Tag: mandi wajib

  • Doa Sesudah Berhubungan Suami Istri dan Tata Cara Mandi Wajib



    Jakarta

    Doa sesudah berhubungan suami istri perlu diketahui oleh umat muslim yang telah memiliki pasangan hidup. Ajaran Islam telah mengatur dengan detail mengenai etika berhubungan suami istri.

    Mengutip dari buku Fikih Wanita karya Ust. Muiz al Bantani, tiga etika berhubungan suami istri dalam Islam, yaitu membaca doa sebelum melakukan, berdoa ketika keluar air mani, dan berdoa setelah selesai berhubungan. Berdoa saat berhubungan suami istri juga berguna untuk menghindari gangguan setan.

    Membaca doa saat berhubungan suami istri pernah dipesankan oleh Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib dalam kitab Washiyyat al-Musthafa yang dinukil dari buku Nikmatnya Ibadah oleh Ahmad Zacky El-Syafa. Rasulullah SAW berpesan:


    يَا عَلِى مَا سَافَرَ أَحَدٌ طَالِبَا الْحَرَامِ مَاشِيًا إِلا كَانَ الشَّيْطَانُ قَرِيْنَهُ وَلَا رَاكِبًا إِلَّا كَانَ رَدِيْفَهُ وَلَا جَمَعَ أَحَدٌ مَالاً حَرَامًا إِلَّا أَكَلَهُ الشَّيْطَانُ وَلَا نَسِيَ أَحَدُ إِسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عِنْدَ الْجِمَاعِ إِلا شَارِكَهُ الشَّيْطَانُ فِي وَلَدِهِ وَذَالِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى : وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدُهُمْ

    Artinya: “Wahai Ali, tidaklah seseorang berjalan pergi untuk mencari sesuatu yang haram, kecuali setan akan menjadi temannya. Jika ia membawa kendaraan, maka setan akan membuntutinya. Jika seseorang mengumpulkan harta yang haram, maka setan akan memakan harta itu. Dan tidaklah seseorang yang lupa menyebut nama Allah ketika ia sedang berhubungan dengan istrinya kecuali setan akan bergabung dengannya dalam memperoleh keturunan.” Inilah yang dimaksud dalam firman Allah, “Dan bersekutulah mereka dalam harta dan anak-anak serta berjanjilah mereka.”

    Berdasarkan pesan Nabi SAW tersebut, apabila seorang muslim lupa tidak membaca doa ketika berhubungan, maka setan akan ikut serta di dalamnya. Lantas seperti apa bacaan doanya? Berikut penjelasannya.

    Doa Sebelum dan Ketika Berhubungan Suami Istri

    Dilansir dari Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf, doa yang dibaca sebelum berhubungan suami istri, yaitu:

    بِسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنْبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

    Latin: Bismillah, Allahumma jannibnasy syaithaana wa jannibisy syaithaana maa razaqtanaa.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau berikan kepada kami.”

    Ketika berhubungan suami istri kemudian keluar air mani, dapat membaca doa berikut:

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ نُطْفَتَنَا ذُرِّيَةً صَالِحِةً

    Latin: Allahummaj’al nuthfatan dzurriyatan shaalihatan.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah air mani kami keturunan yang baik.”

    Doa Sesudah Berhubungan Suami Istri

    Adapun doa sesudah berhubungan suami istri berdasarkan sumber yang sama, yaitu sebagai berikut:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا

    Latin: Alhamdulillahilladzii khalaqa minal maa-i basyaran.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan wanita dan air (mani).”

    Apabila suami istri ingin mengulangi jima, keduanya tidak perlu mandi besar tetapi cukup berwudhu saja. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

    إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْيَعُوْدَ فَلْيَتَوَضًا. رواه مسلم

    Artinya: “Siapa yang berhubungan intim dengan istrinya, kemudian ia ingin mengulanginya lagi, berwudhulah satu kali diantara yang dua kali itu.” (HR Muslim).

    Tata Cara Mandi Wajib Sesudah Berhubungan Suami Istri

    Sesudah berhubungan suami istri, umat muslim juga diwajibkan untuk melakukan mandi wajib atau janabah. Berikut ini tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri berdasarkan Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita karya Abdul Syukur Al-Azizi.

    1. Niat dengan bacaan berikut:

    نَوَيْتُ الغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى.

    Latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadastil akbari fardhan lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar karena Allah Ta’ala.”

    2. Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum mandi.

    3. Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri.

    4. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan sabun atau sejenisnya.

