Tag: mangkuk

  • 5 Cara Usir Lalat yang Muncul di Sekitar Makanan dan Dapur


    Jakarta

    Bau makanan kerap menarik lalat berdatangan. Cara mengusirnya pun tidak mudah karena meskipun makanan sudah ditutup atau dipindahkan, mereka tetap akan berada di dekat makanan tersebut.

    Mau tidak mau, kita harus pakai cara lain agar lalat kabur dan tidak datang lagi setiap memasak. Sebab, lalat adalah hewan yang kotor. Pada kakinya terdapat jutaan mikroorganisme yang dapat menyebarkan patogen dan penyakit. Apabila mereka hinggap ke makanan bisa mengakibatkan gangguan pencernaan.

    Dilansir Real Simple, berikut beberapa trik untuk mengusir lalat agar tidak datang saat kita memasak.


    1. Campuran Cuka dan Sabun

    Biasanya orang Indonesia memakai air yang dimasukkan ke plastik. Coba sekarang ganti dengan menggunakan campuran cuka putih dan sabun cuci piring dengan takaran yang sama. Letakkan larutan tersebut di dalam toples atau mangkuk. Taburkan gula di atasnya untuk lebih menarik lalat.

    Sabun cuci piring akan menghancurkan lalat dan membunuhnya, sementara cuka akan menarik lalat.

    2. Minyak Atsiri

    Lalat sangat mudah tertarik terhadap sebuah aroma. Pakai wewangian dari minyak esensial seperti lavender, pepermint, eukaliptus, dan serai. Caranya cukup menuangkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam diffuser. Bisa juga campurkan minyak esensial ke dalam air. Masukkan larutan ke dalam botol dan semprotkan ke tempat lalat sering berkumpul.

    3. Pakai Tanaman Herbal

    Coba pakai tanaman herbal dengan aroma kuat seperti kemangi, daun mint, salam, atau daun ketapang. Selain mudah didapat di dekat rumah, murah, tanaman ini ampuh mengusir lalat.

    4. Perangkap Lalat Instan

    Saat ini sudah banyak perangkap lalat instan dijual di pasaran. Jika di rumah tidak memiliki minyak esensial, tanaman herbal, atau cuka, kamu bisa membeli yang instan ini. Biasanya alat ini memiliki bau yang kuat dan permukaannya lengket agar lalat tidak bisa bergerak setelah hinggap.

    5. Tanaman Dengan Bau yang Tak Disukai Lalat

    Cara terakhir yang bisa dicoba adalah meletakkan tanaman yang memiliki aroma yang tak disukai lalat seperti kemangi, catnip, marigold, dan lavender.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Cukur Kumis di Kamar Mandi Sebelum Baca Ini!



    Jakarta

    Mencukur kumis dan janggut merupakan rutinitas yang dilakukan seorang pria. Biasanya, kegiatan ini dilakukan di wastafel dan kamar mandi. Jika itu jadi kebiasaan wajib baca artikel ini.

    Mencukur kumis dan janggut di kamar mandi atau wastafel tidak apa dilakukan asal melakukan langkah lanjutan. Sebab jika tidak saluran air bisa tersumbat sisa-sisa bulu dan rambut yang terbuang.

    Berikut tips agar mencukur kumis dan janggut tak menimbulkan masalah seperti dikutip dari modernbathroom.


    1. Gunakan mangkuk

    Jangan langsung membilas pisau cukur yang kamu pakai dengan air mengalir. Gunakan mangkuk berisi air dan cuci pisau cukur itu di dalam mangkuk tersebut. Bila tak ada mangkuk, kamu bisa menggunakan gelas. Mangkuk bisa memisahkan buih busa dan bulu-bulu sisa cukuran. Setelah itu, baru buang dengan menggunakan air mengalir secara perlahan. Tapi jangan lupa untuk menarik penutup saluran air agar tidak menggenang.

    2. Alirkan air panas

    Selalu alirkan air panas setelah mencukur. Air panas bisa membantu menyiram pipa lebih baik dibandingkan dengan air dengan suhu biasa.

    3. Pakai baking soda dan cuka

    Bersihkan saluran pembuangan dengan soda kue atau baking soda dan cuka. Lakukan ini setiap satu atau dua bulan sekali, atau setiap pipa saluran air tersumbat. Ini adalah cara alami yang bisa dilakukan sendiri tanpa harus memanggil tukang ledeng.

    Caranya: Tuangkan setengah cangkir baking soda ke saluran pembuangan, diikuti dengan secangkir cuka putih, lalu tunggu 10 menit. Kemudian alirkan air panas untuk menyiram campuran di saluran pembuangan. Pelarut alami ini dapat membantu menghilangkan penumpukan di dalam pipa.

    4. Cukur saat wastafel kering

    Saat mencukur, mulailah dengan wastafel kering. Dengan begini, kamu bisa membuat rambut atau cukuran langsung ke tempat sampah sebelum rambut tersebut masuk ek saluran air. Membuang sisa rambut itu akan lebih mudah saat dalam keadaan kering. Atau, lapisi wastafel dengan handuk atau tisu, agar mudah dibuang ke tempat sampah.

    Bila kamu rutin mencukur, coba tips mencukur tersebut agar wastafel tidak tersumbat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh Membersihkan Noda di Dinding Putih agar Selalu Terlihat Baru



    Jakarta

    Putih sering menjadi pilihan untuk cat tembok rumah. Warna putih menjadi salah satu pilihan karena bisa memberi kesan bersih dan luas di dalam rumah. Namun, dinding berwarna putih lebih mudah kotor karena terkena noda.

    Nah untuk membersihkan noda di dinding putih perlu siasat tersendiri. Melansir dari The Spruce, berikut ini cara membersihkan noda pada dinding putih agar terlihat bersih seperti sedia kala.

    1. Bersihkan area langit-langit hingga ke lantai

    Kamu bisa memulainya dari membersihkan langit-langit dari debu yang ada. Gunakan kemoceng panjang atau bisa juga gunakan lap basah untuk menghilangkan debu. Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan alat yang dapat diatur panjang-pendeknya untuk membersihkan sudut-sudut atas pada dinding.


    2. Gunakan pembersih serba guna

    Kamu bisa menggunakan pembersih serba guna dengan kain mikrofiber atau lap, maupun tisu dapur. Biasanya, hal ini dilakukan untuk membsihkan noda makanan atau coret-coretan yang sulit hilang.

    3. Pakai sabun cuci piring dan spons

    Walaupun namanya sabun cuci piring, ternyata sabun tersebut juga berguna untuk hal lain. Salah satunya membersihkan dinding.

    Jika ada noda yang tidak membandel, kalian bisa gunakan spons basah dan teteskan sabun cuci piring, lalu lap noda tersebut. Setelah itu, diamkan selama beberapa saat dan lap dengan kain mikrofiber basah hingga bersih. Kamu mungkin perlu mengulangi proses tersebut sebanyak 2-3 kali.

    4. Gunakan soda kue

    Jika ada noda membandel, kamu bisa gunakan pasta soda kue untuk menghapusnya.

    Caranya, tuang soda kue dan air ke dalam mangkuk dengan perbandingan 3:1. Lalu, oleskan pasta tersebut ke noda yang ada di dinding menggunakan spons basah dan diamkan beberapa saat.

    Jika sudah agak menyerap, lap noda tersebut dengan lap basah atau kain mikrofiber atau tisu dapur basah.

