Tag: mengecat dinding

  • 7 Teknik Mengecat untuk Mempercantik Ruangan



    Jakarta

    Dalam mengecat ruangan, kamu dapat mengaplikasikan berbagai macam teknik untuk memberikan tampilan estetik yang berbeda-beda.

    Sebab mengecat dinding hanya masalah warna cat saja lho! Ada banyak macam teknik mengecat dinding yang menarik dan dekoratif yang bisa kamu coba di rumah.

    Lalu, apa saja macam-macam teknik mengecat tersebut? Mengutip dari Antilum, Jumat (1/12/2023), berikut macam-macam teknik mengecat untuk mempercantik ruangan.


    Macam-macam Teknik Mengecat

    Taped

    Pada umumnya teknik mengecat tape digunakan untuk menutupi atau membatasi area dinding yang tidak ingin terlapisi oleh cat. Bagi pekerja profesional, teknik tape menjadi salah satu alat yang penting untuk menyempurnakan pekerjaan. Namun ternyata teknik tape juga dapat digunakan untuk menciptakan gaya pengecatan yang luar biasa.

    Kamu dapat membuat pola-pola menarik seperti pola garis, segitiga, atau persegi yang dibuat secara acak dan saling berkaitan. Setelah membuat pola-pola tersebut pada dinding kamu dapat mengecat seluruh permukaan dinding dan melepas painter’s tape setelah lapisan cat mengering. Dengan demikian kamu dapat menciptakan pola-pola geometri yang indah pada dinding.

    Color Wash

    Color Wash merupakan teknik mengecat dengan cara menambah tekstur dan kesan kedalaman pada ruangan. Color wash mengubah tampilan kesan lembut dan hangat dengan menggabungkan dua warna yang membaur.

    Terlepas dari faktor estetika, teknik ini cukup mudah dan simpel untuk diterapkan. Selain itu cukup ekonomis jika dibandingkan dengan teknik mengecat lainnya. Pada prinsipnya, teknik color wash menggunakan media kain atau spon kering untuk memudarkan lapisan cat pada dinding yang masih basah.

    Sponging

    Seperti namanya, sponging menggunakan roller busa spon atau busa spon laut untuk menciptakan efek atau tekstur bercak-bercak pada dinding. Teknik ini cukup mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan keterampilan mengecat yang khusus.

    Pada dasarnya teknik ini dapat dilakukan dengan dua cara. Yaitu dengan membasahi spon dengan cat kemudian menepuk-nepuk spon ke permukaan dinding secara acak. Atau dengan spon kering lalu menepuk-nepuk permukaan dinding yang masih basah oleh cat untuk memudarkan tampilan cat tersebut.

    Rag Rolling

    Rag Rolling adalah teknik pengecatan menggunakan gulungan atau lipatan kain yang digulingkan ke permukaan dinding sehingga menghasilkan efek tekstur bercak yang lembut. Teknik ini dapat membuat dinding menjadi terlihat menarik dan dapat diaplikasikan pada ruangan manapun.

    Namun pada umumnya teknik ini diaplikasikan untuk kamar mandi, dimana efek gradasi yang lembut diharapkan dapat membuat ruangan terasa lebih lega. Cara pengerjaannya cukup sederhana, yaitu gulungan kain dilapisi dengan cat kemudian diaplikasikan ke dinding secara vertikal naik turun hingga menutup seluruh permukaan dinding.

    Wall Stenciling

    Wall stenciling adalah salah satu pilihan terbaik untuk menciptakan kesan mewah pada dinding seperti halnya tampilan wallpaper. Meski demikian, teknik ini cukup mudah dan sederhana untuk diaplikasikan.

    Dengan sedikit ketelitian dan kerapian kamu dapat menciptakan pola-pola rumit pada dinding dengan murah, cepat, dan mudah. Teknik ini menggunakan pola gambar yang dapat kamu beli atau kamu buat sendiri. Kemudian pola tersebut ditempelkan ke dinding dengan perekat painter’s tape. Kemudian kamu cukup mengecat berdasarkan pola tersebut dan sebaiknya pengecatan dilakukan secara tipis untuk menghindari rembesan cat yang dapat merusak pola gambar yang kamu buat.

    Striping

    Striping adalah teknik yang sangat umum digunakan. teknik ini sangat sederhana namun dapat memberikan tampilan segar, elegan, dan berkelas pada dinding. Teknik ini sangat cocok untuk menciptakan nuansa baru pada dinding yang terasa hampa. Ada banyak cara untuk membuat pola striping pada dinding baik berupa garis horisontal, vertikal atau diagonal, pola striping berukuran tebal atau tipis, dan pola striping yang merupakan kombinasi warna yang kontras atau gradasi.

