Tag: menurunkan berat badan

  • Deretan Makanan Ini Bisa Bantu Hempaskan Lemak di Perut, Bye Buncit!


    Jakarta

    Lemak perut yang yang ‘membandel’ kerap menjadi masalah besar dalam proses penurunan berat badan. Lemak di perut atau yang dikenal juga dengan lemak visceral melapisi ruang antara organ di dalam perut sehingga berisiko memberikan efek yang membahayakan untuk kesehatan.

    Banyaknya jumlah lemak visceral dikaitkan dengan berbagai macam penyakit seperti diabetes tipe dua, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker. Dikutip dari NY Post, berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat membantu proses penurunan berat badan dan mengurangi lemak di perut:

    Kimchi

    Makanan fermentasi kubis dari Korea Selatan ini rupanya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 116 ribu orang di Korsel, makanan ini dapat mengurangi risiko obesitas hingga 11 persen.


    Orang yang menyukai makan kimchi cenderung memiliki lingkar perut yang lebih kecil menurut penelitian yang diterbitkan oleh BMJ Open tersebut. Hal itu diakibatkan oleh bakteri hidup yang ada di kimchi tersebut.

    “Kimchi rendah kalori, kaya akan serat makanan, bakteri asam laktat, vitamin, dan polifenol,” ucap peneliti.

    Protein Rendah Lemak

    Beberapa jenis sumber protein rendah lemak seperti daging putih, ikan, daging merah tanpa lemak, tahu, dan kacang-kacangan memiliki manfaat yang besar dalam proses penurunan berat badan. Ahli diet di Inggris Priya Tew menuturkan pemilihan jenis protein ini dapat mempermudah jalan menuju berat badan ideal.

    “Saya tidak mengatakan ada makanan tertentu yang dapat mengurangi atau mencegah lemak di perut, melainkan pendekatan gaya hidup. Mengonsumsi makanan ala mediterania terbukti baik untuk tekanan darah, kesehatan jantung, dan kesehatan secara keseluruhan,” kata Priya.

    Diet mediterania memang menjadi salah satu pola diet yang banyak dianjurkan selama proses penurunan berat badan. Pola makan ini menekankan variasi konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, lemak sehat seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan, serta makanan tinggi omega 3 seperti salmon dan tuna.

    Alpukat

    Sumber lemak sehat juga bisa didapatkan dari buah alpukat. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti ikan, alpukat, dan minyak zaitun dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat.

    Asam lemak omega-3 memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu melawan perkembangan lemak visceral. Selain itu, lemak sehat ini juga berperan mengatur hormon dan meningkatkan kesehatan metabolisme.

    Greek Yogurt

    Greek yogurt memiliki kandungan probiotik yang tinggi. Probiotik baik untuk meningkatkan mikrobioma usus yang sehat dan dikaitkan dengan pengurangan lemak visceral.

    Selain itu, greek yogurt juga dapat mengatur peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga mampu berkontribusi pada berat badan yang lebih sehat.

    Oatmeal

    Oatmeal merupakan jenis makanan yang memiliki serat larut tinggi. Serat larut memiliki manfaat untuk menurunkan glukosa darah, meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan, dan mengurangi risiko diabetes tipe dua.

    Oatmeal juga membantu menekan nafsu makan dan memperpanjang durasi kenyang untuk membantu mengurangi lemak visceral.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Tips Diet Anti Nyiksa untuk Hempaskan Lemak yang Cocok Buat Pemula


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal dan sehat merupakan keinginan banyak orang. Namun dalam beberapa kasus, proses penurunan berat badan terasa sangat menyiksa dan sulit dilakukan oleh pemula.

    Bagaimana langkah yang perlu dilakukan oleh pemula jika ingin mulai diet? Langka awal yang bisa diterapkan adalah mulai secara perlahan merubah kebiasaan makan menjadi lebih sehat. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa diterapkan dikutip dari Business Insider:

    Makan Lebih Banyak Sayur dan Buah

    Buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Beberapa kandungan zat yang bermanfaat yang ada di sayur dan buah antara lain seperti serat, magnesium, vitamin A dan C, kalium, dan potasium.


    Serat bermanfaat untuk meredakan sembelit dan membantu pencernaan, magnesium baik untuk tulang, dan kalium baik untuk menjaga tekanan darah lebih sehat. Sedangkan vitamin A bermanfaat untuk melindungi dari infeksi dan menjaga kesehatan kulit dan mata, vitamin C baik untuk membantu penyerapan zat besi dan menjaga kulit dan gusi.

    Selain baik untuk proses penurunan berat badan, konsumsi buah dan sayur banyak dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2018 menemukan pola makan kaya akan buah dan sayur dapat mengurangi peradangan yang berhubungan dengan penyakit kesehatan kronis seperti jantung, kanker, dan diabetes.

    Batasi Makanan Olahan

    Makanan olahan cenderung memiliki tinggi kalori dan rendah nutrisi. Beberapa jenis contoh makanan olahan yang sebaiknya dikurangi adalah keripik, biskuit, permen, kue, hingga makanan beku seperti nugget dan sosis.

    Garam, gula, dan bahan pengawet biasanya ditambahkan ke makanan olahan yang dapat berdampak pada kesehatan. Hal ini dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit berbahaya seperti penyakit jantung hingga kanker.

    Beberapa jenis alternatif makanan yang bisa dikonsumsi misalnya seperti oatmeal sebagai pengganti sereal manis, popcorn tawar sebagai pengganti keripik, dan yogurt.

    Pilih Lemak Sehat

    Lemak adalah bagian penting dari pola makan sehat. Zat nutrisi ini membantu tubuh menjaga metabolisme dan menyimpan energi tubuh. Namun, perlu dipahami tidak semua lemak sehat dan ada yang dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan.

    Jenis lemak yang lebih sehat adalah lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, dan ikan berlemak seperti salmon. Lemak tak jenuh dapat meningkatkan kesehatan jantung.

    Dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2009, responden yang mengganti 5 persen asupan lemaknya dengan lemak tak jenuh memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami penyakit jantung koroner.

    Buat Rencana Makan

    Membuat rencana makan juga bisa menjadi peranan penting untuk proses diet. Jenis makanan yang perlu ditingkatkan mencakup buah, sayur, protein, dan biji-bijian. Rencana makan juga meliputi bagaimana cara makanan diolah dan kapan makanan dikonsumsi.

    Selain itu, buat lingkungan menjadi lebih ‘sehat’. Hal ini bisa dilakukan dengan hanya menyimpan pilihan makanan yang sehat di kulkas dan membatasi stok makanan olahan. Ini dapat membuat diri terbiasa dengan camilan sehat.

    Rencana makan dapat berbeda-beda setiap orang. Jika memerlukan bantuan, datangi dokter atau ahli kesehatan terpercaya.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Ahli Ungkap 5 Cara Ampuh Bakar Kalori untuk Turunkan Berat Badan, Mau Coba?

    Jakarta

    Membakar kalori lebih banyak menjadi salah satu kunci untuk menurunkan berat badan. Menurut para ahli, cara nomor satu untuk membakar lebih banyak kalori adalah dengan lebih banyak bergerak.

    “Pada dasarnya kita tahu kalau tidak ada cara lain untuk membakar lebih bayak kalori atau meningkatkan metabolisme selain dengan bergerak lebih banyak,” ujar direktur program obesitas interdisipliner di Universitas North Carolina, Barry M Popkin, dikutip dari WebMD.

    Meski begitu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pembakaran kalori. Apa saja? Berikut pembahasannya.


    1. Menambah Waktu Olahraga

    Instruktur kebugaran sekaligus peneliti dari Yale University, Christopher Wharton, PhD mengatakan semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk berolahraga, maka semakin banyak pula kalori yang dibakar. Terlebih, jika peningkatan waktu itu dibarengi dengan peningkatan intensitas.

    Saat berolahraga, tubuh akan membakar kalori sebagai sumber energi. Namun, hal ini tidak hanya sebatas saat berolahraga saja. Faktanya, tubuh akan terus membakar kalori meski sudah selesai berolahraga.

    “Meskipun sulit untuk memastikan berapa lama efek ini bertahan, bisa disimpulkan bahwa peningkatan metabolisme pasca latihan aerobik dapat bertahan setidaknya 24 jam,” ucap Wharton.

    Jadi jika ingin membakar lebih banyak kalori, Wharton menyarankan untuk menambah durasi berolahraga.

    2. Melakukan Latihan Kekuatan

    Latihan kekuatan yang membangun massa otot juga dapat membantu pembakaran kalori. Semakin banyak otot yang dimiliki, maka semakin banyak pula kalori yang terbakar, bahkan saat Anda sedang beristirahat.

    “Cara paling efektif untuk meningkatkan metabolisme dan membakar lebih banyak kalori adalah dengan latihan aerobik dan latihan kekuatan. Keduanya penting,” kata peneliti di School of Nutrition and Exercise Science di Bastyr University, Megan A McCrory, PhD.

