Tag: menata dapur minimalis

  • Perbedaan Kompor Listrik dan Induksi, Mending yang Mana?


    Jakarta

    Saat ini, semakin banyak orang yang beralih dari kompor gas ke kompor listrik atau induksi karena alasan efisiensi dan keamanan. Keduanya memang menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas, tetapi cara kerja dan efisiensinya berbeda.

    Kompor listrik bekerja dengan memanaskan elemen pemanas yang kemudian menghantarkan panas ke peralatan masak. Sementara itu, kompor induksi menggunakan teknologi elektromagnetik yang langsung memanaskan wadah masak tanpa membuat permukaannya panas. Perbedaan ini berpengaruh pada konsumsi energi, kecepatan memasak, dan jenis peralatan masak yang bisa digunakan.

    Meski sekilas keduanya terlihat sama, ternyata prinsip dan cara kerja kompor listrik maupun induksi berbeda. Lalu, mana yang paling sesuai dengan kebutuhan rumah tangga masa kini?


    Pengertian dan Cara Kerja Kompor Listrik

    Disadur dari berbagai laman perusahaan merek peralatan rumah tangga, kompor listrik bekerja dengan mengalirkan arus listrik melalui kumparan logam yang terletak di bawah permukaan kaca atau keramik sebagai perantara.

    Arus listrik tersebut menghasilkan panas akibat hambatan listrik dalam kumparan, kemudian panas tersebut ditransfer ke peralatan masak menggunakan teknologi infra merah. Anita Rahmatia dan Putri Dwimirnani menjelaskan dalam buku Menata Dapur Minimalis, kompor listrik menggunakan tenaga listrik sebagai sumber utama untuk menghasilkan panas.

    Seperti kompor gas, kompor listrik juga berfungsi untuk memasak, tetapi memiliki keunggulan dalam efisiensi energi dan keamanan karena tidak menghasilkan api terbuka. Permukaannya tetap dingin kecuali pada bagian piringan pemanas.

    Buku tersebut juga menyebutkan bahwa kompor listrik pertama kali diciptakan pada tahun 1892 dan diperkenalkan dalam sebuah pameran di Ottawa. Dibandingkan dengan kompor gas, kompor listrik lebih unggul dalam hal kemudahan perawatan, karena materialnya yang halus membuatnya lebih mudah dibersihkan.

    Pengertian dan Cara Kerja Kompor Induksi

    Saat ini, kompor induksi juga semakin banyak digunakan di dapur rumah tangga. Berbeda dari kompor listrik, kompor induksi memanfaatkan elektromagnet sebagai sumber panasnya, bukan kumparan logam.

    Arus listrik yang mengalir melalui cincin elektromagnetik akan menghasilkan medan magnet, yang kemudian secara langsung memanaskan panci atau wajan tanpa memerlukan perantara. Panas dihasilkan melalui induksi gelombang elektromagnetik, sehingga kompor ini hanya dapat berfungsi dengan peralatan memasak yang memiliki lapisan feromagnetik di bagian bawahnya.

    Karena sistem pemanasannya yang unik, kompor induksi memerlukan peralatan masak khusus agar dapat bekerja secara optimal. Panci atau wajan yang digunakan harus memiliki dasar datar dan mengandung bahan magnetik sebagai penghantar panas. Wajan biasa tidak dapat digunakan pada kompor induksi karena tidak memiliki lapisan magnet yang diperlukan untuk mengkonduksi panas.

    Menurut laman CNet, cara kerja kompor listrik dan induksi memiliki perbedaan mendasar. Kompor listrik mentransfer panas dari elemen pemanas ke panci melalui konduksi, sedangkan kompor induksi menggunakan elemen magnetik yang langsung memberikan energi panas ke peralatan masak berbahan logam. Hal ini memungkinkan panas menyebar lebih merata ke seluruh permukaan panci atau wajan.

    Perbedaan Kompor Listrik dan Kompor Induksi

    Meskipun kompor induksi masih dipandang sebagai kompor eksklusif, kompor listrik sudah digunakan sejak lama dan tetap menjadi pilihan banyak orang. Tapi agar lebih yakin lagi, berikut perbedaan kompor listrik dan induksi dirangkum dari laman Badan Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (BPTSI) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, CNet, dan buku karya Anita Rahmatia:

    1. Harga dan Kemudahan Pemasangan

    Kompor listrik umumnya lebih terjangkau dibandingkan kompor induksi. Selain itu, penggunaannya juga lebih fleksibel karena bisa digunakan dengan berbagai jenis peralatan masak, termasuk panci dan wajan yang biasa digunakan pada kompor gas.

    Keunggulan utama dari kompor ini adalah kesederhanaannya serta kemudahan dalam pemasangan. Kamu tidak perlu membeli peralatan khusus atau khawatir dengan biaya yang terlalu tinggi. Namun, penggunaan kompor listrik bisa lebih boros listrik karena membutuhkan daya yang lebih besar.

    2. Efektivitas Panas

    Perbedaan utama antara kompor listrik dan induksi terletak pada cara menghantarkan panas. Kompor listrik memanaskan alat masak melalui elemen pemanas yang dialiri listrik, sedangkan kompor induksi menggunakan medan elektromagnetik untuk langsung memanaskan panci atau wajan tanpa perantara.

    Kemampuan kompor listrik memanfaatkan panas sisa, menjadi kelebihannya. Setelah dimatikan, permukaan kompor listrik masih tetap hangat, sehingga bisa digunakan untuk menjaga suhu makanan atau menyelesaikan proses memasak tanpa harus menyalakannya kembali.

    Di lain sisi, kompor induksi lebih efisien dibandingkan kompor listrik karena menghasilkan panas yang lebih merata di seluruh permukaan alat masak. Selain itu, kompor induksi memiliki respons yang lebih cepat terhadap perubahan suhu, sehingga memasak menjadi lebih efektif.

    3. Efisiensi Energi

    Kompor induksi lebih efisien karena panas yang dihasilkan langsung ditransfer ke peralatan masak, dengan tingkat efisiensi mencapai 80-90%. Sebaliknya, kompor listrik hanya memiliki efisiensi sekitar 70% karena proses pemanasannya tidak langsung. Bahkan, kompor induksi bisa mendidihkan air dua kali lebih cepat dibandingkan kompor gas.

    4. Keamanan

    Keamanan juga menjadi salah satu keunggulan utama kompor induksi. Permukaannya tidak menjadi panas saat digunakan, kecuali panas sisa dari panci atau wajan. Selain itu, kompor ini hanya akan menyala jika ada peralatan masak berbahan logam di atasnya, sehingga risiko kecelakaan lebih kecil.

    Kompor induksi lebih aman karena permukaannya tidak panas saat disentuh, sehingga mengurangi risiko luka bakar. Selain itu, beberapa model dilengkapi fitur otomatis yang dapat mengatur durasi memasak. Namun secara umum, kedua jenis kompor lebih aman dibandingkan kompor gas karena tidak menggunakan api terbuka.

    5. Suhu Maksimal

    Kompor listrik dapat mencapai suhu yang lebih tinggi, yakni sekitar 393°C, sementara kompor induksi memiliki suhu maksimal sekitar 351°C. Namun, kompor induksi lebih cepat dalam menurunkan suhu setelah digunakan, sementara kompor listrik membutuhkan waktu lebih lama untuk mendingin.

    Hal ini mempengaruhi kemudahan perawatannya, sebab kompor induksi lebih mudah dibersihkan karena tidak perlu menunggu dingin terlebih dahulu. Sebaliknya, kompor listrik perlu didiamkan hingga dingin sebelum bisa dibersihkan untuk menghindari risiko luka bakar.

    Nah, itulah tadi penjelasan tentang perbedaan kompor listrik dan kompor induksi. Kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhanmu sehari-hari, ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagian-bagian Penting Kitchen Set dan Fungsinya di Dapur



    Jakarta

    Kitchen set lahir dari adanya kebutuhan fasilitas yang dapat mewadahi penyimpanan, pencucian, hingga pekerjaan yang ada di dapur. Fasilitas penyimpanan terwujud dalam lemari kabinet dan kulkas, fasilitas cuci terwadahi dalam kitchen sink, sedangkan fasilitas kerja terakomodasi melalui table top, kompor, dan microwave.

    Tingkat kesehatan, keamanan, dan kenyamanan pun bisa meningkat jika menggunakan kitchen set. Selain berfungsi membuat dapur lebih rapi, kitchen set juga dapat didesain semenarik mungkin sehingga dapur bisa terlihat lebih indah dan menawan.

    Melansir dari buku ’46 Inspirasi Desain Kitchen Set’ karya Yunus Aryanto yang terbit pada tahun 2008, kitchen set terdiri dari beberapa bagian yakni:


    Lemari Kabinet

    Lemari kabinet merupakan bagian dari kitchen set yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai peralatan dapur serta kebutuhan memasak lainnya. Berdasarkan letaknya, lemari kabinet terbagi menjadi dua, yaitu lemari kabinet atas dan lemari kabinet bawah.

    Table Top/Counter Top

    Table top atau counter top merupakan bagian dari kitchen set yang berfungsi sebagai meja kerja untuk melakukan pekerjaan persiapan memasak sebelu diolah dengan kompor. Table top harus memiliki bahan atau material yang kuat, bersifat antigores, tahan panas dan air, serta mudah dibersihkan.

    Adapun merujuk pada buku berjudul “Menata Dapur Minimalis” karya Anita Rahmatia dan Putri Dwimirnani, terdapat standar internasional ketinggian counter yang berada di antara 85 – 90 cm. Namun, menurut Gilly Love pada bukunya berjudul “Membuat Dapur Idaman”, ukuran 90 cm mungkin tidak cocok bagi orang jangkung atau pendek yang membuat mereka tidak nyaman bekerja di dapur. Maka,solusinya adalah menerapkan furnitur custom-built atau unit yang bagian dudukannya bisa diatur ketinggiannya.

    Sementara itu, jarak antara top counter dengan kabinet di atasnya pastikan berada pada kisaran 45 – 50 cm.

    Kitchen Sink

    Kitchen sink merupakan salah satu elemen penting pada kitchen set karena berfungsi sebagai tempat mencuci, baik itu bahan makanan ataupun peralatan memasak. Sink memiliki banyak jenis, misalnya sink mangkuk tunggal, sink ganda, sink permanen, maupun sink nonpermanen (yang dapat dilepas).

    Cookerhood

    Cookeerhood merupakan bagian kitchen set yang memiliki fungsi sebagai alat pengisap asap maupun uap dari hasil memasak. Fungsi cookerhood adalah menjadikan udara di ruang dapur lebih bersih dan segar.

    Kulkas

    Kitchen set ada yang memiliki ruang untuk kulkas yang berfungsi sebagai tempat menyimpan sekaligus mendinginkan makanan dan minuman sehingga lebih tahan lama dan tidak cepat busuk.

    Kompor

    Kompor termasuk elemen penting pada kitchen set yang memiliki fungsi sebagai alat memasak. Terdapat dua jenis kompor, yakni kompor portable dan kompor tanam. Selain itu, ada juga kompor induksi yang lagi tren karena tidak menggunakan api.

    Microwave

    Microwave termasuk alat pendukung kitchen set berupa alat elektronik yang digunakan untuk menghangatkan makanan. Penggunaan microwave juga harus diperhatikan karena butuh energi listrik yang besar. Walau demikian, microwave tidak harus selalu ada pada kitchen set.

    Sebagai salah satu fasilitas di dapur yang sering digunakan, pemilihan material pada kitchen set juga harus diperhatikan. Terlebih lagi jika itu dapur kotor atau dapur basah yang sangat rentan dengan kotoran, asap, dan minyak tentu memerlukan material dan finishing yang berbeda dengan dapur kering yang jarang terjadi kegiatan memasak.

    Masih merujuk pada buku yang sama, terdapat beberapa pilihan material dan finishing untuk bagian-bagian kitchen set, yaitu:

    Pilihan Material Dasar Lemari Kabinet

    • Kayu solid
    • Multipleks
    • Teakwood
    • Medium Density Fiberboard (MDF)
    • Particle board

    Pilihan Finishing Tempel Lemari Kabinet

    • Tacon
    • Formika
    • Veneer
    • Decosheet
    • High Pressure Laminate (HPL)
    • Akrilik
    • High gloss panel

    Pilihan Finishing Oles Lemari Kabinet

    • Politur
    • Melamik
    • Cat duko
    • Cat kayu

    Pilihan Material Alas Table Top

    • Keramik
    • Stainless steel
    • Kaca
    • Solid surface
    • Granit
    • Marmer

    Itu dia penjelasan mengenai kitchen set yang berguna untuk memaksimalkan dapur kamu. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com