    Checkerboard

    Pada dasarnya teknik ini adalah mengenai bagaimana menambah karakter pada dinding dengan pola persegi. Pola checkerboard (papan catur) dapat mengubah tampilan dinding secara menyeluruh baik dari segi gaya dan nuansa, dan dapat meniadakan kebutuhan dekorasi tambahan lainnya.

    Ada banyak metode dan cara untuk menciptakan pola checkerboard, baik berupa kombinasi warna netral ataupun warna kontras. Namun pada dasarnya proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan teknik striping atau taped. kamu cukup membuat perencanaan mengenai kombinasi warna atau ukuran pola, kemudian menempelkan tape kedinding sehingga membentuk pola papan catur. kamu dapat menggunakan pensil dan mistar untuk memastikan bahwa pola yang kamu buat pada dinding benar-benar persegi.

    Demikian 7 teknik mengecat untuk mempercantik ruangan. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Kesalahan Umum saat Mengecat Dinding Rumah



    Jakarta

    Meskipun terlihat mudah, mengecat dinding ternyata tidak boleh sembarangan. Kesalahan kecil saja dapat berdampak pada hasil pengecatan yang terlihat kurang maksimal dan tidak tahan lama.

    Kesalahan saat mengecat dinding ini dilakukan oleh banyak orang. Hal ini mungkin tidak disadari namun berdampak pada hasil akhirnya nanti.

    Lalu, apa saja kesalahan umum tersebut? Simak penjelasan berikut


    Kesalahan Umum Saat Mengecat Dinding yang Perlu Dihindari

    Melansir dari edupaint, Rabu (13/12/2023), berikut beberapa kesalahan umum saat mengecat dinding.

    1. Salah Memilih Jenis Cat

    Cat tembok yang beredar di pasaran sangat banyak jenisnya. Salah memilih jenis cat dapat membuat hasil pengecatan kurang maksimal atau bahkan gagal. Kamu perlu mempertimbangkan faktor kondisi, posisi, serta lingkungan tembok untuk menentukan jenis cat yang tepat.

    Misal, jika kamu ingin mengecat dinding luar rumah. Maka kamu membutuhkan cat eksterior dan sebaliknya.

    Jenis permukaan juga perlu diperhatikan, cat yang diformulasikan khusus untuk permukaan kayu tentu tidak akan bekerja maksimal jika diaplikasikan pada dinding acian.

    2. Pemilihan Warna Cat yang Salah

    Saat pemilihan warna cat, tentu bukan hanya mementingkan preferensi tapi juga konsep dekorasi rumah secara keseluruhan harus diperhatikan. Kesalahan pemilihan warna dapat mempengaruhi kenyamanan. Tidak hanya kombinasi warna antar ruangan, perpaduan warna dengan perabot di rumah juga perlu mendapat perhatian.

    Perlu menjadi perhatian juga bahwa cat tembok memiliki hasil akhir berbeda beda, ada yang gloss, semi gloss, satin, atau eggshell. kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan desainer interior atau mencari referensi di internet mengenai kombinasi warna dan tampilan cat yang cocok diaplikasikan di rumah.

    3. Tidak Membersihkan Permukaan Dinding

    Persiapan permukaan dinding merupakan hal pertama yang harus dilakukan dalam proses pengecatan. Sebagus apapun cat yang digunakan, jika permukaan tidak disiapkan dengan baik maka hasilnya tidak akan maksimal.

    Untuk tembok baru, pastikan acian sudah kering sempurna atau usia acian minimal 30 hari. Untuk tembok lama, bersihkan permukaan tembok terlebih dahulu dari cat lama yang mengelupas, debu, dan kotoran.

    4. Tidak Menggunakan Cat Dasar atau Primer

    Cat dasar atau primer berfungsi sebagai perantara yang meningkatkan daya rekat cat ke tembok serta mencegah timbulnya garam alkali, bercak putih yang seringkali muncul pada permukaan tembok yang sudah dicat. Warna cat akhir juga akan lebih maksimal dan merata serta hasil pengecatan lebih awet.

    5. Tidak Melapisi Penutup pada Bagian yang Tidak Dicat

    Banyak yang menyepelekan hal ini, namun kamu harus tahu jika cat yang menyiprat setelah pengecatan, apalagi jika mengenai perabot akan sulit dibersihkan. Karena itu, sebelum mulai mengecat sangat penting untuk menutup bagian yang tidak dicat. Cukup gunakan koran bekas atau plastik untuk menutup lantai dan perabot. Untuk bagian dinding yang berbatasan langsung dengan lis, pintu, atau jendela, gunakan masking tape atau selotip penutup agar bagian tersebut tidak terkena cipratan atau lelehan.

    6. Kurang Pencahayaan Ketikan Proses Pengecatan

    Mengecat dengan cahaya redup merupakan kesalahan yang banyak orang tidak sadari. Mungkin saat proses pengecatan, permukaan yang dicat bisa saja terlihat bagus, tapi begitu terkena cahaya ternyata hasilnya kurang memuaskan.

    7. Tidak Mengikuti Petunjuk Pemakaian Cat

    Sebelum melakukan aplikasi pastikan kamu sudah membaca petunjuk penggunaan yang tertera di kemasan cat untuk menghindari kesalahan, misal salah penggunaan jenis dan jumlah pengencer.

    Demikian 7 kesalahan pengecatan yang harus dihindari. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Mengecat Dinding Rumah di Musim Hujan



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, apakah mengecat dinding rumah sebaiknya dihindari? Bagi yang tengah melakukan renovasi rumah dan ingin mengecat dinding simak penjelasan berikut.

    Menurut thespruce.com, hujan tidak mempengaruhi cepat keringnya cat. Tetapi jika dinding yang akan dicat adalah bagian luar itu sebaiknya ditunda dulu.

    Saat permukaan dinding basah, maka sulit untuk cat untuk menempel karena permukaan terlalu lembap. Apabila dipaksakan, cat yang dihasilkan akan cepat retak dan mengelupas.


    Begitu juga dengan dinding dalam rumah yang biasanya mengalami rembes saat hujan deras. Lebih baik memperbaiki fondasi rumah. Sebab rembesan air dapat meninggalkan bekas di dinding. Sehingga percuma mengecat apabila nantinya tercetak garis atau bulatan dari rembesan air di dinding.

    Tetapi apabila terpaksa mengecat dinding di tengah musim hujan seperti saat ini, ketahui 3 faktor yang dapat mempercepat pengecatan.

    1. Suhu Terbaik untuk Mengecat Dinding

    Mengutip dari islandpaints.com, pada Rabu (31/1), suhu minimal untuk mengecat dinding adalah sekitar 10 derajat. Jika dibandingkan dengan suhu rata-rata di Indonesia saat hujan menurut BMKG sekitar 20-27 derajat. Sehingga tidak masalah untuk mengecat dinding di musim hujan.

    2. Ketahui Lama Cat Mengering

    Setiap jenis cat memiliki waktu pengeringan yang berbeda-beda. Seperti cat berbahan dasar air membutuhkan waktu 1-3 sampai bisa dilapisi ulang dan cat minyak sekitar 6-8 jam.

    Estimasi waktu cat mengering ini bisa menjadi pertimbangan bagi yang ingin mengecat dinding di luar di tengah musim hujan. Jika dirasa hujan akan turun seharian sebaiknya menundanya sampai BMKG memberitakan seharian tidak akan turun hujan.

    Jika pengecatan untuk dinding di dalam ruangan bisa menggunakan kipas angin untuk mempercepat pengeringan.

    3. Gunakan Alat yang Tepat

    Gunakan alat pengecatan yang sesuai dengan luas dinding. Bisa menggunakan kuas dan roll. Semakin lebar permukaan alat catnya maka waktu pengecatannya pun lebih singkat.

    Kuas biasa digunakan untuk permukaan yang banyak cekungan, patahan, atau bagian yang perlu dihindari terkena cat. Sementara roll biasanya digunakan untuk dinding yang permukaan luas dan tidak banyak penghalang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 10 Hal Ini Saat Pilih Cat Dinding Rumah biar Nggak Kecewa


    Jakarta

    Suasana dan penampilan rumah bisa dipengaruhi oleh warna cat dinding. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai warna cat untuk menciptakan suasana dan estetika sesuai selera.

    Akan tetapi, memilih cat rumah tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya rumah tampilan dinding serasi dengan keseluruhan interior dan desain rumah.

    Nah, supaya kamu nggak mau kecewa sama hasil pengecatan, kamu bisa melakukan riset, pertimbangan, hingga uji coba cat rumah dulu. Yuk, simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari detikBali, Kamis (13/6/2024).


    Tips Cat Rumah Anti Gagal

    1. Mulai dari Ruangan yang Kecil

    Jika detikers masih bingung dan belum yakin ingin mengecat tembok dengan warna apa, cobalah mengecat ruangan yang luasnya tidak begitu besar. Di sini, kamu bisa melakukan eksperimen kecil-kecilan dengan mencoba warna cat baru, kalau dirasa suka dan cocok maka kamu bisa mengecat ke ruangan yang lebih luas.

    2. Pikirkan Warna Cat Sesuai Mood

    Perasaan atau mood dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih warna cat rumah. Selain itu, pertimbangkan juga suasana ruangan yang akan kamu tempati, gunakan perasaan hati kamu untuk menentukan warna cat yang pas.

