Tag: membaca al-qur

  • Setan Ogah Masuk ke Rumah Jika Penghuninya Amalkan 3 Hal Ini


    Jakarta

    Setan adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang juga musuh bagi umat Muslim. Setan sering digambarkan sebagai makhluk yang kerap menggoda keimanan manusia untuk melakukan hal yang dilarang oleh Allah dan perbuatan lalai lainnya.

    Umat Muslim diajarkan setiap kegiatan harus meminta perlindungan Allah SWT terhadap godaan setan. Caranya juga sederhana, salah satunya adalah dengan mengucapkan basmallah.

    Hal ini bisa dipraktekkan di rumah, dalam kegiatan sehari-hari agar bukan hanya diri yang terlindungi dari setan, tetapi tempat tinggal kita juga senantiasa menjadi tempat yang aman dari gangguan setan.


    Melansir dari laman Almanhaj, berikut beberapa anjuran yang bisa dilakukan di rumah agar rumah lebih terasa tentram dan tidak menjadi tempat tinggal setan.

    1. Ucapkan Basmallah saat Masuk Rumah

    Sebelum memulai kegiatan, dianjurkan seorang Muslim untuk mengucapkan basmallah. Salah satunya ketika memasuki rumah. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang tertuang dalam HR. Muslim, XIII/190 No. 5230 dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu anhu.

    Hadits itu menjelaskan tentang seseorang yang memasuki rumahnya dan berdzikir kepada Allah dengan membaca basmallah tatkala masuk dan makan. Maka setan akan berkata kepada kawan-kawannya tidak ada tempat menginap dan makan malam.

    Sebaliknya, bila tidak membaca basmallah, setan akan berkata kepada kawan-kawannya ada tempat menginap dan makan malam.

    2. Mengucapkan Salam Sebelum Masuk Rumah

    Saat masuk ke rumah jangan lupa untuk mengucapkan salam, meskipun di rumah tersebut tidak ada orang. Rasulullah SAW menyampaikan satu dari tiga orang yang dijaga oleh Allah antara lain orang yang memasuki rumah dengan mengucapkan salah berdasarkan HR. Abu Dawud.

    Anjuran ini juga tertuang dalam Surat An Nur Ayat 61, Allah berfirman:

    فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

    Artinya: “Apabila kalian memasuki rumah-rumah hendaklah kalian memberi salam kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah.”

    Apabila rumah dalam keadaan tidak ada orang di dalamnya, maka salam yang diucapkan sebagai berikut menurut Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma:

    السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ

    Bacaan latin: “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”

    Artinya: “Salam sejahtera atas kami dan para hamba Allah yang shalih.”

    3. Membaca Al-Qur’an

    Seorang Muslim diwajibkan untuk senantiasa membaca Al-Quran apabila tidak ada halangan. Al-Quran tidak hanya dapat menenangkan jiwa dan menjadi petunjuk, melainkan juga dapat menghidupkan rumah dan mengisinya dengan malaikat. Rasulullah SAW bersabda:

    “Janganlah kalian jadikan rumah kalian (seperti) kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)

    “Sesungguhnya Allah telah menulis kitab dua ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Dia turunkan darinya dua ayat yang dijadikan sebagai penutup Surat Al-Baqarah. Tidaklah dibaca di suatu rumah selama tiga malam melainkan syaitan tidak akan mendekatinya.” (HR. At-Tirmidzi).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Uang Sejuta, Inilah Tiket Masuk Surga yang Sebenarnya



    Jakarta

    Ramai video pengajian pengikut Umi Cinta yang dibubarkan warga. Diduga, mereka dijanjikan masuk surga dengan membayar infak Rp 1 juta.

    Padahal, surga tidak bisa dibeli dengan uang. Tiket masuk surga itu gratis dari Allah SWT, namun harus diraih dengan istiqamah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Surga adalah tempat kekal penuh kenikmatan, dijanjikan bagi hamba yang beriman dan beramal saleh.

    Mengutip buku Surga Lewat Pintu Belakang karya Satria Nova, surga hanya diberikan kepada mereka yang lulus ujian kehidupan. Tiket masuknya adalah rahmat Allah.


    Allah SWT berfirman dalam surah Az-Zukhruf ayat 72:

    وَتِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِىٓ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Artinya: “Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.”

    5 Tiket Masuk Surga untuk Umat Islam

    1. Menjaga Sholat Fardhu

    Sholat adalah ibadah wajib yang menjadi tiang agama. Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا، وَبُرْهَانًا، وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ، وَلَا بُرْهَانٌ، وَلَا نَجَاةٌ ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ، وَفِرْعَوْنَ، وَهَامَانَ، وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ

    Artinya: “Siapa saja yang menjaga sholat, maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat. Sedangkan yang meninggalkannya akan dikumpulkan bersama Qarun, Firaun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR Ahmad)

    Dalam hadits lain, ketika Abdullah bin Mas’ud bertanya amal apa yang paling dicintai Allah, Nabi menjawab: “Sholat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, dan jihad di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    2. Puasa Ramadhan

    Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:

    ٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”*

    Puasa melatih ketakwaan, menguatkan kesabaran, dan membersihkan jiwa.

