Tag: mandi

  • Sederet Hal yang Harus Dilakukan Usai Tamu Menginap di Rumah


    Jakarta

    Ketika sedang berlibur atau hari raya, kunjungan kerabat dan teman bisa jadi hal yang sangat menyenangkan. Namun, dibalik itu semua ada sederet hal yang harus dilakukan pemilik hunian usai tamu pulang yaitu membersihkan rumah.

    Ketika tamu pulang usai berkunjung atau menginap, terkadang badan terasa lelah dan ingin segera bersantai. Akan tetapi, jangan dulu lakukan hal tersebut karena membersihkan rumah sesegera mungkin bisa meringankan beban.

    Melansir dari situs Real Simple, berikut hal yang harus dibersihkan segera setelah tamu pulang.


    Membersihkan Kamar Tidur

    Kamar tidur menjadi tempat yang paling privasi bagi pemilik rumah. Jika tamu menggunakan kamar tidur, maka penting bagi pemiliknya untuk melakukan bersih-bersih, termasuk melepas seprai dan mencucinya.

    Selain seprai, sarung bantal dan guling serta selimut juga harus dibersihkan agar kamar menjadi bersih secara menyeluruh.

    Jika memungkinkan, sediakan kamar tamu agar tamu tidak masuk ke kamar dan pemilik rumah tidak perlu segera membersihkan kamar.

    Membersihkan Kamar Mandi

    Terutama jika tamu menginap, maka setelahnya perlu dilakukan pembersihan secara menyeluruh, termasuk bak mandi, pancuran, toilet, dan wastafel. Jangan lupa untuk mengganti handuk yang sudah digunakan oleh tamu. Selain itu, perlengkapan mandi juga perlu diganti atau sediakan sikat gigi baru dan sabun baru untuk tamu.

    Pembersihan pada dua area penting yang telah disebut yakni kamar tidur dan kamar mandi perlu dilakukan setelah ada tamu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kita tidak pernah tahu tamu itu membawa bakteri, kuman, atau penyakit. Pembersihan menyeluruh dilakukan untuk menjaga penghuni rumah sekaligus tamu itu sendiri demi kebaikan bersama.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Cara Bikin Rumah Terasa Sejuk Meski Tak Pakai AC


    Jakarta

    Akhir-akhir ini suhu dari pagi ke siang sangat panas, lalu menjelang sore langit mendung pertanda akan turun hujan. Udara kemudian tidak lagi terasa panas, tetapi lembap dan sedikit pengap.

    Biasanya jika rumah terasa pengap, panas, atau lembap, orang akan memilih untuk menyalakan AC. Suhu AC lebih stabil dan nyaman dibandingkan udara di luar yang mengganggu konsentrasi.

    Namun, di satu sisi menyalakan AC selama 24 jam terus menerus juga tidak baik karena memakan banyak sekali energi yang dapat membuat tunggakan listrik membengkak. Selain itu, penggunaan AC terlalu lama juga bisa menyebabkan masalah kesehatan.


    Lantas, bagaimana membuat rumah terasa sejuk tanpa perlu bergantung AC? Dilansir berbagai sumber, berikut beberapa caranya.

    1. Pasang Kaca Film Surya

    Dilansir CNN Indonesia, kaca film surya ternyata bisa mencegah panas di dalam rumah karena menghalau sinar matahari yang masuk. Memang dengan memasang kaca film penerangan di dalam rumah jadi lebih gelap, tetapi pandangan dari dalam ke luar tidak lantas buram karena saat ini ada produk yang hanya menghitamkan pandangan dari luar tetapi tetap jernih dari dalam.

    2. Sering Membuka Jendela

    Jendela bukan hanya sebagai akses cahaya masuk, melainkan sebagai sirkulasi udara di rumah. Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat sedang panas di luar bisa membawa angin panas ke dalam rumah. Disarankan untuk membuka jendela ketika sejuk agar angin segar masuk.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Exhaust fan adalah kipas yang dipasang di dinding. Penggunaan exhaust fan banyak ditemukan di kamar mandi agar suhu di dalam sana tidak lembap. Layaknya cara kerja kipas, alat ini bisa mengeluarkan udara panas dan membawa udara sejuk ke dalam ruangan.

