Tag Archives: meksiko

8 Tanaman yang Wangi Semerbak, Cocok untuk di Rumah


Jakarta

Tidak ada salahnya menaruh tanaman segar di dalam rumah. Keberadaannya tidak hanya menyegarkan mata tetapi harum wanginya juga menyenangkan.

Ada beberapa tanaman yang wanginya menyerbak dan cocok untuk ditaruh di dalam rumah. Apa saja itu? Berikut ini informasinya.

Tanaman Hias untuk Pewangi Ruangan

Dirangkum dari Living Etc, Homes & Gardens, dan Gardening Know How, berikut ini 8 tanaman hias beraroma wangi yang cocok ditanam di dalam ruangan:


1. Lavender

The bed with lavender flower and coffee cup in the morning, Selected focus on flower pot.Lavender. Foto: Getty Images/iStockphoto/awayge

Yang pertama adalah lavender yang sudah cukup populer digunakan sebagai tanaman hias di dalam ruangan. Tanaman ini memiliki wangi khas yang menenangkan.

Lavender sering digunakan sebagai bahan minyak wangi, sabun, kosmetik, dan produk perawatan diri lainnya. Bahkan, wangi lavender bisa membantu mengusir serangga seperti nyamuk.

Tanaman lavender bisa tumbuh subur dalam ruangan, asal syarat pertumbuhannya terpenuhi. Misal, lavender harus mendapatkan cahaya matahari 6-8 jam sehari. Karena itu, lavender sebaiknya ditaruh dekat jendela yang hangat. Lavender juga tidak perlu terlalu sering disiram.

2. Melati

Bunga melati.Bunga melati. Foto: Freepik/freepik

Khas dengan warna putihnya, melati termasuk tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Aroma wanginya bisa semerbak dan membuat ruangan menjadi segar ketika mekar, meski bunganya cukup kecil.

Melati bisa ditanam di dalam ruangan karena cocok di tempat yang tidak kena sinar matahari langsung. Melati juga cocok ditanam pada tanah yang tidak terlalu basah.

3. Rosemary

Ilustrasi tanaman herbal RosemaryRosemary. Foto: Getty Images/Sima_ha

Selanjutnya ada tanaman rosemary tuscan yang bisa membuat ruangan lebih harum. Tak hanya wangi, rosemary termasuk tanaman herbal yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

Rosemary tuscan ini memiliki daun berwarna hijau tua dengan aroma kuat, segar dan pedas. Selain dibuat teh, rosemary juga bisa digunakan untuk bahan campuran makanan.

Jika ingin menanam rosemary, sebaiknya jangan diletakkan di dalam ruangan tertutup. Letakkan rosemary ini di jendela atau teras. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung selama 6-8 jam sehari.

4. Oregano

Fresh oregano plant leaves on wooden background, closeup view. Origanum vulgare also called wild marjoram is a culinary herb, used for cooking in the kitchenOregano. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

Oregano (Origanum vulgare) dikenal sebagai bumbu masakan dan sering ditemukan di pasta atau masakan Mediterania dan Meksiko. Aromanya cukup tajam dan khas.

Jika ingin mendapatkan aroma ruangan seperti masakan pasta, coba tanamlah oregano di dalam ruangan. Terutama jika kamu suka masak, tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai tambahan dalam makanan.

5. Gardenia

A DSLR still life photo of a bouquet of fresh white gardenia flowers in a small black ceramic bowl. Background made of brown rustic paper. Selective focus on the flower of the foreground. Soft natural light. Copy space.Gardenia. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucop

Gardenia juga sering disebut dengan kacapiring. Bunganya berwarna putih dengan bentuk cantik. Tak hanya itu, aromanya juga manis sehingga bisa menyegarkan ruangan.

Perawatan gardenia ternyata cukup mudah. Namun, kamu harus mengganti pot secara berkala dan sering memangkasnya agar tidak tumbuh terlalu besar.

6. Mint

secret menu Starbucks rasa mintMint. Foto: site news/iStock

Tanaman mint termasuk tanaman yang mudah tumbuh, baik di taman, di pot, atau bahkan di botol minuman bekas. Selain memiliki aroma wangi, daun mint juga dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan maupun minuman.

Untuk merawatnya, pastikan tanahnya tetap lembap tetapi jangan terlalu basah. Jangan juga terlalu banyak memberi pupuk karena bisa menghilangkan rasanya.

7. Timi

thyme/timithyme/timi Foto: Kaboompics.com/pexels

Tanaman timi atau thyme selain beraroma dan rasa yang enak, timi juga merupakan herbal yang memiliki manfaat kesehatan. Timi bisa dibuat teh yang fungsinya antara lain meredakan batuk dan meningkatkan imunitas tubuh.

Jika ingin menanam timi, sebaiknya pakailah pot tanah liat untuk mencegah tanah terlalu lembap setelah penyiraman, sebab akar timi tidak tahan dengan kondisi basah. Jika akarnya sudah keluar dari lubang, maka kamu perlu menanam ulang.

8. Begonia

Begonia ,Begonia x semperflorens-cultorum or pink BegoniaBegonia. Foto: Getty Images/iStockphoto/Jobrestful

Varietas begonia tertentu, seperti ‘tea rose’, memiliki wangi yang ringan, dan bila dipadukan dengan bunga mekar berwarna merah jambu yang cerah, akan terlihat indah sebagai hiasan di tengah meja ruang tamu.

Dilansir dari Homes & Gardens, begonia sangat mudah dirawat sebagai tanaman dalam ruangan. Mereka menyukai cahaya tidak langsung dan bahkan dapat mentolerir kondisi cahaya rendah. Jadi hanya butuh menyiram bunga tersebut secukupnya.

Itulah tadi 8 tanaman hias pengharum ruangan yang bisa ditaruh di rumah. Saat membeli, jangan lupa tanyakan cara perawatan dan kondisi optimal agar tanaman tidak cepat mati serta tumbuh subur.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Menanam Tanaman di Rumah Bisa Jadi Pahala, Ini Penjelasannya dalam Islam



Jakarta

Menanam tanaman di rumah bukan hanya bikin hunian makin sejuk dan estetik, tapi juga bisa jadi ladang pahala menurut ajaran Islam. Dalam beberapa hadits, disebutkan bahwa setiap pohon atau tanaman yang ditanam akan memberi manfaat, bahkan bernilai sedekah bagi penanamnya.

Yuk, simak penjelasan lengkap keutamaan menanam tanaman di rumah menurut Islam, lengkap dengan rekomendasi tanaman hias yang cocok ditanam di hunian!

Keutamaan Menanam Tanaman Menurut Islam

Dalam Islam, merawat alam dan lingkungan merupakan bagian dari perbuatan baik yang dianjurkan. Mengutip buku Hadits-Hadits Tarbawi oleh M. Ainur Rasyid, di dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan tentang pentingnya memperhatikan lingkungan, salah satunya termaktub dalam surat Al A’raf ayat 56:


وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Latin: Wa lā tufsidụ fil-arḍi ba’da iṣlāḥihā wad’ụhu khaufaw wa ṭama’ā, inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn

Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Tak hanya ayat Al-Qur’an, sejumlah hadits juga menegaskan bahwa menanam tanaman adalah amalan yang mulia. Berikut beberapa di antaranya:

1. Amalan yang Bernilai Sedekah

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَلاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

Artinya: “Dari sahabat Jabir ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon kecuali apa yang dimakan bernilai sedekah, apa yang dicuri juga bernilai sedekah. Tiada pula seseorang yang mengurangi buah (dari pohon-)nya melainkan akan bernilai sedekah bagi penanamnya sampai hari Kiamat’.” (Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 304)

2. Sedekah Bagi Sesama Makhluk Hidup

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ طَيرٌ أَوْ إِنْسَانٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ رواه البخاري ومسلم والترمذي

Artinya: “Dari sahabat Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu (hasilnya) dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya’.” (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi)

3. Mendapatkan Pahala

عن مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ بَنَى بُنْيَانًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ أَوْ غَرَسَ غَرْسًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ كَانَ لَهُ أَجْرٌ جَارِيًا مَا انْتَفَعَ بِهِ مِنْ خَلْقِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ رواه أحمد

Artinya: “Dari sahabat Muadz bin Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang mendirikan bangunan atau menanam pohon tanpa kezaliman dan melewati batas, niscaya itu akan bernilai pahala yang mengalir selama bermanfaat bagi makhluk Allah yang bersifat rahman’.” (HR Ahmad).

Rekomendasi Tanaman Hias yang Cocok Ditanam di Rumah

Dilansir situs Flower Aura dan House Beautiful, berikut jenis-jenis tanaman hias yang cocok ditanam di rumah:

1. Lidah Mertua

Tanaman ini populer karena tahan banting dan mampu menyaring udara. Cocok diletakkan di ruang tamu atau kamar tidur.

2. Kaktus Telinga Kelinci

Berbentuk lucu seperti telinga kelinci, kaktus ini berasal dari Meksiko dan cocok untuk sudut rumah dengan pencahayaan cukup.

3. Tanaman Zebra

Daunnya bercorak unik dan tak butuh banyak air. Ideal untuk ditaruh di meja atau jendela rumah.

