Tag: material

  • Tips Ampuh Hilangkan Bulu Hewan Peliharaan dari Perabotan hingga Pakaian


    Jakarta

    Memelihara hewan seperti kucing dan anjing di rumah bisa membuat penghuni merasa memiliki teman. Keberadaannya memang menyenangkan, namun terkadang bulu-bulunya menempel di perabotan rumah hingga pakaian.

    Tentunya hal ini tidak diinginkan bagi pemilik hewan dan juga penghuni rumah lainnya, ‘kan? Nah, berikut ini ada beberapa tips untuk menghilangkan bulu hewan peliharaan dari perabotan rumah dan pakaian.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Seprai hingga Handuk

    Dilansir dari Martha Stewart, untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari seprai maupun handuk bisa menggunakan sarung tangan karet. Caranya, basahkan sarung tangan karet dengan air dan usapkan ke atas seprai maupun selimut.

    “Bulu akan menempel di sarung tangan dan Anda bisa lebih mudah mengumpulkan bulu dan membuangnya,” kata Brian Sansoni dari American Cleaning Institute.

    Setelah itu cuci barang-barang tersebut. Sebelum dicuci, masukkan barang ke dalam pengering dan gunakan siklus pengering tanpa panas selama 10 menit untuk melonggarkan bulu hewan peliharaan yang seringkali tersangkut.

    “Masukkan juga lembaran pengering, karena penumpukan listrik statis dapat membuat bulu tetap menempel pada kain,” ujar Sansoni.

    Keluarkan pakaian dari pengering, kibaskan sisa bulu hewan peliharaan (sebaiknya di luar ruangan), lalu masukkan ke dalam mesin cuci untuk dibersihkan secara menyeluruh.

    Karpet

    Untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari karpet bisa dengan penyedot debu atau vacuum cleaner. Sebaiknya, bersihkan karpet dengan vacuum cleaner setiap minggu.

    “Setelah menyedot debu, Anda dapat menggulung [karpet] dengan lint roller atau sikat pembersih khusus bulu hewan peliharaan setiap satu atau dua hari, tergantung pada berapa banyak hewan peliharaan yang Anda miliki dan seberapa parah kerontokannya,” tutur direktur operasi franchise Two Maids, Kathy Cohoon.

    Permukaan Meja

    Bulu hewan peliharaan bisa terbang dan mendarat di berbagai permukaan, termasuk meja. Tentunya permukaan meja harus tetap dijaga kebersihannya karena terkadang dipakai untuk menaruh makanan.

    Cohoon menyarankan untuk membersihkan bulu hewan peliharaan menggunakan sapu atau penyedot debu. Bisa juga bersihkan dengan lap basah pada area yang masih terdapat bulu hewan peliharaan. Selanjutnya, bersihkan area dengan pembersih serbaguna atau larutan khusus material.

    “Jika hewan peliharaan berjalan di atas meja dapur, ingatlah untuk sering-sering mendisinfeksi area tersebut,” kata Cohoon.

    Pakaian

    Lint Roller

    Bulu hewan terkadang suka menempel pada pakaian. Untuk menghilangkannya, bisa pakai lint roller. Caranya dengan meletakkan pakaian pada permukaan yang halus dan rata lalu roll lint roller ke atas dan ke bawah sampai bulu hilang.

    Pakai Cuka

    Dilansir dari Homes & Gardens, Co-Founder dari Stripped Down Laundry, Joshua dan Ashlie Waterman, menggunakan cuka saat mencuci pakaian bisa membantu menghilangkan bulu hewan peliharaan. Caranya, tambahkan 1/2 cangkir cuka ke dalam tumpukan cucian di dalam mesin cuci untuk membantu mengendurkan serat pakaian, mengurangi pH cucian sehingga mengurangi daya melekat statis pada pakaian.

    Pakai Bola Pengering

    Jika tidak ingin mencuci pakai cuka, penghuni rumah bisa menggunakan bola pengering untuk menghilangkan bulu hewan pada pakaian.

    “Kami menyarankan untuk menambahkan lembaran pengering, atau lebih baik lagi menggunakan bola pengering, ke dalam mesin pengering untuk mengurangi listrik statis – bola pengering wol yang dibasahi sedikit dengan air sebelum ditambahkan adalah yang terbaik untuk ini. Dan merupakan salah satu yang terbaik. cara menghilangkan kerutan pada pakaian juga!” kata Joshua dan Ashlie Waterman.

    Tak hanya itu, Joshua dan Ashlie menyarankan untuk memasukkan pakaian ke dalam mesin pengering dengan siklus ‘dry air cycle’ selama 10 menit sebelum dicuci.

