Tag: membersihkan cermin

  • 5 Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan Saat Bebersih Rumah, Jangan Diulangi!


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara rutin. Tak hanya menyapu dan mengepel lantai, tapi juga membersihkan jendela hingga meja dapur.

    Namun, tak semua orang melakukan kegiatan bersih-bersih rumah dengan teknik yang benar. Misalnya, membersihkan cermin di kamar dengan cara menyemprotkan langsung cairan pembersih ke cermin.

    Meski tujuannya untuk membersihkan debu dan kotoran, tapi jika tekniknya salah malah justru bisa merusak permukaan kaca. Alih-alih cermin terlihat kinclong, tapi justru tambah kusam dan muncul goresan halus.


    Agar perabotan di rumah tidak rusak saat dibersihkan, penting untuk mengetahui teknik membersihkannya yang benar. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan saat Bebersih Rumah

    Menurut pakar kebersihan, banyak orang yang belum tahu teknik yang tepat dalam membersihkan rumah. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut sejumlah kebiasaan buruk saat bebersih rumah yang masih sering dilakukan:

    1. Membersihkan Lantai Kayu Pakai Pel Basah

    Pakar kebersihan dari Good Housekeeping Institute Carolyn Forte menyebut masih banyak yang membersihkan lantai kayu dengan kain pel basah. Padahal, terlalu banyak air dapat menyebabkan kayu cepat rusak hingga berubah warna.

    “Hal terburuk dalam mengepel lantai kayu adalah membiarkan air menggenang di lantai. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan jamur,” kata Forte.

    Cara yang benar adalah menggunakan pel microfiber lembap atau kain pel dengan semprotan. Cara ini lebih efektif untuk membersihkan debu dan kotoran di lantai kayu tanpa merusaknya.

    2. Semprot Cairan Pembersih Langsung ke Cermin

    Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang adalah menyemprotkan langsung cairan pembersih ke cermin. Forte menilai cara ini kurang efektif karena cairan pembersih dapat menetes ke bawah dengan cepat dan ikut membawa debu yang menempel. Alhasil, kaca akan tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    Untuk membersihkan cermin tanpa menimbulkan goresan, semprotkan cairan pembersih ke kain. Setelah itu, baru membersihkan cermin dengan gerakan membentuk huruf ‘S’ dari atas ke bawah.

    3. Produk Stainless Steel

    Ada banyak peralatan rumah tangga yang terbuat dari material stainless steel. Jika dibersihkan secara asal maka bisa muncul goresan pada perabotan tersebut.

    Untuk mencegah hal itu terjadi, Forte menyarankan untuk memakai cairan pembersih khusus untuk produk stainless steel.

    “Untuk menghindari goresan, gunakan pembersih yang dibuat khusus untuk membersihkan stainless steel. Pakai kain microfiber dan bersihkan perlahan,” paparnya.

    4. Membersihkan Jendela Saat Siang

    Forte menyebut ada satu kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan jendela dan pintu kaca, yakni dibersihkan ketika cuaca sedang cerah. Ia menyarankan untuk melakukan kegiatan ini saat cuaca cenderung mendung.

    “Membersihkan jendela dan pintu kaca di bawah terik matahari menyebabkan cairan akan mengering dengan cepat sebelum Anda sempat mengelapnya, sehingga meninggalkan goresan yang sulit dihilangkan,” ujarnya.

    5. Pakai Bahan Kimia Keras Saat Bersihkan Meja Dapur dari Batu Alam

    Hindari penggunaan bahan kimia keras saat membersihkan meja dapur dari batu alam, seperti penggunaan cairan pemutih. Selain itu, hindari juga penggunaan pembersih yang mengandung asam tinggi, seperti cuka atau air perasan lemon.

    Sebab, meja dapur yang terbuat dari batu alam akan mudah rusak dan permukaannya dapat terkikis jika menggunakan bahan-bahan tersebut. Dianjurkan memakai cairan pembersih khusus dengan pH netral.

    Itulah lima kebiasaan salah yang ternyata masih sering dilakukan banyak orang saat bersih-bersih rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Jangan Bersihkan Cermin Pakai Baking Soda, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Baking soda merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk membuat kue dan bermanfaat juga untuk membersihkan benda di rumah. Namun, tidak semua benda boleh dibersihkan dengan baking soda.

    Salah satunya adalah peralatan yang terbuat kaca maupun cermin. Membersihkan peralatan yang terbuat dari kaca dan cermin pakai baking soda justru bisa menggores permukaan kaca. Hal ini akan membuat tampilan justru menjadi keruh.

    Jika ingin membersihkan cermin, para ahli menyarankan untuk menggunakan kain microfiber yang dipadukan dengan pembersih kaca komersial atau campuran air dan cuka.


    Selain cermin, masih ada benda-benda lain yang tidak boleh dibersihkan memakai baking soda. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Meja Dapur dari Marmer dan Granit

    marmer carrara.ilustrasi marmer. Foto: Getty Images/iStockphoto/IlyaAMT

    Jangan sekali-kali membersihkan meja dapur yang terbuat dari marmer dan granit dengan baking soda. Hal itu karena bisa menggores permukaan yang bisa membuatnya tampak kusam.

    Untuk membersihkannya, jangan pakai pembersih keras. Pemilik rumah bisa membuat larutan pembersih dari campuran air dan cairan pencuci piring.

    Perabotan Kayu

    perabotan kayuperabotan kayu Foto: Istimewa

    Selain permukaan marmer dan granit, jangan bersihkan perabotan kayu dengan baking soda. Baking soda bisa membuat permukaan kayu kusam dan menghilangkan minyak pelindung dan sealant lapisan penutup.

    Benda yang Terbuat dari Kulit

    Close-up the Fragment of expensive beige leather sofa to indoors.Sofa kulit. Foto: Getty Images/iStockphoto/yanik88

    Selanjutnya ada benda yang terbuat dari kulit, misalnya sofa kulit. Menurut founder dari Maid Brigade Robin Murphy, bahan kulit sangat sensitif terhadap abrasif. Jadi ketika mengapilkasikan baking soda ke sofa kulit, bisa berisiko menimbulkan goresan atau mengikis permukaan.

    Bubuk baking soda juga sulit untuk dihilangkan dari perabotan yang terbuat dari kulit. Jadi sebaiknya hindari membersihkan dengan campuran baking soda.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan Saat Bebersih Rumah, Jangan Diulangi!


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara rutin. Tak hanya menyapu dan mengepel lantai, tapi juga membersihkan jendela hingga meja dapur.

    Namun, tak semua orang melakukan kegiatan bersih-bersih rumah dengan teknik yang benar. Misalnya, membersihkan cermin di kamar dengan cara menyemprotkan langsung cairan pembersih ke cermin.

    Meski tujuannya untuk membersihkan debu dan kotoran, tapi jika tekniknya salah malah justru bisa merusak permukaan kaca. Alih-alih cermin terlihat kinclong, tapi justru tambah kusam dan muncul goresan halus.


    Agar perabotan di rumah tidak rusak saat dibersihkan, penting untuk mengetahui teknik membersihkannya yang benar. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Kebiasaan Buruk yang Sering Dilakukan saat Bebersih Rumah

    Menurut pakar kebersihan, banyak orang yang belum tahu teknik yang tepat dalam membersihkan rumah. Dikutip dari Good Housekeeping, berikut sejumlah kebiasaan buruk saat bebersih rumah yang masih sering dilakukan:

    1. Membersihkan Lantai Kayu Pakai Pel Basah

    Pakar kebersihan dari Good Housekeeping Institute Carolyn Forte menyebut masih banyak yang membersihkan lantai kayu dengan kain pel basah. Padahal, terlalu banyak air dapat menyebabkan kayu cepat rusak hingga berubah warna.

    “Hal terburuk dalam mengepel lantai kayu adalah membiarkan air menggenang di lantai. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan jamur,” kata Forte.

    Cara yang benar adalah menggunakan pel microfiber lembap atau kain pel dengan semprotan. Cara ini lebih efektif untuk membersihkan debu dan kotoran di lantai kayu tanpa merusaknya.

    2. Semprot Cairan Pembersih Langsung ke Cermin

    Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang adalah menyemprotkan langsung cairan pembersih ke cermin. Forte menilai cara ini kurang efektif karena cairan pembersih dapat menetes ke bawah dengan cepat dan ikut membawa debu yang menempel. Alhasil, kaca akan tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    Untuk membersihkan cermin tanpa menimbulkan goresan, semprotkan cairan pembersih ke kain. Setelah itu, baru membersihkan cermin dengan gerakan membentuk huruf ‘S’ dari atas ke bawah.

    3. Produk Stainless Steel

    Ada banyak peralatan rumah tangga yang terbuat dari material stainless steel. Jika dibersihkan secara asal maka bisa muncul goresan pada perabotan tersebut.

    Untuk mencegah hal itu terjadi, Forte menyarankan untuk memakai cairan pembersih khusus untuk produk stainless steel.

    “Untuk menghindari goresan, gunakan pembersih yang dibuat khusus untuk membersihkan stainless steel. Pakai kain microfiber dan bersihkan perlahan,” paparnya.

    4. Membersihkan Jendela Saat Siang

    Forte menyebut ada satu kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan jendela dan pintu kaca, yakni dibersihkan ketika cuaca sedang cerah. Ia menyarankan untuk melakukan kegiatan ini saat cuaca cenderung mendung.

    “Membersihkan jendela dan pintu kaca di bawah terik matahari menyebabkan cairan akan mengering dengan cepat sebelum Anda sempat mengelapnya, sehingga meninggalkan goresan yang sulit dihilangkan,” ujarnya.

    5. Pakai Bahan Kimia Keras Saat Bersihkan Meja Dapur dari Batu Alam

    Hindari penggunaan bahan kimia keras saat membersihkan meja dapur dari batu alam, seperti penggunaan cairan pemutih. Selain itu, hindari juga penggunaan pembersih yang mengandung asam tinggi, seperti cuka atau air perasan lemon.

    Sebab, meja dapur yang terbuat dari batu alam akan mudah rusak dan permukaannya dapat terkikis jika menggunakan bahan-bahan tersebut. Dianjurkan memakai cairan pembersih khusus dengan pH netral.

    Itulah lima kebiasaan salah yang ternyata masih sering dilakukan banyak orang saat bersih-bersih rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Bahan yang Ampuh Angkat Kerak di Cermin, Bikin Auto Kinclong



    Jakarta

    Cermin merupakan salah satu barang paling kotor di kamar mandi. Sebab, cermin mudah sekali terkontaminasi cairan sabun, air, debu, hingga kotoran serangga, tetapi barang ini jarang dibersihkan.

    Tampilan cermin yang jarang dibersihkan biasanya akan muncul noda putih seperti embun pada bagian pinggirannya. Noda ini tidak akan hilang hanya dengan mengusap memakai air. Bahkan disiram sebanyak apa pun, noda tersebut tidak akan hilang.

    Oleh karena itu, cermin harus sering dibersihkan. Bisa dilakukan bersamaan ketika membersihkan kamar mandi. Untuk mempermudah membersihkan noda membandel di cermin, dilansir dari The Spruce, ternyata hanya membutuhkan satu bahan saja agar cermin jadi kinclong, yakni sabun cuci piring.


    Caranya cukup menambahkan setetes sabun cuci piring ke dalam mangkuk berisi air hangat. Setelah tercampur, masukkan cairan tersebut ke dalam botol semprotan. Usap kaca yang telah basah dari sabun cuci piring. Usap gunakan kain bersih yang kering atau kain mikrofiber.

    Menurut Home Made Simple, ada cara lain yang bisa diikuti. Masing-masing jenis noda terdapat bahan sendiri.

    Untuk membersihkan noda makeup, cipratan pasta gigi, coretan hairspray, hingga sidik jari yang menempel pada permukaan cermin, bisa memakai kapas yang sudah dibasahi dengan alkohol. Lalu usap cermin dengan hati-hati. Jika terdapat kerak pada cermin, bisa memakai perasan lemon.

    Kemudian, jika noda tersebut berupa bintik-bintik putih dan kesat, noda tersebut merupakan endapan kalsium. Cara membersihkan yang paling tepat adalah memakai cuka karena asam bagus untuk menghilangkan segala jenis noda.

    Setelah semua bahan disemprot atau disebar ke cermin, usap menggunakan kain mikrofiber dengan gerakan ke kanan dan kiri, lalu baru ke atas dan ke bawah hingga permukaannya kinclong.

    Itulah cara membersihkan noda di cermin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com