Tag: material

  • Kompor Kaca vs Kompor Gas Konvensional, Mana yang Lebih Cocok buat Kamu?


    Jakarta

    Memilih kompor, nggak boleh sembarangan karena harus pertimbangkan karakteristik yang cocok buat kamu. Terdapat dua jenis kompor yang populer digunakan, yaitu kompor kaca dan kompor gas konvensional dengan keunggulan dan kekurangan masing-masing.

    Sering kali konsumen bingung untuk menentukan antara keduanya. Lantas, mana yang sebenarnya lebih baik?

    Simak perbedaan kompor kaca dan kompor gas konvensional berikut seperti yang dikutip dari keterangan NIKO, Minggu (22/9/2024).


    Perbedaan Kompor Kaca dan Kompor Gas Konvensional

    1. Estetika

    Kompor Kaca Foto: Getty Images/RYosha

    Kompor kaca dikenal memiliki desain yang modern dan estetis. Dengan permukaan kaca yang mengkilap, kompor ini menambah kesan elegan pada dapur, terutama yang memiliki konsep minimalis atau kontemporer.

    Sementara itu, kompor gas konvensional umumnya memiliki desain yang lebih sederhana dan fungsional. Namun, kesederhanaan ini justru sering kali lebih cocok untuk dapur yang mengutamakan fungsi daripada penampilan.

    2. Desain

    Salah satu keunggulan utama kompor kaca adalah perawatannya yang mudah. Permukaan kaca yang rata dan tanpa celah membuat sisa-sisa makanan atau tumpahan dapat dibersihkan dengan mudah menggunakan kain basah.

    Berbeda dengan kompor gas konvensional yang memiliki banyak sudut dan celah pada bagian burner dan grid, sehingga memerlukan usaha lebih dalam membersihkannya.

    Kompor Gas Konvensional Foto: Getty Images/Adipra

    3. Material

    Kompor kaca biasanya terbuat dari kaca tempered yang tahan terhadap panas tinggi. Beberapa model bahkan dilengkapi dengan fitur keamanan, seperti pemutus gas otomatis jika api padam, yang menambah kenyamanan penggunaan. Namun, meskipun tahan panas, kompor kaca tetap memiliki risiko pecah jika terkena benturan keras.

    Sedangkan kompor gas konvensional yang biasanya terbuat dari material logam, lebih tahan lama dan kuat terhadap benturan, menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk penggunaan berat atau intensif.

    4. Harga

    Soal harga, kompor gas konvensional cenderung lebih ekonomis dan terjangkau bagi sebagian besar konsumen. Hal ini membuat kompor gas konvensional pilihan yang populer di kalangan masyarakat.

    Sebaliknya, kompor kaca, dengan segala kelebihan estetika dan fitur keamanannya, umumnya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi.

    Dalam menentukan jenis kompor, konsumen perlu mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi masing-masing. Jika mencari kompor yang mudah dibersihkan dan menambah estetika dapur, kompor kaca bisa menjadi pilihan yang tepat.

    Namun, bagi mereka yang mengutamakan kekuatan, ketahanan, dan harga yang lebih terjangkau, kompor gas konvensional mungkin lebih sesuai.

    Salah satu merek kompor kaca lokal, NIKO menawarkan kompor yang andal, tahan lama, serta memberi pelayanan after sale. Sejak 2022, NIKO menarik perhatian publik dan para ahli di industri dengan kompor berkualitas dan fungsionalitas.

    “Kompor NIKO hadir dengan berbagai pilihan mulai dari 1-3 tungku, di atas meja atau di tanam, pengapian mekanis maupun otomatis, bahan kaca maupun stainless,” ujar Direktur Marketing NIKO Tjandra Lianto dalam keterangan tertulis, Minggu (22/9/2024).

    “Semua pilihan hadir dengan spesifikasi dan harga yang sangat sesuai dengan masyarakat Indonesia,” sambungnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah Pilih! Berikut Ukuran Ideal untuk Lemari di Rumah Kamu



    Jakarta

    Memilih lemari baju yang tepat sangat penting untuk menjaga kerapihan dan efisiensi ruang. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kamu menentukan ukuran lemari baju yang ideal.

    Memilih lemari baju yang ideal adalah langkah penting dalam menciptakan ruang yang teratur dan fungsional. Pertama, evaluasi kebutuhan pakaian kamu dengan menghitung jumlah pakaian dan tipe pakaian yang dimiliki, ini akan membantu menentukan ukuran dan desain lemari yang tepat.

