Tag Archives: menyesal

Cara Merapikan Rumah Tanpa Takut Menyesal Buang Barang



Jakarta

Pernahkah kamu merasa “takut nyesel” kalau ingin membuang atau merapikan barang-barang di rumah? Hal ini karena barang-barang itu sudah terlalu banyak dan menumpuk, tetapi jika dibuang juga takut ada rasa menyesal karena tidak memilikinya lagi.

Ternyata, proses membuang-buang barang yang tidak terpakai juga butuh keputusan emosional ya. Apalagi jika barang tersebut bersifat pribadi, seperti foto, kenangan, barang pemberian, dan sebagainya. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal ini ya?

Dikutip dari Martha Stewart, sebaiknya ini yang perlu dilakukan.


Luangkan Waktu

Pakar pengorganisasian Charlotte Berlin menjelaskan bahwa meluangkan waktu adalah kunci mencegah penyesalan. Luangkan waktu misalnya pada akhir pekan untuk merapikan barang-barang.

Simpan di Kotak

Barang-barang yang punya kedekatan emosional memang tidak dapat diganti tetapi bisa disimpan rapi dalam kotak. Namun, tidak semua bisa disimpan. Kartu ucapan, undangan pernikahan, bahkan strip photobooth yang mungkin terlihat kurang bagus bisa dibuang.

Jujur pada Diri Sendiri

Tanyakan pada diri sendiri seberapa mudah barang digantikan untuk menghindari penyesalan. Misalnya barang itu hanya berupa kaus hitam biasa atau buku yang bisa dibeli lagi, maka tidak masalah jika dibuang.

Donasikan

Fokus pada donasi daripada menumpuk barang-barang yang tidak juga digunakan.

Pertimbangkan Penggunaan

Jika memiliki barang yang dipakai seperti pakaian atau sepatu, coba seolah-olah bertanya pada barang tersebut. Apakah kamu menyukainya? Apakah pernah dipakai? Atau apakah disimpan hanya untuk jaga-jaga?

Ingat Tujuan

Jika masih merasa takut menyesal atau sedih membuang barang-barang. Ingatlah, bahwa membersihkan kekacauan fisik membantu seseorang menyingkirkan kekacauan mental.

Aturan Dua Bulan

Coba buat aturan dua bulan, jika dalam waktu dua bulan kamu tidak gunakan barang tersebut, maka pertimbangkan untuk membuangnya.

Itulah beberapa tips untuk merapikan barang-barang tanpa rasa menyesal. Semoga membantu!

(das/das)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason

Persiapkan Rumah Kamu Sebelum Hujan Besar Datang, Biar Nggak Menyesal!


Jakarta

Memasuki bulan November, hujan sudah mulai turun di beberapa wilayah di Indonesia. Bukan hanya rintik saja, terkadang hujan turun disertai dengan angin kencang sehingga bisa menimbulkan kerusakan rumah.

Saat musim hujan, biasanya ada saja hal-hal yang terjadi pada rumah, misalnya atap bocor, air merembes di dinding maupun lantai, dan lainnya. Nah, supaya kamu nggak usah repot-repot membersihkan rumah jika terjadi bocor, bisa banget cek informasi berikut ini.

Dilansir dari Forbes, Selasa (5/11/2024), berikut ini hal-hal yang harus dilakukan pada rumah sebelum hujan deras melanda.


Cek Atap Rumah

Jika hujan deras disertai dengan angin kencang melanda, bisa saja membuat atap rumah rusak sehingga menimbulkan kebocoran. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya kamu mengecek atap saat memasuki musim hujan. Jika ada masalah pada atap, segera perbaiki dan jangan ditunda.

Bersihkan Halaman Rumah

Angin kencang disertai hujan deras bisa merusak halaman rumah dan furniture luar ruangan. Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya kamu mulai memindahkan furniture ke dalam ruangan atau garasi.

