Tag: materialnya

  • Untung Rugi Atap Genteng Sesuai Materialnya, Mana yang Paling Bagus?


    Jakarta

    Atap genteng berfungsi untuk melindungi penghuni rumah dari kondisi cuaca, mulai dari panasnya sinar matahari hingga hujan deras. Atap ini bisa terbuat dari berbagai jenis material genteng sesuai kebutuhan dan kemampuan pemiliknya.

    Namun, jangan sembarangan pilih material genteng karena setiap jenis mempunyai karakteristiknya masing-masing.

    Lantas, ada apa saja jenis atap genteng yang bisa kita gunakan? Apa kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyebutkan ada beberapa tipe material genteng, di antaranya beton, keramik, tanah liat, dan metal. Setiap jenis genteng mempunyai berat, massa jenis, karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

    Jenis-jenis Material Genteng

    1. Genteng Tanah Liat Berkeramik

    Menurut Panggah, genteng keramik memiliki material terbaik sebagai atap rumah. Berbeda dari genteng tanah liat pada umumnya, bahan ini mempunyai lapisan mengkilap. Genteng ini tergolong premium, sehingga biasa digunakan pada rumah-rumah mewah.

    “Populer di Indonesia itu cocoknya adalah genteng tanah liat yang keramik. Tanah liat dan keramik ini mempunyai karakteristik pembuatan dari tanah liat dibentuk dan di-oven, jadi kadar airnya nol,” kata Panggah kepada detikcom, Kamis (5/7/2024).

    Kelebihan:

    • Tampilan glossy yang estetik
    • Berbahan solid yang mencegah retak dan bocor
    • Bobot paling berat yang tidak mudah terbang tertiup angin

    Kekurangan:

    • Harganya paling mahal
    • Boros penggunaan rangka atap karena berat

    Namun, ada genteng tanah liat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Indonesia yang lebih ringan, sehingga masih mudah tertiup angin. Genteng ini dibuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar, tetapi tanpa melalui proses oven. Tampilannya pun doff, berbeda dari versi keramiknya yang mengkilap.

    2. Genteng Beton

    Selanjutnya, ada jenis genteng yang termasuk segmentasi menenang. Menurut Panggah, genteng ini banyak digunakan di Indonesia dan bisa menjadi pilihan terbaik untuk harga yang masih terjangkau.

    Kelebihan:

    • Harga lebih terjangkau daripada genteng tanah liat berkeramik
    • Bobot cukup berat
    • Tampilan estetik

    Kekurangan:

    • Permukaan genteng mudah retak sehingga rawan bocor setelah pemakaian lama
    • Boros rangka baja ringan karena harus ditopang dengan rangka yang rapat

    3. Genteng Metal

    Genteng metal merupakan pilihan material genteng yang ekonomis. Ada banyak jenis genteng dengan bahan metal, seperti spandek metal, metal berpasir, metal seperti beton.

    Kelebihan:

    • Pemasangan genteng mudah dan cepat
    • Hemat baja ringan karena tidak perlu rangka yang rapat
    • Harga genteng paling terjangkau

    Kekurangan:

    • Penampilan genteng kurang estetik karena terlihat ringkih
    • Mudah robek kalau terkena angin kencang
    • Bobotnya ringan sehingga mudah terbang tertiup angin

    Itulah beberapa jenis material genteng yang bisa kamu gunakan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Perbedaan Vinyl dan SPC Beserta Segala Keunggulannya



    Jakarta

    Dalam memilih pelapis lantai, banyak orang dihadapkan pada pilihan antara vinyl lantai dan SPC flooring. Keduanya memiliki karakteristik unik yang membuatnya populer di kalangan konsumen.

    Vinyl lantai dikenal dengan tekstur lembut dan elastis yang memberikan kenyamanan maksimal saat dipijak. Tidak hanya itu, vinyl lantai juga tersedia dalam berbagai desain yang meniru tampilan material alami seperti kayu atau batu.

    Di sisi lain, SPC flooring semakin diminati karena daya tahan dan kekuatannya yang unggul. SPC sendiri merupakan inovasi terbaru dalam dunia pelapis lantai yang menggabungkan kekuatan batu dengan fleksibilitas plastik. Material ini terkenal tahan lama dan cocok untuk berbagai kondisi cuaca serta lingkungan.


    Lantas, apa sebenarnya perbedaan antara vinyl dan SPC, dan apa saja keunggulan masing-masing?

    Lebih Dekat dengan Vinyl Lantai

    Vinyl adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) yang telah melalui proses pemanasan dan penggulungan untuk menciptakan lapisan-lapisan tipis. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan, menjadikannya pilihan populer bagi mereka yang mencari pelapis lantai dengan berbagai motif.

    Vinyl terkenal karena sifatnya yang elastis dan mudah dipasang, bahkan oleh mereka yang tidak berpengalaman dalam instalasi lantai.

    Selain kemudahan pemasangan, vinyl juga memiliki keunggulan dalam hal perawatan. Lantai vinyl sangat mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk ruangan yang sering terkena noda atau tumpahan cairan, seperti dapur atau ruang makan.

    Kelebihan Vinyl sebagai Pelapis Lantai

    Setelah memahami perbedaan antara vinyl dan SPC, mari kita bahas kelebihan yang ditawarkan oleh vinyl. Berikut adalah lima kelebihan utama vinyl yang perlu diketahui.

    1. Pilihan Desain yang Beragam

    Vinyl tersedia dalam berbagai motif dan warna, meniru tampilan material alami seperti kayu, batu, atau marmer. Keberagaman desain ini memungkinkan Anda untuk memilih tampilan yang sesuai dengan gaya interior Anda tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

    Selain itu, vinyl juga menawarkan fleksibilitas dalam pencocokan warna dan pola, sehingga Anda bisa lebih kreatif dalam mendesain ruangan. Vinyl juga dapat dipotong sesuai dengan kebutuhan, menjadikannya sangat praktis untuk digunakan di area dengan bentuk yang tidak biasa.