    Melansir bostonwardrobes.co.nz, ukuran baju yang ideal terbagi menjadi beberapa bagian, dengan panjang 1800mm per orang atau 2400mm, biasanya ukuran tersebut difungsikan untuk pakaian jalan-jalan dan dengan kedalaman internal 600mm jaket atau jas bisa dimasukkan disini, serta kedalaman dan lebar rak 400mm untuk pakaian sehari-hari, juga memiliki lebar atau kedalaman 350mm.


    Ukuran ruangan juga berperan krusial, pastikan untuk mengukur area tempat lemari akan diletakkan, sehingga ada cukup ruang untuk membuka pintu atau laci.

    Jika plafon tinggi, lemari yang lebih tinggi dapat memaksimalkan penyimpanan, atau kamu juga bisa memakai rak gantung atau ruang gantung agar desain kamu berbeda dan unik untuk menambah estetika pada ruangan.

    Desain lemari harus mempertimbangkan fungsionalitas. Pilih antara pintu geser atau pintu buka, dan pastikan ada berbagai kompartemen untuk menggantung dan menyimpan pakaian, material yang digunakan juga penting; pilih bahan yang tahan lama dan mudah dirawat, seperti kayu solid atau Medium Density Fiberboard (MDF).

    Estetika juga tak kalah penting, sesuaikan warna dan gaya lemari dengan interior ruangan agar terlihat padu dan harmonis, terakhir tetapkan anggaran yang sesuai dan bandingkan harga dari berbagai pilihan. Dengan panduan ini, kamu akan menemukan lemari baju yang ideal untuk kebutuhan ruangan kamu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini 5 Jenis Atap Rumah yang Bagus dan Kuat


    Jakarta

    Atap merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah rumah. Saat ini, terdapat berbagai jenis atap rumah yang dibedakan dari materialnya.

    Meski tujuannya sama yaitu untuk melindungi dari panas dan hujan, tetapi memilih atap rumah tak bisa sembarangan, lho. Sebab, ada beberapa jenis atap yang dikenal karena kualitasnya baik, kokoh, hingga anti-panas.

    Lantas, apa saja atap rumah yang bagus dan kokoh? Simak rekomendasinya dalam artikel ini.


    Rekomendasi Jenis Atap Rumah yang Bagus

    Atap rumah terbagi ke dalam beberapa jenis yang dibedakan dari materialnya. Dilansir situs Klopmart, berikut rekomendasi atap rumah yang bagus dan kuat.

    1. Atap Metal

    Rekomendasi yang pertama ada atap metal. Atap rumah ini terkenal karena sifatnya yang kokoh dan tahan panas. Meski dikenal kuat, ternyata atap metal memiliki bobot yang cukup ringan.

    Selain tahan terhadap panas, atap metal juga dapat memantulkan panas. Dengan begitu, suhu panas dari matahari hampir tidak bisa masuk ke dalam rumah lewat atap, sehingga suhu ruangan tetap terasa sejuk.

    Atap metal juga punya kelebihan lain, yakni tahan terhadap karat. Meski terbuat dari campuran logam, tetapi atap metal tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan. Lalu, atap ini juga tidak merambatkan api serta tak mudah rusak karena gempa.

    2. Atap Tanah Liat

    Atap tanah liat menjadi solusi alternatif apabila atap metal dirasa terlalu mahal harganya. Sudah digunakan sejak zaman dahulu, atap jenis ini dikenal mampu meredam panas yang hampir sempurna, sehingga suhu ruangan di dalam rumah tetap terasa sejuk di siang hari.

    Meski begitu, atap tanah liat mulai jarang digunakan karena banyak yang beralih ke atap metal. Salah satu alasannya karena atap metal dinilai lebih estetik dan cocok untuk rumah modern di zaman sekarang.

    3. Atap Keramik atau Glazur

    Rekomendasi atap rumah yang bagus selanjutnya ada atap keramik atau glazur. Genteng ini menggunakan material utama keramik, kemudian dicampur dengan glazur saat proses finishing.

    Kedua bahan tersebut membuat genteng keramik dinilai lebih kokoh dan tahan lama. Atap ini juga kuat dalam menahan cuaca ekstrem seperti panas, hujan, hingga badai angin.

    Perlu diingat, pemasangan atap keramik perlu diperhatikan secara detail. Pastikan tingkat kemiringannya harus 30 derajat agar air hujan dapat mengalir ke bawah dengan sempurna.