    5. Berwudhu yang sempurna seperti ketika hendak salat.

    6. Menyiramkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali.

    7. Mengguyurkan air pada kepala sebanyak tiga kali hingga sampai ke pangkal rambut atau kulit kepala dengan menggosok-gosokkannya dan menyela-nyelanya (bagi wanita tidak wajib untuk mengurai ikatan rambutnya).

    8. Mengguyur air ke seluruh badan dimulai dari sisi kanan setelah itu kiri.

    Demikian bacaan doa sesudah berhubungan suami istri dan cara mandi wajibnya. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (lus/lus)

    Sumber : www.detik.com

    Image : unsplash.com/ Masjid MABA

  • Doa Sesudah Mandi Wajib dan Tata Caranya Sesuai Sunnah



    Jakarta

    Doa sesudah mandi wajib termasuk ke dalam salah satu amalan sunnah yang bisa dikerjakan usai mandi janabah. Mandi wajib merupakan proses pembersihan diri dari hadats besar dengan cara membasuh air ke seluruh permukaan badan.

    Mandi wajib berbeda dengan mandi pada umumnya. Pada pelaksanaannya, kaum muslimin harus membaca niat dan memperhatikan tata cara sesuai syariat Islam.

    Biasanya, mandi wajib dilakukan setelah berhubungan suami istri, keluar air mandi, mimpi basah, dan keluar haid atau nifas bagi wanita. Muhammad Bagir melalui bukunya yang bertajuk Panduan Lengkap Ibadah Menurut Al-Quran, Al-Sunnah, dan Pendapat Para Ulama menuturkan bahwa ketika seorang non-muslim masuk Islam, maka ia juga diwajibkan mandi junub sebelum mengerjakan salat.


    Selain itu, apabila seorang muslim meninggal dunia maka muslim lainnya wajib memandikannya. Lain halnya dengan mereka yang mati syahid, jasadnya tidak wajib dimandikan.

    Perintah mandi wajib termaktub dalam surat Al Maidah ayat 6,

    وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ

    Arab latin: wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ

    Artinya: “Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah,”

    Setelah melaksanakan mandi wajib, ada sebuah doa yang bisa dipanjatkan. Bagaimana bunyinya? Simak bahasannya sebagai berikut.

    Doa Sesudah Mandi Wajib

    Mengutip dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab tulisan Isnan Ansory, berikut bunyi doa sesudah mandi wajib.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri,”

    Bacaan Niat Mandi Wajib

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, mandi wajib dilakukan ketika seorang muslim berhadats besar. Kondisi hadats besar itu terbagi ke dalam beberapa sebab, karenanya niat mandi wajib pun tergantung pada penyebabnya.

    1. Niat Mandi Wajib Pria

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari minal jinaabati fardhan lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala,”

    2. Niat Mandi Wajib secara Umum

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf ‘il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala

    Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah ta’ala,”

    3. Niat Mandi Wajib Usai Haid

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi Ta’aala.

    Artinya: “Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala,”

    4. Niat Mandi Wajib Setelah Nifas

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla liraf’i hadatsin nifaasi lillahi Ta’aala.

    Artinya: “Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala,”

    Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

    Adapun, tata cara mandi wajib sesuai sunnah sebagaimana dijelaskan oleh Zaenal Abidin dalam Fiqh Ibadah ialah:

    1. Membaca niat mandi wajib
    2. Bersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
    3. Mulai membersihkan kotoran-kotoran yang tersembunyi dengan tangan kiri, seperti kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain sebagainya
    4. Mencuci tangan dengan cara menggosokkan ke sabun atau tanah
    5. Berwudhu
    6. Menyela pangkal rambut menggunakan jari-jari tangan yang telah dibasuh air hingga menyentuh kulit kepala
    7. Membasuh seluruh tubuh dengan air yang dimulai dari sisi kanan lalu kiri
    8. Memastikan seluruh lipatan kulit serta bagian yang tersembunyi ikut dibersihkan

    Itulah doa sesudah mandi wajib dan tata caranya sesuai sunnah. Semoga membantu.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Mandi Wajib Pria dan Tata Caranya



    Jakarta

    Doa setelah mandi wajib pria adalah salah satu amalan sunnah yang bisa diamalkan sesuai mandi junub atau wajib. Mandi wajib sendiri diketahui adalah sebagai pembersihan diri dari hadats besar dengan cara membasuhkan air secara merata ke seluruh bagian tubuh.

    Dikutip dari buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat karya Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf, hadats adalah keadaan ketika seseorang menjadi tidak suci, sehingga mereka dilarang untuk melakukan ibadah seperti salat dan tawaf. Jika seseorang mengalami hadats besar, mereka harus melakukan mandi wajib untuk menyucikan diri.

    Mandi wajib bagi pria harus dilakukan setelah melewati beberapa hal yang membuat hadats seperti hubungan biologis suami dan istri, mimpi basah, hingga mengeluarkan air mani. Perintah untuk mandi wajib sendiri termaktubkan dalam firman Allah SWT yaitu Al-Qur’an Surah Al Ma’idah ayat 6 yang berbunyi,


    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.”

    Adapun setelah mengetahui perintah mengenai mandi wajib, berikut ini adalah doa yang bisa diucapkan ketika setelah mandi wajib pria.

    Doa setelah Mandi Wajib Pria

    Setelah melaksanakan mandi wajib, ada sebuah doa yang bisa dipanjatkan. Hukum membaca doa usai mandi wajib hukumnya sunnah.

    Dikutip dari buku tulisan Isnan Ansory yang berjudul Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab, berikut bunyi doa setelah mandi wajib.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: “Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina”

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri,”

    Tata Cara Mandi Wajib Pria

    Mandi wajib dilakukan ketika seorang muslim berhadats besar. Berikut ini tata cara lengkap mandi wajib pria untuk menghilangkan hadats.

    1. Membaca niat berikut,

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Arab Latin: “Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari minal jinaabati fardhan lillahi ta’ala”

    Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala,”

    2. Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali

    3. Bersihkan kotoran yang menempel di sekitar tempat yang tersembunyi dengan tangan kiri

    4. Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan sabun dan bilas hingga bersih

    5. Lakukan gerakan wudhu yang sempurna seperti ketika kita akan sholat dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki

    6. Masukkan tangan ke dalam air, kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala. Jika sudah, guyur kepala dengan air sebanyak 3 kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air

    7. Bilas seluruh tubuh dengan mengguyur air. Dimulai dari sisi kanan lalu lanjutkan ke tubuh sisi kiri

    8. Saat menjalankan tata cara mandi wajib, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan

    Dalam sebuah hadits, ada yang membedakan antara mandi wajib pria dengan wanita. Menyela pangkal rambut dikhususkan bagi pria, sedangkan wanita tidak perlu melakukan tata cara yang satu ini sesuai dengan rujukan hadits dalam Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita oleh Abdul Syukur Al-Azizi.

    Dalam satu riwayat hadits dari Ummu Salamah RA, ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. Ia berkata,

    “Wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketika mandi junub?”

    Rasulullah SAW pun menjawab, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyela kepadamu dengan air sebanyak tiga kali, kemudian guyurlah kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu telah suci.” (HR Muslim)

    Sekian adalah pembahasan sekilas mengenai doa setelah mandi wajib pria dan niatnya sesuai sebab hadats. Semoga tulisan kali ini bermanfaat ya, detikers!

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Cara Mandi Junub Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Mandi wajib atau disebut juga mandi junub adalah cara menghilangkan hadas besar dengan membasuh seluruh tubuh, mulai dari atas kepala hingga ujung kaki menggunakan air. Sebelum melakukan mandi junub, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa.

    Sebagai informasi, ada beberapa hal yang mengharuskan umat muslim untuk melaksanakan mandi wajib. Mengutip buku Pendidikan Islam Informal karya Romlah, hal-hal yang menyebabkan seseorang wajib melakukan mandi junub di antaranya:

    • Keluarnya mani, baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar (tidur).
    • Melakukan hubungan intim antara pasangan suami istri.
    • Ketika masa menstruasi atau nifas telah berakhir.
    • Meninggal dalam keadaan islam.

    Doa Cara Mandi Junub

    Setelah memahami arti mandi junub dan sejumlah penyebabnya, kini detikers perlu mengetahui doa-doa mandi junub. Soalnya, doa dan niat merupakan salah satu syarat sah dalam Islam untuk melaksanakan mandi wajib.


    Simak doa cara mandi junub di bawah ini lengkap dengan bahasa Arab, latin, dan artinya.

    1. Doa Cara Mandi Junub untuk Menghilangkan Hadas Besar

    Untuk laki-laki dan perempuan yang ingin menghilangkan hadas besar, simak bacaan doanya berikut ini:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla liraf ‘il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala

    Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.

    2. Doa Cara Mandi Junub Setelah Haid

    Bagi perempuan yang masa menstruasinya telah berakhir, diwajibkan untuk mandi wajib terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah sholat. Simak bacaan doanya di bawah ini:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi ta’ala.

    Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah.

    3. Doa Cara Mandi Junub Setelah Nifas

    Nifas adalah proses keluarnya darah dari rahim seorang wanita setelah melahirkan. Pada umumnya, darah nifas akan keluar kurang lebih selama 40 hari.