    4. Pasang Tirai

    Selain kaca film, cara lain agar ruangan lebih sejuk adalah dengan memasang tirai pada jendela. Tirai atau gorden yang dipakai lebih baik berwarna putih agar dapat memantulkan cahaya dari luar.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tak Terpakai

    Perangkat elektronik menimbulkan panas di ruangan yang terkadang tak disadari oleh penghuninya. Saat udara terasa pengap dan panas, coba matikan lampu, TV, atau perangkat elektronik yang menimbulkan panas.

    6. Letakkan Beberapa Tanaman

    Tanaman dapat menyerap udara panas dari proses transpirasi. Tanaman juga bisa menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen di udara sehingga udara tidak terasa pengap. Pilih tanaman tinggi dengan daun besar dan lebat serta tanaman yang menyukai banyak sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Cara Bikin Rumah Terasa Sejuk Meski Tak Pakai AC


    Jakarta

    Akhir-akhir ini suhu dari pagi ke siang sangat panas, lalu menjelang sore langit mendung pertanda akan turun hujan. Udara kemudian tidak lagi terasa panas, tetapi lembap dan sedikit pengap.

    Biasanya jika rumah terasa pengap, panas, atau lembap, orang akan memilih untuk menyalakan AC. Suhu AC lebih stabil dan nyaman dibandingkan udara di luar yang mengganggu konsentrasi.

    Namun, di satu sisi menyalakan AC selama 24 jam terus menerus juga tidak baik karena memakan banyak sekali energi yang dapat membuat tunggakan listrik membengkak. Selain itu, penggunaan AC terlalu lama juga bisa menyebabkan masalah kesehatan.


    Lantas, bagaimana membuat rumah terasa sejuk tanpa perlu bergantung AC? Dilansir berbagai sumber, berikut beberapa caranya.

    1. Pasang Kaca Film Surya

    Dilansir CNN Indonesia, kaca film surya ternyata bisa mencegah panas di dalam rumah karena menghalau sinar matahari yang masuk. Memang dengan memasang kaca film penerangan di dalam rumah jadi lebih gelap, tetapi pandangan dari dalam ke luar tidak lantas buram karena saat ini ada produk yang hanya menghitamkan pandangan dari luar tetapi tetap jernih dari dalam.

    2. Sering Membuka Jendela

    Jendela bukan hanya sebagai akses cahaya masuk, melainkan sebagai sirkulasi udara di rumah. Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat sedang panas di luar bisa membawa angin panas ke dalam rumah. Disarankan untuk membuka jendela ketika sejuk agar angin segar masuk.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Exhaust fan adalah kipas yang dipasang di dinding. Penggunaan exhaust fan banyak ditemukan di kamar mandi agar suhu di dalam sana tidak lembap. Layaknya cara kerja kipas, alat ini bisa mengeluarkan udara panas dan membawa udara sejuk ke dalam ruangan.

    4. Pasang Tirai

    Selain kaca film, cara lain agar ruangan lebih sejuk adalah dengan memasang tirai pada jendela. Tirai atau gorden yang dipakai lebih baik berwarna putih agar dapat memantulkan cahaya dari luar.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tak Terpakai

    Perangkat elektronik menimbulkan panas di ruangan yang terkadang tak disadari oleh penghuninya. Saat udara terasa pengap dan panas, coba matikan lampu, TV, atau perangkat elektronik yang menimbulkan panas.

    6. Letakkan Beberapa Tanaman

    Tanaman dapat menyerap udara panas dari proses transpirasi. Tanaman juga bisa menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen di udara sehingga udara tidak terasa pengap. Pilih tanaman tinggi dengan daun besar dan lebat serta tanaman yang menyukai banyak sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Rumah Bau, Jangan Dilakukan!


    Jakarta

    Rumah yang memiliki sirkulasi udara baik dapat meningkatkan rasa nyaman bagi penghuninya. Apalagi jika udara tersebut terasa harum dan segar pasti membuat penghuni rumah betah. Maka tak jarang pemilik rumah membeli pengharum ruangan untuk kesegaran tambahan.

    Namun, kadang kala terhirup udara tidak sedap di rumah. Penghuni rumah pasti berpikir hal tersebut muncul dari tempat sampah atau kamar mandi. Padahal, kebiasaan si pemilik rumah juga sangat berpengaruh terhadap kualitas udara yang dihirup sehari-hari.

