Tag: menyiram tanaman

  • Kapan Waktu Terbaik untuk Menyiram Tanaman? Ada Aturannya Lho



    Jakarta

    Pernahkah kamu mengalami kejadian di mana tanaman di rumahmu mati walaupun sudah rajin menyiramnya? Bisa jadi kita salah aturan saat menyiram tanaman

    Beberapa dari kita sering memiliki pola berpikir di mana tanaman yang ada di rumah kita harus selalu basah, atau bahkan ada juga yang sering menyirami seluruh bagian tanaman di siang hari ketika cuaca sedang panas.

    Tapi tahukah kamu, sebenarnya terlalu sering menyirami tanaman atau menyirami tanaman di siang bolong ketika cuaca sedang panas adalah hal yang kurang tepat. Karena perlakuan tersebut malah terhitung tidak efisien atau hanya buang-buang air saja.


    Lalu sebenarnya bagaimana cara menyiram tanaman yang tempat?

    Mengutip dari southernlivingplants.com, setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, seperti waktu, suhu, tanah, dan umur juga bisa menjadi faktor utama yang menentukan kapan dan seberapa sering tanaman kamu membutuhkan air.

    Kapan Waktu yang Tepat Untuk Menyiram Tanaman?

    Seperti yang telah dijelaskan, setiap tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Akan tetapi, pada umumnya tanaman membutuhkan banyak air saat pagi hari hingga menjelang sore hari.

    Maka dari itu, biasanya waktu yang terbaik untuk menyiram tanaman adalah pada pagi hari sebelum matahari terbit dan sore hari ketika matahari mulai terbenam.

    Penyiraman di pagi hari dimaksudkan untuk mempersiapkan tanaman untuk menghadapi proses fotosintesis pada siang hari, lalu penyiraman di sore hari bertujuan untuk mendinginkannya.

    Lalu kenapa tidak menyiramnya di siang hari ketika tanaman sedang berfotosintesis? Jika kamu menyiram pada siang hari (terutama saat musim panas), panas dan sinar matahari akan membuat air menguap alih-alih terserap ke dalam tanah dan akar.

    Sebagai catatan, penyiraman di pagi hari sebenarnya lebih baik daripada penyiraman di sore hari. Hal ini dikarenakan tanaman yang disiram pada pagi hari memiliki waktu untuk mengering sebelum matahari terbenam. Sebaliknya, bila kamu menyiram pada sore hari, air akan cenderung mengendap di dalam tanah sehingga mendorong pembusukan, pertumbuhan jamur, dan juga serangga.

    Gunakan Tanah Kering Sebagai Indikator

    Sedikit tips saja, bila kamu ragu harus menyiram tanaman pada siang hari atau tidak ketika musim panas (kemarau), kamu bisa mengecek tanah pada tanaman tersebut. Jika tanah tersebut sangat kering walaupun di pagi hari kamu sudah menyiramnya, maka kamu boleh mencoba untuk menyiramnya sedikit demi sedikit.

    Penyiraman Menurut Umur dari Tanaman

    Umur dari tanaman juga bisa kamu jadikan sebagai patokan untuk seberapa sering kamu harus menyiramnya.

    Tanaman yang masih baru tumbuh memerlukan air lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang sudah tua. Alasannya karena tanaman yang masih muda masih memerlukan banyak makanan untuk mengembangkan akar dan batangnya.

    Itulah cara menentukan waktu yang baik untuk menyiram tanaman di rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Menyiram Tanaman dengan Air Hujan Ternyata Lebih Baik Ketimbang Air Keran


    Jakarta

    Menyiram tanaman dengan air sangat penting agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Selain jumlah dan intensitas yang tepat, ternyata jenis air yang digunakan juga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman lho.

    Melansir dari Spectrum News 1, Selasa (30/4/2024) air hujan adalah opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Sebab, hujan mempunyai manfaat yang tidak dapat diberikan oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Kalau pengin pekarangan tumbuh subur dan indah, maka air hujan sangat diperlukan! Biasanya pekarangan rumah yang baru disiram hujan yang lebat tampak lebih segar, bukan?


    Nah, berikut ini alasan menyiram tanaman lebih baik dengan air hujan daripada air keran.

    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Menyiram Tanaman?

    Alasan utama air hujan bagus untuk tanaman antara lain senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Ada nitrogen yang terkandung dalam air hujan yang baik untuk tanaman.

