Tag: martha stewart

  • Cara Merapikan Rumah Tanpa Takut Menyesal Buang Barang



    Jakarta

    Pernahkah kamu merasa “takut nyesel” kalau ingin membuang atau merapikan barang-barang di rumah? Hal ini karena barang-barang itu sudah terlalu banyak dan menumpuk, tetapi jika dibuang juga takut ada rasa menyesal karena tidak memilikinya lagi.

    Ternyata, proses membuang-buang barang yang tidak terpakai juga butuh keputusan emosional ya. Apalagi jika barang tersebut bersifat pribadi, seperti foto, kenangan, barang pemberian, dan sebagainya. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal ini ya?

    Dikutip dari Martha Stewart, sebaiknya ini yang perlu dilakukan.


    Luangkan Waktu

    Pakar pengorganisasian Charlotte Berlin menjelaskan bahwa meluangkan waktu adalah kunci mencegah penyesalan. Luangkan waktu misalnya pada akhir pekan untuk merapikan barang-barang.

    Simpan di Kotak

    Barang-barang yang punya kedekatan emosional memang tidak dapat diganti tetapi bisa disimpan rapi dalam kotak. Namun, tidak semua bisa disimpan. Kartu ucapan, undangan pernikahan, bahkan strip photobooth yang mungkin terlihat kurang bagus bisa dibuang.

    Jujur pada Diri Sendiri

    Tanyakan pada diri sendiri seberapa mudah barang digantikan untuk menghindari penyesalan. Misalnya barang itu hanya berupa kaus hitam biasa atau buku yang bisa dibeli lagi, maka tidak masalah jika dibuang.

    Donasikan

    Fokus pada donasi daripada menumpuk barang-barang yang tidak juga digunakan.

    Pertimbangkan Penggunaan

    Jika memiliki barang yang dipakai seperti pakaian atau sepatu, coba seolah-olah bertanya pada barang tersebut. Apakah kamu menyukainya? Apakah pernah dipakai? Atau apakah disimpan hanya untuk jaga-jaga?

    Ingat Tujuan

    Jika masih merasa takut menyesal atau sedih membuang barang-barang. Ingatlah, bahwa membersihkan kekacauan fisik membantu seseorang menyingkirkan kekacauan mental.

    Aturan Dua Bulan

    Coba buat aturan dua bulan, jika dalam waktu dua bulan kamu tidak gunakan barang tersebut, maka pertimbangkan untuk membuangnya.

    Itulah beberapa tips untuk merapikan barang-barang tanpa rasa menyesal. Semoga membantu!

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Ingin Liburan Tenang? Cek Dulu 5 Hal Ini Sebelum Tinggalkan Rumah



    Jakarta

    Libur sejenak di tengah-tengah padatnya rutinitas memang mengasyikkan! Siapa nih yang punya rencana berlibur long weekend? Eits, tunggu dulu, jangan lupa kerjakan hal-hal ini ya sebelum meninggalkan rumah buat liburan!

    Dikutip dari Martha Stewart, terdapat 5 hal yang wajib dilakukan di rumah sebelum ditinggal liburan.

    Tutup Jendela dan Pintu

    Hal yang paling penting adalah memastikan pintu dan jendela tertutup dan terkonci rapat. Jangan hanya pintu dan jendela utama, tetapi juga jendela kamar bahkan pintu belakang. Jika meninggalkan kendaraan di rumah, pastikan juga pintu garasi tertutup rapat serta kendaan dalam keadaan terkunci ya.


    Cabut Peralatan Elektronik

    Demi alasan keselamatan, cabut semua peralatan elektronik seperti TV, charger HP, rice cooker, mesin cuci, dan alat elektronik lainnya. Hal ini guna mencegah risiko kebakaran listrik akibat korsleting serta dapat menghemat tagihan listrik.

    Bersihkan Kulkas

    Periksa kulkas apakah ada bahan makanan yang perlu dibuang atau tidak. Meninggalkan makanan berlama-lama di kulkas yang sudah membusuk bisa membuat kulkas bau dan kulkas mudah rusak.

    Periksa Tanaman

    Jika ada tanaman di dalam rumah, jangan lupa untuk diperiksa juga. Pastikan sudah disiram agar ketika pulang tanaman tidak kering. Dianjurkan juga memotong rumput sebelum meninggalkan rumah agar halaman tetap rapi. Halaman yang ditumbuhi rumput liar dapat menjadi ciri penghuni sedang bepergian dan ini tanda baik bagi penjahat.

    Beritahu Tetangga atau Teman yang Dipercaya

    Beritahu tetangga atau teman yang paling dipercaya dan berikan mereka kunci darurat. Hal ini guna mencegah risiko serta mereka dapat langsung masuk ke rumah jika terjadi keadaan darurat. Namun, tentu saja tetap berhati-hati saat mempercayakan rumah kepada orang terdekat ya.

    Itu dia sedikit tips untuk kamu yang berencana berlibur long weekend kali ini. Semoga membantu dan tetap hati-hati!

