Tag: menurunkan berat badan

  • 8 Camilan Rendah Kalori untuk Diet, Nikmat dan Nggak Bikin Badan Melar

    Jakarta

    Diet adalah salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk menurunkan berat badan. Ketika menjalani diet, seseorang biasanya akan membatasi diri untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman tertentu yang bisa memicu kenaikan berat badan.

    Terdengar mudah memang, namun pada kenyataannya ada banyak sekali godaan yang bisa menggagalkan program diet. Misalnya, hasrat ingin ngemil.

    Permasalahannya adalah, camilan yang ‘lezat’ biasanya mengandung gula, karbohidrat, atau kalori tinggi yang dapat malah dapat membuat berat badan meningkat. Makanan-makanan tersebut tentunya dapat membuat usaha diet yang dilakukan menjadi sia-sia.


    Untungnya, ada sejumlah camilan sehat rendah kalori yang aman dikonsumsi saat diet. Nah, buat yang susah menahan keinginan buat ngemil saat sedang diet, berikut rekomendasi camilan rendah kalori yang bisa dicoba.

    Camilan Rendah Kalori untuk Diet

    1. Kacang Almond

    Kacang almond adalah salah satu makanan ‘superfood’ yang direkomendasikan untuk diet. Kacang almond mengandung protein nabati yang dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

    Selain itu, kacang almond juga mengandung lemak tak jenuh yang bisa membantu menurunkan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dalam tubuh. Jadi selain untuk diet menurunkan berat badan, kacang almond juga cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang diet untuk menurunkan kolesterol.

    2. Edamame

    Kacang polong khas Negeri Tirai Bambu ini cukup nikmat disantap sebagai camilan saat diet loh. Dikutip dari laman WebMD, edamame mengandung protein dan serat yang mengenyangkan. Bahkan, 1/3 cangkir kacang edamame hanya mengandung sekitar 63 kalori. Tak heran jika edamame cocok dijadikan kudapan saat sedang diet.

    3. Pisang dan Selai Kacang

    Kombinasi pisang dan selai kacang sangat cocok disantap oleh orang yang ingin ngemil makanan manis dan gurih. Tidak hanya dari segi rasa, khasiat pisang dan selai kacang juga bisa membantu menurunkan berat badan loh.

    Pisang mengandung potasium yang penting untuk menunjang fungsi saraf dan otot. Sementara, selai kacang mengandung protein tinggi dan karbohidrat rendah yang tak hanya mengenyangkan, tapi juga bisa memberikan energi untuk beraktivitas. Tapi ingat, selalu cek kemasan pada selai kacang untuk mengetahui apakah ada bahan tambahan seperti minyak atau pengawet.

    4. Hummus

    Hummus adalah hidangan berupa selai atau saus yang terbuat dari kacang arab yang digiling dan dicampur dengan bahan-bahan lainnya, seperti bawang putih, minyak zaitu, dan tahini (bumbu yang terbuat dari biji wijen dan kulit jagung).

    Karena terbuat dari kacang-kacangan, hummus memiliki kandungan protein dan serat yang cukup tinggi. Salah satu cara terbaik mengonsumsi hummus adalah dengan menjadikannya sebagai saus ‘cocol’ yang disantap dengan sayur-sayuran seperti wortel, timun, seledri, dan masih banyak lagi.

    5. Telur Rebus

    Ingin ngemil tapi nggak mau ribet? Maka telur rebuslah solusinya. Seperti yang sama-sama diketahui, telur merupakan salah satu sumber protein terbaik yang mudah untuk didapatkan. Protein dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga menjadi salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan saat sedang diet.

    Cukup rebus beberapa butir telur, kemudian simpan di dalam kulkas. Telur rebus dapat bertahan selama satu minggu dalam kulkas, jadi ketika ingin ngemil, tinggal ambil dan disantap. Tapi ingat, kuning telur memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi, sehingga konsumsinya harus dibatasi.

    6. Coklat Hitam

    Mungkin banyak yang menganggap coklat sebagai salah satu pantangan saat sedang menjalani diet. Tapi, tidak semua jenis coklat bisa menggagalkan diet kok.

    Misalnya coklat hitam. Coklat hitam yang terbuat dari kakao berkualitas kaya akan flavonoid, yakni senyawa antioksidan dan antiperadangan yang dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Tak hanya itu, coklat hitam juga mengandung serat dan karbohidrat dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, sehingga cukup mengenyangkan untuk disantap saat sedang diet.