    Misalnya, detikers ingin warna cat di kamar tidur utama mengusung nuansa yang tenang dan bahagia, kamu bisa menggunakan cat tembok berwarna netral atau pastel. Lalu, di area ruang makan ingin mengusung warna cat yang terasa nyaman untuk ditempati, kamu bisa memilih warna-warna cerah.

    3. Perhatikan Pencahayaan yang Digunakan

    Bukan cuman mood, detikers juga perlu memperhatikan pencahayaan di dalam rumah. Kalau rumah kamu memiliki cahaya lampu pijar, maka lebih menonjolkan warna-warna hangat dan kuning.

    Sementara itu, kalau rumah detikers mengusung cahaya lampu pendar, maka warna yang dihasilkan cenderung lebih ke warna biru. Jadi, perhatikan juga pencahayaan yang digunakan di rumah kamu agar tidak salah memilih warna cat.

    4. Pahami Arti Setiap Warna

    Memilih warna cat tembok rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan detikers, maka dari itu kamu harus memahami arti dari setiap warna. Biar lebih mudah, berikut terminologi yang dipakai untuk menjelaskan sebuah warna:

    Hue merupakan julukan untuk sebuah warna. Nilai hue dapat dipengaruhi oleh seberapa terang atau gelap warna tersebut. Dalam hal ini warna merah dan biru adalah hue.

    Saturation atau saturasi adalah seberapa besar pengaruh dominan hue dalam suatu warna. Misalnya, saat mengubah warna dari merah ke pink, maka nilai hue merah akan menjadi kurang dominan.

    5. Tes Warna Cat Baru yang Ingin Dipakai

    Kalau kamu ragu dengan warna cat yang baru dibeli, cobalah tes cat tersebut dengan mengecatnya di atas papan poster atau salah satu tembok rumah. Tes ini juga membantu detikers untuk mempertimbangkan warna-warna yang lebih kuat, tajam, lembut, atau netral. Jadi, rumah detikers terlihat lebih indah karena mengusung warna-warna yang indah di mata.

    6. Gunakan Warna Cat Tembok yang Serasi dengan Atap

    Bagi detikers yang ingin mengecat tembok eksterior rumah, usahakan jangan sampai salah memilih warna ya. Untuk itu, kamu bisa memilih warna cat yang serasi dengan atap atau genteng rumah.

    Pada umumnya, rumah modern saat ini memiliki atap yang cenderung berwarna gelap. Nah, kamu bisa memadukannya dengan warna cat tembok yang tidak begitu mencolok seperti putih, krem, atau abu-abu.

    7. Jangan Gunakan Satu Warna

    Ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan ketika mengecat rumah, seperti mood dan nuansa yang ingin diciptakan. Maka dari itu, sebaiknya jangan menggunakan satu warna saja untuk mengecat seluruh tembok rumah.

    Agar lebih berwarna, kamu bisa mengusung warna-warna cerah untuk area kamar tidur dan tempat bermain si kecil. Untuk bagian ruang tamu, kamar utama, atau dapur bisa mengusung warna-warna yang lebih kalem.

    8. Tentukan Transisi Warna yang Pas

    Seperti yang dijelaskan di atas, usahakan tidak menggunakan satu warna saja untuk mengecat seluruh tembok rumah. Namun, penggunaan warna cat tembok yang bermacam-macam juga harus disesuaikan dengan baik, agar bisa menciptakan transisi warna yang pas.

    Tentu, transisi warna cat tembok yang tidak pas akan menimbulkan kesan nabrak, terlalu ramai, dan tidak estetik. Cobalah memadukan warna kalem seperti putih di ruang tamu, krem di ruang makan, dan abu-abu di area taman.

    9. Gunakan Tabel Lingkaran Warna

    Kalau detikers masih kesulitan untuk menentukan warna yang pas, coba gunakan tabel lingkaran warna. Dengan bantuan tabel ini, detikers dapat menentukan kombinasi warna kontras yang pas agar menghasilkan nuansa rumah yang ciamik.

    10. Pasang Aksesoris untuk Ruangan yang Pas

    Setelah mengecat tembok rumah dengan warna yang sesuai, kini detikers tinggal mengisi peralatan rumah tangga dan beragam aksesoris. Tapi perlu diingat, jika detikers ingin memasang sejumlah aksesoris di dinding usahakan kombinasi warnanya sesuai.

    Jadi, tak hanya bentuk aksesorisnya saja yang diperhatikan, tapi perlu juga mempertimbangkan warna yang digunakan. Bayangkan kalau cat tembok detikers berwarna krem, namun aksesoris yang dipajang berwarna hijau stabilo. Tentu tidak pas bukan?