    Air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur. Lalu, karbon dioksida juga terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Sementara air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Kemudian, hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata, sehingga tidak ada bagian pekarangan yang tertinggal. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Kalau cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Selain itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Salah satu indikasinya bisa dengan mengecek kelembapan tanah menggunakan jari.

    Demikian penjelasan tentang menyiram tanaman dengan air hujan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini saat Menyiram Tanaman Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Menyiram tanaman memang penting untuk pertumbuhan yang baik, tetapi sebaiknya tidak melakukan dengan asal-asalan. Tak jarang ada yang belum tahu kapan dan sebanyak apa harus memberi air pada tanaman.

    Padahal, hal ini sangat penting karena mempengaruhi tanaman untuk bertahan hidup. Jika tidak tepat, menyiram tanaman justru dapat menimbulkan penyakit hingga akhirnya mati.

    Melansir dari laman Marshal Grain, Selasa (30/4/2024) berikut ini beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat menyiram tanaman.


    Kesalahan ketika Menyiram Tanaman

    1. Menyiram Terlalu Banyak Air

    Menyiram terlalu banyak air dapat merusak tanaman, bahkan lebih berisiko membunuh daripada kekurangan air. Tanaman akan lebih mudah sembuh dari masalah kekurangan air daripada kelebihan air.

    Terlalu banyak pasokan air di tanah akan menyebabkan pertumbuhan jamur yang berlebihan serta memicu penyakit. Selain itu, genangan air bisa membuat tanaman tenggelam dalam hitungan menit atau jam karena akarnya akan mati karena kekurangan oksigen.

    2. Terlalu Sering Menyiram Tanaman

    Tanah yang selalu basah mendorong pertumbuhan jamur dan penyakit. Bagian akar bisa membusuk, sehingga tanaman menjadi mati.

    Maka, penting mengetahui jenis tanaman dan kebutuhan airnya. Sementara intensitas menyiram tanaman bisa disesuaikan dengan kondisi tanah. Kamu bisa mengecek kelembapan tanah menggunakan jari buat mengetahui kebutuhan air.

    3. Menyiram Tanaman di Malam Hari

    Penyiraman di malam hari memungkinkan kelembapan bertahan lebih lama di dedaunan karena air lebih lama menguap tanpa sinar matahari. Hal ini justru memicu pertumbuhan jamur dan bakteri mempunyai tempat yang sempurna untuk berkembang dan menyerang permukaan tanaman. Maka, sebaiknya hindari menyiram tanaman di malam hari.

    4. Menyiram Tanaman di Siang dan Sore Hari

    Sementara menyirami tanaman di tengah atau sore hari bukan ide yang bagus karena tetesan air pada dedaunan dipantulkan dan diperbesar oleh sinar matahari. Hal ini dapat membakar dan merebus dedaunan. Selain itu, air paling cepat menguap pada sore hari, sehingga hanya menyisakan sedikit air untuk tanaman.

    Oleh karena itu, idealnya menyiram di pagi hari seperti antara jam 4 pagi dan 10 pagi. Dengan begitu, ada waktu yang cukup bagi air untuk meresap dan tetap memungkinkan tanah mengering dengan cukup cepat untuk meminimalkan masalah jamur.

    Itulah kesalahan saat menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menyiram Tanaman Agar Tidak Menjadi Sarang Nyamuk


    Jakarta

    Tanaman perlu disiram agar tumbuh dengan subur, baik di dalam maupun pekarangan rumah. Namun, menyiram tanaman terkadang menyisakan genangan air, sehingga rawan jadi sarang nyamuk.

    Nyamuk biasanya berkembang biak di genangan air. Genangan tersebut bisa terbentuk pada daun, pot, dan lubang.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu lebih berhati-hati ketika menyiram tanaman. Pastikan tidak ada genangan air yang dapat dimanfaatkan nyamuk.


    Bagaimana cara menyiram tanaman tanpa membentuk sarang nyamuk? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Mencegah Sarang Nyamuk Saat Siram Tanaman

    Inilah tips menyiram tanaman agar tidak menjadi sarang nyamuk, dikutip dari National Parks Board, Minggu (27/7/2025).

    1. Buang Genangan Air di Pot

    Setelah menyiram tanaman di pot, air suka tergenang pada alas pot. Pastikan untuk membuang air tersebut dan menggosok alasnya secara berkala untuk menghilangkan telur nyamuk.

    2. Bersihkan Genangan Air di Pekarangan

    Genangan air juga bisa terbentuk setelah menyiram pekarangan rumah. Air dapat terkumpul di berbagai tempat, misalnya pot, ember, drainase, dan tanaman. Periksa area yang dapat mengumpulkan air, lalu bersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

    3. Gemburkan Tanah

    Sebelum menyiram tanaman, sebaiknya gemburkan media tanahnya agar air dapat meresap ke bawah. Permukaan tanah yang padat ketika kering mencegah penyerapan air.