4. Lavender

Tak hanya cantik dan harum, lavender juga dikenal ampuh mengusir nyamuk secara alami.

5. Gardenia (Kacapiring Wangi)

Bunga putih ini memiliki aroma manis dan bisa tumbuh baik di dalam atau luar ruangan.

Menanam tanaman ternyata bukan hanya soal estetika dan kesejukan rumah, tapi juga bisa jadi ladang pahala yang tak putus. Jadi, yuk mulai tanam tanaman di rumah, detikers! Selain menambah keindahan, rumah jadi penuh keberkahan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Deretan Tanaman Irit Air, Punya Tempat Penyimpanan Khusus


Jakarta

Tanaman merupakan salah satu benda wajib yang perlu ada di rumah. Manfaatnya sangat banyak, seperti memasok oksigen, membantu penghuni rumah lebih rileks, memperbaiki kualitas udara, hingga mempercantik rumah.

Sayangnya, masih banyak orang berfikir tanaman bukan barang wajib yang ada di rumah. Sebab, mereka merasa tidak bisa serius rajin untuk merawat tanaman. Hal ini yang harus diubah dari pola pikir kita. Tanaman memiliki beberapa jenis dan cara tumbuh yang berbeda-beda. Tidak semua tanaman harus disiram air sehari sekali dan tidak semua tanaman harus terpapar sinar matahari setiap saat.

Ada banyak sekali tanaman yang memiliki mekanisme bertahan hidup yang tangguh dan tidak merepotkan. Tanaman tersebut pun cocok untuk bertahan di iklim tropis di Indonesia. Selain itu, tampilannya juga menarik untuk diletakkan di dalam rumah.


Lantas, apa saja jenis tanaman yang irit air dan tak perlu sering disiram? Dilansir Better Homes and Garden, berikut di antaranya.

1. Lidah Buaya

tanaman lidah buayatanaman lidah buaya Foto: istimewa

Siapa yang tidak mengenal tanaman lidah buaya? Tanaman ini sudah banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan bermanfaat dalam berbagai produk termasuk kecantikan. Tanamannya sendiri tanpa diolah juga tetap memiliki segudang kegunaan.

Selain kaya manfaat, perawatan lidah buaya juga mudah. Tanaman ini irit air dan bisa diletakkan di luar ruangan. Jadi tanaman lidah buaya bisa mendapatkan air dari dalam tanah atau ketika hujan. Hal yang harus diperhatikan oleh pemilik rumah ketika menanam lidah buaya adalah pastikan lokasinya tidak terlalu panas dan terkena banyak sinar matahari karena tanaman satu ini menyukai tempat yang sejuk.

2. Sirih Gading

Golden pothos background.Devil's ivy.Epipremnum aureum is classified as an ornamental flower. Types of popular ivy plants. Air purification tree that should be planted in the house.Golden pothos background.Devil’s ivy.Epipremnum aureum is classified as an ornamental flower. Types of popular ivy plants. Air purification tree that should be planted in the house. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nalin Prutimongkol

Bagi yang butuh tanaman rambat untuk ditanam di pagar, tembok atau taman, tanaman satu bisa jadi pilihan. Tanaman ini termasuk yang irit air sehingga tidak perlu sering-sering disiram. Mereka dengan mudah tumbuh menjulur dan memiliki akar yang menempel kuat pada permukaan tempatnya menempel.

Selain irit air, tanaman sirih gading juga tidak perlu selalu ditempatkan di area yang banyak terkena sinar matahari karena tanaman ini menyukai tempat sejuk. Hal yang harus diingat oleh pemilik rumah yang menanam sirih gading adalah tanaman satu ini tidak bisa dikonsumsi karena mengandung kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan

3. Howarthia

HowarthiaHowarthia Foto: Marty Baldwin via Better Homes & Garden

Howarthia merupakan tanaman yang berasal dari Afrika Selatan yang biasa tumbuh di dataran rendah, lereng bukit, dan cocok tumbuh di iklim tropis. Tanaman ini termasuk tanaman sekulen yakni tahan terhadap kekeringan. Setiap jaringan di tanaman ini berdaging dan dapat menyimpan air dengan baik. Ciri-ciri dari tanaman ini adalah daun-daunnya yang tumbuh merapat dan berbentuk tebal.

Termasuk tanaman yang tahan terhadap kekeringan berarti howarthia irit air dan mudah untuk dirawat tanpa perlu terlalu sering disiram.

4. Lidah Mertua

ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

Jenis tanaman lainnya yang irit air dan memiliki segudang manfaat adalah lidah mertua. Tanaman satu ini memiliki bentuk panjang ke atas seperti lidah. Permukaannya berwarna hijau, dengan pinggiran berwarna hijau. Lidah buaya ternyata termasuk tanaman yang irit air sehingga tidak perlu sering disiram.

