Tag: merah

  • Jangan Pakai 3 Warna Cat Ini di Kamar Tidur, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Warna cat kamar dapat mempengaruhi suasana di kamar. Selain itu, warna cat dinding juga bisa berpengaruh pada pencahayaan di dalam kamar. Maka dari itu, memilih warna cat kamar tidur sebaiknya dipilih dengan cermat.

    Jangan sampai kamu salah memilih warna cat dinding karena ada beberapa warna yang sebaiknya dihindari. Warna-warna tersebut dapat mempengaruhi mood dan terkadang membuat tampilan kamar kurang menarik.

    Melansir Real Simple, Senin (22/7/2024), berikut warna-warna cat yang sebaiknya dihindari untuk kamar tidur.


    1. Kuning Cerah

    Menurut desainer interior, Emma Beryl, mengatakan bahwa warna kuning cerah kurang cocok untuk kamar tidur karena memiliki efek negatif, yaitu bisa mengganggu kualitas tidur. Warna kuning cerah membuat otak berpikir seolah hari masih siang.

    “Kuning cerah meniru matahari dan orang-orang menyadari mereka semakin sulit tidur di malam hari di ruangan berwarna kuning cerah,” jelas Beryl.

    Bagi pencinta warna kuning cerah, Beryl menyarankan untuk menggunakannya di kamar mandi atau ruang makan saja. Ini pun disesuaikan lagi dengan dekorasi dan gaya ruang tersebut.

    2. Merah dan Oranye

    Kantor Twitter Berubah Jadi 'Kamar Tidur' Setelah Dibeli Elon MuskKantor Twitter Berubah Jadi ‘Kamar Tidur’ Setelah Dibeli Elon Musk Foto: Dok. James Clayton/BBC

    Lagi-lagi warna cerah sebaiknya dihindari. Warna-warna hangat, seperti merah dan oranye, membuat dinding kamar tidur mencolok saat dilihat. Kamar tidur yang seharusnya menenangkan dan enak dipandang jadi terlihat begitu terang.

    “Saya lebih suka kamar tidur yang saya desain menjadi ruang yang menenangkan, damai, dan tenteram daripada yang berani,” kata desainer interior, Annie Delaporte, dikutip dari The Spruce.

    Sebagai gantinya, warna merah dan oranye disarankan untuk ruang kerja, dapur, dan ruang cuci.

    3. Hitam

    Ruang tamu kesan mewah dengan retro modern minimalism interior cat warna hitam dan putih.Ruang tamu kesan mewah dengan retro modern minimalism interior cat warna hitam dan putih. Foto: Getty Images/tulcarion

    Banyak orang yang menyukai warna hitam dalam gaya hidup mereka. Warna hitam memberikan kesan elegan pada ruangan. Namun, menurut ahli justru warna hitam memicu stres. Jika kamu memang pencinta warna hitam, kombinasikan dengan warna putih untuk menciptakan kontras di kamar tidur. Warna biru tua juga bisa dijadikan alternatif pengganti warna hitam, lho!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Pilihan Warna Lampu yang Bisa Bantu Tidur Makin Nyenyak


    Jakarta

    Warna dari cahaya dapat mempengaruhi jam biologis alami tubuh. Saat cerah, tubuh tahu bahwa sudah waktunya untuk bangun dan saat gelap tubuh akan bersiap untuk tidur.

    Kamar yang gelap adalah kondisi terbaik untuk tidur. Maka dari itu, lebih baik tidur dalam keadaan lampu mati. Namun, sebelum tidur warna cahaya yang disarankan adalah warna yang lebih hangat daripada cahaya yang lebih dingin. Hal ini karena cahaya berpengaruh pada kualitas tidur seseorang.

    Melansir Sleep Foundation, Senin (23/09/2024), berikut ini beberapa warna cahaya yang baik dan warna cahaya yang buruk untuk dinyalakan pada saat tidur.


    Lampu Warna Terbaik untuk Tidur

    1. Lampu Warna Merah

    Lampu berwarna merah tidak mempengaruhi ritme sirkadian atau pola yang diikuti oleh tubuh manusia dalam siklus 24 jam, yang berfungsi sebagai jam internal tubuh. Warna ini merupakan salah satu lampu terbaik untuk digunakan di malam hari.