    3. Membaca Al-Qur’an

    Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an adalah sumber pahala berlipat ganda. Allah SWT berfirman dalam QS. Fathir ayat 29:

    اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, menegakkan sholat, dan menginfakkan sebagian rezekinya, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.”

    Rasulullah SAW juga bersabda:

    “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya pada hari kiamat.” (HR Muslim)

    At Tibyan Fi Adab Hamalat Al-Qur’an karya Imam Nawawi terbitan Komsus Media juga menuliskan bahwa Al-Qur’an sebagai pemberi syafaat di akhirat nanti.

    عَنْ أَبِي أُمَامَةَ ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ ، يَقُوْلُ: ((اقْرَؤُوا القُرْآنَ ؛ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيعاً لأَصْحَابِهِ )) رواه مسلم .

    Artinya: Dari Abu Umamah, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti’!”

    4. Bersedekah

    Allah menggambarkan keutamaan sedekah dalam surah Al-Baqarah ayat 261 dan ini juga bisa menjadi tiket seorang muslim masuk surga:

    َثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١

    Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”

    5. Amar Makruf Nahi Mungkar

    Ibnu Mas’ud dalam buku The Miracle of Amar Ma’ruf Nahi Munkar dijelaskan bahwa dalam mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah salah satu jalan menuju surga. Namun, hal ini harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT.

    Amar makruf nahi mungkar menjadi bukti kepedulian terhadap kemaslahatan umat. Bagi mereka yang melakukannya dengan tulus, Allah menjanjikan surga yang di dalamnya mengalir sungai susu dan berbagai kenikmatan lain.

    (lus/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Macam Sedekah untuk Diri Sendiri, Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Islam memiliki banyak amalan yang dapat dilakukan oleh setiap muslim. Sedekah merupakan salah satu amalan mulia yang dianjurkan dalam agama Islam.

    Termaktub dalam surah Al Hadid ayat 7, Allah SWT berfirman,

    اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاَنْفِقُوْا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُّسْتَخْلَفِيْنَ فِيْهِۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَاَنْفَقُوْا لَهُمْ اَجْرٌ كَبِيْرٌ ٧


    Artinya: “Berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya serta infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari apa yang Dia (titipkan kepadamu dan) telah menjadikanmu berwenang dalam (penggunaan)-nya. Lalu, orang-orang yang beriman di antaramu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang sangat besar.”

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah dapat meredam kemurkaan Tuhan, dan menolak mati dalam keadaan su’ul khatimah.” (HR Tirmidzi)

    Tidak hanya bersedekah untuk orang lain, ada juga sedekah untuk diri sendiri. Terdapat beberapa macam sedekah yang dapat dilakukan untuk diri sendiri.

    Macam-macam Sedekah untuk Diri Sendiri

    Dirangkum dari buku Di Bawah Naungan Arsy oleh Rizem Aizid, sedekah kepada diri sendiri adalah manfaat dan pahalanya akan kembali kepada orang yang bersedekah. Sedekah ini sesuai dengan pepatah, “Siapa yang menanam maka dialah yang memanen”.

    Terdapat beberapa macam sedekah yang dapat dilakukan untuk diri sendiri, seperti:

    1. Salat Dhuha

    Salat dhuha merupakan salah satu cara bersedekah untuk diri sendiri. Caranya yaitu dengan melaksanakan salat dhuha sebanyak dua rakaat.

    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, “Begitu pagi tiba, setiap persendian kalian hendaknya bersedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, mengajak kepada kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Semua itu dicukupi dengan salat dhuha (sebanyak) dua rakaat.” (HR Muslim)

    2. Membaca Al-Qur’an

    Membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh setiap muslim. Membaca Al-Qur’an juga merupakan bentuk sedekah untuk diri sendiri.

    Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang keras membaca Al-Qur’an layaknya orang yang terang-terangan ketika memberi sedekah, dan orang yang lirih membaca Al-Qur’an laksana orang yang sembunyi-sembunyi ketika memberi sedekah.” (HR Tirmidzi dan Ahmad)

    3. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

    Membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil merupakan amalan dzikir yang memiliki keutamaan sebagai sedekah. Hal ini berdasarkan dengan sabda Rasulullah SAW,

    “Di setiap ruas-ruas jari seseorang ada kapasitas untuk bersedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah, namun dua rakaat yang dilakukan seseorang menyamai semua itu.” (HR Muslim)

    4. Bersholawat kepada Rasulullah SAW

    Sholawat merupakan ungkapan yang diucapkan seorang hamba dan pahalanya akan kembali kepada hamba tersebut. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa di antara umatmu yang bersholawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan darinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula.” (HR Ahmad)

    5. Berpuasa

    Puasa memiliki banyak manfaat untuk keimanan dan kesehatan. Selain itu, puasa juga merupakan salah satu opsi yang dapat dilakukan jika ingin bersedekah untuk diri sendiri.

    Rasulullah SAW bersabda, “Ia (hamba) meninggalkan makanan, minuman, dan keinginannya demi untuk-Ku. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Satu kebaikan berlipat sepuluh.” (HR Bukhari)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com