    4. Genteng Metal Pasir

    Meski sama-sama menggunakan bahan metal, tapi ada perbedaan antara atap metal dengan genteng metal pasir. Atap ini terbuat dari bahan dasar zinc yang bagian bawahnya dilapisi back coat zinc aluminium coating, primary epoxy, zinc phosphate, synthetic resin, stone chip, dan acrylic finishing.

    Genteng metal pasir kerap disebut sebagai genteng metal batuan fulo roof. Sebab, atap ini memiliki lapisan polypropylene dan serbuk batuan. Lapisan tersebut membuat genteng metal pasir tidak menyerap panas sekaligus mampu meredam suara air hujan.

    5. Atap Dak Beton

    Atap dak beton bisa menjadi solusi terbaik bagi kamu yang ingin memiliki atap rumah kokoh. Selain dinilai kuat, atap dak beton juga dapat menahan suhu panas matahari sehingga tidak masuk ke dalam rumah.

    Meski begitu, atap dak beton memiliki sejumlah kekurangan, yakni rawan tergenang air ketika turun hujan dengan intensitas lebat. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga lebih mahal daripada menggunakan atap metal ataupun atap keramik.

    Itu dia lima rekomendasi atap rumah yang bagus dan kokoh. Jadi, pilih genteng jenis apa detikers?

    (fds/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Atap Rumah Harus Dicek?



    Jakarta

    Atap merupakan salah satu komponen penting pada sebuah rumah. Adanya atap, bisa melindungi penghuni rumah baik dari hujan maupun panas matahari.

    Letak atap memang sangat tinggi dan terkadang luput dari pemeriksaan. Walau demikian, atap rumah perlu dicek sesekali untuk memastikan kondisinya masih bagus agar tidak bocor saat musim hujan.

    Seberapa sering ya atap rumah harus dicek?


    Hal tersebut tergantung dari material atap yang digunakan. Sebab, beda bahan beda ketahanannya.

    Umumnya, atap bisa tahan 25 hingga 50 tahun tergantung dari faktor lainnya dan jenis bahan yang digunakan. Namun, setelah separuh masa pakai atap berlalu sebaiknya kamu mengecek kondisi atap.

    Dilansir Forbes, Kamis (26/9/2024), kamu bisa memeriksa atap melalui ahli/profesional setiap 3-4 tahun sekali. Pertimbangkan untuk melakukan lebih sering jika tinggal di iklim yang lebih keras.

    Sementara itu, dilansir dari The Spruce, disarankan untuk periksa atap sekitar setahun sekali. Namun, berikan perhatian khusus setelah cuaca buruk atau ketika memasuki musim hujan.

    Kamu bisa menyingkirkan dedaunan, ranting, dan puing lainnya. Selain itu, pastikan Talang air tetap bersih dan jernih untuk membantu memperpanjang masa pakai atap.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Material Wastafel Dapur yang Bisa Menjadi Pilihan


    Jakarta

    Wastafel dapur merupakan kebutuhan di banyak rumah yang berfungsi sebagai tempat untuk mencuci piring, membilas sayuran, meniriskan pasta, dan banyak lagi.

    Dengan beragamnya aplikasi dan penggunaan, penting untuk selektif dalam memilih material wastafel. Beberapa pilihan material lebih tahan lama, sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lama.

    Dilansir dari The Spruce, Minggu (6/10/2024), berikut beberapa pilihan material terbaik untuk wastafel dapur.


    Baja Tahan Karat

    Material ini menjadi material wastafel yang paling umum digunakan. Baja tahan karat terkenal karena ketahanannya terhadap air, daya tahan, goresan, dan juga sering dikenal karena ketahanannya terhadap karat serta sifat antimikroba yang unggul.

    Material baja tahan karat relatif mudah dibersihkan, tahan panas, dan lapisan baja anti karatnya tampak bagus. Material ini merupakan pilihan yang sangat baik untuk hampir semua dapur.

    Kelemahan baja tahan karat sebagai bahan bak cuci piring adalah dapat menimbulkan suara bising saat kamu menjatuhkan piring, panci, wajan, ataupun sendok. Selain hal itu, yang perlu kamu perhatikan adalah noda air.

    Tembaga

    Tembaga bisa menjadi pilihan untuk wastafel dapur kamu. Material tembaga memberikan titik fokus yang menarik yang membantu wastafel menonjol di dapur kamu.

    Penting untuk mempertimbangkan harga tinggi yang terkait dengan wastafel dapur tembaga, serta daya tahan material yang rendah. Meskipun material ini tampak bagus, tembaga rentan terhadap goresan, penyok, dan benturan dari benda tajam.

