Tag: mati

  • Nggak Perlu Panggil Tukang, Begini Cara Aman Ganti Lampu di Rumah


    Jakarta

    Lampu adalah alat penting di rumah karena tanpa penerangan, penghuni rumah akan kesulitan untuk beraktivitas. Sayangnya, lampu tidak memiliki suatu tanda jika dayanya habis. Jadi penghuni rumah tidak tahu kapan lampu akan mati atau rusak.

    Beberapa orang yang tak pernah memasang atau mengganti lampu mungkin akan kebingungan. Sementara di Indonesia jarang ada layanan untuk mengganti lampu di rumah. Mau tidak mau harus mengandalkan anggota keluarga.

    Apabila kamu tinggal sendiri, tenang, memasang dan mengganti lampu yang mati tidak sulit. Kamu bisa melakukannya sendiri dengan cepat dan aman. Dilansir Angi, berikut tips memasang dan mengganti lampu di rumah.


    1. Cek Kondisi Lampu yang Mati

    Bagi kamu yang tidak tahu jenis dan watt lampu yang dipakai, bisa dicek pada bohlam lama. Saat hendak mengambil bohlam, pastikan saklar lampu dalam kondisi mati. Jika penghuni rumah khawatir tersetrum, bisa memakai sarung tangan khusus. Untuk memutar bohlam, caranya dengan memegang bagian bawah lampu lalu putar atau geser hingga terlepas.

    2. Beli Lampu dengan Watt Sesuai

    Bohlam lampu tersedia di tukang bangunan, toko listrik, dan perlengkapan rumah. Merek dan jenis wattnya banyak. Oleh karena itu, perlu tahu daya lampu yang sebelumnya dipakai. Watt yang terlalu kecil atau terlalu besar dari aliran listrik yang dipasang di rumah dapat menyebabkan kebakaran karena korsleting listrik.

    3. Matikan Saklar Listrik

    Sama seperti saat melepas bohlam, saat memasang bohlam baru pun perlu mematikan saklar listrik. Jika perlu, kalian juga bisa memakai sarung tangan. Caranya dengan memutar bagian ujung lampu hingga tidak bisa diputar lagi.

    4. Coba Hidupkan Lampu

    Setelah itu, nyalakan saklar lampu dan cek apakah lampu hidup. Apabila lampu langsung menyala seperti biasa maka pemasangan berhasil. Namun apabila lampu tidak langsung menyala, maka perlu memperbaiki posisinya atau mengecek aliran listrik di rumah apakah ada yang terputus.

    Apabila ingin memperbaiki posisi lampu terpasang harap berhati-hati. Hindari langsung memegang bohlam yang baru menyala. Cek dahulu suhu bohlam dengan mendekatkan punggung tangan di dekat bohlam lampu tanpa disentuh, jika hangat tunggu sampai dingin baru aman untuk dilepas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal Sepele yang Mengundang Lalat ke Rumah Tanpa Disadari



    Jakarta

    Lalat masuk ke dalam rumah memang sangat mengganggu. Apalagi jika mereka masuk ke bagian dapur dan menghinggapi makanan membuat kita merasa jijik untuk memakannya. Sebab, lalat memang dikenal sebagai hewan yang kotor.

    Biasanya untuk mengusir lalat cukup dengan membiarkan pintu atau jendela terbuka sehingga mereka bisa keluar dengan sendirinya. Namun, penghuni rumah juga harus mencegah lalat masuk dengan memperhatikan hal-hal yang bisa mengundang kehadiran lalat.

    Melansir dari situs The Spruce, berikut terdapat 6 hal yang dapat mengundang lalat ke rumah.


    Cairan Manis

    Tidak hanya semut, lalat juga tertarik dengan cairan manis, seperti kaleng minuman ringan yang ada di atas meja. Mereka juga menyukai botol sirup yang tidak tertutup atau menetes.

    Makanan yang Tidak Tertutup

    Membiarkan makanan terbuka yang segar atau setengah dimakan bisa menarik lalat. Hal ini karena bau makanan akan membuat lalat mendekat.

