Tag: menghilangkan perut buncit

  • 7 Menu Sarapan untuk Menghilangkan Perut Buncit

    Jakarta

    Menghilangkan perut buncit memang tidak mudah, apalagi jika sarapan masih dengan menu asal-asalan. Sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi untuk beraktivitas seharian, tapi juga menjaga perut tidak cepat lapar sehingga terhindar dari makan berlebihan.

    Menurut sejumlah penelitian, orang yang rutin sarapan memiliki bentuk tubuh yang lebih langsing dibanding mereka yang jarang sarapan. Hal ini dimungkinkan antara lain jika menu sarapan yang dipilih tinggi protein dan serat.

    Protein dan serat adalah dua nutrisi yang dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Ketika dikonsumsi saat sarapan, makanan yang mengandung protein dan serat tersebut dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk ngemil sehingga bisa membantu menurunkan berat badan.


    Lantas, apa saja makanan untuk mengecilkan perut yang cocok dikonsumsi saat sarapan? Berikut pembahasannya.

    1. Telur

    Tak heran jika telur kerap dikonsumsi sebagai menu sarapan. Sebab, telur mengandung protein tinggi yang bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu menurunkan berat badan.

    Sebuah studi mengungkapkan mengonsumsi telur untuk sarapan dapat menurunkan berat badan hingga 65 persen, serta mengecilkan lingkar pinggang hingga 34 persen.

    2. Pisang

    Pisang adalah makanan yang cocok dikonsumsi ketika ingin mengecilkan perut buncit. Selain mengandung karbohidrat sehat, buah ini juga kaya akan serat dan rendah kalori, sehingga bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

    Tak hanya itu, pisang juga kaya akan kalium (potasium). Zat ini dapat membantu membersihkan kelebihan cairan akibat mengonsumsi makanan asin serta menetralkan kadar natrium dalam tubuh.

    3. Buah Beri

    Sama seperti pisang, buah beri kaya akan serat yang mengenyangkan. Buah beri-berian juga rendah kalori, sehingga membuatnya cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang ingin mengecilkan perut buncit.

    Khasiat buah beri yang tak kalah penting adalah mencegah risiko darah tinggi dan kanker. Ini karena buah beri mengandung senyawa antioksidan, seperti flavonoid dan anthocyanin, yang dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh.

    4. Roti Gandum dan Selai Kacang

    Selai kacang mengandung beragam nutrisi yang bisa membantu mengecilkan perut buncit, seperti serat, protein, dan lemak sehat. Zat-zat tersebut juga dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah keinginan ngemil atau bablas saat makan.

    Di sisi lain, roti gandum mengandung serat utuh yang bisa membantu melancarkan pencernaan. Karenanya, kombinasi roti gandum dan selai kacang membuatnya menjadi menu sarapan yang bisa membantu mengecilkan perut buncit.

    5. Oatmeal

    Makanan praktis ini memiliki segudang manfaat untuk mengecilkan perut buncit dan menurunkan berat badan. Pertama, oatmeal kaya akan serat yang bisa membuat tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama. Alhasil, orang yang sedang diet tidak perlu mengonsumsi lebih banyak kalori ketika jam makan siang.

    Kedua, oatmeal mengandung zat bernama beta-glucan yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Beta-glucan juga meningkatkan produksi hormon peptide YY dalam tubuh, yakni hormon yang membantu memunculkan rasa kenyang.

    6. Yogurt

    Yogurt bisa menjadi salah satu menu tambahan untuk membantu menurunkan berat badan, terutama Greek yogurt. Sebab, Greek yogurt kaya akan protein yang tak hanya memberikan energi, tapi membuat perut merasa kenyang lebih lama.

    Sebuah studi juga menyebut kombinasi antara konsumsi Greek yogurt, olahraga teratur, dan pola makan yang seimbang dapat menunjang proses penurunan berat badan.

    7. Kiwi

    Tak hanya kaya akan vitamin C, K, kalium, kiwi juga mengandung serat yang dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama, khususnya jika dikonsumsi saat sarapan. Studi juga menunjukkan buah kiwi memiliki khasiat berupa menekan nafsu makan dan menurunkan gula darah, dua faktor yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Buah kiwi juga dapat menjadi pencahar alami dengan merangsang pergerakan pada saluran pencernaan.

    (ath/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Diet Ketat

    Jakarta

    Bagi sebagian besar orang, memiliki perut buncit dapat menimbulkan beragam masalah dalam kehidupannya. Mulai dari mengganggu penampilan, menurunkan rasa percaya diri, menyulitkan saat memilih pakaian, dan lain sebagainya.