    2. Instalasi yang Mudah

    Salah satu keunggulan utama vinyl adalah kemudahan instalasinya. Vinyl lantai dapat dipasang dengan mudah tanpa memerlukan keahlian khusus, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin menghemat biaya pemasangan.

    Vinyl juga sering hadir dengan sistem klik atau perekat yang mempermudah proses instalasi. Ini membuat vinyl menjadi solusi cepat bagi mereka yang membutuhkan renovasi instan tanpa ribet.

    3. Perawatan yang Praktis

    Vinyl sangat mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Anda hanya perlu menyapu dan mengepel secara rutin untuk menjaga kebersihannya.

    Keunggulan ini membuat vinyl menjadi pilihan yang ideal untuk rumah tangga dengan anak-anak atau hewan peliharaan.

    Selain itu, vinyl juga tahan terhadap noda, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika terjadi tumpahan cairan atau makanan. Cukup lap dengan kain basah, dan lantai akan kembali bersih seperti semula.

    4. Kenyamanan Saat Dipijak

    Vinyl memiliki tekstur yang lembut dan elastis, memberikan kenyamanan maksimal saat dipijak. Hal ini sangat penting untuk ruangan seperti kamar tidur atau ruang keluarga, di mana kenyamanan menjadi prioritas.

    Berkat sifatnya yang elastis, vinyl juga mampu meredam suara, menjadikannya pilihan yang baik untuk area yang sering digunakan oleh banyak orang. Vinyl juga aman untuk anak-anak karena tidak licin dan tidak mudah membuat terpeleset.

    5. Harga yang Terjangkau

    Vinyl adalah pilihan ekonomis yang tetap menawarkan kualitas dan tampilan yang menarik. Dibandingkan dengan pelapis lantai lainnya, vinyl biasanya lebih murah namun tetap memberikan nilai estetika yang tinggi.

    Melalui harga yang lebih terjangkau, Anda dapat memperbarui tampilan ruangan tanpa harus menguras kantong. Vinyl adalah solusi cerdas bagi mereka yang ingin mempercantik rumah dengan anggaran terbatas.

    Lebih Dekat dengan SPC Flooring

    SPC atau Stone Plastic Composite adalah material pelapis lantai yang terbuat dari campuran batu kapur dan PVC. Kombinasi ini menghasilkan material yang sangat kuat dan tahan lama, menjadikannya pilihan yang ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi seperti ruang tamu atau kantor.

    SPC dikenal dengan stabilitas dimensi yang tinggi, yang berarti tidak mudah berubah bentuk meski terpapar suhu atau kelembaban yang ekstrem.

    Selain itu, SPC juga memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap air. Berbeda dengan vinyl, SPC tidak menyerap air sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Hal ini membuatnya cocok untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi atau dapur.

    Kelebihan SPC Flooring

    Tidak kalah dengan vinyl, SPC juga memiliki kelebihan yang membuatnya layak untuk dipertimbangkan. Berikut adalah lima kelebihan utama SPC yang penting diketahui.

    1. Ketahanan yang Luar Biasa

    SPC terkenal dengan daya tahannya yang tinggi terhadap berbagai kondisi. Material ini tahan terhadap goresan, benturan, dan tekanan, menjadikannya pilihan ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi.

    SPC juga tidak mudah aus, sehingga dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan pelapis lantai lainnya. Ini menjadikannya investasi jangka panjang yang ekonomis, terutama bagi mereka yang tidak ingin sering mengganti lantai.

    2. Tahan Terhadap Air dan Kelembaban

    SPC memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap air, menjadikannya cocok untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi dan dapur. Material ini tidak menyerap air, sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Keunggulan ini juga membuat SPC tidak mudah berjamur atau rusak akibat kelembaban, menjadikannya pilihan yang lebih aman dan higienis untuk lingkungan rumah tangga.

    3. Stabilitas Dimensi yang Tinggi

    SPC memiliki stabilitas dimensi yang luar biasa, yang berarti material ini tidak mudah memuai atau menyusut meskipun terpapar suhu ekstrim. Hal ini membuat SPC cocok untuk digunakan di berbagai kondisi cuaca. Selain itu, stabilitas dimensi ini juga membuat SPC lebih tahan terhadap deformasi, sehingga tetap terlihat rapi dan rata meskipun telah digunakan dalam jangka waktu lama.

    4. Ramah Lingkungan

    SPC adalah pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan vinyl karena terbuat dari bahan-bahan yang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Material ini juga dapat didaur ulang, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

    5. Kualitas Suara yang Lebih Baik

    SPC mampu meredam suara dengan lebih efektif dibandingkan vinyl. Hal ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk digunakan di apartemen atau bangunan bertingkat, di mana kontrol kebisingan menjadi faktor penting.

    Selain itu, lantai SPC juga nyaman untuk dipijak, memberikan sensasi yang solid namun tetap lembut. Kombinasi ini membuat SPC menjadi pilihan yang sempurna bagi mereka yang menginginkan kenyamanan dan ketenangan di rumah.

    Perbedaan Vinyl dan SPC

    Sebelum memilih antara vinyl dan SPC, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara keduanya. Berikut ini lima perbedaan utama yang perlu diketahui.

    1. Komposisi Material

    Vinyl terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) yang elastis sementara SPC terdiri dari campuran batu kapur dan PVC. Perbedaan ini membuat SPC lebih keras dan tahan lama dibandingkan vinyl. SPC juga memiliki stabilitas dimensi yang lebih baik yang berarti tidak mudah berubah bentuk meskipun terpapar suhu atau kelembaban ekstrim.