    Cara Menjaga Dinding Putih Bersih Lebih Lama

    Untuk menjaga dinding putih agar bersih lebih lama, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan. Di antaranya:

    1. Bersihkan noda secara teratur agar tidak menempel di dinding
    2. Bersihkan kotoran di lantai dengan hati-hati agar tidak menempel ke dinding
    3. Bersihkan langit-langit dan bagian atas dinding, terutama jika ada kipas angin gantung

    Demikian informasi terkait tips membersihkan dinding putih di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sabun Cuci Piring Habis? Tenang, Coba Gunakan 4 Bahan Alami Ini!



    Jakarta

    Mencuci piring bisa dibilang salah satu aktivitas yang sering dilakukan di dapur. Saking seringnya mencuci piring, kadang tidak terasa sabun cuci piring ternyata sudah habis. Dalam keadaan darurat bisa gunakan beberapa bahan alami sebagai pengganti sabun cuci piring.

    Melansir dari situs The Spruce, Selasa (08/04/2025), berikut 4 bahan alami yang bisa digunakan untuk mencuci piring.

    Soda Kue

    Soda kue dikenal sebagai bahan yang memiliki sifat abrasif yang lembut. Hal ini menjadikan soda kue sebagai pembersih yang baik, bahkan bisa membantu mengendalikan bau.


    Cuka Putih Suling

    Kualitas asam dari cuka putih suling dapat menghilangkan sisa minyak pada piring. Caranya isi mangkuk dengan ½ cangkir cuka lalu bilas pada piring yang penuh noda.

    Air Jeruk Lemon

    Sama seperti cuka, air jeruk lemon mengandung asam ringan yang dapat menghilangkan sisa-sisa makanan di piring. Gunakan ½ cangkir air jeruk lemon sama seperti menggunakan cuka. Namun, pastikan untuk menyaring air jeruk lemon agar tidak ada ampas yang tersisa. Supaya saat mencuci piring kamu tidak menemukan ampas kering.

    Bubuk Minuman Jeruk

    Jika tidak ada air lemon atau jeruk lemon langsung, kamu bisa gunakan bubuk minuman jeruk sebagai penggantinya.

    Itu dia 4 bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mencuci piring. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagian-bagian Penting Kitchen Set dan Fungsinya di Dapur



    Jakarta

    Kitchen set lahir dari adanya kebutuhan fasilitas yang dapat mewadahi penyimpanan, pencucian, hingga pekerjaan yang ada di dapur. Fasilitas penyimpanan terwujud dalam lemari kabinet dan kulkas, fasilitas cuci terwadahi dalam kitchen sink, sedangkan fasilitas kerja terakomodasi melalui table top, kompor, dan microwave.

    Tingkat kesehatan, keamanan, dan kenyamanan pun bisa meningkat jika menggunakan kitchen set. Selain berfungsi membuat dapur lebih rapi, kitchen set juga dapat didesain semenarik mungkin sehingga dapur bisa terlihat lebih indah dan menawan.

    Melansir dari buku ’46 Inspirasi Desain Kitchen Set’ karya Yunus Aryanto yang terbit pada tahun 2008, kitchen set terdiri dari beberapa bagian yakni:


    Lemari Kabinet

    Lemari kabinet merupakan bagian dari kitchen set yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai peralatan dapur serta kebutuhan memasak lainnya. Berdasarkan letaknya, lemari kabinet terbagi menjadi dua, yaitu lemari kabinet atas dan lemari kabinet bawah.

    Table Top/Counter Top

    Table top atau counter top merupakan bagian dari kitchen set yang berfungsi sebagai meja kerja untuk melakukan pekerjaan persiapan memasak sebelu diolah dengan kompor. Table top harus memiliki bahan atau material yang kuat, bersifat antigores, tahan panas dan air, serta mudah dibersihkan.

    Adapun merujuk pada buku berjudul “Menata Dapur Minimalis” karya Anita Rahmatia dan Putri Dwimirnani, terdapat standar internasional ketinggian counter yang berada di antara 85 – 90 cm. Namun, menurut Gilly Love pada bukunya berjudul “Membuat Dapur Idaman”, ukuran 90 cm mungkin tidak cocok bagi orang jangkung atau pendek yang membuat mereka tidak nyaman bekerja di dapur. Maka,solusinya adalah menerapkan furnitur custom-built atau unit yang bagian dudukannya bisa diatur ketinggiannya.