    3. Mengonsumsi Teh Hijau atau Teh Hitam Berkafein

    Mengonsumsi teh hijau atau teh hitam yang berkafein dapat meningkatkan pembakaran kalori. Sebab, kafein adalah stimulan yang bisa meningkatkan metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori.

    “Bahkan penelitian terdahulu menunjukkan mengonsumsi 250 miligram kafein bersama makanan dapat meningkatkan jumlah kalori yang terbakar saat tubuh memetabolisme makanan tersebut sebesar 10 persen,” tutur dosen nutrisi dari Vanderbilt University School of Nursing, Jamie Pope, MS, RD, LDN.

    4. Sering Makan dalam Porsi Kecil

    Kalori dibutuhkan sebagai ‘bahan bakar’ untuk mengaktifkan sistem pencernaan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti percaya bahwa sering makan dalam porsi kecil dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh sepanjang hari.

    Meski tidak banyak bukti yang mendukung teori ini, McCrory mengungkapkan makan lebih sering dalam porsi kecil jauh lebih menyehatkan dibandingkan makan satu sampai dua kali sehari tapi dengan porsi yang banyak.

    5. Tidak Melewatkan Sarapan

    Sebagian orang percaya melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Padahal, hal yang terjadi justru sebaliknya.

    Beberapa penelitian menunjukkan orang yang melewatkan sarapan cenderung akan mengonsumsi lebih banyak kalori di waktu makan berikutnya. Studi lain juga menemukan bahwa kebiasaan skip sarapan dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi pada remaja.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Pakar Ungkap 7 Minuman yang Bisa Bantu Bakar Lemak, Perut Mendadak Auto Rata

    Jakarta

    Tidak ada yang mau memiliki perut buncit. Selain merusak penampilan, perut buncit juga dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit dan membahayakan kesehatan.

    Untungnya, menghilangkan perut buncit tidaklah sesulit yang dibayangkan. Selain dengan rajin berolahraga, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mempercepat proses penurunan berat badan dan menghilangkan perut buncit.

    Pertanyaannya, minuman apa yang bisa membantu proses tersebut? Ahli diet teregistrasi Trista Best, MPH, RD, LD, mengatakan minuman untuk membantu menurunkan berat badan itu umumnya terbuat dari sayur atau buah, dan beberapa jenis teh tertentu.


    Penting diingat, hanya mengonsumsi minuman-minuman ini saja tidak cukup untuk menghilangkan perut buncit. Minuman-minuman ini dapat membantu mempercepat penurunan berat badan apabila dipadukan dengan gaya hidup sehat dan pola makan seimbang.

    Lalu, apa saja jenisnya? Dikutip dari Eat This, berikut daftar minuman yang bisa membantu memangkas lemak dan menghilangkan perut buncit.

    1. Teh hijau

    Teh hijau sejak lama dikenal sebagai salah satu minuman yang bermanfaat untuk kesehatan. Khasiat teh hijau berasal dari kandungan antioksidan bernama katekin yang ada pada minuman tersebut.

    Katekin juga berperan dalam menurunkan berat badan. Antioksidan ini dapat meningkatkan pembakaran lemak, sensitivitas insulin, serta membantu menjaga berat badan tetap ideal.

    “Teh hijau mengandung antioksidan dan senyawa, seperti katekin, yang dapat membantu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak,” ujar Best.

    2. Air lemon

    Best menuturkan air lemon mengandung vitamin C tinggi yang dapat meningkatkan proses pembakaran lemak dalam tubuh. Air lemon juga dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga membantu menekan nafsu makan dan mencegah overeating.

    “Dia (lemon) juga menambah rasa pada air biasa membuatnya lebih nikmat untuk diminum,” ucap Best.

    3. Air timun

    Selain nikmat sebagai lalapan, timun juga bisa diolah menjadi minuman untuk membantu menghilangkan perut buncit. Best menjelaskan campuran air dan timun dapat membantu mengelola berat badan dan menghidrasi tubuh.

    Tak hanya itu, timun juga rendah kalori dan mengandung senyawa yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan.

    4. Air jahe

    Tak hanya sebagai penyedap masakan, jahe juga kerap diolah menjadi obat alami untuk beragam penyakit. Bahkan, air jahe juga dikonsumsi untuk membantu menghilangkan perut buncit.

    Jahe mengandung antioksidan tinggi yang bermanfaat untuk meredakan berbagai masalah pencernaan. Air jahe juga dapat mengatasi kembung yang membuat perut terlihat buncit sementara.

    “Jahe memiliki sifat anti peradangan dan bisa membantu pencernaan, sehingga berpotensi mengurangi kembung dan membuat perut rata,” tutur Best.