    Dari segi tekstur, vinyl cenderung lebih lembut dan nyaman saat dipijak, sementara SPC terasa lebih kaku dan padat. Bagi Anda yang menginginkan kenyamanan ekstra di bawah kaki, vinyl mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika Anda mencari pelapis lantai yang tahan lama dan kuat, SPC adalah pilihan yang tepat.

    2. Ketahanan Terhadap Air

    SPC lebih unggul dalam hal ketahanan terhadap air dibandingkan vinyl. SPC tidak menyerap air, menjadikannya lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Hal ini membuat SPC ideal untuk digunakan di area dengan kelembaban tinggi seperti kamar mandi atau dapur.

    Sementara itu, vinyl cenderung lebih rentan terhadap kerusakan jika terkena air dalam jangka waktu lama. Meski begitu, vinyl yang berkualitas tinggi biasanya dilengkapi dengan lapisan pelindung yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap air.

    3. Ketahanan Terhadap Goresan

    SPC memiliki ketahanan terhadap goresan yang lebih baik dibandingkan vinyl. Material yang lebih keras membuatnya tidak mudah tergores oleh benda tajam atau berat.

    Hal ini sangat penting bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan atau sering memindahkan perabotan.

    Vinyl, meskipun elastis, lebih rentan terhadap goresan. Oleh karena itu, perawatan ekstra diperlukan untuk menjaga keindahannya.

    Meski demikian, vinyl juga tersedia dalam varian yang lebih tahan gores, namun dengan harga yang lebih tinggi.

    4. Proses Instalasi

    Vinyl dikenal lebih mudah dipasang karena materialnya yang fleksibel dan ringan. Banyak produk vinyl yang dilengkapi dengan sistem klik atau perekat, sehingga instalasi dapat dilakukan tanpa bantuan profesional.

    SPC, meskipun juga tersedia dalam sistem klik, cenderung lebih berat dan kaku sehingga memerlukan usaha lebih dalam proses instalasi. Namun, kelebihan ini sebanding dengan hasil yang didapatkan, yaitu lantai yang lebih stabil dan tahan lama.

    5. Harga

    Vinyl biasanya lebih terjangkau dibandingkan SPC. Harga yang lebih murah membuat vinyl menjadi pilihan yang ekonomis bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.

    Namun, perlu diingat bahwa harga vinyl dapat bervariasi tergantung pada kualitas dan motif yang dipilih.

    SPC, dengan semua keunggulannya, biasanya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi. Namun, investasi ini sepadan dengan ketahanan dan umur panjang yang ditawarkan oleh SPC, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

    Beli Produk Pelapis Lantai di Decorindo Perkasa

    Jika Anda sedang mencari produk pelapis lantai seperti vinyl dan SPC ya berkualitas, Decorindo Perkasa adalah tempat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Decorindo Perkasa menawarkan berbagai jenis lantai vinyl dan SPC dengan harga yang kompetitif.

    Tidak hanya itu, Anda juga bisa menemukan berbagai motif dan warna yang sesuai dengan gaya interior Anda. Melalui reputasi yang telah terbukti, Decorindo Perkasa selalu menyediakan produk dengan standar kualitas tinggi dan layanan pelanggan yang memuaskan.

    Dalam memilih pelapis lantai, baik vinyl maupun SPC memiliki keunggulan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Jika Anda menginginkan lantai yang nyaman dan mudah perawatannya, vinyl bisa menjadi pilihan tepat.

    Namun, jika daya tahan dan ketahanan terhadap air menjadi prioritas, SPC adalah solusi terbaik. Apapun pilihan Anda, pastikan untuk membeli produk pelapis lantai berkualitas dari Decorindo Perkasa untuk hasil terbaik di rumah Anda.

    (Content Promotion/VINYL)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai


    Jakarta

    Banyak masyarakat yang kini membangun rumah minimalis dua lantai. Rumah ini sangat cocok untuk orang yang sudah berkeluarga. Selain itu, rumah minimalis juga sedang tren karena terlihat sederhana, tetapi tetap nyaman dan homey untuk ditinggali.

    Rumah minimalis dua lantai juga cocok untuk detikers yang ingin membangun hunian tapi punya budget terbatas. Lantas, berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah minimalis dua lantai? Simak estimasi biayanya dalam artikel ini.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai

    Mengutip situs Lamudi, estimasi biaya membangun rumah minimalis 2 lantai bisa berbeda-beda, tergantung dari spesifikasi material yang digunakan. Semakin bagus dan kokoh materialnya, maka semakin besar dana yang harus dikeluarkan.


    Berikut estimasi biaya bangun rumah minimalis dua lantai yang digolongkan sesuai spesifikasi material dari sederhana hingga bagus:

    1. Material Sederhana (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

    Untuk membangun rumah dengan material sederhana, estimasi biayanya sekitar Rp 180 juta hingga Rp 200 jutaan. Bahan konstruksi yang digunakan meliputi:

    • Batu kali.
    • Bata merah.
    • Eternit.
    • Genteng tanah liat.
    • Keramik 30×30.
    • Perlengkapan dengan kualitas sederhana.

    2. Material Standar (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

    Jika kamu punya dana lebih, disarankan untuk membangun hunian dengan material standar yang umum digunakan masyarakat. Estimasi biayanya sekitar Rp 210 juta hingga Rp 250 jutaan.

    Material standar yang digunakan untuk membangun rumah minimalis 2 lantai yaitu:

    • Bata dengan kualitas lebih baik.
    • Rangka hollow dengan gypsum.
    • Genteng tanah liat kualitas nomor satu.
    • Keramik dengan ukuran lebih besar.
    • Perlengkapan dengan kualitas kelas dua.