    Ketika masa nifas berakhir, seorang wanita wajib mensucikan dirinya dengan mandi wajib. Simak bacaan doa mandi junub di bawah ini:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla liraf’i hadatsin nifaasi lillahi ta’aala.

    Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala.

    Tata Cara Mandi Junub

    Perlu diingat bahwa mandi junub memiliki tata caranya sendiri, jadi bukan dilakukan seperti mandi pada umumnya. Apabila detikers tak mengikuti aturan mandi junub yang benar, maka ibadahnya dianggap tidak sah.

    Lalu, seperti apa tata cara mandi junub yang tepat? Simak selengkapnya di bawah ini:

    1. Membaca niat doa mandi junub/wajib.
    2. Mencuci tangan sebanyak 3 kali untuk membersihkan tangan dari najis.
    3. Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor, termasuk pada bagian kemaluan.
    4. Setelah itu, mencuci kembali tangan yang kotor dengan menggunakan sabun.
    5. Berwudhu.
    6. Membasahi kepala dengan air sebanyak 3 kali hingga ke pangkal rambut.
    7. Dilanjutkan dengan menyela-nyela rambut dengan menggunakan jari-jari tangan.
    8. Mengguyur air ke seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan hingga dilanjutkan dengan sisi kiri.
    9. Mandi wajib telah selesai.

    Hal yang Membuat Mandi Junub Tidak Sah

    Ada hal yang membuat mandi wajib jadi tidak sah, meskipun detikers telah membaca doa dan mengikuti tata caranya dengan benar. Mengutip laman NU Online, saat mandi wajib shampo dan sabun tidak boleh digunakan hingga seluruh tata cara dan niat mandi wajib selesai dikerjakan.

    Sebab, shampo dan sabun bisa mengubah sifat air yang mensucikan, sehingga dikhawatirkan membuat air jadi tidak bersih saat membersihkan hadas. Dengan begitu, air yang digunakan untuk mandi junub harus bersih tanpa menggunakan campuran apapun.

    Apabila harus menggunakan shampo dan sabun, detikers bisa memakainya setelah semua rangkaian mandi wajib telah selesai dilaksanakan dengan tepat.

    Nah, itu dia pembahasan mengenai doa cara mandi junub lengkap dengan bahasa Arab, latin, dan artinya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mandi Wajib Pria setelah Keluar Mani dan Tata Caranya


    Jakarta

    Pria yang keluar mani harus bersuci dengan mandi wajib sebelum beribadah. Mandi bisa diawali dengan doa. Berikut doa mandi wajib pria setelah keluar mani dan tata caranya.

    Mengutip buku Fikih karya Hasbiyallah, mandi wajib adalah mandi yang dilakukan ketika seseorang berhadas besar, seperti junub. Para ahli fikih menyebut junub adalah kondisi khusus seperti keluarnya air mani saat bersetubuh.

    Perintah untuk mandi wajib karena junub tertuang dalam Al-Qur’an surah Al Maidah ayat 6. Allah SWT berfirman,


    وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَا طَهَّرُوا

    Artinya: “Jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit.”

    Dalam pelaksanaannya, kaum muslim bisa membaca doa mandi wajib setelah keluar mani terlebih dahulu. Berikut bacaan doanya.

    Doa Mandi Wajib setelah Keluar Mani

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.

    Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

    Tata Cara Mandi Wajib Pria setelah Keluar Mani

    Diterangkan dalam Tafsir Imam Syafi’i yang diterjemahkan Fedrian Hasmand dkk, bersucinya orang yang junub adalah mandi, bukan wudhu. Imam Syafi’i dalam Al Risalah mengatakan, mandi junub dilakukan dengan membasuh kemaluan dan wudhu seperti hendak salat dan dilanjutkan mandi.

    “Rasulullah SAW menyunatkan dalam mandi junub untuk membasuh kemaluan dan wudhu seperti wudhu hendak salat, baru kemudian mandi. Demikianlah yang bisa kami praktikkan,” kata Imam Syafi’i.

    Tata cara mandi junub ini turut dijelaskan secara rinci dalam Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir karya Zakaria R. Rachman. Berikut langkah-langkahnya.

    • Pertama, niat ikhlas karena Allah SWT. Para ulama berpendapat di antara fungsi niat untuk membedakan mana yang menjadi kebiasaan dan manakah yang ibadah.
    • Kedua, basuh kedua tangan.

    Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW jika mandi karena junub, beliau mulai membasuh kedua tangannya. (HR Bukhari dan Muslim)

    • Ketiga, membersihkan kemaluan dengan tangan kiri.

    Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikutnya, “Kemudian Beliau menuang air pada kemaluannya dan membasuhnya dengan tangan kirinya, lalu digosokkan tangannya ke tanah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    • Keempat, berwudhu seperti wudhu akan salat.
    • Kelima, guyurkan air ke kepala lalu ratakan ke seluruh badan mulai dari anggota badan kanan, kemudian kiri, dan gosok. Kemudian guyurkan air lagi hingga merata.

    Dianjurkan untuk tidak berlebihan menggunakan air. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Adalah Nabi SAW mandi dengan satu sha (3 liter) sampai lima mud, dan wudhu dengan 1 mud.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Sunah-sunah Mandi Wajib

    Mengutip Kitab Tuntunan Lengkap Tata Cara Salat Wajib dan Sunnah karya Risky Aviv Nugruho, ada beberapa sunah dalam mandi wajib. Berikut di antaranya.

    • Ketika masuk kamar mandi, basuh tangan sebanyak tiga kali.
    • Berwudhu sebagaimana wudhu akan salat.
    • Mulailah mandi junub dengan mengguyur kepala sampai tiga kali, bersamaan niat.
    • Guyur bagian kanan terlebih dahulu tiga kali, kemudian bagian kiri tiga kali.
    • Gosok tubuh bagian depan dan belakang tiga kali, serta menyela-nyela rambut dan jenggot.
    • Pastikan air mengalir ke lipatan kulit dan rambut, hindarkan menyentuh kemaluan.

    Doa setelah Mandi Wajib

    Langkah mandi wajib selanjutnya adalah membaca doa. Doa setelah mandi wajib ini terdapat dalam buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab karya Isnan Ansory. Berikut bacaannya.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan, Lengkap dengan Tata Caranya


    Jakarta

    Doa mandi wajib setelah berhubungan badan wajib diamalkan oleh kaum muslimin ketika hendak bersuci dari hadats besar. Perintah mandi wajib tercantum dalam surah Al Maidah ayat 6,

    وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ … 6

    Artinya: “…Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah…”


    Setidaknya ada sejumlah hal yang jadi penyebab mandi wajib. Menukil dari buku Pendidikan Islam Informal susunan Romlah, perkara itu antara lain:

    • Sehabis melakukan hubungan badan
    • Apabila seorang muslim mengeluarkan air mani
    • Selesai haid atau nifas

    Sebelum melakukan mandi wajib, kaum muslimin harus membaca niat atau doa. Hal ini termasuk ke dalam rukun mandi wajib.

    Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut doa mandi wajib setelah berhubungan badan.

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.”

    Tata Cara Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

    Mengutip dari buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin, berikut tata cara mandi wajib setelah berhubungan badan,

    • Membaca doa mandi wajib setelah berhubungan badan
    • Bersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
    • Mulai membersihkan kotoran-kotoran yang tersembunyi dengan tangan kiri, seperti kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain sebagainya
    • Mencuci tangan dengan cara menggosokkan ke sabun atau tanah
    • Berwudhu
    • Menyela pangkal rambut menggunakan jari-jari tangan yang telah dibasuh air hingga menyentuh kulit kepala
    • Membasuh seluruh tubuh dengan air yang dimulai dari sisi kanan lalu kiri
    • Memastikan seluruh lipatan kulit serta bagian yang tersembunyi ikut dibersihkan

    Doa setelah Mandi Wajib

    Selain niat, ada juga doa yang disunnahkan untuk dibaca selesai melaksanakan mandi wajib. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab susunan Isnan Ansory.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.”

    Itulah doa mandi wajib setelah berhubungan badan dilengkapi tata cara dan bacaan setelah melakukannya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mandi Wajib setelah Haid dan Berhubungan Badan


    Jakarta

    Doa mandi wajib perlu dibaca setiap muslim yang menyucikan diri dari hadas besar ketika hendak mengerjakan ibadah. Pastikan sudah tahu bacaan doa mandi wajib sebelum mengerjakannya.

    Hadas besar dapat dibersihkan dengan mandi wajib atau dikenal juga dengan sebutan mandi besar dan mandi junub.

    Perintah mandi besar ketika berhadas besar telah dijelaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al Ma’idah ayat 6. Allah SWT berfirman,


    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

    Siapa yang Harus Mandi Wajib?

    Merangkum buku Panduan Muslim sesuai Al-Qur’an dan As Sunnah yang ditulis Dr. Abu Zakariya Sutrisno, M.Sc dijelaskan beberapa sebab yang membuat seorang muslim baligh harus mandi wajib.