    5. Teh peppermint

    Sama seperti air jahe, teh peppermint dapat membantu mengurangi gas lambung, kembung, dan gangguan pencernaan. Hal ini dapat membuat perut menjadi lebih nyaman dan tampak lebih rata.

    “Teh peppermint dapat meredakan ketidaknyamanan akibat masalah pencernaan dan mengurangi kembung, membuatnya jadi pilihan yang tepat untuk membuat perut lebih rata,” kata Best.

    6. Air kelapa

    Meski tidak secara langsung menyasar lemak perut, air kelapa dapat membantu meningkatkan fungsi metabolisme, mencegah retensi air, mengurangi kembung, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    “Air kelapa adalah minuman alami yang kaya akan elektrolit dan dapat mencegah dehidrasi, serta menyeimbangkan cairan tubuh,” ucap Best.

    7. Air putih

    Sesimpel air putih saja ternyata juga mampu membantu menghilangkan perut buncit. Best mengatakan memulai hari dengan minum air putih dapat melancarkan metabolisme serta menekan nafsu makan.

    Studi juga mengungkapkan minum air sebelum makan dapat mencegah overeating atau makan secara berlebihan. Adapun jumlah air yang disarankan adalah 8 gelas atau sekitar 2 liter per hari.

    “Tetap terhidrasi dengan baik sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, dan dapat membantu mengurangi nafsu makan, mencegah makan berlebihan, serta mendukung metabolisme,” tandas Best.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Minuman Herbal untuk Mengecilkan Perut, Bisa Dibuat di Rumah

    Jakarta

    Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan perut buncit. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman herbal. Apa saja jenis minumannya?

    Perut buncit adalah masalah yang kerap dialami banyak orang. Selain merusak kepercayaan diri, perut buncit juga bisa meningkatkan risiko penyakit, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga masalah jantung.

    Karenanya, tidak heran jika banyak orang yang rela menjajal berbagai macam cara untuk mengecilkan perut. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman yang terbuat dari herbal atau bahan alami.


    Selain minim efek samping, minuman herbal pun cenderung lebih mudah diperoleh atau dibuat sendiri di rumah. Tapi perlu diingat, mengonsumsi minuman herbal saja tidak cukup untuk mengecilkan perut. Kombinasi antara minuman herbal, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik tetap dibutuhkan agar proses penurunan berat badan berjalan optimal.

    Lantas, apa saja minuman herbal yang cocok dikonsumsi untuk menghilangkan perut buncit? Dikutip dari berbagai sumber, berikut minuman herbal pengecil perut yang bisa dibuat dengan mudah di rumah.

    1. Air Jahe

    Air jahe adalah salah satu minuman herbal yang sering direkomendasikan untuk menurunkan berat badan. Jahe kaya akan antioksidan, terutama gingerol, yang dapat mengatasi peradangan dan meningkatkan metabolisme tubuh.

    Selain itu, jahe juga mengandung serat yang tak hanya melancarkan fungsi pencernaan, tapi juga meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

    Cara membuat air jahe pun tidak sulit. Cukup rebus air bersama beberapa potong jahe yang sudah dibersihkan selama 10-15 menit, saring, kemudian minum airnya.

    2. Teh Hijau

    Manfaat teh hijau untuk kesehatan sudah cukup terkenal. Tapi siapa sangka, minuman khas Jepang ini ternyata juga bisa membantu menurunkan berat badan.

    Teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang diyakini dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Semakin tinggi laju metabolisme tubuh, maka semakin banyak pula kalori dan lemak yang bisa terbakar.

    3. Air Lemon

    Sebenarnya, air lemon tidak memiliki efek yang bisa mengecilkan perut. Kendati demikian, mengonsumsi air lemon dapat berpengaruh terhadap proses penurunan berat badan.

    Dikutip dari Medical News Today, air lemon tergolong minuman yang rendah kalori. Penelitian menunjukkan mengganti minuman bersoda dengan air lemon dapat mengurangi asupan kalori, sehingga memberikan dampak positif terhadap pengelolaan berat badan.

    4. Teh Kayu Manis

    Selain sebagai penyedap masakan, kayu manis juga bisa diolah menjadi minuman herbal untuk menurunkan berat badan. Khasiat kayu manis sendiri berasal dari antioksidan yang terkandung di dalamnya. Antioksidan ini dapat membantu melawan peradangan, serta meningkatkan laju metabolisme tubuh.

    Kayu manis juga bisa dikombinasikan dengan jahe dan kunyit untuk menciptakan minuman ‘Golden Milk’ yang tak hanya dapat meningkatkan metabolisme, tapi juga menguatkan imun tubuh serta mengatasi masalah kesehatan tertentu.

