Tag: mengecat rumah

  • 10 Benda di Rumah Ini Sebaiknya Jangan Dicat! Bisa Bahaya


    Jakarta

    Mengecat sering kali dilakukan agar suatu benda menjadi lebih cantik dan menarik. Namun tidak semua benda bisa dicat dengan sembarangan.

    Mengecat benda tertentu justru bisa mengurangi nilai estetikanya. Bahkan sebagian benda jika dicat akan membahayakan kesehatan.

    Apa saja benda tersebut? Simak 10 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat berikut ini.


    10 Benda di Rumah yang Sebaiknya Tidak Dicat

    Dirangkum dari situs Better Homes & Gardens, Southern Living, dan Real Simple, berikut ini 10 benda di rumah yang tidak boleh dicat:

    1. Lantai Kayu

    Lantai kayu jangan dicat sembarangan. Jika ingin tampak lebih baru atau menutup noda, pertimbangkan untuk mendatangkan seorang profesional. Orang berpengalaman pun harus tahu betul apa yang harus dilakukan sebelum mengecatnya.

    Lantai kayu biasanya harus diamplas terlebih dahulu. Jika ada retakan, maka harus diisi dulu retakannya. Pertimbangkan pula jenis kayu dan warna yang cocok agar tidak mengurangi estetikanya.

    2. Ubin

    Jika ingin mengubah warna ubin, bukan dengan cara mengecatnya! Bagaimana pun, hasilnya tidak akan terlihat bagus. Bahkan akan terlihat murahan. Jika hanya memiliki anggaran terbatas, pertimbangkan untuk menempel backsplash peel-and-stick.

    3. Peralatan Makan

    Beberapa peralatan makan seperti piring, mangkuk, atau cangkir, mungkin akan terlihat kusam setelah sekian lama. Tapi jangan coba-coba mengecatnya dengan jenis cat apapun agar terlihat baru.

    Hal ini justru bisa menjadi racun jika peralatan tersebut digunakan untuk makan dan minum. Bahkan produsen alat makan pun harus menggunakan bahan yang aman agar pewarnanya tidak membahayakan konsumen.

    4. Peralatan Memasak

    Sama seperti peralatan makan, jangan sembarangan mengecat peralatan memasak. Bahkan hal ini lebih berbahaya karena peralatan memasak kerap terpapar suhu tinggi. Cat bisa mengeluarkan asap yang mencemari makanan dan menjadi racun.

    5. Barang Elektronik

    Barang elektronik seperti kulkas, oven, kompor, dan mesin cuci, tidak boleh dicat! Cat bisa merusak perangkat elektronik. Kerusakan tersebut seperti menjadi aus, mudah pecah, membuat bagian luarnya mengelupas.

    6. Perabot Kulit dan Kain

    Selanjutnya, benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat adalah perabot dengan bahan kulit dan kain. Cat bisa membuat tekstur menjadi kasar dan menjadi kaku. Kamu bisa melapisinya atau mengganti permukaannya dengan bahan yang cocok.

    7. Engsel dan Gagang Pintu

    Engsel dan gagang pintu biasanya terbuat dari bahan logam. Jika benda ini dicat, maka kemungkinan akan mengurangi fungsinya, seperti terasa lengket atau bahkan tidak bisa diputar.

    Jika memang harus mengecat, kamu harus melepas komponennya dan mengecat satu per satu. Biarkan mengering terlebih dahulu, baru kemudian pasang kembali komponennya.

    8. Detektor Asap dan Karbon Monoksida

    Di rumahmu mungkin ada detektor asap dan karbon monoksida untuk mencegah kebakaran atau gas beracun. Alat ini tidak boleh dicat! Mengecat alat ini bisa menghalangi sensornya bekerja, sehingga tidak lagi efektif digunakan.

    9. Trim Kayu Alami

    Trim kayu akan tetap cantik jika dibuat alami. Tambahan cat justru akan merusak keindahan serat alaminya. Tapi jika ingin membuat penampilannya menjadi baru, gunakanlah plitur atau pernis agar serat kayunya masih terlihat.

    10. Barang Antik

    Barang-barang antik memiliki nilai tinggi karena keotentikannya. Jika kamu mengecatnya, maka barang antik ini akan kehilangan nilainya. Orang mungkin akan mengira barang tersebut adalah barang baru dan tidak memiliki nilai historis.

    Itulah tadi 10 benda di rumah yang sebaiknya jangan dicat. Pertimbangkan lagi cara lainnya, karena mengecat benda-benda tersebut bisa menurunkan nilainya, atau bahkan membahayakan kesehatan.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Saat Mengecat Rumah, Nanti Menyesal!