    Sedikit tips dalam membeli coklat hitam berkualitas, carilah coklat hitam yang setidaknya memiliki kandungan kakao sebesar 70 persen. Semakin tinggi persentase kakaonya, maka semakin rendah pula gula dalam coklat tersebut.

    7. Popcorn

    Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kok bisa popcorn jadi camilan buat diet? Dikutip dari WebMD, popcorn merupakan salah satu camilan yang disarankan untuk orang yang sedang diet, dengan catatan popcorn tersebut dimasak tanpa menggunakan mentega, garam, atau bahan penyedap lainnya.

    Satu cangkir popcorn mengandung sekitar 31 kalori. Selain itu, teksturnya yang ‘crunchy’ juga memuaskan hasrat orang-orang yang ingin ngemil makanan garing.

    8. Smoothie Buah

    Buah-buahan merupakan salah satu menu wajib bagi orang yang sedang diet. Tapi, mengonsumsi buah yang begitu-begitu saja setiap hari tentu akan membuat bosan.

    Nah, salah satu cara terbaik adalah dengan mengolah buah-buahan tersebut menjadi smoothie. Biasanya, buah yang sering dijadikan smoothie adalah beri-berian seperti stroberi, blackberi, blueberi, dan raspberi. Smoothie buah tersebut juga bisa dikombinasikan dengan berbagai camilan sehat lainnya, jadi pasti nggak bosan deh.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Jus Paling Ampuh buat Bakar Lemak, Berat Badan Auto Turun!

    Jakarta

    Seiring kalori defisit, konsumsi beberapa jenis jus juga bisa membantu menurunkan berat badan. Tak hanya menambah asupan mineral, vitamin, dan serat ke dalam tubuh, beberapa jenis olahan jus diyakini bisa membantu proses pembakaran lemak.

    Pasalnya, kandungan dalam jenis jus buah tertentu bisa meningkatkan proses metabolisme dalam tubuh sehingga kalori yang terbakar menjadi lebih banyak dan cepat. Dikutip dari NDTV FOOD, berikut beberapa jus pembakar lemak yang bisa menurunkan berat badan:

    1. Jus Wortel

    Jus satu ini sangat bagus untuk menurunkan berat badan. Pasalnya, wortel memiliki rendah kalori dan penuh serat. Bahkan segelas besar jus wortel bisa membuat seseorang kenyang hingga siang hari.


    Jus ini juga dikenal dapat meningkatkan sekresi empedu yang membantu pembakaran lemak.

    2. Jus Mentimun

    Untuk menurunkan berat badan seseorang perlu membakar lebih banyak kalori. Jus mentimun yang rendah kalori ini menjadi pilihan yang tepat. Kandungan air dan serat yang tinggi dalam jus mentimun juga bisa membuat anda mudah merasa kenyang.

    3. Jus Delima

    Tak hanya ampuh mengembalikan kilau alami kulit, jus delima juga membantu menurunkan berat badan dan menekan nafsu makan. Menurut pakar manajemen berat badan yang berbasis di Delhi, Dr Gargi Sharma, buah delima kaya akan antioksidan, polifenol, dan asam linolenat yang membantu membantu membakar lemak serta meningkatkan metabolisme.

    4. Jus Semangka

    Selain membuat tubuh tetap terhidrasi, buah berair ini hanya mengandung 30 kalori per 100 gramnya. Jus semangka kaya akan asam amino arginin yang bisa membantu pembakaran lemak dalam tubuh.

    5. Jus Jeruk

    Jus jeruk segar bisa menjadi pilihan minuman sehat dan rendah kalori dibandingkan dengan minuman lainnya. Dengan meminum jus satu ini, seseorang akan lebih sedikit mengonsumsi kalori dan mengalami pembakaran lemak lebih banyak.

    6. Jus Nanas

    Jus nanas dipercaya sebagai minuman yang bagus untuk mengatasi lemak di perut. Enzim bromelain yang ditemukan dalam jus ini membantu metabolisme protein dan membakar lemak perut berlebih. Lebih lagi, enzim lain seperti lipase dalam jus nanas juga bermanfaat untuk menekan nafsu makan.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Pejuang Diet Merapat! Ini Waktu Olahraga Paling Ampuh buat Turunkan BB

    Jakarta

    Kunci keberhasilan diet sebenarnya ada di rangkaian aktivitas pagi hari ketika memulai hari. Riset juga menemukan, waktu paling efektif untuk berolahraga dengan tujuan menurunkan berat badan adalah pukul 7-9 pagi. Apa alasannya?