    5. Jus Seledri

    Jus seledri adalah salah satu minuman herbal paling ‘sempurna’ untuk membantu memangkas lemak di perut. Seledri memiliki kandungan serat tinggi, rendah kalori, serta kaya akan air yang dapat menghidrasi tubuh.

    Kombinasi nutrisi-nutrisi itulah yang membuat jus seledri sangat cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang diet untuk menurunkan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Jarang Diketahui, Kebiasaan Makan Ini Bisa Bantu Turunkan BB dengan Cepat

    Jakarta

    Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan, termasuk dengan menerapkan metode diet dan rencana olahraga konvensional. Namun, bagi sebagian orang untuk konsisten melakukan dua hal tersebut mungkin terasa menyulitkan.

    Meskipun begitu, nyatanya dengan mengubah kebiasaan cara makan dapat membantu untuk mencapai tujuan tersebut dengan lebih mudah. Dikutip dari Healthline, berikut merupakan cara makan berdasarkan sains yang dapat membantu untuk menurunkan berat badan:

    1. Mengunyah Makanan Perlahan

    Organ otak membutuhkan waktu untuk memproses bahwa tubuh sudah cukup makan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengunyah makanan secara menyeluruh dan lebih lambat dikaitkan dengan faktor yang mungkin terkait dengan penurunan berat badan, termasuk:


    • Penurunan asupan makanan
    • Perut terasa penuh
    • Ukuran porsi lebih kecil

    Kecepatan dalam menghabiskan makanan dapat memengaruhi berat badan. Sebuah tinjauan tahun 2021 melaporkan bahwa seseorang yang tidak makan dengan cepat memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang jauh lebih rendah dibandingkan orang yang makan dengan cepat.

    2. Porsi Kecil

    Menggunakan piring yang lebih kecil dapat membantu tubuh untuk mengonsumsi porsi makanan yang lebih keci. Karenanya lebih sedikit kalori dengan membuat porsi tampak lebih besar. Di sisi lain, piring yang besar dapat membuat porsi terlihat lebih kecil, menyebabkan keinginan untuk menambahkan lebih banyak makanan.

    Sebuah tinjauan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa piring pengontrol porsi juga dapat membantu untuk mengurangi berat badan, BMI (body mass index), lingkar pinggang, dan penanda lipid darah. Pertimbangkan untuk menyajikan makanan padat nutrisi dan rendah kalori di piring yang lebih besar serta makanan tinggi kalori di piring yang lebih kecil.

    3. Mengonsumsi Banyak Protein

    Protein dapat berkontribusi terhadap penurunan berat badan dan manajemen kalori dalam beberapa cara, termasuk:

    • Meningkatkan perasaan kenyang
    • Mengurangi rasa lapar
    • Meningkatkan termogenesis makanan (proses tubuh menghasilkan panas atas respon terhadap makanan yang dikonsumsi)
    • Meningkatkan metabolisme tubuh

    Sebuah studi tahun 2020 menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi sarapan berprotein tinggi dengan telur dan roti panggang mengalami lebih sedikit rasa lapar dan mengonsumsi lebih sedikit kalori di kemudian hari daripada mereka yang mengonsumsi sarapan rendah protein dengan sereal.

    4. Menyiapkan Makanan di Rumah

    Memasak makanan di rumah merupakan sebuah cara yang bagus untuk memasukkan lebih banyak makanan yang bergizi dan seimbang. Hal tersebut dapat membantu untuk menurunkan berat badan.

    Sebuah tinjauan tahun 2020 menunjukkan bahwa seseorang yang menyiapkan lebih banyak makanan di rumah cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang rutin menyantap makan di luar atau menyantap makanan siap saji.

    5. Banyak Minum Air Putih

    Mengonsumsi air putih dapat membantu tubuh untuk menurunkan berat badan, termasuk apabila meminumnya sebelum makan. Studi tahun 2018 menunjukkan bahwa mengonsumsi air putih sebelum makan dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, tanpa memengaruhi rasa kenyang secara signifikan.

    Akademi Nutrisi dan Dietetika merekomendasikan untuk mengonsumsi air putih setidaknya 15,5 gelas atau 3,7 liter untuk pria dewasa dan 11,5 gelas atau 2,7 liter untuk wanita dewasa per hari.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • 4 Kebiasaan Simpel di Pagi Hari Bantu Turunkan BB, Cocok Buat yang Lagi Diet

    Jakarta

    Mendapatkan bentuk tubuh yang ramping dan ideal mungkin menjadi impian bagi sebagian orang. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk dengan melakukan beberapa kebiasaan kecil dalam sehari-hari.