    Dikutip dari situs The Spruce, pada Senin (19/5/2025), terdapat beberapa hal dan kebiasaan buruk penghuni rumah yang membuat ruangan memiliki bau tidak sedap.


    Membiarkan Piring Kotor

    Sebagian orang memang merasa malas jika harus mencuci piring sehabis makan. Padahal, piring kotor yang dibiarkan terlalu lama di wastafel dapat menimbulkan bau tidak sedap yang menyebar ke seluruh ruangan, lho.

    “Sisa makanan yang tersisa di piring basah menjadi santapan lezat bagi bakteri, melepaskan bau asam dan rawa yang dapat memenuhi dapur lebih cepat dari yang diduga,” ucap Robin Murphy, Presiden Maid Brigade.

    Memasak Tanpa Ventilasi

    Kekuatan makanan adalah aromanya bisa menyebar ke seluruh ruangan, baik itu aroma yang sedap atau tidak sedap sekalipun. Oleh karena itu, memiliki dapur yang ada ventilasinya sangat penting untuk mencegah aroma makanan bertahan lama.

    “Tanpa ventilasi yang baik, bau masakan akan menempel di dinding, lemari, dan perabotan. Bisa jadi masakan hari Senin masih terasa baunya hingga hari Kamis,” jelas Murphy.

    Membiarkan Handuk Basah

    Bau handuk basah sangatlah mengganggu. Kebiasaan membiarkan handuk basah digantung begitu saja selesai mandi tanpa ada upaya mengeringkannya pada sinar matahari merupakan kebiasaan buruk.

    Menurut Murphy, handuk basah tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap tetapi juga bisa mengundang jamur dan bakteri. Pastikan handuk kering kembali sebelum digantung di kamar mandi.

    Tidak Membuka Jendela

    Ketika rumah tidak memiliki aliran udara yang baik, rumah akan memantulkan aroma ke lingkungan sekitarnya. Pemilik Memphis Maids Steve Evans memberikan saran bahwa setiap hari jendela harus dibuka minimal 30 menit untuk memberikan akses keluar masuk udara.

    Merokok di Dalam Rumah

    Kebiasaan merokok di dalam rumah dapat membuat ruangan memiliki bau yang menempel dan susah hilang. Hal ini akibat adanya partikel rokok yang menempel di ruangan.

    “Nikotin dapat menempel pada dinding dan furnitur dan mustahil untuk dihilangkan kecuali oleh jasa pembersihan rumah,” ujar Evans.

    Perhatikan juga saat membeli perabotan bekas, jika tercium aroma rokok maka sebaiknya hindari karena bau rokok pada umumnya menempel pada perabotan.

    Itu dia kebiasaan yang harus dihindari agar tidak membuat rumah menjadi bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk? Ini Perbandingannya



    Jakarta

    Saat memilih perlengkapan untuk hunian, urusan toilet tidak bisa dianggap sepele. Toilet sangat penting karena digunakan untuk buang hajat para penghuni rumah dan tamu yang datang.

    Di Indonesia, toilet jongkok masih banyak ditemukan, sementara toilet duduk makin populer seiring hadirnya hunian modern. Lalu, mana yang lebih tepat untuk rumah Anda? Simak perbandingannya.

    Toilet Jongkok

    Asia, Turkey, Istanbul Area, 2017: View Of Toilet In Turkish RestaurantToilet jongkok. Foto: Getty Images/Kypros

    Dilansir dari laman Bladder & Bowel UK, Minggu (2/11/2025), posisi jongkok dinilai mendukung proses buang air besar lebih alami. Hal ini sejalan dengan kebiasaan banyak orang Asia yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok.


    Toilet jongkok cenderung tidak membutuhkan banyak ruang, cocok untuk kamar mandi kecil dan area servis seperti kamar mandi ART. Bentuknya sederhana dan menyatu dengan lantai, membuat ruangan lebih efisien.

    Secara struktur, toilet jongkok lebih sederhana sehingga cenderung membutuhkan perawatan lebih minim. Namun karena lantai cenderung basah, kebersihan material lantai perlu diperhatikan agar tidak licin.

