Tag: mengkilap

  • Tips Pilih Cat yang Tepat untuk Kamar Mandi



    Jakarta

    Memilih cat yang tepat untuk kamar mandi adalah langkah penting dalam menciptakan suasana yang nyaman dan menarik. Dengan kelembapan tinggi dan paparan langsung terhadap air, tidak semua jenis cat cocok untuk ruangan ini.

    Simak penjelasan yang akan membahas berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk ketahanan terhadap lembap, warna yang sesuai, dan jenis cat yang dapat memberikan hasil terbaik untuk kamar mandi kamu.

    Pahami Syarat untuk Cat Kamar Mandi

    Melansir This Old House, berbeda dengan ruangan lain di rumah kamu, kamar mandi memerlukan perhatian khusus dalam pemilihan cat. Cat yang paling cocok untuk kamar mandi harus memiliki ketahanan terhadap kelembapan, mudah dibersihkan, dan cukup tahan lama untuk menghadapi paparan air serta produk pembersih secara rutin.


    Ketahanan terhadap kelembapan adalah faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat memilih cat untuk kamar mandi. Tanpa perlindungan yang memadai, dinding dan langit-langit dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur dan lumut, yang dapat membahayakan kesehatan serta mengakibatkan biaya perbaikan yang tinggi.

    Selain itu, cat untuk kamar mandi juga harus bersifat antiair dan tidak mudah mengelupas atau menggelembung ketika terpapar uap dan cipratan air.

    Jenis Cat Finishing

    Lapisan cat memiliki peranan krusial dalam kinerja dan penampilan di kamar mandi. Berbagai jenis lapisan cat memberikan tingkat ketahanan terhadap kelembapan dan pantulan cahaya yang bervariasi.

    Hasil Akhir Cat Mengkilap

    Kamu sangat disarankan untuk menggunakan cat mengilap dan semi-kilap di kamar mandi karena ketahanannya terhadap kelembapan dan daya tahannya yang luar biasa. Cat ini menghasilkan permukaan yang keras dan mengkilap, yang menolak air dan mudah dibersihkan.

    Selain itu, sifat reflektif dari cat mengilap dan semi-kilap juga membantu menerangi ruangan, sehingga kamar mandi yang lebih kecil terlihat lebih luas. Cat semi-kilap sangat populer untuk dinding kamar mandi karena mampu menyeimbangkan kilau dan kelembutan.

    Cat ini tahan terhadap kelembapan dan jamur, serta memiliki tingkat pantulan cahaya yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan cat mengilap penuh, yang bisa menonjolkan ketidaksempurnaan pada permukaan dinding.

    Jenis Cat Dasar yang Tepat untuk Kamar Mandi

    Cat Akrilik

    Cat akrilik adalah pilihan yang sangat baik untuk kamar mandi karena ketahanannya terhadap kelembapan dan waktu pengeringan yang cepat. Cat berbasis air ini melekat dengan baik pada permukaan kamar mandi dan menghasilkan lapisan akhir yang tahan lama serta mudah dibersihkan secara berkala.

    Selain itu, cat akrilik tidak mudah pudar atau menguning seiring berjalannya waktu, sehingga warna dan penampilannya tetap terjaga meskipun berada di lingkungan yang lembap.

    Ketika memilih cat akrilik untuk kamar mandi, penting untuk mencari formula yang dirancang khusus untuk area dengan kelembapan tinggi.

    Cat ini biasanya mengandung bahan tambahan yang meningkatkan ketahanannya terhadap jamur dan lumut, menjadikannya ideal untuk digunakan di kamar mandi.

    Selain itu, mengetahui primer yang tepat untuk digunakan juga sangat penting saat menggunakan cat akrilik, karena hal ini memastikan daya rekat yang baik dan keawetan cat tersebut.

    Cat Lateks

    Cat lateks adalah opsi populer lainnya untuk kamar mandi. Seperti cat akrilik, lateks berdasarkan air dan memiliki ketahanan yang baik terhadap kelembapan. Lebih lagi, cat ini mudah diaplikasikan, cepat kering, dan mengeluarkan sedikit aroma selama proses aplikasi.

    Cat lateks juga menyediakan isolasi yang sangat efektif dan tidak mudah mengubah warna seiring waktu dibandingkan dengan cat berbahan dasar minyak.

    Untuk mendapatkan hasil terbaik, pilihlah cat lateks berkualitas tinggi yang spesifik dirancang untuk daerah dengan tingkat kelembapan tinggi. Banyak varietas cat ini dilengkapi dengan antijamur dan bahan tambahan lain yang meningkatkan performanya di lingkungan lembab.

    Cat Minyak

    Meskipun jarang digunakan di kamar mandi, cat berbahan dasar minyak masih dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu. Cat berbahan dasar minyak menawarkan ketahanan yang sangat baik terhadap kelembapan dan menghasilkan lapisan akhir yang keras dan tahan lama, siap untuk melawan pembersihan yang sering.

    Namun, cat ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu waktu pengeringan yang lebih panjang, bau yang lebih kuat selama proses pengecatan, dan kemungkinan menguning seiring waktu.

    Jika kamu memilih untuk menggunakan cat berbasis minyak di kamar mandi, pastikan ada ventilasi yang baik selama dan setelah pengecatan. Penting juga untuk menyadari bahwa cat berbasis minyak mungkin membutuhkan pelarut pembersih dan metode pembuangannya sendiri.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Merawat Marmer agar Tidak Gores dan Tetap Mengkilap


    Jakarta

    Marmer adalah jenis batuan yang sering digunakan di rumah dan bangunan mewah. Meskipun, harganya mahal, banyak orang tertarik dengan keindahan yang ditawarkan oleh batu tersebut.

    Batuan yang terbuat dari dari batu kapur atau dolomit yang melalui proses pemanasan dan tekanan yang ekstrem ini memiliki cara perawatan khusus dan beda dengan jenis batuan lain.

    Penggunanya pasti tak mau marmer lecet atau pecah karean biaya perbaikan dan penggantiannya pasti mahal.


    Dilansir Homes and Garden, berikut beberapa hal yang harus dihindari agar marmer tidak tergores dan rusak.

    1. Hindari dari Cairan Asam

    Marmer sebaiknya dihindari dari cairan asam, terutam dari kopi, jus, atau anggur. Jika ada cairan asam yang tumpah, nodanya akan sulit dibersihkan karena akan muncul pori-pori dan lubang pada permukaannya hingga merubah warna pada marmer tersebut.

    Hal ini juga berlaku untuk alat kebersihan di rumah. Pakai bahan pembersih yang pH nya netral. Hindari penggunaan cuka, air jeruk lemon, atau produk berbahan dasar pemutih karena dapat menghilangkan lapisan penyegel dan melemahkan lapisan batu, yang menyebabkan goresan permanen.

    2. Hindari Memotong Tanpa Alas

    Saat hendak memotong buah, sayuran, daging, dan bahan lainnya sebaiknya jangan di atas marmer. Gunakan talenan atau alas lain karena ujung dari pisau bisa membuat goresan pada permukaan marmer. Hal ini juga berlaku pada barang-barang yang dapat digerakkan di atas lantai seperti meja, kursi, kipas angin yang ujungnya lancip. Dikhawatirkan ketika digerakkan menimbulkan goresan.

    3. Tidak Boleh Terkena Panas Terlalu Lama

    Lindungi marmer di rumah dari panas terutama dari panci atau wajan yang baru dipakai memasak. Panas yang terlalu tinggi dapat menimbulkan perubahan warna pada panci dan wajan. Hal ini juga berlaku pada piring, mangkok, dan gelas yang berisi air atau makanan panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com