    • Keluar mani, baik laki-laki maupun perempuan
    • Melakukan hubungan suami istri
    • Seseorang yang baru masuk Islam
    • Kematian, jika seorang muslim meninggal maka mayitnya wajib dimandikan, kecuali seorang yang syahid di medan perang
    • Selesai haid bagi perempuan
    • Selesai nifas bagi perempuan yang melahirkan

    Doa Mandi Wajib setelah Haid dan Berhubungan

    Doa atau niat mandi wajib dapat dibaca ketika mulai menyiramkan air ke tubuh. Berikut doa niat mandi wajib:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Arab-latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal jinâbati fardhollillahi ta’ala.

    Artinya: Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta’ala.

    Rukun dan Sunnah Mandi Wajib

    Berikut beberapa rukun dan sunnah mandi wajib yang harus diketahui setiap muslim. Mengutip buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa dan Zikir oleh Zakaria R. Rachman dan kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Ghazali dari laman Kemenag, berikut rinciannya:

    1. Rukun Mandi wajib

    • Niat
    • Menyiramkan atau mengalirkan air ke seluruh badan dan meratakannya dimulai dari rambut kepala

    2. Sunah Mandi Wajib

    • Mencuci tangan sebanyak tiga kali
    • Membersihkan segala najis yang menempel di badan
    • Berwudhu seperti wudhunya orang yang hendak salat sebelum mandi
    • Mengguyur kepala tiga kali
    • Diawali dengan mengalirkan air ke bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dilanjutkan bagian kiri tiga kali
    • Menggosok seluruh badan sampai bersih sebanyak tiga kali
    • Menyela rambut dan jenggot
    • Mengalirkan air ke lipatan kulit dan pangkal rambut

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mandi Besar setelah Haid Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya


    Jakarta

    Doa mandi besar setelah haid juga disebut sebagai niat mandi besar. Sebelum mandi besar, sudah sepantasnya muslim membaca doa tersebut karena menjadi salah satu rukun yang perlu ditunaikan.

    Menukil dari buku Fikih oleh Udin Wahyudin, rukun mandi wajib ada dua yaitu membaca doa atau niat mandi wajib sebelum menghilangkan hadats. Kedua, mengalirkan air ke seluruh badan.

    Sementara itu, haid merupakan kondisi biologis yang dialami setiap wanita. Diterangkan oleh Sayyid Abdurrahman bin Abdul Qadir Assegaf dalam Kitab Haid, Nifas, dan Istihadhah terjemahan Ahmad Atabik dan Abdul Majid bahwa haid menjadi penanda organ reproduksi wanita sehat.


    Wanita muslim dalam kondisi haid tidak diperbolehkan melakukan beberapa ibadah seperti salat, puasa dan membaca Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 222,

    وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran,” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

    Bacaan Doa Mandi Besar setelah Haid

    Berikut bacaan doa mandi besar atau niat mandi besar setelah haid seperti dikutip dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari oleh Muh Hambali.

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla lifraf il hadatsil akbari minal haidil lillahi ta’ala

    Artinya: “Saya berniat mandi wajib untuk mensucikan hadats besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

    Tahapan Mandi Besar setelah Haid

    Berikut beberapa tata cara mandi besar yang disebutkan dalam buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin,

    1. Berwudhu
    2. Membaca doa mandi besar setelah haid
    3. Basuh air dari ujung kepala sampai kaki sebanyak tiga kali
    4. Mengguyur anggota tubuh bagian kanan tiga kali, lalu bagian kiri sebanyak tiga kali
    5. Menggosok seluruh anggota tubuh
    6. Menyela bagian dalam rambut
    7. Bagi perempuan berambut panjang tidak wajib membuka ikatan rambutnya, tetapi wajib membasahi akar rambut dengan air
    8. Bersihkan kotoran yang menempel di sekitar daerah-daerah lipatan tubuh
    9. Lanjutkan mandi seperti biasa dan bilas sampai bersih
    10. Jika hendak melaksanakan salat setelah mandi besar, maka harus berwudhu kembali

    Doa setelah Mandi Besar yang Bisa Diamalkan

    Selain doa mandi besar setelah haid yang dibaca sebagai niat, ada juga bacaan yang dapat diamalkan setelah selesai mandi. Bacaan ini dinukil dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab susunan Isnan Ansory.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.”

    Keutamaan Mandi Besar

    Melalui hadits Rasulullah SAW kepada Fatimah binti Abu Hubaish disebutkan tentang keutamaan mandi besar yaitu sebagai syarat mengerjakan salat dan tawaf. Beliau bersabda,

    “Apabila masa haidmu datang maka tinggalkanlah salat dan jika telah suci maka mandi dan salatlah.” (HR Bukhari)

    Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita Haid

    Meski tidak diperbolehkan melakukan ibadah seperti puasa, salat, dan membaca Al-Qur’an, ada beberapa amalan yang bisa dikerjakan muslim sewaktu haid. Apa saja? Berikut bahasannya yang dinukil dari Buku Lengkap Fiqh Wanita oleh Abddul Syukur al-Azizi.