    Penelitian menunjukkan paparan lampu warna merah dapat meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan produksi melatonin. Paparan cahaya merah saat tidur hingga bangun tidur dapat mengurangi rasa lelah dan bingung di pagi hari.

    2. Lampu Warna Kuning dan Oranye

    Cahaya berwarna kuning dan oranye redup memiliki dampak kecil pada ritme sirkadian sehingga pilihan yang tepat untuk dinyalakan di malam hari.

    Paparan cahaya ini dapat meningkatkan produksi melatonin, terutama jika dibandingkan dengan warna yang lebih dingin.

    Warna Cahaya yang Nggak Baik

    1. Cahaya BIru

    Penerima cahaya di mata yang mempengaruhi ritme sirkadian sangat sensitif terhadap cahaya biru. Cahaya biru tidak hanya menekan melatonin, tetapi juga mengaktifkan ritme sirkadian untuk membantu tubuh tetap waspada.

    Melihat cahaya biru secara teratur di malam hari meyakinkan tubuh bahwa saat itu masih siang, hal ini dapat mengganggu ritme sirkadian dan mengurangi kualitas tidur.

    Hindari penggunaan perangkat elektronik yang memancarkan cahaya biru setidaknya satu jam sebelum tidur.

    2. Cahaya Lampu Hijau

    Mirip dengan cahaya biru, cahaya hijau juga mengurangi rasa kantuk dengan mengurangi produksi melatonin. Meskipun cahaya biru dapat mengurangi kadar melatonin dua kali lipat dari cahaya hijau.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Lampu Tidur yang Terbaik dan Terburuk agar Makin Nyenyak



    Jakarta

    Cahaya mempengaruhi jam biologis alami tubuh yang berlangsung 24 jam. Saat cerah tubuh tahu bahwa sudah waktunya untuk bangun, dan saat gelap tubuh akan bersiap untuk tidur.

    Kamar yang gelap adalah tempat terbaik untuk tidur. Namun, pada jam-jam sebelum tidur, warna cahaya yang lebih hangat lebih baik dari cahaya yang lebih dingin. Hal ini karena cahaya memainkan peran penting dalam mengatur tidur dan terjaganya seseorang.

    Melansir sleepfoundation, Senin (23/09/2024), selain warna putih kuning dan warm white, berikut ini beberapa warna cahaya yang baik dan warna cahaya yang buruk untuk tidur.


    Lampu Warna Terbaik untuk Tidur

    Lampu Warna Merah

    Lampu berwarna merah tidak mempengaruhi ritme sirkadian, warna ini merupakan salah satu lampu terbaik untuk digunakan di malam hari.

    Penelitian menunjukkan paparan lampu warna merah dapat meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan produksi melatonin.

    Paparan cahaya merah saat tidur dan saat bangun tidur dapat mengurangi kemungkinan merasa lelah dan bingung di pagi hari.

    Lampu Warna Kuning dan Oranye

    Cahaya berwarna kuning dan oranye redup memiliki dampak kecil pada ritme sirkadian dan merupakan pilihan yang baik untuk digunakan di malam hari.

    Paparan cahaya ini dapat meningkatkan produksi melatonin, terutama jika dibandingkan dengan warna yang lebih dingin.

    Warna Cahaya Terburuk untuk Tidur

    Cahaya BIru

    Reseptor cahaya di mata yang mempengaruhi ritme sirkadian sangat sensitif terhadap cahaya biru. Cahaya biru tidak hanya menekan melatonin, tetapi juga mengaktifkan ritme sirkadian untuk membantu tubuh tetap waspada.

    Melihat cahaya biru secara teratur di malam hari meyakinkan tubuh bahwa saat itu masih siang, hal ini dapat mengganggu ritme sirkadian dan mengurangi kualitas tidur.

    Hindari penggunaan perangkat elektronik yang memancarkan cahaya biru setidaknya satu jam sebelum tidur.

    Cahaya Lampu Hijau

    Mirip dengan cahaya biru, cahaya hijau juga mengurangi rasa kantuk dengan mengurangi produksi melatonin.