    Besi Cor Berenamel

    Ketahanan besi cor berenamel menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk wastafel dapur. Besi cor adalah material berat yang tidak akan lentur dan penyok, meskipun penting untuk memastikan bahwa kabinet mampu menahan beban wastafel tanpa melengkung.

    Lapisan berenamel pada besi cor tidak berpori dan tahan noda. Hal ini memastikan bahwa besi cor terlindung dari air, karat, dan korosi.

    Resin Akrilik

    Material wastafel resin akrilik biasanya disebut sebagai permukaan padat, meskipun ada beberapa merek yang berbeda. Material ini sensitif dengan panas, rentan terhadap goresan, dan cenderung memiliki masa pakai yang lebih pendek.

    Komposit Kuarsa

    Jika kerentanan resin akrilik permukaan padat atau wastafel dapur berenamel mengkhawatirkan, maka material ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Material komposit kuarsa murah tetapi sangat tahan lama.

    Dibuat dengan batu alam dan resin akrilik dalam upaya meniru tampilan dan nuansa wastafel batu alam asli.

    Material ini sangat tahan terhadap panas, serpihan, goresan, dan noda. Material ini membantu meredam suara, dan mudah dibersihkan dengan air dan sabun lembut.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal! Ini 7 Tips Pilih Wallpaper-Karpet Lantai untuk Kamar Tidur



    Jakarta

    Menata kamar tidur bukan hanya soal memilih perabot yang tepat, tetapi juga memperhatikan detail seperti wallpaper dan karpet yang bisa menambah kesan nyaman. Pemilihan wallpaper dinding kamar yang sesuai bisa menghadirkan suasana berbeda di ruang pribadi Anda.

    Dari motif hingga warna, semuanya perlu dipertimbangkan agar hasilnya sesuai dengan selera dan gaya desain interior. Selain itu, karpet lantai juga memainkan peran penting dalam menciptakan kenyamanan. Karpet yang tepat tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga membuat kamar terasa hangat dan nyaman.

    7 Tips Memilih Wallpaper Dinding dan Karpet Lantai untuk Kamar Tidur


    Agar hasilnya maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih wallpaper dan karpet untuk kamar tidur Anda. Berikut telah dirangkum 7 tips memilih wallpaper dan karpet lantai untuk kamar tidur.

    1. Sesuaikan dengan Ukuran Ruangan

    Salah satu hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih wallpaper dan karpet adalah ukuran kamar tidur Anda. Jika ruangan berukuran kecil, pilih wallpaper dengan motif yang sederhana dan warna cerah untuk memberi kesan lebih luas. Wallpaper dengan motif besar atau terlalu ramai bisa membuat ruangan terasa sesak.

    Begitu pula dengan karpet, untuk ruangan kecil sebaiknya pilih karpet berukuran kecil atau medium yang tidak menutupi seluruh lantai. Karpet dengan warna netral atau pola minimalis akan membantu membuat kamar terasa lebih lega.

    2. Pilih Warna yang Tepat

    Warna wallpaper dan karpet harus selaras dengan tema warna keseluruhan kamar. Jika kamar tidur Anda memiliki furnitur dengan warna netral, Anda bisa bermain dengan wallpaper yang memiliki warna lebih mencolok atau bermotif. Namun, jika kamar Anda sudah penuh warna, sebaiknya pilih wallpaper dengan warna kalem.

    Begitu juga dengan karpet lantai. Karpet dengan warna senada atau kontras dengan dinding bisa memberikan tampilan yang harmonis atau dinamis, tergantung preferensi Anda. Pilihan warna yang tepat akan membuat kamar tidur terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

    3. Perhatikan Material Wallpaper dan Karpet

    Material wallpaper dan karpet sangat penting, terutama untuk kamar tidur. Pilih wallpaper yang mudah dibersihkan dan tahan lama. Ada beberapa material wallpaper yang tahan air, sehingga lebih mudah dirawat dan dibersihkan dari debu atau kotoran.

    Untuk karpet, pastikan memilih material yang lembut dan nyaman untuk dipijak. Karpet berbahan wol atau katun biasanya lebih nyaman untuk kamar tidur karena teksturnya yang lembut dan hangat di kaki.

    4. Pertimbangkan Kebutuhan Perawatan

    Kamar tidur adalah tempat di mana Anda ingin merasa rileks. Jadi pastikan Anda tidak memilih wallpaper dan karpet yang membutuhkan perawatan ekstra. Wallpaper yang mudah dibersihkan sangat disarankan, terutama jika Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

    Karpet juga perlu dipilih berdasarkan kemudahan perawatannya. Karpet berbahan sintetis biasanya lebih mudah dibersihkan dan tahan terhadap noda, sementara karpet berbahan alami seperti wol mungkin memerlukan perawatan khusus.