    1. Sedekah
    2. Istighfar
    3. Mempelajari ilmu agama
    4. Membaca Al-Qur’an melalui ponsel atau tablet. Ini diperbolehkan selama tidak menyentuh mushaf

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Setelah Mandi Wajib dan Penyebabnya


    Jakarta

    Mandi Wajib adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam dalam kondisi tertentu. Mandi ini memiliki tujuan untuk menyucikan diri agar seseorang bisa melaksanakan ibadah lainnya, seperti sholat, dengan sah.

    Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebutkan dalam surah Al-Ma’idah ayat 6 yang menunjukkan bahwa mandi wajib adalah salah satu bentuk ritual penyucian diri yang sangat penting dan diwajibkan dalam Islam. Allah SWT berfirman,

    وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ


    Artinya: “Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. “

    Melakukan mandi wajib tidak hanya membasahi tubuh dengan air tetapi juga menjadi wujud ketaatan terhadap perintah Allah SWT. Setelah mandi wajib, disunnahkan untuk membaca doa setelah mandi wajib sebagai bentuk pengharapan agar diri kita tetap dalam keadaan suci dan siap untuk melaksanakan ibadah lainnya.

    Namun, tidak semua orang mengetahui bacaan doa setelah mandi wajib. Apa saja doa yang sebaiknya dibaca setelah melaksanakan mandi wajib? Berikut adalah penjelasan dari kaidah-kaidah mandi wajib.

    Bacaan Doa Setelah Mandi Wajib

    Bacaan doa setelah mandi wajib pada dasarnya sama dengan doa yang dibaca setelah wudhu, seperti yang dijelaskan oleh Fatkhur Rahman dalam bukunya Pintar Ibadah.

    Berikut adalah bacaan doa setelah mandi wajib yang diambil dari buku Malaikat Pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi karya Hamdan Hamedan.

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Asyhadu allaa llaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allaahummaj’alnii minat-tawwabiina, waj’alnii minal- muta-thahiriina.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) me-lainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci.”

    Penyebab Harus Mandi Wajib

    Setelah memahami bacaan doa setelah mandi wajib, penting untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab seseorang diwajibkan untuk melakukan mandi wajib.

    Menurut buku Fiqih karya Udin Wahyudin dkk., mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hadas besar. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seorang Muslim untuk melaksanakan mandi wajib, yaitu:

    1. Hubungan suami istri

    Meskipun tidak ada ejakulasi, hubungan suami istri tetap mewajibkan mandi wajib bagi keduanya.

    2. Keluar mani

    Setiap keluarnya mani bagi seorang peria, baik karena mimpi basah atau sengaja diharuskan untuk tetap mandi wajib.

    3. Meninggal dunia

    Bagi orang yang meninggal dunia, umat Islam yang masih hidup berkewajiban untuk memandikan jenazahnya, kecuali bagi seorang syuhada yang wafat dalam perjuangan di medan jihad.

    4. Haid

    Seorang wanita yang selesai dari masa haidnya harus mandi wajib agar bisa kembali melaksanakan ibadah seperti sholat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.

    5. Nifas

    Setelah masa nifas, yaitu darah yang keluar setelah melahirkan. Wanita wajib mandi untuk kembali dalam keadaan suci.

    6. Melahirkan

    Setelah melahirkan baik anaknya hidup atau keguguran, seorang wanita diwajibkan mandi wajib.

    Bacaan Niat Seluruh Mandi Wajib

    Setelah memahami penyebab-penyebab yang mengharuskan seseorang untuk melaksanakan mandi wajib, kini saatnya kita mengetahui niat yang tepat untuk setiap kondisi tersebut.

    Setiap penyebab mandi wajib memiliki niat khusus yang disyariatkan dalam Islam. Berikut adalah bacaan niat untuk masing-masing jenis mandi wajib yang telah dijelaskan sebelumnya yang dikutip dari arsip detikHikmah.

    1. Bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan intim, keluar mani, junub

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.”

    2. Bacaan niat mandi wajib setelah haid

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْحَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin haidhi lillaahi ta’aala

    Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan haid karena Allah Ta’ala.”

    3. Bacaan niat mandi wajib setelah melahirkan

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْوِلَادَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin wilaadati lillaahi ta’aala

    Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan wiladah karena Allah Ta’ala.”

    4. Bacaan niat mandi wajib setelah nifas

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ النِّفَاسِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin nifaasi lillaahi ta’aala

    Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan nifas karena Allah Ta’ala.”

    5. Bacaan niat mandi wajib untuk memandikan jenazah

    نَوَيْتُ الغُسْلَ أَدَاءً عَنْ هُذَا الْمَيِّتِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul gusla adā an ‘an hażal mayyiti lillahi ta’ālā

    Artinya: ” Aku berniat untuk memandikan jenazah ini karena Allah ta’ala.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Mandi Junub Boleh Tidak Melepas Ikat Rambut?


    Jakarta

    Tata cara mandi junub pria dan wanita sedikit berbeda. Perbedaan ini terletak pada bagian rambut khususnya bagi wanita yang biasa mengikatnya.

    Mandi junub adalah mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar (junub). Perintah untuk mandi junub termaktub dalam Al-Qur’an surah Al Maidah ayat 6. Allah SWT berfirman,

    وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ


    Artinya: “Dan jika kalian junub, maka mandilah.”

    Ulama Syafi’iyah Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah-nya menjelaskan, mandi wajib tidak sempurna jika tidak memenuhi rukun-rukunnya. Adapun, rukun mandi wajib terdiri dari berniat dan membasuh seluruh anggota tubuh.

    Ia menjelaskan lebih lanjut, “Hakikat mandi adalah membasuh seluruh anggota tubuh dengan menyiram air pada seluruh tubuh.”

    Lantas, bagaimana dengan wanita yang memiliki rambut panjang dan biasa mengikatnya? Apakah harus melepaskan ikat rambut saat mandi junub?

    Mandi Junub Boleh Tak Lepas Ikat Rambut

    Menurut penjelasan dalam kitab Al-Wajiz fi Fiqh As-Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, wanita tidak wajib melepas ikatan rambutnya saat mandi junub jika air bisa meresap sampai ke pangkal rambut. Hal ini bersandar pada hadits dari Ummu Salamah RA.

    Diceritakan bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mengikat rambut saya, apakah harus dibuka jika mandi janabat?”

    Beliau bersabda, “Cukup basuhlah air ke rambut sebanyak tiga kali, kemudian kamu membasuhkan air ke seluruh tubuhmu. Dengan begitu, kamu sudah suci.” (HR Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih)

    Ubaid bin Umair RA turut meriwayatkan hadits yang menjelaskan hal ini. Ia menceritakan dari Aisyah bahwa Abdullah bin Umar menyuruh istri-istrinya untuk menanggalkan ikatan rambutnya apabila hendak mandi.

    Aisyah berkata, “Aneh sekali Ibnu Umar! Ia menyuruh istri-istrinya supaya menanggalkan ikatan rambutnya apabila mereka hendak mandi. Mengapa ia tidak menyuruh mereka supaya mencukur rambutnya saja. Ketahuilah aku pernah mandi junub bersama Rasulullah SAW dari satu tempat dan aku hanya sekadar menuangkan air di atas kepalaku sebanyak tiga kali siraman.” (HR Ahmad dan Muslim)

    Sunnah Mandi Junub

    Ada beberapa sunnah mandi junub yang bisa dilakukan setiap muslim. Mengacu pada sumber sebelumnya, berikut di antaranya.

    • Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
    • Membasuh kemaluan.
    • Berwudhu dengan sempurna seperti wudhu untuk salat. Dianjurkan mengakhirkan kedua kakinya sampai selesai mandi jika mandinya menggunakan air di bak dan sejenisnya..
    • Menyiramkan air di atas kepala sebanyak tiga kali dengan menyela-nyela rambut agar air membasahi pangkal rambut (mengenai pori-pori kepala).
    • Menyiram air ke seluruh tubuh dengan mendahulukan bagian kanan lalu kiri. Dianjurkan untuk membersihkan kedua ketiak, bagian dalam telinga, pusar, jari-jari kaki, dan menggosok anggota tubuh yang bisa dijangkau tangan.

    Sunnah mandi junub tersebut mengacu pada hadits yang berasal dari Aisyah RA. Dia berkata,

    “Apabila Rasulullah SAW hendak mandi junub, beliau selalu memulai dengan membasuh kedua tangannya. Kemudian menuangkan air pada bagian kanan, kemudian dilanjutkan bagian kiri. Setelah itu, beliau membasuh kemaluannya. Kemudian dilanjutkan wudhu seperti halnya ketika wudhu untuk mengerjakan salat. Setelah itu, beliau mengambil ari dan menyiramkannya di atas kepala sambil memasukkan jari-jarinya untuk menyela-nyela pangkal rambut. Ketika beliau merasa air telah membasahi kulit kepala, beliau membilas rambutnya sebanyak tiga kali. Kemudian beliau mengguyurkan air ke seluruh tubuhnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com