    Faktanya, dengan melakukan perubahan kecil pada rutinitas di pagi hari dapat membantu untuk menurunkan berat badan dan membantu untuk mempertahankannya. Dikutip dari Healthline, berikut merupakan kebiasaan simpel yang dapat dicoba di rumah:

    1. Sarapan Tinggi Protein

    Mengonsumsi sarapan tinggi protein dapat membantu untuk mengurangi keinginan makan dan membantu proses penurunan berat badan. Sebuah penelitian terhadap 20 gadis remaja, menemukan bahwa mengonsumsi sarapan berprotein tinggi dapat mengurangi keinginan makan setelah makan lebih efektif dibandingkan sarapan berprotein biasa.


    Tidak hanya itu, protein dapat membantu proses penurunan berat badan dengan mengurangi kadar ghrelin atau ‘hormon lapar’ yang bertanggung jawab untuk meningkatkan nafsu makan. Satu penelitian terhadap 15 pria, diketahui bahwa sarapan tinggi protein dapat menekan sekresi ghrelin lebih efektif dibandingkan sarapan tinggi karbohidrat.

    Rekomendasi menu makanan berprotein yang dapat dicoba seperti telur, yoghurt Yunani, keju cottage, kacang-kacangan, dan biji chia.

    2. Minum Banyak Air Putih

    Air putih dapat membantu untuk meningkatkan pengeluaran energi dalam tubuh, atau jumlah kalori yang dibakar tubuh, setidaknya selama 60 menit. Sebuah penelitian kecil melaporkan bahwa mengonsumsi 500 mililiter air dapat menyebabkan peningkatan 30 persen dalam laju metabolisme, rata-rata.

    Studi lainnya melaporkan bahwa wanita dengan kondisi kelebihan berat badan yang meningkatkan asupan air putih mereka menjadi lebih dari satu liter per hari, maka kehilangan tambahan 2 kg dalam satu tahun, tanpa membuat perubahan lain dalam pola makan atau rutinitas olahraga mereka.

    3. Berjemur di bawah Sinar Matahari

    Membuka tirai agar sinar matahari masuk atau menghabiskan beberapa menit ekstra di luar setiap pagi, dapat membantu untuk memulai proses penurunan berat badan. Penelitian kecil menemukan bahwa paparan cahaya bahkan dalam tingkat sedang pada waktu tertentu dalam sehari dapat memengaruhi berat badan.

    Selain itu, paparan sinar matahari juga merupakan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memenuhi kebutuhan vitamin D dapat membantu untuk menurunkan berat badan dan bahkan mencegah kenaikan berat badan.

    4. Latihan Mindfulness

    Latihan mindfulness adalah praktik yang melibatkan pemusatan perhatian sepenuhnya pada saat ini dan menyadarkan pikiran serta perasaan dalam tubuh. Praktik ini terbukti dapat meningkatkan penurunan berat badan dan mendorong kebiasaan makan sehat.

    Analisis terhadap 19 penelitian menemukan bahwa intervensi berbasis kesadaran dapat meningkatkan penurunan berat badan dan mengurangi perilaku makan terkait obesitas. Latihan mindfulness dapat dilakukan dengan cara meluangkan waktu lima menit setiap pagi untuk duduk dengan nyaman di tempat tenang dan terhubung dengan indra dalam tubuh.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Pakar Ungkap 9 Makanan Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan diet berarti mengurangi porsi makan. Nyatanya, menurunkan berat badan tidak cukup hanya dengan mengurangi porsi makan saja.

    Jenis makanan yang dikonsumsi juga harus diperhatikan. Bahkan, mengonsumsi makanan yang tepat dapat membantu menghilangkan lebih banyak lemak dan mencapai berat badan ideal.

    Pakar gizi sekaligus instruktur kebugaran Luke Hanna mengungkapkan ada sembilan makanan terbaik yang menurutnya dapat membantu penurunan berat badan. Makanan-makanan ini memang tidak secara langsung menurunkan berat badan, tetapi dapat meningkatkan rasa kenyang sehingga tidak perlu makan terlalu banyak sepanjang hari.


    “Ini adalah makanan yang akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama,” ungkapnya dikutip dari Nottingham Post, Kamis (30/1/2025).

    Berikut sembilan makanan untuk menurunkan berat badan yang direkomendasikan Hanna:

    1. Ikan putih
    2. Ayam
    3. Gandum
    4. Greek yoghurt
    5. Buah-buahan
    6. Popcorn
    7. Pasta dari gandum utuh
    8. Sayuran berserat, seperti brokoli, wortel, dan kembang kol

    Selain sembilan makanan di atas, Hanna juga menyarankan para pejuang diet untuk mengonsumsi kentang.