    5. Pilih Motif yang Menenangkan

    Untuk kamar tidur, sebaiknya pilih motif wallpaper dan karpet yang menenangkan agar suasana tidur menjadi lebih nyaman. Motif yang terlalu ramai atau mencolok bisa membuat ruangan terasa berlebihan dan mengganggu waktu istirahat Anda.

    Motif floral atau geometris dengan warna lembut biasanya menjadi pilihan yang baik untuk wallpaper kamar tidur. Sementara untuk karpet, pilih yang bermotif sederhana atau polos agar tidak bertabrakan dengan motif wallpaper.

    6. Sesuaikan dengan Gaya Interior

    Gaya interior kamar tidur juga harus menjadi pertimbangan utama. Jika kamar tidur Anda bergaya minimalis, pilih wallpaper dengan motif yang simpel dan karpet yang tidak terlalu tebal. Untuk kamar bergaya klasik, wallpaper dengan motif bunga atau ornamen elegan bisa menjadi pilihan yang sempurna.

    Sesuaikan karpet dengan gaya interior tersebut. Karpet berbulu tebal cocok untuk kamar tidur bergaya klasik, sementara karpet tipis dengan pola sederhana cocok untuk kamar bergaya modern atau minimalis.

    7. Perhatikan Anggaran

    Meskipun wallpaper dan karpet bisa mempercantik kamar tidur, jangan lupa untuk tetap menyesuaikan dengan anggaran. Pilih wallpaper dan karpet yang berkualitas, tetapi tetap dalam batas anggaran yang Anda tetapkan. Tidak perlu selalu memilih yang paling mahal untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

    Ada banyak pilihan wallpaper dan karpet berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Yang penting adalah kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan Anda, bukan harga yang terlalu tinggi.

    Beli Wallpaper dan Karpet di Decorindo Perkasa

    Jika Anda sedang mencari wallpaper dan karpet lantai untuk mempercantik kamar tidur, Decorindo Perkasa adalah tempat yang tepat. Decorindo Perkasa menyediakan beragam pilihan wallpaper dengan motif dan warna yang bisa disesuaikan dengan gaya interior kamar. Selain itu, pilihan karpet yang nyaman dan berkualitas tinggi juga tersedia untuk melengkapi tampilan kamar tidur impian Anda.

    Anda bisa mengunjungi toko offline Decorindo Perkasa di Jl Dewi Sartika no 306A Cawang, Jakarta Timur, untuk melihat langsung koleksi wallpaper dan karpet yang tersedia. Jika tidak sempat datang ke toko, Anda juga bisa mengunjungi situs resmi mereka di decorindoperkasa.com untuk melihat katalog produk dan melakukan pembelian secara online dengan mudah.

    Memilih wallpaper dinding dan karpet lantai untuk kamar tidur memang tidak bisa asal-asalan. Berkat mempertimbangkan beberapa tips di atas, Anda bisa mendapatkan kamar tidur yang nyaman, indah, dan sesuai dengan selera. Mulai dari ukuran, warna, hingga material, semua faktor ini perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal.

    Jangan ragu untuk membeli wallpaper dan karpet di Decorindo Perkasa. Hadir dengan banyaknya pilihan dan kualitas yang terjamin, Anda bisa menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan kamar tidur Anda!

    (Content Promotion/Decorindo Perkasa)



    Sumber : www.detik.com

  • Masuk Musim Hujan, Ini 3 Alat yang Ampuh Cegah Pagar Besi Berkarat


    Jakarta

    Besi dikenal sebagai salah satu jenis material yang mudah berkarat. Pemicunya biasanya karena air atau lingkungan yang lembap. Mengingat akhir-akhir ini beberapa wilayah sering diguyur hujan deras, kamu perlu melindungi barang di rumah dari karat, seperti pagar besi.

    Pagar adalah penutup akses masuk ke rumah agar lebih aman, tertutup, dan rapih bila dilihat dari luar. Biasanya material yang sering digunakan adalah besi. Sebab, besi cukup tahan lama, harganya lebih terjangkau, dan mudah diolah. Di satu sisi, memang ada kekurangannya yakni pagar besi mudah berkarat.

    Agar pagar besi bisa lebih tahan lama dan tidak mudah berkarat kamu perlu mencegahnya dan merawatnya. Mengutip Aberdeen Gate, Rabu (16/10/2024), kamu bisa memakai 3 alat ini untuk mengatasi masalah karat pada pagar besi.