Jika ada pohon besar, sebaiknya pangkas cabangnya agar tidak merusak rumah. Kamu bisa melakukannya sendiri atau menyewa tukang kebun

Tutup Rapat Pintu dan Jendela

Selain atap, jendela dan pintu merupakan bagian rumah yang rentan mengalami kebocoran. Sebelum memasuki musim hujan, sebaiknya periksa di sekitar kusen jendela dan pintu. Pertimbangkan menutupnya menggunakan sealant untuk mencegah air masuk ke dalam.

Amankan Bagian-bagian Rentan di Rumah

Jika rumah kamu kerap diterjang angin topan, kamu bisa mengamankan bagian-bagian yang rentan di rumah. Misalnya gunakan triplek pada jendela dan kaca pintu untuk menjadi penghalang terhadap angin kencang yang menyertai hujan badai.

Jika rumah kamu di wilayah yang rawan banjir, pertimbangkan untuk memasang penghalang banjir untuk melindungi perabotan dari kerusakan akibat air.

Pahami Polis Asuransi Rumah

Membaca dan memahami polis asuransi rumah sangat penting untuk memastikan kamu terlindungi saat terjadi keadaan darurat. Jika terjadi bencana angin topan atau hujan badai, kamu bisa memotret furnitur dan barang berharga jika rusak akibat badai. Selain itu, simpan dokumen penting, seperti akta rumah dan dokumen lainnya di kotak yang kuat dan tahan api.

Buat Rencana Darurat

Salah satu cara terbaik menghadapi badai hebat adalah dengan mengumpulkan perlengkapan darurat. Simpan barang-barang tersebut di satu tempat sehingga lebih mudah ditemukan jika listrik padam akibat diterjang badai. Beberapa perlengkapan yang dibutuhkan yaitu:

  • Senter dengan baterai yang cukup
  • Minimal 1 galon air per orang di rumah untuk minum dan mandi
  • dapur darurat
  • persediaan makanan kaleng untuk 3 hari
  • perlengkapan pertolongan pertama

Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan hujan besar datang. Semoga bermanfaat ya!

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Sampai Menyesal! Ini 6 Kesalahan Desain Interior yang Harus Diperhatikan



Jakarta

Desain bersifat sangat pribadi, terutama dalam hal desain interior yang terkadang menggambarkan sifat dari pemilik rumah tersebut. Bisa saja bagi kamu cocok, namun bagi yang lain tidak terasa cocok dengan desain yang kamu inginkan.

Kesalahan desain interior bisa terjadi dari masalah seperti lantai yang tidak terpasang dengan sempurna, hingga masalah kecil seperti ukuran karpet ruangan yang tidak sesuai.

Dilansir The Spruce, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa kesalahan desain interior yang akhirnya membuat kamu kecewa dengan desain yang diinginkan.


Memilih Pencahayaan yang Buruk

Pencahayaan menjadi masalah umum dalam mendesain rumah. Pencahayaan sangat mempengaruhi dan penting dalam menentukan suasana hati serta nuansa suatu ruangan, seperti menggunakan lampu besar dan hanya mengandalkan satu pencahayaan.

Solusinya untuk mengutamakan kehangatan dan individualitas, daripada hanya menggunakan lampu tersembunyi atau lampu langit-langit, gunakan pencahayaan berlapis. Campuran pencahayaan akan mempercantik dan menonjolkan rumah kamu.

Melupakan Ukuran, Skala, dan Proporsi

Kesalahan selanjutnya adalah membeli furniture dan dekorasi yang terlalu kecil untuk ruangan. Skala sangat penting untuk menyempurnakan desain kamu, dengan barang-barang yang kecil dapat membuat ruangan terasa berantakan.

Mengukur dan menata seperti apa tampilan furniture agar ruangan tidak terasa sesak, hal ini juga mencegah pengeluaran berlebihan dalam jangka panjang.