    Nah, itu dia detikers pembahasan mengenai tips memilih cat tembok rumah yang bagus dan tahan lama. Semoga artikel ini dapat membantu kamu yang masih kebingungan memilih warna cat tembok rumah.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Baik Agar Hasilnya Maksimal



    Jakarta

    Mengecat dinding interior mungkin tidak memerlukan keterampilan khusus. Namun apabila tidak memperhatikan apa yang harus dilakukan membuat hasil akhir yang kurang maksimal atau bahkan tidak sesuai dengan yang diinginkan.

    Dengan peralatan dan persiapan yang tepat, kamu bisa mengecat dinding seperti seorang profesional untuk memperbarui cat pada dinding rumah kamu dengan mudah.

    Dilansir dari Better Homes & Garden, Kamis (14/11/2024), berikut langkah-langkah yang harus kamu perhatikan saat mengecat agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan.


    1. Melakukan Persiapan

    Pilih jenis yang sesuai dengan tempat yang akan diaplikasikan, dan pilih warna yang sesuai dengan yang diinginkan. Persiapkan ruangan dengan memindahkan furniture kecil, dorong furniture yang lebih besar ke bagian tengah dan tutup dengan plastik.

    Perhatikan suhu dan kelembapan di dalam rumah, yang mungkin perlu disesuaikan. Jika udara lembap, nyalakan AC untuk mengurangi kelembapan atau nyalakan dehumidifier di dalam ruangan.

    2. Sapu dan Bersihkan Debu Dinding

    Gunakan sapu atau alat pel untuk menyapu debu dan sarang laba-laba dari langit-langit, dinding, dan furniture. Gunakan juga penyedot debu untuk membuang partikel yang dapat menempel pada cat, bersihkan alas tiang dan lis dengan kain microfiber.

    3. Memperbaiki Permukaan Dinding

    Gunakan alat dempul dan pelapis untuk menambal lubang paku. Ratakan pelapis tipis-tipis di setiap lubang, lalu kikis kelebihannya. Biarkan kering, untuk lubang yang lebih besar gunakan tambalan drywall.

    4. Amplas Permukaan

    Amplas area yang ditambal dengan amplas halus hingga rata dengan dinding. Jika mengamplas terlalu agresif, dempul akan menyusut di dalam lubang. Ulangi langkah dan amplas lagi hingga mencapai hasil akhir yang diinginkan, lalu bersihkan sisa-sisa.

    5. Gunakan Selotip Pelukis

    Lindungi kayu, langit-langit, dan permukaan nondinding lainnya dengan selotip pelukis. Tempelkan selotip dengan kuat pada permukaan dalam garis lurus, pastikan selotip tidak mengganggu area yang dicat.

    6. Kerjakan Satu per Satu

    Isi wadah keccil dengan cat, kerjakan satu dinding pada satu waktu. Guanakan kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pionggir.

    7. Mulai Secara Keseluruhan

    Mulai dari sudut, cat dengan pola W di seluruh dinding. Kerjakan dalam bagian-bagian kecil untuk mendapatkan cakupan yang merata sebelum bergerak terlalu jauh di sepanjang dinding.

    Jika Jangkauan pendek, pasang rol ke tongkat tambahan. Setelah mengisi area, selesaikan dengan sapuan vertikal ringan untuk menghaluskan cat dan menghilangkan bekas rol.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk cat mengering dan mengeras dengan baik tergantung pada apa yang kamu ingin lakukan setelah diaplikasikan.

    Umumnya, harus menunggu setidaknya dua jam sebelum mengaplikasikan lapisan cat berikutnya. Kamu mungkin perlu menunggu lebih lama jika kondisi, seperti kelembapan tinggi atau suhu rendah, dan mengaplikasikan cat dengan lapisan yang tebal.

    9. Lepaskan Selotip Pelukis

    Lepaskan selotip secepat mungkin saat cat masih lengket, hal ini akan mencegah selotip menempel di dinding. Rapikan area sekitar dan bersihkan peralatan yang telah kamu gunakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 5 Kesalahan Mengecat yang Bikin Dinding Rumah Jadi Kotor


    Jakarta

    Menjaga dinding tetap bersih merupakan salah satu hal yang harus kamu lakukan untuk menciptakan tampilan rumah yang indah. Sebab, dinding juga tak lepas dari kotoran, debu, lecet, dan noda yang membuat tampilannya kotor. Padahal, mengecat ulang dinding tidak bisa dilakukan setiap saat karena membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang besar.