    1. Sikat Kawat, Kikir, Bor Listrik

    Sikat kawat dan kikir dapat digunakan untuk pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas. Apabila sudah seperti itu, kamu perlu mengikisnya dahulu baru ditutupi dengan cat atau lapisan yang baru.

    Sementara itu, roda kawat yang dipasang pada mata bor juga dapat mengampelas, mengikis area yang sulit dijangkau. Lalu, ada sandblaster yang dapat digunakan untuk menghilangkan pembentukan karat.

    2. Kuas Pembersih Lubang

    Untuk area pagar besi yang sudah terlihat berkarat dan lebih sulit dibersihkan, kamu bisa menggunakan cairan kimia seperti asam fosfat. Dalam 24 jam, karat tersebut akan berubah menjadi serpihan hitam.

    Serpihan ini dapat dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih. Jangan lupa untuk memakai masker debu untuk mencegah kamu menghirup uap cat yang mungkin mengandung timbal.

    3. Kuas Cat

    Tahap selanjutnya adalah memberikan cat primer berbahan dasar minyak pada pagar besi yang telah dibersihkan. Tahap ini untuk melindungi besi dari reaksi karat setelah ini. Pastikan kamu memakai sarung tangan dan penutup mulut dan hidung saat mengecat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Sebagai catatan tambahan, jangan gunakan cat eksterior dinding untuk gerbang besi karena produk jenis ini tidak mengandung komponen penghambat karat yang diperlukan seperti cat DTM (direct-to-metal).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagusan Kanopi Spandek atau Alderon? Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Ketika memilih kanopi, banyakan dihadapkan dengan pilihan antara kanopi spandek dan alderon.

    Keduanya menawarkan keunggulan tersendiri dalam hal estetika, ketahanan, dan fungsionalitas.

    Kanopi sendiri adalah struktur atap yang digunakan untuk memberikan perlindungan area outdoor. Selain fungsinya sebagai pelindung, kanopi juga jadi elemen estetika yang bisa mempercantik tampilan bangunan.


    Perbedaan karakteristik material, daya tahan terhadap cuaca, dan biaya pemasangan membuat pilihan ini semakin menarik untuk dianalisis.

    Mengenal Atap Spandek

    Spandek adalah jenis atap yang terbuat dari lembaran metal modern terdiri dari campuran zinc dan alumunium. Bentuknya lembaran bergelombang persegi.

    Atap spandek cenderung tipis, sehingga mudah penyok (apalagi ketika diinjak pada saat pemasangan)

    Biasanya, kanopi spandek digunakan untuk bangunan komersial, gudang, dan rumah hunian.

    Atap jenis ini memungkinkan variasi dalam penampilan dari yang minimalis hingga modern, karena desainnya sederhana. Terlebih, tampilan spandek kontemporer menarik secara estetika.

    Kelebihan Kanopi Spandek

    • Ketahanan terhadap benturan
    • Ekonomis
    • Banyak variasi tampilannya
    • Spandek ringan namun kuat dan kokoh
    • Tahan karat

    Kekurangan Kanopi Spandek

    • Punya daya serap panas yang tinggi
    • Tidak tahan korosi terhadap adukan semen atau mortar
    • Tidak tahan bahan kimia
    • Spandek cenderung tidak dilengkapi lapisan pelindung UV
    • Kurang bisa meredam suara, sehingga bisa bising saat hujan.

    Mengenal Atap Alderon

    Mengutip situs Alderon (PT Impack Pratama Industri Tbk), alderon adalah atap yang terbuat dari bahan Unplasticizide Polyvinyl Chloride (uPVC) yang diformulasikan dan direkayasa ulang.

    Umumnya, atap alderon punya ketebalan sekitar 10 mm. Struktur atap alderon berongga, rongga udara tersebut mampu meredam panas sangat baik. Tak heran jika jenis atap ini membuat ruangan di bawahnya menjadi lebih sejuk.

    Kelebihan Alderon

    • Sangat kuat dan kokoh
    • Mudah dibersihkan
    • Biaya perawatannya rendah
    • Ramah lingkungan
    • Mudah dipotong
    • Tidak merambatkan api dan tidak mudah terbakar
    • Mampu untuk meredam panas
    • Tidak mudah luntur dan tahan lama
    • Tidak berkarat
    • Tahan bahan kimia
    • Alderon kedap suara sehingga tidak berisik saat hujan.