    Buah Busuk

    Saat buah busuk maka buah mengalami fermentasi dan menghasilkan senyawa seperti etanol dan asam asetat yang bisa menarik lalat. Apalagi, lalat betina sangat tertarik dengan buah busuk sebagai tempat bertelur. Sebab, gula dan lingkungan lembap merupakan tempat ideal bagi larva lalat untuk berkembang.

    Tempat Sampah

    Sudah menjadi hal umum bahwa lalat akan mendekati tempat sampah. Mereka sangat menyukai cairan dan bau yang ada di tempat sampah.

    Saluran Wastafel Kotor

    Jarang membersihkan saluran wastafel di dapur maupun saluran pembuangan di kamar mandi secara teratur membuat lumpur akan terkumpul di sekitar tepi saluran. Nah, lumpur inilah yang disukai lalat sebagai makanan.

    Hewan Mati

    Waspada terhadap hewan yang mati misalnya ada tikus mati di loteng, maka itu pasti akan menarik ratusan lalat ke rumah.

    Untuk mencegah masuknya lalat, maka ikuti langkah berikut.

    • Bersihkan tempat sampah secara teratur.
    • Tutupi semua makanan dan segera bersihkan tumpahan apapun.
    • Bersihkan saluran pembuangan dan wastafel secara teratur.
    • Bersihkan dapur setiap habis memasak.
    • Buang makanan busuk ke tempat sampah di luar. Ikat kantong sampah dengan erat untuk mengurangi bau.
    • Tutup makanan hewan peliharaan dan cuci piring makanan secara teratur.

    Itu dia seputar lalat masuk ke rumah dan cara mencegahnya. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Bisa Toren Air Berlumut? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Hampir setiap rumah memiliki toren air. Disebut juga tandon air, benda ini berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Jika rumah mati lampu dan tak bisa mengalirkan air, maka toren air bisa jadi penyelamat.

    Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut. Alhasil, ketika digunakan air yang keluar justru menjadi kotor dan berwarna hijau akibat lumut.

    Kondisi ini tentu bikin kesal karena air tersebut otomatis tak bisa digunakan lagi untuk mandi dan mencuci. Lantas, apa yang menyebabkan toren air jadi berlumut? Simak dalam artikel ini.


    Penyebab Toren Air Berlumut

    Munculnya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut penyebab toren air jadi berlumut:

    1. Sinar Matahari

    Pada umumnya, masyarakat menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung. Ternyata, paparan sinar matahari justru menyebabkan lumut bisa tumbuh di dalam toren.

    2. Air Baku yang Kotor

    Apabila air yang digunakan untuk mengisi toren kualitasnya kotor atau keruh, alhasil lumut bisa tumbuh di dalamnya. Sebab, air kotor mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

    3. Udara Lembap

    Udara lembap di dalam toren air juga bisa menyebabkan tumbuhnya lumut. Apalagi jika posisi toren air terpapar langsung sinar matahari, maka lumut semakin cepat tumbuh.

    Cara Atasi Toren Air Berlumut

    Meski toren air di rumah berlumut, sebenarnya masih bisa diatasi dengan berbagai cara. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Tutup Toren dengan Rapat

    Tips yang pertama adalah memastikan toren air sudah ditutup secara rapat. Jika tidak, sinar matahari bisa masuk ke dalam toren dan alhasil menyebabkan munculnya lumut.

    2. Pasang Pelindung Toren

    Posisi toren air di ruang terbuka menyebabkan gampang terpapar sinar matahari, sehingga lumut dapat muncul. Apabila ingin menempatkan toren di luar ruangan, sebaiknya pasang pelindung seperti atap agar tidak terpapar cahaya matahari langsung.

    3. Kuras Toren Secara Rutin

    Air bersih yang terisi di dalam toren bisa saja menjadi keruh karena partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Maka dari itu, sebaiknya kamu rutin menguras toren air untuk mencegah lumut dapat tumbuh.

    Disarankan untuk menguras tandon enam bulan sekali. Jika lumut tumbuh lebih cepat, maka kamu bisa menguras tandon minimal 3-4 bulan sekali.

    4. Pilih Toren Berwarna Gelap

    Tips yang terakhir adalah dengan memilih toren berwarna gelap. Soalnya, tandon air berwarna cerah justru memudahkan cahaya matahari masuk ke dalam. Seiring waktu, lumut dapat tumbuh hingga memenuhi toren.

    Apabila sudah terlanjur memiliki toren air berwarna cerah, kamu bisa mengecatnya dengan warna gelap. Pastikan mengecat toren ke seluruh permukaan agar menegah cahaya masuk ke dalam.

    Itulah penyebab toren air berlumut dan cara mengatasinya. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanaman yang Cocok Ditaruh di Kamar Anak


    Jakarta

    Menaruh tanaman di dalam kamar bisa memberikan kesan yang asri dan menyegarkan mata. Tanaman juga bisa lho diletakkan di kamar anak.

    Nah, pastikan tanaman yang diletakkan di kamar anak itu aman ya detikers. Sebab, ada beberapa tanaman yang beracun apabila dimakan oleh anak.

    Selain itu, jangan taruh tanaman yang tidak memicu alergi pada sang buah hati. Maka dari itu, pilihlah tanaman yang tidak menimbulkan reaksi alergi.


    Nah, ada beberapa tanaman yang dianggap aman untuk diletakkan di kamar anak. Berikut ini daftarnya.

    Tanaman Koin

    Chinese money plant (Pilea peperomioides) shot on blue wooden surface. From above, top view, flat lay. Botanical background.Tanaman koin. Foto: Getty Images/iStockphoto/Diana Rebenciuc

    Dilansir dari RHS, tanaman koin atau Pilea peperomioides ini mudah dirawat dan cocok untuk di kamar si kecil. Daun berbentuk bulat ini biasanya berwarna hijau atau bergradasi hijau.

    Spider Plant

    cat playing in spider plantSpider plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Ada juga tanaman spider plant. Spider plant bisa dibilang cukup mudah dirawat dan tahan banting sehingga cocok apabila ingin mengajari anak merawat tanaman. Selain ditaruh di meja, tanaman ini juga bisa digantung di dalam kamar lho.

    Lidah Mertua

    Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designlidah mertua. Foto: Getty Images/M.photostock

    Tanaman lidah mertua juga bisa ditaruh di dalam kamar anak yang sudah agak besar, yang tidak akan memakan tanaman. Dilansir dari Minty Magazine, lidah mertua bisa menjadi dekorasi sekaligus ‘pembersih’ udara di kamar karena bisa melepaskan oksigen dalam semalam.

    Pemilik rumah bisa meletakkannya 1,5 meter dari tempat tidur anak untuk hasil terbaik. Di sisi lain, tanaman ini juga mudah dirawat, cukup disiram sebulan sekali.

    Akan tetapi, perlu diingat bahwa tanaman ini sedikit beracun dan bisa menyebabkan pembengkakan dan mati rasa pada lidah jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

    Bambu Keberuntungan

    Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana  in Glass vase placed in front of mirror Selective focus.Bambu keberuntungan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashish Kumar

    Dilansir dari Greenkin, tanaman ini juga cocok ditaruh di kamar anak-anak. Bambu keberuntungan tidak butuh perawatan intensif dan bisa bertahan di ruangan dengan penerangan yang rendah.

    Itulah beberapa tanaman yang cocok untuk ditaruh di kamar anak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Diserbu Kaki Seribu saat Musim Hujan? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kaki seribu merupakan salah satu hewan berjenis lipan yang senang hidup di tempat yang sejuk dan lembap. Kaki seribu biasanya tidak menetap terlalu lama di satu tempat. Mereka berpindah mencari lokasi yang lebih baik, terutama jika lingkungan terasa panas dan kering.

    Dikutip dari Southern Living, kaki seribu biasanya tinggal di bawah tanah. Mereka tertarik pada tumpukan daun kering, mulsa, hamparan bunga, dan batu di sekitar rumah.