Kurangnya Skema Warna yang Melekat

Penting untuk memilih warna yang tepat agar membuat keselarasan, seringkali rumah yang memiliki warna yang tidak sesuai.

Jika kamu ingin warna-warna terlihat lebih serasi, kamu harus memulai dengan warna-warna dasar netral dan membangun skema warna di sekitarnya. Hal ini akan bekerja paling baik jika kamu menggunakan warna-warna yang berseberangan.

Meninggalkan Kepribadian

Masalah lain yang penting dalam desain rumah tetapi hampir terlalu mudah dilupakan adalah memasukkan selera pribadi kamu. Kebanyakan orang meniru tampilan yang mereka lihat di media sosial.

Akan lebih baik jika desain pribadi dimasukkan ke dalam desain interior rumah. Hal ini akan membuat rumah terasa seperti yang kamu inginkan.

Mendapatkan Ukuran Karpet yang Salah

Karpet adalah sesuatu yang sulit untuk ditata dengan tepat, sehingga hal ini menjadi kesalahan yang paling umum. Jika karpet terlalu kecil, furniture akan diletakkan terlalu rapat sehingga membatasi gerakan dan menghasilkan tampilan yang sempit.

Pelajari cara memilih karpet yang tepat agar ruangan terlihat lebih indah dan cantik, juga tidak membahayakan penghuni rumah seperti tersandung sisa karpet yang tidak terpasang.

Jarak dan Ketinggian Dekorasi yang Tidak Tepat

Jarak dan ketinggian yang tepat sangat penting untuk membuatnya terasa menyatu. Terkadang dekorasi yang salah akan membuang waktu dan biaya yang kamu keluarkan, sehingga ukuran jarak untuk dekorasi sangat penting untuk dipikirkan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Pasang Karpet di Ruangan Ini, Nanti Menyesal!



Jakarta

Karpet sering kali menjadi alat yang dimanfaatkan untuk mempercantik ruangan. Dengan ditempatkan di atas lantai, karpet juga berfungsi membuat lantai menjadi lebih nyaman.

Banyak kelebihan yang bisa didapat saat memasang karpet di ruangan. Namun, tidak semua ruangan bisa dipasang karpet. Pertimbangkan segala kebutuhan yang diinginkan saat memasang karpet di rumah.

Melansir Better Homes & Gardens, Selasa (5/11/2024), berikut beberapa ruangan yang tidak seharusnya dipasang karpet:


1. Kamar Mandi

Kamar mandi menjadi ruangan yang tidak seharusnya dipasang karpet. Hal ini karena adanya shower, wastafel, dan bak mandi yang menjadi area dengan tingkat kelembapan tinggi.

Kamar mandi juga seringkali menjadi ruang terbatas dengan ventilasi yang lebih sedikit dibandingkan ruangan lain di rumah. Saat kamar mandi berkarpet, kelembapan akan mulai meresap ke dalam karpet, yang menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut.

Pertimbangkan menggunakan ubin vinyl, laminasi, keramik, atau porselen. Hal ini karena memiliki ketahanan terhadap air, sehingga tidak perlu khawatir tentang jamur atau lumut yang tumbuh.

2. Dapur

Dapur berfungsi sebagai ruang serbaguna, seperti untuk memasak dan menyiapkan makanan. Sehingga lantai dapur harus bebas dari tumpahan dan kotoran, sedangkan karpet susah dibersihkan saat terkena noda dan kotoran.

Pertimbangkan untuk memasang lantai kayu keras, laminasi, atau vinyl di dapur. Pilihan ini akan memudahkan pembersihan dan tahan terhadap keausan yang diterima lantai dapur. Gunakan alas lantai yang rendah atau yang dapat dicuci di dapur untuk menambah warna.