    Para peneliti menyebut bukti epidemiologis perihal waktu paling pas untuk berolahraga demi menurunkan berat badan sebenarnya masih kontroversial. Namun, sejauh ini, sebagaimana yang dipublikasikan di jurnal terkait obesitas, bergerak di waktu pukul 7 hingga 9 pagi terpantau paling efektif dalam mencegah berat badan berlebih.

    “Studi kami memberikan alat baru untuk mengeksplorasi pola aktivitas fisik diurnal dan menyelidiki dampaknya terhadap hasil kesehatan,” kata penulis studi sekaligus asisten profesor peneliti di Departemen Ilmu Kesehatan Universitas Franklin Pierce di New Hampshire dan Departemen Ilmu Rehabilitasi di Universitas Politeknik Hong Kong di Cina, Dr Tongyu Ma, dikutip dari Medical News Today, Minggu (7/1/2024).


    Dalam riset-riset sebelumnya, para peneliti berfokus pada frekuensi, intensitas, dan durasi aktivitas fisik. Akan tetapi, hanya sedikit peneliti yang berfokus pada pola aktivitas fisik diurnal (siang hari) yang diukur dengan accelerometer untuk mengklasifikasikan waktu pergerakan manusia.

    Tim peneliti menggunakan data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional siklus 2003-2004 dan 2005-2006 oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Siklus tersebut menganalisis 5.285 peserta, mengamati aktivitas fisik sedang hingga berat di pagi hari, siang hari, dan malam hari.

    Peneliti kemudian menemukan, ada hubungan linier yang kuat antara intensitas fisik sedang hingga berat yang dilakukan pagi hari, dengan pencegahan obesitas. Sedangkan perihal hubungan olahraga malam hari dengan keberhasilan penurunan berat badan, hubungan linernya cenderung lebih lemah.

    Mereka menemukan, orang-orang yang menjalani olahraga di pagi hari memiliki indeks massa tubuh dan lingkar pinggang yang lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya. Hal itu juga dibarengi kecenderungan orang-orang yang aktif di pagi hari cenderung memiliki pola makan yang lebih sehat.

    (vyp/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Kebiasaan Sederhana yang Diam-diam Bikin Berat Badan Membengkak

    Jakarta

    Makanan memang merupakan salah satu faktor yang bisa membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan. Namun, sejumlah kebiasaan sederhana yang dijalani sehari-hari ternyata secara diam-diam juga bisa membuat berat badan bertambah.

    Bahkan, kebiasaan-kebiasaan yang kita anggap sepele sebenarnya malah bisa menghambat proses diet. Akibatnya, berat badan sulit turun meski sudah menjalani pola makan dan program yang ketat.

    Karenanya, proses diet tidak hanya sebatas mengatur pola makan, tapi juga merubah gaya hidup sehari-hari. Termasuk, menghilangkan kebiasaan yang bisa membuat berat badan meningkat.


    Kebiasaan Kecil yang Bikin Berat Badan Membengkak

    Pertanyaannya sekarang, apa saja kebiasaan kecil yang tanpa disadari bisa membuat berat badan meningkat? Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

    1. Kurang tidur

    Waktu dan kualitas tidur memiliki dampak yang sangat besar terhadap berat badan. Dikutip dari Healthline, orang yang hanya tidur selama 5 jam setiap malam memiliki risiko kenaikan berat badan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidur selama 7 jam atau lebih.

    Tak hanya itu, orang yang kurang tidur juga cenderung memiliki perut yang buncit. Pasalnya, orang yang kurang tidur rentan mengalami penumpukan lemak visceral di bagian tubuhnya, termasuk di perut dan sekitar pinggang.

    2. Makan terlalu cepat

    Jadwal kerja yang serba sibuk kerap membuat orang terburu-buru saat makan. Padahal, kebiasaan sederhana ini malah dapat membuat berat badan meningkat dengan mudah.

    Sebuah studi menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk dapat mencerna makanan yang dikonsumsi. Alhasil, tubuh baru akan merasa kenyang selang beberapa waktu setelah makan.

    Tapi ketika seseorang makan terlalu cepat, tubuhnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses makanan dan memunculkan rasa kenyang. Akibatnya, orang tersebut tanpa sadar bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari jumlah yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh.

    3. Kurang minum

    Kurang minum dapat menyebabkan haus. Namun, tak jarang tubuh salah mengartikan sinyal tersebut sebagai rasa lapar. Alhasil, orang yang jarang minum bisa saja malah makan secara berlebihan sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, minum air yang cukup juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Sebuah studi mengungkapkan orang yang minum dua gelas air putih sebelum sarapan mengonsumsi kalori 22 persen lebih sedikit dibanding mereka yang tidak minum. Semakin sedikit kalori yang dikonsumsi, tentu semakin kecil pula kemungkinan berat badan membengkak.