    Kekurangan Alderon

    • Harga yang relatif mahal
    • Pilihan warnanya sedikit

    Dalam memilih antara kanopi spandek atau Alderon, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor seperti kebutuhan fungsional, estetika, dan anggaran yang tersedia.

    Dengan memahami perbedaan dan kelebihan masing-masing, semoga detikers bisa membuat keputusan yang tepat.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Jenis dan Material Talang Air yang Cocok buat Rumah Kamu


    Jakarta

    Talang air berperan penting untuk mengalirkan air hujan menjauhkan dari atap, loteng, dan fondasi rumah. Talang air juga melindungi dinding, sehingga mencegah kerusakan akibat air, seperti banjir, korosi, jamur, dan lumut.

    Memilih jenis talang air untuk desain rumah menjadi pertimbangan penting. Talang air hujan tersedia dalam berbagai jenis dan material. Untuk memilih sistem talang air yang tepat untuk rumah kamu, penting untuk memahami berbagai jenis talang air.

    Dilansir Better Homes & Gardens, Rabu (23/10/2024), berikut berbagai material dan jenis talang air perlu kamu ketahui.


    Material Talang Air

    1. Vinyl

    Talang Air Plastik/PVC Foto: Getty Images/sergei scherbak

    Talang air vinyl terbuat dari Plastik Polivinil Klorida (PVC) dan dapat bertahan hingga 10 sampai 20 tahun. Talang air ini tahan lama dan mudah dipasang. Untuk rumah yang berada di daerah dengan curah hujan ekstrem dan cuaca basah, material ini menjadi pilihan praktis.

    2. Aluminium

    Talang air aluminium bersifat ringan dan tahan karat, sehingga dapat bertahan lama. Namun, material ini memiliki risiko retak yang lebih tinggi dibandingkan talang logam lainnya.

    Rata-rata talang aluminium memiliki masa pakai hingga 20 sampai 30 tahun. Talang aluminium tanpa sambungan adalah pilihan yang optimal, tetapi ketebalannya bervariasi tergantung pada iklim di daerah kamu.

    3. Tembaga

    Talang Air Tembaga Foto: Getty Images/iStockphoto/alacatr

    Tembaga adalah material yang sangat tahan lama untuk talang air karena tidak akan bengkok atau berkarat bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem.

    Talang air tembaga memiliki kilau indah yang tahan lama, tetapi harganya bisa sangat mahal. Hal itu karena talang air dengan material ini dapat bertahan hingga 60 tahun, bahkan terkadang bertahan lebih lama dari atap itu sendiri.

    4. Seng

    1431261691 Foto: Getty Images/OceanProd

    Material ini juga menjadi bahan talang air yang bisa bertahan lebih lama. Talang air ini mudah dirawat dan tahan karat. Seng memiliki patina yang dapat menutup sendiri, sehingga mencegah goresan atau retakan.

    Rata-rata talang air material seng memiliki masa pakai yang cukup lama hingga 80 tahun. Harga talang ini juga lumayan terjangkau.

    Jenis-jenis Talang Air

    1. Talang Setengah Lingkaran

    Ilustrasi model talang air untuk kanopi Getty Images/via The Spruce Foto: Getty Images/via The Spruce

    Talang ini berbentuk setengah lingkaran dengan bibir melengkung yang tampak bagus. Talang setengah lingkaran lebih mahal karena pilihan bahan yang digunakan untuk membuatnya.

    Talang ini memiliki permukaan bagian dalam yang halus, sehingga mudah dibersihkan dari serpihan dan daun. Talang setengah lingkaran biasanya mudah dirawat dan tersedia dalam berbagai ukuran dan lebar.

    2. Talang Air Berbentuk Kotak

    Ilustrasi model talang air untuk kanopi Getty Images/via The Spruce Foto: Getty Images/via The Spruce

    Talang air berbentuk kotak paling umum digunakan untuk bangunan komersil karena ukurannya yang besar. Talang air ini paling cocok digunakan di daerah dengan curah hujan yang tinggi dan untuk atap yang besar.

    3. Talang Air Model K

    Ilustrasi model talang air untuk kanopi Getty Images/via The Spruce Foto: Getty Images/via The Spruce

    Talang air model K terlihat seperti kubus cengkung dengan bagian atas terbuka. Talang air ini memiliki bagian belakang yang datar dan bentuk bersudut. Talang jenis ini memberi tampilan fasad yang modern.

    Talang air ini tidak memerlukan bracket dan aksesoris untuk pemasangan yang mudah, tetapi talang air model K dianggap memerlukan lebih banyak perawatan dibanding jenis lainnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Beda Plafon PVC dan Gypsum dari Kualitas hingga Harga, Mana Lebih Baik?


    Jakarta

    Pemilihan material plafon jadi salah satu faktor penting dalam dunia desain interior. Pasalnya, ini akan mempengaruhi estetika dan fungsi ruang.

    Saat ini, plafon PVC dan gypsum adalah dua pilihan bahan plafon yang sedang trend di pasaran. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, terdapat perbedaan signifikan yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan.

    Plafon PVC

    Polyvinyl chloride (PVC) adalah panel yang terbuat dari bahan plastik ringan buatan pabrik. PVC punya eksterior yang mengkilap dan halus.


    Mengutip National Plastics, panel PVC 100% kedap air dan tidak memerlukan grouting. Alasan ini membuat PVC cocok untuk ruangan dengan tingkat kondensasi tinggi, contohnya kamar mandi dan kamar mandi dalam.

    Kelebihan Plafon PVC

    • Ringan.
    • Mudah dirawat.
    • Biaya perawatannya rendah (bahkan hampir bebas perawatan).
    • Tahan lama.
    • Tersedia banyak pilihan desain dan warna.

    Kekurangan Plafon PVC

    • Biaya awal yang lebih mahal.
    • Tidak tahan api.
    • Bukan bahan yang ramah lingkungan.
    • Kapasitas menahan bebannya terbatas (tidak terlalu bagus menahan beban berat).

    Plafon Gypsum

    Gypsum adalah plafon yang terbuat dari kalsium sulfat terhidrasi. Bahan dasar gipsum ialah Plaster of Paris (POP), yang diproses menjadi papan dan digunakan untuk membuat struktur plafon gantung pada saluran aluminium.

    Dilansir Medium, bahan ini biasanya jadi pilihan utama untuk ceiling palsu untuk bangunan perumahan dan komersial. Tidak hanya itu, Gypsum juga pilihan yang baik untuk teater, kantor, dan lembaga pendidikan.

    Plafon gipsum memberikan hasil akhir yang halus, yang meningkatkan daya tarik estetika ruangan. Selain itu, plafon jenis ini juga mudah dipotong, dibentuk, dan dicetak menjadi berbagai desain.

    Kelebihan Plafon Gypsum

    • Sifatnya yang tahan api.
    • Memberikan insulasi akustik, yang menyerap suara sehingga bisa mengurangi transmisi kebisingan antara lantai dan ruangan.
    • Mudah dipasang dan ringan.
    • Harganya lebih hemat dibandingkan dengan bahan plafon lainnya.

    Kekurangan Plafon Gypsum

    • Tidak kedap air.
    • Rentan terhadap serangga.
    • Harganya mahal.
    • ketahanan terhadap api.

    Perbedaan Plafon PVC dan Gypsum

    Mengutip Gyproc, Berikut adalah faktor yang membedakan plafon PVC dan gypsum:

    1. Harga

    Umumnya, gypsum harganya lebih mahal daripada PVC yang terbuat dari POP. Harga PVC umumnya sekitar 25% lebih murah dari gypsum.

    2. Waktu Instalasi

    Karena plafon PVC dipasang di tempat, maka prosesnya memakan waktu lama dari gypsum. Sementara, gypsum diproduksi di pabrik dan dirakit serta diselesaikan di lokasi, jasi waktu penyelesaiannya sangat singkat.

    3. Desain dan Estetika

    Plafon PVC bisa dibuat dengan pola atau desain apa pun, sedangkan gypsum tidak semudah plafon PVC.

    4. Retakan

    Gypsum papannya datar mungkin tidak mudah retak. Sementara, PVC mungkin bisa retak, namun ini terjadi tergantung pada pengrajin dan kualitas campuran POP.

    5. Perbaikan

    Plafon PVC hanya perlu perbaikan sederhana, mungkin hanya sebagian kecil langit-langit saja perlu dipotong dan direnovasi jika perlu. Sementara, gypsum perbaikannya lebih sulit karena karena papan terpasang pada rangka logam.

    6. Tahan Air

    Plafon PVC kedap air, sedangkan plafon gypsum cenderung bisa berjamur dan muncul lengkungan jika ada kelembapan masuk ke langit-langit gypsum dari atap yang bocor atau pipa pembuangan.

    Itu tadi penjelasan mengenai perbandingan plafon PVC vs Gypsum, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

    Namun perlu diingat, saat memilih material plafon palsu yang tepat untuk ruangan penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor. Mulai dari anggaran, fungsionalitas, tampilan yang diinginkan, kondisi lingkungan, dan pemeliharaannya.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com