    Namun, tidak perlu khawatir. Untuk menjaga dinding rumah tetap bersih, kamu bisa melakukan pencegahan di awal saat proses pengecatan. Teknik mengecat dinding yang tepat dapat memaksimalkan tampilan dinding. Untuk itu, kamu perlu perhatikan bahwa terdapat 5 kesalahan dalam mengecat yang bisa membuat dinding rumah terlihat kotor dilansir oleh situs Better Homes & Garden, pada Kamis (10/04/2025).

    Warna Cat Terlalu Terang

    Jika kamu tidak ingin dinding terlihat cepat kotor, maka hindari warna cat terlalu terang seperti putih. Hal ini karena noda atau bercak dapat terlihat dengan jelas pada dinding berwarna terang. Menurut Manajer Pemasaran Merek Cat PPG, Dee Schlotter, cari warna cat netral berona sedang untuk menyembunyikan kotoran dan ketidaksempurnaan.


    “Warna yang direkomendasikan misalnya abu-abu hangat karena membantu menyembunyikan kotoran terutama di ruangan yang sering dilalui seperti dapur,” ucap Schlotter.

    Beli Cat Terlalu Murah

    Untuk hasil akhir yang bagus, sebaiknya hindari membeli cat yang terlalu murah sebab berkaitan dengan kualitas cat. Penggunaan cat yang berkualitas tinggi biasanya harganya memang lebih mahal. Menurut Manajer Pengembang Lapang Benjamin Moore, Mike Mundwiller, ada perbedaan antara cat kaleng mahal dan murah.

    “Kualitas produk yang digunakan akan memengaruhi hasil akhir, seperti bagaimana produk bekerja, bagaimana produk bisa menyembunyikan kotoran, dan juga berkaitan dengan ketahanan produk,” kata Mundwiller.

    Selain itu, dianjurkan juga membeli cat berkualitas untuk area yang membutuhkan ketahanan seperti dapur atau kamar mandi. Hal ini supaya hasilnya lebih maksimal dan tahan lama.

    Hindari Kilap Cat Susah Dibersihkan

    Kilap atau kilauan cat merupakan lapisan yang memberikan hasil akhir mengkilau pada dinding. Secara umum, tampilan yang kilap nya tinggi lebih mudah dibersihkan dan tahan lama jika dibersihkan setiap saat jadi cocok untuk lemari dapur. Sebaliknya, jika dinding tidak dilapisi kilap cat maka hasil akhirnya matte dan butuh digosok lebih kuat untuk membersihkannya. Lapisan yang matte lebih cocok untuk area yang jarang dilalui orang karena minim lecet atau cipratan.

    Akan tetapi, cat kilap memang tidak bisa menutupi kesempurnaan seperti lubng paku, penyok, retakan, atau bercak dibanding cat matte. Hal ini karena cat kilap memantulkan cahaya dan bisa menonjolkan noda. Jadi, jika dinding rumah ingin terlihat bersih dan kotoran tersamarkan, maka pilih cat yang hasilnya matte.

    Bersihkan Dinding

    Hal yang tak kalah penting adalah membersihkan dinding sebelum mengecat. Gunakan larutan trisodium fosfat (TSP) untuk mengelap dinding sehingga bersih dari debu dan kotoran sebelum mengecat. Kamu juga bisa mengaplikasikan cat dasar terlebih dahulu untuk menutupi noda gelap. Lapisan cat dasar membantu menciptakan permukaan yang bersih sehingga warna cat tidak bertabrakan dengan noda di bawahnya.

    Kuas Cat Tidak Tepat

    Perhatikan alat mengecat yaitu kuas. Kuas atau rol yang direkomendasikan adalah setebal 1,9 cm pada dinding plester yang halus untuk menciptakan tekstur seperti kulit jeruk yang susah dibersihkan. Secara umum, permukaan yang halus butuh rol dengan bulu tipis sementara permukaan kasar seperti dinding bata butuh rol dengan anyaman tebal untuk menampung lebih banyak cat dan masuk ke celah-celah.

    Demikian 5 kesalahan mengecat yang harus kamu hindari agar dinding rumah tidak cepat kotor. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Mengecat yang Bikin Dinding Cepat Kotor, Hindari Mulai Sekarang!



    Jakarta

    Menjaga dinding tetap bersih merupakan salah satu hal yang harus dilakukan untuk menciptakan tampilan rumah yang indah. Sebab, dinding juga tak lepas dari kotoran, debu, lecet, dan noda yang membuat tampilannya kotor. Padahal, mengecat ulang dinding tidak bisa dilakukan setiap saat karena membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga.

    Namun, tidak perlu khawatir. Untuk menjaga dinding rumah tetap bersih, kamu bisa melakukan pencegahan di awal saat proses pengecatan. Teknik mengecat dinding yang tepat dapat memaksimalkan tampilan dinding. Untuk itu, kamu perlu perhatikan bahwa terdapat 5 kesalahan dalam mengecat yang bisa membuat dinding rumah terlihat kotor dilansir oleh situs Better Homes & Garden.

