oleh penumpukan kotoran seperti sampah, kotoran, dan rambut. Jika dibiarkan, air akan menggenangi wastafel sampai meluap.

    Lantas bagaimana cara membersihkan wastafel yang tersumbat? Yuk, simak caranya berikut ini dikutip dari The Spruce.


    5 Cara Membersihkan Wastafel Mampet

    Inilah cara membersihkan sumbatan pada saluran pembuangan wastafel agar air tidak menggenang.

    1. Bersihkan Kotoran yang Menyumbat

    Cara paling untuk mengatasi wastafel yang mampet adalah membersihkan kotoran yang menyumbat saluran pembuangannya. Bisa jadi ada kotoran berupa sisa makanan, sampah, ataupun rambut yang menyumbat saluran pembuangan.

    Untuk mengambil kotoran tersebut, kamu bisa gunakan alat zip drainase untuk mengeluarkan rambut dan kotoran dari saluran pembuangan. Selain mudah digunakan, alat ini juga murah dan gampang ditemukan di toko perkakas.

    2. Bersihkan Sumbatan Wastafel

    Sumbatan wastafel adalah alat yang menyaring kotoran agar tidak masuk ke saluran pembuangan. Alat ini juga biasanya menjadi sumber masalah aliran wastafel yang lambat.

    Lepaskan dan bersihkan sumbat wastafel secara rutin, terutama setelah mencuci piring. Mengapa begitu? karena biasanya banyak sisa makanan dan kotoran yang menyangkut di sana, sehingga menyebabkan aliran air ke pembuangan menjadi lambat.

    3. Gunakan Cairan Pembersih Alami

    Kamu bisa pakai cairan pembersih racikan sendiri buat membersihkan wastafel yang tersumbat. Caranya cukup campurkan 1/2 cangkir soda kue dengan 1/2 cangkir cuka, biarkan beberapa menit, lalu bilas dengan air mendidih. Cara ini akan membantu memecah kotoran di dalam pipa, sehingga aliran bisa lancar kembali.

    4. Plunger

    Kalau kamu merasa ada sumbatan besar yang bikin wastafel mampet, gunakan plunger untuk membantu mengeluarkan barang tersebut. Setelah barang yang menyumbat saluran dikeluarkan, maka aliran akan lancar kembali.

    5. Gunakan Pipa U

    Jika wastafel masih mampet setelah coba berbagai usaha, coba bersihkan dengan pipa U adalah cara terakhir yang bisa kamu lakukan. Pipa U adalah pipa berbentuk ‘U’ di bawah wastafel yang merupakan bagian dari saluran pembuangan wastafel.

    Pipa ini sering kali mengumpulkan kotoran yang membuat wastafel tersumbat. Oleh karena itu, kamu bisa mencopot pipa U di bawah wastafel dan kemudian membersihkannya. Setelah selesai, pasang kembali pipa U.

    Cara Cegah Aliran Wastafel Melambat

    • Hindari memasukkan rambut, sisa makanan, atau kotoran ke dalam saluran pembuangan.
    • Gunakan jaring halus untuk menangkap rambut.
    • Bersihkan sumbat wastafel secara teratur.
    • Bilas wastafel dengan air panas secara berkala untuk mencegah penumpukan.

    Itulah cara membersihkan dan mencegah wastafel tersumbat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Posisi Rumah Lebih Rendah dari Jalan Berisiko, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Mungkin kalian pernah melihat beberapa rumah yang berada di pinggiran jalan lokasinya lebih rendah dari posisi jalan. Jadi saat hendak menuju rumah, jalanan yang dilewati posisinya menurun.

    Ternyata posisi rumah yang lebih rendah daripada jalan ini banyak kerugiannya seperti banjir dan banyak debu beterbangan. Seperti yang kita tahu air akan lari ke tempat yang lebih rendah. Biasanya jalan beraspal tidak bisa menyerap 100 persen air hujan yang turun. Apabila di sebelah jalan tidak ada drainase atau area resapan maka air akan dengan mudah masuk ke dalam rumah.

    Lalu, rumah berada di pinggir jalan juga mudah berdebu karena debu, tanah, atau pasir dari jalan akan berterbangan ketika kendaraan lewat. Belum lagi dengan suara bising dan getaran setiap kendaraan lewat.


    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, mengungkapkan penyebab jalanan bisa lebih tinggi daripada rumah adalah karena dilakukan peremajaan jalan. Biasanya perbaikan jalan ini dilakukan setiap tahun tergantung pada tingkat kerusakan jalan dan anggaran dari pemerintah daerah tersebut.

    Namun dalam prosesnya sering ditemukan jalan tersebut tidak diperbaiki dengan dikeruk terlebih dahulu, melainkan hanya ditambah lapisan baru di atasnya sehingga jalanan tampak lebih tinggi dari rumah. Ada pula rumah yang lebih rendah dari jalan karena memang kontur tanah yang tidak landai.

    Kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena jika terjadi banjir, keselamatan jiwa bisa jadi taruhan. Panggah menyarankan untuk melakukan perbaikan rumah dan sekitarnya untuk menghindari terjadinya bencana.