    4. Sering stres

    Stres memang tidak menyebabkan kenaikan berat badan secara langsung. Namun, salah satu dampak stres bisa membuat orang ingin makan lebih banyak. Fenomena ini dikenal juga dengan istilah emotional eating.

    Saat sedang stres, orang-orang akan mencari sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian atau menghilangkan rasa cemas atau sedih akibat stres. Bagi sebagian orang, pelampiasan tersebut dilakukan dengan cara makan. Semakin sering orang tersebut mengalami stres, maka semakin sering pula dia makan secara berlebihan. Hal inilah yang membuat orang yang sering stres rentan mengalami kenaikan berat badan.

    5. Keseringan duduk

    Tak sedikit aktivitas atau pekerjaan yang mengharuskan kita untuk duduk selama berjam-jam. Namun, hal ini ternyata bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan loh.

    Sebuah studi menyebutkan orang yang duduk terlalu lama memiliki kecenderungan obesitas. Ketika kita melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan atau berdiri, tubuh akan membakar sejumlah kalori. Duduk terlalu lama dapat menghambat proses pembakaran kalori tersebut. Akibatnya, kalori yang seharusnya dibakar menjadi energi malah menumpuk dan disimpan sebagai lemak visceral dalam tubuh.

    6. Makan sambil ditemani gadget

    Pada zaman seperti sekarang, keseharian kita memang tidak bisa lepas dari yang namanya gadget, termasuk ketika sedang makan. Namun sebuah studi menyebutkan orang yang makan sambil bermain gadget ternyata memiliki risiko mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi.

    Saat bermain gadget, fokus dan perhatian dapat dengan mudah teralihkan. Hal ini bisa membuat seseorang tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekitarnya, termasuk jumlah makanan yang sudah dikonsumsi. Akibatnya, orang makan sambil bermain gadget bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari seharusnya. Hal inilah yang membuat kebiasaan makan sambil bermain gadget dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Makanan Berkalori Tinggi yang Bisa Bikin Diet Gagal Total

    Jakarta

    Makanan berkalori tinggi jika dikonsumsi bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan menggagalkan diet. Dikutip dari laman Medical News Today, kalori adalah satuan yang menunjukkan jumlah energi yang bisa diperoleh dari makanan dan minuman. Tubuh membutuhkan kalori dalam jumlah yang cukup agar bisa beraktivitas setiap harinya.

    Kendati demikian, terlalu banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi juga tidak baik untuk kesehatan. Ketika mengonsumsi kalori melebihi apa yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kelebihan kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Hal inilah yang menyebabkan berat badan meningkat dan membuat perut terlihat buncit.

    Makanan Berkalori Tinggi yang Harus Dihindari

    Sebagian besar program diet berfokus pada membatasi asupan kalori harian guna membantu proses menurunkan berat badan. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan-makanan yang berkalori tinggi. Apa saja jenis makanan tersebut? Berikut ulasannya.


    1. Roti tawar

    Roti tawar merupakan salah satu makanan yang sering disantap saat sarapan. Biasanya, roti tawar terbuat dari tepung gandum yang sudah dihaluskan.

    Dikutip dari laman Medical News Today, tepung jenis ini tidak baik dikonsumsi saat sedang diet lantaran mengandung karbohidrat dan kalori yang sangat tinggi. Selain itu, tepung gandum halus tersebut juga tidak memiliki kandungan serat, protein, serta nutrisi penting lain yang dibutuhkan tubuh saat sedang diet.

    2. Es krim

    Camilan lezat satu ini termasuk makanan berkalori tinggi yang harus dihindari saat sedang diet. Selain memiliki kandungan gula yang tinggi, es krim juga mengandung lemak yang tentunya dapat menghambat usaha menurunkan berat badan.

    3. Buah kering

    Buah kering adalah buah yang diproses dengan cara dikeringkan, baik dengan mesin pengering maupun bantuan sinar matahari. Meski terbuat dari buah segar, buah kering tidak bisa menggantikan manfaat yang dimiliki oleh buah aslinya.

    Selain memiliki kandungan air yang lebih sedikit, buah kering cenderung memiliki kalori yang lebih padat dibandingkan buah segar. Tak hanya itu, buah kering juga memiliki kandungan fruktosa yang lebih tinggi. Alhasil, kalori dalam buah kering jauh lebih tinggi dibandingkan buah segar meskipun dalam takaran yang sama. Karenanya, jangan mengonsumsi buah kering secara berlebihan saat sedang diet ya.

