Tag: mentah

  • 6 Benda Ini Suka Lupa Dibersihkan di Rumah Padahal Kotor Banget!


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan kamar mandi adalah tempat terkotor di rumah. Nggak heran kalau penghuni akan rajin membersihkan ruangan ini. Padahal ada area lain yang juga kotor tapi suka terlewat buat dibersihkan.

    Sejumlah benda di rumah sering dipegang penghuni dalam kesehariannya. Namun tampilannya tak terlihat kotor sehingga penghuni bisa lupa membersihkannya. Benda itu bisa jadi tempat bersarang bakteri, lho. Oleh karena itu, pastikan untuk rajin membersihkan setiap sudut rumah ya.

    Apa saja benda yang kotor tapi sering lupa dibersihkan di rumah? Simak ulasannya berikut ini.


    Benda yang Suka Lupa Dibersihkan

    Inilah sederet barang yang rawan kotor karena jarang dibersihkan, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Meja

    Comfortable workplace with potted plantsIlustrasi meja. Foto: Getty Images/iStockphoto/mediaphotos

    Meja yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang kuman. Kalau penghuni sering bekerja di rumah, kuman tak hanya bersarang di komputer tetapi meja juga. Meja standar dapat mengandung 400 kali lebih banyak kuman dibandingkan dudukan toilet.

    2. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Tentunya penghuni rumah sering menyentuh gagang pintu. Bakteri yang menempel pada seseorang dapat berpindah ke gagang, lalu tersentuh oleh orang berikutnya.

    3. Saklar Lampu

    Ilustrasi saklar lampuIlustrasi saklar lampu Foto: Shutterstock

    Selain itu, saklar lampu juga sering disentuh berkali-kali sepanjang hari. Hal ini membuat saklar penuh dengan bakteri.

    4. Wastafel Dapur

    wastafelwastafel Foto: Getty Images/ben-bryant

    Wastafel dapur adalah salah satu area tertinggi yang terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella dan E.coli. Sebab, tempat ini digunakan untuk mencuci sayur dan daging mentah. Lalu, banyaknya partikel makanan dan kelembapan menjadikannya tempat yang cocok buat kuman berkembang biak.

    5. Spons Dapur

    Spons pencuci piringSpons. Foto: Shutterstock/

    Meski sering terkena sabun, spons dapur bisa jadi benda yang sangat kotor di rumah. Spons dan kain lap ditemukan mengandung sebanyak 45 miliar mikroba bakteri per centimeter. Pasalnya, spons sangat berpori sehingga rawan mengundang kuman.

    6. Perlengkapan Tempat Tidur

    ilustrasi ranjang/kamar tidur/sepraiilustrasi seprai Foto: Getty Images/FreshSplash

    Jika penghuni tidak mengganti seprai dan sarung bantal selama seminggu, akan ada 17 ribu partikel lebih banyak bakteri pada sarung bantal daripada dudukan toilet. Pastikan untuk mencuci seprai setiap minggu dan sediakan sarung bantal ekstra untuk diganti lebih sering.

    Itulah benda yang harus rajin dibersihkan karena rawan kotor di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini 6 Benda di Dapur yang Paling Kotor dan Banyak Kuman


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di rumah yang paling mudah kotor. Setelah memasak, biasanya dapur akan dipenuhi oleh sisa makanan, noda minyak, dan bumbu yang bertebaran.

    Selain mengotori lantai dan meja, kotoran juga bisa menempel pada sejumlah benda lain di dapur. Bahkan, benda tersebut sering dipegang oleh tangan manusia hampir setiap hari.

    Penasaran, apa saja benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Ini Benda di Dapur yang Paling Kotor

    Salah satu alasan mengapa perlu membersihkan dapur karena banyak benda kotor yang sering tidak disadari penghuni rumah. Dilansir situs The Spruce, berikut benda-benda di dapur yang dinilai paling kotor:

    1. Gagang Pintu Kulkas

    Gagang pintu kulkas bisa menjadi benda paling kotor di dapur karena sering bersentuhan dengan tangan. Mungkin kamu tidak sadar membuka pintu kulkas saat tangan masih kotor, sehingga ada sisa noda minyak atau bumbu masak yang menempel selama berbulan-bulan.

    Salah satu solusinya adalah dengan rutin membersihkan gagang pintu kulkas. Kamu bisa menggunakan tisu disinfektan atau cairan pembersih disinfektan semprot untuk membasmi kuman. Bersihkan gagang pintu kulkas secara perlahan dengan kain bersih atau tisu dapur.

    2. Kitchen Sink

    Kitchen sink atau bak cuci piring juga menjadi tempat paling kotor di dapur. Meski selalu dialiri oleh air, tapi ada banyak bakteri yang menempel di kitchen sink, terutama di dekat saluran air.

    Selain itu, area paling kotor di kitchen sink juga terletak pada gagang keran air. Untuk mencegah kuman dan bakteri masuk ke dalam tubuh, selalu bersihkan kitchen sink setidaknya satu kali sehari dengan menggunakan cairan pembersih disinfektan.

    3. Spons

    Spons yang digunakan secara terus-menerus akan cepat rusak dan kurang efektif untuk mengangkat noda di piring dan alat masak. Selain itu, ada banyak bakteri yang menempel pada spons sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

    Salah satu solusinya adalah dengan rutin mengganti spons setiap dua minggu sekali atau ketika spons sudah berubah warna menjadi hitam.

    4. Kulkas

    Selain gagang pintu kulkas, bagian dalam lemari es juga mengandung banyak bakteri yang tidak disadari penghuni rumah. Meski suhu kulkas sudah cukup dingin, tapi ternyata masih ada beberapa bakteri berbahaya yang dapat tumbuh.

    Sebagai contoh, saat menyimpan daging mentah di lemari es pastikan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Jika wadah yang digunakan bocor, maka cairan dari daging mentah bisa menumpuk di laci kulkas, sehingga jadi kotor dan tumbuh bakteri jahat.

    Agar kulkas tetap bersih, pastikan kamu rutin mencuci laci atau rak kulkas setiap bulan. Bersihkan bagian rak kulkas yang kotor menggunakan sabun cuci piring dan air hangat. Lalu, keringkan dengan kain bersih atau tisu dapur.

    5. Talenan Kayu

    Talenan kayu menjadi salah satu benda di dapur yang paling kotor dan mengandung banyak bakteri. Celah-celah pada talenan kayu menjadi tempat yang cocok bagi kuman untuk berkembang biak.

    Disarankan untuk memiliki dua talenan kayu dengan fungsi berbeda, satu talenan khusus memotong buah dan sayur, sedangkan satunya lagi untuk daging. Langkah ini dapat mengurangi kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi.

    Pastikan kamu mencuci talenan dengan sabun setelah digunakan, lalu bilas dengan air hangat sampai bersih. Jangan lupa untuk mengeringkan talenan kayu dengan tisu dapur atau kain bersih.

    6. Blender

    Satu lagi benda di dapur yang mengandung banyak kotoran dan kuman, yaitu blender. Meski selalu dibersihkan usai dipakai, tapi mungkin masih ada sisa-sisa bumbu yang tidak dibersihkan sehingga terus menempel di blender.

    Maka dari itu, pastikan kamu membersihkan blender setiap seminggu sekali untuk memastikan tidak ada kotoran yang menempel. Bersihkan blender dengan sabun yang mengandung disinfektan agar dapat membasmi kuman dan bakteri secara optimal.

    Itulah enam benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Makanan Rebusan-Kukusan Basi Bikin Keracunan? Ini Tips dari Dokter Gizi


    Jakarta

    Banyak orang yang menyukai makanan rebusan atau kukusan seperti singkong, ubi, dan kentang, tak kerkecuali gen Z. Namun, saat memakannya, pastikan makanan rebusan tidak basi dan masih layak dimakan.

    Menurut spesialis gizi klinik, dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK keracunan dari makanan basi bisa menebabkan mual, muntah, diare, bahkan infeksi serius. Terutama, bagi mereka yang tidak mengetahui cara menyimpan makanan dengan benar.

    Ada empat langkah keamanan makanan, yaitu clean, separate, cook, dan chill untuk mencegah keracunan dari makanan, seperti makanan kukusan atau rebusan. Dalam hal ini, dr Ardian memberikan tips aplikatifnya. Pertama, pastikan sudah membersihkan bahan makanan dengan benar sebelum memasaknya.


    “Cuci umbi-umbian mentah di air mengalir sebelum kukus dan gunakan peralatan bersih,” katanya kepada detikcom, Kamis (13/11/2025).

    Kedua, hindari kontaminasi silang dengan daging merah. Masak bahan makanan sampai matang dengan sempurna.

    “Kukus atau rebus sampai empuk setidaknya internal minimal 74°C atau di air mendidih dengan suhu 100°C untuk bunuh bakteri tapi jangan overcook agar nutrisi tidak hilang, dan untuk kukus kita pake uap panas dari didihan air suhu 100°C minimal 15-20 menit,” katanya.

    Selanjutnya, konsumsi segera setelah dikukus atau direbus. Jika tidak, simpan di kulkas dengan suhu

    “Jangan biarkan di suhu ruang lebih dari 2 jam, apalagi di cuaca panas Indonesia yang mempercepat pembusukan,” tambahnya.

    Kemudian, periksa makanan sebelum dikonsumsi. Selalu cek tanda-tanda makanan kukusan atau rebusan yang sudah basi, seperti adanya perubahan warna, bau tidak sedap, perubahan pada tekstur makanan, muncul jamur, dan rasa yang aneh, seperti asam atau pahit tidak wajar.

    “Jika ragu, buang saja, lebih baik aman daripada sakit,” tuturnya.

    Saat membeli bahan makanan untuk dikukus atau direbus, pilih yang masih segar dan dari tempat yang terpercaya. Hindari memilih bahan makanan yang lembek atau berbau.

    “Dengan mengikuti ini, risiko keracunan bisa diminimalisir. Jika ada gejala setelah makan, segera ke dokter,” pungkasnya.

    (elk/up)



    Sumber : health.detik.com