Tag: material

  • Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk? Ini Perbandingannya



    Jakarta

    Saat memilih perlengkapan untuk hunian, urusan toilet tidak bisa dianggap sepele. Toilet sangat penting karena digunakan untuk buang hajat para penghuni rumah dan tamu yang datang.

    Di Indonesia, toilet jongkok masih banyak ditemukan, sementara toilet duduk makin populer seiring hadirnya hunian modern. Lalu, mana yang lebih tepat untuk rumah Anda? Simak perbandingannya.

    Toilet Jongkok

    Asia, Turkey, Istanbul Area, 2017: View Of Toilet In Turkish RestaurantToilet jongkok. Foto: Getty Images/Kypros

    Dilansir dari laman Bladder & Bowel UK, Minggu (2/11/2025), posisi jongkok dinilai mendukung proses buang air besar lebih alami. Hal ini sejalan dengan kebiasaan banyak orang Asia yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok.


    Toilet jongkok cenderung tidak membutuhkan banyak ruang, cocok untuk kamar mandi kecil dan area servis seperti kamar mandi ART. Bentuknya sederhana dan menyatu dengan lantai, membuat ruangan lebih efisien.

    Secara struktur, toilet jongkok lebih sederhana sehingga cenderung membutuhkan perawatan lebih minim. Namun karena lantai cenderung basah, kebersihan material lantai perlu diperhatikan agar tidak licin.

    Toilet Duduk

    Ilustrasi ToiletIlustrasi Toilet Duduk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Dilansir dari Teaching Nomad, toilet duduk dinilai lebih ramah untuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil karena tidak perlu tenaga ekstra untuk berjongkok. Tak heran, toilet duduk banyak digunakan di rumah modern, apartemen, dan hotel.

    Penggunaan toilet duduk menghadirkan tampilan lebih modern pada hunian. Dilansir dari Architectural Digest, tren kamar mandi saat ini menonjolkan desain minimalis dan compact yang kerap dipadukan dengan toilet duduk untuk kesan bersih dan rapi.

    Untuk toilet duduk, perhatian lebih dibutuhkan pada bagian dudukan dan engsel. Dilansir dari Martha Stewart, pembersihan rutin dengan cairan lembut dan lap microfiber disarankan demi menjaga ketahanan porselen dan kebersihan permukaan.

    Perlu diingat, penggunaan toilet jongkok atau duduk tergantung pada kebutuhan masing-masing penghuni rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 3 Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu, Lebih Bersih dan Sehat!


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan secara berkala agar rumah jadi lebih bersih, sehingga bebas dari debu dan kotoran yang dapat memengaruhi kesehatan.

    Namun, debu dan kotoran terkadang bisa muncul dengan cepat sehingga mengotori rumah lagi. Padahal, kamu baru saja membersihkan rumah beberapa jam sebelumnya.

    Meski debu dapat dibersihkan, tapi proses pembersihannya dapat memakan waktu dan menghabiskan tenaga. Hati juga menjadi jengkel karena debu yang kembali muncul terus-menerus.


    Sebenarnya, ada sejumlah tips agar rumah bebas debu meski sudah dibersihkan. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu

    Sejumlah pakar kebersihan membeberkan beberapa tips sederhana agar rumah bebas dari debu, bahkan hingga berminggu-minggu. Dilansir situs The Spruce, Kamis (13/11/2025), berikut tipsnya:

    1. Bersihkan Debu Pakai Kain Lembap

    Debu yang menempel di permukaan meja, lemari, karpet, atau perabotan rumah bisa dibersihkan pakai vacuum cleaner atau kemoceng. Namun, cara ini belum efektif mengangkat partikel debu secara menyeluruh.

    Pakar kebersihan dari Filthy Clean Bree Uebergang menyarankan penggunaan kain lembap untuk mengatasi debu. Jika material rentan tergores maka disarankan pakai kain microfiber yang halus.

    “Menyedot debu hanya akan mengangkat sebagian partikel-partikel debu. Pakai kain lap lembap dengan cara melipatnya menjadi empat bagian, lalu balikkan ke sisi yang bersih saat Anda mengelapnya,” ujarnya.

    2. Bersihkan Perabotan dari Sisi Atas ke Bawah

    Banyak pemilik rumah yang mengeluh karena masih ditemukan banyak debu meski sudah dibersihkan. Masalah ini bisa terjadi karena teknik membersihkan yang kurang tepat.

    Pakar kebersihan Marla Mock mengatakan cara yang tepat membersihkan debu di rumah yakni dari atas ke bawah. Sebagai contoh, bersihkan dulu bagian atas lemari, baru setelah itu mengelap debu di bagian dalam dan bawah lemari.

    Teknik bersih-bersih ini juga bisa dilakukan dengan membersihkan bagian langit-langit dan kipas angin gantung terlebih dulu, lalu perlahan turun ke jendela, dan terakhir ke area lantai.

    “Ingat, gravitasi sangat memengaruhi proses bersih-bersih di rumah,” ungkap Mock.

    3. Cuci Kain Secara Berkala

    Mock mengatakan debu dapat terus muncul karena kain yang ada di rumah jarang dibersihkan, seperti kain seprai, kain selimut, hingga gorden. Semakin kotor kain tersebut maka bisa muncul tungau debu yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan.

    “Debu dan tungau dapat terperangkap di seprai, gorden, dan kain lainnya di rumah,” ungkapnya.

    Mock menganjurkan untuk rutin mencuci kain setiap seminggu sekali dengan menggunakan air panas. Khusus gorden dapat dicuci setiap sebulan sekali.

    “Cuci kain seprai dengan air panas dengan suhu minimal 54 derajat Celcius untuk membunuh tungau debu,” pungkas Mock.

    Demikian tiga tips sederhana agar rumah bebas debu menurut sejumlah pakar kebersihan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Estimasi Biaya Renovasi Atap Rumah Pakai Baja Ringan


    Jakarta

    Atap rumah menjadi bagian yang penting pada sebuah rumah. Sebab, bagian atap melindungi bagian dalam rumah dari cuaca panas, hujan, maupun berangin.

    Sering kali atap rumah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Tentunya jika terjadi diperlukan perbaikan atau bahkan renovasi atap.

    Kira-kira berapa ya biaya renovasi atap rumah pakai baja ringan?


    Estimasi Biaya Renovasi Atap Pakai Baja Ringan

    Sebagai contoh, kamu memiliki rumah tipe 60 dan ingin memasang rangka atap baja ringan dengan genteng metal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung luas atap rumah terlebih dahulu.

    Luas rumah: 10 x 6 m
    Oversteck atau kelebihan atap dari dinding luar: 60 cm = 0,6 m
    Kemiringan sudut: 30 derajat

    Luas atap rumah (LAR): panjang x lebar/cosinus derajat kemiringan atap
    = (10 m + Oversteck kanan dan kiri) x (6 m + Oversteck depan dan belakang) / cosinus 30 derajat

    = (10 + 1,2) x (6 + 1,2) / 0,866
    = 11,2 x 7,2 / 0,866
    = 93,11 m2

    Jika harga baja ringan setebal 1 mm adalah Rp 150.000/m2 dan harga genteng metal Rp 100.000/m2, maka total biaya atap baja ringan adalah:

    (LAR x harga baja ringan per m2) + (LAR x harga penutup atap per m2)
    = (93,11 x Rp 150.000) + (93,11 x Rp 100.000)
    = Rp 13.966.500 + Rp 9.311.000 = Rp 23.277.500

    Sebagai informasi, perhitungan tersebut hanyalah sebuah estimasi saja. Harga material bangunan dan jasa tukang di setiap daerah berbeda. Biaya tersebut juga di luar biaya bongkar atap.

    Tentunya penggunaan baja ringan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasi kelebihan dan kekurangan baja ringan berdasarkan catatan detikcom.

    Kelebihan Baja Ringan

    Harga baja ringan memang cenderung lebih mahal daripada material lainnya, tetapi ia memiliki berbagai kelebihan, antara lain sebagai berikut:

    1. Memiliki Daktilitas yang Baik

    Daktilitas merupakan sifat baja yang tidak hancur setelah mengalami deformasi yang besar. Berbeda dengan baja konvensional atau kayu yang bisa langsung hancur dan patah saat diberikan beban tiba-tiba (beban kejut), baja ringan sanggup menahan beban beran tanpa menyebabkan kerusakan.

    2. Kekuatannya Bagus Tapi Ringan

    Salah satu yang istimewa dari bawa ringan adalah kuat tapi tetap ringan. Tentunya hal ini dapat membuat proses pemasangan jadi lebih efisien. Selain itu, baja ringan memiliki potensi penyebab kematian yang cukup kecil.

    3. Tahan Karat

    Material baja ringan tahan karat sehingga tidak perlu melakukan finishing cat. Setelah dibongkar, baja ringan bisa dimanfaatkan kembali dan di daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

    4. Tahan Lama

    Salah satu kelebihan paling menarik dari baja ringan adalah awet karena tidak akan dimakan rayap. Jadi, tidak perlu khawatir kalau atap rumah akan rapuh atau keropos. Walaupun harga baja ringan sedikit lebih mahal dibanding rangka bahan lain, tapi biaya perawatannya lebih murah.

    Kekurangan Baja Ringan

    Kekurangan baja ringan yang perlu kamu perhatikan yaitu sebagai berikut.

    1. Mudah Goyang Terbawa Angin

    Bobotnya yang ringan ternyata bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Baja ringan bisa saja terbawa angin jika tidak dipasang dengan benar.

    2. Harganya Mahal

    Tak dapat dipungkiri, harga material baja ringan masih termasuk mahal. Namun, baja ringan lebih ramah lingkungan dibandingkan material kayu. Selain itu, dengan segala kelebihan yang dimiliki, wajar saja jika harganya lebih mahal.

    3. Kurang Estetis

    Jika ingin membuat atas dengan model terekspos, menggunakan rangka baja ringan mungkin bukan pilihan yang tepat. Berbeda dengan kayu yang memiliki nilai estetika, rangka atap baja ringan akan terlihat berantakan.

    Semoga bermanfaat ya informasinya, detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Kelebihan, Kekurangan, dan Bedanya dengan Bata Merah


    Jakarta

    Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi bahan bangunan semakin berkembang. Salah satu inovasi terbaru dalam dunia konstruksi modern adalah material bata ringan. Sesuai namanya, bata ringan atau bata hebel memiliki bobot berat yang lebih rendah dibandingkan bata merah biasa.

    Meskipun ringan, jenis bata ini memiliki kekuatan struktural dan keunggulan lainnya yang tak kalah bagus dari material bata konvensional. Dalam artikel ini, detikProperti akan mengulas lebih lanjut mengenai bata ringan beserta kelebihan dan kekurangannya.


    Mengenal Bahan Bata Ringan

    Dilansir dari laman Loftybuildinggroup, bata hebel merupakan beton ringan aerasi (Autoclaved Aerated Concrete) yang terbuat dari bahan-bahan berupa pasir, semen, kapur, dan gypsum. Bata ringan umumnya tersedia dalam bentuk balok atau panel, dan dapat dikatakan sebagai salah satu bahan bangunan serbaguna yang kuat. Satu panel standar bata hebel diketahui setara dengan ukuran 75 batu bata merah biasa. Oleh karena itu, bata ringan bisa menjadi pilihan material yang tepat untuk konstruksi dinding luar rumah.

    Kelebihan Bata Ringan

    Bata ringan banyak digunakan untuk rumah modern karena keunggulan dan nilai ekonomisnya. Mengutip dari laman Carlislehomes dan Langdonbuilding, berikut sejumlah kelebihan yang ditawarkan oleh bahan bata ringan:

    1. Kokoh dan Tahan Lama

    Bata ringan rupanya mempunyai kekuatan dan daya tahan yang tak kalah baik dibanding bata konvensional. Pasalnya, pada panel bata ringan terdapat tulangan baja dengan lapisan anti-korosi yang membantu memaksimalkan kekuatan dan daya tahan material bata.

    2. Ramah Lingkungan

    Dalam membangun rumah, dampak terhadap lingkungan sekitar juga penting untuk dipertimbangkan. Untuk itu, bata ringan hadir sebagai terobosan material bangunan yang ramah lingkungan. Dari segi bahan dan pembuatannya, bata ringan diproduksi dengan menggunakan bahan baku dan energi yang lebih sedikit dari bata biasa. Limbah hingga uap dari proses pembuatan bata hebel didaur ulang, sehingga gas rumah kaca yang dihasilkan pun minim.

    3. Mereduksi Suara

    Bata ringan bisa menjadi pilihan material bangunan yang tepat untuk membangun rumah yang kedap suara. Pasalnya, jenis bata ini mampu mengurangi transmisi suara dari luar, sehingga kamu nggak akan terganggu dengan segala kebisingan suara jalanan atau rumah tetangga. Karena kemampuannya dalam meredam suara, penggunaan bata ringan direkomendasikan untuk rumah bertingkat, rumah di pinggir jalan, atau rumah di daerah suburban yang letaknya saling berdekatan.

    4. Efisiensi Energi

    Keunggulan berikutnya dari penggunaan bahan bata ringan adalah jenis bata ini memiliki efisiensi energi yang baik. Hal ini karena bata hebel dirancang dengan kemampuan isolasi termal yang efektif untuk menjaga suhu rumah tetap sejuk, bahkan dalam kondisi musim panas sekalipun. Secara tidak langsung, penggunaan bata ringan juga membantu mengurangi biaya pemanasan atau pendinginan.

    5. Pemasangannya yang Cepat

    Bobot berat bata hebel yang lebih ringan dibanding bata merah konvensional tentunya membuat proses pemasangan bata hebel lebih cepat dan mudah. Apabila dikerjakan oleh tenaga ahli berpengalaman, pemasangan bata ringan untuk rumah diperkirakan hanya membutuhkan waktu tiga hari saja.

    6. Tahan Api

    Kelebihan lainnya dari bata ringan adalah jenis bata ini bersifat tahan api dan tidak mudah terbakar, sehingga cocok digunakan untuk rumah di area yang rawan terjadi kebakaran hutan. Material bata hebel sendiri juga sudah memenuhi persyaratan untuk enam kategori tingkat serangan kebakaran hutan atau Bushfire Attack Level (BAL) dan teruji oleh CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization).

    Kekurangan Bata Ringan

    Di balik kelebihannya, bata ringan tetap memiliki beberapa kekurangan. Dikutip dari buku Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Material oleh Yusep Arif Kamaludin dan buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, kekurangan bata hebel adalah sebagai berikut:

    • Harganya relatif lebih mahal dibanding batako tras.
    • Memerlukan tenaga ahli yang dapat memasang bata hebel dengan baik.
    • Karena dijual per 1 meter kubik, jenis bata ini hanya tersedia di toko material besar.
    • Rentan retak dan lapuk.
    • Dinding mudah dilubangi karena terdapat lubang pada bagian sisi dalam bata.

    Perbedaan Bata Ringan dan Bata Merah

    Detikers mungkin bertanya-tanya, apa bedanya antara bata ringan dan bata merah biasa? Dilansir dari situs Buildpilot, berikut rincian perbedaan bahan bata ringan dan batako:

    1. Komposisi dan Karakteristik

    • Bata ringan: Memiliki bobot yang lebih ringan dan kemampuan isolasi termal yang baik untuk menjaga suhu dalam ruangan.
    • Bata merah: Tahan terhadap cuaca ekstrem apabila dirawat dan dipasang dengan tepat.

    2. Harga

    • Bata ringan: Karena kualitas isolasi dan kemudahan pemasangannya, harga bata ringan cenderung lebih tinggi.
    • Bata merah: Lebih terjangkau dari segi harga. Namun, memerlukan tambahan biaya untuk perawatannya.

    3. Daya Tahan dan Masa Pakai

    • Bata ringan: Relatif awet dan mempunyai ketahanan yang baik terhadap elemen cuaca seperti rayap, jamur, dan kelembaban.
    • Bata merah: Meskipun tahan api, bata merah cenderung rentan lembab dan retak seiring waktu.

    4. Dampak Terhadap Lingkungan

    • Bata ringan: Proses produksinya melibatkan konsumsi sumber daya dan emisi karbon yang minim, sehingga ramah lingkungan.
    • Bata merah: Proses produksinya lebih boros, karena memerlukan energi dan sumber daya yang besar.

    5. Proses Pemasangan

    • Bata ringan: Sifatnya yang ringan membuat jenis bata ini relatif lebih cepat dan mudah untuk dipasang.
    • Bata merah: Proses pemasangannya membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga ahli yang terampil.

    Pada akhirnya, baik bata hebel ataupun bata merah mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Pemilihan material bahan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi dan budget yang dimiliki.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Rekomendasi Material Lantai Carport, dari Paving Block sampai Batu Andesit


    Jakarta

    Dalam merancang eksterior rumah, carport menjadi salah satu elemen penting yang tak boleh diabaikan. Tak hanya sebagai tempat parkir kendaraan, carport juga berfungsi sebagai area transisi antara bagian luar dan dalam rumah.

    Salah satu aspek yang harus diperhatikan ketika membangun carport adalah material lantainya. Pemilihan material carport dapat berperan dalam aspek keamanan dan kenyamanan dalam penggunaannya.

    8 Material Lantai Carport

    Beberapa material yang dapat dipilih untuk menjadi lantai carport yaitu paving block, batu koral, beton, keramik, hingga batu andesit.


    1. Paving Block

    Rekomendasi lantai carport selanjutnya adalah paving block. Menurut buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, pemasangan paving block mudah dilakukan, mudah diangkat, atau dipindahkan.

    2. Paving Block dan Rumput

    Perpaduan paving block dan rumput juga bisa jadi pilihan. Menurut buku Ragam Desain Interior Pilihan oleh Hendi Anwar, S.T., rumput akan memberikan kesan sejuk, sehingga memberi kenyamanan pada bangunan. Selain itu penempatan rumput pada carport dapat menjadi daerah penyerapan air.

    3. Batu Koral Sikat

    Perpaduan batu koral sikat dan keramik dapat membuat area carport menjadi lebih unik dan artistik. Lantai koral sikat dibuat dari jenis batuan koral, seperti batu lampung atau batu alor berukuran diameter 1-4 cm. Cara pemasangan lantai batu koral sama dengan pemasangan keramik atau lantai tegel abu-abu.

    4. Batu Alor Hitam

    Batu alorBatu alor Foto: Batu alor (buku Kreasi Unik Batu Alam oleh Solehuddin)

    Kolaborasi batu alor hitam dengan keramik begitu menarik. Kamu bisa memakan batu dengan keramik abu-abu dan putih. Menurut buku Kreasi Unik Batu Alam oleh Solehuddin, pola pemasangan ini cocok digunakan untuk rumah bergaya minimalis.

    5. Ubin Porselen

    Ubin porselen dapat digunakan sebagai lantai carport. Mengutip situs Family Handyman, ubin porselen merupakan bahan yang tahan lama serta dapat bertahan terhadap berbagai macam kerusakan.

    Namun, ubin harus diletakkan di permukaan yang benar-benar datar dan kering. Untuk daya tahan ekstra, kamu bisa menggunakan nat epoksi, alternatif yang lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis semen standar.

    6. Beton

    Beton merupakan bahan yang kuat dan kokoh. Bahan ini bisa digunakan sebagai lantai carport. Menurut laman BTN Property, beton mampu menahan beban kendaraan, seperti mobil dan motor, sehingga lantai carport bisa tahan lama.

    7. Keramik Marmer

    Marmer memiliki ketebalan yang baik. Untuk menjadikan keramik marmer menjadi lantai carport, dirasaranan untuk memilih tekstur yang lebih kasar.

    8. Batu Andesit

    Menurut situs jual beli rumah, Rumah123, batu andesit mempunyai tekstur yang keras, tahan cuaca dan perubahan suhu. Jika dilihat dari segi desainnya, carport dengan andesit mempunyai motif yang cukup simpel, namun cocok untuk rumah minimalis..

    Itulah beberapa material yang cocok untuk digunakan sebagai lantai carport. Kamu tertarik untuk menggunakan salah satunya?

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Estimasi Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai dan Cara Menghitungnya


    Jakarta

    Sebelum merenovasi rumah, satu hal yang paling penting diketahui adalah masalah biaya. Secara umum, biaya bisa dihitung dengan perkiraan per meter persegi, meski hasilnya terkadang lebih atau kurang.

    Jika Anda mau merenovasi rumah 2 lantai, berapakah biayanya? Simak dulu perkiraan biaya renovasi, faktor yang mempengaruhi, dan cara menghitung yang lebih rinci.

    Perkiraan Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai

    Di bawah ini adalah perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai berdasarkan kualitasnya. Renovasi rumah bisa disesuaikan dengan memakai material sederhana, standar, dan bagus.