    1. Meninggikan Lantai Rumah

    Opsi pertama yang bisa dilakukan untuk mencegah rumah dari bencana adalah membuat bangunan yang sama tinggi dengan jalan atau lebih tinggi dari tanah sekitar. Namun, Panggah mengakui untuk model rumah yang lantainya sudah permanen dibuat menempel tanah memang agak sulit untuk ditinggikan karena harus dibongkar.

    Namun, ia menyampaikan meninggikan lantai rumah bisa dilakukan tanpa membongkar rumah besar-besaran. Syaratnya adalah rumah tersebut memiliki plafon yang tinggi sehingga ketika lantainya naik, jarak antara lantai dengan plafon tetap aman. Sebab, untuk menaikkan lantai hanya membutuhkan dinaikkan beberapa sentimeter, tidak begitu tinggi.

    “Bagian yang ditinggikan dari depan, carport, halaman, terus baru dinaikkan keramik ruangan utama,” sebutnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Idealnya tinggi plafon rumah adalah 3 meter. Plafon yang tinggi memiliki keuntungan yakni bagus untuk sirkulasi udara dan cahaya di dalam rumah.

    Lain halnya jika tinggi atap kurang dari 3 meter, maka atap perlu dibongkar. Untuk rumah dua lantai, peninggian lantai juga akan berefek pada lantai atasnya.

    “Biasanya kita lihat di plafon itu kan masih ada sisa untuk dinaikkan atau nggak. Kalau masih bisa dinaikkan, kita naikkan. Kalau nggak bisa dinaikkan kita lihat modelnya beton ekspos, kalau di lantai atas udah lantai 2. Kita ubah konsep rumah,” ujarnya.

    2. Perbanyak Sumur Resapan

    Lalu, sisakan lahan di depan rumah sebagai sumur resapan atau biopori. Pembuatan sumur resapan ini akan membantu bagi rumah yang merasa setiap hujan, air akan masuk ke rumah.

    “Kalau tetap masuk ke halaman rumah atau carport, itu nggak masalah. Nanti solusinya buat biopori, bikin sumur-sumur resapan. Jadi ketika air itu limpah ke arah rumah, cepet kering. Tetapi rumahnya tetap clear (aman dari banjir),” jelasnya.

    3. Maksimalkan Drainase di Depan Rumah

    Penting di pinggiran jalan ada yang namanya drainase, aliran buangan air. Tanpa ini rasanya percuma telah meninggikan bangunan dan membuat sumur resapan karena air tidak bisa dibuang kemana-mana.

    “Salurannya harus baik, optimal. Jadi di depannya itu harus ada saluran. Jadi strukturnya itu kan, jalan, terus lalu saluran ke bawah, baru gerbangnya. Itu salurannya harus optimal bekerjanya, jangan mampet atau buruk drainasenya,” kata Panggah.

    Dia juga menyebutkan untuk rumah yang terletak di pinggir jalan raya, seharusnya desain pembangunan jalan tersebut harus dibuatkan drainase sebelum rumah warga. Ketentuan ini disebut dengan Daerah Milik Jalan (Damija).

    4. Membuat Tanggul

    Pembuatan tanggul kecil dapat menahan derasnya air yang turun. Panggah menyarankan lokasi tanggul ini berada jauh dari pintu utama.

    “Biasanya pake hebel (bata ringan) atau bata merah dibuat tanggul, untuk biaya yang murah. Kalau mau lebih kuat lagi misalnya dicor,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Diperhatikan, Ini Pentingnya Bersihkan Talang Air Secara Rutin


    Jakarta

    Talang air punya fungsi penting dalam sebuah hunian. Air hujan yang turun di atap dapat dialirkan ke bawah melalui talang air. Setelah itu, air akan diarahkan ke saluran atau got untuk dibuang, sehingga tidak memenuhi perkarangan rumah yang bisa menyebabkan genangan.

    Sayangnya, tak semua pemilik rumah mau mengecek kondisi talang air. Padahal bisa saja talang air dipenuhi oleh sampah, ranting, atau daun.

    Apabila talang air jarang dibersihkan maka bisa menyebabkan air mampet. Alhasil, air hujan yang turun di atap tidak bisa mengalir ke bawah dan memicu genangan. Kalau kondisi ini dibiarkan terus menerus maka bisa berdampak pada atap hingga fondasi rumah.


    Maka dari itu penting untuk mengecek dan membersihkan talang air. Lantas, seberapa rutin talang air harus dibersihkan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Pentingnya Membersihkan Talang Air Secara Rutin

    Talang air yang tersumbat karena sampah dan kotoran membuat air mengalir ke samping dan masuk ke bawah atap, merembes ke loteng, atau bocor lewat celah-celah fondasi. Alhasil, gara-gara talang air mampet membuat atap dan fondasi rumah ikut rusak.

    Dilansir laman Better Homes & Gardens, Kamis (12/6/2025), secara umum membersihkan talang air dilakukan setiap 1-2 kali dalam setahun. Artinya, kamu bisa mengecek kondisi talang air setiap enam bulan sekali.

