Tag: mandi

  • Nggak Perlu AC, Ini 7 Cara Bikin Rumah Terasa Adem


    Jakarta

    Tinggal di negara tropis seperti Indonesia, nggak heran kalau rumah terkadang terasa panas. Penghuni rumah pun bisa kurang nyaman karena merasa kegerahan.

    Salah satu solusi andalan untuk menyejukkan rumah adalah memasang AC. Namun, memasang dan menyalakan AC cukup menguras biaya.

    Tak harus mengandalkan AC, penghuni bisa bikin rumah terasa adem kok! Ada beberapa cara untuk menghalau udara panas masuk rumah. Penghuni juga bisa mendinginkan ruangan tanpa AC.


    Bagaimana cara membuat rumah lebih adem tanpa AC ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Tips Bikin Rumah Adem Tanpa AC

    Inilah beberapa trik untuk menyejukkan ruangan, dikutip dari Real Simple, Selasa (9/9/2025).

    1. Buka Jendela Saat Suhu Turun

    Pastikan jendela tertutup ketika cuaca panas di luar agar hawa panas tidak masuk rumah. Sebaliknya, penghuni dapat membuka jendela untuk menyejukkan ruangan saat suhu udara di luar sudah turun.

    2. Keluarkan Udara Panas

    Keluarkan udara panas yang terperangkap di dalam rumah. Caranya dengan menyalakan kipas exhaust di kamar mandi dan dapur.

    Selain itu, buka jendela di lantai atas dengan kipas kotak yang bertiup keluar, lalu buka jendela di lantai bawah. Udara hangat di lantai atas akan keluar dan menarik udara dingin di bawah.

    3. Nyalakan Kipas Angin

    Nyalakan kipas angin untuk mendinginkan ruangan. Kipas angin menjadi alternatif andalan untuk menggantikan AC.

    4. Nyalakan AC Buatan

    Penghuni bisa membuat AC buatan kalau mau dapat embusan udara sejuk. Ada beberapa cara untuk melakukannya. Cara pertama adalah menggantungkan kain basah dingin di depan kipas angin. Lalu, letakkan mangkuk besar berisi es batu di depan kipas. Terakhir, menempelkan botol air beku di belakang kipas angin.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Gunakan dehumidifier untuk mengendalikan tingkat kelembapan rumah. Sebab, kelembapan tinggi membuat rumah terasa panas dan pengap. Hal ini akan mencegah keringat menguap sehingga tubuh tidak bisa mengatur suhunya.

    6. Tutup Gorden

    Tutup gorden jendela untuk menghalau sinar matahari masuk rumah. Cara ini membantu mengurangi suhu panas di dalam rumah.

    7. Halangi Sinar Matahari

    Terakhir, pemilik rumah dapat menghalangi sinar matahari menyentuh rumah dengan memasang topi jendela atau menanam pohon. Dengan begitu, tidak banyak sinar matahari masuk dan menghangatkan ruangan.

    Itulah beberapa cara untuk membuat rumah lebih adem tanpa AC. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghilangkan Kerak Air di Kaca, Bisa Pakai Lemon!



    Jakarta

    Kerak air kerap ditemukan di berbagai permukaan kamar mandi, salah satunya kaca. Kerak air ini kadang bisa susah dihilangkan, namun jangan khawatir karena ada cara jitunya.

    Kerak air ini bisa terjadi apabila air yang digunakan di rumah adalah air sadah. Meskipun tidak berbahaya, air sadah yang menguap akan meninggalkan lebihan mineral yang bisa mengendap dan sulit dibersihkan.

    Nah, untuk membersihkannya bisa dengan menggunakan cairan dengan pH rendah alias bersifat asam, contohnya air lemon dan cuka. Dilansir dari Southern Living, berikut ini cara membersihkan kerak air pakai lemon dan cuka.


    Membersihkan Kerak Air Pakai Air Lemon

    freshly squeezed lemon juice in small bowlIlustrasi lemon. Foto: Getty Images/iStockphoto/rez-art

    – Ambil 1-2 lemon, potong menjadi 2
    – Selanjutnya gunakan setengah lemon tersebut untuk membersihkan langsung permukaan kaca yang memiliki kerak air.
    – Gosok lemon dengan gerakan memutar untuk membantu mengangkat noda
    – Bilas atau lap permukaan kaca dengan air hangat dan handuk bersih

    Membersihkan Kerak Air Pakai Cuka

    white vinegar on wood table topIlustrasi cuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    – Isi botol semprot dengan air hangat dan cuka dalam perbandingan yang sama
    – Semprotkan pada bagian yang terdapat kerak air dan biarkan beberapa menit, lalu semprot ulang
    – Gunakan handuk kasar untuk menggosok kerak air
    – Lap cairan tersebut dengan handuk bersih. Kalau bisa, bersihkan area tersebut dengan air hangat dan lap hingga kering.

    Cara Mencegah Adanya Kerak Air

    Penghuni rumah bisa lho mencegah terjadinya kerak air pada permukaan kaca. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    1. Keringkan Kaca Sepenuhnya

    Setelah mandi atau jika terdapat air pada kaca, sebaiknya segera mengeringkan kaca sepenuhnya. Hal ini dilakukan agar tidak ada kerak air. Penghuni rumah juga bisa menggunakan produk anti-air agar air mengalir lebih cepat pada kaca.

    2. Rutin Membersihkan Kaca

    Bersihkan kaca lebih sering kalau penghuni rumah sudah tahu bahwa air di rumah merupakan air sadah. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan yang berlebihan.

    Itulah cara menghilangkan dan cara mencegahnya noda kerak air pada permukaan kaca.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman Hias yang Tak Perlu Disiram Rutin, Cocok Buat yang Sibuk


    Jakarta

    Air memiliki sejumlah manfaat untuk tanaman, seperti membantu proses fotosintesis, mengangkut nutrisi dari tanah ke tanaman, hingga menjaga tanaman tetap segar. Maka dari itu, tanaman perlu disiram secara rutin.

    Namun, tidak semua jenis tanaman harus disiram setiap hari, lho. Ada beberapa tanaman yang justru sebaiknya jangan sering disiram karena bisa cepat layu dan membusuk.

    Jika kamu tipe orang yang super sibuk hingga lupa merawat tanaman, tak ada salahnya membeli tanaman yang ‘irit’ air. Sebab, tumbuhan ini masih bisa tumbuh walau hanya disiram sesekali saja.


    Ingin tahu apa saja tanaman hias yang dapat tumbuh walau jarang disiram? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tanaman Hias Ini Bisa Tumbuh Walau Jarang Disiram

    Ada sejumlah tanaman hias yang punya mekanisme penyimpanan air dalam waktu lama karena minim penguapan. Tanaman itu biasanya dapat tumbuh di kawasan tropis atau iklim ekstrem, sehingga tak perlu disiram secara berkala.

    Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut tanaman hias yang dapat tumbuh subur meski jarang disiram:

    1. Lidah Buaya

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaFoto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Lidah buaya termasuk tanaman hias yang dapat tumbuh meski tidak disiram air selama berminggu-minggu. Kamu hanya perlu menyiram lidah buaya jika tanah di sekitarnya sudah terlihat kering.

    Kamu dapat meletakkan lidah buaya di lokasi yang sejuk dan tidak terpapar langsung sinar matahari. Tanaman ini sangat cocok untuk dipajang di halaman depan atau dalam ruangan.

    2. Lidah Mertua

    Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designFoto: Getty Images/M.photostock

    Tanaman yang satu ini sudah banyak dikoleksi oleh pemilik rumah karena warnanya yang hijau dan terlihat cantik. Selain menambah estetika, lidah mertua juga bisa ditanam di dalam ruangan karena tidak perlu disiram secara berkala.

    Sama halnya dengan lidah buaya, tanaman hias ini juga tidak membutuhkan banyak sinar matahari sehingga bisa diletakkan di ruangan yang sejuk. Hadirnya lidah mertua juga dapat membersihkan udara secara alami.

    3. Sirih Gading

    Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Banyak orang yang memilih sirih gading atau pothos sebagai tanaman hias di rumah karena terlihat cantik dan menyegarkan. Selain itu, tanaman ini juga mudah dirawat karena tidak perlu disiram setiap hari.

    Pothos termasuk tanaman yang dapat tumbuh di tempat yang minim cahaya dan tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, sirih gading bisa diletakkan di kamar mandi.

    4. Haworthia

    Dikenal juga sebagai tanaman zebra karena daunnya yang bergaris hitam dan putih, haworthia sangat cocok sebagai tanaman hias di rumah. Selain dapat mempercantik ruangan, tanaman ini bisa tumbuh tanpa perlu banyak air.

    Haworthia sebaiknya diletakkan di bawah sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Tanaman ini cukup disiram jika kondisi tanah sudah terlihat kering.