Tanaman ini bisa mengelola air dengan baik sehingga tidak mudah menguap mengutip dari detikHealth. Bahkan tanaman ini bisa menghalau polusi dan membuat ruangan jadi lebih dingin.

5. Pohon Dolar

Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

Pohon dolar merupakan tanaman yang wajib ada di rumah menurut feng shui. Selain itu, tanaman ini memiliki kelebihan yakni irit air, mudah dirawat, dan tampilannya yang menarik. Warna daun pohon dolar hampir mirip dengan Aspidistra Elatior, hijau tua mengkilat. Namun, ukurannya kecil-kecil seperti koin logam. Jika dilihat dari jauh terlihat seperti bunga palsu karena mengkilat permukaannya dan kaku. Tanaman ini juga tidak harus diletakkan mengarah ke sinar matahari terlalu sering.

6. Kaktus

KaktusKaktus Foto: (istimewa)

Sudah jadi rahasia umum jika tanaman kaktus merupakan tanaman yang memiliki mekanisme pencegahan penguapan. Kaktus yang berasal dari daerah beriklim ekstrem sudah bias tidak terkena air sehingga perawatannya lebih mudah.

7. Nolina

Nolina.Nolina. Foto: Jacob Fox via Better Homes & Gardens

Apabila menginginkan tanaman yang lebih besar dan terlihat seperti rimbun, tanaman yang mungkin cocok adalah Nolina. Tanaman satu ini banyak tumbuh di Meksiko. Ciri-ciri tanaman ini adalah memiliki batang bawah yang besar seperti kaki gajah. Sementara batang bagian atas ramping. Fungsi batang yang besar di bawah tersebut ternyata untuk menyimpan air. Oleh karena itu, Nolina disebut sebagai tanaman yang tahan terhadap kekeringan.

Nolina cocok ditanam di dalam atau pun di luar ruangan. Ketika ditanam di dalam ruangan, tanaman ini cukup disiram seminggu sekali dan diletakkan di ruangan minim cahaya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

8 Tanaman Hias yang Tak Perlu Disiram Rutin, Cocok Buat yang Sibuk


Jakarta

Air memiliki sejumlah manfaat untuk tanaman, seperti membantu proses fotosintesis, mengangkut nutrisi dari tanah ke tanaman, hingga menjaga tanaman tetap segar. Maka dari itu, tanaman perlu disiram secara rutin.

Namun, tidak semua jenis tanaman harus disiram setiap hari, lho. Ada beberapa tanaman yang justru sebaiknya jangan sering disiram karena bisa cepat layu dan membusuk.

Jika kamu tipe orang yang super sibuk hingga lupa merawat tanaman, tak ada salahnya membeli tanaman yang ‘irit’ air. Sebab, tumbuhan ini masih bisa tumbuh walau hanya disiram sesekali saja.


Ingin tahu apa saja tanaman hias yang dapat tumbuh walau jarang disiram? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tanaman Hias Ini Bisa Tumbuh Walau Jarang Disiram

Ada sejumlah tanaman hias yang punya mekanisme penyimpanan air dalam waktu lama karena minim penguapan. Tanaman itu biasanya dapat tumbuh di kawasan tropis atau iklim ekstrem, sehingga tak perlu disiram secara berkala.

Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut tanaman hias yang dapat tumbuh subur meski jarang disiram:

1. Lidah Buaya

Tanaman aloe vera atau lidah buayaFoto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

Lidah buaya termasuk tanaman hias yang dapat tumbuh meski tidak disiram air selama berminggu-minggu. Kamu hanya perlu menyiram lidah buaya jika tanah di sekitarnya sudah terlihat kering.

Kamu dapat meletakkan lidah buaya di lokasi yang sejuk dan tidak terpapar langsung sinar matahari. Tanaman ini sangat cocok untuk dipajang di halaman depan atau dalam ruangan.

2. Lidah Mertua

Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designFoto: Getty Images/M.photostock

Tanaman yang satu ini sudah banyak dikoleksi oleh pemilik rumah karena warnanya yang hijau dan terlihat cantik. Selain menambah estetika, lidah mertua juga bisa ditanam di dalam ruangan karena tidak perlu disiram secara berkala.

Sama halnya dengan lidah buaya, tanaman hias ini juga tidak membutuhkan banyak sinar matahari sehingga bisa diletakkan di ruangan yang sejuk. Hadirnya lidah mertua juga dapat membersihkan udara secara alami.

