Tag: material plafon

  • Beda Plafon PVC dan Gypsum dari Kualitas hingga Harga, Mana Lebih Baik?


    Jakarta

    Pemilihan material plafon jadi salah satu faktor penting dalam dunia desain interior. Pasalnya, ini akan mempengaruhi estetika dan fungsi ruang.

    Saat ini, plafon PVC dan gypsum adalah dua pilihan bahan plafon yang sedang trend di pasaran. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, terdapat perbedaan signifikan yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan.

    Plafon PVC

    Polyvinyl chloride (PVC) adalah panel yang terbuat dari bahan plastik ringan buatan pabrik. PVC punya eksterior yang mengkilap dan halus.


    Mengutip National Plastics, panel PVC 100% kedap air dan tidak memerlukan grouting. Alasan ini membuat PVC cocok untuk ruangan dengan tingkat kondensasi tinggi, contohnya kamar mandi dan kamar mandi dalam.

    Kelebihan Plafon PVC

    • Ringan.
    • Mudah dirawat.
    • Biaya perawatannya rendah (bahkan hampir bebas perawatan).
    • Tahan lama.
    • Tersedia banyak pilihan desain dan warna.

    Kekurangan Plafon PVC

    • Biaya awal yang lebih mahal.
    • Tidak tahan api.
    • Bukan bahan yang ramah lingkungan.
    • Kapasitas menahan bebannya terbatas (tidak terlalu bagus menahan beban berat).

    Plafon Gypsum

    Gypsum adalah plafon yang terbuat dari kalsium sulfat terhidrasi. Bahan dasar gipsum ialah Plaster of Paris (POP), yang diproses menjadi papan dan digunakan untuk membuat struktur plafon gantung pada saluran aluminium.

    Dilansir Medium, bahan ini biasanya jadi pilihan utama untuk ceiling palsu untuk bangunan perumahan dan komersial. Tidak hanya itu, Gypsum juga pilihan yang baik untuk teater, kantor, dan lembaga pendidikan.

    Plafon gipsum memberikan hasil akhir yang halus, yang meningkatkan daya tarik estetika ruangan. Selain itu, plafon jenis ini juga mudah dipotong, dibentuk, dan dicetak menjadi berbagai desain.

    Kelebihan Plafon Gypsum

    • Sifatnya yang tahan api.
    • Memberikan insulasi akustik, yang menyerap suara sehingga bisa mengurangi transmisi kebisingan antara lantai dan ruangan.
    • Mudah dipasang dan ringan.
    • Harganya lebih hemat dibandingkan dengan bahan plafon lainnya.

    Kekurangan Plafon Gypsum

    • Tidak kedap air.
    • Rentan terhadap serangga.
    • Harganya mahal.
    • ketahanan terhadap api.

    Perbedaan Plafon PVC dan Gypsum

    Mengutip Gyproc, Berikut adalah faktor yang membedakan plafon PVC dan gypsum:

    1. Harga

    Umumnya, gypsum harganya lebih mahal daripada PVC yang terbuat dari POP. Harga PVC umumnya sekitar 25% lebih murah dari gypsum.

    2. Waktu Instalasi

    Karena plafon PVC dipasang di tempat, maka prosesnya memakan waktu lama dari gypsum. Sementara, gypsum diproduksi di pabrik dan dirakit serta diselesaikan di lokasi, jasi waktu penyelesaiannya sangat singkat.

    3. Desain dan Estetika

    Plafon PVC bisa dibuat dengan pola atau desain apa pun, sedangkan gypsum tidak semudah plafon PVC.

    4. Retakan

    Gypsum papannya datar mungkin tidak mudah retak. Sementara, PVC mungkin bisa retak, namun ini terjadi tergantung pada pengrajin dan kualitas campuran POP.

    5. Perbaikan

    Plafon PVC hanya perlu perbaikan sederhana, mungkin hanya sebagian kecil langit-langit saja perlu dipotong dan direnovasi jika perlu. Sementara, gypsum perbaikannya lebih sulit karena karena papan terpasang pada rangka logam.