    Oleh karena itu, jika melihat kaki seribu ada di dalam rumah adalah hal yang jarang. Apabila mereka masuk hingga ke dalam rumah dan di tempat-tempat yang tak biasa, kemungkinan besar area tersebut merupakan tempat yang sejuk dan lembap.


    Bisa juga mereka tengah menuju daerah yang lebih lembap di dekat sana. Daerah tersebut biasanya sempit, gelap, dan dingin. Apabila di rumah terdapat tumpukan barang atau sudut-sudut rumah yang memenuhi kriteria tersebut, harap berhati-hati.

    Cara Cegah Kaki Seribu Masuk ke Rumah

    Dilansir dari Southern Living, kaki seribu bisa dicegah untuk tidak muncul di permukaan dengan cara berikut.

    1. Tutup Celah di Rumah

    Kaki seribu bisa masuk rumah melalui celah, retakan, atau bukaan pada pintu dan jendela. Saat memasuki musim hujan, usahakan celah tersebut dalam keadaan tertutup sehingga kaki seribu tidak ada kesempatan untuk masuk.

    2. Hilangkan Kelembapan

    Kelembapan merupakan musuh utama kerusakan bangunan. Selain itu, kelembapan juga bisa memicu datangnya kaki seribu. Untuk mengurangi kelembapan di rumah, coba pakai perangkat elektronik bernama dehumidifier. Singkirkan pula penyebab munculnya kelembapan.

    Jangan biarkan membuang tanaman mati, tumpukan daun, batu, atau mulsa menumpuk di rumah karena bisa menjadi sarang baru bagi kaki seribu.

    3. Hilangkan Genangan Air

    Jangan biarkan di halaman rumah terdapat genangan air. Sebab, genangan air dapat menarik perhatian kaki seribu, bahkan hewan lainnya. Genangan air muncul karena tidak ada resapan, tidak ada jalur mengalirkan air, permukaan tanah yang cekung, atau karena ada kebocoran pada pipa. Jadi atasi dahulu permasalahannya agar tidak ada lagi genangan air di rumah.

    Itulah penyebab dan cara mencegah kaki seribu masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Dari Mana Debu di Rumah Berasal? Bisa Jadi Ini Sumbernya


    Jakarta

    Membersihkan rumah dari debu rasanya tidak ada habisnya. Setiap sudut rumah harus dibersihkan setiap hari agar bebas debu.

    Rumah memang harus rajin dibersihkan agar tidak ada debu yang menumpuk dan mengotori rumah. Sebab, benda kecil ini dapat membuat rumah kotor dan kesehatan penghuni terganggu.

    Namun, dari mana sebenarnya asal debu dan bagaimana cara mencegahnya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Sumber Debu di Rumah

    Inilah beberapa sumber debu dan tips mencegahnya, dikutip dari Forbes Home.

    1. Tungau Debu

    Debu di rumah bisa saja berasal dari kumpulan tungau debu. Serangga ini memakan kulit mati manusia yang terlepas.

    Manusia biasanya melepaskan 1,5 gram kulit mati dari tubuh dan ditemukan pada seprai, bantal, dan matras. Oleh karena itu, penghuni perlu rajin membersihkan permukaan kain.

    2. Polusi

    Polusi yang berasal dari knalpot mobil atau emisi pabrik bisa masuk ke dalam rumah melalui jendela. Apalagi kalau rumah berada dekat jalanan ramai.

    Partikel polusi akan menjadi debu di dalam rumah. Penghuni dapat menggunakan air purifier untuk membersihkan udara dari polusi.

    3. Kain

    Kain dapat menjadi sarang debu sekaligus juga sumbernya. Bahan kain pada gorden, handuk, seprai, maupun pakaian bisa melepaskan partikel-partikel kecil yang menjadi debu.

    4. Jalanan dan Tanah

    Selain itu, partikel debu juga bisa dari jalanan seperti tanah, pasir, dan batu. Partikel tersebut terbawa ke dalam rumah karena menempel pada pakaian ataupun sepatu.