    4. Pizza

    Pizza adalah makanan tinggi kalori yang betul-betul harus dijauhi saat sedang melakukan diet. Pizza terbuat dari adonan tepung terigu yang kemudian ditambahkan dengan beraneka topping seperti peperoni, keju, mayonaise, saus, dan lain sebagainya.

    Kombinasi bahan-bahan tersebut membuat pizza menjadi makanan dengan kalori yang sangat tinggi. Bahkan, satu slice pizza saja bisa memiliki 285-300 kalori. Karena itu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi pizza saat sedang diet.

    5. Keripik kentang

    Keripik kentang memang memiliki bentuk yang tipis, tapi di balik penampilannya camilan favorit ini memiliki kalori yang cukup tinggi. Proses memasak secara digoreng juga membuat keripik kentang memiliki kadar lemak sehingga bisa memicu kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, keripik kentang juga kerap ditambahkan dengan garam sebagai penyedap rasa. Akibatnya, camilan ini dapat dengan mudah menggagalkan diet dan membuat berat badan membengkak.

    6. Cokelat

    Kebanyakan jenis cokelat mengandung gula tambahan dan lemak yang cukup tinggi. Sehingga, mengonsumsi terlalu banyak cokelat dapat membuat seseorang mengalami peningkatan berat badan hingga bahkan memicu sejumlah penyakit kardiovaskular.

    Tapi perlu diingat, beberapa jenis cokelat tertentu dapat membantu menurunkan berat badan. Misalnya, cokelat hitam atau dark chocolate yang kaya akan antioksidan dan dapat membantu menekan rasa lapar. Kendati demikian, cokelat hitam juga memiliki kandungan gula dan lemak sehingga konsumsinya harus tetap dibatasi.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Penyebab Perut Buncit dan Tetap Bergelambir Meski Sudah Diet

    Jakarta

    Hampir seluruh orang ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal. Bahkan, banyak yang rela menjalani program diet dan pola makan yang sangat ketat demi mewujudkan tubuh idaman.

    Kendati demikian, banyak orang yang masih memiliki perut buncit meski sudah melakukan diet ketat. Tak jarang, hal ini membuat putus asa dan menurunkan motivasi untuk menurunkan berat badan.

    Penyebab Perut Buncit Meski Sudah Diet

    Sebenarnya, diet ketat tak selalu menjadi jawaban mutlak untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan perut buncit. Faktanya, ada sejumlah faktor lain yang ikut memiliki andil dalam menurunkan berat badan.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebab perut buncit meski sudah diet.

    1. Tidak mengonsumsi cukup protein

    Protein merupakan salah satu nutrisi paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Sejumlah studi membuktikan diet tinggi protein dapat membantu mendukung proses menurunkan berat badan.

    Pasalnya, asupan protein dapat menekan produksi hormon ghrelin yang menyebabkan rasa lapar. Alhasil, perut bisa merasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makan menjadi lebih terkendali.

    2. Kurang berolahraga

    Perut buncit meski sudah diet juga bisa disebabkan oleh minimnya olahraga atau aktivitas fisik. Dengan beraktivitas fisik, tubuh akan memanfaatkan kalori yang ada di dalam tubuh sebagai energi. Semakin sering dan intens berolahraga, maka semakin banyak pula kalori yang diproses oleh tubuh.

    Jika seseorang jarang berolahraga, maka kelebihan kalori yang ada dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak visceral. Timbunan lemak inilah yang membuat perut terlihat buncit, meski sudah melakukan diet ketat.

    3. Mengonsumsi minuman manis

    Minuman manis dapat menghambat proses menurunkan berat badan. Pasalnya, gula mengandung kalori yang cukup tinggi. Akibatnya, orang yang mengonsumsi minuman manis bisa dengan mudah mengalami kelebihan kalori.

    Selain minuman manis, orang yang sedang diet juga perlu menjauhi gula atau zat pemanis tambahan. Misalnya, ketika minum kopi hitam. Meski kopi hitam dapat membantu menurunkan berat badan, jika ditambah gula atau pemanis lainnya tentu malah bisa membuat berat badan semakin meningkat.

    4. Tidur tidak teratur

    Kualitas tidur yang baik memiliki dampak yang signifikan terhadap berat badan. Studi menunjukkan orang dengan pola tidur yang buruk lebih rentan mengalami obesitas.

    Dikutip dari Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang memunculkan rasa lapar. Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menurunkan hormon leptin yang membuat tubuh merasa kenyang. Akibatnya, orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak keesokan harinya.