    Tak hanya itu, perut buncit juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Sejumlah penelitian mengaitkan perut buncit sebagai faktor risiko dari beragam penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung.

    Karenanya, tak heran orang-orang rela melakukan hampir segala cara demi menghilangkan perut buncit, termasuk menjalani diet. Diet adalah aturan makanan khusus yang diikuti demi kebutuhan kesehatan dan sebagainya.


    Namun, diet untuk menghilangkan perut buncit tak jarang melibatkan aturan yang cukup ekstrem. Misalnya, tidak makan selama berjam-jam, atau hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu saja.

    Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Diet Ketat

    Meski diet memang menjadi cara efektif untuk menghilangkan perut buncit, tidak semua orang bisa melakukannya. Ada sejumlah alasan mengapa orang-orang enggan melakukan diet, seperti karena sedang menyusui atau mengidap kondisi medis tertentu.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut cara menghilangkan perut buncit tanpa diet yang bisa dicoba.

    1. Makan dengan piring kecil

    Dikutip dari Healthline, orang yang makan dengan piring berukuran besar cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan sehingga lebih berisiko mengalami kenaikan berat badan. Piring besar dapat membuat makanan terlihat sedikit, sehingga mendorong keinginan untuk mengambil lebih banyak makanan.

    Sebaliknya, makan dengan piring yang lebih kecil dapat membuat porsi makanan yang diambil tampak lebih banyak sehingga membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi.

    2. Minum sebelum makan

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan di situs National Library of Medicine mengungkapkan minum air sebelum makan dapat membantu mengurangi jumlah makanan yang kelak dikonsumsi.

    Sementara itu, penelitian lain juga menyebutkan minum sekitar 568 mililiter air sebelum makan dapat mengurangi asupan kalori sekaligus meningkatkan rasa kenyang.

    3. Tidur malam yang cukup

    Tidur malam yang cukup dan berkualitas memiliki peran yang sangat signifikan untuk menghilangkan perut buncit. Dikutip dari laman Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin dalam tubuh. Hormon ini bertugas untuk memberitahu otak kalau tubuh merasa lapar.

    Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menurunkan hormon leptin yang membuat tubuh merasa kenyang. Kombinasi kedua hal itulah yang dapat mendorong seseorang untuk makan lebih banyak keeseokan harinya, sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    4. Mengunyah makanan dengan perlahan

    Mengunyah makanan secara perlahan juga menjadi salah satu cara menghilangkan perut buncit tanpa diet. Hal ini berhubungan dengan cara otak merespons aktivitas hormon yang memengaruhi rasa kenyang.

    Setelah makan, tubuh tidak akan langsung merasa kenyang. Sebab, otak membutuhkan waktu untuk menerima sinyal dari hormon yang memunculkan rasa kenyang tersebut. Di saat yang sama, perut akan menekan hormon ghrelin yang memunculkan rasa lapar. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit, jadi mengunyah makanan secara perlahan akan memberikan waktu bagi otak untuk menerima sinyal tersebut.

    5. Perbanyak asupan protein

    Protein memiliki dampak yang luar biasa dalam mengendalikan nafsu makan. Tidak hanya membuat perut merasa kenyang, protein juga dapat mengurangi rasa lapar dan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori.

    Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2017 menemukan orang yang menjalani diet tinggi protein mengalami penurunan berat badan yang lebih signifikan dibanding mereka yang mengonsumsi protein dalam jumlah normal.

    Sementara itu, penelitian lain mengungkapkan orang-orang yang mengonsumsi sarapan berprotein tinggi berupa telur dan roti panggang tidak merasa terlalu lapar dan mengonsumsi lebih sedikit kalori di waktu makan selanjutnya.

    6. Kelola stres dengan baik

    Dikutip dari Medical News Today, stres yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan sejumlah hormon untuk membantu tubuh menghadapi tekanan yang dirasakan. Hormon tersebut akan mengalihkan aliran darah dari sistem pencernaan ke otot dan organ tubuh yang penting untuk merespons ‘ancaman’. Alhasil, sistem pencernaan menjadi melambat.

    Selain itu, hormon kortisol yang dilepaskan tubuh saat stress dapat mendongkrak kadar glukosa dalam darah. Sebuah studi pada 2022 mengungkapkan orang sering mengalami stres berisiko mengalami resistensi insulin akibat kadar glukosa yang terus terusan tinggi. Akibatnya, tubuh tidak bisa memanfaatkan hormon insulin secara efektif, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera