Tag: material pelapis

  • 4 Material Pelapis yang Ampuh Atasi Atap Bocor di Rumah


    Jakarta

    Atap bocor adalah masalah yang kerap ditemui pada setiap rumah baik kondisinya baru maupun sudah lama ditempati. Atap bocor tidak boleh dianggap sepele , jika didiamkan kerusakan terburuk adalah atap ambruk. Maka dari itu, atap bocor harus segera diperbaiki.

    Setelah diperbaiki, atap rumah juga harus dilapisi dengan material yang dapat mencegah kebocoran berulang. Material anti bocor ini mudah ditemukan dan cara pemakaiannya pun tidak membutuhkan waktu lama.

    Melansir dari berbagai sumber, berikut 4 material pelapis yang ampuh atasi atap bocor di rumah.


    1. Karpet Talang

    Karpet talang adalah material pelapis yang bentuknya lembaran dengan 2 warna yakni merah dan hitam di masing-masing sisi. Pelapis ini memiliki tekstur yang kasar dan anti air. Fungsinya untuk menampung air agar tidak merembes ke dalam.

    Ukuran karpet talang cukup beragam mulai dari 45 cm, 55 cm, 60 cm, 70 cm, 90 cm, dan 110 cm. Kamu bisa membelinya per lembar dengan harganya lebih murah atau gulungan. Biasanya satu gulungan panjangnya mencapai 50 meter.

    Harga karpet talang yang dijual per lembar ukuran 45 cm-110 cm dijual mulai dari Rp 13.000-Rp 58.000 per lembar. Sementara itu, untuk harga karpet talang yang dijual per gulungan sekitar Rp 350.000-Rp 989.000 tergantung dengan ukurannya juga.

    2. Cat Waterproof atau Anti Air

    Cat waterproof paling banyak digunakan untuk melindungi atap dari kebocoran. Cat waterproof juga tersedia banyak warna dan harganya lebih bervariasi sehingga bisa disesuaikan dengan keuangan.

    Ukuran cat waterproof terdiri dari 1 kg, 5 kg, 10 kg, 18 kg, 20 kg, hingga 25 kg. Harganya berkisar Rp 51.000 untuk 1 kg hingga Rp 1,5 kg untuk yang 25 kg.

    3. Serat Fiber

    Serat fiber adalah pelapis yang biasa digunakan untuk menambal atau menutupi retakan pada atap yang menyebabkan bocor. Selain pada atap rumah, serat fiber juga bisa digunakan pada tembok, genteng, hingga dak beton. Penggunaannya tetap harus dilengkapi dengan cat waterproofing agar lebih kuat menutupi retakan.

    Serat fiber biasanya dijual per lembar atau gulungan. Menilik dari berbagai e-commerce, ukuran serat fiber yang dijual per lembar ada 20×20 cm hingga dijual per meter. Untuk ukuran 20X26 cm per lembarnya Rp 2.300, sementara untuk yang per meter dikenakan Rp 20.000. Kemudian, untuk yang dijual gulungan harganya mencapai Rp 1 juta-Rp 1,5 juta-an.

    4. Resin

    Resin adalah cairan yang dapat menutup atap bocor. Resin sendiri banyak jenisnya, tetapi untuk mencegah bocor kamu harus mencari resin khusus. Resin yang digunakan untuk bocor di rumah ada yang dijual per kaleng dan ada pula yang botol kecil. Untuk resin yang kalengan dan bermerek harganya mulai dari Rp 80.000-Rp 1 jutaan.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Keramik vs PVC, Mana yang Lebih Cocok buat Lantai Kamar Tidur?



    Jakarta

    Pemilihan material lantai di kamar tidur sama pentingnya seperti memilih perabotan. Sebab, material lantai bisa mempengaruhi tampilan dan suasana kamar.
    Jenis material lantai yang digunakan untuk kamar tidur cukup banyak, tetapi saat ini terdapat 2 jenis yang paling banyak dipakai yakni keramik dan PVC.

    Sebagai informasi, berdasarkan catatan detikcom, keramik adalah pelapis lantai yang bagian permukaannya dilapisi glasir yang tahan aus untuk menanggung tekanan dan gesekan. Keramik terbuat dari tanah liat (kaolin) yang dibakar dalam suhu 600℃ hingga lebih dari 1.300℃.

    Sementara, PVC adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride. PVC juga bisa menjadi bahan untuk membuat pelapis lantai yang sering disebut dengan vinyl. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan.


    Material satu ini menyerupai dari segi tekstur dan tampilan. Namun, tentu ketahanannya jauh berbeda dengan kayu sungguhan. PVC banyak dipilih karena tampilannya, harganya yang jauh lebih murah daripada kayu sungguhan, serta pemasangannya yang lebih mudah dari kayu.

    Di antara kedua material ini, mana yang lebih cocok untuk kamar tidur?

    Menurut arsitek Denny Setiawan, cocok atau tidaknya suatu material tergantung pada kebutuhan masing-masing. Sebab, keramik dan PVC memberikan dua kesan yang berbeda.

    Penggunaan PVC pada lantai dapat memberikan kesan hangat pada kamar tidur. Namun, pada kenyataannya PVC tidak benar-benar membuat lantai hangat karena bukan kayu sungguhan.

    “Memang elemen kayu akan memberikan rasa lebih hangat terhadap ruangan, tapi sebenernya paling ideal kalau mau, pake kayu yang beneran, bukan yang tiruan kayu,” katanya saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Sementara itu, jika memakai keramik, lantai kamar akan terasa dingin dan tidak akan panas karena material ini sebagai isolator termal atau penghalang panas.

    “Tapi keramik atau marmer itu memberikan kesan dingin justru. Nah beda orang, beda kebutuhan. Untuk mereka yang ingin rumahnya rasanya lebih dingin karena Jakarta kan udah panas banget, mereka akan menggunakan marmer atau keramik,” jelasnya.

    Denny juga menyampaikan, apabila ingin menggunakan PVC pada lantai, material satu ini rentan sekali muncul goresan apabila terkena benda tajam. Sementara material seperti keramik dan batu-batuan alam seperti marmer lebih tahan terhadap goresan sehingga permukaannya tidak mudah rusak.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com