    Sementara itu, jarak antara top counter dengan kabinet di atasnya pastikan berada pada kisaran 45 – 50 cm.

    Kitchen Sink

    Kitchen sink merupakan salah satu elemen penting pada kitchen set karena berfungsi sebagai tempat mencuci, baik itu bahan makanan ataupun peralatan memasak. Sink memiliki banyak jenis, misalnya sink mangkuk tunggal, sink ganda, sink permanen, maupun sink nonpermanen (yang dapat dilepas).

    Cookerhood

    Cookeerhood merupakan bagian kitchen set yang memiliki fungsi sebagai alat pengisap asap maupun uap dari hasil memasak. Fungsi cookerhood adalah menjadikan udara di ruang dapur lebih bersih dan segar.

    Kulkas

    Kitchen set ada yang memiliki ruang untuk kulkas yang berfungsi sebagai tempat menyimpan sekaligus mendinginkan makanan dan minuman sehingga lebih tahan lama dan tidak cepat busuk.

    Kompor

    Kompor termasuk elemen penting pada kitchen set yang memiliki fungsi sebagai alat memasak. Terdapat dua jenis kompor, yakni kompor portable dan kompor tanam. Selain itu, ada juga kompor induksi yang lagi tren karena tidak menggunakan api.

    Microwave

    Microwave termasuk alat pendukung kitchen set berupa alat elektronik yang digunakan untuk menghangatkan makanan. Penggunaan microwave juga harus diperhatikan karena butuh energi listrik yang besar. Walau demikian, microwave tidak harus selalu ada pada kitchen set.

    Sebagai salah satu fasilitas di dapur yang sering digunakan, pemilihan material pada kitchen set juga harus diperhatikan. Terlebih lagi jika itu dapur kotor atau dapur basah yang sangat rentan dengan kotoran, asap, dan minyak tentu memerlukan material dan finishing yang berbeda dengan dapur kering yang jarang terjadi kegiatan memasak.

    Masih merujuk pada buku yang sama, terdapat beberapa pilihan material dan finishing untuk bagian-bagian kitchen set, yaitu:

    Pilihan Material Dasar Lemari Kabinet

    • Kayu solid
    • Multipleks
    • Teakwood
    • Medium Density Fiberboard (MDF)
    • Particle board

    Pilihan Finishing Tempel Lemari Kabinet

    • Tacon
    • Formika
    • Veneer
    • Decosheet
    • High Pressure Laminate (HPL)
    • Akrilik
    • High gloss panel

    Pilihan Finishing Oles Lemari Kabinet

    • Politur
    • Melamik
    • Cat duko
    • Cat kayu

    Pilihan Material Alas Table Top

    • Keramik
    • Stainless steel
    • Kaca
    • Solid surface
    • Granit
    • Marmer

    Itu dia penjelasan mengenai kitchen set yang berguna untuk memaksimalkan dapur kamu. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Panik! Begini Cara Bersihkan Noda Darah di Sprei atau Kasur



    Jakarta

    Noda apapun bisa saja menempel pada sprei atau kasur kita termasuk noda darah. Biasanya noda darah terjadi akibat gigitan nyamuk, luka yang belum kering, darah akibat jerawat pecah, dan menstruasi pada wanita. Noda darah jika dibiarkan terlalu lama dapat mengering sehingga sulit dibersihkan.

    Akan tetapi, kamu tidak perlu khawatir. Jika terdapat noda darah maka segera bersihkan. Sebab, jika nodanya masih segar jauh lebih mudah diatasi daripada noda dibiarkan terlalu lama sampai mengendap ke dalam serat kasur. Berikut cara yang dapat kamu lakukan untuk membersihkan noda darah di kasur melansir dari situs The Spruce.

    Lepaskan Sprei

    Lepaskan seluruh perlengkapan tempat tidur seperti selimut, sprei, sarung bantal dari kasur.


    Hapus Noda

    Pakai sarung tangan karet sebelum membersihkan. Jika darah masih segar, gunakan tisu untuk menyerap darah sebanyak mungkin. Jangan menggosok noda tetapi tepuk-tepuk dengan kuat. Sebab, menggosok dapat menyebabkan noda menyebar.

    Gunakan Air Dingin

    Noda darah yang masih segar seringkali bisa hilang hanya dengan menepuk-nepuk area tersebut dengan kain yang sudah dicelupkan ke dalam air dingin. Caranya celup kain berulang kali ke dalam air dingin lalu peras. Kemudian, tepuk-tepuk noda, pindahkan ke area kain yang bersih saat darah dipindahkan.

    Pakai Baking Soda dan Hidrogen Peroksida

    Caranya campur ½ cangkir soda kue dan ½ cangkir hidrogen peroksida ke dalam mangkuk kecil. Kemudian, gunakan sikat berbulu halus seperti sikat gigi untuk mengoleskan pasta ke noda. Mulailah dari tepi luar dan lanjut ke bagian tengah.

    Campuran ini akan menimbulkan gelembung karena hidrogen peroksida yang bereaksi dengan darah. Biarkan selama minimal 30 menit atau sampai gelembung berhenti.

    Celupkan kain bersih ke dalam air dingin dan peras, lalu bersihkan pasta pembersih dan darahnya. Biarkan kasur mengering sepenuhnya. Gunakan penyedot debu untuk membersihkan sisa soda kue.

    Itu dia cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan noda darah pada kasur. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 5 Kebiasaan Ini Saat Membersihkan Rumah


    Jakarta

    Membersihkan rumah perlu dilakukan agar ruangan tetap bersih dan rapi. Nah, saat membersihkan rumah ini ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan.

    Sebab, kebiasaan-kebiasaan tersebut terkadang membuat kegiatan bersih-bersih kurang maksimal atau bahkan bisa merusak barang. Apa saja kebiasaan itu?

    Dilansir dari Southern Living, berikut ini kebiasaan-kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan rumah.


    1. Tidak Melakukan Deep Cleaning

    Membersihkan rumah secara menyeluruh atau deep cleaning perlu dilakukan. Sebab, biasanya rumah hanya dibersihkan pada bagian permukaan yang terlihat kotor sementara bagian belakang furniture kerap terabaikan.

    2. Menyemprot Pembersih Langsung ke Permukaan

    Saat membersihkan permukaan perabotan, sebaiknya tidak menyemprotkannya secara langsung. Akan lebih baik jika pembersih disemprotkan ke lap atau sponge terlebih dahulu untuk mencegah penggunaan berlebihan mengurangi terhirupnya cairan semprotan.

    3. Tidak Membersihkan Alat Bersih-bersih

    Alat bersih-bersih juga perlu dibersihkan lho detikers. Hal itu karena peralatan tersebut sering digunakan untuk membersihkan kotoran dan diletakkan di tempat yang terbuka di rumah.

    Menurut Presiden dan Co-CEO AspenClean, Alicia Sokolowski, tidak membersihkan alat bersih-bersih bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jangan lupa untuk menaruh kembali di tempatnya setelah alat-alat itu digunakan.

    4. Tidak Memberi Waktu Cairan Pembersih Bekerja

    Biasanya saat membersihkan noda, penghuni rumah ingin cepat-cepat selesai. Padahal, kesabaran adalah kunci dalam membersihkan noda membandel.

    Saat membersih noda, diamkan produk pembersih selama beberapa saat dan biarkan bahan kimianya bekerja.

    “Anda juga harus membiarkan disinfektan selama waktu kontak yang disarankan sebelum mengelapnya. Ini memastikan disinfektan membunuh kuman dan bakteri secara efektif,” tutur Sokolowski.

    5. Pakai Pembersih Tertentu pada Permukaan yang Tidak Direkomendasikan

    Ambil contoh pembersih kaca. Kebanyakan pembersih kaca mengandung amonia atau cuka untuk menghilangkan noda seperti air sadah dan noda.

    Menggunakan pembersih kaca untuk permukaan selain kaca, seperti granit, kayu, maupun logam tidak direkomendasikan bahkan bisa menyebabkan kerusakan. Tak hanya itu, warna pada permukaan dengan material tersebut juga bisa berubah seiring waktu.

    Hal yang sama berlaku untuk pembersih toilet, yang dibuat untuk mengatasi noda membandel dan kuman yang hanya ada di mangkuk toilet. Pembersih ini sering kali mengandung asam klorida atau pemutih yang dapat merusak lapisan permukaan, mengubah warna material, atau menyebabkan berbagai bentuk kerusakan jika digunakan pada barang-barang lainnya.

    Itulah beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Lalat Limbah Muncul di Kamar Mandi? Ini Penyebab hingga Cara Basminya


    Jakarta

    Pernahkah melihat ada lalat kecil hinggap di kamar mandi? Serangga ini disebut lalat limbah dan bersarang di saluran pembuangan.

    Dilansir dari family handyman, lalat limbah hidup di saluran drainase, pipa, dan air yang tergenang. Larvanya memakan pertumbuhan berlendir di tempat tersebut.

    Larva lalat limbah sulit dilihat di dalam saluran pembuangan. Namun, penampakan lalat kecil di sekitar rumah seperti di kamar mandi dan dapur merupakan tanda ada larva bersarang di saluran pembuangan.


    Lantas, kenapa lalat limbah muncul di kamar mandi ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Lalat Limbah Muncul di Kamar Mandi

    Inilah alasan lalat limbah kerap ditemukan di kamar mandi.

    1. Lapisan Mikroorganisme di Saluran Pembuangan

    Lalat limbah tertarik pada bahan yang berbau busuk. Nah, lapisan pertumbuhan mikroorganisme yang terbentuk di saluran pembuangan menjadi tempat yang cocok bagi larva lalat limbah untuk tumbuh.

    Terlepas dari seberapa bersihnya penghuni rumah, semua yang masuk ke saluran pembuangan akan membentuk lapisan bahan organik.

    2. Saluran Pembuangan Jarang Digunakan

    Lalat ini biasanya mulai berkembang biak di saluran pembuangan yang jarang digunakan, seperti kamar mandi tamu. Hal ini memungkinkan tempat berkembang biak bagi lalat limbah.

    Cara Cegah Lalat Limbah di Kamar Mandi

    Inilah beberapa cara untuk mencegah lalat limbah muncul di kamar mandi.

    1. Sering Gunakan Saluran Pembuangan

    Cara terbaik untuk mencegah lalat limbah muncul adalah menggunakan saluran pembuangan secara normal.

    2. Bersihkan Sumbatan Saluran Pembuangan

    Pastikan saluran pembuangan tidak ada kebocoran atau sumbatan. Dalam beberapa kasus, S-trap pada wastafel perlu dilepas dan dibersihkan.

    3. Pasang Penutup Saluran Pembuangan

    Pasang penutup atau penyumbat saluran pembuangan yang jarang digunakan. Langkah ini dapat membantu menghentikan lalat limbah masuk ke dalam saluran pembuangan.

    Cara Membasmi Lalat Limbah

    Berikut ini langkah yang bisa dilakukan untuk membasmi lalat limbah di kamar mandi.

    1. Cari Sumber Lalat Limbah

    Pertama, kenali saluran pembuangan tempat lalat limbah bersarang. Caranya dengan memasang selotip untuk menutup saluran pembuangan dekat tempat muncul lalat limbah.

    Lalat kecil ini akan tersangkut pada selotip saat mereka mencoba meninggalkan saluran pembuangan.

    2. Bersihkan Saluran Pembuangan

    Kemudian, bersihkan saluran pembuangan tersebut. Jangan terpaku untuk membunuh lalat limbah, tetapi menghilangkan sarangnya.

    Gunakan sikat dengan tongkat panjang untuk menyikat saluran pembuangan. Langkah ini untuk menghancurkan lapisan mikroorganisme dan larva lalat limbah.

    Siram saluran pembuangan dengan campuran ½ gelas gara, ½ gelas soda kue, dan 1 gelas cuka. Siapkan campuran tersebut dalam mangkuk besar dengan urutan garam, soda kue, lalu cuka.

    Keesokan harinya, siram air mendidih ke saluran pembuangan untuk membuang residu larva dan telur lalat limbah. Ulangi langkah ini bila diperlukan.

    3. Pasang Perangkap Lalat Limbah

    Lalat yang tersisa akan menghilang setelah saluran pembuangan dibersihkan Sebab, tempat berkembang biak lalat sudah dihilangkan.

    Untuk mengusir lalat yang masih berkeliaran, buatlah perangkap dengan membungkus bagian atas mangkuk kecil berisi cuka sari apel dengan plastik pembungkus. Buat lubang kecil pada plastik agar lalat bisa masuk.

    Tinggalkan perangkap ini dekat saluran pembuangan. Lalat limbah akan tertarik dengan rasa manis cuka sari apel dan akan merangkak ke dalam mangkuk. Saat sudah masuk, lalat kecil itu akan kesulitan untuk keluar lagi.

    Itulah tips seputar lalat limbah di kamar mandi. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Membersihkan Noda Kopi di Meja Kayu, Bisa Pakai Cuka



    Jakarta

    Noda kopi terkadang ditemukan di meja kayu. Adanya noda kopi ini bisa saja sulit dihilangkan apabila tidak langsung dibersihkan.

    Walau demikian, noda kopi pada meja kayu ini masih bisa dibersihkan lho. Membersihkannya juga bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah, salah satunya cuka.

    Mengutip dari realhomes.com, berikut ini informasinya.


    Cara Menghilangkan Noda Membandel Kopi di Meja Kayu

    1. Cuka

    white vinegar on wood table topcuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cara ampuh yang pertama yaitu dengan menggunakan cuka. Penghuni rumah bisa menggunakan cuka putih atau cuka suling untuk membersihkan noda kopi.

    Air cuka sangat ampuh untuk membersihkan noda membandel kopi. Tidak hanya untuk membersihkan noda kopi dari mebel kayu saja, air cuka juga bisa membersihkan noda kopi di berbagai permukaan, seperti karpet, baju, lantai, dan lainnya.

    2. Campuran Pasta Gigi dan Baking Soda

    Cara yang kedua yaitu dengan membuat cairan pembersih buatan. Caranya adalah dengan mencampurkan pasta gigi (non-gel) dengan baking soda, setelah bahan tercampur merata, selanjutnya kamu cukup menggosok bagian meja yang terkena noda kopi dengan kain lap.

    Setelah noda kopi hilang dari permukaan meja, bersihkan residunya dengan kain lap. Setelah selesai, pastikan lapisi meja kayu tersebut dengan coating kayu agar lebih tahan lama.

    3. Mayones

    cara pakai mayonesmayones Foto: Getty Images/iStockphoto

    Ya, benar. Salah satu cara membersihkan noda kopi lainnya yaitu dengan menggunakan mayones asli.

    Sebelum menggunakan mayones untuk membersihkan noda kopi, pastikan kalau mayones tersebut adalah mayones asli. Cara menentukan keaslian mayones adalah dengan mengecek bahan dasarnya, bahan mayones asli seharusnya mengandung telur, minyak, lemon, dan cuka.

    Lemak dan asam pada mayones akan bekerja sama untuk mengeluarkan air sekaligus memberi tambahan nutrisi pada kayu.

    4. Minyak Sayur dan Garam

    Cara selanjutnya yaitu dengan menggunakan minyak sayur atau minyak zaitun yang dicampurkan dengan garam. Garam bisa menyerap kelembapan pada meja kayu, dan minyak zaitun akan memberi nutrisi pada kayu.

    Caranya yaitu dengan mencampurkan minyak zaitun dan garam dalam mangkuk hingga menjadi pasta. Lalu gosokkan ke area noda kopi dan biarkan selama 30 menit, lalu bersihkan dengan kain lap.

    5. Krim Cukur

    Busa atau krim cukur bisa digunakan untuk membersihkan noda kopi. Krim cukur mengandung bahan aktif seperti surfaktan dan bahan pembersih seperti yang terdapat pada sabun rumah tangga lainnya.

    Cara membersihkannya yaitu dengan menggosok noda kopi dengan krim cukur, lalu bilas dengan air. Bila noda kopi masih ada, ulangi proses tersebut hingga noda kopi benar-benar hilang.

    Itulah beberapa cara untuk membersihkan noda kopi yang membandel pada meja kayu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! 6 Barang Baru Ini Harus Dicuci Dulu Sebelum Dipakai


    Jakarta

    Barang-barang yang baru dibeli sebaiknya harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Meskipun suka tergoda untuk langsung memakai barang baru, tetapi ternyata penting lho untuk mencucinya sebelum digunakan.

    Mengutip dari situs The Spruce, terdapat 6 barang yang harus dicuci sebelum digunakan.

    Peralatan Dapur dan Makan

    Peralatan dapur dan makan, seperti gelas, botol minum, piring, mangkuk, wadah penyimpanan, panci, wajan, dan lainnya harus dicuci sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Gunanya adalah untuk memastikan bahwa debu dan partikel sisa dari proses produksi atau pengemasan telah hilang dan tidak masuk ke dalam makanan.


    Seprai

    Seprai baru harus dicuci sebelum digunakan. Hal ini untuk memastikan sisa-sisa bahan kimia, kotoran, dan debu yang terbawa dari pabrik hilang sepenuhnya. Tentu saja juga senantiasa menjaga tempat tidur tetap bersih dan higienis.

    Alat Pembersih

    Mungkin benda ini sering terlewat. Alat pembersih seperti kain pel, kain mikrofiber, spons, hingga kemoceng yang baru dibeli juga penting dicuci. Alat pembersih menyimpan debu dan bakteri akibat proses pembuatannya karena memang dirancang untuk menangkap dan menahan debu atau partikel lain sehingga rentan kotor.

    Handuk

    Meski handuk baru kelihatannya bersih, ternyata tetap perlu dicuci. Hal ini untuk memastikan debu, partikel, dan bakteri hilang sepenuhnya.

    Pakaian

    Pakaian baru dibeli atau pakaian bekas dari orang lain wajib dicuci sebelum digunakan kembali oleh pemiliknya. Khususnya pakaian dalam dan pakaian olahraga. Sebab, pakaian menyimpan kuman karena proses pembuatan hingga penyaluran ke toko. Selain itu, kita juga tidak pernah tahu siapa saja yang sudah menjajal pakaian ini sebelum kita membelinya.

    Perlengkapan Bayi

    Bayi sangat sensitif terhadap apa saja. Itu sebabnya perlengkapan bayi seperti selimut, pakaian, dot, mainan, botol, dan sebagainya harus dicuci dengan bersih sebelum dipakai. Pastikan mencuci dengan sabun yang lembut dan aman serta gunakan air hangat untuk memastikan bakteri dan kuman hilang.

    Itulah beberapa benda-benda yang harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com