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 7 Tips Mengepel Lantai Agar Bersih Kinclong dan Tidak Bau Amis


    Jakarta

    Agar rumah tetap bersih dan nyaman maka lantai perlu dipel secara rutin. Langkah ini dapat membersihkan lantai dari kotoran, debu, hingga minyak menempel.

    Namun, lantai yang sudah dipel terkadang justru tetap kotor dan bahkan tercium aroma amis yang bikin enek. Hal ini tentu dapat mengganggu kenyamanan dan bikin lelah karena harus kembali mengepel lantai.

    Sebenarnya, ada beberapa tips saat mengepel lantai agar bersih, kinclong, dan tidak mengeluarkan bau amis. Penasaran? Simak tipsnya di bawah ini.


    Tips Mengepel Lantai Agar Bersih dan Wangi

    Ada sejumlah tips dalam mengepel lantai agar tetap bersih dan wangi. Dikutip dari situs Martha Stewart dan The Spruce, berikut cara mengepel lantai agar bersih dan wangi:

    1. Sapu Lantai dengan Bersih

    Tips yang pertama adalah menyapu lantai hingga bersih sebelum dipel. Jika tidak disapu, maka debu, kotoran, hingga sisa makanan yang jatuh ke lantai akan tetap berserakan meski sudah dipel.

    Bahkan, kotoran dan debu justru bisa menyebar ke area lain karena ikut terbawa oleh kain pel. Maka tak heran setelah lantai dipel tapi tetap terasa kotor dan lengket.

    2. Pakai Air Bersih

    Saat mengepel lantai, pastikan kamu menggunakan air bersih dan cairan pembersih khusus lantai. Jika menggunakan air kotor, maka kotoran di dalam air akan menempel di kain pel dan terbawa saat mengepel. Hal ini yang membuat lantai malah tambah kotor dan menjadi bau amis.

    Jika mencuci dan membilas kain pel langsung di ember, pastikan memakai dua ember yang berbeda. Jadi, satu ember berisi air cairan pembersih lantai sedangkan ember satunya lagi untuk membilas kotoran.

    3. Pel dengan Teknik yang Tepat

    Ternyata, teknik mengepel yang salah juga bisa membuat kotoran justru menyebar ke seluruh lantai. Lakukan mengepel dengan cara bergerak mundur sehingga tidak menginjak lantai yang basah.

    Selain itu, mulai mengepel dari sudut terjauh dari pintu dan pel di sepanjang tepi dinding terlebih dahulu. Ayunkan kain pel maju dan mundur dengan membentuk angka ‘8’ di seluruh ruangan.

    Setelah beberapa kali mengepel maka kain pel akan menjadi kotor dan berwarna hitam. Kemudian balikkan pel ke sisi lainnya yang masih bersih. Jika kedua sisi kain pel sudah kotor maka segera dicuci hingga bersih.

    4. Jangan Terlalu Banyak Sabun

    Mengepel lantai memang membutuhkan sabun lantai, tapi hindari menggunakannya terlalu banyak karena membuat lantai lengket dan cepat kotor. Maka dari itu, sebaiknya gunakan sabun lantai sesuai petunjuk kemasan dan sesuai dengan jenis lantai. Hindari memakan sabun cuci piring karena berisiko merusak keramik lantai.

    5. Cuci Bersih Kain Pel

    Setelah digunakan, segera cuci bersih kain pel dan keringkan. Cara ini dilakukan agar kain pel tetap bersih dan mencegah bau apek, sehingga tidak memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Perlu diingat, menggunakan kain kotor untuk mengepel dapat membuat lantai menjadi bau amis.

    Untuk membersihkan kain pel juga gampang, cukup bilas kain pel secara menyeluruh dalam ember yang berisi air panas, kemudian peras kain sampai kering hingga tidak ada air tersisa.

    6. Keringkan Kain Pel

    Agar kain pel bisa digunakan kembali, sebaiknya keringkan kain di tempat yang terkena sinar matahari. Semakin cepat kering kain pel juga meminimalisir kemungkinan untuk menjadi bau.

    Cara mengeringkan kain pel juga tidak bisa sembarangan. Letakkan kepala pel secara terbalik di area yang berventilasi baik hingga kering secara menyeluruh. Hindari meletakkan kain pel di lantai atau menyimpannya di lemari saat basah.

    7. Ganti Kain Pel Secara Berkala

    Kain pel yang sudah sangat kotor tentu akan tetap mengeluarkan bau tak sedap meski sudah dicuci berkali-kali. Itu tandanya kain pel harus diganti dengan yang baru. Disarankan memilih kain pel berbahan mikrofiber agar dapat mengangkat kotoran membandel dengan mudah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk? Ini Perbandingannya



    Jakarta

    Saat memilih perlengkapan untuk hunian, urusan toilet tidak bisa dianggap sepele. Toilet sangat penting karena digunakan untuk buang hajat para penghuni rumah dan tamu yang datang.

    Di Indonesia, toilet jongkok masih banyak ditemukan, sementara toilet duduk makin populer seiring hadirnya hunian modern. Lalu, mana yang lebih tepat untuk rumah Anda? Simak perbandingannya.

    Toilet Jongkok

    Asia, Turkey, Istanbul Area, 2017: View Of Toilet In Turkish RestaurantToilet jongkok. Foto: Getty Images/Kypros

    Dilansir dari laman Bladder & Bowel UK, Minggu (2/11/2025), posisi jongkok dinilai mendukung proses buang air besar lebih alami. Hal ini sejalan dengan kebiasaan banyak orang Asia yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok.


    Toilet jongkok cenderung tidak membutuhkan banyak ruang, cocok untuk kamar mandi kecil dan area servis seperti kamar mandi ART. Bentuknya sederhana dan menyatu dengan lantai, membuat ruangan lebih efisien.

    Secara struktur, toilet jongkok lebih sederhana sehingga cenderung membutuhkan perawatan lebih minim. Namun karena lantai cenderung basah, kebersihan material lantai perlu diperhatikan agar tidak licin.

    Toilet Duduk

    Ilustrasi ToiletIlustrasi Toilet Duduk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Dilansir dari Teaching Nomad, toilet duduk dinilai lebih ramah untuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil karena tidak perlu tenaga ekstra untuk berjongkok. Tak heran, toilet duduk banyak digunakan di rumah modern, apartemen, dan hotel.

    Penggunaan toilet duduk menghadirkan tampilan lebih modern pada hunian. Dilansir dari Architectural Digest, tren kamar mandi saat ini menonjolkan desain minimalis dan compact yang kerap dipadukan dengan toilet duduk untuk kesan bersih dan rapi.

    Untuk toilet duduk, perhatian lebih dibutuhkan pada bagian dudukan dan engsel. Dilansir dari Martha Stewart, pembersihan rutin dengan cairan lembut dan lap microfiber disarankan demi menjaga ketahanan porselen dan kebersihan permukaan.

    Perlu diingat, penggunaan toilet jongkok atau duduk tergantung pada kebutuhan masing-masing penghuni rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 10 Warna Lantai Keramik yang Bikin Dapur Terlihat Lebih Lega


    Jakarta

    Keramik menjadi bahan andalan dan populer untuk membuat lantai rumah. Bagaimana tidak? Keramik cukup awet dan tahan dari goresan, air, noda, serta suhu panas.

    Jenis ubin ini memang mudah dibersihkan, sehingga cukup ideal bila digunakan untuk lantai dapur. Nah, bagi kamu yang mau dapur terlihat luas dan lega bisa menciptakan ilusi dengan pemilihan warna lantai keramik.

    Berikut beberapa inspirasi warna keramik yang cocok untuk lantai dapur agar tampak luas dan aesthetic, dikutip dari laman Martha Stewart dan Real Simple pada Selasa (6/8/2024).


    Ide Warna Keramik untuk Lantai Dapur

    1. Putih Polos

    Putih Polos.Putih Polos. Foto: dok. Maite Granda

    Area dapur tak begitu lebar yang dipasangkan ubin putih polos jelas memberikan kesan luas. Meski tak semua furnitur berwarna putih, sentuhan warna abu-abu, hitam, dan cokelat kayu juga tetap membuat dapur tampak lengang.

    2. Krem

    Krem.Krem. Foto: Max Vakhtbovycn/Pexels

    Keramik warna krem dengan motif lembut jadi pilihan yang bagus untuk lantai dapur. Lemari kabinet abu-abu dan beberapa furnitur berwarna hitam justru berpadu sempurna dengan nuansa dapur yang krem. Warna putih juga boleh disematkan pada beberapa bagian untuk dapur lebih segar.

    3. Abu-abu

    Abu-abu.Abu-abu. Foto: Max Vakhtbovycn/Pexels

    Lantai keramik berwarna abu-abu membuat dapur terlihat leluasa. Lantai abu yang dipadukan dengan furnitur cokelat kayu tak disangka-sangka menciptakan area dapur yang cantik nan nyaman dipandang.

    4. Cokelat Muda

    Cokelat Muda.Cokelat Muda. Foto: Max Vakhtbovycn/Pexels

    Motif kayu cokelat muda termasuk warna yang bagus untuk lantai dapur. Warna ini tidak bertabrakan dan menciptakan kesan luas meski dirangkaikan dengan lemari kabinet abu-abu dan meja konter hitam. Ini mungkin terbantu dengan dinding, langit-langit, serta jendela dan tirainya yang berwarna putih.

    5. Hitam-Putih

    Hitam Putih.Hitam-Putih. Foto: Sarah Winchester/Erin Gates Design

    Ubin hitam putih bak papan catur bisa jadi ide untuk memberi kesan luas di area dapur sempit. Kombinasi warna keramik ini cocok untuk lantai dapur.

    Di sisi lain, kamu yang kurang suka dapur serba putih juga bisa coba motif ini. Dengan begitu, dapur tidak akan tampak terlalu polos.

    6. Cokelat Tua

    Cokelat Tua.Cokelat Tua. Foto: Max Vakhtbovycn/Pexels

    Lantai cokelat tua justru bikin dapur terlihat luas. Warna cokelat tua khas kayu yang dipadukan dengan kabinet biru keabu-abuan serta meja makan dan dinding putih ternyata bisa membuktikannya.

    Untuk mempermanis area, hiasan berwarna ungu, biru, dan hijau dapat diletakkan di beberapa sudut dapur.

    7. Biru Tua Motif

    Biru Tua Motif.Biru Tua Motif. Foto: Meghan Beierle O’brien/Kelly Martin Interior

    Selain warna-warna polos, dapur juga cocok kok jika dipasangkan ubin biru bermotif seperti foto di atas. Kalau bagian lantai sudah bermotif, usahakan area dapur lainnya tidak ya. Hal ini agar motifnya tidak bertabrakan satu sama lain.

    8. Cokelat dan Putih Gading

    Cokelat dan Putih Gading.Cokelat dan Putih Gading. Foto: studio.thanasis/Instagram

    Keramik bak papan catur tampak bagus untuk lantai dapur. Tak mesti hitam putih, kamu bisa pilih perpaduan warna lain seperti cokelat dan putih gading.

    Furnitur dapur lainnya juga dapat disamakan warnanya agar tercipta perpaduan yang senada. Warna biru dan merah muda keunguan bisa diselipkan untuk mempermanis.

    9. Putih Motif

    Putih Motif.Putih Motif. Foto: Emily Followill/Gordon Dunning Interior

    Jika ingin dapur nuansa putih tapi tidak ingin terlalu serba putih, bisa pasang ubin motif custom seperti di atas.

    Motifnya bisa dimainkan sesuai selera dengan pilihan warna putih dan hitam. Tempatkan juga furnitur berwarna hitam agar tampak senada.

    10. Merah-Putih Geometris

    Merah Putih Geometris.Merah Putih Geometris. Foto: dok. Blakes London

    Bukan cuma hitam yang dapat dipadukan dengan putih, tapi merah juga cocok lho. Ubin merah putih bermotif geometris ternyata juga bagus untuk mempercantik area dapur rumah.

    Agar warna merah bisa kian menonjol, furnitur seperti lemari yang dipilih dengan warna sama tampak manis untuk dipandang.

    Nah, itu dia sederet inspirasi warna keramik yang cocok untuk lantai dapur. Dari contoh di atas, mana nih warna yang kamu suka?

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bersihkan Noda Keringat dan Deodoran pada Pakaian


    Jakarta

    Cuaca yang panas belakangan ini tak jarang membuat tubuh berkeringat. Keringat tersebut bisa saja meninggalkan noda apabila pakaian tidak dicuci dengan bersih.

    Selain keringat, deodoran yang digunakan juga bisa meninggalkan noda pada pakaian. Tentunya akan menyebalkan jika ada noda keringat dan deodoran di baju kesayangan kamu kan?

    Nah, berikut ini adalah cara untuk membersihkan noda keringat dan deodoran pada pakaian. Simak informasinya di bawah ini.


    Menghilangkan Noda Keringat pada Pakaian

    Melansir dari martha Stewart, walaupun keringat pada dasarnya adalah air, perubahan warna terjadi saat keringat bercampur dengan kotoran, minyak, dan bakteri pada kulit. Keringat juga bisa menimbulkan noda jika tercampur dengan deodoran. Terlepas dari penyebabnya, noda keringat gampang dibersihkan dengan memakai bahan pembersih alami yang mungkin ada di rumahmu.

    Saat keringat bercampur dengan minyak pada kulitmu atau bahan yang terkandung dalam deodoranmu, keringat bisa menimbulkan noda. Berikut cara menghilangkannya

    Alat dan Bahan

    1. Cuka putih
    2. Mangkuk
    3. Air
    4. Kain mikrofiber atau spons
    5. Detergen cair ringan
    6. Soda kue

    Cara Menghilangkan Noda Keringat

    1. Campurkan air dan cuka putih dengan perbandingan yang sama ke dalam mangkuk
    2. Oleskan campuran tersebut di bagian yang terkena noda dengan kain atau spons bersih
    3. Gosok area yang terkena noda memakai kain secara perlahan dengan gerakan melingkar
    4. Biarkan campuran tersebut menempel pada noda
    5. Bilas area tersebut dengan air dingin untuk membersihkan campuran tadi
    6. Cuci pakaian tersebut seperti biasa menggunakan detergen cair lembut, dengan tetap memperhatikan petunjuk label perawatan
    7. Keluarkan pakaian dari mesin cuci dan periksa lagi untuk memastikan nodanya hilang
    8. Kalau masih ada, ulangi langkah-langkah di atas atau gunakan sesuatu yang lebih kuat

    Menghilangkan Noda Deodoran pada Pakaian

    Melansir Real Simple, noda tersebut biasanya datang dari hasil penumpukan bahan deodoran yang bereaksi dengan keringat, sehingga menyebabkan pudarnya warna baju atau timbulnya warna kuning pada baju putih.

    Noda ini sebenarnya bisa dihilangkan dengan beberapa cara khusus tergantung dengan warna pakaian kamu. Berikut ringkasannya.

    Alat dan Bahan

    Alat:
    – Sikat gosok nylon lembut
    – Mesin cuci baju
    – Mangkuk
    – Sarung tangan karet
    – Gelas takar/ukur
    – Sendok

    Bahan:
    – Baking soda
    – Cuka putih suling
    – Hidrogen peroksida
    – Detergen

    Cara Membersihkan Noda Deodoran Sesuai dengan Warna Baju

    1. Baju Berwarna

    Langkah-langkah:

    – Untuk satu buah baju, cukup campurkan 2 sendok makan cuka putih suling dengan 2 sendok air dingin ke dalam mangkuk atau gelas ukur.

    – Rentangkan baju di lantai dalam keadaan dibalik (bagian dalam baju menghadap keluar), lalu gunakan sikat lembut untuk menggosok noda dengan air cuka yang sudah disiapkan.

    – Setelah selesai digosok, selanjutnya siapkan campuran satu sendok makan cuka putih suling dengan air dingin secukupnya pada ember atau baskom. Lalu masukkan baju yang sudah di gosok tadi ke dalamnya, dan biarkan selama 30 menit.

    – Setelah direndam 30 menit, cuci baju tersebut menggunakan detergen di dalam mesin cuci seperti biasanya. Pastikan agar proses pencucian tersebut sesuai dengan arahan mencuci yang ada pada label di baju kamu.

    – Setelah selesai, keringkan dan jemur baju kamu.

    2. Baju Putih

    Langkah-langkah:

    – Campurkan 4 cup baking soda, 4 cup hidrogen peroksida, dan 4 cup air dingin ke dalam mangkuk atau gelas ukur.

    – Rentangkan baju di lantai dalam keadaan dibalik (bagian dalam baju menghadap keluar), lalu gunakan sikat lembut untuk menggosok noda dengan air campuran baking soda dan hidrogen peroksida yang sudah disiapkan. Lalu biarkan selama 30 menit.

    – Setelah 30 menit, cuci baju tersebut menggunakan detergen di dalam mesin cuci dengan pengaturan air paling hangat bila baju tersebut tidak memiliki arahan mencuci khusus. Bila baju tersebut memiliki arahan mencuci khusus, sebaiknya kamu ikuti aturan tersebut.

    – Ulangi proses bila noda masih tersisa hingga noda hilang sepenuhnya dari baju.

    – Setelah bersih, keringkan dan jemur baju tersebut.

    3. Baju Hitam

    Langkah-langkah:

    – Ambil sepotong karet busa, lalu gosok noda deodoran pada baju.

    – Coba untuk menggunakan lembaran pengering kain bekas untuk menghilangkan noda dengan cara menggosoknya secara cepat dengan jarak gosokan yang pendek.

    – Bila kamu tidak mempunyai lembaran pengering kain, kamu bisa mencoba untuk menggosokkan noda tersebut pada kain baju yang sama dengan cepat untuk merontokkan residu deodoran.

    – Bila noda putih deodoran sudah rontok, selanjutnya kamu bisa menyikatnya dengan sikat lembut

    Nah, setelah kamu tahu cara membersihkan noda deodoran, selanjutnya kamu juga perlu untuk mempelajari bagaimana cara untuk mencegah noda tersebut timbul lagi. Ayo kita simak bersama caranya di bawah ini.

    Cara Mencegah Timbul Noda Deodoran pada Bagian Ketiak Baju

    1. Pastikan deodoran yang kamu gunakan mengering sebelum kamu memakai baju. Bila kamu terburu-buru, kamu bisa coba untuk menggunakan pengering rambut untuk mempercepat proses pengeringannya.

    2. Ganti deodoranmu dengan deodoran yang memiliki rating tanpa aluminium (aluminum-free deodorant). Bahan aluminium pada deodoran adalah salah satu penyebab timbulnya noda pada bagian ketiak baju kamu.

    3. Hindari pemakaian deodoran berlebih. Bila kamu merasa masih bau ketika menggunakan deodoran, sebaiknya kamu coba merek lain, bukan dengan menggunakan deodoran tersebut dengan berlebih.

    4. Ganti produk deodoranmu dari deodoran tipe padat, menjadi deodoran tipe gel atau aerosol.

    5. Memakai pakaian dalam (kaos dalam), untuk mencegah noda deodoran tembus hingga baju luar kamu.

    Itu dia beberapa cara untuk menghilangkan noda keringat dan deodoran pada pakaian. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awet! 5 Tanaman Ini Bisa Hidup Hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Merawat tanaman dari benih hingga tubuh subur tentunya memiliki rasa bangga tersendiri. Apalagi, kalau tanaman tersebut bisa hidup lama.

    Saat kamu merawat tanaman dengan baik, bukan tidak mungkin tanaman tersebut bisa hidup lama bahkan hingga puluhan tahun. Nah, beberapa tanaman di rumah ini bisa hidup hingga puluhan tahun.

    Dilansir dari Martha Stewart, Selasa (10/9/2024), berikut ini informasinya.


    Rubber Plant

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman ini memiliki daun lebar, mengilap, dan berwarna hijau tua. Di alam liar, tanaman ini bisa tumbuh hingga 100 kaki. Jika dirawat di dalam ruangan, tanaman ini bisa hidup sampai 25 tahun lamanya. Namun perlu diingat, getah dari tanaman ini beracun bagi hewan peliharaan.

    Monstera

    Tanaman Hias Monstera DeliciosaTanaman Hias Monstera Deliciosa Foto: Dokumentasi Pribadi HaiBunda

    Tanaman monstera atau janda bolong juga bisa hidup untuk waktu yang lama. Perawatannya yang mudah juga menjadi salah satu hal yang membuat banyak orang merawatnya di rumah. Tanaman ini bisa hidup hingga 50 tahun lamanya jika dirawat dengan benar.

    Lidah Mertua

    Ilustrasi tanaman lidah mertuaIlustrasi tanaman lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

    Snake Plant atau lidah mertua menjadi tanaman selanjutnya yang tahan lama. Dengan perawatan yang baik dan benar, tanaman ini bisa hidup hingga puluhan tahun.

    Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman ini juga banyak disukai orang karena perawatannya yang mudah. Meski perawatannya mudah, tanaman ini bisa hidup hingga 20 tahun lamanya.

    “Spider Plant sangat mudah beradaptasi dan dapat hidup hingga 20 tahun sebagai tanaman hias,” kata Ahli Horikultural di Colorado State University, Linda Langelo, dikutip dari Martha Stewart.

    Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white pothouse plant heart leaf Philodendron vine in white pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Philodendron merupakan keluarga tanaman yang sangat beragam dengan banyak varietas. Tanaman ini bisa hidup hingga 25 tahun atau lebih. Bahkan, philodendron bisa bertahan di musim kemarau. Namun, kalau daunnya sudah mulai menguning hal itu menandakan tanaman itu butuh air.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup hingga puluhan tahun. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Mudah Membersihkan Bagian Dalam Kulkas dengan Aman


    Jakarta

    Kulkas merupakan salah satu peralatan penting yang ada di rumah. Seperti perabotan lainnya, kulkas juga perlu dibersihkan. Namun, seberapa sering kamu berpikir untuk membersihkannya secara menyeluruh?

    Kulkas yang bersih lebih hemat energi dan akan bertahan lebih lama. Saat membersihkan kulkas sebaiknya bagian dalamnya juga dibersihkan, bukan hanya bagian luarnya saja. Nah, saat membersihkan kulkas disarankan untuk mencabut aliran listrik agar mengurangi risiko berbahaya.

    Dilansir dari Martha Stewart, berikut cara membersihkan bagian dalam kulkas dengan aman agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


    1. Keluarkan Semua Barang

    Mulailah dengan mengosongkan semua isi kulkas. Saat mengeluarkan barang, pastikan untuk memeriksa jamur dan makanan yang sudah kadaluarsa, buang semua agar tidak menumpuk di dalam kulkas.

    Barang apa pun yang kamu simpan harus dilap. Setelah kulkas kosong dari makanan, minuman, dan bumbu, keluarkan semua rak serta laci.

    2. Bersihkan Rak dan Laci

    Campurkan sabun cuci piring alami dan air hangat ke dalam ember, celupkan spons bersih ke dalam larutan dan gosok semua sisi laci serta rak hingga bersih.

    Bilas kompartemen di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa sabun. Keringkan setiap rak dan wadah dengan kain microfiber.

    3. Bersihkan Bagian Dalam

    Campurkan cuka dan air hangat dengan perbandingan yang sama dalam botol semprot. Semprotkan ke seluruh permukaan bagian dalam dan biarkan selama beberapa menit sebelum mengelapnya dengan kain lembut.

    Pastikan juga untuk menyemprotkan laci samping yang terpasang di lemari es dan semua lekukan. Gunakan sikat gigi bekas untuk menggosok kulkas hingga bersih.

    4. Bersihkan Gasket

    Gasket kulkas mengumpulkan cukup banyak kotoran, membersihkannya secara teratur membantu menjaga segel. Untuk membersihkan gasket, campurkan larutan air dan cuka dengan perbandingan yang sama.

    Celupkan kapas ke dalam larutan dan usapkan di sepanjang jahitan gasket. Ulangi hingga bersih dan kering dengan kain microfiber.

    5. Bersihkan Bagian Bawah Kulkas

    Cabut kabel listrik kulkas dan jauhkan dari dinding. Sedot debu atau sapu lantai di bawah kulkas. Bersihkan lantai dengan kain pel, lalu lap hingga kering. Kembalikan kulkas ke posisi semua dan hubungkan kembali kabel listriknya.

    6. Mengembalikan Isi Kulkas

    Setelah semua komponen kulkas dibersihkan, kamu dapat mengembalikan barang-barang yang dikeluarkan. Luangkan waktu ini untuk melakukan perubahan pada pengorganisasian pada kulkas kamu. Hal ini dapat membantu untuk memaksimalkan penyimpanan sehingga tidak terlihat berantakan.

    Itu dia langkah mudah membersihkan kulkas dengan aman. Semoga bermanfaat detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Gantung atau Lipat? Ini Tips Menyimpan Pakaian dengan Rapi



    Jakarta

    Kita terkadang bingung tentang cara terbaik untuk menyimpan pakaian di lemari, antara menggantung atau melipat pakaian. Simak panduan ini yang akan membahas kelebihan dan kekurangan dari kedua metode tersebut, serta memberikan tips praktis untuk menyortir dan menyimpan semua pakaian kamu dengan efisien.

    Barang yang Harus Selalu Digantung

    Pertama-tama, mari kita lihat isi lemari kamu. Kemudian, jenis pakaian apa saja yang sebaiknya digantung di gantungan baju.

    Kain yang Ringan dan Lembut

    Melansir dari Martha Stewart, semua jenis pakaian yang terbuat dari kain yang mengalir perlu perlakuan khusus. Pakaian yang terbuat dari sutra, sifon, atau bahan ‘mengalir’ lainnya.


    Biasanya berupa gaun atau blus sebaiknya digantung. Kamu disarankan untuk membayangkan bagaimana kain tersebut bergerak saat tertiup angin, jika kain itu terlihat melayang atau menari, maka sebaiknya tidak dilipat dan disimpan dalam laci.

    Kain Linen

    Kain linen dikenal mudah kusut, sehingga lebih baik untuk menggantung semua pakaian berbahan linen di lemari. Menggantung kain linen membantu mencegah kerutan yang tidak perlu.

    Kain linen hampir selalu memerlukan setrika agar tampil optimal. Oleh karena itu, gantung semua pakaian linen kamu.

    Celana

    Meskipun celana jeans tidak selalu memerlukan ruang di lemari kamu, penting untuk menggantung semua celana lainnya, seperti celana panjang yang lebih formal.

    Celana formal dan kasual sebaiknya selalu digantung. Kamu bisa menggantungnya secara lurus atau melipatnya di gantungan.

    Blus

    Jika kamu ingin blus cantik kamu terhindar dari lipatan dan kerutan yang mengganggu, pastikan untuk menggantungnya. Blus sebaiknya selalu digantung, karena hal ini akan membantu mencegah kerutan yang lebih parah.

    Jaket

    Jaket adalah barang yang cukup besar, dan jika kamu mencoba melipatnya untuk disimpan di lemari, hal ini tidak hanya dapat menyebabkan kerutan serta berisiko merusak strukturnya, tetapi juga akan memakan banyak ruang.

    Semua jenis jaket sebaiknya digantung. Baik itu blazer, jaket jeans, atau pakaian luar lainnya, semua itu terlalu besar untuk dilipat.

    Gaun

    Sebagian besar gaun kamu, meski tidak semuanya, sebaiknya mendapatkan ruang vertikal di lemari kamu. Secara umum, gaun harus selalu digantung.

    Namun, pengecualiannya adalah gaun sweater tebal atau gaun berat lainnya. Jika digantung, gaun tersebut bisa melar. Sebaiknya lipat gaun ini untuk mencegah hal itu.

    Pakaian yang Harus Selalu Dilipat

    Setelah mengetahui pakaian mana yang sebaiknya digantung, kini saatnya membahas jenis pakaian yang harus dilipat, dimulai dengan sweater musim dingin kamu yang lebih tebal.

    Sweater Tebal

    Lipatlah untuk menjaga integritas strukturalnya sekaligus menghemat ruang di lemari kamu. Sweater yang sangat tebal sebaiknya dilipat, meskipun ada teknik khusus untuk menggantung sweater dengan lembut agar tidak meninggalkan bekas, metode ini biasanya tidak intuitif bagi banyak orang.

    Selain itu, sweater tebal dapat memakan ruang yang cukup besar, sering kali setara dengan enam blus yang digantung atau lebih.

    Pakaian Olahraga

    Celana yoga, atasan olahraga, dan pakaian olahraga apa pun yang akan kamu gunakan di gym, sebaiknya dilipat. Menggantung pakaian ini bisa membuatnya tidak nyaman dan melar.

    Celana Pendek

    Meskipun kamu tidak perlu melipat celana pendek, sebenarnya tidak ada alasan untuk menggantungnya, jadi lebih baik jika celana pendek dilipat dan disimpan di lemari kamu. Celana pendek sebaiknya selalu dilipat karena tidak praktis untuk menggantungnya.

    Pakaian yang Bisa Digantung atau Dilipat

    Di sisi lain, ada beberapa jenis pakaian yang dapat dilipat atau digantung, tergantung pada ruang yang tersedia dan preferensi pribadi.

    Kaos

    Kaos adalah salah satu jenis pakaian yang bisa diperlakukan seperti itu. Kaos dapat digantung, dilipat, atau ditumpuk, dan menggantungnya pasti mengurangi kemungkinan kerutan.

    Namun, sebagian besar kaos modern mengandung serat elastis seperti Lycra, sehingga mereka cenderung tidak mudah kusut, termasuk saat dilipat. Jika kamu memilih untuk menggantung kaos, pastikan menggunakan gantungan yang tepat.

    Kamu direkomendasikan untuk memakai gantungan yang empuk. Pilihan yang lebih lembut dan lebar dapat membantu mencegah distorsi yang mungkin terjadi akibat gantungan yang sempit.

    Jeans

    Jeans adalah salah satu pakaian paling fleksibel di lemari pakaian kamu, hal ini sangat relevan ketika harus menyimpannya. Jeans adalah celana yang paling mudah dilipat karena biasanya lebih tebal dan akan mempertahankan bentuknya.

    Tentu saja, beberapa orang lebih suka menggantungnya. Jika demikian, melipatkannya di gantungan adalah cara terbaik.

    Syal

    Jika kamu memiliki koleksi syal, kamu dapat melipat syal, menggulung, atau menggantungnya. Meskipun ada berbagai cara untuk menyimpan syal, ukuran syal sering kali menjadi faktor penentu apakah sebaiknya dilipat atau digantung.

    Syal yang lebih besar, yang berfungsi sebagai selendang, sebaiknya dilipat karena lebih praktis untuk barang sebesar itu. Syal yang lebih kecil, yang dikenakan di leher, dapat dilipat dan disimpan di laci atau wadah, serta bisa juga digantung di gantungan syal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Kutu Putih agar Tidak Merusak Tanaman


    Jakarta

    Kutu putih adalah hama yang tidak sulit ditemukan pada tanaman. Tanaman yang terinfeksi serangga ini bisa menjadi rusak, pertumbuhannya terhambat, bahkan mati.

    Kutu putih menyebabkan kerusakan tanaman dengan menghisap sari inangnya. Akibatnya, muncul residu putih pada bagian tanaman tertentu.

    Serangan serangga ini harus dihentikan agar tanaman tidak semakin rusak. Berikut cara mengusir kutu putih pada tanaman.


    Cara Basmi Kutu Putih pada Tanaman

    Dilansir laman The Spruce dan Martha Stewart, berikut sederet cara mengusir kutu putih di tanaman dan mencegahnya kembali:

    1. Siram Kutu Putih

    Jika menghadapi serangan ringan kutu putih, detikers dapat menyiram tanaman dengan air untuk menyingkirkannya. Bagian tanaman yang terserang dapat diletakkan di bawah pancuran air keran. Pastikan menyiram bagian atas dan bawah tanaman atau daun yang terinfeksi.

    Cara ini hanya dapat membasmi kutu putih secara sementara. Lakukan cara ini setiap kali kutu putih kembali.

    2. Semprotkan Cairan DIY

    Cairan dengan bahan bawang bombay, bawang putih, dan bubuk cabai rawit dapat dimanfaatkan untuk mengusir kutu putih. Bahan-bahan ini dihaluskan dengan blender hingga konsistensinya menjadi pasta dan tambahkan air sekitar 1 liter. Selanjutnya campuran didiamkan selama 1 jam.

    Setelah itu, larutan disaring dengan kain tipis dan ditambahkan sabun cuci piring cair kemudian diaduk rata. Cairan ini dapat dimasukkan ke dalam botol untuk disemprotkan ke bagian tanaman yang terserang kutu putih.

    Ulangi proses penyemprotan setelah beberapa hari sesuai kebutuhan. Larutan DIY (do-it-yourself) atau buatan sendiri ini dapat disimpan dalam kulkas dan bertahan hingga 1 minggu.

    3. Semprotkan Larutan Minyak Nimba

    Minyak nimba termasuk insektisida organik yang efektif membasmi kutu putih. Untuk memanfaatkannya, campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air. Campuran diaduk rata dan dimasukkan ke dalam botol semprot.

    Larutan minyak nimba ini dapat disemprotkan ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Serangga itu tidak terlalu aktif pada waktu tersebut.

    Zat alami dalam minyak nimba bisa memengaruhi kemampuan makan, pertumbuhan, dan perkembangan kutu putih. Ulangi menyemprotkan cairan minyak nimba setelah 1-2 minggu jika serangan kutu putih masih berlanjut.

    4. Sebarkan Serangga Predator

    Sejumlah serangga dapat membunuh kutu putih secara alami, antara lain tawon parasitoid (Leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri. Apabila tanaman yang terletak di halaman atau rumah kaca terserang kutu putih, menyebarkan serangga-serangga tersebut termasuk alternatif cara membasminya.

    Cara ini termasuk alami, tapi membutuhkan waktu cukup lama. Cara ini juga tidak direkomendasikan untuk serangan kutu putih yang parah.

    5. Pangkas Sebagian Tanaman

    Jika terinfeksi kutu putih cukup berat, bagian tanaman yang terserang dapat dipangkas. Setelah itu, buang potongannya tersebut segera karena kutu putih dapat mengenai bagian tanaman lain. Cara ini termasuk cara bagus untuk membasmi kasus serangan kutu putih tanaman yang parah.

    Penyebab Kutu Putih pada Tanaman

    Serangan kutu putih pada tanaman dapat terjadi karena serangga tersebut tertarik dengan:

    • Tanaman yang kaya akan sari buah seperti pohon jeruk dan mangga. Tanaman ini dapat menjadi bahan makanan kutu putih.
    • Tanaman dengan kadar nitrogen tinggi dan pertumbuhannya lunak.

    Menyiram dan memberi pupuk terlalu banyak dapat memunculkan kutu putih pada tanaman. Infeksi kutu putih dapat menyebar ke tanaman lain. Karenanya, jauhkan tanaman yang terserang dari tanaman lain.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com