Tag: masjid masjid

  • 3 Lokasi Rumah yang Baik dan Berkah Menurut Ajaran Islam


    Jakarta

    Saat hendak membeli rumah, kamu pasti harus menentukan lokasinya. Biasanya kriteria lokasi rumah yang paling banyak diincar adalah akses yang mudah, dekat dengan tempat kerja, jauh dari sumber bahaya seperti lokasi banjir, tebing curam, atau pinggiran kali.

    Dalam Islam juga diajarkan cara memilih posisi rumah yang baik. Tujuannya bukan hanya untuk keselamatan pemilik rumah, melainkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Bagi kamu seorang Muslim dan berencana membeli atau membangun rumah, dilansir situs Learn Islam, berikut cara menentukan lokasi rumah yang baik dalam Islam.


    1. Berada di Kawasan yang Bersih dan Nyaman

    Pertama, pilih lokasi yang bersih dan nyaman. Maksudnya adalah hindari tempat-tempat di mana kotoran berkumpul, misalnya dekat TPA, bantaran kali penuh sampah, atau selokan yang berbau. Rumah yang jauh dari tempat kotor dan bau membuat penghuninya nyaman, sehat, dan khyusuk dalam beribadah.

    2. Rumah Dekat dengan Masjid

    Masjid adalah rumah ibadah bagi umat muslim. Rumah yang berada di dekat Masjid, memudahkan muslim yang ingin beribadah ke Masjid. Mereka bisa menghemat waktu ketika ingin ikut kajian atau sekadar membaca Al-Quran di Masjid. Manfaat lainnya dengan punya rumah dekat dengan masjid adalah memudahkan silaturahmi antar tetangga dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.

    3. Jauhi Tempat Maksiat

    Lingkungan mempengaruhi kebiasaan dan sifat seseorang. Dalam Islam diajarkan agar sesesorang terhindar dari perbuatan maksiat termasuk lokasi atau tempat di mana maksiat mudah dilakukan. Tempat-tempat maksiat yang dimaksud contohnya adalah klub malam, tempat perjudian, dan juga tempat prostitusi. Hal ini bertujuan untuk menjaga diri dan keluarga dari pengaruh negatif yang dapat mempengaruhi perilaku dan moral mereka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah, Termasuk Bangun Masjid



    Jakarta

    Periode dakwah Rasulullah SAW terbagi menjadi dua periode yakni Makkah dan Madinah. Selama di Madinah, ada strategi dakwah yang dilancarkan Rasulullah SAW.

    Sejatinya, Rasulullah SAW melakukan hijrah ke Madinah dilandasi dengan beberapa alasan. Salah satunya adalah bahwa penduduk Madinah lebih terbuka terhadap Islam.

    Namun, dengan keterbukaan ini tidak serta-merta membuat dakwah Rasulullah SAW berjalan mudah yang membuat Rasulullah SAW harus melancarkan sejumlah strategi. Dikutip melalui buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas X karya Abu Achmadi dan Sungars berikut ini merupakan strategi dakwah Rasulullah di Madinah.


    4 Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah

    1. Mempersatukan Dua Umat

    Mempersatukan dua umat yang penting pada awal masa hijrah yaitu Kaum Muhajirin dengan Kaum Anshar. Hal ini dilakukan agar kedua umat ini dapat terikat dengan kuat dan tidak ada unsur kesukuan kecuali atas nama Islam semata.

    2. Mengembangkan Pendidikan

    Mengembangkan pendidikan dan akar dakwah. Dalam melakukan strategi dakwah, Rasulullah SAW membutuhkan orang-orang yang juga pandai membaca dan menulis.

    Selain itu, diperlukan pemahaman juga oleh orang-orang tersebut akan agama Islam itu sendiri. Oleh karena itu, dibuatlah beberapa rincian dalam strategi ini, yaitu:

    • Menggunakan orang-orang yang pandai membaca dan menulis. hal ini dilakukan untuk produksi dan penyebaran ayat-ayat Al-Qur’an dengan cepat.
    • Menyebarkan Islam yang dilandasi ajaran dunia seperti hukum, ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan yang berlandaskan ayat-ayat Al-Qur’an
    • Rasulullah menjadi suri tauladan dengan menjadi Al-Qur’an berjalan. Artinya, setiap pelajaran langsung dapat diambil dari perilaku dan keteladanan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Hal ini membuat dakwah yang dilakukan Rasulullah SAW dapat masuk ke hati masyarakat nonmuslim dengan cepat dan damai.

    3. Membangun Masjid

    Masjid menjadi objek vital bagi penyebaran islam oleh Rasulullah SAW. Hal inilah yang juga menjadi perhatian baginya saat berdakwah di Madinah.

    Rasulullah SAW mendirikan masjid di atas tanah tempat penjemuran kurma milik Sahal bin Suhail bin Amr. Tujuan membangun masjid ini adalah sebagai tempat ibadah, pendidikan, berunding, konsultasi masyarakat, dan pembahasan strategi dakwah.

    4. Bangun Kekuatan Politik

    Rasulullah SAW berani dan bisa menyatukan golongan Yahudi dari berbagai bani, yaitu Bani Qainuqa, bani Quraidah, dan Bani Nadir. Rasulullah SAW membentuk perjanjian yang membuat kerukunan dan fungsi masyarakat Madinah secara umum tetap berjalan.

    Sebagai informasi tambahan, berikut adalah inti dari isi perjanjian yang dikenal sebagai Piagam Madinah.

    a. Kaum Yahudi bersama muslim wajib turut serta dalam peperangan untuk mempertahankan Madinah.

    b. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama adilnya dengan muslim.

    c. Kaum Yahudi tetap dengan agama Yahudi mereka dan demikian pula dengan kaum muslim, artinya bisa hidup berdampingan tanpa saling merusuh satu dengan lain.

    d. Semua kaum Yahudi yang berasal dari semua suku serta kabilah di Madinah diperlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.

    e. Kaum Yahudi dan muslim harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kezaliman, sama seperti peradaban yang baik pada umumnya,

    f. Semua penduduk Madinah akan dijamin bersama keselamatannya, hal ini mendapat pengecualian bagi orang yang berbuat jahat.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com