    Cara mencegah debu masuk rumah bisa dengan menutup celah pintu dan jendela. Lalu hindari menggunakan sepatu di dalam rumah.

    5. Rambut Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing sering meninggalkan jejak rambut di sekitar rumah. Rambut tersebut akan berterbangan di udara atau menempel pada furniture. Penghuni dapat mengurangi intensitas rambut hewan dengan rajin menyisir dan memandikan peliharaannya.

    6. Serbuk Sari

    Serbuk sari dari tanaman bertebaran di udara lalu masuk ke rumah melalui pintu atau jendela. Coba gunakan layar jendela atau air purifier sebagai filter serbuk sari agar tidak menjadi debu di rumah.

    Itulah beberapa sumber debu di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Tanaman Hias Cepat Layu dan Mati? Ini 5 Penyebabnya


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik penampilan rumah sekaligus menjadi hobi yang menyenangkan. Apalagi jika bunganya sudah bermekaran, tentu rasanya sangat bahagia melihat tanaman hias tumbuh subur.

    Sebagai pemilik tanaman hias di rumah, maka kamu harus bertanggung jawab untuk merawatnya secara rutin. Jangan sampai keindahan bunganya hanya mekar sementara karena tanaman jarang dirawat, sehingga jadi layu dan mati.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tanaman hias jadi cepat layu dan mati. Apa saja? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Cepat Layu dan Mati

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tanaman jadi cepat layu dan mati. Dikutip dari Rural Sprout, berikut penyebabnya:

    1. Kekurangan Air

    Penyebab yang paling umum adalah tanaman kekurangan air karena jarang atau bahkan tidak pernah disiram. Hal itu membuat tanaman hias yang awalnya cantik dan tumbuh subur malah menjadi layu dan mati.

    Perlu diingat, tanaman membutuhkan air agar bisa memproses nutrisi dari dalam tanah untuk tumbuh. Ciri-ciri paling umum ketika tanaman sudah layu karena kekurangan air dapat dilihat dari daunnya yang kering berwarna kuning atau kecokelatan.

    2. Terlalu Banyak Air

    Di sisi lain, tanaman yang terlalu sering disiram air juga bisa cepat layu dan mati. Terkadang, banyak pemilik rumah yang langsung menyiram tanaman ketika melihat daun sudah menguning.

    Padahal, daun yang menguning dan layu belum tentu disebabkan karena kekurangan air, tapi bisa juga terjadi pembusukan akar akibat terlalu banyak air.

    Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis tanaman yang ditanam di rumah. Apakah termasuk tanaman yang perlu disiram secara rutin atau tidak.

    3. Kurang Mendapatkan Cahaya Matahari

    Tanaman membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Namun, tingkat cahaya yang dibutuhkan setiap tanaman bisa berbeda-beda.

    Ada tanaman yang bisa tumbuh di tempat yang minim cahaya, tapi ada juga yang membutuhkan banyak sinar matahari. Jika kamu membeli tanaman yang cenderung membutuhkan cahaya untuk tumbuh, maka jangan diletakkan di tempat yang gelap.

    4. Terpapar Suhu Ekstrem

    Selain karena cahaya matahari, tanaman bisa tumbuh subur karena faktor cuaca. Banyak tanaman hias yang tidak bisa hidup pada kondisi suhu yang ekstrem, sehingga jadi cepat layu dan mati.

    Untuk itu, pilih tanaman yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, ada beberapa tanaman hias yang dapat tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    5. Serangan Hama

    Tanaman hias bisa cepat layu karena dirusak oleh hama, seperti agas dan kutu daun. Kedua hama ini biasanya sering berkumpul di bawah daun dan menyerang tanah. Hama ini dapat menyedot cairan dan menyebabkan daun cepat menguning.

    Demikian lima penyebab tanaman hias di rumah cepat layu dan mati. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Penyebab Laron Muncul di Rumah dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Anai-anai atau yang lebih dikenal dengan sebutan laron merupakan serangga jenis rayap yang seringkali terbang bergerombol dan masuk ke dalam rumah saat musim hujan berlangsung. Serangga bersayap ini sering kali muncul di malam hari dan beterbangan masuk ke dalam rumah, mengerumuni lampu dan memenuhi sayapnya memenuhi lantai.