    5. Kurang minum air putih

    Meski sederhana, air putih memiliki dampak yang luar biasa untuk membantu menurunkan berat badan. Air putih dapat membantu tubuh untuk senantiasa terhidrasi. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, maka metabolisme juga akan ikut meningkat. Alhasil, pembakaran kalori berjalan dengan lebih efisien sehingga membantu menurunkan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 4 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Turun BB, Ternyata Simpel Banget!

    Jakarta

    Bagi beberapa orang, bukan mudah menurunkan berat badan. Sudah mencoba tips diet ini-itu, berat badan terus saja ‘nge-stuck’. Rupanya menurut ahli gizi, kunci keberhasilan untuk menurunkan berat badan boleh jadi ada di kebiasaan pagi hari.

    Memang pada dasarnya, kunci untuk menurunkan berat badan adalah dengan defisit kalori. Artinya, kalori yang masuk ke tubuh tak boleh sampai jauh berlebihan dibandingkan kalori yang terbakar. Tentunya, hal ini dilakukan dengan menjaga asupan makanan dibarengi aktivitas olahraga.

    Lantas jika ingin memaksimalkan upaya penurunan BB dengan langkah-langkah simpel di pagi hari, apa saja yang bisa dicoba?


    1. Minum air putih!

    Sebagaimana dibuktikan oleh penelitian, memperbanyak asupan air putih setiap hari bisa membantu proses penurunan berat badan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research, orang yang minum sekitar dua gelas air 30 menit sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam mengalami penurunan berat badan dan mengalami penurunan indeks massa tubuh (BMI).

    “Saat Anda bangun di pagi hari, Anda mungkin mengalami dehidrasi, jadi menghidrasi dengan segelas air adalah ide yang bagus. Anda juga mungkin mengira Anda lapar, padahal sebenarnya hanya haus,” ujar ahli gizi sekaligus penulis ‘Finally Full, Finally Slim’, Lisa Young, dikutip dari Eat This Not That.

    2. Pilih menu kaya akan protein buat sarapan

    Young menjelaskan, sarapan dengan makanan kaya protein seperti telur, yogurt, atau selai kacang akan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Ditambah, asupan makanan ini membantu menstabilkan gula darah. Tak heran, makanan kaya akan protein ini disebut-sebut menjadi resep utama untuk menurunkan BB.

    Seiring itu, banyak uji klinis telah mengungkapkan bahwa meningkatkan asupan protein dapat meningkatkan komposisi tubuh secara keseluruhan dengan menurunkan massa lemak.

    3. Pilih juga buah-buahan!

    “Anda akan menambahkan jumlah besar dan volume pada makanan Anda tanpa kalori yang tidak perlu,” kataYoung. Sembari dijelaskannya, buah adalah makanan terbaik untuk ditambahkan ke rutinitas pagi karena kaya akan antioksidan dan serat.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa menambah jumlah konsumsi serat setiap hari hingga 30 gram dapat menurunkan tekanan darah dan membantu menurunkan berat badan. Walhasil, mengawali hari dengan asupan serat adalah cara sederhana untuk membantu proses penurunan BB.

    “Saya suka menambahkan buah beri ke yogurt saya atau mengiris apel ke dalam oatmeal saya. Penurunan berat badan yang sehat berfokus pada apa yang harus ditambahkan, bukan dikurangi,” tutur Young.

    4. Sempatkan jalan kaki!

    Terkesan simpel, tapi sebenarnya aktivitas jalan kaki punya manfaat luar biasa buat tubuh. Tak terkecuali, membantu proses penurunan berat badan.

    “Menurunkan berat badan dengan berjalan kaki adalah tambahan yang bagus selain mengonsumsi makanan sehat. Berjalan kaki membakar kalori, membantu menjaga tulang tetap kuat, dan baik untuk suasana hati Anda,” pungkas Young.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Kebiasaan Pagi yang Bikin Cepat Kurus, Khusus Buat yang Sering Gagal Diet


    Jakarta

    Bagi beberapa orang, menurunkan berat badan bukan perkara gampang. Sudah mencoba cara ini-itu, mulai dari berolahraga sampai mengurangi asupan camilan favorit, berat badan masih saja tak kunjung turun. Rupanya, kunci keberhasilan turun BB boleh jadi ada di kebiasaan pagi hari setelah bangun tidur lho.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah kebiasaan pagi yang bisa membuat proses penurunan berat badan berlangsung lebih cepat. Pasalnya, pembakaran kalori merupakan faktor penting dalam menjaga gaya hidup sehat. Dengan menerapkan kebiasaan kecil di pagi hari, metabolisme untuk pembakaran kalori di pagi hari dan sepanjang hari bisa meningkat.

