Tag: mencuci piring

  • Nggak Cukup Cuma Digosok, Ini 5 Cara Hilangkan Kerak Hitam di Wajan dan Panci



    Jakarta

    Masakan yang gosong seringkali meninggalkan kerak hitam yang sulit untuk dihilangkan. Menggosoknya dengan cara biasa bisa jadi nggak cukup ampug menghempas kerak hitam tersebut.

    Memang ada cara lain?

    Dikutip dari ruparupa, Minggu (4/2/2024), ada beberapa cara untuk membersihkan kerak hitam membandel tanpa merusak permukaan wajan dan panci. Berikut ini ada 5 cara membersihkan kerak hitam pada wajan dan panci yakni sebagai berikut.


    1. Air Panas dan Sabun Cuci Piring

    Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan cara merendam wajan atau panci dengan campuran air panas dan sabun pencuci piring. Kamu cukup menunggu selama 15-20 menit terendam agar kerak yang menempel menjadi lunak dan mudah terangkat ketika dicuci. Jika masih menempel, rendam sekali lagi dengan campuran yang baru lalu gunakan spons cuci piring untuk menggosoknya dengan lembut.

    2. Air dan Baking Soda

    Buatlah campuran dengan perbandingan 2:1 atau 3:1 dengan baking soda dan air hingga menjadi kental seperti krim, pastikan tekstur campuran tidak boleh terlalu encer. Oleskan campuran ke bagian yang memiliki kerak dan diamkan sekitar 10-15 menit, gosok dengan sikat baja secara perlahan dan bilas dengan air bersih.

    3. Cuka

    Cuka memiliki kandungan asam asetat yang mampu untuk menghilangkan kerak hitam membandel. Semprotkan atau siram cuka ke area yang berkerak, lalu diamkan selama kurang lebih satu jam, jangan campurkan dengan air. gosok dengan sikat cuci piring kemudian bilas dengan air mengalir.

    4. Saus Tomat

    Siapa sangka bahwa saus tomat ampuh untuk menghilangkan kerak pada alat memasak kamu? Itu karena saus tomat memiliki kandungan asam dan mampu membersihkan kerak dengan cara mengoleskannya ke bagian yang memiliki kerak membandel. Diamkan sekitar 15 menit, lalu cuci bersih dengan sabun cuci piring.

    5. Jeruk Nipis

    Jeruk nipis memiliki kandungan asam tinggi yang dapat menghempas kerak membandel pada alat memasak kamu. Peras jeruk nipis lalu campurkan dengan air panas dan sabun cuci piring, kemudian rendam hingga semalaman sampai kerak hitam mulai terlepas. Cuci permukaan dengan sikat baja dan air hangat, kemudian lanjutkan dengan mencuci wajan dan panci seperti biasa dengan sabun cuci piring dan air mengalir.

    Itulah 5 cara membersihkan kerak hitam pada wajan dan panci. Dengan bahan yang telah disebutkan, kamu bisa mengembalikan alat masak menjadi bersih dan lepas dari kusam dan kotor. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Masih Cuci Piring di Kamar Mandi? Fakta Ini Perlu Kamu Tahu


    Jakarta

    Kegiatan mencuci piring memang sudah menjadi hal umum di rumah tangga manapun. Biasanya setiap rumah memiliki wastafel atau tempat cuci tersendiri yang biasanya berada dekat dari dapur.

    Tetapi masih ada nih beberapa orang yang tidak mempunyai wastafel atau tempat cuci piring tersendiri. Biasanya mereka menggunakan kamar mandi atau toilet sebagai tempat untuk mencuci piring atau alat masak.

    Alasannya cukup bervariatif, ada yang sengaja karena alasan keterbatasan tempat dan menghemat biaya pembangunan. Hingga bahkan karena alasan terpaksa, biasanya terjadi pada penghuni kos yang tidak menyediakan fasilitas tempat mencuci piring.


    Pertanyaannya, bolehkan mencuci piring di kamar mandi atau toilet?

    Amankah Mencuci Piring di Kamar Mandi/Toilet?