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition yang menganalisa berbagai makanan untuk membuat indeks rasa kenyang (satiety index). Menurut studi tersebut, kentang ternyata memiliki skor indeks rasa kenyang tertinggi.

    “Skor indeks rasa kenyang tertinggi dihasilkan oleh kentang rebus yang tujuh kali lebih tinggi dibandingkan skor indeks rasa kenyang terendah dari croissant,” tulis peneliti.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Lewatkan Sarapan Bisa Turunkan BB? Cek Faktanya!

    Jakarta

    Sarapan adalah makanan pagi yang membatalkan puasa semalaman. Ada orang-orang yang melewatkan sarapan dengan tujuan tertentu, salah satunya menurunkan berat badan.

    Kendati demikian, menurut ahli diet Claire Rifkin, MS, RDN, melewatkan sarapan bisa menghilangkan kesempatan untuk menutrisi tubuh dan pikiran secara efektif. Hal ini juga bisa membuat keinginan makan yang lebih kuat nantinya.

    Melewatkan Sarapan Bisa Turunkan BB?

    Melewatkan sarapan mungkin terkesan menjadi cara sederhana untuk mengurangi kalori. Tapi, hal ini justru dapat membuat tubuh lapar sepanjang hari. Nantinya ada rasa ingin ngemil dan makan dalam porsi besar, sehingga membuat jumlah kalori melonjak.


    Dikutip dari laman Eating Well, dalam sebuah penelitian, melewatkan sarapan justru dikaitkan dengan penambahan berat badan dan resistensi insulin. Selain itu, hal ini juga bisa berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan. Bahkan, orang yang sering melewatkan sarapan berisiko mengalami obesitas, hipertensi, hingga diabetes.

    Melewatkan makan saat lapar bisa menghambat hormon lapar dan kenyang, yang sebenarnya ada karena suatu alasan. Hormon leptin dan ghrelin membantu mengatur nafsu makan degan sehat, sehingga sangat penting untuk menjaga hormon ini pada tingkat yang optimal.

    Dikutip dari laman Cleveland Clinic, leptin dan ghrelin terlibat dalam pengendalian nafsu makan dan rasa kenyang. Ghrelin diproduksi di lambung dan memberi sinyal ke otak saat lapar, sementara leptin memberi tahu otak kapan tubuh memiliki cukup energi yang tersimpan dan merasa kenyang.

    Ketika tubuh tidak mendapat sinyal yang tepat dari hormon-hormon ini, bisa jadi orang yang mengalaminya akan melewatkan waktu makan saat tubuh membutuhkannya, atau makan makanan rendah nutrisi berlebihan karena kelaparan.

    Jadi, menyadari dan menghargai sinyal lapar dan kenyang dari tubuh merupakan cara untuk menerapkan ‘mindful eating’, sekaligus mencegah kebiasaan melewatkan waktu makan.

    “Ketika klien saya memprioritaskan sarapan, hal itu membantu mengurangi asupan kalori mereka di kemudian hari ketika kebiasaan sehat mudah terlupakan,” kata ahli diet Melissa Mitri, MS, RD.

    “Penelitian menunjukkan mereka yang sarapan secara teratur cenderung memiliki berat badan lebih rendah,” tambahnya.

    Dampak Melewatkan Sarapan

    Tak hanya berpotensi menaikkan berat badan, melewatkan sarapan bisa menimbulkan banyak efek jangka pendek atau jangka panjang. Berikut di antaranya:

    • Merasa lebih moody atau cemas
    • Membahayakan kesehatan jantung
    • Tubuh kekurangan energi
    • Metabolisme tubuh menurun.

    Ditinjau oleh:Mhd. Alrdian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Diet Tanpa Olahraga Bisa Kurus? Ini Kata Ahli

    Jakarta

    Para ahli umumnya merekomendasikan keseimbangan antara pola makan dan olahraga untuk menjaga kebugaran. Namun, bagi orang dengan gaya hidup sibuk, gerakan terbatas, atau keterbatasan fisik yang membuat sulit membakar kalori, pengaturan asupan nutrisi bisa menjadi solusi utama.

    Menurut dokter spesialis obesitas dan lipid, Spencer Nadolsky, pola makan atau nutrisi adalah faktor terpenting dalam upaya menurunkan berat badan. Lantas, seperti apa cara diet tanpa olahraga menurut ahli?

    Beberapa cara untuk menurunkan berat badan tanpa olahraga menurut ahli, seperti tidak melewatkan makan, makan lebih banyak serat, karbohidrat, serta lemak, hingga tidur yang cukup. Dikutip dari laman Prevention, begini penjelasannya.