    Jika tidak terserap, air malah menggenang dan tidak sampai ke akar tanaman. Gunakan garpu atau sekop untuk menggemburkan tanah secara berkala.

    4. Bersihkan Daun Jatuh

    Daun-daun yang berjatuhan di pot atau pekarangan rumah bisa menjadi tempat berkumpulnya air. Pastikan untuk membersihkan daun yang jatuh sebelum menyiram tanaman atau pekarangan.

    5. Siram Air

    Penghuni bisa sering menyiram air bersih ke area yang tergenang air di sekitar tanaman. Langkah ini akan menggantikan air yang terkumpul dan membuang telur serta jentik nyamuk.

    Itulah cara mencegah terbentuknya sarang nyamuk ketika menyiram tanaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Hias Bisa Layu gegara Sering Disiram Air, Ini 4 Cirinya


    Jakarta

    Tanaman hias perlu disiram air agar bisa tumbuh subur. Air juga dapat membantu tanaman agar bisa fotosintesis, menjaga struktur sel tanaman, dan menjaga kelembapan tanah.

    Namun, tidak semua tanaman hias perlu disiram air secara rutin. Ada sejumlah tanaman yang justru bisa cepat layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram.

    Kalau tanaman hias milikmu sudah layu tentu tidak akan terlihat cantik lagi untuk dipajang di rumah sehingga perlu diganti dengan tanaman yang baru dan segar.


    Ingin tahu ciri-ciri tanaman layu akibat terlalu sering disiram air? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tanda-tanda Tanaman Hias Layu karena Sering Disiram

    Ada sejumlah tanda-tanda pada tanaman ketika sudah mulai layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram air. Dilansir dari situs Southern Living, berikut ciri-cirinya:

    1. Tumbuh Jamur

    Ciri-ciri yang pertama adalah tumbuh jamur di tanaman dan permukaan tanah. Selain jamur, biasanya muncul juga lumut pada tanaman yang terlalu sering disiram air.

    2. Daun Berguguran

    Tanaman yang terlalu sering disiram air bisa menyebabkan daun cepat gugur sebelum waktunya. Jika pemilik tanaman menemukan banyak daun berguguran di halaman rumah, maka bisa menandakan kalau tanaman terlalu sering disiram.

    3. Daun Berwarna Kuning

    Selain gugur, ciri-ciri lainnya adalah daun tanaman mulai menguning, terutama pada daun yang terletak di bagian bawah tanaman. Kondisi ini disebabkan karena tanaman terlalu banyak menyerap air.

    “Hal ini terjadi karena akar tidak dapat menyerap cukup oksigen akibat kelebihan air, sehingga menimbulkan kekurangan nutrisi,” kata ahli hortikultura di Jackson & Perkins, Laura Root.

    4. Batang Membusuk

    Tanda-tanda lain yang bisa dilihat yakni pada batang tanaman. Jika batang terasa lunak, lembek, dan berwarna lebih gelap dari biasanya, maka bisa jadi terserang infeksi jamur atau mengalami pembusukan akar. Batang tanaman yang membusuk juga dapat mengeluarkan bau tidak sedap.

    Dampak Menyiram Tanaman Secara Berlebihan

    Terlalu sering menyiram tanaman tak hanya bikin cepat layu dan membusuk. Laura mengatakan ada beberapa dampak lain yang ditimbulkan jika terlalu sering menyiram tanaman, salah satunya memengaruhi nutrisi tanah.

    “Menyiram tanaman secara berlebihan dapat menghilangkan nutrisi penting dari tanah, sehingga tanaman kekurangan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh subur,” ujarnya.

    Selain itu, kondisi tanah yang selalu basah dapat menjadi padat sehingga mengurangi kemampuannya untuk mengalirkan air dengan baik. Kondisi ini bisa membuat akar tanaman jadi terhambat untuk tumbuh subur.

    Laura menyebut tanaman yang terlalu sering disiram juga dapat diserang oleh jamur, lumut, dan hama. Alhasil, tanaman jadi cepat layu dan tidak terlihat indah lagi.

    “Kondisi tanaman yang basah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan hama seperti jamur dan agas, mereka dapat tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah,” pungkas Laura.

    Itulah ciri-ciri tanaman hias layu akibat terlalu sering disiram air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com