    Toilet Duduk

    Ilustrasi ToiletIlustrasi Toilet Duduk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Dilansir dari Teaching Nomad, toilet duduk dinilai lebih ramah untuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil karena tidak perlu tenaga ekstra untuk berjongkok. Tak heran, toilet duduk banyak digunakan di rumah modern, apartemen, dan hotel.

    Penggunaan toilet duduk menghadirkan tampilan lebih modern pada hunian. Dilansir dari Architectural Digest, tren kamar mandi saat ini menonjolkan desain minimalis dan compact yang kerap dipadukan dengan toilet duduk untuk kesan bersih dan rapi.

    Untuk toilet duduk, perhatian lebih dibutuhkan pada bagian dudukan dan engsel. Dilansir dari Martha Stewart, pembersihan rutin dengan cairan lembut dan lap microfiber disarankan demi menjaga ketahanan porselen dan kebersihan permukaan.

    Perlu diingat, penggunaan toilet jongkok atau duduk tergantung pada kebutuhan masing-masing penghuni rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Jangan Coba-coba Jual Rumah Kalau Ada 5 Kondisi Ini, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Menjual rumah bekas atau second kebanyakan pasti harganya jauh lebih rendah daripada harga belinya. Hal ini dikarenakan pasar melihat properti tersebut pasti sudah mengalami banyak penurunan kualitas sehingga tidak bisa dihargai mahal.

    Harga rumah bekas juga bisa ditawar sadis oleh calon pembeli jika mereka menemukan banyak kerusakan dan kondisi rumah yang ternyata tidak terurus. Ada taktik yang bisa dilakukan pemilik rumah untuk menjaga nilai propertinya, yakni pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik sebelum menjualnya.

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut beberapa hal yang harus segera dicek dan diperbaiki sebelum memutuskan untuk menjual rumah.


    1. Kerusakan Atap

    Kerusakan pada atap merupakan masalah serius karena dapat mengganggu kenyamanan dan berbahaya bagi penghuni rumah. Apalagi Indonesia hanya memiliki dua musim, sudah pasti saat musim hujan pasti kejadian atap bocor. Kebocoran juga kerusakan yang paling terlihat, bahkan tanpa perlu naik ke atap karena bisa dilihat dari plafon.

    Oleh karena itu, apabila calon pembeli menemukan kerusakan tersebut mereka memiliki celah dan alasan yang masuk akal untuk minta pengurangan harga.

    2. Kerusakan Akibat Air dan Jamur

    Imbas dari kebocoran, area sekitarnya pasti akan lembap dan jamur mudah tumbuh di sana. Tanda pertumbuhan jamur adalah noda warna atau biasanya berwarna gelap pada beberapa permukaan. Noda tersebut tidak mudah dibersihkan dan sebelumnya tidak ada di sana. Apabila menemukan penampakan seperti itu berarti bagian rumah tersebut berjamur.

    “Pemilik rumah harus segera memperbaiki sisa kerusakan akibat air di rumah mereka, bahkan jika itu hanya noda pada cat dari kebocoran sebelumnya yang telah diperbaiki,” kata Kate Wollman-Mahan, dari Coldwell Banker Warburg, seperti yang dikutip pada Rabu (19/11/2025).

    3. Perpipaan yang Rusak

    Perpipaan di rumah ada banyak fungsinya, bisa sebagai jalur masuknya air, pembuangan air, hingga jalur keluar masuknya udara. Sistem perpipaan di rumah harus dalam kondisi baik karena apabila ada kerusakan, dapat menurunkan nilai rumah karena penghuni berikutnya akan rugi untuk mengganti pipa dan air yang terbuang sia-sia

    Adanya kerusakan pada perpipaan juga bisa diketahui dengan mudah. Salah satunya dengan mengecek ketika pengisian air, mengecek tanda-tanda jamur pada bagian rumah, hingga perangkat sanitasi kamar mandi.

    “Kebocoran harus segera diperbaiki. Jika tidak segera diatasi, kebocoran biasanya akan menyebabkan kerusakan lebih parah atau membuat tagihan air kamu membengkak,” ujar George Rosko, seorang agen real estat.