    Sebagai contoh, kita akan menggunakan ukuran rumah tipe 36 m2. Berikut ini perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai yang dilansir dari situs developer nasional:

    1. Sederhana

    Dengan spesifikasi material sederhana, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 160 juta hingga Rp 200 juta. Material yang digunakan antara lain batu kali, bata merah, eternit, genteng tanah liat, dan keramik standar.

    2. Standar

    Dengan spesifikasi material standar, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 200 juta hingga Rp 235 juta. Material yang digunakan adalah bata yang berkualitas tinggi, rangka hollow dengan gipsum, genteng tanah liat kualitas nomor satu, dan keramik dengan ukuran lebih besar.

    3. Bagus

    Dengan spesifikasi material bagus, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 235 juta hingga Rp 300 juta. Material yang digunakan berkualitas premium seperti campuran semen dan pasir yang lebih kental, keramik berukuran besar, genteng berkualitas premium, serta tambahan lis dan detail interior.

    Faktor yang Berdampak pada Biaya

    Biaya renovasi tentu bisa berbeda-beda tergantung banyak faktor. Berikut ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi:

    1. Luas Bangunan

    Yang paling berpengaruh dalam menghitung biaya renovasi adalah luas bangunan. Semakin luas bangunan, maka semakin besar pula biaya per meternya. Hal ini karena biaya material yang bertambah dan biaya tukang yang semakin besar.

    2. Lokasi

    Lokasi bangunan juga menjadi faktor yang mempengaruhi biaya. Hal ini terutama mempengaruhi biaya tukang. Di perkotaan, biaya tukang bisa lebih tinggi daripada di pedesaan.

    3. Spesifikasi Material

    Jenis material sangat beragam dan harganya juga bervariasi. Sebagai contoh, lantai ada yang menggunakan keramik biasa, keramik motif, granit, atau marmer.

    4. Biaya Lain-lain

    Faktor lain yang harus diperhatikan adalah biaya-biaya lain, seperti biaya administrasi, biaya perizinan, biaya transportasi, biaya jasa arsitek, dan biaya notaris.

    Cara Menghitung Rincian Biaya

    Dikutip dari situs Brighton, berikut ini cara menghitung biaya renovasi 2 lantai dengan rinci:

    1. Hitung Luas Bangunan

    Pertama, hitunglah luas bangunan terlebih dahulu. Apakah seluruh luas tanah akan dibuat bangunan, atau akan disisakan untuk taman atau carport. Kemudian hitung juga apakah lantai atas akan berukuran sama dengan bawah.

    Contoh: Luas lantai bawah 36 m2, kemudian luas lantai atas 18 m2, maka keduanya harus dijumlahkan, yakni menjadi 54 m2.

    2. Buat Rincian Kebutuhan Material

    Hitung rincian kebutuhan material yang akan digunakan. Cek harga terbaru di toko bangunan. Masing-masing jenis material harus dihitung sendiri-sendiri.

    Contoh: Keramik dihitung 54 m2 dikalikan harga per meter persegi. Kemudian harga besi dan baja, kayu, cat, beton, dan sebagainya.

    3. Hitung Biaya Tukang

    Biaya tukang tidak kalah besar dibandingkan material. Untuk mengerjakan rumah 2 lantai berukuran 150 meter persegi, setidaknya akan selesai sekitar 6 bulan.

    Kamu bisa menghitung rinci dengan membedakan biaya tukang dan mandor. Atau secara sederhana hitunglah secara rata-rata. Misalnya satu orang dihitung Rp 100 ribu dan membutuhkan 10 tukang, maka dalam sehari membutuhkan Rp 1 juta. Dalam 6 bulan maka membutuhkan Rp 180 juta.

    4. Siapkan Dana Lebih

    Hitung juga biaya lain-lain, karena terkadang perhitungan akan meleset. Siapkan dana lebih untuk antisipasi, hitung juga dana konsumsi tukang jika dibutuhkan. Siapkan juga ketika terjadi kerusakan material dalam proses pengerjaan.