    1. Jangan Lewatkan Makan

    Menurut ahli diet Alex Evink, RD, ada orang-orang yang mungkin berpikir bahwa hanya makan satu atau dua kali sehari kemungkinan akan menghasilkan asupan kalori yang lebih rendah secara keseluruhan. Tapi melewatkan makan bisa menyebabkan ngemil tanpa sadar atau malah makan berlebihan.

    Jika fokus makan tiga kali sehari dengan kontrol porsi, rasa lapar tidak akan datang dan kemungkinan besar asupan kalori keseluruhan yang dikonsumsi lebih sedikit.

    Selain itu makan dari piring dan mangkuk yang lebih kecil. Dengan begitu, kemungkinan besar asupan makanan yang masuk akan mengandung lebih sedikit kalori.

    2. Perbanyak Serat

    Serat dikenal baik untuk pencernaan. Ahli diet, Karen Ansel MS, RDN menyarankan asupan serat untuk membantu menurunkan berat badan.

    “Serat bisa membantu menurunkan berat badan dalam banyak cara,” katanya.

    Serat mengembang di usus seperti spons sehingga menjadi penekan nafsu makan alami. Selain itu, penelitian terbaru menemukan bahwa serat memberikan dampak positif pada bakteri baik di usus yang membantu memproduksi hormon di usus. Dalam hal ini hormon tersebut memberi tahu otak bahwa tubuh sudah cukup maka.

    “Usahakan untuk mengonsumsi setidaknya 25 gram serat per hari dari berbagai makananan kaya serat seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran,” tambahnya.

    3. Perbanyak Protein

    Sama seperti serat, protein secara alami membantu merasa kenyang dengan mempengaruhi produksi hormon kenyang. Protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna, sehingga saat mengonsumsinya seseorang cenderung tidak akan mencari camilan setelah makan makanan kaya protein.

    “Protein juga membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna daripada, misalnya, lemak atau karbohidrat, sehingga Anda tidak menyimpan banyak kalori,” tutur Ansel.

    Untuk hasil yang maksimal, usahakan untuk mengonsumsi 20 gram protein tanpa lemak per porsi makan, seperti ikan, ayam, kalkun, telur, dan produk susu rendah lemak.

    4. Konsumsi Lemak

    Lemak membantu tubuh merasa lebih kenyang lebih lama dan bisa membantu mencegah lonjakan gula darah yang membuat timbulnya rasa lapar. Ahli diet Jessica Cording, RD menyarankan untuk menambah kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan berminyak ke dalam pola makan.

    “Ketika Anda mulai lebih memperhatikan asupan lemak, itu bisa sangat membantu,” katanya.

    5. Seimbangkan Karbohidrat

    Banyak orang menganggap diet rendah karbohidrat atau bahkan diet keto penting untuk menurunkan berat badan. Kendati demikian tak perlu sampai benar-benar menghilangkan karbohidrat dari menu harian.

    Menurut Coding, keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak adalah kunci untuk menjaga rasa kenyang yang bisa mengurangi keinginan ngemil dan makan berlebihan, yang bisa menghambat upaya penurunan berat badan.

    6. Tidur yang Cukup

    Sebuah studi pada tahun 2022 mengungkapkan, lebih banyak tidur bisa menyebabkan penurunan berat badan. Bagaimana bisa?

    “Kurang tidur, kurang dari enam jam per malam bisa memengaruhi hormon pengatur rasa lapar yang menyebabkan peningkatan ngemil dan perubahan kebiasaan makan,” kata Nadolsky.

    7. Hidrasi yang Baik

    Kadang-kadang, tubuh salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar. Sehingga pada akhirnya menyebabkan makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Sebuah studi menemukan, minum air sebelum makan dikaitkan dengan penurunan berat badan.

    “Jika Anda tidak minum cukup air, tubuh akan menahan air untuk mencegah dehidrasi parah

    8. Kurangi Gula

    Tidak diketahui secara jelas apakah gula sendiri bisa menyebabkan kenaikan berat badan, tapi satu hal yang pasti adalah gula cenderung masuk ke dalam makanan yang mengandung terlalu banyak kalori.

    “Baik itu soda, latte manis, atau makanan penutup, makanan-makanan ini harus menjadi yang pertama dihilangkan jika Anda ingin menurunkan berat badan,” kata Ansel.

    Dia juga mengingatkan gula tersembunyi di berbagai macam makanan, seperti saus tomat, roti, saus salad, dan lain sebagainya.

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com