Tag: medical news today

  • Segini Suhu AC yang Ideal untuk Kamar, Tidur Dijamin Pulas!


    Jakarta

    Banyak rumah yang kini memasang air conditioner atau AC, mulai dari ruang tamu, ruang kerja, hingga kamar tidur. Kehadiran AC dapat membantu mendinginkan ruangan sehingga penghuni rumah tidak kegerahan.

    Agar ruangan terasa dingin, banyak orang yang mengatur suhu AC sangat rendah. Sayangnya, suhu AC yang terlalu dingin dapat mengganggu kenyamanan tidur di malam hari.

    Kamar tidur yang terlalu dingin bisa membuat penghuni rumah merasa kedinginan dan menggigil. Selain itu, kulit bisa menjadi kering akibat menghilangnya kelembapan udara di dalam kamar.


    Maka dari itu, penting untuk mengatur suhu AC yang tepat agar tidur bisa pulas. Ingin tahu berapa suhu AC yang ideal untuk kamar tidur? Simak dalam artikel ini.

    Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

    Dilansir dari situs Medical News Today, suhu AC yang ideal di kamar tidur adalah sekitar 15,6-19,4 derajat Celcius. Sementara itu, menurut pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang, suhu AC yang ideal agar tidur berkualitas antara 25-28 derajat Celcius.

    Meski begitu, pengaturan suhu AC bisa berbeda-beda tergantung usia. Untuk anak-anak dianjurkan mengatur suhu AC antara 18-22 derajat Celcius, sedangkan bagi orang dewasa bisa diatur sekitar 19 derajat Celcius.

    Lain halnya untuk orang lanjut usia (lansia). Faktor usia membuat suhu AC sebaiknya tidak di bawah 18 derajat Celcius. Untuk suhu AC yang ideal bagi lansia antara 19-25 derajat Celcius.

    Dampak Tidur Pada Suhu yang Berbeda

    Dikutip dari Sleep Cycle, penting untuk mengatur suhu AC kamar tidur secara tepat. Sebab, suhu yang terlalu rendah atau tinggi dapat memengaruhi kualitas tidur di malam hari.

    Jika mengatur suhu AC terlalu tinggi maka kamar tidur akan terasa hangat dan menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti berkeringat dan gelisah. Terlebih lagi jika tidur menggunakan selimut yang tebal maka tubuh akan terasa sangat gerah.

    Di sisi lain, tidur dengan suhu AC terlalu rendah membuat ruangan terasa sangat dingin. Kondisi ini dapat memicu menggigil, otot kaku, kulit kering, dan menimbulkan sirkulasi darah yang buruk.

    Pada dasarnya, untuk mengetahui suhu AC yang tepat sebenarnya dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh dalam menerima suhu dingin. Kalau tubuh tidak sanggup menerima udara dingin, maka sebaiknya jangan disetel pada suhu terendah.

    Itulah penjelasan soal suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Tips Mengatur Suhu AC agar Tidur Nyenyak dan Tidak Kedinginan


    Jakarta

    Cuaca panas bahkan saat malam hari menjadi alasan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) digunakan selama tidur. Dengan begitu, suasana nyaman dapat diperoleh dan tidur malam bisa nyenyak.

    Namun, tak sedikit orang terbangun di tengah malam karena suhu AC yang dinyalakan terlalu dingin. Kalau detikers mengalami hal ini, kamu bisa simak cara mengatur suhu AC agar tidak kedinginan saat tidur di bawah ini.

    Cara Mengatur Suhu AC saat Tidur

    Dilansir Mitsubishi Electric, berikut beberapa tips menyetel suhu AC agar tidur malam nyenyak, nyaman, dan tidak kedinginan:


    1. Tutup Rapat Pintu dan Jendela Ruangan

    Sebelum menyalakan AC, pastikan semua jendela dan pintu kamar tidur tertutup rapat. Hal ini agar suhu AC yang dipilih bisa segera mendinginkan ruangan. Energi AC tidak terbuang percuma, karena digunakan semaksimal mungkin agar ruangan lebih nyaman.