    4. Masalah Struktural dan Fondasi

    Kerusakan di rumah yang benar-benar fatal dan dapat menurunkan nilai rumah adalah jika ada masalah struktural, seperti retak dinding yang besar, bangunan miring, lantai retak, keramik terangkat, hingga terdengar suara seperti rumah mengalami pergerakan.

    Apabila nekat menjual rumah yang mengalami kerusakan struktural, risikonya sangat besar karena rumah tersebut bisa saja tidak layak lagi dipakai. Pemilik rumah pasti tidak mau dipidana oleh keluarga pembeli karena rumah yang ambruk beberapa haru seteleh ditempati oleh penghuni baru, bukan?

    “Masalah struktural dan mendasar sulit dijelaskan karena hal itu menyiratkan adanya masalah lain di balik tembok tersebut,” kata Ivan Chorney, penasihat real estat di Compass.

    5. Perlengkapan Lampu Rusak

    Perlengkapan lampu merupakan perbaikan mudah yang sangat berguna saat menata rumah. Pastikan semua bohlam berfungsi, hal ini menghilangkan kekhawatiran pembeli akan kemungkinan adanya masalah pada kelistrikan.

    Kamu juga harus mengatasi masalah pencahayaan lain yang lebih serius yang memiliki implikasi besar terhadap keselamatan.

    Itulah beberapa masalah pada rumah yang harus segera diperbaiki agar tidak menurunkan nilai rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 8 Tips Biar Dapur Kamu Nggak Bau Busuk


    Jakarta

    Dapur rentan dengan bau tak sedap yang bisa tertinggal seharian. Jadi, bagaimana cara agar dapur tetap terjaga wanginya seharian?

    Dilansir dari Homes and Gardens, Jumat (28/6/2024) kalau dapur kamu selalu berbau busuk, mungkin ada penyebab utama yang belum kamu ketahui. Bisa jadi ada makanan yang tumpah atau terlupakan yang tidak terlihat, saluran pembuangan air yang perlu dibersihkan atau dibuka, dan masih banyak lagi. Luangkan waktu satu hari untuk membersihkan dapur secara maksimal, seperti merapikan an membuka sumbatan sampai kamu menemukan sumbernya, atau memanggil jasa profesional.

    Banyak metode pembersihan cepat dalam membersihkan dapur agar senantiasa wangi. Berikut detail-detail kecil pembersihan yang harus dilakukan rutin, bukan hanya sekali seminggu.


    1. Mencuci Handuk dan Lap Piring Secara Rutin

    Penyebab bau busuk yang pertama adalah handuk dan kain lap, terutama kalau kamu mencuci dengan tangan dan tidak memakai mesin pencuci piring. Handuk yang lembab dan bekas pakai bisa menyebabkan bau busuk.

    Mencuci secara teratur dengan detergen beraroma wangi untuk menghilangkan sisa-sisa bau, dan mengeringkan handuk secara tuntas akan bantu mencegah bau.

    2. Mengepel Lantai dengan Produk Wangi

    Remahan dan tumpahan juga bisa jadi sumber bau, jadi mengepel rutin dengan produk beraroma wangi dan segar bisa bantu menghilangkan bau tak sedap.

    “Linoleum, vinil atau lantai kayu buatan sangat ideal untuk memudahkan pembersihan,” saran kepala petugas kebersihan di Cloralen, Tanu Grewal.

    “Dan meskipun karpet dapur dapat menghangatkan ruangan, karpet ini menyerap banyak tumpahan dan bau, jadi sebaiknya dihindari,” lanjutnya.

    “Cara favorit saya untuk membersihkan lantai vinyl atau laminate yang memiliki keharuman yang tahan lama adalah dengan menggunakan pembersih berbahan dasar minyak pinus,” ucapnya.

    “Minyak pinus lembut pada bahan namun membersihkan hasil yang bersih dan wangi yang luar biasa,” tutupnya.

    3. Tambahkan Aroma Segar

    Selain memakai pembersih dapur yang wangi, menambahkan wewangian juga bisa bantu menutupi bau. Bisa dengan menyalakan lilin andalanmu atau dengan semprotan wewangian.

    Kalau kamu mau menambahkan dekorasi dapur yang juga membuat ruangan harum, kamu bisa pakai bunga potong segar.