    Itulah tadi perkiraan biaya renovasi rumah dua lantai, lengkap dengan faktor yang memengaruhi, dan cara menghitungnya. Detikers bisa menerapkan cara ini dan mulai menghitung kebutuhan dana renovasi rumah dua lantai dengan tepat.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Daftar Harga Atap Genteng Berdasarkan Jenisnya Tahun 2024


    Jakarta

    Atap rumah merupakan salah satu komponen utama dari bangunan rumah karena melindungi penghuninya dari berbagai kondisi cuaca. Atap ini dibuat dengan membangun rangka, lalu disusun banyak genteng.

    Nah, ada beragam jenis genteng yang bisa kamu gunakan untuk membuat atap rumah. Setiap jenis terbuat dari material yang memiliki karakteristik dan harga yang berbeda.

    Apa saja ya jenis-jenis material atap genteng dan berapa harga satuannya? Yuk, cek daftar harga tahun 2024 berikut ini, dikutip dari Lamudi, Jumat (5/7/2024).


    Jenis-jenis Atap Genteng

    1. Genteng Beton

    Genteng beton terbuat dari campuran kerikil pasir dan semen. Bobot genteng ini sangat berat, sehingga membutuhkan rangka atap yang kuat untuk menopangnya. Namun, genteng beton memiliki daya tahan yang cukup kuat dan tidak mudah goyang.

    Harga: Rp 8.000-12.500/pcs

    2. Genteng Kaca

    Genteng kaca memiliki model transparan, sehingga memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam rumah. Kekurangan jenis genteng ini tentunya dari bahannya yang rentan pecah.

    Harga: Rp 45.000-60.000/pcs

    3. Genteng Keramik

    Genteng keramik merupakan salah satu jenis genteng yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Jenis genteng ini memiliki daya tahan yang cukup bagus.

    Harga: Rp 10.000-13.500/pcs

    4. Genteng Aspal

    Genteng aspal memiliki bobot paling ringan dibandingkan jenis genteng lainnya. Daya tahannya cukup bagus karena tahan api dan tekanan angin. Selain itu, genteng aspal juga terbilang cukup mudah untuk dipasang.

    Harga: Rp 150.000-175.000

    5. Genteng Metal

    Genteng metal terbuat dari bahan metal dan logam dengan ketebalan sekitar 0,3 mm. Genteng ini memiliki ukuran yang cukup lebar, yakni berkisar 60-120 cm. Lalu, pemasangan genteng metal juga cukup mudah dan ringan.

    Harga: Rp 67.000-135.000

    6. Genteng Asbes

    Genteng asbes adalah jenis atap rumah yang termurah dibandingkan yang lainnya. Genteng ini juga cukup ringan dan mudah dipasang karena tidak perlu konstruksi khusus sebagai penopang. Namun, genteng asbes tidak cukup kuat untuk menahan beban.

    Harga: Rp 44.000-93.000

    Itulah jenis-jenis atap genteng beserta harganya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Untung Rugi Atap Genteng Sesuai Materialnya, Mana yang Paling Bagus?


    Jakarta

    Atap genteng berfungsi untuk melindungi penghuni rumah dari kondisi cuaca, mulai dari panasnya sinar matahari hingga hujan deras. Atap ini bisa terbuat dari berbagai jenis material genteng sesuai kebutuhan dan kemampuan pemiliknya.

    Namun, jangan sembarangan pilih material genteng karena setiap jenis mempunyai karakteristiknya masing-masing.

    Lantas, ada apa saja jenis atap genteng yang bisa kita gunakan? Apa kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyebutkan ada beberapa tipe material genteng, di antaranya beton, keramik, tanah liat, dan metal. Setiap jenis genteng mempunyai berat, massa jenis, karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

    Jenis-jenis Material Genteng

    1. Genteng Tanah Liat Berkeramik

    Menurut Panggah, genteng keramik memiliki material terbaik sebagai atap rumah. Berbeda dari genteng tanah liat pada umumnya, bahan ini mempunyai lapisan mengkilap. Genteng ini tergolong premium, sehingga biasa digunakan pada rumah-rumah mewah.

    “Populer di Indonesia itu cocoknya adalah genteng tanah liat yang keramik. Tanah liat dan keramik ini mempunyai karakteristik pembuatan dari tanah liat dibentuk dan di-oven, jadi kadar airnya nol,” kata Panggah kepada detikcom, Kamis (5/7/2024).

    Kelebihan:

    • Tampilan glossy yang estetik
    • Berbahan solid yang mencegah retak dan bocor
    • Bobot paling berat yang tidak mudah terbang tertiup angin

    Kekurangan:

    • Harganya paling mahal
    • Boros penggunaan rangka atap karena berat

    Namun, ada genteng tanah liat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Indonesia yang lebih ringan, sehingga masih mudah tertiup angin. Genteng ini dibuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar, tetapi tanpa melalui proses oven. Tampilannya pun doff, berbeda dari versi keramiknya yang mengkilap.

    2. Genteng Beton

    Selanjutnya, ada jenis genteng yang termasuk segmentasi menenang. Menurut Panggah, genteng ini banyak digunakan di Indonesia dan bisa menjadi pilihan terbaik untuk harga yang masih terjangkau.

    Kelebihan:

    • Harga lebih terjangkau daripada genteng tanah liat berkeramik
    • Bobot cukup berat
    • Tampilan estetik

    Kekurangan:

    • Permukaan genteng mudah retak sehingga rawan bocor setelah pemakaian lama
    • Boros rangka baja ringan karena harus ditopang dengan rangka yang rapat

    3. Genteng Metal

    Genteng metal merupakan pilihan material genteng yang ekonomis. Ada banyak jenis genteng dengan bahan metal, seperti spandek metal, metal berpasir, metal seperti beton.

    Kelebihan:

    • Pemasangan genteng mudah dan cepat
    • Hemat baja ringan karena tidak perlu rangka yang rapat
    • Harga genteng paling terjangkau

    Kekurangan:

    • Penampilan genteng kurang estetik karena terlihat ringkih
    • Mudah robek kalau terkena angin kencang
    • Bobotnya ringan sehingga mudah terbang tertiup angin

    Itulah beberapa jenis material genteng yang bisa kamu gunakan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, 5 Benda Ini Nggak Cocok Dibersihkan Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Soda kue memang bahan dapur ampuh untuk membersihkan berbagai permukaan di rumah. Bahan berbentuk bubuk ini memiliki sifat yang cukup abrasif, sehingga dapat merontokkan kotoran.

    Namun, tidak semua permukaan bisa dibersihkan dengan soda kue, lho! Permukaan dengan material tertentu dapat tergores bila dibersihkan menggunakan soda kue.

    Lantas, bahan apa saja yang mudah tergores? Cek daftar benda yang nggak cocok dibersihkan pakai soda kue di sini, dilansir dari Better Homes & Gardens, Senin (8/7/2024).


    Benda yang Tidak Boleh Dibersihkan Pakai Soda Kue

    1. Marmer dan Kuarsa

    Dengan sifatnya yang agak abrasif memang soda kue dapat menghilangkan noda dari permukaan yang keras. Namun, soda kue dapat menggores dan mengikis permukaan lapisan pelindung yang terdapat di marmer dan kuarsa. Untuk menghindarinya, kamu bisa gunakan cream cleanser atau liquid cleanser.

    2. Aluminium

    Soda kue merupakan alkaline yang berarti jika terpapar pada barang yang berbahan aluminium akan menyebabkan terjadinya oksidasi. Barang aluminium kamu bisa karatan dan berubah warna. Jika terlanjur terpapar, segera bilas dan bersihkan setelah dicuci untuk mengurangi paparannya.

    3. Kompor Kaca Keramik

    Kompor kaca keramik tidak disarankan dibersihkan dengan soda kue karena mudah tergores. Nah, kamu bisa gunakan cream cleanser atau scraper untuk membersihkan sisa makanan pada kompor tersebut.

    4. Lantai dan Furnitur Kayu

    Soda kue bisa memberi lapisan kayu dan furniture goresan kecil dan warna kusam pada lapisannya. Lama-lama dapat mengikis lapisan kayu kemudian menjadi keropos dan rusak.

    5. Cermin dan Jendela

    Soda kue tidak cocok untuk membersihkan cermin dan jendela yang rentan tergores karena dapat meninggalkan bekas goresan kecil. Pastinya akan membuat jendela dan cermin kamu jelek dan nggak bisa diperbaiki kembali.

    Itulah sejumlah benda di rumah yang tidak boleh dibersihkan dengan soda kue. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com