    Seorang ahli gizi di Rumah Sakit Manipal, Old Airport Road, Bengaluru, Nabanita Saha, membagikan sejumlah kebiasaan di pagi hari yang bisa membantu penurunan berat badan. Begini penjelasannya:


    1. Banyak minum air putih

    “Bangunlah dari tempat tidurmu, dan ambil segelas air di pagi hari. Minum cukup air membantu meningkatkan metabolisme dan juga penting untuk kesehatan secara umum,” jelasnya dikutip dari Healthshots, Selasa (12/12/2023).

    “Untuk meningkatkan metabolisme tambahan, masukkan seiris lemon, atau beberapa tetes cuka sari apel ke dalam air Anda,” ujar Nabanita lebih lanjut.

    2. Pilih jenis olahraga HIIT (High-intensity interval training)

    Jenis olahraga ini bisa membantu proses pembakaran kalori secara lebih efektif. Pasalnya, jenis olahraga HIIT dapat membantu pembakaran kalori berlangsung lebih optimal dan mempertahankan metabolisme yang tinggi lama setelah latihan selesai.

    3. Jangan skip sarapan!

    Sering mendengar bahwa sarapan penting sekali untuk menjaga energi sepanjang hari? Itu fakta! Menurut Nabanita, dengan menjaga perut terisi dengan pas di pagi hari, seseorang bisa mencegah asupan makan berlebihan sepanjang hari.

    “Ada alasan mengapa sarapan sering disebut sebagai waktu makan terpenting dalam sehari. Anda bisa mendapatkan energi yang Anda perlukan untuk hari berikutnya dan menghindari makan berlebihan di kemudian hari dengan mengonsumsi sarapan seimbang yang lengkap,” jelasnya.

    “Untuk memberi bahan bakar pada tubuh Anda dan menjaga metabolisme aktif, campurkan karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan protein dalam makanan Anda,” imbuh Nabanita.

    4. Pilih makanan berbumbu

    Sekilas, terdengar aneh ya jika makanan berbumbu dikaitkan dengan penurunan berat badan? Nyatanya menurut ahli gizi, membumbui makanan pagi hari dengan cabai rawit, jahe, atau kayu manis bisa membantu meningkatkan metabolisme dan membakar lebih banyak kalori.

    Pasalnya, rempah-rempah ini bersifat termogenik, artinya meningkatkan kehangatan tubuh dan mempersulit pencernaan.

    5. Perbanyak asupan protein!

    Makanan yang kaya protein dapat membakar lebih banyak kalori. Sebab, protein membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna dibandingkan lemak atau karbohidrat. Contoh sumber protein yang baik yakni daging tanpa lemak, yoghurt Yunani, keju cottage, dan telur.

    6. Minum teh hijau atau kopi hitam

    Kafein dalam jenis minuman ini bisa meningkatkan metabolisme. Pasalnya, minuman kopi hitam dan teh hijau mengandung antioksidan yang bisa berdampak positif buat kesehatan. Namun tetap hati-hati ya! Orang dengan masalah medis tertentu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi kafein, apalagi dalam jumlah banyak.

    (vyp/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Minuman yang Paling Sering Bikin Gagal Diet, Bisa Hambat Penurunan BB


    Jakarta

    Bagi beberapa orang, menurunkan berat badan mungkin bukan perkara gampang. Sudah mencoba cara ini-itu sampai membatasi asupan makanan yang disuka, berat badan masih saja tak kunjung turun.

    Banyak orang hanya berfokus pada pembatasan asupan makanan ketika ingin menurunkan berat badan. Padahal di samping asupan makanan, rupanya ada lho beberapa jenis minuman yang secara tak disadari, sering bikin gagal diet.

    Dikutip dari Womens Health, inilah beberapa minuman yang harus dihindari jika ingin sukses menurunkan berat badan:

    1. Minuman Kopi

    Minuman kopi dengan tambahan krim di dalamnya bisa mengacaukan rencana penurunan berat badan. Daripada menambahkan krim, sebaiknya campurlah sedikit susu murni yang bisa mengurangi kalori dalam tubuh.


    Bagi penggemar kopi, tidak ada salahnya menambahkan sedikit gula. Namun pastikan kadarnya tak berlebihan, agar minuman kopi tak malah menghambat tujuan penurunan berat badan.

    2. Es Teh

    Hampir semua es teh mengandung banyak gula tambahan, terlebih yang dikemas dalam botol. Sebagai alternatif, sebaiknya buat sendiri hidangan minuman teh di rumah agar asupan gulanya lebih bisa dikontrol.