    Warna Cat Terlalu Terang

    Jika kamu tidak ingin dinding terlihat cepat kotor, maka hindari warna cat terlalu terang seperti putih. Hal ini karena noda atau bercak dapat terlihat dengan jelas pada dinding berwarna terang. Menurut Manajer Pemasaran Merek Cat PPG, Dee Schlotter, cari warna cat netral berona sedang untuk menyembunyikan kotoran dan ketidaksempurnaan.


    “Warna yang direkomendasikan misalnya abu-abu hangat karena membantu menyembunyikan kotoran terutama di ruangan yang sering dilalui seperti dapur,” ucap Schlotter.

    Beli Cat Terlalu Murah

    Untuk hasil akhir yang bagus, sebaiknya hindari membeli cat yang terlalu murah sebab berkaitan dengan kualitas cat. Penggunaan cat yang berkualitas tinggi biasanya harganya memang lebih mahal. Menurut Manajer Pengembang Lapang Benjamin Moore, Mike Mundwiller, ada perbedaan antara cat kaleng mahal dan murah.

    “Kualitas produk yang digunakan akan memengaruhi hasil akhir, seperti bagaimana produk bekerja, bagaimana produk bisa menyembunyikan kotoran, dan juga berkaitan dengan ketahanan produk,” kata Mundwiller.

    Selain itu, dianjurkan juga membeli cat berkualitas untuk area yang membutuhkan ketahanan seperti dapur atau kamar mandi. Hal ini supaya hasilnya lebih maksimal dan tahan lama.

    Hindari Kilap Cat Susah Dibersihkan

    Kilap atau kilauan cat merupakan lapisan yang memberikan hasil akhir mengkilau pada dinding. Secara umum, tampilan yang kilap nya tinggi lebih mudah dibersihkan dan tahan lama jika dibersihkan setiap saat jadi cocok untuk lemari dapur. Sebaliknya, jika dinding tidak dilapisi kilap cat maka hasil akhirnya matte dan butuh digosok lebih kuat untuk membersihkannya. Lapisan yang matte lebih cocok untuk area yang jarang dilalui orang karena minim lecet atau cipratan.

    Akan tetapi, cat kilap memang tidak bisa menutupi kesempurnaan seperti lubng paku, penyok, retakan, atau bercak dibanding cat matte. Hal ini karena cat kilap memantulkan cahaya dan bisa menonjolkan noda. Jadi, jika dinding rumah ingin terlihat bersih dan kotoran tersamarkan, maka pilih cat yang hasilnya matte.

    Bersihkan Dinding

    Hal yang tak kalah penting adalah membersihkan dinding sebelum mengecat. Gunakan larutan trisodium fosfat (TSP) untuk mengelap dinding sehingga bersih dari debu dan kotoran sebelum mengecat. Kamu juga bisa mengaplikasikan cat dasar terlebih dahulu untuk menutupi noda gelap. Lapisan cat dasar membantu menciptakan permukaan yang bersih sehingga warna cat tidak bertabrakan dengan noda di bawahnya.

    Kuas Cat Tidak Tepat

    Perhatikan alat mengecat yaitu kuas. Kuas atau rol yang direkomendasikan adalah setebal 1,9 cm pada dinding plester yang halus untuk menciptakan tekstur seperti kulit jeruk yang susah dibersihkan. Secara umum, permukaan yang halus butuh rol dengan bulu tipis sementara permukaan kasar seperti dinding bata butuh rol dengan anyaman tebal untuk menampung lebih banyak cat dan masuk ke celah-celah.

    Demikian 5 kesalahan mengecat yang harus kamu hindari agar dinding rumah tidak cepat kotor. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Mengecat Dinding Lengkap dengan Upah Tukang



    Jakarta

    Mengecat dinding merupakan pekerjaan yang mudah dan cepat. Namun, persiapannya membutuhkan perhitungan yang cermat, mulai dari jumlah kaleng cat yang dibutuhkan hingga upah tukang apabila tidak bisa mengerjakan sendiri.

    Setiap kaleng cat memiliki ukuran. Menurut kontraktor Taufiq Hidayat kaleng cat dijual per kilogram (kg). Senada, Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya satuan berat cat dinding ada dua macam untuk jenis yang ekonomis memiliki harga yang murah, satu kaleng dijual per kg. Sementara untuk jenis yang premium, harganya cukup mahal dijual dalam satuan liter. Rahman mengatakan perbedaannya antara penyebutan satuan berat ini berdasarkan kandungan zat kapur di dalamnya.