    Meskipun cahaya biru dapat mengurangi kadar melatonin dua kali lipat dari cahaya hijau, kamu mungkin tetap ingin menghindari cahaya hijau sebelum tidur.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, ini Warna yang Tepat untuk Ruang Kerja di Rumah


    Jakarta

    Warna membangkitkan emosi tertentu, perasaan yang kamu alami sangat bergantung pada warna yang kamu gunakan pada dinding ruang kerja di rumah. Warna yang digunakan pada dinding kantor memiliki efek yang besar.

    Efek yang diberikan seperti tingkat produktivitas, kesejahteraan, dan suasana hati kamu. Desain interior ruang kerja lebih dari sekedar estetika, tetapi juga mengembangkan suasana yang merangsang kreativitas, fokus, dan kolaborasi.

    Melansir chalkstudio design, Senin (7/10/2024), berikut ini cara memahami psikologi warna dan warna yang tepat untuk ruang kerja di rumah kamu.


    Memahami Psikologi Warna dalam Interior Ruang Kerja

    Warna Hangat

    Merah, jingga, dan kuning termasuk dalam golongan warna hangat. Warna-warna ini biasanya menimbulkan kegembiraan atau energi yang meningkat pada seseorang. Namun, jika terlalu sering digunakan, akan menghasilkan perasaan yang gelisah.

    Warna Dingin

    Biru, hijau, dan ungu dianggap menjadi warna yang dingin. Warna ini memiliki efek menenangkan dan dapat menimbulkan perasaan konsentrasi dan ketenangan.

    Menggunakan warna dingin berlebihan akan menimbulkan sensasi dingin, tidak hangat, dan sempit di ruang kerja.

    Warna Netral

    Putih, abu-abu, dan krem menjadi warna-warna yang netral. Nuansa ini memberikan kesan stabil dan dapat dianggap sebagai dasar untuk memadukan warna aksen yang berani.

    Warna Terbaik untuk Ruang Kerja dan Maknanya

    Biru

    Warna biru melambangkan kepercayaan, kedamaian, dan produktivitas. Warna ini cocok untuk area kerja yang terkonsentrasi, ruang rapat, dan area bersantai. Untuk menghindari ruang steril, pilih warna yang lebih cerah seperti biru langit dan biru kehijauan.

    Merah

    Warna merah melambangkan energi, gairah, dan kegembiraan. Warna merah sebaiknya digunakan dalam suasana kerja sama atau curah pendapat untuk menginspirasi kreativitas. Penggunaan yang berlebih akan memicu perasaan agresif atau cemas.

    Putih

    Warna putih melambangkan kebersihan, keterbukaan, dan awal yang baru. Putih menciptakan kesan lapang dan dapat menjadi warna dasar yang sangat baik dalam desain interior ruang kerja modern.

    Jingga

    Warna jingga melambangkan energi, motivasi, dan hubungan sosial. Jingga menjadi warna yang sangat bagus untuk ruang kolaborasi atau area breakout yang mendukung pembicaraan yang bersemangat.

    Hijau

    Warna hijau melambangkan keseimbangan, harmoni, dan kemajuan. Hijau mendorong fokus dan konsentrasi, membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk lingkungan ruang kerja. Nuansa hijau muda bersifat menenangkan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna yang Bikin Ruangan Kecil Terasa Lebih Sempit


    Jakarta

    Ilusi bisa diciptakan dengan warna cat, misalnya bisa memberikan kesan langit langit yang lebih tinggi atau ruangan lebih luas. Sebaliknya, pemilihan warna cat yang salah juga bisa membuat ruangan yang kecil terasa semakin sempit.

    Jadi, kamu perlu mengetahui beberapa warna cat yang harus dihindari agar ruang kecil di rumah tidak terasa semakin sempit. Lantas, apa saja warna tersebut?

    Warna yang Bikin Ruangan Ruangan Terasa Sempit

    Warna yang bikin ruangan terasa sempit yaitu biru tua, merah, kuning cerah, putih bersih, dan abu-abu. Simak penjelasannya.


    1. Biru Tua

    Warna biru tua sering digunakan untuk dekorasi rumah. Namun, jangan pilih warna ini di ruangan yang kecil karena bisa membuat ruangan terasa sesak.

    Alternatifnya, kamu bisa memilih warna biru muda atau biru langit di ruangan kecil. Menurut brand ambassador Farrow & Ball, Patrick O’Donnell dalam Homes And Gardens, nuansa biru langit bisa menambah keceriaan pada rumah sederhana. Padukan juga dengan warna netral agar warna birunya bisa menonjol.