    3. Material Bagus (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

    Membangun hunian dengan menggunakan spesifikasi material bagus memberikan jaminan rumah yang kokoh dan awet. Kisaran biayanya antara Rp 260 juta hingga Rp 300 jutaan. Sedangkan untuk material yang digunakan meliputi:

    • Campuran semen dan pasir yang lebih kental.
    • Keramik dengan ukuran lebih besar.
    • Genteng berkualitas premium.
    • Tambahan lis serta detail interior.

    Sebagai pengingat, estimasi biaya di atas bisa berubah tergantung dari harga material yang dijual di pasaran.

    Keuntungan Membangun Rumah 2 Lantai

    Meski biaya yang dibutuhkan tak sedikit, tetapi ada sejumlah keuntungan jika membangun rumah dua lantai. Mengutip situs Pillar Homes, berikut sejumlah keuntungannya:

    1. Ruangan Lebih Luas

    Membangun rumah dua lantai dapat memberikan ruang ekstra sehingga lebih luas. Hal ini bisa kamu manfaatkan untuk membuat ruangan khusus seperti gudang atau area untuk menjemur pakaian.

    2. Bisa Buat Lebih Banyak Kamar Tidur

    Jika detikers sudah berkeluarga, membangun rumah dua lantai adalah pilihan yang tepat. Sebab, kamu bisa membangun kamar tidur lebih banyak untuk si kecil beristirahat.

    Misalnya, kamar tidur utama untuk kamu dan pasangan ada di lantai bawah. Sedangkan kamar anak atau kamar tamu berada di lantai dua. Namun jika luas bangunan rumah lebih besar, kamu bisa membangun dua kamar tidur di lantai satu dan dua.

    3. Membangun Teras untuk Bersantai

    Meski mengusung konsep rumah minimalis, tapi tak ada salahnya jika membangun teras kecil di lantai dua rumah. Teras bisa dimanfaatkan untuk bersantai di sore hari bersama si kecil dan pasangan. Agar lebih asri, tambahkan juga beberapa tanaman hijau di teras.

    4. Rumah Tidak Terlihat Sumpek

    Masalah utama ketika memiliki rumah hanya satu lantai adalah meletakkan barang-barang dan alat rumah tangga lainnya. Apabila kamu memiliki banyak barang, sudah pasti rumah akan terasa sumpek karena dipadati barang.

    Lain halnya jika kamu memiliki rumah dua lantai. Barang bisa disusun lebih rapi karena tidak menumpuk di satu lantai atau ruangan saja. Alhasil rumah kamu jadi lebih nyaman untuk ditinggali.

    Demikian penjelasan mengenai estimasi biaya membangun rumah minimalis dua lantai. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini 5 Jenis Atap Rumah yang Bagus dan Kuat


    Jakarta

    Atap merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah rumah. Saat ini, terdapat berbagai jenis atap rumah yang dibedakan dari materialnya.

    Meski tujuannya sama yaitu untuk melindungi dari panas dan hujan, tetapi memilih atap rumah tak bisa sembarangan, lho. Sebab, ada beberapa jenis atap yang dikenal karena kualitasnya baik, kokoh, hingga anti-panas.

    Lantas, apa saja atap rumah yang bagus dan kokoh? Simak rekomendasinya dalam artikel ini.


    Rekomendasi Jenis Atap Rumah yang Bagus

    Atap rumah terbagi ke dalam beberapa jenis yang dibedakan dari materialnya. Dilansir situs Klopmart, berikut rekomendasi atap rumah yang bagus dan kuat.

    1. Atap Metal

    Rekomendasi yang pertama ada atap metal. Atap rumah ini terkenal karena sifatnya yang kokoh dan tahan panas. Meski dikenal kuat, ternyata atap metal memiliki bobot yang cukup ringan.

    Selain tahan terhadap panas, atap metal juga dapat memantulkan panas. Dengan begitu, suhu panas dari matahari hampir tidak bisa masuk ke dalam rumah lewat atap, sehingga suhu ruangan tetap terasa sejuk.

    Atap metal juga punya kelebihan lain, yakni tahan terhadap karat. Meski terbuat dari campuran logam, tetapi atap metal tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan. Lalu, atap ini juga tidak merambatkan api serta tak mudah rusak karena gempa.

    2. Atap Tanah Liat

    Atap tanah liat menjadi solusi alternatif apabila atap metal dirasa terlalu mahal harganya. Sudah digunakan sejak zaman dahulu, atap jenis ini dikenal mampu meredam panas yang hampir sempurna, sehingga suhu ruangan di dalam rumah tetap terasa sejuk di siang hari.

    Meski begitu, atap tanah liat mulai jarang digunakan karena banyak yang beralih ke atap metal. Salah satu alasannya karena atap metal dinilai lebih estetik dan cocok untuk rumah modern di zaman sekarang.

    3. Atap Keramik atau Glazur

    Rekomendasi atap rumah yang bagus selanjutnya ada atap keramik atau glazur. Genteng ini menggunakan material utama keramik, kemudian dicampur dengan glazur saat proses finishing.

    Kedua bahan tersebut membuat genteng keramik dinilai lebih kokoh dan tahan lama. Atap ini juga kuat dalam menahan cuaca ekstrem seperti panas, hujan, hingga badai angin.

    Perlu diingat, pemasangan atap keramik perlu diperhatikan secara detail. Pastikan tingkat kemiringannya harus 30 derajat agar air hujan dapat mengalir ke bawah dengan sempurna.

    4. Genteng Metal Pasir

    Meski sama-sama menggunakan bahan metal, tapi ada perbedaan antara atap metal dengan genteng metal pasir. Atap ini terbuat dari bahan dasar zinc yang bagian bawahnya dilapisi back coat zinc aluminium coating, primary epoxy, zinc phosphate, synthetic resin, stone chip, dan acrylic finishing.