    Kemudian saat mengecat dinding, terdapat 2 jenis cat yang pasti dipakai yakni cat dasar atau primer dan cat lapisan atas atau top coat. Dalam sekali pengecatan, dinding minimal dilapisi 3 lapis cat. Lapisan pertama adalah cat dasar. Kemudian, lapisan kedua dan ketiga adalah top coat.


    Rahman menjelaskan warna cat dasar untuk interior biasanya putih, sementara untuk eksterior abu-abu muda. Untuk cat top coat, warnanya beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

    Setelah itu, untuk jasa tukang bisa dipilih tukang harian dan borongan. Pemilik rumah dapat memiliki antara keduanya berdasarkan luas dinding yang akan dicat. Apabila hanya tidak begitu luas, bisa dengan tukang harian.

    Selain itu pemilik rumah juga harus jelas apakah pekerjaan tersebut untuk dinding yang baru dicat atau dicat kembali. Sebab, jika ingin dicat kembali, berarti cat lama harus dibersihkan.

    Simulasi Biaya Mengecat Dinding

    Mari simulasikan terdapat ruangan berukuran 4×3 meter atau 12 meter persegi yang perlu dicat. Cat yang ingin dipakai berwarna putih karena ingin terlihat minimalis dan bersih. Kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan?

    1. Upah Pekerja

    Menurut kontraktor Wildan, ruangan ukuran 12 meter persegi sebenarnya tidak perlu memakai tukang karena masih bisa dikerjakan sendiri. Namun, apabila tidak ada waktu, nilai upahnya sekitar Rp 35.000-45.000 per meter persegi. Berarti untuk mengecat dinding seluas 12 meter persegi dengan upah Rp 45.000 per meter adalah Rp 540 ribu per orang untuk satu hari kerja. Wildan mengatakan untuk kamar 12 meter persegi, pengecatan bisa selesai dalam sehari.

    2. Biaya Cat Top Coat

    Setelah itu, jumlah cat top coat yang dibutuhkan untuk ruangan 12 meter persegi adalah 3 kg. Hal ini dihitung dari daya sebar per meter persegi. Informasi ini bisa dicek melalui keterangan di kaleng cat. Untuk cat ukuran 1 kg daya sebarnya 10-12 meter persegi. Lalu, kebutuhannya adalah 2 lapis cat top coat, sehingga butuh 2 kg cat dinding. Namun, karena warna yang dipakai adalah putih, Wildan menyarankan untuk membeli satu kaleng lagi agar hasil catnya merata.

    “Kalau putih yang susah. Dua lapis berbayang, musti serentak. Tiga lapis baru mendingan,” ujar Wildan saat dihubungi detikcom, Rabu (9/7/2025).

    Kisaran harga cat dinding putih ukuran 1 kg menurut beberapa toko di e-commerce Rp 45.000-65.000/kg. Berarti untuk mengecat dinding ukuran 12 meter persegi dengan warna cat putih 3 kg dengan harga cat Rp 55.000/kg dibutuhkan biaya sebesar Rp 165.000.

    3. Biaya Cat Dasar

    Kemudian untuk cat dasar dibutuhkan cat ukuran 2,5 kg. Wildan mengatakan untuk cat dasar atau primer, merek-merek terkenal menjual dalam bentuk pail atau per ember. Untuk ukuran kamar 12 meter persegi, cat pail terlalu banyak. Ia menyarankan untuk membeli cat eceran ukuran 2,5 kg, nanti bisa diencerkan.

    Harga 1 kg cat primer sekitar Rp 45.000-80.000/kg. Jika dibutuhkan 2,5 kg, dibutuhkan 3 kaleng karena tidak ada yang menjual 2,5 kg. Total biaya untuk membeli 3 kaleng cat primer seharga Rp 60.000 adalah Rp 180.000 untuk ruangan ukuran 12 meter persegi.

    4. Biaya Peralatan Cat

    Selain itu, siapkan juga peralatan untuk mengecat seperti kuas, rol cat, isi rol cat, bak cat, skrap, hingga lakban. Wildan menyarankan untuk membeli yang sudah satu paket karena lebih efisien. Harga paket peralatan mengecat mulai dari Rp 85.000-110.000. Harganya berbeda-beda tergantung isi dari paket tersebut.

    Total Biaya untuk Mengecat Dinding

    Total biaya yang dibutuhkan untuk mengecat dinding 4×3 meter atau 12 meter persegi dengan satu tukang yang dikerjakan satu hari adalah sebagai berikut.

    Upah tukang + biaya cat coat + biaya cat dasar + biaya perlengkapan cat

    Rp 540.000 + Rp 165.000 + Rp 180.000 + Rp 110.000 = Rp 995.000

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com