    Dilansir dari detikJogja, laron keluar dari sarangnya saat musim hujan karena udara menjadi lebih lembap setelah hujan reda. Mereka biasanya muncul pada sore hingga malam hari dan terbang bergerombol mengerumuni sumber cahaya seperti lampu untuk mencari pasangan dan berkembang biak. Setelah bertemu pasangan, laron akan melepaskan sayapnya dan membentuk koloni baru.

    Lalu, apa sebenarnya penyebab utama laron muncul saat musim hujan dan mengerumuni lampu dalam rumah?


    Penyebab Laron Masuk Rumah

    Mencari Kehangatan dan Cahaya

    Laron akan muncul saat memasuki musim hujan, terutama pada malam hari. Hewan yang terbang secara berkoloni ini muncul karena mencari kehangatan sehingga mereka tertarik pada cahaya seperti lampu rumah.

    Sarang Basah Terkena Air Hujan

    Saat masih menjadi rayap, mereka hidup di tempat yang kering seperti kayu ataupun tanah. Ketika musim hujan tiba, sarang mereka menjadi lembap atau tergenang air sehingga laron keluar untuk bertahan hidup dan mencari tempat baru.

    Mencari Pasangan untuk Reproduksi

    Selain mencari Kehangatan, laron juga akan keluar untuk mencari pasangan. Apabila gagal menemukan pasangan, mereka akan mati. Jika berhasil, mereka akan menggugurkan sayap dan membangun koloni baru.

    Mencari Sumber Makanan Baru

    Sebagai bagian dari koloni rayap, laron tertarik pada sumber makanan seperti kayu, pohon mati, kayu bakar, ataupun tanaman di halaman rumah. Jika rumah memiliki material berbahan kayu, mereka bisa menjadikan itu sebagai sasaran utamanya.

    Bahaya Laron Bila Dibiarkan di Rumah

    Meskipun terlihat remeh, laron akan berbahaya jika dibiarkan saja dan tidak diatasi dengan baik. Sisa sayap yang mereka gugurkan dan bangkai dari rayap-rayap yang mati, dapat menimbulkan bau tidak sedap.

    Selain itu, juga bisa menjadi pertanda adanya koloni rayap yang berpotensi merusak perabotan berbahan kayu. Bagi kesehatan, bangkai laron dan sisa-sisa sayap dapat memicu alergi dan gangguan pernapasan pada sebagian orang.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Laron Masuk ke Dalam Rumah

    Laron yang masuk ke dalam rumah saat musim hujan bukan hanya mengganggu, tetapi juga bisa menjadi tanda awal adanya aktivitas rayap.

    Kemunculan laron perlu segera diatasi agar tidak berkembang menjadi koloni baru yang merusak struktur rumah. Karena itu, penting mengetahui cara mencegah dan mengatasinya.

    Dilansir dari Orkin, Rabu (22/10/2025), berikut merupakan cara mengatasi dan mencegah laron untuk masuk ke dalam rumah.

    Matikan Lampu yang Tidak Diperlukan

    Laron sangat tertarik pada cahaya karena memang mereka muncul untuk mencari kehangatan. Maka dari itu, mematikan lampu menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengusir laron masuk ke dalam rumah.

    Matikan lampu teras ataupun ruangan yang dekat dengan area terbuka. Bisa juga mengganti lampu putih terang menjadi lampu kuning yang lebih redup.

    Pasang Jaring pada Ventilasi dan Jendela

    Memasang jaring pada ventilasi ataupun jendela dapat menahan laron masuk ke dalam rumah. Khususnya di ruangan-ruangan yang memiliki penerangan maksimal. Cara ini digunakan untuk mencegah laron masuk ke dalam rumah

    Bersihkan Rumah dari Sisa Kayu atau Tanaman Mati

    Buang kayu bekas, ranting mati, atau tumpukan daun basah di sekitar rumah karena ini bisa menjadi sumber makanan rayap dan laron.

    Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Laron

    Letakkan bahan-bahan alami seperti serai wangi, cengkih, atau daun mint di dekat lampu atau sudut rumah. Aromanya dapat mengusir laron secara alami.

    Gunakan Perangkap Air atau Baskom Berisi Sabun

    Letakkan baskom berisi air dan sedikit sabun di bawah lampu. Ketika laron mendekat, mereka akan jatuh ke air dan tenggelam.

    Tutup Celah Kecil di Rumah

    Periksa celah-celah di jendela, pintu, atau langit-langit rumah. Tutup menggunakan sealant, plester, atau dempul agar laron tidak mudah masuk.

    Cara Membersihkan Laron yang Masuk ke Dalam Rumah

    – Gunakan sapu atau vacuum cleaner untuk membersihkan bangkai dan sayap laron.
    – Segera pel lantai agar tidak licin dan tetap steril.
    – Buang sampah ataupun bangkai laron keluar rumah agar tidak memicu kedatangan serangga lainnya.

    Laron bermunculan saat musim hujan karena beberapa faktor, seperti mencari kehangatan, sarang yang rusak akibat air hujan, mencari pasangan, dan menemukan sumber makanan. Meski terlihat remeh, keberadaan laron bisa jadi tanda awal potensi serangan rayap yang merusak rumah.

    Dengan langkah pencegahan seperti mengatur pencahayaan, memasang jaring, menjaga kebersihan dan menggunakan bahan alami, bisa menghindari serangan laron di rumah dengan efektif.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Injak Kecoak! Begini Cara Aman Mengusirnya


    Jakarta

    Ketika menemukan kecoak berkeliaran di rumah, mungkin insting pertama penghuni adalah untuk menginjak atau menggencetnya sampai tak berbentuk. Namun, hal itu justru berdampak buruk buat penghuni rumah lho.

    Dilansir dari Pest Clinic, Minggu (2/11/2025), kecoak memang hama yang paling sulit dibasmi. Sebab, tubuhnya memang mampu menahan berbagai tekanan fisik, seperti diremukkan. Mereka bisa hidup berhari-hari tanpa kepala dan makanan selama sebulan.

    Selain bentuknya yang menggelikan, kecoak juga mengandung bakteri dan parasit. Makanya, penting memastikan rumah bebas kecoak.


    Namun, sebaiknya penghuni rumah tidak menginjak kecoak. Ada cara alternatif untuk mengusirnya dari rumah.

    Alasan Kecoak Tak Boleh Diinjak

    Inilah beberapa alasan kecoak tidak boleh dimatikan dengan cara diinjak.

    1. Isi Perut Kecoak yang Keluar Menyebarkan Bakteri

    Kecoak dapat membawa bakteri di ususnya selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Bakteri itu keluar dari tubuh kecoak bercampur dengan kotorannya. Nah, saat penghuni menginjak kecoak, itu dapat menyebabkan cairan usus kecoa yang mengandung bakteri terkena ke lantai.

    2. Tubuh Hancur Kecoak Memicu Alergi

    Selain membawa bakteri, kecoak juga mengandung protein yang dapat memicu alergi pada manusia. Berbagai bagian tubuh, kotoran, dan air liur kecoak merupakan alergen bagi sebagian orang. Kecoak yang sudah mati pun masih dapat menyebabkan beberapa reaksi alergi.

    3. Kecoak Mati Mengeluarkan Feromon

    Setelah kecoak mati, tubuh mereka mengeluarkan feromon atau senyawa kimia. Bau yang muncul dari senyawa itu dapat menarik kecoak lain untuk datang. Kalau nggak mau serangan kecoak bertambah, sebaiknya tidak mematikan kecoak apalagi dengan cara diinjak.

    Cara Mengusir Kecoak

    Daripada menginjak kecoak, penghuni rumah bisa memanfaatkan bahan alami untuk mengusirnya. Berikut ini cara mengusir kecoak, dikutip dari The Spruce.