3. Ruang Cuci

Ruang cuci adalah area dengan tingkat kelembapan tinggi yang rentan terhadap penumpukan jamur dan lumut seiring waktu. Penumpukan yang lambat dapat dipercepat jika ada masalah dengan mesin cuci, seperti kebocoran pada mesin cuci.

Kamu bisa menggunakan laminasi atau vinyl untuk lantai ruang cuci. Jika mesin cuci mengalami kebocoran atau perlu diganti, cukup menggeser keluar mesin cuci dan membersihkan tumpahan tanpa harus mengganti lantai.

4. Ruang Bermain

Pastinya kamu berpikir bahwa meletakkan karpet tebal di tempat yang sering digunakan anak-anak menjadi ide yang bagus. Adanya noda spidol, minuman, dan noda lainnya akan sulit dihilangkan terutama saat noda sudah kering atau menempel.

Pertimbangkan untuk memakai ubin lantai busa yang dapat dipasang di seluruh ruangan. Selain itu, ubin ini memiliki berbagai pola dan warna sehingga kamu dapat memilih opsi yang paling sesuai di rumah.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Sampai Menyesal! 6 Kesalahan yang Dapat Merusak Lantai Laminasi



Jakarta

Lantai laminasi menambah banyak keindahan dan nilai rumah dengan harga yang terjangkau. Membersihkan lantai laminasi adalah dengan menggunakan kain pel datar dengan bantalan microfiber yang menutupi kepala kain pel.

Membersihkan setiap hari akan meminimalkan kotoran yang dapat masuk ke dalam jahitan atau menggores permukaan. Namun, seringkali kamu melakukan kesalahan saat membersihkan lantai laminasi.

Melansir The Spruce, Rabu (6/11/2024), berikut beberapa kesalahan saat membersihkan lantai laminasi yang seharusnya kamu hindari.


Terlalu Banyak Menggunakan Air

Pastinya untuk membersihkan lantai yang kotor, kamu perlu memerlukan air. Masalah lantai laminasi adalah terlalu banyak air yang akan merembes ke celah-celh di antara papan dan dapat menyebabkan pembengkakan dan kerusakan pada lantai.

Sedikit air sudah cukup untuk membersihkan lantai laminasi, kamu juga bisa menggunakan pel kering untuk pembersihan rutin. Bagian yang lengket dan kotor dapat dibersihkan menggunakan kain lap dan botol semprot.

Menyedot Debu dan Menyapu Terlalu Keras

Lantai laminasi perlu disapu atau disedot debunya secara berkala agar tetap bersih. Kotoran menjadi musuh bagi lantai laminasi yang dapat menggores dan memudarkan lapisan lantai laminasi.

Namun, menyapu atau menyedot debu dengan tidak benar dan terlalu keras akan menyebabkan kerusakan lebih besar pada lantai laminasi daripada kotorannya. Pastikan untuk menyapu dan menyedot dengan lembut agar tidak tergores.

Tidak Menggunakan Bantalan pada Furniture

Furniture yang cantik, pastinya akan mempercantik lantai. Namun, untuk melindungi lantai, furniture berat memerlukan sedikit tambahan seperti bantalan di bagian bawah furniture untuk mengantisipasi terjadinya goresan pada lantai.

Terlalu Banyak Sinar Matahari

Masuknya pancaran sinar matahari yang datang secara teratur setiap dapat memudarkan beberapa bagian lantai laminasi kamu. Gunakan tirai tertutup atau gorden yang ditarik untuk melindungi lantai dari sinar matahari yang berpotensi paling keras untuk lantai.

Pembersih yang Salah

Banyak pembersih yang dapat menumpulkan tampilan lantai laminasi, terutama ketika digunakan secara berlebihan. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dan coba larutan ke lantai yang tersembunyi agar tidak mengubah warna secara langsung.