    “Siklus awal ini membantu mengendurkan dan menghilangkan bulu hewan peliharaan sehingga lebih mudah dihilangkan saat proses pencucian,” tuturnya.

    Itulah beberapa cara menghilangkan bulu kucing dari perabotan hingga pakaian. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Benda Ini Jangan Pernah Dicoba untuk Dicat, Ada yang Bisa Terbakar!


    Jakarta

    Mengecat barang-barang yang terlihat usang merupakan salah satu alternatif untuk mengubah tampilannya agar seperti baru kembali. Namun, cara ini tidak cocok untuk semua benda.

    Hal ini dikarenakan hasilnya akan jauh dari yang dibayangkan dan pada beberapa benda justru bisa memicu bahaya.

    Dilansir dari Real Simple, berikut 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat.


    5 Benda di Rumah yang Tidak Boleh Dicat

    1. Benda dari Logam

    Bahan logam memiliki sifat mudah mengalami korosi. Contoh benda logam yang biasa ada di rumah adalah keran air, engsel jendela dan pintu, dan rak.

    Hampir semula produk logam saat ini sudah memiliki tampilan yang menarik karena dicat. Namun, jika penghuni rumah ingin mengecat ulang karena cat lama terlihat usang atau rusak, sebaiknya jangan dilakukan.

    Menurut Kat Christie, kontraktor berlisensi dan ahli DIY, mengecat kunci atau pegangan pintu juga bisa menyebabkan masalah serius, termasuk masalah keamanan jika cat masuk ke dalam kunci sehingga menutup jalan masuknya kunci.

    Apabila benar-benar ingin mengubah warna atau tampilan logam di rumah, gunakan cat khusus untuk logam yang memang memiliki kandungan perlindungan terhadap korosi. Sebelum dicat ulang, sebaiknya hapus cat lama agar lapisan baru bisa menempel dengan erat.

    2. Perangkat Elektronik Rumah Tangga

    Selanjutnya barang di rumah yang sebaiknya tidak dicat sembarangan adalah perangkat elektronik. Benda satu ini juga memiliki kandungan logam pada beberapa bagian komponennya. Lalu, konsumen biasanya tidak mengetahui komponen apa saja yang ada pada perangkat tersebut.

    Apabila gegabah mengecat perangkat elektronik seperti televisi, kulkas, blender, alat penyedot debu, dan lainnya, justru dapat menimbulkan memicu kebakaran.

    “Secara umum, saya tidak akan mengecat peralatan rumah tangga karena cat bisa mengganggu pengoperasian dan listrik, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran,” kata seniman dan desainer Elizabeth Sutton, seperti yang dikutip dari Real Simple, Kami (14/8/2025).

    3. Trim Kayu Alami

    Trim kayu adalah penutup sepanjang garis plafon atau lantai kayu. Trim ini menutupi pertemuan sudut antara dinding dengan plafon serta dinding dengan lantai. Bentuknya siku-siku. Trim kayu banyak digunakan pada rumah zaman dahulu karena terlihat rapi apabila yang semua interiornya berbahan kayu.

    Sebagai bahan alami, tentu perubahan warna dan bentuk mudah terjadi pada kayu. Beberapa orang ada yang berinisitif untuk mengecat ulang agar tampilannya kembali baru. Namun, mengecat trim kayu alami justru dapat membuat serat kayu identiknya hilang dan merusak tampilannya.

    Jika ingin mengubah warnanya, lebih baik gunakan plitur atau pernis. Plitur atau pernis bersifat transparan sehingga memungkinkan keindahan alami kayu tetap terlihat.

    4. Lantai Kayu

    Sama seperti trim kayu sebelumnya, material kayu juga sebaiknya tidak dicat ulang. Sebab, dapat mempengaruhi tampilan kayu, seperti menutup serat kayu.

    5. Keramik Lantai

    Selain lantai dari kayu, keramik lantai juga tidak bagus jika dicat ulang. Keramik saat ini sudah memiliki beragam tampilan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari yang permukaannya mengkilat, kesat, hingga seperti bebatuan pun ada.

    Mengecat permukaan keramik hanya membuat tampilannya bagus sesaat. Cat akan mudah terkikis karena tidak menempel dengan erat pada permukaan keramik. Menurut Elizabeth Sutton, mengecat lantai keramik tidak membuat tampilannya menjadi lebih bagus.

    Itulah deretan benda yang tidak boleh dicat. Semoga bermanfaat.

    Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan ubin backsplash yang bisa dilepas-pasang agar bisa digonta-ganti dengan lebih mudah dan estetis.
    “Jangan pernah mengecat ubin. Tidak akan pernah terlihat bagus,” kata Sutton.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Kayu Seret Sampai Muncul Goresan di Lantai? Begini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Masalah yang kerap terjadi pada pintu kayu adalah serat dan tidak bisa dibuka lebar karena bagian bawah menempel pada lantai. Alhasil pada lantai muncul banyak goresan karena daun pintu dipaksa bergerak.

    Hal ini sebenarnya bisa terjadi pada semua jenis material pintu, tetapi bagi pemakai material kayu, masalah ini merupakan hal yang pasti ditemukan. Jika berfikir solusi untuk pintu seret seperti ini hanya perlu diangkat ketika dibuka dan ditutup, tentu tidak bisa. Masalahnya bukan hanya pada engsel yang kendor, melainkan material daun pintu tersebut.

    Dilansir Better Homes and Gardens, pintu rumah kayu yang seret atau susah ketika didorong disebabkan karena kelembapan yang tinggi. Hal ini mudah sekali terjadi pada bahan kayu karena memicu pemuaian dan penyusutan sehingga mempengaruhi pergerakan kayu.


    “Pintu kayu dapat memuai dan menyusut seiring dengan musim lembap atau setelah terjadi perubahan suhu yang signifikan sehingga menyebabkan kelembapan tinggi. Kayu secara alami menyerap kelembapan di udara sehingga pergerakan dan pembengkakan berpotensi menyebabkan seret,” kata Tukang kayu dan pemilik Timber Shelves, Justin Brown, dikutip Kamis (14/8/2025).

    Masalah seperti kayu yang seret ini bisa diatasi dengan memakai jenis kayu yang berkualitas. Menurut arsitek Denny Setiawan kayu tidak memiliki karakteristik yang sama. Jenis kayu yang cocok untuk perabotan rumah tangga karena ketahanannya hanya beberapa saja, seperti merbau, jati, dan ulin.

    “Kayu minimal. Kalau untuk pintu saran saya minimal merbau. Tapi tidak menutup kemungkinan pintu jati atau pintu ulin misalnya,” ujar Denny kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kayu-kayu tersebut memiliki harga yang cukup mahal karena sesuai dengan kualitas dan ketahanannya. Selain itu stoknya tidak banyak saat ini sehingga tidak banyak orang memakai kayu-kayu tersebut.

    Cara Mengatasi Pintu Kayu Seret

    Selain memilih material kayu yang berkualitas, juga ada cara lain untuk memperbaiki pintu agar tidak serat lagi, yakni sebagai berikut.

    1. Cek Pintu dan Kusen

    Alasan pintu terasa serat adalah adanya penghalang pada pintu. Penghalang tersebut bisa berupa tumpukan debu, cat terlalu tebal, atau kotoran yang berada di bawah pintu atau engsel. Sebelum diperbaiki, lebih baik cek menyeluruh penghalang yang menghalangi pergerakan pintu.

    2. Kencangkan Engsel

    Penyebab lainnya pintu kayu terasa sulit dibuka dan ditutup adalah karena bagian engsel ada yang longgar. Engsel yang longgar dapat mengubah letak pintu sehingga saat digerakkan bisa menyentuh ke permukaan lantai.

    Cara memperbaiki sekrup yang kendur bisa dengan mengencangkan kembali atau menggantinya dengan yang baru.

    3. Pangkas Bagian Bawah Pintu

    Cara satu ini agak menyita tenaga, waktu, dan biaya karena pintu tersebut dipotong di bagian bawah. Selain itu, memotong bagian bawah juga bisa memberikan celah bagi tikus, semut, atau rayap masuk ke rumah. Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan ahli sebelum memotong bagian bawah pintu.

    Itulah informasi seputar pintu seret. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Pagar Besi Berkarat dan Tips Cara Perbaikinya Tanpa Tukang



    Jakarta

    Pagar besi terkenal kokoh dan kuat. Namun, kekurangannya adalah mudah berkarat sehingga ada potensi dari waktu ke waktu akan susah digeser dan ditutup.

    Selain berpengaruh pada kinerja pagar, karat juga bisa berpengaruh pada tampilan. Sebagai pintu pengaman rumah tentu pagar harus dalam keadaan kokoh dan baik.

    Mengapa Pagar Besi Bisa Berkarat?

    Dilansir BBC, besi merupakan material yang dapat bereaksi saat terkena air dan oksigen. Reaksi tersebut membentuk besi (III) oksida terhidrasi atau karat. Air dan oksigen tidak dapat langsung menimbulkan karat pada besi, melainkan melalui proses yang berulang. Besi jadi mudah berkarat juga karena lokasinya yang berada di ruang ruangan dan terkadang tidak ditutupi kanopi. Selain itu, ada faktor lain yang dapat menyebabkan pagar besi berkarat, berikut di antaranya.


    1. Cat Terkelupas

    Cara untuk mencegah pagar besi berkarat bisa dengan mengecat permukaannya dengan cat khusus anti karat. Namun, apabila cat tersebut mengelupas, besi dengan mudah bereaksi dengan air dan oksigen.

    2. Cuaca

    Hujan merupakan kondisi alam yang paling rentan membuat pagar besi berkarat. Bahkan tempias air pun dapat bereaksi dengan pagar besi yang tidak dilindungi anti karat. Selain itu, suhu udara yang lembab juga bisa memicu munculnya karat.

    3. Kotoran dan Vegetasi

    Tumpukan kotoran atau tanaman yang tumbuh di atas pagar juga bisa mempercepat korosi. Sebab, tumpukan tanaman yang kering juga bisa menjadi area yang lembap.

    Cara Mengatasi Pagar Besi Berkarat

    1. Cari Tahu Penyebabnya

    Sebelum memperbaikinya, amati apa penyebab pagar besi bisa berkarat. Apakah karena dekat dengan keran air, sering banjir, atau tidak dilapisi dengan cat.

    2. Bersihkan Karat dengan Sikat Kawat atau Amplas

    Setelah itu, amplas karat hingga tidak ada lagi yang timbul di permukaan besi. Cara ini disarankan untuk karat ringan. Setelah itu cat ulang bagian tersebut dengan cat khusus besi. Sebaiknya saat mengecat ulang, semua bagian juga ikut dicat agar tampilannya tidak timpang atau belang-belang.

    Pencegahan dan Pemeliharaan Pagar Besi Setelah Perbaikan

    Setelah diperbaiki, pemilik pagar harus lebih perhatian pada pagar, caranya adalah dengan membersihkan karat yang mungkin baru muncul setahun sekali. Alat yang bisa digunakan adalah amplas dan sikat kawat. Lalu, aplikasikan penetralisis karat atau campuran air lemon dan cuka di besi yang berkarat. Cat ulang pagar agar tampilannya seperti baru.

    Demikianlah penjelasan mengenai penyebab pagar besi berkarat dan cara mengatasinya. Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab dan langkah-langkah penanganan karat, kamu bisa mempertahankan kecantikan pagar besi di rumahmu dalam waktu yang lama. Semoga informasinya bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisaran Biaya Dekorasi Dapur Lengkap dengan Kitchen Set



    Jakarta

    Membeli rumah siap huni dari pengembang atau developer biasanya belum dilengkapi dengan perabotan. Pembeli perlu menghias dan mengisi sendiri setiap ruangan termasuk area dapur.

    Berbeda dengan kamar tidur yang kosong, area dapur biasanya sudah dilengkapi dengan meja permanen dari beton sebagai tempat meletakkan peralatan masak dan kompor. Kemudian, pengembang juga sudah membuat wastafel atau bak cuci piring lengkap dengan keran berleher panjang. Hal ini untuk mempermudah pemilik rumah saat mendekorasi dan memberikan petunjuk lokasi dapur berada.

    Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki mengatakan bentuk dapur seperti itu merupakan hal biasa. Pengembang memberikan bentuk dapur yang minimalis yang dapat mempermudah penghuni rumah yang ingin mengubah tampilan dapur.


    “Beli rumah di developer, biasanya dapur itu sangat minimalis. Dicor, ada mejanya ada sink, tempat nyuci,” kata Panggah saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    Bentuk dapur yang minimalis tersebut tentu banyak kekurangan, salah satunya adalah tidak ada tempat penyimpanan. Tidak mungkin gelas, piring, panci, hingga sendok dan garpu diletakkan di meja beton semua. Area tersebut pasti terbatas.

    Oleh karena itu, dibutuhkan ‘aksesoris’ berupa lemari atau rak penyimpanan yang disebut dengan kitchen set. Bentuk dari rak penyimpanan modern yang banyak dipakai saat ini adalah berupa lemari atau kabinet yang memiliki banyak ruang.

    Panggah mengakui jika pembuatan kitchen set membutuhkan biaya yang cukup besar. Sebab, bagian ini harus disesuaikan dengan luas dapur, lokasi pemasangan, material, dan selera dari konsumen. Sifatnya yang bisa disesuaikan tersebut yang bikin harganya berbeda-beda.

    “Biasanya yang mahal itu di kitchen setnya. Tergantung bahannya. Yang paling familiar itu kayu dilapisi HPL, tapi memang basically itu kayu. Yang bikin indah itu kulitnya, HPL itu. Biasanya kalau di interior kitchen set itu Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta tergantung dari bahan dan desainnya, tergantung besarnya kabinet yang ada,” ungkap Panggah.

    Terpisah, Project Manager dari Gradasi Design & Build Wahyu mengatakan untuk mendekorasi dapur seluas 3-4 meter lengkap dengan kitchen set, kisaran biaya yang perlu disiapkan mulai dari Rp 25 juta.

    “Untuk dapur biasa start Rp 25 juta, sudah bisa. Kabinet bawah dan kabinet atas, dengan catatan sudah ada top table dan backsplashnya. Sudah termasuk kitchen setnya, ventilasi, rak piring, tempat sendok, rel panci, rel gas, dan rak bumbu custom,” sebutnya.

    Ada pun, bahan bahan kitchen set yang biasa disarankan karena bagus dan harganya terjangkau adalah PVC board anti-rayap.

    Sementara itu, untuk biaya jasa dekorasi dapur ukuran besar bisa lebih mahal lagi. Sebagai contoh dapur dengan luas sekitar 25 meter persegi harganya bisa lebih dari Rp 30 juta. Ada pula harga jasa dekor yang dihitung per meter, di Gradasi Design & Build sendiri mulai dari Rp 1,95 juta.

    Itulah gambaran biaya yang perlu disiapkan untuk pasang kitchen set. Harga tersebut dapat berbeda-beda tergantung produsennya, luas dapur, dan bahan yang digunakan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menjaga Kitchen Set Tetap Awet dan Jauh dari Sasaran Rayap hingga Jamur


    Jakarta

    Kitchen set merupakan lemari atau ruang penyimpanan yang biasa dipasang di dapur. Fungsinya sebagai ruang penyimpanan peralatan memasak dan makan.

    Model penyimpanan seperti ini sangat digandrungi terutama pada dapur-dapur modern. Sebab, ukurannya yang besar, bisa menyesuaikan dengan ukuran dapur yang kecil hingga besar, dan tampilannya yang elegan serta terlihat lebih rapi.

    Namun, kitchen set juga memiliki kekurangan, terutama yang menggunakan material dari kayu, yakni mudah berjamur dan keropos. Pemilik rumah bisa melihat tanda-tanda jamur tersebut dengan jelas dari noda kehitaman atau warna lain yang muncul pada sudut-sudut kitchen set. Dalam jangka waktu lama, jamur tersebut bisa membuat serat kayu rusak dan membuatnya keropos. Belum lagi jika kitchen set jadi sasaran serbuan rayap, kerusakannya bisa semakin parah.

    Cara Mencegah Kitchen Set Berjamur dan Keropos

    Menurut manajer FurnitureMu Sidiq cara merawat kitchen set tidak sulit. Berikut cara menjaga kitchen set tetap awet dan jauh dari sasaran rayap serta tidak mudah berjamur.

    1. Hindari Lingkungan yang Lembap

    Bagi yang memakai kitchen set dari kayu, hal yang perlu kamu ketahui adalah musuh dari kayu. Material alami ini mudah sekali rentan sekali ditumbuhi jamur apabila sering terpapar udara lembap.

    Dapur adalah ruangan yang lembap di rumah setelah kamar mandi. Kelembapan tersebut tidak hanya berasal dari air, melainkan dari uap api ketika memasak. Uap tersebut bisa menjadi air dan menempel pada kitchen set.

    Selain itu, kayu juga material favorit rayap. Apabila tidak dilapisi cat anti rayap, kitchen mudah sekali keropos. Penyebab kitchen set lembap juga bisa disebabkan oleh dinding dapur yang bocor, rembesan air, atap yang bocor, hingga pipa yang bocor

    “Memastikan bahwa lingkungan tempat yang ada aman dari rembesan air dan kelembapan. Bisa juga dengan ditambahkan cairan anti jamur pada kabinet kayu,” kata Sidiq saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Kitchen set memiliki beragam warna, bentuk, dan material yang digunakan. Terdapat beberapa bahan kitchen set yang dijamin aman dari jamur, yakni HPL, Multiplek, Decosheet, Medium Density Fiberboard (MDF), Poly Vinyl Chloride (PVC), dan Blockboard.

    2. Tambahkan Ventilasi di Dapur

    Sidiq menyarankan di dalam dapur harus ditambahkan ventilasi untuk mengeluarkan panas dan udara lembap. Ventilasi akan membantu udara segar masuk ke rumah dan mendorong udara panas keluar.

    “Menjaga sirkulasi ruangan ataupun mengecek dinding jika terjadi kebocoran atau rembesan air dari luar. Kalau mau lebih aman gunakan kitchen set yang berbahan dasar waterproof seperti aluminium maupun PVC board,” ungkapnya.

    3. Hindari Meletakkan Muatan Berlebihan di Kitchen Set Atas

    Kitchen set ada yang letaknya di atas kompor dan ada yang berada di bawah. Pada setiap ruang pasti ada maksimal bobot yang bisa ditampung di dalamnya. Setiap pembeli harus bertanya kepada produsen. Jangan sampai muatannya melebihi kapasitas. Risikonya kitchen set bisa ambruk dan menimpa pemilik rumah yang sedang memasak.

    “Rak di atas bisa diisi sesuai dengan kebutuhan misalnya seperti wadah-wadah yang berbahan dasar plastik yang lebih ringan, sementara untuk peralatan yang berbahan dasar logam biasanya sudah disediakan wadah di kabinet bawah. Piring juga boleh diletakkan di rak gantung atas wastafel, namun sebagian piring yang lain juga biasanya tersedia rak di kabinet bawah,” pungkasnya.

    itulah 3 cara untuk merawat kitchen set di dapur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Kitchen Set Anti Jamur dan Rayap, Dijamin Tahan Lama



    Jakarta

    Saat ini kitchen set merupakan komponen yang hampir ditemukan di setiap dapur. Kitchen set dapat membuat tampilan dapur jauh lebih rapi dan memiliki ruang penyimpanan yang luas.

    Namun, kitchen set ini tidak dapat dibeli sembarangan karena ukurannya harus disesuaikan dengan luas dapur, jumlah yang diperlukan, hingga material yang ingin dipakai. Dalam kata lain, kitchen set merupakan barang yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Lantas, bagaimana cara memilih kitchen set yang sesuai dengan keinginan dan tahan lama?

    Tips Pilih Kitchen Set yang Cocok buat di Dapur

    Menurut manajer FurnitureMu Sidiq saat membeli kitchen set konsumen harus berkonsultasi terlebih dahulu. Seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap rumah memiliki ukuran dan bentuk dapur yang berbeda. Setidaknya konsumen mengetahui luas ruangan, terutama ruang kosong yang hendak diisi dengan kitchen set.


    Setelah itu, dari pihak pembuat atau desainer interior akan datang ke rumah untuk melihat secara langsung dan menanyakan konsep kitchen set seperti apa yang diinginkan konsumen.

    “Harus survey lokasi mengukur ruangan, berkomunikasi dengan konsumen maunya seperti apa. Kemudian kita buatkan desain dan kita konsultasikan ke konsumen apakah sudah sesuai atau ada revisi jika sudah sesuai, buat gambar kerja lalu eksekusi,” kata Sidiq saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Pada saat konsultasi, konsumen bisa menanyakan apa saja, seperti bahan yang paling direkomendasikan atau pilihan bahan kitchen set yang bagus tetapi masuk dengan jumlah modal yang dimiliki.

    Apabila ingin mendapat rekomendasi sebelum bertemu dengan produsen, Sidiq mengatakan bahan kitchen set yang disarankan olehnya adalah multiplek finishing HPL. Bentuk material ini mirip dengan penampakan kayu, tetapi sebenarnya ini bukan kayu asli. Kisaran harga mulai dari Rp 1,7-1,8 juta per meter.

    Sidiq mengungkapkan kitchen set dari bahan kayu saat ini sudah terlindungi dari risiko lembap karena barang tersebut akan dipasang dengan jarak aman dari sumber panas. Meskipun kitchen set terkena hawa panas saat memasak, kualitasnya tetap terjaga.

    “Sebetulnya tidak terlalu karena pemasangan kitchen set biasanya jarak antar kabinet bawah dan atas sudah disesuaikan sehingga risiko terkena panas dan air bisa dikurangi,” jelasnya.

    Sidiq menyarankan material lain agar konsumen lebih tenang dari serangan jamur dan rayap, yakni PVC board yang terbuat dari bahan plastik polyvinyl chloride dan material aluminium.

    “Untuk bahan PVC board dan aluminium cocok digunakan bagi konsumen yang tidak ingin memiliki masalah dengan jamur dan rayap, namun dari segi harga juga berbeda. Bahan dari PVC board dinilai lebih mahal dari kedua bahan yang lain,” sebutnya.

    Setelah memilih bahan dan bentuknya termasuk bentuk penyimpanan di dalam lemari, kitchen set akan dibuat dan dipasang di dapur.

    Demikian tips dan penjelasan mengenai cara memilih kitchen yang pas di dapur. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cahaya Alami Bisa Tekan Tagihan Listrik, Ini Triknya!



    Jakarta

    Matahari memberikan cahaya alami yang menerangi seluruh bumi. Cahaya alami ini seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk rumah. Bahkan pemanfaatan cahaya alami ini bisa menekan tagihan listrik di rumah.

    Dengan pencahayaan alami yang optimal, kamu bisa mengurangi penggunaan lampu di siang hari sekaligus menciptakan suasana hunian yang lebih segar dan nyaman.

    Bukan cuma hemat listrik, paparan sinar matahari juga bisa meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh yang membuat mood jadi lebih baik. Kabar baiknya, memaksimalkan cahaya alami di rumah tidak harus renovasi besar-besaran.


    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

    Gunakan Cat Dinding dan Plafon Warna Terang

    Cat putih atau cerah memantulkan cahaya lebih baik sehingga ruangan terasa terang dan lapang.

    Pilih Cat Dinding Berkilau

    Cat dengan kilau tinggi bisa memantulkan cahaya seperti cermin sehingga ruangan lebih terang tanpa tambahan lampu.

    Manfaatkan Kaca atau Ubin Reflektif

    Material reflektif, terutama di dapur dan kamar mandi, mampu memantulkan cahaya hingga 100%.

    listrik

    Ganti Dinding dengan Blok Kaca

    Cocok untuk area yang biasanya gelap, blok kaca bisa membawa cahaya alami masuk ke dalam rumah.

    Pasang Skylight di Atap

    Skylight alias jendela atap memberikan cahaya konsisten langsung dari langit.

    Tambah Elemen Reflektif di Interior

    Cermin, lampu dinding, hingga pegangan kabinet berkilau dapat membantu cahaya menyebar ke seluruh ruangan.

    Gunakan Sun Tube

    Alternatif skylight yang lebih terjangkau ini bisa menyalurkan cahaya alami ke dalam rumah meski ruang terbatas.

    Dengan menerapkan trik-trik ini, rumah akan terasa lebih cerah, nyaman, sekaligus membantu menghemat tagihan listrik. Jadi, nggak ada salahnya mulai memanfaatkan sinar matahari sebaik mungkin mulai sekarang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! Keramik Lantai Bisa Meledak, Ini Penyebab yang Jarang Disadari


    Jakarta

    Bangunan rumah yang sudah tua biasanya muncul beberapa masalah atau kerusakan. Salah satunya keramik lantai meledak atau terangkat sebagian.

    Kondisi lantai seperti ini dapat mengganggu estetika rumah. Lalu, ujung keramik yang timbul berpotensi mencelakakan penghuninya.

    Kontraktor Wildan pernah mengatakan ubin keramik bisa meledak atau popping sehingga terangkat. Kalau seperti ini, ubin tersebut perlu diganti dengan yang baru atau sekaligus memasang ulang seluruh keramik lantai di suatu ruangan.


    Namun, kenapa keramik lantai bisa meledak sampai terangkat ya? Berikut ini penyebab dan cara mencegahnya.

    Penyebab Ubin Keramik Meledak

    Inilah beberapa hal yang menyebabkan lantai keramik meledak sampai terangkat.

    1. Hawa Panas dari Tanah

    Lantai dapat terangkat akibat hawa panas atau gas alam dari bawah tanah. Gas tersebut berusaha keluar dengan mendorong lantai hingga terbuka atau terangkat.

    2. Panas Semen Terperangkap

    Selain gas alam, ubin keramik terangkat karena panas semen yang terperangkap. Adonan semen mempunyai sifat panas sehingga perlu diredakan dengan bantuan air.

    Caranya dengan merendam ubin selama 15 menit hingga 1 jam sebelum dipasang. Lalu, pastikan permukaan tanah datar dan disiram air sebelum membuat lantai.

    3. Penurunan Lantai

    Selain itu, popping lantai dapat disebabkan oleh penurunan atau pergeseran lantai atau tanah. Kejadian ini biasanya terjadi pada tingkat satu dari sebuah rumah.

    “Jadi posisi keramik awalnya itu kan datar karena ada penurunan itu posisinya dia (ubin keramik) ketekan (saat diinjak). Jadi dia agak letup, keramiknya popping,” ujar Wildan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    4. Komposisi Adukan Mortar Tidak Tepat

    Komposisi adukan mortar yang kurang tepat juga mempengaruhi kondisi lantai. Campuran tersebut harus mengikuti rasio komposisi sesuai anjuran buat memasang ubin lantai.

    “Pokoknya kalau kurang semen, dia gampang mencar (adukan mortar). Kalau kebanyakan semen, dia cepat setting. Jadi pasti pas satu banding,” ucapnya.

    5. Keramik Tidak Berkualitas

    Kemudian, keramik bisa terangkat karena tidak kuat menahan tekanan ketika diinjak. Sebaiknya pemilik rumah menggunakan keramik yang berkualitas agar daya tekan sesuai standar.

    “Pilih material yang bagus. Cuman kalau yang misalkan (keramik) KW-KW itu, kuat tekannya di bawah yang sesuai standar harusnya,” tuturnya.

    Itulah penyebab keramik lantai meledak sampai terangkat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lagi Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 4 Alasannya!


    Jakarta

    Pakaian yang telah dicuci wajib dijemur agar cepat kering dan tidak lembap. Namun, masih banyak masyarakat yang memilih menjemur pakaian di depan rumah.

    Beberapa orang menganggap menjemur di depan rumah membuat pakaian cepat kering. Sebab, area tersebut yang paling banyak terpapar sinar matahari. Meski begitu, menjemur pakaian di depan rumah tidak dianjurkan karena membawa banyak kerugian.

    Ingin tahu alasan mengapa jangan menjemur pakaian di depan rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Alasan Jangan Jemur Baju di Depan Rumah

    Dilansir situs The Spruce, berikut sejumlah alasan mengapa sebaiknya jangan menjemur pakaian di depan rumah:

    1. Bikin Baju Jadi Bau

    Alasan yang pertama adalah membuat baju yang telah dicuci menjadi bau. Sebab, pakaian langsung terpapar dengan udara luar yang tidak selalu bersih. Apalagi jika kamu tinggal di lingkungan yang kotor, maka pakaian bisa cepat bau saat dijemur.

    Baju juga bisa bau karena terpapar asap dari pembakaran sampah, asap kendaraan bermotor, atau debu dari material bangunan. Selain bikin tidak nyaman, menggunakan pakaian yang penuh debu dan kotor juga berbahaya bagi kesehatan.

    2. Rawan Terkena Serangga dan Kotoran

    Menjemur pakaian di depan rumah sangat rentan terhadap serbuan serangga seperti nyamuk, lalat, dan semut. Apabila ada semut yang masuk ke dalam pakaian tanpa disadari, maka kulit bisa mengalami gatal-gatal saat memakai baju tersebut.

    Selain itu, menjemur baju di depan rumah juga rentan terkena kotoran dari hewan, sehingga membuat baju jadi kotor dan bau. Mau tak mau pakaian yang awalnya bersih harus dicuci ulang.

    3. Kondisi Cuaca yang Tidak Menentu

    Belakangan ini kondisi cuaca di beberapa daerah sedang tidak menentu. Saat pagi hari cuaca tampak cerah, tapi ketika siang menjelang sore bisa terjadi hujan.

    Apabila kamu menjemur pakaian di depan rumah saat cuaca tidak menentu, bisa saja pakaian yang sudah kering akhirnya basah dan kotor lagi karena terkena air hujan.

    Perlu diingat, segera cuci kembali pakaian yang basah karena terkena hujan. Meski sebenarnya bisa dikeringkan, tapi air hujan yang kotor dan menempel di pakaian bisa membuat kulit gatal-gatal.

    4. Merusak Estetika Rumah

    Menjemur pakaian di depan rumah juga dapat merusak estetika hunian. Sebab, adanya tali jemuran dan pakaian yang digantung di halaman depan bisa memberikan kesan berantakan dan sumpek.

    Menjemur pakaian di depan rumah juga memberikan kesan tidak nyaman bagi tamu atau tetangga yang datang. Bahkan, baju yang digantung bisa menghalangi jalan masuk bagi orang saat bertamu ke rumah kamu.

    Maka dari itu, sebaiknya jemur pakaian yang telah dicuci di halaman belakang agar tidak terlihat oleh tamu atau tetangga yang datang. Selain itu, pakaian jadi lebih bersih dan tetap wangi karena tidak terkena debu atau kotoran yang terbang di udara.

    Itulah empat alasan mengapa jangan menjemur pakaian di depan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com