    1. Taburkan Diatomit (Tanah Diatom)

    Diatomit adalah cairan alami untuk membasmi serangga. Bahan ini aman bagi manusia dan hewan peliharaan.

    Taburkan tanah diatom di sekitar rumah dan biarkan kecoak mengonsumsinya. Hasilnya tidak instan, tetapi penghuni bisa melihat manfaatnya dalam dua minggu.

    2. Pakai Bawang Putih

    Hancurkan satu siung bawang putih dan letakkan di area rumah yang terserang kecoak. Bawang putih akan mengeluarkan bau menyengat yang dapat mengusir kecoak.

    3. Semprotkan Cairan Lemon

    Cara paling praktis untuk mengusir kecoak adalah menyemprotkan cairan lemon. Campurkan perasan lemon dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan itu di sekitar rumah biar kecoak nggak betah di rumah.

    Itulah informasi seputar mengusir kecoak di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Hias yang Cantik Bisa Cepat Mati Gegara 5 Hal Ini


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik hunian dan menciptakan kesan asri di rumah. Asalkan tanaman tersebut dirawat secara rutin agar bisa tumbuh subur.

    Sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana cara merawat tanaman dengan tepat. Seiring waktu, tanaman bisa layu dan akhirnya mati karena salah dalam merawatnya.

    Ingin tahu penyebab tanaman hias yang cantik bisa layu dan mati? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Hias Bisa Cepat Mati

    Sejumlah ahli tanaman membeberkan beberapa hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu dan akhirnya mati. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Minim Cahaya

    Ada beberapa tanaman hias yang membutuhkan banyak cahaya matahari agar bisa tumbuh subur. Jika tumbuhan diletakkan di area yang sempit dan gelap, maka tak heran bisa cepat layu dan mati.

    “Memindahkan tanaman ke tempat yang mendapatkan lebih banyak cahaya alami di siang hari akan sangat membantu proses pertumbuhan,” kata ahli hortikultura Justin Hancock.

    Jika rumah kurang mendapatkan sinar matahari, Justin menyarankan untuk menggunakan lampu LED agar tanaman bisa memperoleh banyak cahaya setiap hari.

    2. Terlalu Banyak Air

    Tidak ada salahnya menyiram tanaman secara berkala. Namun kalau terlalu banyak disiram justru membuat tanaman cepat layu. Maka dari itu, penting untuk mengetahui apakah tanaman di rumah perlu disiram rutin atau sesekali saja.

    “Setiap seminggu sekali, coba masukkan jari Anda ke dalam tanah dan cek kelembapannya. Kebanyakan tanaman membutuhkan setidaknya separuh bagian atas tanah untuk benar-benar kering saat setelah disiram,” ujar pakar tanaman Jarrod Bouchie.

    3. Terlalu Banyak Diberi Pupuk

    Terlalu banyak memberikan pupuk pada tanaman ternyata juga tidak baik. Seiring waktu, tanaman bisa layu dengan tanda-tanda awal seperti daun berwarna kuning kecokelatan dan batang layu.

    Ada beberapa tanaman hias yang perlu diberi pupuk setiap sebulan sekali. Lalu, ada juga tumbuhan yang perlu diberi pupuk 2-4 kali dalam setahun. Jadi, penting untuk mencari tahu penggunaan pupuk untuk tanaman hias di rumah.

    4. Serangan Hama

    Penyebab berikutnya karena tanaman hias di rumah diserang hama. Untuk mengatasinya bisa menggunakan cairan pestisida yang dijual bebas di pasaran.

    Kalau khawatir efek samping dari bahan kimia, detikers bisa menggunakan pestisida dari sejumlah bahan alami, seperti semprotan bawang putih, tembakau, dan cabai.

    5. Terpapar Suhu Ekstrem

    Tanaman hias bisa cepat mati karena faktor cuaca ekstrem, seperti suhu panas atau tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, pilih tanaman hias yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, maka sebaiknya pilih tanaman hias yang bisa tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    Demikian lima hal yang membuat tanaman hias di rumah cepat layu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com