    2. Nyalakan AC pada Suhu Rendah

    Saat menyalakan AC, jangan langsung pilih suhu rendah. Menyetelnya langsung ke temperatur rendah tidak mendinginkan kamar lebih cepat. Justru AC berisiko buang-buang energi, hingga mengakibatkan tagihan listrik naik.

    Detikers sebaiknya memilih suhu ruangan lebih dulu di kisaran 25 hingga 28 derajat Celcius. Setelah ruangan terasa nyaman, detikers bisa perlahan menurunkan suhu AC menjadi lebih rendah dan dingin.

    3. Setel Suhu Secara Bertahap

    Setelah kamar dan tubuh terasa cukup sejuk, barulah suhunya dapat diatur sesuai keinginan. Turunkan suhu kembali agar mencapai suasana kamar nyaman untuk tidur. Namun jika terbiasa tidak terlalu dingin, setel suhu AC tinggi agar tidak kedinginan saat tidur.

    4. Naikkan Suhu AC Sebelum Tidur Terlelap

    Ketika tidur, tubuh biasanya akan menjadi lebih dingin. Meski sudah menyetel suhu AC yang nyaman, detikers dapat menaikkan suhu beberapa derajat saat benar-benar mengantuk atau sebelum lelap tidur. Hal ini agar mencegah terbangun di tengah malam karena kedinginan.

    5. Atur Mode pada Remot AC

    Pengaturan AC umumnya dilengkapi dengan beberapa mode dan fitur yang menunjang penggunanya seperti mode tidur. AC akan mendeteksi temperatur kamar dan menyesuaikan suhu yang cocok saat kamu tertidur.

    Selain itu, ada pula fitur timer untuk agar AC mati secara otomatis setelah beberapa waktu dinyalakan. Dengan begitu, detikers tidak perlu bangun di malam hari untuk mematikan AC.

    Suhu AC yang Ideal agar Tidur Nyenyak

    AC penting diatur pada suhu ideal agar bisa nyenyak tidur dan tidak terus terbangun di tengah malam karena kedinginan. Akan tetapi, berapa suhu AC ideal untuk tidur?

    Dilansir Medical News Today, suhu ideal AC agar tidur nyenyak yaitu antara 15,6-19,4 derajat celcius. Sementara menurut pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang, suhu AC terbaik untuk mendorong tidur berkualitas antara 25-28 derajat celcius.

    Tubuh membutuhkan lingkungan yang lebih sejuk di malam hari dibandingkan pada siang karena laju metabolisme menurun sekitar 30 persen saat tidur. Sehingga udara kamar yang sejuk bisa didapat dengan memasang suhu AC lebih rendah.

    Namun, preferensi setiap orang berbeda-beda. Maka dari itu, kamu dapat menyetel suhu AC yang sesuai dengan ketahanan tubuh agar tidak terlalu kedinginan maupun kepanasan saat tidur. Nah, itu tadi cara mengatur suhu AC agar bisa tidur nyenyak.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 6 Tanda Perabotan di Rumah Jadi Sarang Kutu Busuk


    Jakarta

    Kutu tidak hanya ditemukan pada rambut. Serangga penghisap darah ini memiliki beragam jenis, salah satunya adalah kutu busuk yang kerap hinggap di perabotan. fenomena kutu busuk ini sempat heboh pada tahun lalu di Prancis dan Singapura. Berbondong-bondong masyarakat membuang perabotannya yang menyebabkan gatal-gatal.

    Kutu busuk termasuk hewan nokturnal sehingga mereka biasa aktif pada malam hari. Umumnya, mereka menggigit manusia antara pukul 1 hingga 5 pagi. Efek gigitan kutu busuk biasanya baru akan terasa di siang hari. Hewan kecil ini menyukai area yang tidak terpapar sinar matahari dan area dekat sumber makanannya. Perabotan yang sering dihinggapi kutu busuk adalah kasur.

    Apa Itu Kutu Busuk?

    Melansir dari Medical News Today, Kamis (5/9/2024), kutu busuk merupakan serangga kecil tak bersayap yang hanya memakan darah hewan berdarah panas. Menurut situs NHS, kutu busuk sering hidup di furnitur atau tempat tidur. Apabila serangga ini sampai menggigit manusia, efeknya adalah sensasi gatal, tetapi tidak sampai terinfeksi oleh penyakit lain.


    Bentuk kutu busuk oval dan pipih dengan kaki tebal, serta tanpa sayap. Panjang kutu busuk dewasa sekitar 5 hingga 6 mm dan akan bertambah menjadi 7 mm jika sudah meminum darah dari inang mereka.

    Tanda-Tanda Perabotan Rumah Dihuni Kutu Busuk

    Untuk mengetahui keberadaan kutu busuk pada perabotan rumah, kamu tidak perlu merasakan gatal lalu baru membasmi serangga ini. Sebab, kamu bisa mengetahui keberadaan kutu busuk dengan mengetahui tanda-tandanya seperti yang dikutip dari Sleep Foundation.

    1. Kasur Berbau Apak

    Cara mudah untuk mengetahui kutu busuk pada perabotan rumah adalah tercium bau apak. Bau apak tercium seperti bau barang yang sudah lama tidak dipakai dan berdebu. Namun, bau apak juga bisa berasal dari pertumbuhan jamur pada permukaan perabotan. Jika sudah mencium bau tersebut, segera bersihkan perabotan, atau minimal jemur di bawah terik matahari.

    2.Adanya Bekas Kotoran dan Darah

    Kotoran kutu busuk biasanya meninggalkan bintik-bintik hitam atau coklat di kasur. Bisa pula berbentuk noda darah berwarna merah dan berkarat.

    3. Telur Kutu Busuk

    Telur kutu busuk berbentuk oval dan berwarna putih. Ukurannya kecil dan sulit dikenali daripada kutu busuk itu sendiri. Biasanya telur-telur ini diletakkan di sudut-sudut kasur. Apabila kamu melihat ada bintik-bintik yang mirip dengan telur kutu busuk, lekas bersihkan dan buang.

    4. Cangkang Kulit

    Kutu busuk memiliki cangkang dan bisa dilepas. Kutu busuk sering melepaskan kulitnya yang tembus pandang dan berlubang. Biasanya kamu bisa menemukannya di sepanjang jahitan kasur atau di sudut-sudut perabot.

    5. Adanya Kutu Busuk yang Masih Hidup

    Tanda paling jelas adanya kutu busuk adalah kamu melihat hewan kecil berkeliaran di kasur. Kutu busuk muda memiliki warna putih atau bening. Sementara itu, kutu busuk dewasa berwarna coklat kemerahan. Mereka biasa bersembunyi di tempat paling jarang terkena sinar matahari seperti area pegas, celah-celah bingkai, dan kepala tempat tidurmu.

    6. Bekas Gigitan di Kulit

    Jika kamu menemukan tanda merah kecil dan gatal di kulit, sementara tidak ada nyamuk di rumah, bisa jadi penyebabnya karena gigitan kutu busuk. Segeralah cek kasur secara menyeluruh untuk mencari tanda-tanda keberadaan kutu busuk lainnya.

    Cara Membasmi Kutu Busuk

    Apabila kamu sudah mengetahui keberadaan kutu busuk, langkah selanjutnya adalah membasmi dan mencegah mereka muncul kembali. Berikut cara mudah mengatasi kutu busuk pada perabotan rumah.

    1. Memeriksa dengan cermat semua furnitur atau kain bekas sebelum membawanya ke rumah.

    2. Segera mencuci seluruh pakaian dengan air panas setelah bepergian, terutama setelah bertemu atau datang ke tempat yang banyak kutu busuk.

    3. Mengeringkan pakaian di pengering.

    4. Membersihkan bagasi setelah bepergian, bisa dengan vacuum cleaner.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Bisa Basmi Kutu Busuk Jika Kasur Dijemur? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Kutu busuk adalah serangga kecil yang suka menghisap darah hewan berdarah panas. Meskipun begitu, kutu busuk juga bisa menggigit manusia dan membuat gatal-gatal. Apabila kamu terkena gigitan kutu busuk yang dirasakan hanya rasa gatal, tetapi tidak ada efek samping lainnya. Namun, kutu busuk tetap harus dibasmi karena hewan ini seperti parasit yang bisa mengganggu kapan saja.