    2. Merah

    Ruang tamuCat merah tua Foto: (Phototropic/Getty Images)

    Warna merah memiliki sifat yang kuat dan agresif. Secara fisik, warna merah bisa memicu reaksi dalam tubuh yang mirip dengan respon stres, seperti peningkatan detak jantung dan suhu tubuh yang lebih tinggi.

    Menurut laman The Good Painter, cara orang memandang warna merah seringkali bergantung pada intensitasnya. Warna merah terang mungkin bisa menyebabkan sakit kepala dan membuat ruangan tampak lebih kecil.

    Mengutip laman House Digest, warna merah tua juga bisa membuat ruangan terasa lebih tertutup, terutama karena warna gelap menyerap cahaya alami. Sehingga, merah sebaiknya dihindari untuk menjadi warna utama ruangan yang sempit.

    3. Kuning Cerah

    Ruang tamuRuang tamu Foto: (Asbe/Getty Images)

    Warna-warna cerah cenderung mengalihkan perhatian dari furnitur dan aksesoris, serta seringkali terasa membahayakan dan mengkhawatirkan.

    Meski menjadi warna ceria dan menyenangkan, warna cerah seperti kuning cerah dengan cepat menyebabkan kelelahan dan ketegangan mata. Warna kuning cerah juga bisa membuat ruangan terasa lebih sempit.

    Menurut desain interior Shea McGee, meski kuning memiliki kualitas yang bagus, tapi jika warna tersebut cerah maka bisa terasa terlalu agresif di dalam ruangan.

    4. Putih Bersih

    Warna putih sebenarnya adalah pilihan yang populer untuk aneka ruangan. Tapi, ada beberapa jenis warna putih yang tidak cocok di ruangan kecil.

    Ada perbedaan antara jenis warna putih, misalnya sifon dan gading. Warna putih bersih (pure white) akan menonjolkan bayangan di ruangan dan akibatnya membuat ruangan terasa lebih kecil.

    5. Abu-abu

    Abu-abu adalah warna netral yang menenangkan. Tapi, pilihan abu-abu yang salah, seperti abu abu hangat (warm grey) bisa membuat ruangan kecil terasa lebih sempit.

    Untuk menghindari hal tersebut, menurut Patrick O’Donnell, padukan warna abu-abu dengan warna biru atau hijau untuk memperluas ruangan.

    Kamu juga bisa memilih warna abu-abu kehijauan untuk menciptakan kesan tenang di ruangan kecil. Warna ini begitu elegan dan menenangkan.

    Itulah warna yang bikin ruangan kecil terasa lebih sempit. Jadi, kamu perlu menghindari beberapa warna ini ya detikers.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 5 Warna Ini untuk Kamar Tidur, Simak Alasannya!


    Jakarta

    Memilih warna dinding sebaiknya tidak sembarangan. Secara psikologis, setiap warna memiliki jenis energi berbeda yang akan memberikan dampak berbeda pula kepada penghuni rumah.

    Termasuk pada kamar tidur yang digunakan untuk beristirahat dengan nyaman. Warna yang dipilih sebaiknya jangan bernuansa terlalu ceria atau sedih. Sehingga, penghuni kamar bisa cepat tidur dengan nyenyak dan memperoleh energi.

    Warna yang Dihindari untuk Kamar Tidur

    Dikutip dari situs Homes & Gardens dan Real Simple, berikut 5 warna cat yang sebaiknya dihindari untuk kamar tidur.


    1. Merah

    Konsultan Psikolog dan Kesejahteraan, Lee Chambers mengatakan cat warna merah adalah ide buruk untuk dinding kamar tidur. Warna merah akan meningkatkan energi, interaksi sosial, dan bahkan dapat meningkatkan tekanan darah kita.

    Meski warna merah berdampak positif saat bangun pagi, tetapi mungkin berdampak sulit tidur nyenyak di malam hari. Karena warna ini, tubuh dan pikiran bisa berpacu dan terstimulasi.

    2. Oranye

    Selain merah, warna-warna hangat seperti oranye juga membuat dinding kamar tidur menjadi mencolok. Warna seperti ini rasanya kurang menenangkan untuk beristirahat.

    “Saya lebih suka kamar tidur yang saya desain menjadi ruang yang menenangkan, damai, dan tenteram daripada yang berani,” kata Annie Delaporte seorang desainer interior.

    Warna merah dan oranye sebaiknya digunakan di tempat lain, seperti ruang kerja, dapur, dan ruang cuci. Warna hangat ini memicu munculnya energi sehingga cocok digunakan di tempat kerja.

    3. Kuning Cerah

    Desainer interior, Emma Beryl, menyebut kuning cerah juga sebaiknya dihindari untuk kamar tidur. Warna ini dianggap berefek negatif, yaitu bisa mengganggu kualitas tidur, karena kuning cerah membuat otak berpikir seolah hari masih siang.

    “Kuning cerah meniru matahari dan orang-orang telah menemukan bahwa semakin sulit tidur di malam hari di ruangan berwarna kuning cerah,” jelas Beryl.

    Pecinta warna kuning cerah bisa menggunakannya di kamar mandi atau ruang makan. Namun detikers bisa menyesuaikan dengan dekorasi dan gaya ruang tersebut.

    4. Abu-abu

    Abu-abu memang bukan warna cerah, tetapi tetap dianggap kurang cocok untuk kamar tidur. Karen Haller, pakar psikologi warna dan desain perilaku, serta penulis buku The Little Book of Color, menilai abu-abu hanya memiliki efek menenangkan yang bertahan sebentar.

    Warna abu-abu justru lebih banyak menguras energi daripada efek menenangkannya. Energi kamu mungkin akan terkuras saat bangun di pagi hari.

    5. Hitam

    Yang terakhir adalah warna hitam pekat. Bukannya mendatangkan ketenangan, warna hitam di kamar tidur justru bisa memicu stres. Jika memang suka warna hitam, pilih yang lebih ringan dan padukan dengan warna putih untuk menciptakan kontras di kamar tidur.

    Warna yang Cocok untuk Kamar Tidur

    Wooden cabinet with plants and a king size bed in a blue bedroom interiorKamar tidur biru. Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Lantas warna apa yang paling cocok untuk kamar tidur? Jika kamu suka warna netral, putih dan krem bisa menjadi pilihan.

    Desainer interior, Linette Dai, menilai warna putih adalah warna cat yang paling cocok untuk dinding kamar tidur. Menurutnya, yang terpenting adalah intensitas dan tingkat kecerahan warna yang bisa mendatangkan ketenangan dan kenyamanan di kamar tidur.

    Sementara menurut Lee Chambers, konsensus umum di antara para psikolog menyebut biru sebagai salah satu warna kamar tidur terbaik. Warna ini dapat meningkatkan relaksasi dan kualitas tidur. Sebaiknya jangan memilih warna biru yang terlalu dingin atau gelap.

    Terlepas dari pertimbangan-pertimbangan di atas, pemilihan warna pada akhirnya merupakan selera masing-masing. Efeknya pun bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain. Jadi, kalau detikers pilih warna apa untuk kamar tidur?

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Ide Dekorasi Rumah Merah Putih buat Sambut 17 Agustus!


    Jakarta

    Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia semakin dekat. Biasanya masyarakat mulai memasang bendera merah putih di depan rumah untuk menyambut 17 Agustus.

    Pada momen seperti ini masyarakat bisa menggelorakan semangat kemerdekaan dengan mendekorasi rumah. Dekorasi 17 Agustus identik dengan nuansa merah-putih.

    Lantas, bagaimana cara mendekorasi rumah menjelang 17-an? Simak ide dekorasi rumah berikut ini.


    Ide Dekorasi Rumah buat Rayakan 17 Agustus

    Inilah beberapa inspirasi untuk mendekorasi rumah untuk menyambut 17 Agustus.

    1. Lampion dari Botol Bekas

    Penghuni rumah bisa mendekor rumah dengan lampion merah putih terbuat dari botol air mineral bekas. Caranya buatnya dengan menyayat permukaan botol lalu bentuk hingga menjadi lampion.

    Selanjutnya, cat lampion dengan warna merah dan putih serta tambahkan bola lampu ke dalamnya. Penghuni rumah dapat memasang lampion di sudut-sudut rumah.

    2. Pot Bunga dari Galon Bekas

    Jika punya galon bekas, penghuni rumah bisa mengubahnya menjadi pot bunga bernuansa perayaan kemerdekaan. Siapkan beberapa buah galon bekas sekali pakai dan potong menjadi dua bagian.

    Rekatkan dua potongan botol bagian atas tepat pada bagian mulut botolnya. Lalu, cat galon dengan warna merah dan putih. Setelah cat kering, galon sudah siap diisi tanah dan ditanami bunga.

    3. Balon Helium

    Dekorasi 17 Agustus. (Pinterest/Dekorasi Balon Ulang Tahun)Dekorasi 17 Agustus. (Pinterest/Dekorasi Balon Ulang Tahun) Foto: Dekorasi 17 Agustus. (Pinterest/Dekorasi Balon Ulang Tahun)

    Dekorasi rumah bakal semakin semarak kalau ada balon berwarna merah dan putih. Siapkan beberapa balon dan isi gas helium. Balon tersebut bisa ditempelkan pada berbagai bagian rumah atau dibiarkan melayang memenuhi plafon.

    4. Bendera Plastik

    Dekorasi ruang kelas 17 Agustus. Pinterest (Foto: 2K Wallpaper)Dekorasi 17 Agustus. Pinterest (Foto: 2K Wallpaper) Foto: Dekorasi ruang kelas 17 Agustus. Pinterest (Foto: 2K Wallpaper)

    Selain itu, bendera plastik juga bisa menjadi pilihan buat mendekor rumah, terutama bagian luar. Bendera ini dapat digunakan di lapangan terbuka, lorong-lorong perumahan, hingga di pagar rumah.

    5. Lampu LED Merah Putih

    Rumah bisa tampak meriah di malam hari dengan menggunakan lampu LED berwarna merah dan putih. Lampu tersebut dapat dilingkarkan di pohon atau beberapa bagian rumah.

    6. Origami Merah Putih

    Dikutip dari buku Origami yang Menyenangkan karya Budi Lesmono, origami adalah kesenian melipat kertas yang berasal dari Jepang. Penghuni bisa membuat berbagai bentuk origami dengan kertas berwarna merah dan putih di rumah. Salah satu cara paling sederhana adalah origami berbentuk segitiga yang diuntai menggunakan tali.

    Itulah beberapa cara memeriahkan Hari 17 Agustus dengan mendekorasi rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cahaya Merah dari Lampu Bisa Bikin Tanaman Tumbuh Subur, Kok Bisa?


    Jakarta

    Cara agar tanaman dapat tumbuh subur umumnya disiram secara berkala supaya tanahnya tidak kering. Selain itu, tanaman juga perlu terpapar sinar matahari agar proses pertumbuhannya bisa cepat.

    Namun, sejumlah pakar di bidang tanaman membagikan tips lain agar tanaman bisa tumbuh subur, yakni memanfaatkan cahaya merah. Cahaya itu ternyata dapat membantu proses pertumbuhan tanaman.

    Bagaimana cara memanfaatkan cahaya merah agar tanaman bisa tumbuh subur? Simak penjelasannya menurut pakar dalam artikel ini.


    Manfaat Cahaya Merah untuk Tanaman

    Tukang kebun dan desainer taman profesional Linda Pereira menyebut penggunaan cahaya merah dapat membantu tumbuhan lebih cepat panen. Sebab, panjang gelombang atau warna cahaya diketahui dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

    Sebagai contoh, Linda menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan dengan pencahayaan berwarna merah. Cahaya tersebut dapat membantu selada dan basil panen lebih awal.

    “Menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan menggunakan lampu LED merah dapat membantu panen lebih awal,” kata Linda dikutip situs The Spruce.

    Selain merah, cahaya berwarna biru juga dapat membantu proses fotosintesis bagi tumbuhan. Namun, kedua warna cahaya ini memiliki fungsi yang berbeda.

    Cahaya biru dapat mendukung pertumbuhan vegetatif tumbuhan, sedangkan cahaya merah mendorong pembuahan dan tahap pertumbuhan selanjutnya dalam siklus hidup tanaman.

    Tips Menggunakan Cahaya Merah untuk Tanaman

    Ada sejumlah tips yang perlu diketahui sebelum menggunakan cahaya merah untuk tanaman. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Pilih Jenis Lampu yang Tepat

    Lampu terdiri dari beberapa jenis, mulai dari lampu neon, pijar, dan LED. Agar tumbuhan dapat menyerap cahaya merah secara optimal, sebaiknya pilih lampu LED karena lebih terang.

    Namun, harga lampu LED memang cenderung lebih mahal daripada jenis lampu lainnya. Meski begitu, penggunaannya lebih hemat energi sehingga dapat menghemat tagihan listrik.

    “Sudah menjadi rahasia umum kalau lampu LED lebih andal dan efisien daripada lampu jenis lainnya,” ujar Linda.

    2. Durasi Tanaman Terpapar Cahaya Merah

    Lama waktunya tanaman terpapar cahaya merah bisa berbeda-beda tergantung dari jenis tanaman atau siklus hidupnya. Misalnya, tanaman hidroponik seperti selada membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam per hari.

    Untuk tanaman hias berbunga dianjurkan terpapar cahaya merah selama 14-16 jam per hari. Sementara untuk bibit tanaman membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 14-16 jam per hari agar bisa tumbuh subur.

    Demikian penjelasan mengenai manfaat cahaya merah untuk tanaman agar bisa tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Cahaya Lampu Kamar yang Dianjurkan biar Tidur Makin Nyenyak


    Jakarta

    Umumnya warna lampu di kamar adalah putih. Warna ini dipercaya sebagai warna cahaya paling terang dan memiliki jangkauan yang lebih luas ketika menyala. Ternyata putih bukanlah warna cahaya terbaik untuk dipakai di kamar tidur.

    Bagi yang masih merasa semua warna cahaya lampu sama saja bagi kesehatan, faktanya tidak lho. Dilansir dari Healthline, jenis cahaya tertentu dapat memengaruhi suasana hati dan kualitas tidur. Hal ini yang mendasari adanya nasihat sebelum tidur kita harus menghindari cahaya terang.

    Melatonin adalah hormon yang sebagian besar mengendalikan siklus tidur-bangun alami tubuh. Fotoreseptor khusus di mata akan mengirimkan informasi kembali ke otak dan memengaruhi produksi melatonin. Reseptor ini paling sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang sekitar 450 hingga 480 nanometer (nm). Menurut kebanyakan orang, cahaya ini tampak biru.


    Untuk mengetahui jenis cahaya lampu yang baik di kamar tidur, dilansir Sleep Foundation berikut beberapa warna cahaya yang baik dan warna cahaya yang buruk untuk tidur.

    Warna Cahaya Lampu Terbaik untuk Tidur

    Cahaya Merah

    Lampu dengan warna cahaya merah tidak mempengaruhi ritme sirkadian, warna cahaya ini bagus digunakan di malam hari. Paparannya dapat meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan produksi melatonin. Saat bangun tidur, tubuh tidak merasa lelah dan linglung.

    Cahaya Kuning dan Oranye

    Cahaya berwarna kuning dan oranye redup memiliki dampak kecil pada ritme sirkadian dan merupakan pilihan yang baik untuk digunakan di malam hari. Sama seperti warna merah, paparan cahaya kuning dan oranye dapat meningkatkan produksi melatonin, terutama jika dibandingkan dengan warna yang lebih dingin.

    Warna Cahaya Lampu Terburuk untuk Tidur

    Cahaya Biru

    Seperti yang disebutkan sebelumnya reseptor cahaya di mata sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang sekitar 450 hingga 480 nanometer (nm). Cahaya tersebut merupakan biru. Warna cahaya ini mempengaruhi ritme sirkadian, menekan melatonin, dan mengaktifkan ritme sirkadian untuk membantu tubuh tetap waspada.

    Cahaya biru jika digunakan terus menerus dapat memberikan efek pada tubuh jika kamar tersebut masih siang. Hal ini mengganggu ritme sirkadian dan mengurangi kualitas tidur.

    Cahaya biru juga bisa muncul dari paparan perangkat elektronik, seperti ponsel, laptop, TV, hingga komputer.

    Cahaya Hijau

    Meskipun tidak begitu berpengaruh seperti cahaya biru, warna satu ini juga dapat mengurangi produksi melatonin. Jadi sebaiknya menghindari pemakaian cahaya lampu hijau pada kamar.