    Genteng metal pasir kerap disebut sebagai genteng metal batuan fulo roof. Sebab, atap ini memiliki lapisan polypropylene dan serbuk batuan. Lapisan tersebut membuat genteng metal pasir tidak menyerap panas sekaligus mampu meredam suara air hujan.

    5. Atap Dak Beton

    Atap dak beton bisa menjadi solusi terbaik bagi kamu yang ingin memiliki atap rumah kokoh. Selain dinilai kuat, atap dak beton juga dapat menahan suhu panas matahari sehingga tidak masuk ke dalam rumah.

    Meski begitu, atap dak beton memiliki sejumlah kekurangan, yakni rawan tergenang air ketika turun hujan dengan intensitas lebat. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga lebih mahal daripada menggunakan atap metal ataupun atap keramik.

    Itu dia lima rekomendasi atap rumah yang bagus dan kokoh. Jadi, pilih genteng jenis apa detikers?

    (fds/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan Pilih Material Atap, Sesuaikan dengan Iklim



    Jakarta

    Atap menjadi komponen penting bagi sebuah bangunan, termasuk rumah. Produk atap juga sudah sangat beragam jenisnya, baik dari segi ukuran, warna hingga bahannya.

    Dengan banyaknya jenis atap yang bisa dipilih, terkadang membuat kamu bingung untuk memilihnya. Nah memilih atap seharusnya tidak hanya dipertimbangkan dari segi estetika tapi juga dari sisi materialnya. Sebab material atap yang dipilih sangat menentukan untuk menghadapi iklim di lokasi rumah.

    Iklim Kering & Dingin

    Melansir Roof Crafters, Selasa (5/11/2024), pada daerah yang beriklim kering dan dingin seperti halnya daerah pegunungan, kamu harus menyiapkan material atap yang bisa menahan fluktuasi dari suhu ekstrem. Sirap aspal adalah pilihan yang tepat dan populer karena menawarkan pelindung yang baik serta relatif terjangkau.


    Atap logam juga cocok, khususnya logam yang menggunakan sambungan tegak, karena tahan lama dalam suhu dingin.

    Iklim Basah & Dingin

    Daerah yang beriklim basah dan dingin seperti wilayah yang curah hujannya tinggi, biasanya memerlukan material yang sangat kedap air serta bisa menyerap air dengan baik. Atap batu tulis adalah pilihan yang tepat karena sangat tahan lama, kedap air, serta dapat menyerap dan menahan debit air yang besar.

    Iklim Basah & Panas

    Pada daerah yang beriklim basah dan panas seperti di daerah tropis, di mana curah hujan sangat tinggi serta kelembapan seringkali terjadi, kamu membutuhkan bahan atap yang sangat tahan terhadap air dan kelembapan.

    Atap logam yang dilapisi dengan baja atau aluminium merupakan pilihan terbaik karena tidak gampang terkena korosi. Selain itu pula, genteng beton juga bisa menjadi opsi lainnya karena tahan lama dan mampus menahan panas dan kelembapan dengan baik.

    Iklim Kering & Panas

    Pada daerah yang memiliki iklim kering dan dingin sangat diperlukan material yang dapat menahan sinar matahari serta panas yang terik tanpa harus menyerap banyak. Atap logam kembali menjadi pilihan terbaik karena mampu memantulkan sinar matahari dengan baik, sehingga rumah tetap terasa sejuk.

    Genteng dari tanah juga ideal karena memiliki ketahanan termal yang alami serta bisa menahan suhu yang tinggi tanpa harus merusaknya.

    Iklim Sedang

    Di daerah yang beriklim sedang dan dengan curah hujan sedang serta suhu yang sedang, kamu memiliki fleksibilitas dalam pemilihan bahan untuk atap. Sirap aspal adalah pilihan yang populer serta menghemat biaya, dan menawarkan berbagai macam pilihan warna.

    Atap logam dan genteng tanah liat serta genteng beton juga pilihan yang tepat, menawarkan daya tahan serta estetika dan memberikan perlindungan yang baik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hebel Vs Bata Merah, Mana yang Lebih Kokoh?



    Jakarta

    Material yang kokoh dan tahan lama tentu menjadi pilihan ketika membangun rumah. Setidaknya ada dua material yang sering dipilih untuk membangun rumah, yaitu hebel dan bata merah.

    Bata merah masih banyak dipilih orang dalam membangun rumah. Akan tetapi, banyak juga yang lebih memilih hebel atau bata ringan karena dinilai punya kelebihan daripada bata merah.

    Lantas, apa sih yang membedakan antara hebel dan bata merah? Lalu lebih kuat mana di antara kedua material tersebut? Biar nggak penasaran, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Pengertian Hebel dan Bata Merah

    Hebel dan bata merah memiliki sejumlah perbedaan. Agar tidak bingung, simak masing-masing pengertiannya di bawah ini:

    1. Hebel

    Truk bermuatan hebel yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal.Foto: Lamhot Aritonang

    Hebel merupakan salah satu jenis bahan material yang terbuat dari campuran beton, pasir, dan gypsum. Sebenarnya, hebel adalah sebuah merek yang memproduksi bata ringan, namun masyarakat lebih terbiasa menyebutnya hebel ketimbang bata ringan.

    Berat bata hebel jauh lebih ringan daripada bata merah dan beton. Maka dari itu, proses instalasinya juga lebih mudah ketimbang material tersebut.

    Selain itu, hebel juga memiliki sejumlah kelebihan lainnya, yakni punya kemampuan isolasi termal yang baik serta membantu mengurangi pendinginan dan pemanasan. Hebel juga tahan terhadap api dan dapat menghambat penyebaran api jika terjadi kebakaran.

    Hebel menggunakan pengikat seperti semen saat proses produksinya. Cara ini dilakukan agar pondasi lebih kuat, sehingga jauh lebih kokoh daripada bata merah yang hanya menggunakan tanah liat.

    Tak hanya itu, proses pembuatan bata ringan hebel juga sama seperti beton. Jadi, bahan ini memenuhi standar material untuk membuat bangunan tahan gempa.

    2. Bata Merah

    Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah.Foto: Rico Bagus

    Sementara itu, bata merah adalah salah satu jenis bahan material yang sudah banyak digunakan untuk membangun rumah. Bata merah terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama, setelah itu dibakar pada suhu tinggi.

    Salah satu kelebihan dari bata merah cenderung bersifat poros dan mampu menyerap air dengan mudah. Akan tetapi, jika tidak ditangani dengan benar maka kelembapan dapat muncul dan mempengaruhi kekuatan bangunan.

    Kekurangan dan Kelebihan Hebel serta Bata Merah

    Adapun sejumlah kelebihan dan kekurangan dari hebel dan bata merah. Dalam beberapa poin, hebel terlihat lebih unggul. Namun, ada beberapa hal yang membuat bata merah lebih meyakinkan daripada hebel.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzul Rizki membagikan sejumlah kelebihan dan kekurangan dari hebel serta bata merah. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Hebel

    Kelebihan:

    • Lebih ringan
    • Tahan api
    • Punya isolasi termal yang baik
    • Materialnya lebih kuat dan kokoh
    • Harganya cenderung lebih murah jika dihitung per meter kubik.

    Kekurangan:

    • Ukurannya lebih besar daripada batu bata merah.

    2. Bata Merah

    Kelebihan:

    • Banyak tersedia di toko bangunan
    • Lebih mudah diangkut dan dibawa karena ukurannya lebih kecil.

    Kekurangan:

    • Mudah menyerap air, sehingga dinding cepat lembap yang dapat mengurangi kekuatan bangunan
    • Cukup berat
    • Harga cenderung lebih mahal kalau dihitung per meter persegi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Pilihan Pengganti Lantai Keramik, Ada Batu Granit hingga Vinyl


    Jakarta

    Lantai merupakan elemen penting dalam sebuah hunian. Tak hanya berfungsi sebagai penopang aktivitas sehari-hari, lantai juga menjadi elemen estetika yang bisa mempercantik tampilan ruangan.

    Biasanya, lantai rumah terdiri dari keramik yang telah lama menjadi pilihan utama. Seiring berjalannya inovasi material dan kebutuhan desain, banyak orang yang mencari alternatif pengganti keramik. Berikut beberapa pilihannya:

    8 Pilihan Pengganti Lantai Keramik

    Beberapa pilihan pengganti lantai keramik yaitu lantai batu granit, lantai teraso, lantai marmer, lantai terakota, hingga semen ekspos. Berikut perbedaannya:


    1. Lantai Batu Granit

    Lantai batu granit menjadi pilihan populer untuk ruang hunian dan komersial sebab keindahan dan perawatannya yang mudah. Mengutip laman Structural Guide, granit adalah salah satu batu alam yang paling keras dan padat, sehingga tahan terhadap keausan.

    Selain itu, granit tersedia dalam berbagai macam warna dan pola. Hal ini membuatnya menjadi pilihan lantai serbaguna yang bisa melengkapi berbagai desain. Meski harganya mungkin lebih mahal dari jenis lantai lainnya, lantai batu granit merupakan investasi jangka panjang.

    2. Lantai Teraso

    Pada dasarnya teraso adalah lapisan mortar semen yang memiliki agregat kasar di dalamnya. Menurut laman Becosan, biasanya, agregat kasar yang paling disukai untuk lantai teraso adalah batu marmer yang dihancurkan dan dapat dipadukan dengan batuan lain. Ubin ini cocok digunakan di dalam dan luar ruangan.

    3. Lantai Terakota

    Lantai terakota merupakan jenis tanah liat alami yang digunakan untuk menciptakan tampilan yang indah dan tahan lama. Jenis lantai ini cocok untuk orang-orang yang menginginkan tampilan dan nuansa tanah liat alami yang autentik.

    4. Lantai Kayu

    Lantai kayu menjadi salah satu pilihan paling populer karena harganya yang terjangkau dan tahan lama. Ada lantai kayu yang bergaya klasik hingga modern. Namun, umumnya, dua jenis lantai kayu yang umum, yaitu lantai kayu solid dan rekayasa.

    5. Lantai Bambu

    Lantai bambu akan jauh lebih tahan lama daripada lantai kayu. Menurut laman Spruce, proses pembuatannya menjadikan material lantai bambu lebih tahan kelembapan dan kerusakan akibat air.

    Anyaman untai merupakan lantai bambu yang paling tahan lama. Materialnya terbuat dari bambu yang dihaluskan, kemudian ditekan, hingga dibentuk menjadi papan.

    6. Lantai Parket

    Menurut laman Luxury Flooring, lantai parket merupakan gaya lantai tradisional yang dibuat dengan meletakkan papan dalam berbagai pola. Susunannya menghasilkan desain geometris yang memberi daya tarik visual.

    7. Lantai Vinyl

    Ada banyak kelebihan dari lantai vinyl, yaitu penggunaan yang tahan lama, serbaguna, dan mudah dipasang. Lantai vinyl bisa dipasang pada proyek konstruksi atau renovasi di hampir semua permukaan, mulai dari beton, kayu, dan ubin.

    8. Lantai Semen Ekspos

    Lantai semen ekspos umumnya berada di gudang atau pabrik. Namun, kini, jenis lantai ini juga sering digunakan di kafe bergaya industrialis dan rumah. Menurut laman Binus University, semen ekspos adalah teknik finishing yang menggunakan semen saja tanpa cat berwarna dan acian. Meski begitu, menurut CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat, dalam wawancara detikProperti sebelumnya, ada baiknya lantai semen ekspos diaci agar lebih bagus lagi. Lantai ini juga bisa diberi warna tambahan dengan campuran metallic oxide pigmen atau lime-proof colors.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Berbagai Jenis Atap Rumah Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Atap menjadi elemen penting dalam sebuah rumah. Atap rumah berfungsi sebagai pelindung dari hujan, panas, hingga berbagai kondisi cuaca lainnya.

    Maka dari itu, pemilihan jenis atap perlu diperhatikan. Pelajari apa saja berbagai jenis atap rumah beserta kelebihan dan kekurangannya untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran detikers.

    Jenis-jenis Atap

    Pemilihan jenis atap rumah tidak yang tepat tidak hanya untuk estetika bangunan, tapi juga mengenai daya tahan, kenyamanan, serta biaya perawatan. Berikut adalah beberapa jenis atap yang paling umum digunakan:


    1. Genteng Beton

    Dilansir laman Colorbond, material atap ini biasanya digunakan untuk rumah berkonsep minimalis. Pasalnya punya tampilan yang serbaguna dan bersih.

    Kelebihan

    • Lebih tahan terhadap pembusukan.
    • Tahan kebakaran.
    • Tahan terhadap serangga.
    • Punya masa pakai yang lebih lama.

    Kekurangan

    • Cenderung lebih berat.
    • Biaya relatif mahal.
    • Waktu pemasangannya relatif lebih lama dibandingkan jenis genteng lain.

    2. Atap Genteng Tanah Liat

    Atap genteng tanah liat merupakan atap yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.

    Atap genteng tanah liat dan beton sering dipakai bersama, karena keduanya memiliki bahan atap pasangan bata dengan persyaratan pemasangan yang sama.

    Baik tanah liat atau beton digunakan sebagai bahan cetakan. Di mana, hasil akhirnya yaitu genteng yang dirancang untuk saling tumpang tindih dan/atau saling mengunci dengan genteng di sebelahnya.

    Kelebihan

    • Punya kemampuan untuk menahan panas dan suara dari luar (terutama saat hujan).
    • Dianggap material yang ramah lingkungan.

    Kekurangan

    • Relatif mudah retak.
    • Relatif mudah lumutan.

    3. Atap Asbes

    Atap asbes merupakan jenis atap yang terbuat dari bahan asbes yang dikenal dengan daya tahannya terhadap cuaca.

    Kelebihan

    • Mudah dipasang.
    • Sifatnya ringan.

    Kekurangan

    • Tampilan cenderung kurang menarik.
    • Bisa sangat rapuh

    4. Atap Logam

    Atap logam adalah jenis penutup bangunan t dari bahan logam seperti aluminium, baja, atau tembaga. Jenis atap ini tidak cocok untuk daerah beriklim tropis.

    Kelebihan

    • Biayanya cenderung rendah.
    • Bobotnya ringan.
    • Pemasangannya tidak terlalu sulit.

    Kekurangan

    • Cenderung tidak memberikan insulasi yang baik.
    • Bising saat hujan deras.
    • Mudah terangkat oleh angin kencang.

    5. Atap Gelombang uPVC

    Jenis atap bahan unplasticized polyvinyl chloride (uPVC) adalah jenis material olahan turunan dari PVC. Dikutip dari buku Seri Rumah Ide – 30 Material Inovatif oleh Imelda Akmal Architecture, uPVC materialnya lebih kaku dan tidak elastis PVC, dan sekilas uPVC tampak serupa dengan atap fiber atau polikarbonat.

    Lembaran atap ini bergelombang, dan tersedia dalam dua pilihan yakni solid dan transparan.

    Kelebihan

    • Memiliki lapisan berongga yang berfungsi sebagai insulator panas dan suara.
    • Daya tahan cukup lama.

    Kekurangan

    • Harga cenderung mahal.
    • Warnanya agak terbatas.

    6. Atap Keramik

    Atap keramik umumnya dari tanah liat yang diolah dengan lapisan glasir tambahan. Atap ini dikenal bisa memberikan tampilan estetis klasik dan daya tahan tinggi.

    Kelebihan

    • Lebih estetik.
    • Punya kekuatan yang bagus.
    • Tahan api.
    • Tidak mudah terkena lumpur.

    Kekurangan

    • Relatif mahal.
    • Pemasangannya bisa sangat rumit.

    7. Atap Galvalum

    Atap jenis ini terbuat dari campuran seng, aluminium, serta silikon. Atap ini biasanya digunakan untuk bangunan modern karena pemasangannya mudah.

    Kelebihan

    • Daya tahan tinggi terhadap kondisi cuaca.
    • Tahan karat.
    • Pemasangannya mudah.

    Kekurangan

    • Menyerap panas.
    • Bisa menimbulkan suara bising saat hujan.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Bikin Ruang Penyimpanan di Balkon


    Jakarta

    Balkon merupakan salah satu bagian yang kerap dipakai untuk bersantai di lantai atas rumah. Bersantai di balkon bisa menenangkan karena dapat melihat pemandangan di sekitar rumah dari atas.

    Selain menjadi tempat bersantai, balkon juga bisa digunakan sebagai area penyimpanan. Beberapa barang yang bisa disimpan di balkon seperti alat kebun, furniture outdoor, serta tanaman.

    Penghuni rumah bisa lho membuat area penyimpanan di balkon tanpa mengganggu pemandangan dari dalam maupun luar rumah. Gimana caranya? Melansir dari Living etc, berikut ini informasinya.


    1. Buat Penyimpanan Vertikal

    Area balkon biasanya tidak terlalu luas, maka dari itu area penyimpanan vertikal bisa menjadi opsi yang pas. Penghuni rumah bisa menggantungkan area penyimpanan pada dinding untuk menghemat tempat.

    2. Pakai Tempat Penyimpanan Multifungsi

    Tempat penyimpanan multifungsi sangat dibutuhkan apalagi untuk area yang tidak terlalu luas. Hanya dengan satu barang, bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan.

    Sebagai contoh, gunakan bangku yang bagian bawahnya bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan. Bisa juga meja yang bagian bawahnya memiliki lemari penyimpanan.

    Saat memilih perabotan yang akan ditaruh di balkon, perhatikan materialnya ya detikers. Pilih perabotan yang memang khusus outdoor atau yang tahan panas maupun hujan agar tidak cepat rusak.

    3. Perhatikan dari Bagian Dalam dan Luar Ruangan

    Saat menaruh area penyimpanan tentunya nggak mau dong mengganggu pemandangan dari dan ke luar rumah. Maka dari itu harus disesuaikan terlebih dahulu sebelum tempat penyimpanan benar-benar dipsang.

    “Cara mudah untuk menjaga kerapian ruang ini adalah dengan membeli kotak penyimpanan yang serasi – ini akan membantu menjaga ruang tetap netral,” kata pendiri The Organised Curator, Andrea Lewis.

    Itulah beberapa tips jika ingin menambahkan tempat penyimpanan di balkon rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang Kanopi Kaca? Cek Dulu Plus dan Minusnya


    Jakarta

    Kanopi kerap dipasang untuk melindungi teras hingga carport di rumah-rumah. Ada banyak material yang dapat digunakan untuk kanopi, salah satunya kaca.

    Sama seperti material lain, penggunaan kaca sebagai kanopi memiliki kelebihan dan kekurangan. Faktor-faktor ini perlu dipertimbangkan saat hendak memasang kanopi kaca di rumah atau bangunan lain. Lantas, apa saja plus-minus pasang kanopi kaca?

    Kekurangan Kanopi Kaca

    Dikutip dari situs Awnings.com, berikut sederet kekurangan kanopi dari kaca yang bisa dipertimbangkan:


    1. Biaya Produksi dan Pemeliharaan Tinggi

    Kanopi kaca membutuhkan biaya pembuatan mahal karena suhu tinggi yang diperlukan untuk memproses bahan baku. Materialnya juga bernilai tinggi sehingga biaya produksinya melejit.

    Kanopi kaca juga memerlukan pelindung dari benda-benda yang mungkin terjatuh atau terlempar. Sehingga biaya pasangnya kanopi rentan melonjak.

    Selain itu, material kaca mudah kotor dengan debu yang mudah menempel. Hal ini membuat perawatannya yang berkala membutuhkan biaya mahal.

    2. Material Rapuh dan Tajam

    Kaca termasuk material rapuh yang gampang terpecah belah. Bahannya mudah sekali pecah bahkan dengan sedikit tekanan. Kanopi dari material ini sulit menahan beban terlalu berat.

    Potongan-potongan kaca pecah yang tercipta juga sangat tajam dan bisa menyebabkan cedera. Sehingga perlu hati-hati saat terpecah.

    3. Sulit Dipasang

    Bukan hanya materialnya yang sulit diproses, kanopi kaca membutuhkan sistem pendukung yang kuat dan bagus. Pemasangan kaca pada kanopi perlu ekstra hati-hati dan membutuhkan tenaga ahli.

    4. Bikin Suhu Panas

    Indonesia termasuk negara tropis. Kaca yang transparan dapat menyerap terik sehingga membuat hunian panas dan gerah. Hal ini bisa menaikkan penggunaan listrik untuk menyalakan kipas atau AC.

    Jenis kanopi via My CanopyIlustrasi kanopi kaca Foto: Jenis kanopi via My Canopy

    Kelebihan Kanopi Kaca

    Selain kekurangan, kanopi kaca punya sejumlah kelebihan yang patut dipertimbangkan:

    1. Memberi Kesan Unik

    Kanopi kaca mampu mempercantik visual rumah. Bagian ini dapat menjadi titik daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya. Hal ini dapat menguntungkan saat berniat menjual rumah.

    Kanopi kaca yang dipasang di bangunan komersial juga bisa menarik pengunjung. Apabila dimanfaatkan dengan baik, area di bawah atap ini dapat menjadi spot yang memikat.

    2. Sumber Pencahayaan Maksimal

    Kaca memungkinkan cahaya matahari tembus sepenuhnya. Atap transparan ini memudahkan banyak cahaya alami masuk dan menyorot interior rumah.

    Jika ingin rumah selalu terang dengan pencahayaan alami, kanopi kaca adalah pilihan yang tepat. Cahaya matahari yang menyorot juga bisa membuat warna dan dekorasi hunian menjadi lebih menonjol.

    3. Menghemat Energi

    Pintu masuk cahaya matahari menjadi maksimum dengan dipasangnya kanopi kaca dan membuat rumah selalu terang. Hal ini membuat pencahayaan buatan dari lampu tidak terlalu diperlukan sehingga meminimalisasi penggunaan listrik.

    4. Daya Tahan Lama

    Meski harga produksi dan pemasangannya agak mahal, material kaca punya daya tahan lebih lama dibanding plastik atau fiberglass. Hal ini mampu mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang alias tidak cepat diganti karena materialnya yang awet.

    5. Perlindungan dari Cuaca Buruk

    Kaca kuat bisa menahan hujan lebat dan angin kencang. Jika digunakan pada kanopi tentunya dapat melindungi hunian dari cuaca buruk. Halaman rumah maupun teras juga tetap kering dan tidak terkena cipratan air hujan.

    Dengan penjelasan kelebihan dan kekurangan kanopi kaca, detikers bisa mempertimbangkan kembali jika hendak menggunakan material tersebut. Sebagai pengingat, kanopi kaca perlu perawatan dan perlindungan ekstra agar tetap terlihat estetik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com