Meletakkan Tanaman Sembarangan

Tanaman yang terlalu penuh atau pot yang bocor dapat menyebabkan kerusakan yang mungkin tersembunyi sementara. Lindungi lantai dengan memperhatikan penyiraman dan menggunakan alas untuk melindungi lantai di bawah pot.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Catat Sebelum Menyesal! 6 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Garasi



Jakarta

Fungsi utama garasi adalah tempat menyimpan kendaraan pribadi. Tapi sering kali garasi juga dimanfaatkan untuk menyimpan Beberapa barang.

Namun, tidak semua barang di rumah bisa disimpan di garasi. Pintu garasi yang sering dibuka dapat menimbulkan kelembapan dan peluang untuk masuk bagi hama.

Melansir Better Homes & Gardens, Senin (11/11/2024), berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak kamu simpan di garasi rumah.


Cat dan Bahan Kimia

Seringnya pintu garasi dibuka, garasi akan terkenan paparan panas dan dingin saat hujan. Hal ini akan membuat kaleng cat berkarat dan merusak sisa cat yang ada.

Begitu juga dengan bahan kimia yang dapat mengeluarkan asap dari pestisida dan produk pembersih. Sehingga akan mencemari udara dan menimbulkan resiko kesehatan.

Sebaiknya simpan benda-benda ini di gudang luar ruangan atau tempat yang jauh dari sumber panas.

Barang Berbahan Kain

Apapun yang terbuat dari kain akan menarik bagi serangga, ditambah lagi jamur dan lumut yang akan mulai tumbuh di tempat yang panas dan lembap.

Hindari menyimpan pakaian, perlengkapan tidur, kasur, karpet, atau furniture berlapis kain lainnya untuk menghindari kerusakan.

Barang Berbahan Kertas

Seringkali di garasi ditemukan barang kertas, seperti dokumen, foto, atau buku-buku yang sudah menumpuk.

Kertas menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan lumut saat terkena panas dan kelembapan, serta bisa mengundang rayap yang bisa menyebar ke area manapun.

Mainan

Mainan dalam ruangan harus tetap berada di dalam ruangan, terutama boneka atau perlengkapan bayi.

Apabila kamu ingin tetap menyimpannya di garasi, pastikan untuk dimasukkan ke dalam plastik untuk menghindari jamur dan serangga sehingga merusak mainan yang disimpan.

Barang Elektronik

Kelembapan dapat dengan mudah merusak perangkat elektronik dan hama kecil dapat masuk ke dalam komponen.

Suhu yang panas juga dapat melelehkan barang elektronik, seperti piring hitam yang kamu koleksi. Singkirkan barang-barang yang sudah tidak terpakai agar tidak terjadi penumpukan di rumah.

Tabung Gas

Tabung gas dapat menimbulkan bahaya serius jika dibiarkan di garasi. Tabung gas berpotensi bocor yang dapat memicu kebakaran.

Hindari menyimpan zat mudah terbakar di garasi, termasuk wadah gas yang terisi dan kain lap yang basah karena minyak sehingga dapat terbakar dalam suhu tinggi.

Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak kamu simpan di garasi, Semoga bermanfaat detikers!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tanam 7 Pohon Ini Dekat Rumah Kalau Tidak Mau Menyesal!



Jakarta

Pohon memang memberikan banyak manfaat jika ditanam di rumah. Menanam pohon bisa memberikan suasana asri dan segar, serta menghasilkan kualitas udara yang bersih.

Namun sebelum memilih pohon harus dipikirkan dengan seksama. Jika asal menanam pohon seperti terlalu dekat dengan rumah, bisa merusak fondasi rumah.

Misalnya sampah dari dedaunan, batang dan ranting yang bisa merusak atap atau plafon. Tak hanya itu akar pohon juga bisa merusak fondasi jika terlalu dekat dari rumah.


Lantas, apa saja jenis-jenis pohon tersebut? Melansir Sarana Kontraktor, berikut 7 jenis pohon yang harus ditanam jauh dari rumah agar tidak merusak fondasi.

Pohon yang bisa merusak fondasi rumah

Pohon Pepaya

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon pepaya/Britanica (Wilfredo Rodriguez)

Pohon pepaya memiliki akar yang menjalar sangat dalam ke bawah tanah. Hal inilah yang bisa merusak fondasi dan mengancam ketahanan rumah secara keseluruhan. Akar pohon pepaya ini bisa membuat tanah di sekitarnya menjadi lebur sehingga bisa menciptakan lubang. Jika dibiarkan terlalu lama, lubang tersebut bisa membuat rumah terlihat miring.

Pohon Jambu

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon jambu/iStock (Satriady Utomo)

Pohon jambu memiliki akar yang besar dan keras. Jika tidak dirawat dan dipangkas dengan rutin, akar pohon jambu bisa merusak bagian bawah fondasi rumah atau pagar.

Pohon Mangga

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon mangga/The Spruce (K Dave)

Tak jauh berbeda dengan pohon jambu, pohon mangga akar pohon mangga juga bisa merusak fondasi rumah yang terbuat dari semen, batu, atau material lainnya. Saat ingin menanam pohon mangga, perhatikan tinggi dan jarak tanamnya agar tidak terlalu berdekatan dengan rumah.

Pohon Beringin

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: iStock/Sourav Mahata

Pohon beringin yang berukuran besar memang bisa membuat rumah menjadi asri dan teduh. Namun, pastikan kamu memiliki pekarangan yang cukup luas agar akar pohon beringin tidak berdekatan dengan rumah.

Pohon Ketapang

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto:Ketapang: saranakontraktor.com

Saat ingin menanam pohon ketapang, perhatikan tingginya dan pastikan jarak tanamnya cukup jauh dari rumah. Dengan menanam pohon ketapang agak jauh, fondasi rumah bisa terhindar dari ancaman kerusakan.

Pohon Bidara

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Bidara: Getty Images/Alisa Gabliya

Pohon bidara sebaiknya ditanam dengan jarak minimal 3 meter dari rumah. Hal ini agar pohon mendapatkan nutrisi dengan baik dari dalam tanah. Dengan jarak tersebut, pohon bidara yang ditanam bisa hidup lama dan akarnya tidak merusak fondasi rumah.

Pohon Durian

Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Durian: iStock/montri13rd

Pohon durian memiliki ukuran yang cenderung besar dan kokoh, serta akar yang menjalar. Hal inilah membuat pohon ini sebaiknya ditanam jauh dari rumah agar akarnya tidak bisa merusak fondasi nantinya.

Nah, itulah 7 pohon yang sebaiknya ditanam jauh dari rumah. Saat ingin menanam pohon tersebut, penting untuk memerhatikan tingginya, lalu menyesuaikan jarak tanam agar fondasi rumah kita bisa terhindar dari kerusakan.

Karena itu, penting untuk mengetahui jarak aman menanam pohon di rumah.

Jarak Aman Menanam Pohon di Rumah

Melansir Jimstrees.com, Rabu (25/10/2023), berikut jarak yang dianjurkan untuk menanam pohon di rumah berdasarkan ketinggiannya.

Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan

Tinggi pohon 8-15 meter jarak minimal 4-6 meter dari bangunan

Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

Nah, dari data tersebut, kamu bisa menyesuaikan jarak pohon yang ingin kamu tanam agar tidak merusak fondasi rumah.

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini Saat Mengecat Rumah, Nanti Menyesal!


Jakarta

Mengecat dinding rumah perlu dilakukan, misalnya untuk menutupi noda atau mengganti warna agar tampak lebih fresh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga saat mengecat dinding agar tidak terjadi kesalahan.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat mengecat dinding justru bisa membuat rumah tampak kurang menarik. Maka dari itu, sebaiknya kamu jangan sampai membuat kesalahan-kesalahan berikut ini.

Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


1. Tidak Memilih Warna dengan Cermat

Sebaiknya kamu memilih warna cat dinding dengan cermat terlebih dahulu. Kamu bisa mencobanya di papan terlebih dahulu sebelum benar-benar membelinya atau mulai mengecat dinding dengan warna tersebut.

“Ambil contoh cat, cat di dinding atau papan dan biarkan selama beberapa hari. Lihatlah pada pagi dan sore hari, karena cahaya di ruangan akan memengaruhi warna. Saya rasa, kamu bisa langsung menghilangkan beberapa warna yang tidak cocok dengan segera,” kata pemilik CertaPro Painters, Paige NeJame, dikutip dari The Spruce.

2. Tidak Menyiapkan Permukaan

Kamu tidak bisa langsung mengecat tembok begitu saja. Perhatikan dulu permukaan dindingnya, apakah ada lubang atau retak. Jika ada, perbaiki terlebih dahulu.

Selain itu, kamu perlu menghilangkan debu pada permukaan dinding terlebih dahulu agar bisa mengecat dengan benar. Jika sudah bersih, kamu bisa menggunakan primer terlebih dahulu baru kemudian mengecat dengan warna pilihan.

“Ini akan meningkatkan warna cat dan mencegah terkelupas,” kata Kepala Desain Interior di Renowell, Mariya Snisar.

3. Salah Pilih Jenis Cat

Ada beberapa jenis cat yang beredar di pasaran, misalnya cat indoor dan cat outdoor.

“Cat untuk ruangan tidak akan mampu menahan terik matahari dan hujan, sedangkan cat untuk luar ruangan mengandung lebih banyak bahan kimia yang dapat berbahaya bagi orang yang sensitif,” ujar Snisar.

4. Tidak Membiarkannya Kering

Saat mengecat dinding, pastikan cat sudah mengering terlebih dahulu sebelum menambah lapisan. Biarkan cat lapisan pertama mengering dengan sempurna baru ditimpa dengan lapisan berikutnya. Jika cat pertama belum kering dan langsung ditimpa cat selanjutnya, dapat menyebabkan cat mengelupas dan retak bahkan warnanya tidak sama.

“Cat berbahan dasar air seperti akrilik membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengering pada suhu sedang hingga hangat,” ucap Snisar.

“Cat berbahan dasar minyak seperti enamel dapat membutuhkan waktu mulai dari delapan hingga 24 jam untuk mengering sepenuhnya, tergantung pada iklim. Jika Anda tidak membiarkan cat enamel mengering sebelum mengaplikasikan lapisan kedua, cat tersebut dapat tetap lengket selama beberapa hari.”

Mengecat dinding mungkin terlihat sederhana, tetapi prosesnya memerlukan pemikiran ke depan, persiapan, dan ketelitian. Maka dari itu, perlu kehati-hatian saat mengecat rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Lakukan 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir, biar Nggak Menyesal!


Jakarta

Masuk musim hujan, beberapa wilayah yang rawan banjir harus bersiaga. Beberapa rumah pasti terendam banjir saat curah hujan meningkat.

Rumah yang sering terkena banjir pasti berisiko mengalami kerusakan. Mulai dari munculnya noda air di dinding, perabotan yang berjamur, hingga lumpur berserakan di lantai.

Agar rumah tetap terawat meski sering terendam banjir, dilansir Flood Info, berikut beberapa hal yang kamu lakukan pada rumah setelah banjir surut.


1. Periksa Kabel Listrik di Rumah

Saat kamu membersihkan rumah, hal paling penting adalah listrik harus menyala. Namun, hati-hati saat menyalakan listrik di rumah, terutama pada sistem kabel yang terendam air. Sebaiknya panggil tenaga profesional untuk mengecek.

2. Periksa Gas

Selain listrik, gas juga harus diperiksa karena benda satu ini jika mengalami kebocoran dapat berbahaya. Ada baiknya, saat melihat tanda genangan, gas di rumah bisa diamankan dahulu.

Apabila mencium bau menyengat dari gas, keluarkan ke tempat terbuka. Bisa jadi gas terlalu lama berada di tempat tertutup yang minim ventilasi. Apabila kamu tidak berani menyentuh gas, kamu bisa meminta bantuan pemadam kebakaran atau orang yang mengerti soal tabung gas.

3. Selalu Gunakan Sarung Tangan dan Alas Kaki Tertutup

Air yang menggenang atau bekas genangan biasanya bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kebanyakan air tersebut berasal dari selokan atau tempat pembuangan di dekat rumah. Tentu, airnya tidak bersih dan bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme.
Sebaiknya gunakan sarung tangan lateks dan alas kaki yang tertutup. Jika masih ada genangan, pakai alas kaki seperti boots setinggi mata kaki.

4. Cek Retakan pada Fondasi Rumah

Saat memasuki rumah, kamu perlu mengecek kondisi dinding hingga ke bagian langit-langitnya. Biasanya cat yang kurang baik saat terkena air terlalu lama dapat retak atau muncul tonjolan. Lalu, bisa pula muncul noda bekas air, jamur, dan retakan.

Tips Perbaikan Rumah yang Terkena Banjir

Jika kamu memiliki asuransi banjir, foto kondisi rumah untuk bukti klaim asuransi. Namun, apabila kamu tidak memiliki asuransi, maka semua perbaikan harus ditanggung sendiri, tetapi kamu bisa meminta bantuan ahli agar perbaikannya maksimal.

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Taruh 6 Barang Ini di Kamar Mandi Kalau Nggak Mau Menyesal


Jakarta

Banyak dari kita kadang tidak sadar memiliki kebiasaan menyimpan barang di kamar mandi seperti handuk, baju bekas pakai, dan lain-lain. Padahal kebiasaan tersebut tidak dianjurkan sebab kamar mandi adalah ruangan lembap yang dapat menimbulkan jamur, karat, lumur, atau kerusakan pada barang.

Jadi, jangan sembarangan menaruh barang di dapur, khususnya barang-barang ini seperti dikutip dari Southern Living dan Real Simple, Senin (17/03/2025).


Barang yang Tak Boleh Disimpan di Kamar Mandi

Sebagian orang menyimpan handuknya pada gantungan kamar mandi. Kelembapan ruangan dapat menimbulkan jamur pada handuk sehingga menimbulkan bau apek. Jika kamu terpaksa harus selalu menyimpan handuk di dalam kamar mandi, maka upayakan mengganti handuk sesering mungkin.

Pakaian

Pakaian juga menjadi tempat berkembangnya kuman jika disimpan dalam kamar mandi apalagi jika menyimpannya selama berbulan-bulan. Sama seperti handuk, kelembapan membuat bakteri muncul dalam pakaian.

Obat

Obat biasanya disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Maka, jangan menyimpan obat di kamar mandi atau laci dalam kamar mandi.

Pisau Cukur

Pisau cukur merupakan salah satu barang yang sering ada di kamar mandi. Pada dasarnya, pisau cukur merupakan peralatan logam yang sebaiknya disimpan di tempat kering. Sebab, kelembapan kamar mandi dapat menimbulkan karat pada pisau cukur.

Barang Elektronik

Misalnya kamu menaruh speaker atau HP di kamar mandi maka rentan terjatuh ke dalam bak mandi atau toilet. Kelembapan udara juga membuat barang eletktronik cepat rusak.

Perhiasan

Jangan lupa memindahkan perhiasan kamu dari meja atau penyimpanan di kamar mandi. Kelembapan udara dapat membuat noda pada perhiasan.

Kosmetik

Kosmetik juga merupakan barang yang tidak bisa disimpan di dalam kamar mandi. Kelembapan udara dapat menurunkan kualitas kosmetik.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com