3. Sirih Gading

Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

Banyak orang yang memilih sirih gading atau pothos sebagai tanaman hias di rumah karena terlihat cantik dan menyegarkan. Selain itu, tanaman ini juga mudah dirawat karena tidak perlu disiram setiap hari.

Pothos termasuk tanaman yang dapat tumbuh di tempat yang minim cahaya dan tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, sirih gading bisa diletakkan di kamar mandi.

4. Haworthia

Dikenal juga sebagai tanaman zebra karena daunnya yang bergaris hitam dan putih, haworthia sangat cocok sebagai tanaman hias di rumah. Selain dapat mempercantik ruangan, tanaman ini bisa tumbuh tanpa perlu banyak air.

Haworthia sebaiknya diletakkan di bawah sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Tanaman ini cukup disiram jika kondisi tanah sudah terlihat kering.

5. Kaktus

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kaktus merupakan tanaman hias yang dapat tumbuh tanpa perlu sering disiram. Tanaman ini bahkan dapat bertahan hidup di iklim kering tanpa perlu disiram air hingga empat bulan.

Cara merawat kaktus juga mudah, cukup siram dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Simpan kaktus di area yang banyak cahaya matahari agar dapat tumbuh subur.

6. Spider Plant

Spider plant atau disebut juga lili paris merupakan tanaman hias yang populer. Selain bentuknya yang cantik, tanaman ini juga dapat tumbuh subur meski jarang disiram.

Saat musim kemarau, cukup siram lili paris setiap seminggu sekali agar tanahnya tidak terlalu kering. Letakkan tanaman spider plant di tempat yang terpapar cahaya terang.

7. Ivy

Tanaman yang satu ini bisa jadi pilihan menarik untuk ditanam di halaman atau dalam rumah. Sama seperti spider plant, tanaman ivy hanya perlu disiram seminggu sekali agar tidak terlalu kering.

Pastikan kamu menanam tanaman ivy di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung, tapi tidak terlalu teduh. Maka dari itu, tanaman ini sangat cocok ditanam di dalam ruangan.

8. Kaktus Anggur

Satu lagi tanaman hias yang tidak perlu banyak air untuk tumbuh subur, yaitu kaktus anggur. Tanaman dari Meksiko ini dapat mempercantik hunian karena memberikan kesan tropis.

Merawat kaktus anggur juga sangat mudah karena tidak perlu disiram secara rutin. Sebaiknya siram tanaman ini ketika kondisi tanah sudah kering, lalu letakkan di tempat yang terpapar cahaya matahari agar bisa tumbuh subur.

Itulah delapan tanaman hias yang tidak perlu disiram secara rutin. Tertarik untuk membeli tanaman yang mana, detikers?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

8 Tanaman Hias yang Bikin Rumah Wangi dan Segar, Ada Lavender-Melati


Jakarta

Agar rumah terasa wangi dan segar, penghuni bisa menggunakan cara alami yakni dengan memelihara tanaman hias. Sebab, ada sejumlah tanaman hias yang memiliki wangi semerbak.

Selain bikin harum ruangan, wangi dari tanaman hias juga bisa memberikan efek menenangkan. Memelihara tanaman hias juga dapat mempercantik hunian sehingga tampak lebih indah dan estetis.

Ingin tahu, apa saja tanaman hias yang memiliki aroma wangi dan segar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Tanaman Hias yang Punya Aroma Wangi

Ada sejumlah tanaman hias yang memiliki aroma wangi sehingga cocok digunakan untuk pengharum ruangan alami. Dilansir situs Better Homes & Gardens dan Living Etc, berikut ini daftarnya.

1. Melati

Bunga melati.Foto: iStock/Photographer

Melati merupakan salah satu tanaman yang populer dan banyak tumbuh di Indonesia. Ciri khas dari tumbuhan ini adalah memiliki bunga berwarna putih dan mengeluarkan aroma semerbak.

Merawat melati terbilang cukup mudah karena bisa ditanam di tempat yang teduh dan minim cahaya matahari. Melati juga cocok ditanam di tanah yang tidak terlalu basah dan lembap.

2. Rosemary

Rosemary tuscan bisa menjadi opsi terbaik untuk mempercantik sekaligus mengharumkan ruangan. Selain itu, tumbuhan herbal ini memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan.

Ciri khas dari rosemary tuscan yakni memiliki daun berwarna hijau tua dan mengeluarkan aroma kuat. Rosemary biasanya digunakan untuk teh, tapi juga bisa dicampur dengan bahan makanan.

Agar tumbuh subur, rosemary sebaiknya diletakkan di ruang terbuka karena membutuhkan sinar matahari langsung selama 6-8 jam sehari. Penghuni juga bisa meletakkan rosemary di jendela atau teras rumah.

3. Lavender

Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukFoto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

Tanaman hias yang satu ini sudah dikenal sejak lama dapat mengharumkan ruangan. Bahkan, wangi dari lavender dapat mengusir serangga seperti nyamuk dan lalat.

Lavender dapat tumbuh subur di dalam ruangan, asalkan syarat pertumbuhannya terpenuhi. Misalnya, lavender perlu mendapatkan cahaya matahari selama 6-8 jam sehari. Oleh sebab itu, tanaman ini sebaiknya diletakkan di dekat jendela.

4. Mawar

A field of beautiful colorful roses blooming in the garden.Foto: Getty Images/Aekprachaya Ayuyuen

Selain melati, mawar merupakan salah satu tanaman hias yang juga populer di Indonesia. Mawar memiliki aroma yang harum semerbak sehingga dapat menyegarkan ruangan.

Cara merawat mawar cukup dengan meletakkannya di tempat yang cukup sinar matahari. Pastikan tanah yang digunakan untuk menanam mawar dalam kondisi sebagian lembap agar tumbuh dengan baik.

5. Gardenia

Gardenia atau kacapiring bisa menjadi opsi terbaik untuk tanaman di dalam rumah. Sebab, bunganya yang berwarna putih memiliki aroma wangi dan segar. Bunganya yang terlihat cantik juga cocok digunakan untuk hiasan rumah.

Merawat gardenia terbilang cukup mudah, cukup dengan mengganti pot secara berkala dan sering dipangkas agar tidak tumbuh terlalu besar.

6. Oregano

Oregano (Origanum vulgare) merupakan tanaman yang sering digunakan pada bumbu masak, khususnya masakan Mediterania dan Meksiko. Punya aroma cukup tajam dan khas, oregano ternyata juga bisa digunakan sebagai pewangi ruangan alami.

Agar tumbuh subur, penghuni bisa menanam oregano di tempat yang terkena bawah sinar matahari penuh. Selalu siram oregano secara teratur tapi jangan terlalu berlebihan.

7. Mint

A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.Foto: iStock

Tanaman mint sering digunakan untuk membuat minuman kesehatan, salah satunya infused water. Tidak hanya menyegarkan tubuh, daun mint juga memiliki aroma yang khas sehingga dapat mengharumkan ruangan.

Menanam mint ternyata juga mudah. Pastikan tanahnya dalam kondisi lembap tetapi jangan terlalu basah. Lalu, jangan terlalu banyak memberi pupuk karena dapat menghilangkan rasa dan aromanya.

8. Lilac

Satu lagi tanaman hias yang memiliki aroma wangi, yaitu lilac. Tanaman yang berwarna ungu kemerahan ini memiliki aroma wangi yang segar, sehingga dapat mengharumkan ruangan secara alami.

Lilac termasuk tanaman yang dapat hidup dalam waktu lama, asalkan dirawat secara tepat. Tanaman ini dapat tumbuh subur dengan ditanam di bawah sinar matahari penuh selama 6 jam sehari. Siram lilac secara teratur, terutama ketika kondisi tanahnya sudah sangat kering.

Itulah delapan tanaman hias yang punya aroma wangi dan segar. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jurus Diet Tanpa Nyiksa ala Jennifer Aniston, Tetap Body Goals di Umur 55


Jakarta

Aktris Jennifer Aniston terlihat masih awet muda di usia 55 tahun. Ternyata ada rahasia di balik tubuhnya yang langsing dan bugar.

Aniston mengaku dirinya rutin menjalani olahraga dan diet sehat. Program diet yang dilakukannya adalah 80/20.

“Saya melakukan diet 80/20, di mana saya dapat makan apapun yang saya inginkan sehari-hari. Saya tidak membatasi diri,” katanya kepada TODAY.com.


Aniston mengungkapkan 80 persen waktunya berfokus untuk mengkonsumsi makanan padat nutrisi. Sementara 20 persen lainnya, ia dapat makan apa saja yang diinginkannya.

Menurutnya, diet 80/20 yang dijalani cukup membosankan. Selama diet, Aniston banyak mengkonsumsi protein, sayuran, salad, dan minum banyak air.

“Tantangan terbesar saya adalah tidur. Saya pikir itu semua bagian dari kebersihan nutrisi kita. Itu seperti jumlah air yang kita konsumsi serta jumlah tidur yang kita dapatkan,” jelas Aniston.

“Kombinasi dari semua hal itulah yang membuat olahraga Anda paling efektif,” sambungnya.

Meski menjalani diet, Aniston juga tetap bisa mengkonsumsi camilan. Pilihannya terdiri dari popcorn, protein bar, dan protein shake.

Saat makan, Aniston suka membuat perubahan kecil yang berpengaruh pada dietnya, seperti tidak menambahkan garam dan mengurangi saus salad. Dia juga mempelajari ‘kekuatan bumbu’ dan cuka untuk menambah rasa pada hidangannya.

“Hal-hal seperti itu akan menciptakan rasa yang sangat lezat, di mana Anda tidak hanya menaburi semuanya dengan garam dan mentega atau minyak zaitun untuk membuatnya terasa enak,” tuturnya.

Saat waktu bebasnya, Aniston bisa makan makanan yang disukainya. Seperti burger hingga pizza yang gurih.

“Itu bisa berupa burger keju dan kentang goreng atau makanan Meksiko, pasta, pizza, semuanya itu gurih. Saya bukan orang yang suka makanan manis, seperti es krim atau kue. Saya lebih suka makanan gurih,” pungkasnya.

(sao/kna)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto

Indonesia Vs Obesitas, ‘Double Burden’ di Tengah Masalah Gizi Anak


Jakarta

Obesitas pada anak kini jadi sorotan serius dunia. Laporan terbaru UNICEF menyebutkan sedikitnya satu dari sepuluh anak di dunia mengalami obesitas. Kondisi ini tak hanya dipicu minimnya edukasi gizi di keluarga, tetapi juga gempuran makanan dengan pemrosesan ultra atau Ultra Processed Food (UPF) yang semakin mudah diakses dan kerap lebih murah dibanding buah serta sayur.

Fenomena ini nyata terjadi di Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan, Indonesia menghadapi situasi yang disebut double burden. Artinya, anak-anak tak hanya berisiko mengalami kekurangan gizi hingga stunting, tetapi juga obesitas. Bahkan, di kota besar, prevalensi obesitas anak tercatat lebih tinggi.

“Kita (Indonesia) menghadapi double burden, disatu sisi kita kekurangan gizi yang menyebabkan terjadinya stunting, di sisi lain, anak-anak itu ternyata obesitas,” tuturnya saat ditemui di ASEAN Car Free Day, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/9/2025).


Definisi Obesitas pada Anak

Obesitas pada anak bukan sekadar masalah badan gemuk, melainkan kondisi saat lemak tubuh menumpuk secara berlebihan sehingga bisa mengganggu kesehatan. Cara menentukannya pun berbeda dengan orang dewasa. Jika pada orang dewasa cukup dengan menggunakan angka Indeks Massa Tubuh (IMT), pada anak lebih spesifik ukurannya, yaitu dengan menggunakan grafik pertumbuhan yang disesuaikan dengan umur dan jenis kelamin.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anak usia 5-19 tahun dikategorikan obesitas bila nilai IMT-nya berada di atas persentil 97 dibanding anak seusianya. Singkatnya, jika berat badan dan tinggi badan seorang anak jauh melampaui sebagian besar teman sebayanya, ada kemungkinan ia sudah masuk kategori obesitas.

WamenkesWamenkes Dante Saksono Harbuwono bicara soal obesitas pada anak. Foto: detikhealth/Nafilah Sri Sagita

Belajar dari Negara Lain

Beberapa negara telah berhasil menurunkan angka obesitas anak melalui kebijakan yang tegas. Meksiko misalnya, sejak 2014 memberlakukan pajak 10 persen untuk minuman manis. Jurnal BMC Public Health, mencatat bahwa kebijakan ini menurunkan konsumsi minuman berpemanis hingga 7,6 persen hanya dalam dua tahun.

Inggris memiliki kebijakan Universal Infant Free School Meal yaitu makan siang gratis untuk anak usia empat sampai tujuh tahun di sekolah dasar sejak tahun 2014. Menu yang disajikan di sekolah mengandung gizi seimbang dan membatasi asupan kalori yang tinggi. Inggris juga menerapkan kebijakan lain di tahun 2018 yaitu Soft Drinks Industry Levy. Alih-alih hanya mengurangi konsumsi, kebijakan ini mendorong produsen untuk reformulasi produk minuman agar kadar gulanya lebih rendah. Hasilnya kadar gula pada minuman ringan berkurang rata-rata 29 persen hanya dalam tiga tahun.

Chile mengambil langkah lebih progresif dengan mewajibkan label peringatan hitam di depan kemasan untuk produk tinggi gula, garam, dan lemak. Studi ilmiah yang terangkum pada Jurnal Nutrients 2025 menunjukkan kebijakan ini efektif menurunkan konsumsi minuman berpemanis pada anak sebesar 23,7 persen dalam 18 bulan pertama, ditambah lagi larangan iklan junk food di jam tayang anak yang semakin membatasi paparan.