    5. Kaktus

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa kaktus merupakan tanaman hias yang dapat tumbuh tanpa perlu sering disiram. Tanaman ini bahkan dapat bertahan hidup di iklim kering tanpa perlu disiram air hingga empat bulan.

    Cara merawat kaktus juga mudah, cukup siram dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Simpan kaktus di area yang banyak cahaya matahari agar dapat tumbuh subur.

    6. Spider Plant

    Spider plant atau disebut juga lili paris merupakan tanaman hias yang populer. Selain bentuknya yang cantik, tanaman ini juga dapat tumbuh subur meski jarang disiram.

    Saat musim kemarau, cukup siram lili paris setiap seminggu sekali agar tanahnya tidak terlalu kering. Letakkan tanaman spider plant di tempat yang terpapar cahaya terang.

    7. Ivy

    Tanaman yang satu ini bisa jadi pilihan menarik untuk ditanam di halaman atau dalam rumah. Sama seperti spider plant, tanaman ivy hanya perlu disiram seminggu sekali agar tidak terlalu kering.

    Pastikan kamu menanam tanaman ivy di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung, tapi tidak terlalu teduh. Maka dari itu, tanaman ini sangat cocok ditanam di dalam ruangan.

    8. Kaktus Anggur

    Satu lagi tanaman hias yang tidak perlu banyak air untuk tumbuh subur, yaitu kaktus anggur. Tanaman dari Meksiko ini dapat mempercantik hunian karena memberikan kesan tropis.

    Merawat kaktus anggur juga sangat mudah karena tidak perlu disiram secara rutin. Sebaiknya siram tanaman ini ketika kondisi tanah sudah kering, lalu letakkan di tempat yang terpapar cahaya matahari agar bisa tumbuh subur.

    Itulah delapan tanaman hias yang tidak perlu disiram secara rutin. Tertarik untuk membeli tanaman yang mana, detikers?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Ribet! Cara Ampuh Bersihkan Kloset Cuma Butuh 2 Bahan


    Jakarta

    Kebersihan rumah perlu dijaga agar penghuni merasa nyaman serta terhindari dari penyakit. Salah satu ruangan yang perlu diperhatikan kebersihannya adalah kamar mandi, terutama kloset atau WC-nya.

    Tidak banyak orang menyukai membersihkan kamar mandi, apalagi kalau ada kotoran membandel. Namun, dengan memakai bahan-bahan ampuh bisa memudahkan penghuni membersihkan kloset.

    Bahan-bahan alami yang ditemukan di dapur bisa menggantikan produk pembersih yang biasa ditemukan di supermarket, lho. Pembersih alami buatan rumah lebih murah daripada produk pembersih toilet komersial.


    “Untuk solusi pembersih toilet buatan rumah yang sederhana dan alami, yang Anda butuhkan hanyalah soda kue dan cuka putih,” kata CEO Cleancult Ryan Lupberger dikutip dari Business Insider, Jumat (12/9/2025).

    Soda kue adalah bahan pemutih alami yang dapat menghilangkan noda membandel. Sementara itu, cuka putih membantu mendesinfektan atau membasmi kuman di permukaan kloset.

    “Cuka dan soda kue merupakan bahan yang ampuh untuk berbagai keperluan pembersihan. Khususnya, jika digunakan pada toilet, keduanya tidak hanya membersihkan, tetapi juga menghilangkan bau,” ucap CEO perusahaan produk pembersih alami itu.

    Lalu, bagaimana cara menggunakan cuka putih dan soda kue buat bersihkan kloset? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Membuat Pembersih Kloset dengan Bahan Alami

    Inilah langkah-langkah memakai pembersih toilet dari bahan alami.

    1. Tuang Cuka Putih

    Tuang cuka putih secara merata ke mangkuk kloset dan diamkan selama satu jam. Jika ada noda membandel, biarkan cuka putih seharian.

    2. Taburkan Soda Kue

    Selanjutnya, taburkan soda kue ke mangkuk kloset. Pastikan soda kue merata termasuk bagian samping mangkuk kloset.

    3. Sikat Kloset

    Gunakan sikat WC untuk merontokkan noda dan kotoran pada kloset, lalu siram dengan air. Jika masih ada noda tersisa, ulangi proses pembersihan dari awal.

    Itulah cara membersihkan kloset pakai dua bahan alami. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda di Kloset Bisa Dibersihkan Pakai Cuka Putih, Begini Caranya!