    Itulah aturan jenis warna cahaya lampu di kamar yang dianjurkan dan dilarang, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah SAW Tidak Menyukai Warna Ini, Apa Alasannya?


    Jakarta

    Menurut sejumlah riwayat, Rasulullah SAW tidak menyukai beberapa warna karena alasan tertentu. Selain itu, ada juga warna-warna yang beliau sukai seperti hijau.

    Dari Anas bin Malik RA berkata,

    “Warna yang paling disukai oleh Rasulullah adalah hijau.” (Shahih Jami’ush Shaghir 4623)


    Menukil dari buku Maadza Yuhibbu an Nabi Muhammad SAW wa Maadza Yukrihu susunan Adnan Tharsyah yang diterjemahkan Nur Faizah Dimyathi dkk, Nabi Muhammad SAW kerap mengenakan pakaian hijau dalam kesehariannya. Dari Abu Dawud RA, Abu Ramtsah RA berkata:

    “Aku pergi menjumpai Rasulullah bersama ayahku maka setelah sampai aku melihat beliau mengenakan dua jubah berwarna hijau.”

    Qatadah berkata, “Suatu hari kami pergi bersama Anas RA ke suatu tempat. Lalu ketika kami sampai di sana seseorang berujar, ‘Betapa indah kehijauan ini.’ Maka ketika itu Anas berkata, ‘Kita sudah pernah membicarakan bahwa warna yang paling disukai oleh Nabi SAW adalah hijau.”

    Lantas, warna apa yang tidak disukai Rasulullah SAW?

    3 Warna yang Tidak Disukai Rasulullah SAW

    1. Merah

    Menurut kitab Ar-Raudhah al-Bahiyyah fi Mu’jizah an-Nabi wa asy-Syaa’il Muhammadiyyah oleh Ahmad Musthafa Mutawalli terbitan Qisthi Press, Rasulullah SAW tidak menyukai warna merah. Dari Al Bara’ bin Azib berkata,

    “Rasulullah SAW telah melarang kami menggunakan bantalan atau sarung pelana berwarna merah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Meski demikian, sebagian ulama berpendapat diperbolehkan mengenakan busana warna merah selama dipadukan dengan warna lain. Sebab, Nabi Muhammad SAW juga mengenakan busana merah dengan motif warna lain.

    2. Oranye

    Turut dijelaskan dalam buku Tsalatsuna Nahyun Syar’iyan lin-Nisa Washiat min Wahsya Rasulu SAW lin-Nisaa’ susunan Syekh Ibrahim Muhammad Al Jamal yang diterjemahkan Amrozi M Rais dkk bahwa Nabi Muhammad SAW tidak menyukai pakaian berwarna kuning kemerah-merahan atau oranye. Seorang wanita bani Asad berkata,

    “Suatu hari aku bertandang ke rumah sayyidah Zainab RA istri Rasulullah SAW. Saat itu kami sedang mewarnai baju sayyidah Zainab RA dengan warna kuning kemerah-merahan. Pada saat kami sedang sibuk mewarnai kain baju, tiba-tiba Rasulullah SAW datang. Ketika melihat hal itu, beliau kembali ke luar rumah. Melihat sikap Rasulullah itu, sayyidah Zainab paham bahwa Rasulullah tidak suka warna itu. Lalu sayyidah Zainab mencuci kain itu untuk menghilangkan semua warna kemerah-merahannya. Kemudian Rasulullah kembali muncul dan ketika tidak melihat lagi warna itu, maka beliau segera masuk ke dalam rumah.” (HR Abu Dawud)

    3. Kuning

    Dalam sebuah riwayat disebutkan Nabi SAW tidak menyukai warna kuning. Beliau bersabda,

    “Sesungguhnya pakaian yang dicelup dengan warna kuning adalah pakaian orang kafir, maka janganlah kamu memakainya lagi.” (HR Muslim)

    Melalui hadits lain diceritakan suatu hari Rasulullah SAW melihat Abdullah ibnu Amr ibnul Ash RA ketika kecil mengenakan pakaian berwarna kuning. Abdullah berkata,

    “Apakah ibumu yang memerintahkan kamu mengenakan pakaian ini?” Aku menjawab, “Apakah aku harus mencuci keduanya?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Tidak, tetapi keduanya harus dibakar.” (HR Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com