Singapura juga menjadi contoh menarik dengan program “Healthier Choice Symbol” yang memberi tanda khusus pada produk lebih sehat dan memberi Nutri-grade Label untuk minuman manis. Pemerintah Negeri Singa bahkan melarang semua iklan minuman berpemanis sejak tahun 2020. Pemerintah Singapura juga aktif dalam memberikan edukasi ke sekolah tentang gaya hidup sehat. Keterlibatan komunitas, sekolah, orang tua pada program yang dijalankan pemerintah Singapura menjadi salah satu faktor penting tercapainya tujuan program. Menurut laporan Ministry of Health (MoH) Singapura tahun 2022, kebijakan ini berhasil menahan laju peningkatan obesitas anak.

Korea Selatan juga menunjukkan langkah strategis. Negara ini melarang iklan junk food di jam tayang anak sejak tahun 2010 dan memperkenalkan konsep Green Food Zones, yaitu area 200 meter di sekitar sekolah, di mana penjualan makanan tinggi gula, garam, dan lemak dilarang.

Jepang menempuh jalur berbeda melalui pendidikan gizi nasional atau Shokuiku sejak 2005. Setiap sekolah dasar dan menengah wajib menyediakan menu sehat untuk makan siang yang mengikuti standar gizi nasional.

Upaya Indonesia Mengatasi Obesitas Anak

Indonesia sebenarnya tidak tinggal diam. Sejumlah program telah digulirkan, meskipun fokus besar pemerintah masih tertuju pada stunting. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) mengajak masyarakat untuk lebih aktif bergerak, rutin mengkonsumsi buah dan sayur, serta melakukan pemeriksaan kesehatan. Di sekolah, Program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) menjadi wadah integrasi edukasi gizi, olahraga, dan pemeriksaan kesehatan anak. Selain itu, pedoman gizi seimbang merupakan program edukasi gizi di sekolah, posyandu, dan fasilitas kesehatan melalui konsep “Isi Piringku” diperkenalkan sebagai pengganti 4 Sehat 5 Sempurna.

KEMENKES juga meresmikan “Kantin Sehat” sekolah agar anak-anak tidak terbiasa mengkonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak. Lebih jauh, Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) 2021-2025 bahkan secara eksplisit memasukkan target penurunan prevalensi obesitas anak yang berfokus pada perbaikan pola konsumsi, peningkatan aktivitas fisik, dan pembatasan pemasaran pangan tidak sehat untuk anak.

Namun, data riset terbaru menunjukkan prevalensi obesitas anak di Indonesia belum mengalami penurunan signifikan, sehingga implementasi kebijakan ini dinilai belum sekuat negara lain.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Negara Lain?

Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa kombinasi regulasi tegas dan edukasi gizi sejak dini adalah kunci. Indonesia bisa mencontoh Meksiko dan Inggris yang berhasil menekan konsumsi gula dengan pajak minuman berpemanis.
Dante menyinggung rencana penerapan regulasi sugar tax pada makanan dan minuman manis di Indonesia sedang dibahas dan segera diproses.

“Nanti kita sedang membuat regulasi, untuk melakukan sugar tax pada makanan. Sugar tax pada makanan ini akan memberlakukan pajak kepada sejumlah tertentu gula yang ada. Tapi masih dalam pembahasan, masih dalam proses, nanti akan kita wujudkan kalo sudah diselesaikan,” pungkasnya.

Pengalaman negara juga Chile membuktikan bahwa label gizi yang jelas di depan kemasan sangat membantu orang tua dalam memilih makanan yang lebih sehat. Di Indonesia, saat ini label gula, garam, lemak (GGL) berada di belakang kemasan, kecil, dan sulit dipahami. Agar lebih sederhana dan tegas, diperlukan adanya front of pack label. Front of pack label adalah informasi sederhana dari nutrisi makanan yang ada di depan kemasan.

Dari Korea Selatan, Indonesia bisa belajar pentingnya pembatasan iklan dan penjualan junk food di sekitar sekolah. Sementara Jepang memberi teladan lewat program makan siang sekolah yang konsisten menanamkan kebiasaan makan sehat sejak kecil. Saat ini Indonesia sudah ada program Kantin Sehat dan Makan Bergizi Gratis (MBG), hanya tinggal meningkatkan monitoring pelaksanaannya lebih baik lagi.

Singapura memperlihatkan bagaimana kampanye nasional yang terintegrasi, melibatkan sekolah, industri, hingga masyarakat, mampu mengubah perilaku konsumsi secara bertahap. Jika Indonesia mampu menggabungkan regulasi ketat dengan edukasi dan pengawasan di sekolah, peluang menekan angka obesitas anak akan jauh lebih besar.

(mal/up)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
image : unsplash.com / Jonas Weckschmied