    3. Jus

    Jus menjadi salah satu minuman yang digemari banyak orang. Namun siapa sangka ternyata minuman ini juga bisa menghambat penurunan berat badan, yakni jika mengandung gula tambahan dalam kadar tinggi.

    Gula dalam jus dicerna dengan cepat oleh tubuh karena tidak ada nutrisi lainnya seperti lemak maupun protein yang bisa memperlambatnya. Meski jus jauh lebih baik dari soda, seharusnya minuman yang satu ini hanya mengandung gula alami agar tak malah bikin gagal diet.

    4. Smoothie

    Meski smoothie termasuk ke dalam daftar makanan atau camilan sehat, semua tetap tergantung pada besaran porsi yang dikonsumsi. Bahkan sebuah smoothie dengan campuran pisang, secangkir buah beri, secangkir yogurt, dengan tambahan sedikit susu akan menambah kalori dan juga gula.

    Sebagai gantinya, cobalah untuk mencampurkan satu cangkir yogurt dengan susu yang mengandung protein agar tetap kenyang meski hanya menghabiskan satu porsi smoothie.

    5. Minuman Energi

    Jika seseorang telah memiliki pola makan sehat, olahraga teratur, dan tidur yang cukup, seharusnya tidak lagi membutuhkan minuman energi dengan kandungan kafein atau minuman kaleng lainnya. Gaya hidup sehat yang diterapkan harusnya membuat seseorang merasa berenergi.

    Alih-alih menenggak minuman ini, perhatikan kembali kualitas tidur dan juga asupan makanan sehingga memiliki cukup energi untuk beraktivitas. Kebiasaan yang sehat secara otomatis akan membuat seseorang berada di jalur yang tepat untuk menurunkan bobot tubuh.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Ternyata Simpel Banget! 5 Kebiasaan di Pagi Hari Ini Ampuh Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Bukan cuma perkara penampilan, kondisi kelebihan berat badan atau obesitas juga ditakutkan banyak orang lantaran bisa berkaitan erat beragam penyakit seperti serangan jantung, stroke, hingga obesitas. Tak heran, banyak orang mencari cara paling efektif untuk menurunkan BB.

    Menjaga asupan makanan sehari-hari dibarengi olahraga dan aktivitas fisik adalah kunci untuk menurunkan berat badan. Di samping itu, ada sejumlah kebiasaan di pagi hari yang rupanya, bisa membantu mengusir obesitas.

    Terdengar simpel, tapi sebenarnya sejumlah kebiasaan pagi hari ini terbukti efektif membantu menurunkan berat badan. Dikutip dari Health Shots, berikut penjelasannya:


    1. Minum air hangat

    Salah satu penyebab utama obesitas yakni metabolisme yang lambat. Untuk menjaga metabolisme tetap terkendali, sebaiknya awali hari dengan meminum setidaknya satu hingga dua gelas air hangat saat baru bangun tidur.

    2. Berolahraga

    Melakukan aktivitas olahraga minimal 25 hingga 30 menit sehari amat berpengaruh untuk kesehatan tubuh. Olahraga ringan dapat membantu tubuh untuk mendapatkan energi optimal di pagi hari.

    Jika tidak punya cukup waktu untuk melakukan aktivitas fisik di luar ruangan, cobalah beberapa gerakan simple di rumah.

    3. Berjemur di bawah sinar matahari

    Sinar matahari di pagi hari mengandung banyak vitamin D yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Bukan hanya memberikan energi positif pada tubuh dan pikiran, vitamin D dapat membantu mengurangi berat badan.

    4. Jangan ‘skip’ sarapan

    Beberapa orang mungkin berpikir melewatkan makanan di pagi hari bisa bikin turun berat badan. Namun kebiasaan tersebut justru bisa berbahaya bagi tubuh, karena segala bentuk pola makan yang tidak memadai membuat tubuh kita lemah.

    Bahkan membiarkan perut kosong dalam waktu yang lama dapat membuat tubuh mengonsumsi lebih banyak makanan. Selain itu, melewatkan sarapan bisa mengakibatkan tubuh kekurangan nutrisi penting.

    5. Bikin jadwal makan seharian

    Setiap pagi, catatlah beberapa makanan yang akan dikonsumsi dalam satu hari. Dengan memperhatikan apa yang dimakan sepanjang hari, akan seseorang akan lebih mampu memilah makanan rendah kalori.

    Jika sudah direncanakan sebelumnya, kesehatan dan asupan nutrisi seseorang akan lebih terjaga.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera