Tag: mandi

  • Tips Membersihkan Tempat Sampah di Rumah Biar Nggak Bau Busuk


    Jakarta

    Keberadaan tempat sampah tentunya dibutuhkan di rumah. Meski digunakan untuk menampung sampah, ternyata tempat sampah juga perlu dibersihkan agar tidak menimbulkan bau busuk.

    Tempat sampah tidak hanya bagian luarnya saja yang perlu dibersihkan, tetapi bagian dalamnya juga. Tempat sampah yang kotor tidak hanya menimbulkan bau busuk, tetapi menarik serangga bahkan tikus.

    Maka dari itu, perlu membersihkan tempat sampah pada bagian dalam dan luarnya. Dilansir dari Real Simple, berikut ini cara membersihkan tempat sampah.


    1. Tempat Sampah di Dapur

    simpan sampah makanan di freezerIlustrasi tempat sampah di dapur. Foto: iStock

    Sebelum membersihkan tempat sampah di dapur, pastikan sampah sudah dibuang terlebih dahulu. Apabila di bagian dalam tempat sampah ada kotoran yang menempel, kamu bisa membersihkannya dan menyemprotkan air ke dalamnya.

    “Kemudian oleskan larutan pembersih serbaguna baik did alam maupun di luar tempat sampah menggunakan kain atau sikat untuk menggosok permukaan secara menyeluruh dengan membersihkan perhatian ekstra pada residu yang lengket,” kata Robin Murphy dari ChirpChirp House Cleaning, dikutip dari Real Simple, Sabtu (3/8/2024).

    Setelah kotoran hilang, kamu bisa menyemprotkan disinfektan dan diamkan beberapa saat sesuai dengan instruksi yang tertera di botol. Hal ini akan membuatnya ekstra bersih dan dapat menghilangkan sumber bau apapun.

    “Terakhir biarkan tempat sampah mengering secara alami atau gunakan kain untuk mengeringkannya sebelum melapisinya dengan kantong sampah yang bersih,” ujarnya.

    2. Tempat Sampah di Kamar Mandi

    Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom.Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom. Foto: Getty Images/iStockphoto/mrcmos

    Di kamar mandi, biasanya terdapat tempat sampah kecil untuk membuang tisu bekas pakai. Kamu bisa membersihkan tempat sampah di kamar mandi dengan lap basah dan pembersih serbaguna. Apabila ada kotoran yang membandal, kamu bisa membersihkannya terlebih dahulu dengan air hangat.

    Meskipun kecil, akan lebih baik kalau tempat sampah juga disemprotkan disinfektan apalagi kalau di rumah ada orang yang sakit. Setelah disemprotkan disinfektan, kamu bisa biarkan beberapa saat sesuai informasi yang tertera lalu lap menggunakan kain.

    3. Tempat Sampah di Luar Rumah

    Pilah sampah untuk daur ulang.Ilustrasi tempat sampah di luar rumah. Foto: Freepik

    Membersihkan tempat sampah di luar rumah perlu pekerjaan ekstra karena ukurannya yang besar. Oleh karena itu, kamu bisa membersihkannya dengan menyemprotkan air dari selang.

    “Gunakan selang taman untuk menyemprot bagian dalam dan luar tempat sampah. Gunakan larutan pembersih serbaguna ke bagian dalam dan luar, termasuk tutupnya. Sikat gosok bergagang panjang sangat ideal untuk menggosok permukaan, terutama bagian bawah dan samping,” kata Murphy.

    “Bilas tempat sampah secara menyeluruh dengan selang taman untuk menghilangkan semua larutan pembersih dan kotoran. Setelah membilas, semprotkan disinfektan, diamkan selama waktu yang disarankan, dan biarkan kering dengan sendirinya,” tutupnya.

    Itulah tips membersihkan tempat sampah di rumah. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cacing Muncul di Kamar Mandi? Begini Cara Cegah dan Basminya


    Jakarta

    Terkadang cacing bisa muncul di kamar mandi melalui saluran air. Hewan melata satu ini memang menyukai tempat lembap, sehingga wajar saja kalau ditemukan di kamar mandi atau saluran air.

    Kalau dibiarkan, cacing dapat berkembang biak dan semakin banyak. Oleh karena itu, kamu harus segera membasmi cacing di kamar mandi.

    Lantas, bagaimana cacing bisa masuk kamar mandi? Gimana cara membasmi cacing?


    Nah, bagi kamu yang geli dengan cacing tidak perlu khawatir! Berikut ini penjelasan mulai dari alasan hingga cara mencegah cacing muncul di kamar mandi, dikutip dari Germany Brilliant, Senin (5/8/2024).

    Alasan Cacing Masuk ke Kamar Mandi

    Sebelum membasmi cacing, kamu harus tahu penyebab cacing bisa masuk ke kamar mandi. Cacing yang biasa muncul di kamar mandi biasanya terbawa karena aliran air yang berada di bawah rumah.

    Cacing akan muncul pada rumah yang menggunakan aliran air tanah atau sumur bor yang belum diolah. Penyebab lainnya adalah sistem drainase rumah yang buruk juga bisa menyebabkan cacing masuk ke kamar mandi yang lembab.

    Apalagi jika sela-sela lantai keramik memiliki celah. Oleh karena itu, sangat penting untuk merawat setiap jalur aliran masuk dan keluar air untuk meminimalisir kemunculan cacing ke dalam rumah.

    Cara Membasmi Cacing di Kamar Mandi

    Kalau menemukan cacing di kamar mandi, kamu bisa dengan mudah membuangnya ke lubang pembuangan dengan menyiram menggunakan air. Sebab mereka bisa muncul kembali ke kamar mandi lewat celah-celah yang ada.

    Maka dari itu, disarankan untuk menggunakan cairan khusus yang dapat mematikan cacing. Dengan membersihkan kamar mandi dengan karbol atau detergen secara rutin terbukti ampuh membantu membasmi pertumbuhan cacing di kamar mandi.

    Jika menggunakan cairan pembersih kimia, cukup tuangkan ke sela-sela lantai keramik yang terbuka. Kamu juga bisa langsung menuangkan cairan tersebut ke atas tubuh cacing saat menemukannya.

    Jika Kamu tidak suka dengan pembersih berbahan kimia, terdapat juga solusi alternatif dengan menggunakan bahan alami.

    Untuk menghilangkan cacing di kamar mandi dengan bahan alami, gunakan cara berikut ini:

    1. Siapkan racikan larutan garam dengan perbandingan 500 gram garam dengan 5 liter air sabun
    2. Kocok hingga tercampur merata
    3. Setelah semuanya tercampur dengan rata, siramkan air tersebut pada dinding dan juga lantai kamar mandi.
    4. Setelah itu, sikat kamar mandi dengan merata lalu siram kembali dengan air bersih.

    Cacing pun dijamin tidak akan kembali masuk lagi ke rumah jika cara ini dilakukan secara berkala. Campuran ini juga efektif untuk memancing cacing keluar dari persembunyian dan juga langsung mati jika masih berada dalam saluran.

    Cara Mencegah Cacing Kembali

    Setelah membasmi cacing di kamar mandi dan saluran air, lakukan langkah pencegahan agar cacing tidak muncul lagi di kamar mandi. Caranya cukup dengan menambal ulang pada sela-sela lantai keramik yang berlubang.

    Perawatan dan perbaikan dinding serta lantai kamar mandi yang retak dan bolong juga merupakan sebuah tindakan pencegahan yang sangat penting agar cacing tak datang kembali.

    Apalagi, cacing bisa masuk dari celah-celah lubang kecil di dinding dan lantai kamar mandi. Kombinasi antara tindakan pencegahan dan perbaikan ini dijamin dapat menjadi cara membasmi cacing yang efektif dan efisien.

    Semoga tips membasmi cacing di kamar mandi dan saluran air bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia Alasan Kaki Seribu Masuk Rumah dan Cara Membasminya Secara Alami


    Jakarta

    Keberadaan kaki seribu di dalam rumah terkadang cukup meresahkan. Selain merupakan hama, hewan ini juga cukup ditakuti beberapa orang.

    Bagi kamu yang tidak suka kaki seribu, perlu tahu alasan hewan ini masuk rumah. Lalu, lakukan langkah-langkah pencegahan biar kaki seribu enggan masuk rumah.

    Lantas, kenapa kaki seribu masuk ke dalam rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    1. Rumah Lembap

    Melansir dari Forbes Home, Senin (5/8/2024), kaki seribu menyukai dan membutuhkan tempat yang lembab untuk hidup. Oleh karena itu, kamu bisa ‘mengeringkan’ atau menjaga kelembaban bagian-bagian rumah, termasuk kamar mandi untuk mencegah masuknya kaki seribu.

    Kamu bisa menyalakan dehumidifier untuk menghilangkan kelembaban dalam rumah, sehingga membuat kaki seribu enggan memasukinya.

    2. Ada Tanaman Membusuk

    Selain itu, kaki seribu adalah hewan pemakan bahan organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit). Jadi, kalian sebaiknya menghilangkan rerumputan yang sudah membusuk atau lapisan kompos.

    3. Ada Celah di Rumah

    Di sisi lain, kalian juga harus mengecek retakan atau celah pada fondasi bangunan maupun jarak bawah pintu yang memungkinkan kaki seribu masuk ke dalam rumah. Perbaiki saluran air di rumah yang memungkinkan kaki seribu masuk, serta jangan terlalu banyak menyiram tanaman di taman.

    Supaya kaki seribu tidak masuk rumah, pastikan untuk menutup segala celah. Perhatikan fondasi di sekitar rumah, termasuk engsel pintu dan jendela apakah ada celah atau tidak. Kalian dapat menggunakan sealant untuk menyegelnya.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Untuk membasmi kaki seribu, semprotkan cuka putih, minyak tea tree, atau minyak peppermint. Campuran sedikit tea tree oil atau peppermint oil dengan air dan semprotkan ke sekitar retakan atau celah atau tempat ditemukannya kaki seribu. Semprotan tersebut aman digunakan oleh manusia, namun beracun bagi kaki seribu.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Memilih Keramik Berkualitas Biar Lantai Rumah Tahan Lama


    Jakarta

    Pemasangan lantai pada rumah perlu kamu perhatikan. Mulai dari pemilihan ubin keramik tidak boleh sembarangan, lho.

    Jika kamu sembarangan memilih keramik, kemungkinan akan ada banyak hal yang tidak diinginkan terjadi seperti merembes, retak, dan sebagainya. Oleh karena itu, pastikan keramik yang kamu gunakan berkualitas.

    Lantas, bagaimana cara memilik keramik berkualitas untuk lantai rumah? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dikutip dari tanndy, Selasa (6/8/2024).


    Cara Pilih Keramik Berkualitas

    1. Tipe Kualitas

    Ada dua nilai kualitas keramik, yaitu kelas AAA dan kelas B. Kelas ini dapat mengetahui tingkat kesempurnaannya. Grade B biasanya berpotensi patah atau kerataannya tidak sepenuhnya sempurna atau ada distorsi pada bentuknya.

    Sedangkan grade AAA sepenuhnya sempurna dan tanpa cacat. Jadi disarankan untuk rumah lebih baik membeli dengan kualitas terbaik.

    2. Kerataan

    Selanjutnya, periksa kerataan keramik dengan cara melihatnya dengan menumpuk dua keramik secara berhadapan. Lalu, periksa apa ada celah di antara kedua ubin tersebut.

    Kemudian, ambil kertas A4 dan lihatlah apakah bisa dimasukkan ke dalam celahnya. Jika tidak bisa maka kerataannya sudah cukup baik.

    3. Penyerapan Air

    Periksa daya serap air pada keramik dengan menyatukan 2 ubin. Lalu, lalu sisi belakangnnya menghadap ke atas dan teteskan air ke ubin.

    Jika cepat menyebar berarti laju absorbsi airnya tinggi, maka ubinnya tidak terlalu bagus untuk ruang duduk atau kamar tidur. Ubin dengan tingkat penyerapan air bisa dapat digunakan untuk toilet, kamar mandi dan lainnya.

    4. Ketukan Suara

    Uji kualitas keramik dengan mendengarkan suaranya ketika diketuk. Jika suaranya jernih dan keras maka kualitasnya bagus.

    Tetapi jika suaranya terdengar redam maka kualitasnya tidak terlalu bagus. Ubin dengan suara yang jernih berarti punya kualitas yang bagus karena punya harga porselennya sangat tinggi.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Memilih Keramik buat Lantai Tangga yang Aman dan Awet


    Jakarta

    Bentuk tangga yang menanjak menjadikannya area rumah yang cukup berbahaya. Kamu harus telaten memilih pijakan tangga, termasuk bahan keramik agar tidak licin atau tidak kuat.

    Biasanya pemakaian keramik pada tangga digunakan pada tangga beton. Jika kamu memakai keramik, pastikan memilih yang dipasang aman untuk dipijak dan tahan lama.

    Bagi kamu yang sedang mencari keramik buat lantai tangga, simak panduannnya berikut ini, dikutip dari Tile Giant, Selasa (6/8/2024).


    Panduan Memilih Keramik buat Lantai Tangga

    1. Desain Keramik Selaras dengan Ruangan

    Tangga biasanya diletakkan di tengah atau pojok rumah, sehingga tangga terlihat jelas dari segala sisi. Jangan sembarangan memilih keramik, sebaiknya perhatikan ukuran, warna, motif, dan model yang selaras dengan ruangan sekitar.

    Keramik bisa menonjolkan aspek kesesuaian tersebut dari tangga. Jika ruangan dominan warna putih, pilih warna-warna netral selain hitam pada keramik.

    2. Pilih Bahan Keramik yang Kuat

    Keramik sebagai pijakan harus kuat menahan beban dan tidak mudah pecah. Dibanding bahan karpet, kayu, atau papan vinly, keramik bisa tahan sampai 20 tahun lebih jika dirawat dan dipasang dengan baik.

    3. Pilih Permukaan Keramik Anti Slip

    Saat naik dan turun tangga, penghuni rumah sebenarnya rawan terjatuh apalagi kalau berlari ketika buru-buru. Jika keramik yang dipilih tidak anti slip, maka ada potensi lebih besar untuk tergelincir.

    Oleh karena itu, pilih keramik anti slip seperti yang banyak dipakai di kamar mandi. Biasanya harganya lebih mahal daripada keramik biasanya, tetapi harganya sesuai dengan keamanan dan kualitasnya.

    4. Keramik yang Tidak Mudah Lecet

    Tangga adalah bagian yang sulit diperbaiki, maka keramik sebagai pelindung terluar harus memiliki bahan yang kokoh. Selain itu, sebisa mungkin tahan dari goresan pada permukaannya.

    Goresan pada keramik merusak tampilan tangga dan saat dipijak membuat tekstur yang tidak nyaman. Salah satu jenis keramik tangga yang tidak mudah lecet adalah full body vitrified tiles yang terbuat dari bahan tanah liat atau porselin.

    Keramik jenis ini memiliki beberapa model dari yang tampilannya matte hingga berkilau seperti dilapisi kaca.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Beli Keramik Lantai Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan ruangan paling sering terkena air, sehingga rawan licin dan lembap. Oleh karena itu, pemilihan lantai keramik yang tepat sangat penting untuk menyesuaikan dengan kondisi kamar mandi yang basah.

    Hal ini berguna untuk menghindari kecelakaan seperti terpeleset atau kaki terluka karena ada pecahan keramik. Bagi kamu yang mau beli keramik buat lantai kamar mandi, sebaiknya cari tahu dulu keramik yang cocok.

    Dalam pameran ke-10 Keramika Indonesia bersama Mega Build Indonesia edisi ke-21, PT Kia Serpih Mas atau KIA Ceramics membagikan beberapa tips membeli keramik.


    Tips Beli Keramik buat Lantai Kamar Mandi

    1. Pilih Permukaan Keramik Anti Slip

    Graphic Designer PT Kia Serpih Mas, Besa Wade Ruwapensa mengatakan untuk kamar mandi terdapat 2 jenis keramik yang disarankan yakni satin atau baby skin dan anti-slip atau anti licin.

    “Kalau kamar mandi disarankan untuk wet areanya memakai anti slip. Terus untuk area kering kalau menurut saya lebih disarankan memakai satin. Jangan pakai yang glossy karena di sana biasanya ada wastafel, takut ada cipratan air berpotensi basah licin,” kata Besa kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Namun, jika ukuran kamar mandi terlalu kecil sehingga hanya terdiri dari area basah saja atau wet area, bisa hanya menggunakan keramik anti-slip. Untuk ukuran dan modelnya bisa dibebaskan keinginan pembeli.

    2. Pilih Keramik Khusus Lantai

    “Disarankan menggunakan keramik sesuai peruntukkannya. Contohnya banyak yang memakai keramik dinding ke lantai. Padahal itu kurang cocok karena breaking strength-nya lebih rendah yang dinding. Kalau dia ditempel otomatis ada kemungkinan kalau perekatnya tidak kuat akan jatoh, nanti menimpa orang. Nah makanya keramik dinding pasti lebih ringan dari keramik lantai,” jelasnya.

    Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Untuk membedakan keramik lantai dan dinding, bisa dilihat melalui kemasan produk. Untuk keramik lantai biasanya ditulis floor tile dan untuk keramik dinding dinamakan wall tile.

    Lebih lanjut, Besa menjelaskan semakin besar ukuran keramik maka ketebalannya akan bertambah. Begitu juga dengan harganya juga akan semakin mahal.

    “Kalau untuk pasar Indonesia biasanya memakai ukuran 30×30 cm (persegi), 25×25 cm untuk kamar mandi. Kalau bentuknya square biasanya untuk keramik lantai,” sebutnya.

    Biasanya ketinggian dinding yang perlu dipasang keramik apabila hanya sebagian yang ditutup keramik sekitar 150-175 cm dari bawah. Penentuannya disesuaikan dengan tinggi penghuni rumah.

    3. Tentukan Ukuran dan Jumlah Keramik

    Kemudian untuk menentukan jumlah keramik yang perlu dibeli baik untuk dinding dan lantai bisa diketahui dari luas ruangan. Besa menyebutkan harga keramik ditentukan per meter persegi. Dalam satu dus keramik itu terdiri dari keramik 1 meter persegi (square meter).

    Selain itu, keramik tidak bisa dibeli satuan sehingga saat membeli keramik kamar mandi harus dilebihkan 1 dus untuk berjaga-jaga.

    “Anggaplah perumahan-perumahan sekarang itu kamar mandinya 1,5 meter x 1,5 meter biasanya. Berarti tinggal dikalikan. Nanti kita dapat luasnya berarti 22,5 meter persegi. Berarti harus beli 3 dus untuk keramik ukuran 50 x 50 cm dengan 12 pcs keramik isinya. Biasanya satu dus itu 1 square meter. Satu dus (ukuran 50 x 50 cm) isinya 4 pcs karena 1 keramik setengah meter,” ujarnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Keramik Lantai Rumah, Ini Ciri-ciri dan Keunggulannya


    Jakarta

    Lantai merupakan salah satu bagian rumah yang mencolok. Ke mena pun kita pergi, tentu akan menginjak lapisan lantai. Kebanyakan rumah-rumah di Indonesia pun melapisi lantai dengan keramik.

    Terdapat banyak jenis keramik yang bisa kamu pilih. Setiap jenis keramik memiliki cirikhas dan keunggulannya masing-masing.

    Lantas, apa saja jenis keramik dan seperti apa cirinya? Simak ulasan berikut ini yang dikutip dari Mulia Ceramic, Rabu (6/8/2024).


    Jenis-jenis Keramik

    1. Keramik Porselen

    Keramik porselen memiliki tekstur yang mengkilap karena terbuat dari bahan tanah liat putih dan dilapisi kaca pada permukaannya. Selain putih, keramik ini juga ada warna abu-abu dan keramik ini juga memiliki jenis doff porselen. Tetapi jenis ini umumnya sering dipakai pada teras dan kamar mandi.

    2. Keramik Marmer

    Keramik marmer memberikan kesan alami karena bahannya dari batu alam dan mineral yang solid dan memberikan kesan natural sehingga cocok untuk dipadukan dengan material kayu. Selain itu, perawatan cukup mudah hanya dengan lap dan campuran air sabun. Keramik ini juga berfungsi untuk lantai kamar mandi dan tergolong keramik yang mudah dirawat.

    3. Keramik Semen

    Keramik semen tergolong cukup kuat dan sering dipakai untuk pabrik dan garasi rumah. Bahan ini memiliki ketahanan yang awet dan dinilai efektif dengan biaya pemasangan yang cukup murah. Keramik semen ini direkomendasikan untuk memperkaya tekstur dan desain.

    4. Homogeneous Tile

    Keramik yang biasa disebut homogeneous tile biasanya dipakai untuk kamar mandi karena memiliki ketahanan kondisi ubin yang mampu tidak terangkat karena dorongan air dari bawah tanah. Ketahanannya bisa sampai 450 kilo newton dan kuat pijakannya

    5. Keramik Andesit

    Keramik andesit sangat tahan cuaca dan tidak berpotensi jamuran atau lumut yang dapat menyebabkan ruangan lembap. Bahan andesit ini sangat cocok untuk area garasi dan ruangan outdoor.

    6. Keramik Motif Kayu

    Keramik motif kayu terbuat dari material yang memiliki motif seperti kayu yang dapat mempercantik hunian kamu. Sebab material kayu asli itu membutuhkan perawatan yang ekstra karena akan menghadapi cuaca yang ekstrem dan membuat bahan kayu mudah lapuk dan tidak awet.

    Oleh karena itu, keramik motif kayu ini bisa menjadi opsi.

    7. Keramik Granit

    Keramik granit memiliki desain yang terbuat dari bahan alami ini mudah ditemukan dan biayanya sangat terjangkau. Keramik jenis ini memberikan kesan natural dan dapat diterapkan pada dinding.

    8. Keramik Kaca

    Keramik kaca memberikan nuansa cerah dan kemilau dan sering diterapkan pada area kamar mandi maupun ruangan dapur.

    9. Keramik Motif Mozaik

    Keramik motif mozaik kedap terhadap air dan memiliki kepadatan pijakan yang tinggi sehingga saat cocok untuk area kamar mandi. Motif mozaik memiliki lapisan kaca tanpa glasir.

    10. Keramik Digital Printed

    Keramik digital printed sangat modern karena menggunakan metode printing sehingga mudah untuk dicari motif yang sesuai dengan kekinian. Keramik ini cocok diaplikasikan di ruang tamu maupun teras depan rumah.

    Nah, itulah informasi tentang tips, jenis keramik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang ingin bangun rumah dan sulit untuk memutuskan jenis keramik.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Pipa P-Trap? Ini Cara Kerja, Fungsi, dan Perawatannya


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat pipa untuk saluran pembuangan yang melengkung-lengkung di rumah? Walau terlihat seperti jaringan pipa yang rumit, lengkungan tersebut disebut P-trap atau yang sering disebut sebagai ‘leher angsa’ oleh para ahli tukang ledeng.

    P-trap berperan penting dalam sistem pembuangan air rumah. Apalagi untuk mencegah bau tidak sedap dari saluran pembuangan.

    Lantas, apa itu p-trap dan bagaimana cara kerja hingga perawatannya? Simak penjelasan berikut ini ya.


    Apa Itu P-Trap?

    Melansir situs Sierra Air Conditioning & Plumbing, Selasa (6/8/2024), p-trap merupakan bagian pipa PVC yang memiliki bentuk seperti huruf U terbalik yang biasanya terpasang di bawah wastafel atau saluran pembuangan lainnya di rumah. Bentuknya yang mirip dengan huruf P terbalik inilah yang memberi nama pada perangkap ini.

    P-trap memiliki dua ujung yang terhubung ke pipa pembuangan. Sesuai namanya, p-trap membentuk perangkap yang mencegah gas kloaka beracun naik kembali melalui saluran pembuangan ke dalam ruangan.

    Cara Kerja P-Trap

    P-trap terdiri dari tikungan berbentuk U yang menyaring air limbah saat memasuki sistem perpipaan. Perangkap ini terhubung ke wastafel, bak mandi, dan pancuran dengan tikungan berbentuk huruf J di salah satu ujungnya dan keluar ke sistem drainase.

    Melansir Oatey, tikungan pada p-trap mengumpulkan air dalam kurva, menciptakan segel air berukuran 1,5 inci hingga 2 inci di bendung, mencegah gas dan bau saluran pembuangan masuk ke dalam rumah.

    Bendung adalah tikungan atas p-trap tempat mengalirnya air yang kemudian masuk ke dalam tabung dinding. Dengan setiap penggunaan perlengkapan, air limbah baru mengalir melalui p-trap, menggantikan air lama dalam kurva dengan air segar.

    P-trap juga mengumpulkan kotoran agar tidak masuk ke dalam sistem drainase. Bentuknya yang menyerupai huruf U menangkap endapan dan mencegahnya masuk ke saluran pembuangan.

    Fungsi P-Trap

    Salah satu fungsi utama dari p-trap adalah untuk menjaga agar bau tidak sedap dari gas kloaka tetap terperangkap di dalam sistem pembuangan air sehingga tidak tercium di dalam ruangan.

    Saat air mengalir melalui saluran pembuangan, sejumlah air akan tetap terjebak di dalam lipatan U p-trap setelah keran ditutup. Air inilah yang menjadi penghalang bagi gas kloaka untuk naik kembali melalui saluran pembuangan.

    Cara Merawat P-Trap

    Meski terlihat sepele, p-trap membutuhkan perawatan dan pemeliharaan yang tepat. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah p-trap menjadi kering, terutama jika saluran pembuangan jarang digunakan.

    Hal ini bisa menyebabkan bau tidak sedap dari gas kloaka naik kembali ke dalam ruangan. Untuk mencegah hal ini, penting untuk menjaga agar air selalu mengalir melalui saluran pembuangan secara teratur.

    Demikianlah penjelasan lengkap mengenai p-trap. Dalam dunia perpipaan, p-trap memegang peran krusial dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan di dalam rumah.

    Dengan memahami peran dan fungsi p-trap, kamu bisa menjaga agar sistem pembuangan air rumah tetap berfungsi dengan baik dan terhindar dari masalah bau yang tidak sedap. Semoga informasinya bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Cegah Genteng Bocor Saat Hujan Mengguyur di Tengah Kamarau



    Jakarta

    Warga Jakarta dan sejumlah wilayah lain mungkin tengah bingung. Hujan mengguyur cukup deras, padahal harusnya saat ini sudah memasuki musim kemarau.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi cuaca di Indonesia. Di tengah musim kemarau, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Indonesia.

    Selain itu, cuaca akhir-akhir ini juga terasa lebih dingin, terutama saat malam dan dini hari. Hal ini juga terjadi saat musim kemarau di Indonesia masih berlangsung.


    Hujan yang terjadi tentu bikin pemilik rumah was-was. Ada kekhawatiran rumah bocor dan bikin kondisi rumah berantakan.

    Duh! Kalau rumah bocor pasti ribet bersihinnya. Gimana ya biar bagian-bagian rumah tidak bocor saat hujan turun?

    Berikut ini merupakan beberapa tips untuk mengatasi rumah bocor.

    1. Bersihkan Talang Air

    Talang Air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi Talang air. Sering kali Talang Air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera Bersihkan Talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat Talang Air jebol.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Salah satu fungsi atap yaitu melindungi penghuni rumah dari air hujan. Apabila terdapat atap yang sudah rusak, segera ganti dengan yang baru. Hal itu untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan Bocor

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, ada baiknya segera lapisi area-area yang rawan bocor, misalnya atap dan dinding. Kalian bisa gunakan pelapis kedap air pada bagian atap, salah satunya yang berbahan semen anti air. Sementara untuk bagian dinding dapat menggunakan cat waterproof.

    4. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    5. Cek lokasi bocor

    Apabila sudah terjadi bocor, maka segera mengecek area yang bocor. Area-area yang bocor bisa saja terjadi di tempat yang tidak terduga, seperti kamar mandi, dak beton, serta atap.

    Terlebih jika musim penghujan tiba, retak halus pada atap bisa jadi lebih parah dan menyebabkan rembesan semakin luas. Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan secara cepat agar dapat memperbaiki area-area yang mengalami kebocoran.

    Demikian beberapa tips untuk mengatasi rumah yang bocor. Semoga bermanfaat ya!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Pasang Septic Tank dengan Benar, Pengolahan Limbah Lancar



    Jakarta

    Setiap rumah memerlukan septic tank untuk mengelola limbah. Namun, pemasangan septic tank tidak boleh asal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sistem sanitasi air berjalan lancar.

    Bukan cuma itu, kalau kamu pasang septic tank dengan benar, maka rumah akan terhindar dari berbagai masalah. Sebab, ada saja kejadian septic tank meluap, bahkan meledak.

    Perlu diingat, langkah awal memasang tangki adalah memilih produk yang berkualitas dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, apa lagi ya?


    Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemasangan septic tank dilakukan dengan benar agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

    The partially removed plastic cover of a septic tank with the safety cover visible.The partially removed plastic cover of a septic tank with the safety cover visible. Foto: Ilustrasi septic tank (iStockphoto)

    Tips Pasang Septic Tank

    1. Ukuran Septic Tank

    Koordinator Nasional Sanitasi Urban dari USAID IUWASH Tangguh, Immanuel Ginting menjelaskan semakin banyak penghuni rumah, maka ukuran septic tank seharusnya semakin besar.

    “Makin banyak orang di rumah, maka volumenya akan semakin besar. Tapi rata-rata kalau untuk satu rumah itu biasanya antara 2 meter kubik sampai 3 meter kubik paling besar,” ujar Ginting kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, hal ini juga tergantung pada sistem pembuangan air limbah. Apabila sistemnya tercampur yang menerima pembuangan limbah dari WC maka septic tank bisa berukuran kurang sekitar 1,7-2 meter kubik untuk 5-10 penghuni rumah.

    Sementara sistem tercampur yang menerima air limbah dari saluran pembuangan di seluruh rumah dengan ukuran serupa hanya bisa menampung kebutuhan 4 penghuni rumah.

    2. Septic Tank Kedap Air

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho menekankan pentingnya tangki septik yang kedap air. Septic tank yang kedap air akan menghalau masuknya air dari tanah ke dalam tangki yang akan membuatnya cepat penuh.

    “Jadi kalau misalnya muka air tanahnya naik, dan dia muka air, istilahnya muka air tanahnya tinggi, dia pasti pada saat sudah di sedot pun, dia akan ada lagi karena air tanahnya mengisi ke dalam tangis septik,” jelas Endro.

    3. Lubang Kontrol Lebih Tinggi

    Kemudian, untuk mencegah masuknya air hujan Endro menyebut lubang kontrol septic tank atau manhole harus sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah.

    “Jadi limpasan dari air hujan, bukan esok kan, air hujan yang masuk melalui bisa lubang ataupun dari atas. Jadi kesannya harusnya muka manhole-nya atau lubang tanki septiknya posisinya harus lebih tinggi sedikit dari tanah sekitar. Dan dia posisinya tidak mudah air dari luar masuk ke dalam,” katanya.

    4. Resapan Air Terpisah

    Seringkali di masyarakat masih menggunakan septic tank yang bagian bawahnya dibuat menjadi resapan, sehingga tidak kedap air dan memiliki kontak langsung dengan tanah. Hal ini kurang tepat karena tangki berisiko terisi air ketika muka tanah naik.

    “Sebenarnya itu resapannya posisinya tidak di situ (bawah tangki). Jadi di dalam tangki septik SNI pun ada yang namanya lubang untuk resapan air. Nah, kita membuatnya itu biasanya ada satu tangki, jadi ada dua bagian (untuk memisahkan resapan air),” papar Endro.

    5. Ada Pipa Hawa

    Pipa hawa adalah komponen septic tank yang tidak boleh ketinggalan karena berfungsi sebagai ventilasi untuk mengeluarkan gas metana yang dihasilkan di dalam septic tank. Tanpa pipa hawa, maka gas metana berisiko untuk keluar melalui sela-sela pipa di kamar mandi.

    “Tangki septik itu kan harus ada lubang hawa, harus ada lubang udara ke atas. Seringkali karena lubang udara nggak ada, akhirnya gas metana terakumulasi di bawah di tangki septik,” ungkapnya.

    6. Pemilihan Lahan

    Pemilihan lahan juga perlu diperhatikan agar tidak berdekatan dengan benda keras atau pohon dengan akar keras di dekat septic tank. Sebab, benda atau akar keras dapat mengenai septic tank, sehingga tekanannya membuat tangki retak atau pecah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com