Tag: mencuci baju

  • Begini Caranya Menyetrika Pakaian Dry-Clean di Rumah


    Jakarta

    Dry-clean adalah salah satu metode pencucian pakaian tanpa air, tapi menggunakan bahan kimia tertentu yang bisa membersihkan noda. Metode dry-clean ini biasanya tidak digunakan untuk semua jenis pakaian, melainkan pakaian dengan bahan kain tertentu. Contohnya seperti pakaian berbahan wool, satin, dan juga sutera, biasanya terdapat label dry-clean di pakaiannya.

    Metode dry-clean ini biasanya dilakukan oleh professional atau jasa laundry, tapi jangan khawatir karena kamu juga bisa menyetrika pakaian dry-clean sendiri di rumah dengan menggunakan teknik dan cara-cara yang tepat. Mengutip dari laman The Spruce, berikut cara menyertrika pakaian dry-clean di rumah.

    Cara-cara Menyetrika Pakaian Dry Clean

    Sebelum kamu mulai menyertika pakaian dry-clean, pastikan pakaian yang akan kamu setrika sudah bersih dan bebas dari noda ataupun bekas keringat. Setelah itu, kamu harus memerhatikan kandungan serat pada laber pakaian dan menggunakan suhu yang tepat untuk menyetrika. Suhu yang tidak tepat akan membuat pakaian rusak. Terakhir, akan lebih baik jika kamu memiliki setrika uap karena setrika uap bekerja lebih baik untuk menghilangkan kusut daripada setrika listrik.


    Untuk mulai menyetrika pakaian dry-clean, siapkan alat dan bahan berikut:

    Peralatan

    Setrika
    Papan setrika
    Gantungan/hanger baju
    Botol semprotan
    Bahan

    Air sulingan/pewangi
    Sepotong kain katun putih

    Langkah-langkah

    1. Baca Tag Perawatan Pada Pakaian

    Sebelum menyetrika pakaian, penting untuk membaca tag perawatannya terlebih dahulu. Ini akan membantu kamu mengetahui jenis serat yang digunakan dalam pembuatan pakaian tersebut. Menggunakan setrika terlalu panas bisa merusak kain, sementara setrika yang terlalu dingin tidak efektif menghilangkan kerutan.

    2. Siapkan Peralatan Setrika

    Gunakan papan setrika yang kokoh dan empuk, atau kamu juga bisa menyetrika dengan melapisi meja, atau lantai dengan kain. Pastikan setrika kamu bersih dan siap digunakan. Siapkan juga sepotong kain sebagai pelindung antara setrika dan pakaian, serta botol semprot berisi air suling untuk menambah kelembapan pada pakaian saat menyetrika.

    3. Balik Pakaian

    Sebelum mulai menyetrika, baliklah pakaian terlebih dahulu. Membalik pakain penting terutama untuk pakaian berwarna gelap, berbahan sutra, rayon, linen, beludru, korduroi, dan pakaian yang bertekstur. Membalik pakaian bertujuan untuk mencegah kerusakan pada kain.

    4. Setrika Pakaian

    Ketika menyetrika, letakkan sepotong kain di atas area yang kusut dan sesuaikan suhu setrika. Gerakkan setrika dengan hati-hati, dan jika perlu, tambahkan sedikit kelembapan pada pakaian dengan menggunakan botol semprot berisi air suling.

    5. Gantung Pakaiannya

    Setelah menyetrika, gantunglah pakaian menggunakan hanger. Jangan melipat atau menggantung pakaian di dalam lemari saat masih lembap. Untuk kain yang bisa melar, seperti rajutan, letakkan secara mendatar di tempat tidur atau rak pengering berventilasi untuk menyelesaikan pengeringan, karena menggantungnya dapat merusak seratnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Memahami Panduan Mencuci Baju Berdasarkan Logo-Logo di Labelnya


    Jakarta

    Ketika kamu membeli pakaian dari mulai pakaian dalam, celana, hingga baju, pasti kamu sering menemukan sebuah label yang menempel pada pakaian tersebut.

    Biasanya pada label tersebut dituliskan beberapa informasi dari pakaian tersebut, dari mulai bahan, hingga hal yang tidak boleh dilakukan pada pakaian tersebut. Selain itu, ada juga label yang hanya menggunakan simbol tertentu tanpa ada penjelasan di dalamnya.

    Nah, bagi kamu yang belum tahu apa saja arti dari simbol-simbol tersebut, sebaiknya kamu kenali terlebih dahulu. Simbol tersebut nyatanya bukan hanya sebuah dekorasi semata saja, namun biasanya simbol itu justru menyimpan informasi penting dari pakaian tersebut loh.


    Dikutip dari lifehacker.com. CEO Meurice Garment Care, Wayne Edelman menyebutkan bahwa label pada pakaian tersebut sering memberikan pedoman membersihkan dan merawat pakaian tersebut dengan baik. Maka dari itu, kamu harus tahu arti dari simbol-simbol tersebut.

    “Penting halnya untuk membaca label pada pakaian, karena cara merawat yang baik bisa membuat pakaian kamu jadi lebih awet. Bila kamu menyalahi aturannya, justru pakaian tersebut akan rentan rusak,” kata Edelman.

    Arti Simbol-Simbol pada Label Pakaian

    Suhu Air

    Arti simbol berikut ini berarti penggunaan suhu air yang tepat ketika mencuci pakaian tersebut.

    Panduan Mencuci PakaianPanduan Mencuci Pakaian Foto: (istimewa)
    1. Cuci dengan air dingin (26,6ºC)
    2. Cuci dengan air hangat (40,5ºC)
    3. Cuci dengan air panas (48,8ºC)

    Jika jumlah titik pada simbol lebih dari tiga, itu berarti 60ºC untuk 4 titik, 71,1ºC untuk 5 titik, dan 93,3ºC untuk 6 titik.

    Arahan Mencuci

    Simbol-simbol ini bertujuan untuk memberikan arahan mengenai cara mencuci pakaian tersebut dengan benar.

    Panduan Mencuci PakaianPanduan Mencuci Pakaian Foto: (istimewa)
    1. Cuci dengan mesin cuci
    2. Hanya boleh dicuci manual (dengan tangan)
    3. Tidak boleh dicuci
    4. Hanya boleh dicuci kering atau dry clean
    5. Tidak boleh dicuci kering atau dry clean

    Cara Mengeringkan/Menjemur

    Tidak hanya cara mencuci saja, ada juga pedoman dalam cara mengeringkan beberapa pakaian tertentu. Berikut ini adalah simbol pedoman pengeringan baju.

    Panduan Mencuci PakaianPanduan Mencuci Pakaian Foto: (istimewa)
    1. Boleh dikeringkan dengan mesin putar pada mesin cuci (tumble dry)
    2. Tidak boleh dikeringkan dengan mesin putar pada mesin cuci (tumble dry)
    3. Keringan dengan cara digantung
    4. Keringkan dengan cara dibaringkan pada permukaan yang rata
    5. Dilarang untuk diperas

    Tipe Siklus

    Simbol-simbol ini ditujukan untuk penggunaan mesin cuci tertentu yang memiliki mode ini.

    Panduan Mencuci PakaianPanduan Mencuci Pakaian Foto: (istimewa)
    1. Normal cycle
    2. Permanent press
    3. Delicate cycle

    Edelman menyarankan, bila tipe mesin cuci kamu tidak memiliki mode ini, anggap saja mode normal cycle ini adalah mode cuci dengan panas tinggi, mode permanent press sebagai panas medium, dan mode delicate cycle sebagai panas rendah.

    Itu dia beberapa penjelasan simbol yang biasa dijumpai pada label di pakaian. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Boleh Nggak Sih Mencuci Baju di Mesin Cuci dengan Sembarang Detergen?


    Jakarta

    Mencuci baju dengan mesin cuci tentu tidak lengkap kalau nggak pakai detergen. Ada banyak produk detergen di pasaran yang hadir dengan berbagai jenis dan aroma.

    Saking banyaknya detergen, mungkin kamu bingung harus pilih yang mana. Lalu, apa boleh mencuci baju dengan detergen mana saja?

    Melansir dari Frigidaire Arabia, Selasa (28/5/2024) sebaiknya menggunakan detergen yang direkomendasikan oleh manufaktur mesin cuci. Gunakanlah jenis detergen yang sesuai dengan tipe mesin cuci yang digunakan.


    Ada dua jenis mesin cuci berdasarkan letak pintu bukaannya, yakni bukaan atas dan bukaan depan. Kedua jenis mesin cuci ini memiliki karakteristik dan proses mencuci yang berbeda.

    Mesin cuci bukaan atas dilengkapi dengan pengaduk di dalam drumnya, sehingga memerlukan lebih banyak air dan siklus pencuciannya juga lebih lama. Sedangkan, mesin cuci bukaan depan memiliki lebih sedikit agitasi dalam satu siklus dan membersihkan pakaian dengan cara digulingkan.

    Nah, kalau sampai asal pakai detergen, dikhawatirkan proses pencucian dan pembilasan bisa terganggu. Bahkan, jenis detergen yang salah bisa bikin busa sampai meluap.

    Setiap jenis detergen sudah diformulasikan sedemikian rupa supaya proses cuci baju maksimal. Maka, jenis detergen akan berdampak signifikan terhadap efisiensi mesin cuci.

    Misalkan kamu menggunakan detergen bukaan atas untuk mesin cuci bukaan depan, baju tidak akan bersih secara menyeluruh. Soalnya, sabun cuci bukaan atas menghasilkan lebih banyak busa dan meninggalkan lebih banyak residu. Alhasil pakaian mungkin terlihat gelap dan kotor karena sisa detergen masih menempel.

    Apalagi kalau kamu memakai sabun sembarangan seperti sabun cuci tangan yang memakan waktu lama untuk larut serta menghasilkan banyak busa. Sabun seperti ini justru bisa merusak mesin cuci dan pakaian.

    Detergen buat Mesin Cuci Bukaan Atas

    Kalau menggunakan mesin cuci bukaan atas, detergen terbaik adalah yang menghasilkan lebih banyak busa. Sebab, mesin cuci dilengkapi dengan agitator atau pulsator di dalam drum, sehingga membutuhkan lebih banyak air dan siklus pencucian untuk membersihkan baju.

    Detergen buat Mesin Cuci Bukaan Depan

    Sementara mesin cuci bukaan depan sebaiknya menggunakan detergen yang berefisiensi tinggi (HE). Soalnya, mesin cuci tersebut menggunakan lebih sedikit air dibandingkan mesin bukaan atas. Maka, formula detergen HE yang berbusa rendah dapat menghilangkan semua sisa detergen dan kotoran dengan lebih sedikit busa dan air.

    Penggunaan detergen selain HE pada mesin cuci bukaan depan dapat menghasilkan busa berlebih dan meninggalkan residu detergen pada pakaian dan mesin. Selain itu, hal ini juga dapat menyumbat sistem, sehingga menyebabkan mesin cuci mengeluarkan air dari mesin cuci dan menghasilkan lebih banyak busa.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Baju Harus Dibalik saat Dicuci? Ini Kata Pakar



    Jakarta

    Saat mencuci baju, biasanya dilakukan dalam keadaan terbalik yaitu bagian dalamnya di luar. Hal ini ternyata ada manfaatnya lho.

    Membalik pakaian saat dicuci bisa menjaga warna agar tidak pudar. Selain itu, membalik bagian dalam jeans ke luar bisa mencegah iritasi bahan pakaian lain yang sensitif karena bergesekan dengan ritsleting, kancing, atau bahan berat lainnya.

    “Mencuci pakaian dan membaliknya akan membantu melindungi kain luar dari gesekan selama pencucian, yang sangat penting untuk mempertahankan warna dan membuat pakaian tampak baru,” kata Forrest Webber, pemilik Bear Brothers Cleaning dikutip dari Real Simple, Selasa (25/11/2025).


    Selain itu, cara ini juga bisa melindungi motif dan sulaman pakaian membersihkan bagian dalam pakaian hingga menghilangkan keringat.

    Walaupun membalik pakaian tidak bisa mencegah warna pudar, setidaknya bisa memperlambat proses itu.

    Walau demikian, tidak semua pakaian bisa dicuci dengan cara bagian dalamnya dibalik. Berikut ini beberapa pakaian yang bisa dicuci dengan bagian dalam yang ada di luar.

    – Jeans
    – Pakaian olahraga
    – Kemeja katun
    – Pakaian berwarna cerah
    – Pakaian berwarna gelap
    – Bahan halus dan bebas noda

    Kalau ada pakaian berwarna gelap atau cerah dan ingin mempertahankan kecerahan warnanya, balikkan pakaian tersebut sebelum dicuci.

    “Ini akan mencegah pudarnya pakaian berwarna gelap atau cerah dan akan mempertahankan sulaman atau sablon,” kata Webber.

    Kalau pakaian terkena noda, perlu mengatasinya terlebih dulu dan membersihkannya dengan sisi yang benar. Ini akan membantu menghilangkan noda sebaik mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com