    Jakarta

    Kloset merupakan salah satu benda di rumah yang paling mudah kotor dan mengandung banyak bakteri. Jika kloset jarang dibersihkan maka bisa menimbulkan noda kuning.

    Noda tersebut bisa dibersihkan dengan cairan pembersih khusus kamar mandi yang umum dijual di pasaran. Jika ingin menggunakan cara yang alami, kamu bisa menggunakan cuka putih.

    Bahan dapur yang satu ini ternyata cukup efektif untuk membasmi noda kuning yang menempel di kloset. Bagaimana cara menggunakannya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Noda di Kloset dengan Cuka Putih

    Bagi detikers yang kurang suka menggunakan cairan pembersih kamar mandi karena mengandung zat berbahaya, kamu dapat menggunakan cuka putih sebagai cara alami untuk membersihkan kloset kamar mandi.

    “Cuka putih mengandung asam yang ringan. Sifat asamnya dapat digunakan untuk menghilangkan noda dan melarutkannya,” kata pakar kebersihan dari All Star Cleaning Service Derek Christian, dilansir situs Bob Vila.

    Meski dapat digunakan untuk membasmi noda, tapi Christian menyebut asam pada cuka putih kurang efektif untuk mengatasi noda yang sudah lama atau membandel. Bahan dapur ini lebih efektif mengangkat noda yang baru muncul di kloset.

    Selain itu, gunakan juga sikat kamar mandi saat membersihkan kloset dengan cairan cuka putih. Fungsinya agar noda di kloset dapat terangkat secara maksimal.

    “Agar lebih efektif, bisa menggunakan sikat toilet untuk membuang noda kuning yang menempel di kloset. Dengan cara ini, kamu dapat mengoleskan cuka putih langsung ke noda tanpa perlu dicampur air,” ujarnya.

    Agar efektif membersihkan noda kuning di kloset dengan cuka putih, kamu bisa mencampurnya dengan soda kue. Dikutip dari laman Martha Stewart, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Siram kloset dengan menekan tombol flush
    2. Taburkan soda kue secukupnya ke dalam kloset dan bagian sisinya yang paling dalam
    3. Lalu, tuangkan 1 cangkir cuka putih ke dalam kloset secara merata
    4. Gunakan sikat toilet untuk menggosok bagian dalam kloset. Pastikan soda kue dan cuka putih tercampur dengan rata
    5. Tunggu selama 10-15 menit agar soda kue dan cuka putih dapat bereaksi terhadap noda
    6. Gunakan sikat gigi bekas pakai atau sikat pembersih kecil untuk membersihkan noda kuning pada sela-sela kloset yang sulit dijangkau
    7. Setelah direndam, bersihkan bagian dalam kloset dengan sikat toilet sampai seluruh noda terangkat
    8. Terakhir, siram toilet dengan menekan tombol flush untuk membilas soda kue, cuka putih, dan noda agar larut.

    Pakar kebersihan Chris Willatt menyebut penggunaan cuka putih untuk membersihkan kloset dinilai lebih efektif daripada menuangkan sabun cuci piring. Dengan campuran cuka putih dan soda kue, noda kuning yang berkerak di kloset bisa terangkat secara menyeluruh.

    “Meski kamar mandi jadi mengeluarkan bau cuka yang kurang sedap selama seharian, tapi setidaknya kamar mandi jadi benar-benar bersih,” ujar Willatt.

    Agar lebih efektif mengatasi noda kuning, Willatt menyarankan untuk menuang cuka putih ke dalam tangki kloset. Setiap menekan tombol flush, air dan cuka dapat mengatasi noda kuning secara ampuh.

    Demikian cara membersihkan noda kuning di kloset dengan cuka putih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Sekadar Privasi, Ini Alasan Pintu Kamar Mandi Harus Selalu Ditutup


    Jakarta

    Saat menggunakan kamar mandi, pintu harus ditutup agar aktivitas di dalam tidak terlihat dari luar. Namun saat kamar mandi tidak dipakai, terkadang pintu dibiarkan terbuka begitu saja.

    Bagi sebagian orang, menutup pintu kamar mandi merupakan suatu keharusan karena banyak yang meyakini kalau di kamar mandi terdapat hal-hal mistis. Jika pintu kamar mandi terbuka, maka aura negatif bisa menyebar ke seluruh rumah.

    Pintu kamar mandi juga harus selalu ditutup agar bau yang berasal dari dalam tidak menyebar ke penjuru ruangan. Bau tak sedap itu bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah yang sedang makan atau bersantai.


    Dalam feng shui, ilmu dari China yang mempelajari tentang keseimbangan dalam tata ruang, menganjurkan untuk selalu menutup pintu kamar mandi. Sebab, pintu yang sering terbuka ternyata dapat memengaruhi aliran energi positif di dalam rumah.

    Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa pintu kamar mandi rumah harus ditutup setiap saat. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Alasan Pintu Kamar Mandi Wajib Ditutup

    Dikutip dari House Digest, berikut sejumlah alasan pintu kamar mandi harus ditutup menurut feng shui:

    1. Air Melambangkan Kekayaan

    Dalam feng shui, terdapat lima elemen utama dalam keseimbangan energi, yaitu kayu, api, tanah, logam, dan air. Terutama elemen air yang dilambangkan sebagai kelimpahan atau kekayaan karena dapat membawa keberkahan bagi yang memanfaatkannya.

    Air juga disebut sebagai inspirasi dan aura positif karena dapat memberikan kehidupan bagi makhluk di Bumi. Air di rumah bersumber dari beberapa titik, salah satunya dari kamar mandi yang digunakan manusia untuk membersihkan diri dari kotoran.

    Oleh sebab itu, penting untuk selalu menghargai air sebagai salah satu elemen utama feng shui. Dengan memanfaatkan air, maka manusia dapat terhubung dengan elemen-elemen lainnya secara positif.

    2. Membuang Energi Positif

    Alasan lain mengapa pintu kamar mandi harus ditutup karena dapat membuang energi positif secara sia-sia. Sebab, air dapat keluar dari sejumlah peralatan di kamar mandi, seperti pancuran air (shower), wastafel, bathtub, dan kloset.

    Misalnya saat kamu sedang mencuci wajah dengan sabun di wastafel. Seharunya keran air ditutup dahulu saat sedang cuci muka, tapi banyak orang yang membiarkan keran tetap terbuka sehingga air terbuang sia-sia.

    Kebiasaan tersebut dianggap sebagai pemborosan energi positif karena membiarkan air terbuang ke dalam saluran. Padahal, air tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

    Tak hanya itu, cipratan dari keran air bisa saja keluar dari kamar mandi dan membasahi lantai. Kondisi itu bisa membahayakan penghuni rumah karena bikin lantai menjadi licin.

    Ilmu feng shui menganjurkan untuk selalu menutup pintu kamar mandi dengan tujuan baik. Selain mencegah energi positif terbuang sia-sia, tapi juga membantu menghemat listrik dan mencegah risiko terpeleset yang membahayakan penghuni rumah.

    Menutup pintu kamar mandi merupakan hal yang sederhana, tapi terkadang sering dilupakan oleh banyak penghuni rumah. Padahal, menerapkan ilmu feng shui yang satu ini turut menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman di rumah.

    Itu dia penjelasan tentang pentingnya menutup pintu kamar mandi menurut ilmu feng shui. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Selokan Mampet Bisa Bikin Banjir, Begini Cara Cegahnya



    Jakarta

    Selokan merupakan jalur pembuangan air dan limbah yang pasti ada di sekitar permukiman. Sebagai saluran pembuangan, jalurnya tidak boleh ada hambatan karena selokan yang mampet dapat meluap saat debit air meningkat.

    Untuk mencegah selokan mampet, caranya tidak sulit, tidak perlu menggunakan alat canggih. Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki kuncinya adalah selokan tersebut dibuat dengan benar. Mulai dari luas, kedalaman, dan jalurnya. Semuanya harus dipikirkan sebelum rumah dibangun.

    Selain itu, selokan yang baik harus memiliki kemiringan yang benar dan sesuai. Tujuannya untuk membuat aliran air di selokan deras dan lancar.


    “Biasanya sih tindakan preventifnya itu dimulai dari sebelum mulai pembangunan itu rumah. Nah, jadi kalau misalkan rumah itu belum terbangun, kita bisa nih bikin desainnya saluran itu harus benar dengan kemiringan yang memang sesuai,” kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, beberapa waktu lalu.

    Ada pun penyebab selokan mampet salah satunya karena aliran air yang tidak lancar dan kecil. Umumnya dikarenakan ada hambatan sehingga jalur air menyempit, sementara debit yang akan lewat cukup besar. Hambatan tersebut bisa dari sampah dan kotoran padat yang tersangkut.