    Mungkin kamu berpikir bahwa mencuci piring di kamar mandi itu boleh saja asalkan kamar mandi itu rajin dibersihkan, tetapi hal itu tidak benar adanya.

    Mengutip dari looacademy.com, kamar mandi adalah tempat paling rawan bakteri dan serangga pada sebuah rumah. Bayangkanlah kamu sering buang air kecil dan membersihkan tubuhmu pada tempat itu, lalu pikirkan kembali apakah kamu mau mencuci alat makanmu di sana?

    Selain itu keran air di kamar mandi juga tidak steril. Cobalah untuk ingat kembali, kapan terakhir kali kamu membersihkan kran air kamar mandimu? Walaupun memang kran wastafel tempat cuci juga tidak sebersih itu, tetapi kran kamar mandi jauh lebih buruk daripadanya.

    Ditambah lagi, ada juga kamar mandi yang digabung dengan kloset. bayangkan apa yang terjadi bila kamu mencoba untuk mencuci piring pada kamar mandi itu.

    Lalu apa solusinya bagi orang yang terpaksa untuk menggunakan kamar mandi atau toilet sebagai tempat untuk mencuci piring?

    Tenang saja, di bawah ini ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat kamar mandi atau toilet kamu jadi bersih dan bisa dijadikan tempat cuci piring.

    Cara Bersihkan Kamar Mandi/Toilet untuk Dipakai Tempat Cuci Piring

    1. Gunakan Cairan Disinfektan

    Hal yang paling utama yaitu membersihkan seluruh permukaan kamar mandi atau toilet dengan cairan disinfektan. Kamu bisa menggunakan cairan seperti Clorox, Lysol atau cairan pemutih komersial.

    2. Bersihkan Ventilasi Kamar Mandi

    Ventilasi kamar mandi juga perlu dibersihkan, karena ventilasi kamar mandi sering menumpuk kotoran debu.

    3. Semprotkan Atap Kamar Mandi dengan Cairan Pembersih

    Atap dari kamar mandi juga kadang terkena cipratan air saat mandi, amak dari itu penting bagi kamu untuk membersihkan bagian atap kamar mandi.

    4. Sikat Lantai, Dinding, Bak Mandi, dan Kloset

    Tentunya kamu perlu membersihkan bagian-bagian ini. Lantai, dinding, dan kloset kamar mandi adalah sumber dari bakteri yang ingin kamu jauhkan dari alat-alat makanmu.

    5. Bersihkan Keran Air

    Yang terakhir tentunya kamu harus membersihkan kran air. Karena nantinya kamu akan menggunakan air dari sini untuk mencuci alat makan.

    Selain itu kamu juga perlu memastikan agar alat kebersihan yang kamu gunakan itu tidak kotor atau sudah usang.

    Nah itu dia sekilas alasan kenapa kamar mandi atau toilet tidak boleh digunakan sebagai tempat mencuci piring, dan beberapa tips bagi yang terpaksa harus menggunakan kamar mandi sebagai tempat mencuci piring. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan Cuci Piring yang Mesti Dihindari biar Bersih Maksimal


    Jakarta

    Menjaga kebersihan dapur sangat penting untuk menjaga kesehatan penghuni rumah. Pasalnya, makanan yang masuk ke dalam tubuh sering kali berasal dari dapur sebagai tempat memasak dan menghidangkan makanan.

    Oleh karena itu, dapur perlu dijaga supaya tetap bersih, salah satunya dengan mencuci piring dan alat masak setelah digunakan. Meski terdengar sepele, masih ada yang melakukan kesalahan ketika mencuci piring.

    Alhasil cucian piring tidak benar-benar bersih karena malah menjadi tempat kuman berkembang biak. Melansir dari Better Homes and Gardens, berikut ini 5 kesalahan mencuci piring yang mungkin masih sering dilakukan.


    Mencuci piring memang pekerjaan rumah tangga yang kurang disukai sebagian orang. Akan tetapi, sebaiknya segera menuntaskan cucian piring tanpa menunda terlalu lama.

    Sebab, makin lama piring dan alat masak yang kotor dibiarkan di wastafel dapat mengundang hewan atau serangga, bahkan jadi tempat bersarangnya kuman. Kuman dapat hidup hingga empat hari di permukaan bersih, tetapi dengan kontaminasi makanan maka akan hidup lebih lama.

    Menggunakan Spons Kotor

    Meskipun spons tampak bisa digunakan beberapa kali lagi, bukan berarti kamu perlu menggunakannya. Sebaiknya spons diganti secara berkala karena bisa menjadi tempat kuman berkembang biak. Selain itu, pastikan untuk selalu mencuci kain lap piring setelah pemakaian.

    Merendam Cucian

    Merendam cucian membantu menghilangkan noda dan sisa makanan yang membandel tergantung pada bahannya. Sebaiknya hindari merendam peralatan makan dan masak yang terbuat dari kayu dan cast iron.

    Selain menunda mencuci piring, membiarkan piring dan alat masak terendam di wastafel dapur tidak dianjurkan karena air bisa menjadi tempat bagi kuman untuk berkembang biak.

    Menggunakan Terlalu Banyak Sabun

    Ketika mencuci piring, sebenarnya tidak butuh menggunakan sabun terlalu banyak. Semakin banyak sabun berarti semakin banyak busa, sehingga akan memerlukan lebih banyak usaha untuk menghilangkan busanya. Terlebih kalau busa tidak dibersihkan dengan baik, maka akan menjadi residu pada piring.

    Menyimpan Cucian Basah

    Pastikan untuk mengeringkan atau membiarkan cucian piring kering sebelum menyimpannya di rak piring. Menyimpan cucian basah bisa membuat menambah kelembapan di dalam tempat penyimpanan piring yang akhirnya menimbulkan tumbuhnya jamur.

    Itulah beberapa kesalahan ketika mencuci piring yang perlu dihindari supaya tidak menjadi sarang kuman. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Kalau Cuci Piring di Kamar Mandi, Ini Faktanya!


    Jakarta

    Mencuci piring merupakan aktivitas yang biasanya dilakukan di dapur. Tapi, ada sebagian orang yang memilih untuk mencuci piring di kamar mandi, mungkin karena keterbatasan ruang.

    Meski sekilas tidak terlihat bermasalah, kebiasaan ini sebenarnya tidak disarankan. Mengapa begitu?

    Alasan Sebaiknya Tidak Mencuci Piring di Kamar Mandi

    Pada faktanya, area kamar mandi menjadi populasi terbesar bagi kuman dan serangga di rumah. Jika tidak dibersihkan dengan teratur, kamar mandi bukanlah tempat yang higienis untuk mencuci piring. Mengutip laman Loo Academy, begini penjelasanya:


    1. Kran Kamar Mandi Seringkali Tidak Steril

    Jika kamu jarang atau bahkan tidak pernah membersihkan gagang kran kamar mandi dengan disinfektan, kemungkinan besar di sana menjadi tempat berkumpul kuman dan bakteri. Dengan mencuci piring di kamar mandi, maka kemungkinan besar kuman dari keran berpindah ke piring. Sebab, kamu menyentuh keran kamar mandi dan memegang piring.

    2. Wastafel Kamar Mandi menjadi Tempat Berkembangnya Kuman

    Mungkin, ada yang berpikir aman-aman saja jika mencuci piring di wastafel kamar mandi. Namun, pada kenyataannya tidak. Ada banyak bakteri dan kuman di wastafel ini.

    Wastafel kamar mandi juga seringkali berada di dekat toilet, tempat berkembang biak berbagai macam kontaminan. Jadi, jika mencuci piring di wastafel kamar mandi, berbagai bakteri dan kuman juga bisa mencemari piring.

    3. Lantai Kamar Mandi Tempat Bakteri Bekembang Biak setelah Dudukan Toilet

    Lantai kamar mandi menjadi salah satu tempat yang paling memungkinkan bakteri berkembang biak kedua setelah dudukan toilet. Saat mencuci piring, bisa saja sabun, spons atau perlengkapan cuci piring lainnya di lantai. Tentunya hal ini juga bisa membawa bakteri ke peralatan makan.

    Cara Aman Mencuci Piring di Kamar Mandi

    Jika kamar mandi memang satu-satunya tempat mencuci piring, pastikan kamu sudah membersihkannya terlebih dahulu. Selain menggosok permukaan kamar mandi, disinfeksi bisa dilakukan untuk menghilangkan kuman dan bakteri yang tidak terlihat. Berikut langkah-langkah membersihkan kamar mandi:

    1. Semprotkan Disinfektan

    Jika kamu memiliki wastafel di kamar mandi, bersihkan tempat ini dengan pembersih kamar mandi disinfektan. Diamkan setidaknya selama lima menit untuk membunuh kuman. Lalu bilas dan lap permukaannya hingga bersih.

    2. Bersihkan Keran

    Keran bisa menjadi tempat persembunyian mikroorganisme. Pastikan mendisinfeksi keran dan bagian-bagian yang sulit dijangkau.

    3. Disinfeksi Toilet

    Sebab toilet merupakan sumber utama kuman di kamar mandi, jadi pastikan area ini dibersihkan. Disinfeksi permukaan toilet dengan cara yang sama seperti membersihkan wastafel kamar mandi. Bersihkan juga dengan pembersih toilet dengan teratur.

    Untuk membersihkan kamar mandi secara menyeluruh, lakukan ini:

    • Bersihkan kuman dari ventilasi kamar mandi
    • Semprotkan dinding dan langit kamar mandi dengan pembersih serbaguna.
    • Sikat dan gosok nat ubin kamar mandi
    • Bersihkan pintu kamar mandi
    • Bersihkan kerak pada perlengkapan kamar mandi seperti kran, pancuran, keran, dan saluran pembuangan.

    Cuci piring sesekali di kamar mandi mungkin tidak masalah. Namun jangan selalu membersihkan alat makan di kamar mandi, untuk menjamin kebersihannya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Piring yang telah digunakan untuk makan wajib dicuci sampai bersih. Namun, piring yang sudah dicuci hingga berkali-kali terkadang masih saja tetap bau.

    Hal ini tentu bikin kesal karena secara tampilan piring sudah bersih dan kinclong. Namun ternyata, jika dicium pada permukaan piring masih mengeluarkan bau tak sedap.

    Ingin tahu penyebab piring tetap bau meski sudah dicuci berulang kali? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Meski Telah Dicuci

    Ada beberapa penyebab piring masih tercium aroma tidak sedap walau sudah dicuci berulang kali. Dikutip dari Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Spons Sudah Kotor

    Penyebab yang utama mungkin karena spons yang dipakai untuk mencuci sudah kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau dan terasa lengket pada permukaannya, mungkin disebabkan karena spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya solusi adalah dengan menggantinya dengan spons baru.

    2. Piring Tidak Dicuci dengan Tepat

    Faktor lainnya karena piring tidak dibersihkan dengan tepat. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih.

    Maka jangan heran kalau masih terdapat sisa noda makanan yang menempel di permukaan piring setelah dicuci. Hal itu yang membuat piring dapat mengeluarkan aroma tak sedap.

    3. Dishwasher atau Kitchen Sink Kotor

    Mesin pencuci piring (dishwasher) yang sudah kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebab, bau dari dishwasher dapat menempel di permukaan piring yang telah dicuci.

    Oleh sebab itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink atau wastafel yang kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, sebaiknya bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tidak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    4. Noda Membandel

    Piring yang digunakan sehari-hari mungkin terdapat noda membandel yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu rendang atau sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang.

    Untuk menghilangkan noda membandel di piring, cobalah menggunakan air panas agar noda bisa larut. Setelah itu, bersihkan dengan sabun cuci piring dan spons yang berkualitas.

    Kalau permukaan piring sudah kotor dan kusam karena terdapat banyak noda membandel, sebaiknya buang piring tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com