    Jakarta

    Mengecat dinding rumah perlu dilakukan, misalnya untuk menutupi noda atau mengganti warna agar tampak lebih fresh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga saat mengecat dinding agar tidak terjadi kesalahan.

    Kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat mengecat dinding justru bisa membuat rumah tampak kurang menarik. Maka dari itu, sebaiknya kamu jangan sampai membuat kesalahan-kesalahan berikut ini.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Memilih Warna dengan Cermat

    Sebaiknya kamu memilih warna cat dinding dengan cermat terlebih dahulu. Kamu bisa mencobanya di papan terlebih dahulu sebelum benar-benar membelinya atau mulai mengecat dinding dengan warna tersebut.

    “Ambil contoh cat, cat di dinding atau papan dan biarkan selama beberapa hari. Lihatlah pada pagi dan sore hari, karena cahaya di ruangan akan memengaruhi warna. Saya rasa, kamu bisa langsung menghilangkan beberapa warna yang tidak cocok dengan segera,” kata pemilik CertaPro Painters, Paige NeJame, dikutip dari The Spruce.

    2. Tidak Menyiapkan Permukaan

    Kamu tidak bisa langsung mengecat tembok begitu saja. Perhatikan dulu permukaan dindingnya, apakah ada lubang atau retak. Jika ada, perbaiki terlebih dahulu.

    Selain itu, kamu perlu menghilangkan debu pada permukaan dinding terlebih dahulu agar bisa mengecat dengan benar. Jika sudah bersih, kamu bisa menggunakan primer terlebih dahulu baru kemudian mengecat dengan warna pilihan.

    “Ini akan meningkatkan warna cat dan mencegah terkelupas,” kata Kepala Desain Interior di Renowell, Mariya Snisar.

    3. Salah Pilih Jenis Cat

    Ada beberapa jenis cat yang beredar di pasaran, misalnya cat indoor dan cat outdoor.

    “Cat untuk ruangan tidak akan mampu menahan terik matahari dan hujan, sedangkan cat untuk luar ruangan mengandung lebih banyak bahan kimia yang dapat berbahaya bagi orang yang sensitif,” ujar Snisar.

    4. Tidak Membiarkannya Kering

    Saat mengecat dinding, pastikan cat sudah mengering terlebih dahulu sebelum menambah lapisan. Biarkan cat lapisan pertama mengering dengan sempurna baru ditimpa dengan lapisan berikutnya. Jika cat pertama belum kering dan langsung ditimpa cat selanjutnya, dapat menyebabkan cat mengelupas dan retak bahkan warnanya tidak sama.

    “Cat berbahan dasar air seperti akrilik membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengering pada suhu sedang hingga hangat,” ucap Snisar.

    “Cat berbahan dasar minyak seperti enamel dapat membutuhkan waktu mulai dari delapan hingga 24 jam untuk mengering sepenuhnya, tergantung pada iklim. Jika Anda tidak membiarkan cat enamel mengering sebelum mengaplikasikan lapisan kedua, cat tersebut dapat tetap lengket selama beberapa hari.”

    Mengecat dinding mungkin terlihat sederhana, tetapi prosesnya memerlukan pemikiran ke depan, persiapan, dan ketelitian. Maka dari itu, perlu kehati-hatian saat mengecat rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisakah Mengecat Rumah Saat Musim Hujan? Jawabannya Bisa, Asal…



    Jakarta

    Bagi kamu yang ada niat ngecat rumah, mungkin akan ragu-ragu kalau sedang musim hujan. Takutnya hujan tiba-tiba mengguyur rumah padahal catnya belum kering.

    Mengecat rumah memang perlu mempertimbangkan berbagai hal, termasuk cuaca. Namun, sebenarnya apa bisa mengecat rumah saat cuaca hujan atau setengah hujan? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

    Kapan Kita Bisa Mengecat Rumah saat Musim Hujan?

    Ternyata kamu bisa saja melanjutkan proyek mengecat rumah saat musim hujan, baik dalam ruangan maupun eksterior. Hal ini dengan catatan, cat tidak bersentuhan langsung dengan air hujan.


    Ini berlaku sepanjang proses pengecatan, mulai dari permukaan yang belum dicat hingga permukaan yang sudah dicat dan benar-benar kering.

    Proyek mengecat dalam ruangan bahkan bisa dilanjutkan saat hujan turun di luar, selama airnya tidak masuk ke dalam rumah. Namun, kamu harus memastikan bahwa agar air hujan tidak bisa tembus ke dalam rumah melalui jendela terbuka.

    Pertimbangkan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

    Mengecat rumah saat musim hujan memerlukan perhatian ekstra terhadap faktor-faktor tertentu. Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat mengecat rumah di musim hujan.

    1. Kelembapan

    Pada musim hujan, kelembapan udara biasanya tinggi. Ini akan membuat cat memerlukan waktu lebih lama untuk mengering dibandingkan saat cuaca cerah. Oleh karena itu, kamu harus bersiap untuk menunggu lebih lama sebelum menerapkan lapisan cat kedua.

    2. Kondisi Permukaan

    Pastikan permukaan yang akan kamu cat benar-benar kering. Jika permukaan tersebut basah, kamu perlu memastikannya kering terlebih dahulu. Beberapa area yang terlindung dari sinar matahari, retak-retak kecil pada dinding, atau lubang paku, mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mengering.

    3. Suhu

    Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

    4. Jangka Waktu

    Perhatikan perkiraan cuaca. Jika cuaca diprediksi akan memburuk atau suhu akan turun di bawah suhu minimum yang disarankan dalam 10 jam setelah pengaplikasian cat, sebaiknya tunda pekerjaan mengecatmu.

    5. Memperbaiki Permukaan yang Terkena Hujan

    Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Solusi terbaik adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

    Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Mengecat Dinding di Musim Hujan Bikin Hasilnya Jelek?


    Jakarta

    Salah satu kunci agar hasil cat dinding bagus adalah menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering. Menimpa lapisan cat yang belum benar-benar kering justru merusak lapisan barunya karena cat akan sulit menempel.

    Salah satu faktor cat dapat mengering adalah formula dari cat tersebut, panas, dan sirkulasi udara di sekitarnya. Lantas, apabila mengecat di musim hujan yang lembap, apakah akan lebih sulit dan berpengaruh ke kualitas hasilnya?

    Menurut manajer konstruksi di ASAP Restoration LLC, Brandon Walker, udara yang terlalu lembap dapat menyebabkan pengeringan jauh lebih lama. Hal ini dapat memengaruhi kualitas cat, seperti cat yang diaplikasikan lebih tebal dapat menyebar atau ‘mengalir’ ke area lain karena tidak menempel.


    “Kelembapan tinggi juga dapat menyebabkan hasil akhir yang tidak merata. Jika beberapa bagian dikerjakan pada waktu yang berbeda dalam satu hari, dapat memengaruhi kualitas hasil akhir,” katanya seperti yang dikutip pada Selasa (9/9/2025).

    Ia mengatakan hasil akhir yang kurang memuaskan seperti itu bisa diperbaiki, tetapi setelah lapisan pertama benar-benar kering.

    Mengecat asal-asalan di saat musim hujan yang benar-benar lembap juga memberikan celah pertumbuhan jamur. Bentuk jamur yang sering ditemui pada dinding seperti noda berwarna yang bentuknya abstrak. Apabila disentuh, biasanya tidak memiliki tekstur, masih sama seperti dinding pada umumnya. Lama kelamaan juga akan muncul jalur air pada dinding.

    Pertimbangan Saat Mengecat Rumah di Musim Hujan

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat mengecat rumah di musim hujan.

    1. Kelembapan

    Pertama-tama adalah mengukur kelembapan udara apakah memungkinkan untuk mengecat. Sebab, udara lembap dapat membuat cat kering lebih lama dibandingkan saat cuaca cerah. Pemilik rumah dan tukang juga harus sabar menunggu hingga setiap lapisan benar-benar kering.

    2. Kondisi Permukaan

    Hampir semua masalah pada dinding disebabkan oleh garam alkali. Kemunculannya biasanya dikarenakan kondisi dinding yang lembap. Cara mengatasinya bukan dengan mengecat ulang, melainkan memperbaiki hingga ke bagian acian.

    Jika terkena hujan, permukaan yang belum kering akan membentuk garis-garis akibat cat yang luntur. Cara mengatasinya adalah menunggu hingga cat benar-benar kering, lalu mengikis garis-garis cat yang luntur tersebut dengan pisau. Area yang terkena hujan mungkin memerlukan pengamplasan ringan sebelum dicat ulang.

    3. Suhu

    Suhu juga memainkan peran penting dalam proses pengeringan cat. Semakin rendah suhu, semakin lama cat akan mengering. Pastikan untuk memeriksa rekomendasi suhu minimum pada label cat yang kamu gunakan.

    Demikian faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan saat ingin mengecat rumah di musim hujan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memutuskan apakah aman untuk melanjutkan proyek mengecat rumah saat hujan datang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com