    6. Tahan Air

    Plafon PVC kedap air, sedangkan plafon gypsum cenderung bisa berjamur dan muncul lengkungan jika ada kelembapan masuk ke langit-langit gypsum dari atap yang bocor atau pipa pembuangan.

    Itu tadi penjelasan mengenai perbandingan plafon PVC vs Gypsum, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

    Namun perlu diingat, saat memilih material plafon palsu yang tepat untuk ruangan penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor. Mulai dari anggaran, fungsionalitas, tampilan yang diinginkan, kondisi lingkungan, dan pemeliharaannya.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Plafon Drop Ceiling dan Flat Ceiling, Lebih Pilih Mana?


    Jakarta

    Selain berguna sebagai atap penutup, plafon juga berfungsi sebagai dekorasi agar ruangan lebih rapi dan menarik. Karena itu tak jarang plafon dibuat dengan berbagai material, model, dan desain yang disesuaikan selera pemilik rumah.

    Cara pemasangan plafon juga beragam dan yang paling populer yaitu drop ceiling dan flat ceiling. Tiap-tiap pemasangannya memberikan hasil dan kesan berbeda. Lantas, apa bedanya plafon drop dan flat ceiling?

    Perbedaan Plafon Drop Ceiling dan Flat Ceiling

    Mengutip catatan detikcom, Gary Streck, dan Armstrong Ceilings, berikut bedanya plafon drop ceiling dan flat ceiling:


    1. Model

    Drop ceiling merupakan teknik pemasangan plafon yang digantung di bawah langit-langit utama. Sehingga model plafonnya agak turun dan menutupi struktur atasnya.

    Adapun plafon flat ceiling dipasang sejajar dan rata. Tidak ada tonjolan maupun pola, hanya permukaan yang halus.

    2. Material

    Plafon drop ceiling biasanya menggunakan material ringan seperti panel PVC. Lembaran eternit atau ubin akustik yang menggantung ditopang oleh tali atau kabel terbuat dari logam ringan.

    Sementara flat ceiling umumnya terbuat dari material gypsum atau papan triplek yang permukaannya datar.

    3. Kesan

    Karena digantung, plafon drop menciptakan ruang sehingga ruangan tampak lebih luas. Pemasangan langit-langit satu ini cocok diterapkan pada rumah minimalis tapi ingin terkesan lapang.

    Meski tampak sederhana, plafon datar memberikan kesan minimalis modern. Pemasangan seperti ini ideal bagi yang menginginkan atap bersih. Ruangan sempit dengan langit-langit rendah cocok menggunakan tipe flat ceiling karena menciptakan kesan lebih terbuka dan lega.

    4. Dekorasi Tambahan

    Tipe drop ceiling dapat ditambahkan dekorasi seperti lampu LED pada selasar lebih rendah, di samping lampu utama di sela-sela struktur utama, untuk menciptakan cahaya yang lembut.

    Lampu gantung atau kipas angin bisa dipasang pada plafon flat sebagai pemanis langit-langit yang simpel. Jika tidak, lampu dinding dan pajangan dapat disematkan pada tembok sehingga ruangan lebih hidup dan seimbang.

    Plafon ruang tamu.Ilustrasi plafon flat ceiling Foto: Unsplash

    Kekurangan dan Kelebihan Plafon Drop Ceiling

    Drop ceiling memiliki kelebihan, sebagai berikut:

    • Lebih mudah diganti jika bagian plafon gantung mengalami kerusakan.
    • Plafon yang turun memudahkan akses ke jalur AC, kabel kelistrikan, atau sistem perpipaan.
    • Desain dan tampilannya lebih mudah diubah jika bosan. Hanya dengan mengganti struktur yang lebih rendah.

    Selain kelebihan, plafon drop punya kekurangan, yaitu:

    • Ketinggian ruangan menjadi berkurang.
    • Panel plafon gantung umumnya tidak terlalu kokoh sehingga tidak bertahan lama.
    • Debu dan kotoran mudah menumpuk di sela kisi-kisi.

    Kekurangan dan Kelebihan Plafon Flat Ceiling

    Plafon flat ceiling punya kelebihan, meliputi:

    • Lebih mudah dipasang dan dibersihkan.
    • Cocok dengan berbagai konsep dan gaya ruangan atau rumah.