    Namun, hal ini tergantung dari kondisi lingkungan di rumah. Apabila terdapat pohon tinggi yang tumbuh di halaman, maka detikers harus lebih sering membersihkan talang air minimal 4-5 kali dalam setahun atau setiap dua bulan sekali.

    Selain dibersihkan, sebaiknya periksa juga kondisi talang air apakah ditemukan ada kerusakan seperti bengkok, bolong, atau melengkung. Jika ditemukan kerusakan, segera perbaiki talang air.

    Waktu terbaik untuk membersihkan talang air adalah saat musim kemarau karena jarang terjadi turun hujan. Di musim itu biasanya banyak daun atau ranting yang berguguran sehingga dapat dibersihkan segera. Langkah ini dilakukan agar talang air dapat berfungsi optimal ketika turun hujan.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Karena terletak di atap, terkadang pemilik rumah malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal kalau sudah mampet atau rusak, hal itu justru bisa merusak material hunian yang lain.

    Ada tanda-tanda ketika talang air sudah harus dibersihkan. Seperti apa? Cek di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Itulah alasan penting mengapa talang air perlu dibersihkan secara berkala. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Flush Kloset Macet dan Air Susah Keluar, Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Masalah yang kerap ditemui di kloset duduk adalah air flush yang macet dan air yang sedikit keluar. Normalnya, flush dapat mengeluarkan air sesuai debit yang sudah ditentukan.

    Jika terjadi hal seperti ini, ternyata masalahnya ada pada sistem air flush yang berada di tangki atau disebut dengan tank rim. Menurut Sales Merchandiser PT Trilliun Prima Sukses Ugih menjelaskan, di dalam tangki air kloset terdapat 4 komponen. Pertama, selang untuk mengisi air. Kedua, pelampung yang fungsinya untuk menghentikan air dari selang tadi untuk berhenti, ketiga tombol flush, dan keempat lubang tempat air masuk ke dalam kloset ketika flush ditekan.

    Isi tank rim kloset: pelampung (kiri), tombol flush (tengah), selang keluar air (yang panjang), dan pipa tempat air masuk ke dalam kloset (kanan).Isi tank rim kloset: pelampung (kiri), tombol flush (tengah), selang keluar air (yang panjang), dan pipa tempat air masuk ke dalam kloset (kanan). Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Apabila air yang keluar dari flush sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali, berarti masalahnya ada pada selang tempat keluarnya air. Hal yang dapat menyumbat keluarnya air dari selang tersebut adalah lumut, penumpukan sedimen, atau kapur yang mengendap.


    “Di sini (dalam selang dan tangki) ada kotoran. Kalau flushnya sampai ke dalam begini (ditekan penuh), nggak mungkin airnya kecil, kalau nggak (disebabkan) kotor,” kata Ugih saat ditemui di acara Indonesia Building Technology (IndoBuildTech) Expo 2025, ICE BSD City, pada Jumat (4/7/2025).

    Penyebab kedua adalah karena dan lubang untuk air masuk bagian katupnya tidak bekerja. Lubang air tersebut bentuknya seperti pipa tegak yang terdapat 2 jalan keluar yakni bagian atas dan bawahnya. Ketika flush ditekan, kedua katup tersebut akan terbuka dan air akan keluar. Namun, apabila katup tidak terbuka, air tidak akan muncul di dalam kloset untuk menyiram kotoran.

    Ugih mengatakan untuk flush eror yang disebabkan karena kloset kotor, bisa diatasi sendiri oleh pengguna kloset. Namun, apabila masalahnya pada sistem, harus diatasi oleh ahli ledeng yang berpengalaman.

    “Kalau itunya (selang dan tank rimnya) kotor, itu bisa (diperbaiki). Tapi kalau misalnya ada kendala di tank rimnya itu, kita (pengguna) nggak bisa,” jelasnya.

    Ugih berpesan kepada pengguna kloset duduk untuk sering-sering mengecek bagian tank rim dan secara berkala dibersihkan. Minimal 3 bulan sekali perlu dibersihkan. Hal ini untuk menghindari adanya penyumbatan yang membuat air flush macet atau keluar sedikit.

    Begitu pula untuk rumah yang memiliki kualitas air yang buruk seperti kekuningan atau mengandung sedimen, membersihkan tank rim kloset harus dilakukan lebih sering.

    Solusi lainnya adalah memilih kloset yang bagian tank rimnya sudah didesain anti lumut sehingga perawatannya lebih mudah. Ugih menjelaskan ciri-ciri tank rim kloset yang anti lumut adalah yang memiliki permukaan dalamnya halus seperti keramik glossy.

    Senada, Sales Consultant PT Surya Pertiwi Tbk (TOTO) Muhammad Dhika mengatakan, apabila ada flush macet masalahnya terletak pada tangki air kloset tersebut. Hal ini biasa terjadi pada kloset yang sudah lama dipakai.

    “(Masalahnya) di pelampung air ada mampet kotoran,” terangnya di temui di tempat yang sama.

    Dhika menyarankan, jika mengalami hal seperti itu agar segera menghubungi pihak produsen untuk dibantu perbaikannya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com