    Tempat yang disukai oleh kutu busuk adalah area yang jarang terkena sinar matahari seperti pinggiran kasur dan di dalam kasur. Kutu busuk jarang berkeliaran saat siang hari karena mereka adalah hewan noktural yang aktif pada malam hari.

    Serangga ini muncul karena mendeteksi sumber makanan dan menemukan tempat tinggal pada perabotan di rumah. Apabila kutu busuk dibiarkan, lama kelamaan kasur dapat berbau tidak sedap dan membuat tidur tidak nyaman.


    Cara Membasmi Kutu Busuk

    Terdapat beberapa cara untuk membasmi kutu busuk, salah satunya adalah dengan diberi panas tinggi.

    Melansir dari Medical News Today, Rabu (4/9/2024), mencuci seprai dengan air panas efektif membasmi kutu busuk. Caranya dengan merendam kutu busuk di air panas 45 derajat selama 1,5 jam dan selama 20 menit jika menggunakan air 47,8 derajat.

    Menurut situs Tech Radar, daripada dijemur, alangkah baiknya, membersihkan kasur atau sofa dengan dicuci menggunakan air panas.

    Situs Healthline menyarankan untuk membasmi kutu busuk dari kasur, sofa, dan perabotan berbusa lainnya menggunakan steamer atau alat uap panas. Apabila ingin dijemur di luar, panas yang ampuh untuk membasmi kutu busuk sekitar 49°C.

    Selain itu, jemur kasur di luar ruangan yang jauh dari rumah. Sebab, jika di dekat rumah dikhawatirkan kutu busuk justru berpindah ke barang lain yang lebih sejuk. hanya bisa mati apabila terkena panas tinggi.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 3 Jenis Jamur yang Tumbuh di Area Lembap dan Infeksi yang Ditimbulkan


    Jakarta

    Udara lembap saat hujan dapat memicu pertumbuhan jamur di sudut-sudut bangunan atau rumah. Jamur ini bukan hanya merusak tampilan bangunan, melainkan juga membawa penyakit bagi penghuninya.

    Bentuk jamur yang muncul di area lembap di rumah seperti noda berwarna. Jamur yang menghasilkan spora dapat menyebar dengan cara melayang di udara. Spora jamur terdapat di setiap tempat sehingga kemungkinan jamur berkembang di dalam rumah yang lembap sangat mungkin terjadi.

    Noda jamur ini bisa berwarna hitam, putih, hijau, hingga kecoklatan. Jamur yang tumbuh di tempat lembap ini juga tidak hanya satu jenis, melainkan ada banyak macamnya. Untuk lebih jelasnya, Melansir dari Medical News Today, Rabu (6/11/2024), berikut jenis jamur yang biasa tumbuh di tempat yang lembap.


    Jenis Jamur yang Muncul di Rumah

    Spora jamur dapat tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan hangat. Ketika mereka mendarat di tempat yang lembap, mereka lebih mudah untuk tumbuh. Medianya pun tidak pandang bulu, bisa di kain, kertas, kayu, kaca, plastik, hingga beton.

    Untuk jenis jamur yang biasa ditemukan di rumah, sebagai berikut.

    – Cladosporium: Tumbuh di daerah sejuk atau hangat. Media yang kerap menjadi sasaran jamur ini adalah kain dan permukaan kayu.

    – Aspergillus: Tumbuh di dalam ruangan, pada benda yang berdebu, makanan berbentuk tepung, dan bahan bangunan. Dinding yang terlalu kering juga bisa ditumbuhi jamur ini.

    – Penicillium: Tumbuh pada bahan yang rusak karena air. Seringkali memiliki penampilan biru atau hijau.

    Tempat Munculnya Jamur

    Daerah yang disukai oleh jamur adalah tempat yang lembap seperti bekas kebocoran, area yang pernah terendam banjir, sudut-sudut jendela, kamar yang lama sudah tertutup, garasi yang jarang dibuka, kamar mandi, di bawah bak cuci piring, sekitar wastafel dan WC, dinding, plafon, dan masih banyak lagi.

    Penyakit yang Disebabkan karena Jamur

    Seperti yang disebut sebelumnya, jamur yang muncul di area bekas lembap dapat menyebabkan beberapa penyakit. Efek dari jamur ini akan lebih berbahaya bagi penghuni yang memiliki riwayat alergi jamur dan sesak napas. Berikut penjelasannya.