    Plafon ini juga memiliki kekurangan, antara lain:

    • Terkadang terasa sangat polos.
    • Punya detail arsitektur yang terbatas.
    • Retakan atau kerusakan bisa lebih terlihat jelas.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Plafon Gampang Roboh, Salah Satunya karena Air


    Jakarta

    Plafon merupakan salah satu komponen penting di dalam rumah. Sebab, plafon berfungsi untuk melindungi para penghuni agar tidak kepanasan maupun kehujanan serta terhindar dari paparan debu.

    Apabila tidak dirawat, plafon bisa mengalami kerusakan seiring waktu. Jika tidak segera diperbaiki maka plafon bisa roboh dan menimpa penghuni di dalamnya.

    Plafon roboh tak hanya bikin kamu rugi dari segi finansial, tapi juga membahayakan penghuni rumah karena bisa saja tertimpa reruntuhan. Lantas, apa saja penyebab plafon gampang roboh? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Ini 5 Penyebab Plafon Roboh

    Plafon roboh dapat terjadi bukan tanpa sebab. Dilansir situs Prance Building, Rabu (14/5/2025) berikut sejumlah penyebab plafon rumah gampang roboh:

    1. Tergerus Air

    Penyebab yang pertama karena plafon tergerus air secara terus menerus. Hal ini bisa disebabkan oleh dua hal, yakni karena atap yang bocor atau ada pipa yang bocor.

    Jika atap mengalami kebocoran, air hujan dapat turun melalui celah-celah atap dan langsung mengenai plafon. Alhasil, plafon bisa lembap dan berjamur sehingga merusak struktur dan materialnya.

    Hal yang sama juga terjadi ketika ada pipa bocor. Tetesan air yang terus keluar bisa menyebabkan plafon berjamur dan menghitam. Jika tidak segera ditangani, struktur plafon bisa rusak dan akhirnya roboh.

    2. Material Plafon yang Buruk

    Saat membangun plafon, sebaiknya pilih material yang berkualitas agar kokoh dan tahan lama. Pemilihan material plafon yang kurang bagus dapat memperpendek masa pakai plafon, sehingga harus sering diperbaiki atau diganti dengan yang baru.

    Adapun sejumlah jenis plafon yang sering dipakai di banyak rumah, mulai dari plafon PVC, lapisan plester, hingga lapisan kayu.

    3. Serangan Hama

    Penyebab selanjutnya karena serangan hama, seperti rayap, tikus, dan semut tukang kayu (carpenter ant) yang dapat memakan material sehingga merusak struktur plafon. Hama-hama tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada balok penyangga serta komponen plafon.

    Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan jasa pembasmi hama profesional untuk mengusir hama-hama di plafon rumah. Nantinya, beberapa sudut rumah juga akan dilapisi cairan khusus agar hama tidak muncul lagi.

    4. Plafon Sudah Usang

    Plafon bisa saja roboh karena usianya sudah usang sehingga harus diganti dengan yang baru. Disarankan untuk mengecek plafon apakah kondisinya masih bagus atau muncul tanda-tanda kerusakan.

    Setelah diganti dengan yang baru, kamu bisa perkuat langit-langi dengan bahan logam modern, seperti balok aluminium atau penyangga baja tahan karat agar lebih awet. Biasanya, plafon dapat bertahan hingga mencapai 30 tahun, tapi tergantung juga dari material plafon yang dipilih.

    5. Beban Berlebih

    Pemasangan perabotan rumah di langit-langit, seperti lampu gantung atau kipas angin juga dapat merusak struktur plafon, terutama jika bebannya terlalu berat. Selain itu, penggunaan struktur penyangga atap yang kurang tepat bisa mempercepat plafon roboh.

    Jika memang ingin memasang furniture di langit-langit, sebaiknya pilih yang ringan agar tidak merusak struktur plafon. Apabila masih ragu, kamu bisa berkonsultasi dengan arsitek rumah.

    Demikian lima penyebab plafon rumah gampang roboh. Semoga bermanfaat!

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com