    “Jadi mampet itu kan sebenarnya karena jalannya air tidak lancar. Alirannya kurang, akhirnya karena ada kotoran yang agak besar airnya jadi tidak lancar dan kotorannya tidak bisa terdorong. Kalau misalkan ada kotoran tapi airnya deras dan lancar kan bisa kebuang. Nah, makanya kalau dari perencanaan itu tindakan preventifnya adalah desain saluran air itu benar-benar harus dengan kemiringan yang lancar,” jelas Panggah.

    Untuk perumahan yang siap huni, pastinya sudah tersedia selokan di depan rumah. Tugas pemilik rumah jauh lebih ringan, cukup merawat dan menjaga kebersihannya.

    Salah satu caranya adalah rutin menyaring semua yang masuk ke dalam saluran pembuangan. Proses penyaringan ini bukan di lubang luar yang mengarah langsung ke selokan, melainkan memisahkan cairan dan benda padat sebelum dibuang ke saluran pembuangan. Hal ini bisa diterapkan saat mencuci piring, memasak, dan di kamar mandi. Misalnya, ambil dan buang rambut yang rontok agar tidak masuk ke saluran air kamar mandi.

    “Nah, kalau misalkan sudah jadi (rumahnya) itu ya mau nggak mau misalkan rumah itu salurannya sering mampet gitu, ya tetap maintenance harus dilakukan terus. Terus bisa juga dilakukan penyaringan dulu di lubang-lubang saat air itu mau keluar, misalkan di kitchen sink,” ungkapnya.

    Itulah tips mencegah selokan mampet, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Pilih Lantai Kamar Mandi yang Aman dan Anti Licin


    Jakarta

    Jenis lantai yang digunakan di kamar mandi berbeda dengan lantai di ruangan lain. Hal ini dikarenakan kamar mandi selalu basah dan mudah sekali lembap. Diusahakan mencari jenis lantai yang anti slip atau tidak mudah licin.

    Lantai yang kesat atau tidak licin dapat melindungi penggunanya dari kejadian terpeleset. Terjatuh di kamar mandi bisa fatal, dilansir detikHealth, bisa menyebabkan memar, pendarahan otak, cedera tulang, stroke, hingga henti jantung. Banyak kejadian orang yang terjatuh di kamar mandi dan tidak ditangani dengan cepat, meninggal dunia. Oleh karena itu, masalah lantai kamar mandi tak boleh dipandang sepele.

    Bagi detikers yang berencana membeli lantai untuk kamar mandi, ketahui tips-tips berikut.


    Tips Beli Keramik buat Lantai Kamar Mandi

    1. Pilih Permukaan Keramik Anti Slip

    Graphic Designer PT Kia Serpih Mas, Besa Wade Ruwapensa, menjelaskan terdapat 2 jenis keramik yang cocok dipakai di kamar mandi, yakni satin atau baby skin dan anti-slip atau anti licin.

    “Kalau kamar mandi disarankan untuk wet areanya memakai anti slip. Terus untuk area kering kalau menurut saya lebih disarankan memakai satin. Jangan pakai yang glossy karena di sana biasanya ada wastafel, takut ada cipratan air berpotensi basah licin,” kata Besa saat ditemui dalam acara pameran ke-10 Keramika Indonesia bersama Mega Build Indonesia edisi ke-21, beberapa waktu lalu.

    Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Keramik anti slip ini bisa digunakan pada beberapa area jika kamar mandi cukup luas, yakni hanya di area basah saja. Namun, apabila kamar mandi tersebut kecil, kalau bisa sebagian besar lantainya memakai yang kesat karena air pasti akan membasahi seluruh ruangan.

    2. Pilih Keramik Khusus Lantai

    Jenis keramik yang digunakan juga harus keramik khusus lantai. Sebab, komposisinya sudah sesuai dan cukup kuat untuk dipasang di lantai. Jangan sampai memasang keramik untuk dinding pada lantai karena ketahanannya berbeda.

    “Disarankan menggunakan keramik sesuai peruntukkannya. Contohnya banyak yang memakai keramik dinding ke lantai. Padahal itu kurang cocok karena breaking strength-nya lebih rendah yang dinding. Kalau dia ditempel otomatis ada kemungkinan kalau perekatnya tidak kuat akan jatoh, nanti menimpa orang. Nah makanya keramik dinding pasti lebih ringan dari keramik lantai,” jelasnya.

    Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Cara membedakan keramik lantai dan dinding, bisa dicek pada kemasan produk. Keramik lantai umumnya disebut floor tile dan untuk keramik dinding dinamakan wall tile.

    Ukuran keramik juga menentukan ketahanannya. Besa mengatakan semakin besar ukuran keramik maka ketebalannya akan bertambah. Begitu juga dengan harganya juga akan semakin mahal.

    “Kalau untuk pasar Indonesia biasanya memakai ukuran 30×30 cm (persegi), 25×25 cm untuk kamar mandi. Kalau bentuknya square biasanya untuk keramik lantai,” sebutnya.

    3. Tentukan Ukuran dan Jumlah Keramik

    Jika sudah menemukan jenis, model, dan warna yang sesuai, hitung jumlah keramik yang perlu dibeli. Sebutkan juga lokasi pemasangannya apakah dinding atau lantai.

    Besa menyebutkan harga keramik dihitung per meter persegi. Dalam satu dus keramik umumnya terdiri dari keramik 1 meter persegi (square meter). Keramik tidak bisa dibeli satuan sehingga saat membeli keramik kamar mandi harus dilebihkan 1 dus untuk berjaga-jaga apabila ada yang retak atau kesalahan pemasangan.

    “Anggaplah perumahan-perumahan sekarang itu kamar mandinya 1,5 meter x 1,5 meter biasanya. Berarti tinggal dikalikan. Nanti kita dapat luasnya berarti 22,5 meter persegi. Berarti harus beli 3 dus untuk keramik ukuran 50 x 50 cm dengan 12 pcs keramik isinya. Biasanya satu dus itu 1 square meter. Satu dus (ukuran 50 x 50 cm) isinya 4 pcs karena 1 keramik setengah meter,” ujarnya.

    Itulah beberapa tips memilih lantai kamar mandi yang benar, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Masih Sering Jemur Handuk di Kamar Mandi? Ini Dampaknya!


    Jakarta

    Setelah mandi, handuk biasanya dijemur di tempat jemuran pakaian agar cepat kering dan bisa digunakan kembali. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang memilih menjemur handuk di kamar mandi usai digunakan.

    Alasannya cukup sederhana, karena handuk akan digunakan kembali untuk mandi di malam atau pagi hari. Jadi, ketimbang harus menggantung handuk di tempat jemuran lebih baik dijemur di kamar mandi agar mudah diambil.

    Meski begitu, ternyata ada dampak buruk dari kebiasaan menjemur handuk di kamar mandi. Sayangnya, tidak semua orang sadar akan dampak tersebut. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Dampak Buruk Menjemur Handuk di Kamar Mandi

    Handuk yang telah dipakai untuk mengeringkan badan akan basah. Jika handuk dijemur di bawah sinar matahari atau punya ventilasi udara baik, maka bisa lebih cepat kering.

    Namun, lain halnya jika menjemur handuk di tempat yang lembap dan basah seperti di kamar mandi. Bukannya cepat kering, handuk justru menimbulkan bau apak yang tidak sedap.

    “Saya perhatikan handuk saya tetap lembap selama berjam-jam setelah mandi, dan semakin sering hal ini terjadi maka semakin cepat pula baunya,” kata penulis Natalia Gonzalez mengutip The Spruce.

    Tidak hanya menimbulkan bau apak, handuk yang terus dibiarkan dijemur di kamar mandi juga menyebabkan pertumbuhan jamur. Apabila tetap digunakan maka berisiko menimbulkan gatal-gatal di kulit.

    Meski begitu, Natalia menyebut ada beberapa jenis handuk yang masih dapat ditaruh di kamar mandi, yaitu handuk tangan dan handuk kecil untuk mengelap wastafel. Sedangkan, handuk wajah dan handuk mandi sebaiknya jangan dijemur di kamar mandi.

    “Untuk handuk wajah dan handuk mandi saya selalu menyarankan untuk disimpan di area yang punya ventilasi baik,” ungkapnya.

    3 Barang Lain yang Jangan Disimpan di Kamar Mandi

    Selain handuk mandi, Natalia mengungkapkan ada sejumlah barang lain yang sebaiknya jangan disimpan di kamar mandi. Tidak hanya soal kebersihan, tapi juga memengaruhi estetika ruangan. Apa saja barang tersebut?

    1. Sikat Gigi

    Natalia mengimbau agar sikat gigi diletakkan di lemari obat atau rak khusus. Cara ini dilakukan agar bakteri dan kotoran tidak hinggap di sikat gigi.

    2. Obat-obatan

    Beberapa orang sering menyimpan obat-obatan di rak kamar mandi. Natalia menyarankan untuk menyimpan obat di dalam kotak P3K agar lebih mudah dicari dan tidak tercemar bakteri.

    3. Make Up

    Sebagian orang juga memiliki kebiasaan menyimpan make up di kamar mandi. Agar tidak terpapar debu dan kotoran, alat make up sebaiknya disimpan di kamar tidur atau di dalam rak khusus.

    Itu di alasan mengapa jangan menaruh handuk di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang Ini Jangan Ditaruh di Kamar Mandi, Bisa Rusak-Terpapar Bakteri!


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang kerap ditemukan aneka macam barang. Benda-benda tersebut bahkan selalu digunakan setiap hari, seperti sikat gigi dan sabun cuci muka.

    Sebenarnya, tidak masalah jika menaruh barang di kamar mandi, seperti tempat sabun, shampoo, atau pasta gigi. Namun, tidak semua barang ternyata bisa ditaruh di ruangan tersebut.

    Jika kebiasaan menaruh sejumlah barang ini di kamar mandi, dampaknya bisa rusak seiring waktu. Bahkan, kotoran dan bakteri bisa menggerogoti barang tersebut dan akhirnya membahayakan kesehatan.


    Penasaran, apa saja barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kamar mandi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Barang Ini Sebaiknya Jangan Ditaruh di Kamar Mandi

    Menurut berbagai pakar, ada sejumlah barang yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi. Dikutip dari situs Bob Vila, berikut daftar barangnya:

    1. Sikat Gigi

    Banyak orang yang terbiasa menaruh sikat gigi di kamar mandi. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat membahayakan kesehatan karena bakteri dan kotoran bisa menempel di sikat gigi.

    “Kamar mandi adalah tempat yang lembap dan sering dilalui orang, dan setiap kali toilet disiram, partikel mikroskopis dapat beterbangan di udara dan menempel di permukaan di sekitarnya,” kata pakar interior rumah tangga Lori Bailey.

    Daripada meletakkan sikat gigi di kamar mandi, Bailey menyarankan untuk menyimpannya di rak atau kantong khusus sikat gigi. Selain melindungi sikat gigi tetap bersih, cara ini membuat kamar mandi tidak terlihat berantakan.

    2. Perhiasan

    Menyimpan perhiasan di kamar mandi merupakan kebiasaan yang salah. Soalnya, perhiasan seperti cincin dan kalung berisiko jatuh ke wastafel atau kloset, lalu bisa terbuang lewat saluran air.

    Lalu, beberapa perhiasan seperti batu permata juga bisa rusak karena terpapar air. Suhu yang lembap di kamar mandi juga dapat merusak perhiasan kamu yang harganya jutaan rupiah.

    “Solusinya adalah menyimpan perhiasan di lemari atau memasukkannya ke kota perhiasan agar tetap aman,” ujar Bailey.

    3. Alat Penata Rambut

    Alat penata rambut seperti hair dryer dan hair straightener (catokan) jangan ditaruh di kamar mandi. Sebab, benda ini bisa cepat rusak jika karena terkena cipratan air. Jika kamu mencoloknya ke stop kontak maka bisa tersengat arus listrik atau menimbulkan korsleting.

    Bailey menyebut tidak masalah menggunakan hairdryer di kamar mandi, asalkan langsung dicabut dari stop kontak dan disimpan di tempat yang kering setelah digunakan.

    “Saya selalu menyarankan untuk mencabut kabel dari stop kontak setelah alat penata rambut selesai digunakan dan menyimpannya dengan benar,” jelasnya.

    4. Makeup

    Barang lain yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi adalah alat makeup. Kondisi kamar mandi yang lembap dapat merusak alat makeup seiring waktu.

    “Kamar mandi adalah lingkungan yang punya kelembapan tinggi sehingga dapat merusak makeup, mengurangi masa penggunaan, dan menyebabkan pertumbuhan bakteri, terutama pada krim dan bedak,” papar Bailey.

    5. Obat-obatan

    Beberapa orang terkadang menyimpan obat-obatan di kamar mandi karena mudah diambil. Namun, Bailey menyebut suhu yang lembap di kamar mandi justru dapat memengaruhi kualitas obat.

    “Kamar mandi jauh dari kata ideal untuk menyimpan obat-obatan. Banyak obat yang sudah tidak efektif menyembuhkan penyakit jika disimpan di tempat yang lembap seperti kamar mandi,” pungkasnya.

    Demikian lima barang yang sebaiknya jangan ditaruh di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com