    1. Alergi

    Seseorang yang sensitif atau alergi terhadap partikel yang berhubungan dengan jamur dapat bereaksi saat spora jamur tersebut terhirup. Gejala alergi ini diikuti dengan demam, hidung yang gatal, tenggorokan yang gatal, bersin, mata berair, dan masih banyak lagi. Ada pula alergi yang menyerang kulit yang dapat menyebabkan kemerahan dan rasa gatal.

    2. Masalah Pernapasan

    Saat jamur tumbuh, spora, sel, pecahan, dan senyawa organik yang tidak stabil dapat masuk ke udara. Mereka dapat menghasilkan alergen, iritasi, dan mikotoksin.

    Orang yang memiliki riwayat alergi jamur dan asma memiliki peluang lebih tinggi terkena serangan asma bila tinggal di rumah yang ditumbuhi jamur. Selain itu, bisa pula menyebabkan pneumonitis hipersensitivitas, sejenis peradangan paru-paru.

    3. Terganggunya Sistem Kekebalan Tubuh

    Kebanyakan orang dapat menghirup spora jamur ini tanpa menjadi sakit. Namun, orang yang sistem kekebalannya lemah atau memiliki penyakit paru-paru dapat terinfeksi. Salah satunya adalah penyakit jamur Aspergillus yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius yang dikenal sebagai aspergillosis.

    4. Peradangan

    Jamur dapat memicu produksi mikroba dan bakteri. Paparan bakteri ini dapat memicu respons peradangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Cegah Jamur Tumbuh di Dinding Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Saat musim hujan, dinding rumah rentan ditumbuhi jamur. Sebab, kondisi ruangan akan terasa lebih lembap saat musim hujan.

    Jamur yang tumbuh di dinding rumah bukan hanya berpotensi membahayakan kesehatan, tetapi juga merusak estetika rumah.

    Dikutip dari Medical News Today, jamur menghasilkan spora yang menyebar dengan cara melayang-layang di udara. Spora jamur menjadi cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke dalam rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang.


    Spora bisa mudah tumbuh menjadi jamur di tempat dengan tingkat kelembapan yang tinggi, seperti di sekitar kebocoran pada atap, jendela, atau pipa, serta di tempat yang pernah terkena banjir. Jamur juga bisa tumbuh dengan baik di sekitar benda-benda dari kertas, kardus, dan kayu.

    Jamur bisa memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi orang-orang yang memiliki alergi, penyakit pernapasan, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jamur bisa menjadi racun bagi pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki asma atau kondisi paru-paru kronis. Selain itu, jamur juga bisa memicu terjadinya gejala alergi, seperti pilek dan demam. Beberapa jenis jamur, seperti Aspergillus, bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, yaitu aspergilosis.

    Melansir situs Center for Disease Control and Prevention Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, jamur dalam ruangan yang paling umum adalah Cladosporium, Penicillium, dan Aspergillus.

    Jamur akan lebih mudah tumbuh saat musim hujan yang menyebabkan kelembapan meningkat. Maka dari itu, perlu dilakukan langkah-langkah preventif untuk menanggulangi pertumbuhan jamur di dinding rumah.

    Tips Mencegah Jamur Tumbuh di Rumah saat Musim Hujan

    Melansir dari situs Bishop Clean Care, berikut adalah tips praktis yang bisa kamu terapkan untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah saat musim hujan.

    1. Pastikan Rumah dalam Kondisi Kering

    Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memastikan dinding rumah dalam kondisi kering atau tidak lembap. Periksa secara berkala area yang sering menjadi tempat berkumpulnya air atau kondensasi, seperti kulkas, tangki air, jendela, dan ruang bawah tanah.

    Pastikan untuk segera mengeringkan setiap kelembapan yang kamu temukan. Lakukan pemeliharaan rutin untuk mencegah kelembapan lebih lanjut.

    2. Pantau Kelembapan di Rumah

    Kelembapan tinggi adalah penyebab umum pertumbuhan jamur. Kamu bisa membeli alat pengukur kelembaban atau humidity monitor untuk memastikan tingkat kelembaban rumah tetap rendah. Hal ini akan membantumu mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi tempat subur bagi jamur dan mengambil langkah preventif sebelum masalah muncul.

    3. Pastikan Ventilasi yang Baik

    Ventilasi yang baik adalah kunci untuk menghindari udara lembap terperangkap di dalam rumah. Periksa saluran ventilasi untuk memastikan tidak ada yang terhalang sehingga udara bisa beredar dengan baik. Dengan optimalisasi ventilasi, kelembapan bisa dikurangi dan area basah di rumah akan lebih cepat mengering.

    4. Alihkan Kelembapan dari Luar Rumah

    Jangan lupakan kelembapan dari luar rumah yang juga bisa menyebabkan masalah jamur. Perbaiki atap yang bocor, bersihkan saluran air hujan secara teratur, dan hindari genangan air di sekitar fondasi rumah. Dengan mengalihkan kelembapan dari luar, kamu bisa mencegah masalah jamur sebelum mereka muncul.

    5. Gunakan Produk Tahan Jamur

    Sebagai langkah preventif, pertimbangkan untuk menggunakan produk tahan jamur dalam pembangunan atau renovasi rumah. Mulai dari kayu, cat, isolasi, hingga bahan bangunan penting lainnya, pilih material yang dirancang khusus untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Demikianlah tips mencegah jamur tumbuh di dinding rumah saat musim hujan. Dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjaga rumah bebas dari jamur yang tidak diinginkan, terutama saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Jamur di Dinding yang Subur Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Dinding rumah akan mudah ditumbuhi jamur saat musim hujan seperti saat ini. Penyebabnya karena kondisi ruangan lebih lembap saat musim hujan.

    Jika ini terjadi di rumah, kamu perlu melakukan tindakan. Sebab jamur yang tumbuh di dinding bisa membahayakan kesehatan. Selain itu tentu merusak estetika rumah.

    Dikutip dari Medical News Today, jamur menghasilkan spora yang menyebar dengan cara melayang-layang di udara. Spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang.


    Spora dengan mudah tumbuh menjadi jamur di tempat dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Contohnya di sekitar kebocoran pada atap, jendela, atau pipa, serta di tempat yang pernah terkena banjir. Jamur juga bisa tumbuh dengan baik di sekitar benda-benda dari kertas, kardus, dan kayu.

    Jamur bisa memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi orang-orang yang memiliki alergi, penyakit pernapasan, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jamur bisa menjadi racun bagi pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki asma atau kondisi paru-paru kronis. Selain itu, jamur juga bisa memicu terjadinya gejala alergi, seperti pilek dan demam. Beberapa jenis jamur, seperti Aspergillus, bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, yaitu aspergilosis.

    Melansir situs Center for Disease Control and Prevention Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, jamur dalam ruangan yang paling umum adalah Cladosporium, Penicillium, dan Aspergillus.

    Jamur akan lebih mudah tumbuh saat musim hujan yang menyebabkan kelembapan meningkat. Maka dari itu, perlu dilakukan langkah-langkah preventif untuk menanggulangi pertumbuhan jamur di dinding rumah.

    Tips Mencegah Jamur Tumbuh di Rumah saat Musim Hujan

    Melansir dari situs Bishop Clean Care, berikut adalah tips praktis yang bisa kamu terapkan untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah saat musim hujan.

    1. Pastikan Rumah dalam Kondisi Kering

    Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memastikan dinding rumah dalam kondisi kering atau tidak lembap. Periksa secara berkala area yang sering menjadi tempat berkumpulnya air atau kondensasi, seperti kulkas, tangki air, jendela, dan ruang bawah tanah.

    Pastikan untuk segera mengeringkan setiap kelembapan yang kamu temukan. Lakukan pemeliharaan rutin untuk mencegah kelembapan lebih lanjut.

    2. Pantau Kelembapan di Rumah

    Kelembapan tinggi adalah penyebab umum pertumbuhan jamur. Kamu bisa membeli alat pengukur kelembaban atau humidity monitor untuk memastikan tingkat kelembaban rumah tetap rendah. Hal ini akan membantumu mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi tempat subur bagi jamur dan mengambil langkah preventif sebelum masalah muncul.

    3. Pastikan Ventilasi yang Baik

    Ventilasi yang baik adalah kunci untuk menghindari udara lembap terperangkap di dalam rumah. Periksa saluran ventilasi untuk memastikan tidak ada yang terhalang sehingga udara bisa beredar dengan baik. Dengan optimalisasi ventilasi, kelembapan bisa dikurangi dan area basah di rumah akan lebih cepat mengering.

    4. Alihkan Kelembapan dari Luar Rumah

    Jangan lupakan kelembapan dari luar rumah yang juga bisa menyebabkan masalah jamur. Perbaiki atap yang bocor, bersihkan saluran air hujan secara teratur, dan hindari genangan air di sekitar fondasi rumah. Dengan mengalihkan kelembapan dari luar, kamu bisa mencegah masalah jamur sebelum mereka muncul.

    5. Gunakan Produk Tahan Jamur

    Sebagai langkah preventif, pertimbangkan untuk menggunakan produk tahan jamur dalam pembangunan atau renovasi rumah. Mulai dari kayu, cat, isolasi, hingga bahan bangunan penting lainnya, pilih material yang dirancang khusus untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Demikianlah tips mencegah jamur tumbuh di dinding rumah saat musim hujan. Dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjaga rumah bebas dari jamur yang tidak diinginkan, terutama saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Suhu AC yang Ideal di Kamar Biar Tidur Nyenyak?



    Jakarta

    AC atau air conditioner merupakan alat elektronik andalan banyak penghuni rumah untuk mendinginkan ruangan. Keberadaan AC sangat praktis di rumah apalagi ketika cuaca yang panas, kamu bisa mudah mengatur suhu sesuai keinginan.

    Nah, ternyata suhu AC bisa mempengaruhi kualitas tidur seseorang, lho. Oleh karena itu, sebaiknya kamu mengatur suhu AC di kamar tidur dengan tepat biar bisa tidur nyenyak.

    Dilansir dari Medical News Today, suhu AC yang ideal di kamar tidur sekitar 15,6-19,4 derajat celsius. Sementara menurut pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang, suhu AC terbaik agar tidur berkualitas antara 25-28 derajat celsius.


    Di sisi lain, Biro Efisiensi Energi (BEE) sebagaimana dikutip dari India Today, suhu ruangan ideal untuk tubuh manusia yaitu sekitar 24 derajat celsius Kebanyakan orang berpikir bahwa menyetel AC pada suhu 16°C, akan memberikan pendinginan yang lebih baik, tetapi sebenarnya tidak demikian.

    Pada dasarnya kita tidak boleh menyetel AC pada suhu minimum. Sejatinya, jawaban suhu AC terbaik sebenarnya tergantung pada kapan kita menggunakan AC tersebut.

    Selain meningkatkan kualitas tidur, suhu ruangan yang dingin memberi manfaat lainnya. Berikut beberapa manfaat tidur dengan suhu udara yang dingin.

    Manfaat Tidur di Ruangan Dingin

    Inilah beberapa manfaat tidur di ruangan yang memiliki suhu dingin, dikutip dari Medical News Today.

    1. Menjaga Suhu Tubuh

    Pada malam hari, metabolisme tubuh menurun sekitar 30 persen saat tidur.

    2. Mencegah Dehidrasi

    Saat udara terasa sejuk saat kamu tidur, kamu akan akan terhindar dari dehidrasi dan kelelahan karena kepanasan.

    3. Udara Bersih

    AC memiliki filter yang berfungsi untuk menyaring kotoran, debu, dan partikel kecil di udara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Kedinginan saat Tidur? Segini Suhu AC yang Ideal


    Jakarta

    Saat tidur di malam hari, banyak orang yang mengatur suhu Air Conditioner (AC) di suhu rendah. Namun, hal ini bikin tubuh jadi kedinginan dan menggigil. Namun jika suhu yang diatur terlalu tinggi, alhasil tidak bisa merasakan sensasi suhu dinginnya.

    Sebagai pemilik AC, detikers perlu tahu cara mengatur suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Sebab, suhu yang pas dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang di malam hari.