    “Bunga segar tidak hanya mempercantik kamar mandi, tapi juga mengeluarkan wewangian alami. Hydrangea, gardenia, dan peony adalah pilihan bagus yang kami gunakan untuk klien kami karena kelopak bunga yang cantik dan aromanya yang semerbak,” kata desainer dan pendiri Design Morsels, Andrea Hundley.

    “Ingatlah untuk mengganti air setiap dua hingga tiga kali hari untuk mencegah pertumbuhan akteri yang menyebabkan bau tak sedap,” tambahnya.

    4. Hindari Genangan Air

    Hal ini harus dihindari dengan cara apa pun, mulai dari mengganti air vas bunga sampai memastikan saluran pembuangan air mengalir dengan baik.

    Sudah jelas bahwa piring yang terkena makanan akan berbau tidak sedap, apalagi kalau dibiarkan di wastafel, di atas meja, atau bahkan di mesin pencuci piring. Idealnya, piring-piring tersebut harus dicuci dua kali sehari, dan pastikan selalu mencuci piring sebelum tidur untuk memastikan bau busuk tidak berkembang saat malam.

    6. Cuci Konter dengan Anti Bakteri

    Memakai antibakteri setiap hari sangat penting untuk menyingkirkan bakteri dan kuman penyebab bau yang tidak bisa kita lihat. Bersihkan meja dapur tiap pagi guna mengurangi kontaminasi silang, dan pakai pembersih yang lembut dan tidak abrasif yang cocok untuk bahan meja dapur.

    “Seka meja dapur dengan kain microfiber atau spons, perhatikan sudut, tepi, dan lapisan di mana remah-remah mungkin tersembunyi. Untuk noda membandel, buatlah campuran menggunakan soda kue dan air. Oleskan campuran tersebut ke area yang terkena noda, diamkan selama beberapa menit, lalu gosok perlahan dengan sikat atau kain lembut,” kata ahli kebersihan di Ministry of Cleaning, Prerna Jain.

    “Bilas area tersebut secara menyeluruh dengan ir bersih dan akhiri dengan menggunakan kain kering atau tisu untuk menghilangkan kelembaban berlebih dan memoles meja dapur, sehingga bebas dari noda dan bercahaya,” lanjutnya.

    7. Menggosok Rak dan Lemari untuk Menghilangkan Debu Penyebab Bau

    Pastikan area ini bersih dengan cara menggosok secara rutin agar dapur selalu wangi. Area-area ini rentan terhadap penumpukan debu dan jamur, dan kemungkinan menjadi sarang hama.

    Pertama, keluarkan semua barang lalu ambil kain microfiber basah dan bersihkan semua bagian lemari mulai dari atas ke bawah. Pakai air sabun atau cuka yang dilarutkan. Setelah dilap, biarkan lemari mengering sebelum menata semuanya lagi. Cara ini juga berlaku untuk membersihkan kulkas dan rak-raknya.

    8. Membersihkan Wastafel dan Saluran Air dengan Soda Kue dan Cuka

    Langkah ini penting untuk estetika dapur dan mencegah bau busuk, dan bantu menjaga dapur tetap bersih serta mencegah kontaminasi silang.

    “Akan sangat membantu jika Anda menaburkan soda kue atau sabun cuci piring lembut ke spons atau kain basah sebelum menggosok wastafel dengan lembut, perhatikan sisi, sudut, dan area pembuangan di mana partikel makanan cenderung menumpuk,” ucap pakar kebersihan hijau di GreenLife, Itamar.

    Bilas secara menyeluruh dengan air hangat untuk menghilangkan sisa sabun.

    “Untuk sanitasi ekstra, Anda bisa mendisinfeksi wastafel dengan menyemprotkan campuran air dan cuka dengan perbandingan yang sama atau dengan menggunakan larutan pemutih yang lembut (ikuti petunjuk dari pabriknya),” tambahnya.

    Kamu juga bisa menghilangkan bau dan membersihkan saluran pembuangan wastafel dapur dengan cuka dan air mendidih tiap muncul bau busuk.

    “Akhiri pembersihan dengan mengelap keran dan gagangnya menggunakan pembersih yang tepat dan keringkan wastafel dan kran dengan kain bersih untuk mencegah bercak air,” tutupnya.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 5 Penyebab Karpet Bau Apek dan Cara Ampuh Mengatasinya


    Jakarta

    Karpet menjadi benda yang dapat menghiasi ruangan sekaligus memberi rasa hangat ketika berdiri atau duduk di atasnya. Meski cantik dan fungsional, sering kali kita mengabaikan kebersihan sampai karpet bau apek.

    Aroma kain yang lembap dan apek bikin suasana rumah menjadi kurang nyaman. Kalau sudah terlanjur apek, sebaiknya segera diatasi dan jangan dibiarkan ya!

    Lantas, apa yang membuat karpet bau apek? Simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Rug Traders, Jumaat (5/12/2024).


    Penyebab Karpet Berbau Apek

    1. Hewan Peliharaan

    Karpet tak jarang menjadi sasaran bagi hewan peliharaan untuk pipis. Bau pesing akibat urin hewan peliharaan, terutama pada karpet wol, akan melekat kuat dan sulit dihilangkan. Bau tidak sedap ini bahkan bisa meningkat dari waktu ke waktu akibat bakteri yang kembali aktif jika terkena air.

    2. Karpet Lembap

    Bau apek pada karpet bisa dipicu oleh kondisinya yang lembap. Hal ini biasanya disebabkan oleh banjir, tumpahan air, atau pendingin ruangan yang bocor. Bau apek ini ditimbulkan oleh jamur dan bakteri yang muncul pada karpet yang basah.

    3. Lapisan Lateks Rusak

    Banyak karpet memiliki lapisan lateks di bagian bawahnya yang bertujuan agar bulu-bulu karpet tetap menyatu. Namun, lapisan lateks ini bisa rusak dan menimbulkan bau busuk karena kualitasnya yang menurun. Bau akibat lapisan lateks ini bahkan bisa semakin parah setelah dicuci.

    4. Usia Karpet

    Kualitas karpet akan menurun seiring berjalannya waktu. Serat-serat pada karpet bisa terurai dan menimbulkan bau apek yang tidak diinginkan. Selain bau yang mengganggu, serat karpet juga bisa mengeluarkan debu yang menyebabkan alergi.

    5. Wol Karpet

    Karpet berbahan wol dibuat dari serat bulu domba yang memiliki kemampuan menyerap kelembapan dari udara. Hal ini juga bisa menimbulkan bau khas wol yang tidak sedap.

    Cara Menghilangkan Bau apek pada Karpet

    Untuk menghilangkan bau apek pada karpet, ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan. Melansir Pristine Home, Jumat (5/7/2024), berikut beberapa solusi sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau apek pada karpet.

    1. Gunakan Soda Kue atau Cuka Putih

    Soda kue memiliki sifat pembersihan yang luar biasa. Kabar baiknya, kamu tidak perlu susah mendapatkannya karena bahan ini biasanya sudah ada di lemari dapurmu.

    Soda kue bisa menghilangkan noda dan menyerap bau, serta kelembapan pada karpet. Jika noda dan bau pada karpet masih sulit dihilangkan, kamu bisa mengombinasikannya dengan cuka putih.

    Berikut langkah-langkah menghilangkan bau apek pada karpet dengan soda kue:

    • Pastikan karpet dalam keadaan kering.

    • Campur air hangat dan cuka dengan rasio 2:1 dalam botol semprot. Semprotkan campuran tersebut di area yang bau pada karpet. Namun, jangan membuatnya terlalu basah.

    • Taburkan soda kue di area berbau. Kamu bisa menggunakan sapu atau sikat untuk meratakannya, lalu gosokkan bubuk soda kuet tersebut ke dalam karpet. Alternatifnya, kamu juga bisa menggunakan boraks.

    • Biarkan campuran tersebut meresap semalaman.

    • Vakum bubuk soda kue dari karpet, pastikan tidak ada produk yang tertinggal.

    2. Bersihkan Karpet dengan Sampo

    Coba menggunakan sampo karpet komersial. Ada berbagai jenis yang tersedia. Beberapa produk mungkin memerlukan mesin pembersih karpet, sementara yang lain bisa diaplikasikan hanya dengan spons.

    Langkah-langkah menghilangkan bau apek pada karpet dengan sampo adalah sebagai berikut.

    • Periksa petunjuk penggunaan produk sebelum menggunakannya. Beberapa sampo mungkin memerlukan air untuk diaktifkan, sementara yang lain bekerja dengan baik dalam keadaan kering.

    • Jika karpetmu terdapat noda, mungkin lebih baik untuk mengatasinya sebelum membersihkannya dengan sampo.

    3. Kontrol Kelembapan Udara di Rumah

    Seperti pepatah, melakukan langkah pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Untuk menghilangkan kemungkinan bau tidak sedap atau pertumbuhan jamur, cobalah kontrol kelembapan udara di dalam rumahmu. Kondisi udara yang lembap bisa memicu bau apek pada karpet.

    Untuk mengontrol kelembapan udara di rumah, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut.

    • Pasang kipas angin agar sirkulasi udara berjalan dengan lebih baik. AC juga bisa memberikan hasil yang memadai.

    • Buka jendela secara teratur untuk ventilasi yang baik.

    • Saat membersihkan lantai, tunggu hingga benar-benar kering sebelum meletakkan kembali karpet di atasnya.

    • Jika memungkinkan, jemur karpet di bawah sinar matahari agar kering secara alami.

    • Temukan sumber kelembapan di rumah dan atasi segera. Sumber kelembapan di rumah umumnya disebabkan oleh kebocoran pipa atau uap dari dapur atau kamar mandi.

    Demikianlah penjelasan mengenai cara menghilangkan bau apek pada karpet di rumah. Dengan mengetahui cara-caranya, karpet bisa terbebas dari bau apek sehingga akan membuatmu nyaman di rumah.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Mandi Bau Tidak Sedap? Pakai Bahan Ini Biar Wangi dan Segar


    Jakarta

    Kamar mandi adalah tempat lembap dan tertutup yang digunakan untuk membersihkan diri dari beragam kotoran. Nah, hal-hal ini dapat membuat kamar mandi bau.

    Meskipun sering dibersihkan, terkadang kamar mandi tetap saja bau. Nah, kalau kamu menghadapi masalah seperti ini, bisa coba menggunakan bahan-bahan alami untuk mengatasinya.

    Lantas, apa saja bahan alami yang bisa dipakai untuk mengatasi kamar mandi bau? Simak daftarnya berikut ini, dikutip dari Germany Brilliant, Jumat (5/7/2024).


    Bahan Alami untuk Mengatasi Kamar Mandi Bau

    1. Cuka

    Cuka adalah salah satu bahan yang ampuh untuk menghilangkan bau kamar mandi. Kamu bisa campurkan sendok makan cuka putih, dengan campuran garam.

    Lalu, gosokkan campuran tadi pada area yang bau. Siram setelahnya menggunakan air untuk membersihkan sisa-sisa pembersihan.

    2. Lemon

    Trik lain untuk menjaga kamar mandi tetap segar adalah meletakkan irisan lemon di wastafel atau dekat toilet.

    Lemon bagus untuk menetralkan bau, bahkan akan membuat kamar mandi terasa segar dan nyaman. Ingatlah untuk mengganti irisan lemon seminggu sekali.

    3. Soda Kue

    Untuk menghilangkan bau tak sedap di dalam kamar mandi, kamu dapat meletakkan semangkuk kecil soda kue atau baking soda di dalam kamar mandi. Soda kue memiliki kemampuan untuk menyerap bau tak sedap yang berada di dalam kamar mandi.

    Namun, jangan lupa menggantinya setiap bulan untuk memastikan kesegarannya. kamu bahkan bisa mengubahnya menjadi solusi alami.

    4. Minyak Esensial

    Minyak esensial seperti lavender dan serai sangat bagus untuk menutupi bau kamar mandi yang paling kuat sekali pun. Jika kamu tidak memiliki diffuser untuk meletakkannya, cukup oleskan beberapa tetes di bola kapas dan letakkan di wadah sehingga aromanya dapat menyebar.

    Namun, pastikan kamu mengganti bola kapas beraroma itu setiap minggu ya!

    5. Kayu Manis

    Kayu manis mampu mengusir bau tak sedap di kamar mandi, lho! Dengan aroma yang kuat, kamu bisa taruh beberapa batang kayu manis di dalam wadah kemudian taruh di pojok kamar mandi.

    Demikian 5 bahan alami yang ampuh lawan bau kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com