    Lantas, berapa suhu AC yang ideal di kamar tidur? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

    Dilansir situs Medical News Today, Minggu (25/5/2025), suhu AC yang ideal untuk kamar tidur bisa diatur sekitar 16-19,5 derajat Celcius.
    Sementara itu, pakar tidur dari Universitas Kansai menganjurkan suhu AC diatur antara 25-28 derajat Celcius agar tidur lebih berkualitas di malam hari.

    Mengatur suhu AC pada tingkat yang ideal bisa memberikan berbagai manfaat. Selain meningkatkan kualitas tidur, hal ini turut berdampak positif mulai dari:

    • Menjaga suhu tubuh tetap normal
    • Mencegah dehidrasi
    • Udara di kamar jadi lebih bersih
    • Mencegah kulit kering.

    Tips Mengatur Suhu AC saat Tidur

    Sebelum menyalakan AC di kamar tidur, pastikan kamu melakukan beberapa tips di bawah ini agar ruangan cepat dingin. Dikutip dari Mitsubishi Electronic, berikut sejumlah tipsnya:

    1. Tutup Rapat Pintu dan Jendela Kamar

    Pastikan kamu telah menutup pintu dan jendela kamar secara rapat. Jika tidak, maka udara dingin yang berhembus dari AC bisa keluar kamar tidur. Selain bikin kamar jadi kurang dingin, hal ini bisa jadi pemicu listrik cepat boros.

    2. Gunakan Mode Sleep pada AC

    Saat tidur di malam hari, kamu bisa mengaktifkan mode sleep pada AC. Mode ini berfungsi untuk menyesuaikan suhu ruangan secara otomatis agar lebih nyaman dan tidak kedinginan saat tidur. Selain itu, mode sleep pada AC juga lebih hemat listrik karena mengurangi kinerja kompresor AC.

    Demikian penjelasan mengenai cara atur suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Suhu AC yang Paling Pas Buat di Kamar Tidur


    Jakarta

    Saat ini hampir semua rumah memakai air conditioner (AC) sebagai perangkat elektronik pendingin ruangan. Perangkat ini sangat praktis dan bisa membantu tidur jauh lebih nyenyak dan nyaman karena tidak perlu khawatir panas.

    AC dapat diatur kedinginannya dari belasan hingga puluhan derajat. Kira-kira berapa suhu AC yang paling ideal di kamar tidur ya?

    Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

    Dilansir situs Medical News Today, suhu AC yang ideal untuk kamar tidur bisa diatur sekitar 16-19,5 derajat celcius. Sementara itu, pakar tidur dari Universitas Kansai menyebutkan suhu AC antara 25-28 derajat celcius dianjurkan agar tidur lebih berkualitas di malam hari.


    Ternyata dengan mengatur suhu AC yang ideal, tidak terlalu dingin dan panas memiliki banyak keuntungan lho, berikut di antaranya.

    • Menjaga suhu tubuh tetap normal
    • Mencegah dehidrasi
    • Udara di kamar jadi lebih bersih
    • Mencegah kulit kering.

    Tips Mengatur Suhu AC saat Tidur

    Saat menyalakan AC terdapat beberapa aturan yang harus diikuti agar ruangan cepat dingin dan AC tidak bekerja terlalu keras ketika mendinginkan ruangan. Berikut tips yang harus dilakukan saat menyalakan AC.

    1. Tutup Rapat Pintu dan Jendela Kamar

    Ketika AC menyala sebaiknya ruangan tersebut dalam keadaan tertutup. Meskipun ada orang yang keluar masuk, ruangan harus langsung ditutup agar suhu dingin tetap terjaga. Membiarkan AC menyala di ruangan yang terbuka dan sulit dingin membuat tagihan listrik membengkak.

    2. Gunakan Mode Sleep pada AC

    Saat tidur di malam hari, kamu bisa mengaktifkan mode sleep pada AC. Mode ini berfungsi untuk menyesuaikan suhu ruangan secara otomatis agar lebih nyaman dan tidak kedinginan saat tidur. Selain itu, mode sleep pada AC juga lebih hemat listrik karena mengurangi kinerja kompresor AC.

    Demikian penjelasan mengenai cara atur suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com